Rabu, 27 Juni 2029
Rabu XII Masa Biasa
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Kejadian 15:1-12,17-18
Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu." Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku." Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu." Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. Lagi firman TUHAN kepadanya: "Akulah TUHAN, yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim untuk memberikan negeri ini kepadamu menjadi milikmu." Kata Abram: "Ya Tuhan ALLAH, dari manakah aku tahu, bahwa aku akan memilikinya?" Firman TUHAN kepadanya: "Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati." Diambilnyalah semuanya itu bagi TUHAN, dipotong dua, lalu diletakkannya bagian-bagian itu yang satu di samping yang lain, tetapi burung-burung itu tidak dipotong dua. Ketika burung-burung buas hinggap pada daging binatang-binatang itu, maka Abram mengusirnya. Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan nyenyak. Lalu turunlah meliputinya gelap gulita yang mengerikan. Ketika matahari telah terbenam, dan hari menjadi gelap, maka kelihatanlah perapian yang berasap beserta suluh yang berapi lewat di antara potongan-potongan daging itu. Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat:
Mazmur Tanggapan Mazmur 105:1-4,6-9
Bacaan Injil Matius 7:15-20
"Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
Renungan
Menghitung Bintang
Waktu listrik padam semalam suntuk, kampung mendadak gelap dan langit mendadak ramai. Bintang yang selama ini kalah oleh lampu jalan bermunculan tak terhitung. Anak-anak mencoba menghitung dan menyerah di angka seratus.
Ke bawah langit semacam itulah Abram dibawa keluar dari kemahnya. Ia sedang berkeluh: Engkau tidak memberiku keturunan; hartaku akan jatuh ke tangan hambaku. Keluhan yang masuk akal untuk lelaki tua tanpa anak. Allah tidak menjawab dengan ceramah. Ia menjawab dengan pemandangan: coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya. Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.
Lalu datanglah ayat yang disebut-sebut Paulus berabad-abad kemudian: percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. Abram belum menerima apa-apa. Belum ada anak, belum ada tanah. Yang ada baru langit penuh bintang dan sebuah janji. Iman memang bukan menghitung yang sudah di tangan, melainkan berani mempercayai yang baru dijanjikan.
Kemarin Yesus berbicara tentang pintu sempit; hari ini tentang pohon yang dikenal dari buahnya. Buah iman Abram tumbuh dari malam berbintang itu: keberanian menunggu tanpa menjadi pahit.
Tuhan, ketika hidupku terasa kosong, bawalah aku keluar dari kemah keluhanku, dan tunjukkanlah bintang-bintang janji-Mu. Amin.
Invitatorium
RABU IV PAGI
Pembukaan
Ant. Pujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Pujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.
Ibadat Bacaan
MADAH
Kristus Penebus, betapa Kau tunjukkan cinta-Mu
Ant. 1 Tuhan memanggil aku sebelum aku lahir; dari rahim ibuku Ia menyebut namaku.
Mazmur 21:2-8, 14
Syukur atas kemenangan raja
betapa pertolongan-Mu menyelamatkan dia!
Ant. Tuhan memanggil aku sebelum aku lahir; dari rahim ibuku Ia menyebut namaku.
Ant. 2 Tuhan menjadikan lidahku pedang yang tajam; Ia menyembunyikan aku dalam bayangan tangan-Nya.
Mazmur 92
Pujian kepada Allah Sang Pencipta
untuk memainkan musik bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi,
Ant. Tuhan menjadikan lidahku pedang yang tajam; Ia menyembunyikan aku dalam bayangan tangan-Nya.
Ant. 3 Yohanes bersaksi: Dia yang akan datang sesudah aku telah ada sebelum aku.
Ant. Yohanes bersaksi: Dia yang akan datang sesudah aku telah ada sebelum aku.
BACAAN
RESPONSORIUM Yeremia 1:5, 9, 10
RESPONSORIUM Lukas 1:76-77
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.
Mazmur 107 (108)
Ant.1: Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.
Ant.2: Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.
Yes 61,10-62,5
Ant.2: Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.
Ant.3: Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.
Mazmur 145 (146)
Ant.3: Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.
Bacaan Singkat (Ul 4,39-40a)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Hendaklah kita mengabdi Tuhan seumur hidup.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Hendaklah kita mengabdi Tuhan seumur hidup.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
RABU IV SIANG
Madah
Ant.1: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.
