Minggu, 24 Juni 2029

Hari Raya Kelahiran S. Yohanes Pembaptis

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Yesaya 49:1-6

Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya. Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku." Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku." Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya--maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku--,firman-Nya: "Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."

Mazmur Tanggapan Mazmur 139:1-3,13-15

Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;

Bacaan Kedua Kisah Para Rasul 13:22-26

Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus. Menjelang kedatangan-Nya Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis. Dan ketika Yohanes hampir selesai menunaikan tugasnya, ia berkata: Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kaki-Nyapun aku tidak layak. Hai saudara-saudaraku, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita.

Bacaan Injil Lukas 1:57-66,80

Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya, tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes." Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian." Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan merekapun heran semuanya. Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia. Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.

Renungan

Namanya Yohanes

Di keluarga besar, nama adalah warisan. Nama kakek dipasangkan kepada cucu, nama bapak diteruskan kepada anak. Maka ketika sebuah keluarga memberi anaknya nama yang sama sekali baru, para tetangga pasti bertanya: itu nama dari mana?

Persis itulah keributan kecil dalam Injil hari ini. Bayi Elisabet hendak dinamai Zakharia menurut nama bapanya, sebagaimana lazimnya. Tiba-tiba ibunya menolak: jangan, ia harus dinamai Yohanes. Sanak saudara protes: tidak ada di antara keluargamu yang bernama demikian. Lalu Zakharia yang bisu meminta batu tulis dan menulis: namanya adalah Yohanes. Seketika itu juga mulutnya terbuka dan lidahnya terlepas.

Mengapa nama itu penting sekali? Yohanes berasal dari bahasa Ibrani, Yohanan, artinya kurang lebih: Allah bermurah hati. Anak itu tidak boleh memakai nama warisan, sebab tugasnya memang bukan meneruskan masa lalu. Ia membuka babak baru: menyerukan pertobatan dan menunjuk kepada Sang Mesias. Allah sedang memulai sesuatu yang belum pernah ada, dan tanda pertamanya sederhana sekali: sebuah nama yang keluar dari kebiasaan keluarga.

Bacaan pertama dari Yesaya memperluas cakrawalanya: TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan, telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. Panggilan itu bukan monopoli para nabi. Setiap anak yang lahir, termasuk kita, sudah lebih dulu dikenal dan dinamai Allah sebelum orang tuanya berunding soal nama. Tidak ada manusia yang lahir sebagai salinan. Masing-masing diberi tugas yang belum pernah diberikan kepada siapa pun.

Namun Yohanes juga mengajarkan sisi lain dari panggilan: tahu batas. Dalam bacaan kedua, Paulus mengutip pengakuannya: aku bukanlah Dia yang kamu sangka; membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak. Yohanes besar justru karena tidak pernah merebut peran yang bukan miliknya. Ia lampu penunjuk, bukan tujuan. Betapa jarangnya orang sebesar itu yang sanggup berkata: aku bukan pusatnya.

Orang-orang di pegunungan Yudea bertanya-tanya: menjadi apakah anak ini nanti? Pertanyaan yang sama pantas kita ajukan untuk diri kita dan anak-anak kita. Bukan menjadi apa menurut ukuran pasar, melainkan menjadi apa menurut Dia yang menyebut nama kita sejak dari kandungan.

Tuhan, Engkau memanggil namaku sebelum aku bisa menjawab. Seperti Yohanes, jadikanlah aku penunjuk jalan kepada-Mu, bukan kepada diriku sendiri. Amin.

Invitatorium

MINGGU IV PAGI

Pembukaan

Ant. Datanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Datanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Minggu Biasa Kesebelas

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

1. Allah Bapa, pujian dan kemuliaan

Anak-anak-Mu datang menyanyi.

Kebaikan dan damai bagi umat manusia.

Karunia-karunia yang dibawa kerajaan-Mu.
Refrain:

Ya Tritunggal Mahakudus.

Kesatuan yang tak terbagi;

Allah Kudus, Allah Perkasa.

Allah Abadi, disembah.
2. Dan Engkau, Tuhan Kekal,

Putra tunggal Allah;

Ya Yesus, Raja yang diurapi.

Engkau telah memenangkan penebusan.
Refrain:

Ya Tritunggal Mahakudus.

Kesatuan yang tak terbagi;

Allah Kudus, Allah Perkasa.