Mazmur 118 (119),145-152
Ant.1: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.
Ant.2: Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.
Mazmur 93 (94) I
Ant.2: Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.
Ant.3: Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.
Mazmur 93 (94) II
Ant.3: Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.
Bacaan singkat (Kol 3,23-24)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
RABU IV SORE
Madah
Ant.1: Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.
Ant.1: Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.
Ant.2: Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.
Mazmur 138 (139) - II
Ant.2: Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.
Ant.3: Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.
Kol 1,12-20
Ant.3: Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.
Bacaan Singkat (1Yoh 2,3-6)
Ant.Kidung: Ulurkanlah tanganMu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Ulurkanlah tanganMu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - RABU
Doa Tobat
Madah
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Mazmur 30 (31),1-6
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 129 (130)
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat (Ef 4,26-27)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santa Emma
Pengaku Iman
Emma, yang juga dipanggil Hemma, lahir pada tahun 980 dan meninggal pada tahun 1045. Wanita ningrat ini dikenal sebagai pendiri sebuah biara dan Gereja di desa Gurk, Austria Selatan.
Keputusannya untuk menjalani hidup bakti kepada Tuhan ditempuhnya setelah suaminya meninggal dan kedua puteranya dibunuh. Diceritakan bahwa kedua puteranya dibunuh karena menggantung seorang karyawan yang bekerja di rumah mereka. Suaminya meninggal ketika dalam perjalanan ke Roma. Semenjak itu, Emma giat melakukan berbagai karya amal cinta kasih. Bukti yang paling mengagumkan dari niatnya yang suci ialah usahanya untuk mendirikan sebuah biara dan gereja di Gurk, Austria Selatan. Biara-yang kemudian dijadikan Biara Benediktin di Admont-ini dimulai pembangunannya pada tahun 1072 setelah kematiannya. Diceritakan bahwa Emma sendiri sebagai biarawati setelah kematian suami dan anak-anaknya itu. Oleh gereja ia digelari sebagai ‘Santa’.
Santo Cyrillus dari Alexandria
Uskup dan Pujangga Gereja
Cyrillus lahir di Alexandria, Mesir pada tahun 376. Pada tahun 412 ia dinobatkan menajadi Patriark Alexandria. Sebagai seorang ahli, ia telah memberikan banyak pandangan yang bermanfaat bagi masyarakat dengan ikut aktif di dalam kegiatan-kegiatan sosial.
Menghadapi berbagai pertentangan paham yang berkembang di antara umatnya, Cyrillus tetap tenang dan teguh dalam pendirian dan imannya di atas landasan ajaran para rasul. Dengan tegas ia menentang ajaran Nestorius yang menggugat kepribadian Kristus dan kedudukan Bunda Maria sebagai Bunda Allah.
Sekitar tahun 430, dalam sebuah surat kepada Paus Selestinus I (422-432), Cyrillus dengan tegas mengecam ajaran sesat Nestorius, Patriark Konstantinopel. Untuk memurnikan ajaran sesat itu, Cyrillus mengundang para uskup untuk mengadakan Konsili di Efesus pada tahun 431. Konsili ini mengutuk ajaran Nestorius yang menyesatkan itu. Terhadap hasil konsili itu, Nestorius melancarkan serangan kepada Cyrillus dan kawan-kawannya. Cyrillus ditangkap dan dipenjarakan., kemudian dibuang. Meskipun diperlakukan dengan kejam, Cyrillus tetap gembira karena kesengsaraannya merupakan suatu pujian dan keikutsertaan dalam penderitaan Kristus. Ia juga menghasilkan tulisan-tulisan yang berisi pembelaan-pembelaan ajaran iman yang benar, beberapa buku komentar Kitab Suci dan juga tentang Trinitas.
Lama-kelamaan orang semakin menyadari adanya kebenaran di dalam diri Cyrillus. Kali ini Gereja sekali lagi mendapat kemenangan atas serangan musuh-musuhnya yang timbul dari dalam dirinya sendiri.
Setelah lama mengabdikan dirinya terhadap kepentingan perkembangan iman, Cyrillus meninggal pada tahun 444. Pada tahun 1882 ia digelari sebagai Pujangga Gereja.