Allah Abadi, disembah.
3. Ya Roh Kudus, Pencipta

Karunia Allah yang mahatinggi;

Hidup, kasih, dan hikmat kudus,

Kelemahan kami kini penuhilah.
Refrain:

Ya Tritunggal Mahakudus.

Kesatuan yang tak terbagi;

Allah Kudus, Allah Perkasa.

Allah Abadi, disembah.

PSALMODI

Ant. 1 Hari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Mazmur 145

Pujian atas keagungan Allah

Tuhan, Engkaulah Yang Adil, yang ada dan yang akan ada (Wahyu 16:5).

I
Aku akan memuliakan Engkau, ya Allah Rajaku,

Aku akan memberkati nama-Mu selama-lamanya.

Ant. Hari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Aku akan memberkati Engkau hari demi hari

dan memuji nama-Mu selama-lamanya.

Tuhan itu agung, sangat patut dipuji,

keagungan-Nya tak terukur.

Ant. Hari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Turun-temurun akan mewartakan karya-karya-Mu,

akan menyatakan perbuatan-perbuatan-Mu yang perkasa,

akan berbicara tentang kemegahan dan kemuliaan-Mu,

menceritakan kisah karya-karya-Mu yang ajaib.

Ant. Hari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Mereka akan berbicara tentang perbuatan-perbuatan-Mu yang dahsyat,

menceritakan keagungan dan kekuatan-Mu.

Mereka akan mengingat kebaikan-Mu yang melimpah;

turun-temurun akan menyuarakan keadilan-Mu.

Ant. Hari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Tuhan itu baik dan penuh belas kasihan,

lambat marah, berlimpah kasih setia.

Betapa baiknya Tuhan bagi semua,

berbelas kasihan kepada semua ciptaan-Nya.

Ant. Hari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Hari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Ant. 2 Kerajaan-Mu, Tuhan, adalah kerajaan yang kekal, alleluya.

II
Segala ciptaan-Mu akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan,

dan sahabat-sahabat-Mu akan mengulang berkat mereka.

Mereka akan berbicara tentang kemuliaan kerajaan-Mu

dan menyatakan kekuatan-Mu, ya Allah,

Ant. Kerajaan-Mu, Tuhan, adalah kerajaan yang kekal, alleluya.

untuk memberitahukan kepada manusia perbuatan-perbuatan-Mu yang perkasa

dan kemegahan mulia kerajaan-Mu.

Kerajaan-Mu adalah kerajaan yang kekal;

pemerintahan-Mu berlangsung dari zaman ke zaman.

Ant. Kerajaan-Mu, Tuhan, adalah kerajaan yang kekal, alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Kerajaan-Mu, Tuhan, adalah kerajaan yang kekal, alleluya.

Ant. 3 Tuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

III
Tuhan setia dalam segala firman-Nya

dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya.

Tuhan menopang semua yang jatuh

dan mengangkat semua yang tertunduk.

Ant. Tuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Mata semua makhluk memandang kepada-Mu

dan Engkau memberi mereka makanan pada waktunya.

Engkau membuka tangan-Mu lebar-lebar,

memenuhi keinginan semua yang hidup.

Ant. Tuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Tuhan adil dalam segala jalan-Nya

dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya.

Ia dekat kepada semua yang memanggil-Nya,

yang memanggil-Nya dari hati mereka.

Ant. Tuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Ia mengabulkan keinginan orang-orang yang takut akan Dia,

Ia mendengar seruan mereka dan menyelamatkan mereka.

Tuhan melindungi semua yang mengasihi-Nya;

tetapi orang fasik akan Ia binasakan sama sekali.

Ant. Tuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Biarlah aku mengucapkan pujian Tuhan,

biarlah seluruh umat manusia memberkati nama-Nya yang kudus

selama-lamanya, untuk zaman yang tak berkesudahan.

Ant. Tuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, dekatlah kepada semua yang memanggil-Mu dalam kebenaran dan tingkatkanlah pengabdian mereka yang menghormati Engkau. Dengarkanlah doa-doa mereka dan selamatkanlah mereka, agar mereka senantiasa mengasihi Engkau dan memuji nama-Mu yang kudus.

Ant. Tuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Dengarkanlah perkataan-Ku.

Perhatikanlah perintah-perintah-Ku.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Hakim-hakim

2:6–3:4

Israel pada zaman para hakim
Ketika Yosua menyuruh bangsa itu pulang, pergilah setiap orang Israel untuk menduduki tanah warisannya. Bangsa itu melayani Tuhan sepanjang hidup Yosua, dan sepanjang hidup para tua-tua yang hidup lebih lama dari Yosua, yang telah melihat semua pekerjaan besar yang telah dilakukan Tuhan bagi Israel.
Yosua bin Nun, hamba Tuhan, meninggal pada usia seratus sepuluh tahun; dan mereka menguburkannya di dalam batas-batas tanah warisannya di Timnat-heres di daerah pegunungan Efraim di sebelah utara Gunung Gaas.
Tetapi setelah generasi itu dikumpulkan kepada nenek moyang mereka, dan muncul generasi lain yang tidak mengenal Tuhan, atau apa yang telah Ia lakukan bagi Israel, orang Israel berbuat jahat di hadapan Tuhan dengan melayani para Baal. Mereka meninggalkan Tuhan, Allah nenek moyang mereka, yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir, mereka mengikuti allah-allah lain dari berbagai bangsa di sekitar mereka, dan dengan penyembahan allah-allah ini mereka membangkitkan murka Tuhan.
Karena mereka telah meninggalkan Dia dan melayani Baal dan Asytarot, murka Tuhan menyala-nyala terhadap Israel, dan Ia menyerahkan mereka kepada para penjarah yang merampok mereka. Ia membiarkan mereka jatuh ke dalam kekuasaan musuh-musuh mereka di sekeliling yang tidak dapat lagi mereka lawan. Apa pun yang mereka lakukan, Tuhan mengubahnya menjadi bencana bagi mereka, seperti yang telah Ia sumpahkan akan Ia lakukan dalam peringatan-Nya, sampai mereka berada dalam kesusahan besar.
Bahkan ketika Tuhan membangkitkan hakim-hakim untuk menyelamatkan mereka dari kekuasaan para penjarah mereka, mereka tidak mendengarkan hakim-hakim mereka, tetapi menyerahkan diri kepada penyembahan allah-allah lain. Mereka cepat menyimpang dari jalan yang telah ditempuh nenek moyang mereka, dan tidak mengikuti teladan mereka dalam ketaatan kepada perintah-perintah Tuhan. Setiap kali Tuhan membangkitkan hakim-hakim bagi mereka, Ia akan menyertai hakim itu dan menyelamatkan mereka dari kekuasaan musuh-musuh mereka selama hakim itu hidup; demikianlah Tuhan berbelas kasihan atas seruan kesusahan mereka di bawah para penindas mereka. Tetapi ketika hakim itu meninggal, mereka akan kembali berbuat lebih buruk dari nenek moyang mereka, mengikuti allah-allah lain dalam pelayanan dan penyembahan, tidak melepaskan praktik-praktik jahat atau perilaku keras kepala mereka.
Dalam kemarahan-Nya terhadap Israel, Tuhan berfirman, “Karena bangsa ini telah melanggar perjanjian-Ku yang telah Aku perintahkan kepada nenek moyang mereka, dan telah tidak menaati Aku, maka Aku tidak akan lagi mengusir bangsa-bangsa yang ditinggalkan Yosua ketika ia meninggal. “Melalui bangsa-bangsa ini orang Israel akan diuji apakah mereka akan tetap berpegang pada jalan Tuhan dan terus melakukannya seperti yang telah dilakukan nenek moyang mereka; oleh karena itu Tuhan membiarkan mereka tetap ada daripada mengusir mereka segera, atau menyerahkan mereka ke dalam kekuasaan Israel.
Berikut adalah bangsa-bangsa yang diizinkan Tuhan untuk tetap ada, agar melalui mereka Ia dapat menguji semua orang Israel yang tidak memiliki pengalaman perang dengan Kanaan : lima raja Filistin; dan semua orang Kanaan, orang Sidon, dan orang Hewi yang tinggal di daerah pegunungan Lebanon antara Baal-hermon dan pintu masuk Hamat. Ini berfungsi untuk menguji Israel, untuk menentukan apakah mereka akan menaati perintah-perintah yang telah Tuhan perintahkan kepada nenek moyang mereka melalui Musa.

RESPONSORIUM Mazmur 106:40, 41, 44; Hakim-hakim 2:16

Tuhan murka terhadap umat-Nya dan Ia menyerahkan mereka ke tangan bangsa-bangsa.

Namun ketika Ia mendengar mereka berseru, Ia memandang dengan belas kasihan atas kesusahan mereka.
Tuhan membangkitkan hakim-hakim yang menyelamatkan mereka dari para penjarah mereka.

Namun ketika Ia mendengar mereka berseru, Ia memandang dengan belas kasihan atas kesusahan mereka.
Bacaan Kedua

Dari risalah tentang Doa Bapa Kami oleh Santo Siprianus, uskup dan martir

Biarlah doamu datang dari hati yang rendah hati
Ketika kita berdoa, perkataan kita harus tenang, sopan, dan teratur. Marilah kita merenungkan bahwa kita sedang berdiri di hadapan Allah. Kita harus menyenangkan Dia baik dengan sikap tubuh kita maupun cara berbicara kita. Adalah ciri khas orang kasar untuk berteriak dan membuat keributan, bukan mereka yang sopan. Sebaliknya, mereka harus menggunakan nada suara yang tenang dalam doa mereka.
Lagipula, dalam pengajaran ini, Tuhan menginstruksikan kita untuk berdoa secara rahasia. Tempat-tempat tersembunyi dan terpencil, bahkan kamar kita sendiri, menjadi saksi keyakinan kita bahwa Allah hadir di mana-mana; bahwa Ia melihat dan mendengar semuanya; bahwa dalam kepenuhan keagungan-Nya, Ia menembus tempat-tempat tersembunyi dan rahasia. Inilah ajaran Yeremia: Apakah Aku Allah ketika Aku dekat, dan bukan Allah ketika Aku jauh? Dapatkah seseorang bersembunyi di sudut gelap tanpa Aku melihatnya? Bukankah Aku memenuhi langit dan bumi? Ayat Kitab Suci lain mengatakan: Mata Tuhan ada di mana-mana, mengamati baik orang baik maupun orang jahat.
Kesopanan dan disiplin yang sama harus menjadi ciri doa liturgi kita juga. Ketika kita berkumpul untuk merayakan misteri ilahi bersama imam Allah, kita tidak boleh mengungkapkan doa kita dengan kata-kata yang tidak teratur; permohonan yang harus disampaikan kepada Allah dengan kesederhanaan tidak boleh diteriakkan dengan berisik dan bertele-tele. Sebab Allah mendengar hati kita, bukan suara kita. Ia melihat pikiran kita; Ia tidak perlu diteriaki. Tuhan menunjukkan ini kepada kita ketika Ia bertanya: Mengapa kamu memikirkan yang jahat dalam hatimu? Kitab Wahyu juga bersaksi tentang ini: Dan semua gereja akan tahu bahwa Akulah yang menyelidiki hati dan keinginan.
Anna memelihara aturan ini; dalam ketaatannya ia adalah gambaran Gereja. Dalam Kitab Raja-raja Pertama diceritakan bahwa ia berdoa dengan tenang dan sopan kepada Allah di lubuk hatinya. Doanya rahasia tetapi imannya nyata. Ia tidak berdoa dengan suaranya, tetapi dengan hatinya, karena ia tahu bahwa dengan cara ini Tuhan akan mendengarnya. Ia berdoa dengan iman dan memperoleh apa yang ia cari. Kitab Suci menjelaskan ini dengan kata-kata: Ia berbicara dalam hatinya; bibirnya bergerak tetapi suaranya tidak terdengar; dan Tuhan mendengar doanya. Pemazmur juga mengingatkan kita: Berbicaralah dalam hatimu sendiri, dan dalam kesendirian kamarmu ungkapkan penyesalanmu. Inilah ajaran Roh Kudus. Melalui Yeremia Ia menyarankan ini: Katakanlah dalam hatimu: Tuhan, Engkaulah yang harus kami sembah.
Sahabat-sahabatku, siapa pun yang menyembah harus mengingat cara pemungut cukai berdoa di bait suci di samping orang Farisi. Ia tidak mengangkat matanya dengan tidak sopan ke surga atau mengangkat tangannya dengan sombong. Sebaliknya ia memukul dadanya dan mengakui dosa-dosa yang tersembunyi di dalam hatinya, ia memohon bantuan belas kasihan Allah. Sementara orang Farisi senang dengan dirinya sendiri, pemungut cukai pantas dibersihkan jauh lebih banyak karena cara ia berdoa. Sebab ia tidak menaruh harapannya akan keselamatan pada kepastian ketidakbersalahannya sendiri; memang, tidak ada yang tidak bersalah. Sebaliknya ia berdoa dengan rendah hati, mengakui dosa-dosanya. Dan Tuhan yang mengampuni orang-orang rendah hati mendengar doanya.

RESPONSORIUM

Marilah kita mempertimbangkan bagaimana kita harus hidup di hadapan Allah dan para malaikat-Nya.

Maka marilah kita berdiri menyanyikan mazmur sedemikian rupa sehingga pikiran dan suara selaras.
Marilah kita mengingat bahwa Allah tidak senang dengan seberapa banyak kita berdoa, tetapi dengan kemurnian hati kita dan penyesalan atas dosa.

Maka marilah kita berdiri menyanyikan mazmur sedemikian rupa sehingga pikiran dan suara selaras.

TE DEUM

Engkaulah Allah: kami memuji-Mu;

Engkaulah Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkaulah Bapa yang kekal:

Segala ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah mahakuasa,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Paduan mulia para rasul memuji-Mu.

Persekutuan mulia para nabi memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, keagungan tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan tegakkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami pada-Mu.
Pada-Mu, Tuhan, harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap sia-sia.

DOA PENUTUP

Ya Allah,

kekuatan bagi mereka yang berharap pada-Mu,

dengan murah hati dengarkanlah permohonan kami, dan,

karena tanpa Engkau kelemahan manusia tidak dapat berbuat apa-apa,

berikanlah kami selalu bantuan rahmat-Mu,

agar dalam mengikuti perintah-perintah-Mu kami dapat menyenangkan Engkau

dengan tekad dan perbuatan kami.

Melalui Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

SABTU III PAGI

Pembukaan

Ant. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya; marilah kami menyembah Dia.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kami.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.
Tuhanlah Allah yang agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.
Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.

Dialah Allah kami, kami umat-Nya,

Dialah gembala kami, kami kawanan-Nya.
Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya -Ku yang agung.
Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.
Kemuliaan kepada Bapa…

Seperti pada…

Ant. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya; marilah kami menyembah Dia.

Madah

Kristus cahaya dunia

Terbitlah bagaikan surya

Datanglah, kami menunggu

Kami siap menyambut-Mu.
Kristus Anak Domba Paska

Yang dibunuh namun jaya

Datanglah, kami menanti

Sudah rindu hati kami.
Kristus gembala utama

Yang wafat membela domba

Datanglah, jangan terlambat

Kami mendambakan slamat.
Terpujilah Yesus Kristus

Dengan Bapa dan Roh kudus

Yang hidup dan berkuasa

Kini dan sepanjang masa. Amin.

Ant.1: Engkau dekat, ya Tuhan, dan segala perintah-Mu benar.

Mazmur 118,145-152

Aku berseru dengan segenap hati, ya Tuhan, jawablah aku,*

ketetapan-Mu hendak kupegang.
Aku berseru kepada-Mu: selamatkanlah aku!*

Perintah-Mu akan kutepati.
Pagi-pagi buta aku telah bangun dan mohon pertolongan-Mu,*

aku berharap pada firman-Mu.
Semalam-malaman mataku tertuju kepada-Mu,*

untuk merenungkan janji-Mu.
Dengarkanlah suaraku sesuai dengan kasih setia-Mu,*

ya Tuhan, hidupkanlah aku seturut hukum-Mu.
Orang yang mengejar aku semakin mendekat,*

mereka menjauh dari hukum-Mu.
Tetapi Engkau dekat, ya Tuhan,*

dan segala perintah-Mu benar.
Sejak lama aku mengakui ketetapan-Mu,*

sebab Engkau menetapkannya dari sediakala.

Ant.1: Engkau dekat, ya Tuhan, dan segala perintah-Mu benar.

Ant.2: Tuhan, semoga hikmat-Mu mendampingi aku dalam usahaku.

Kebij 9,1-12
Allah leluhur kami, Tuhan yang berbelaskasih,*

Engkau menciptakan semesta alam dengan sabda-Mu.
Engkau membentuk manusia dengan hikmat-Mu,*

agar ia menguasai makhluk ciptaan-Mu,
agar ia memerintah dunia dengan suci dan adil,*

dan memegang kekuasaan dengan lurus hati.
Berikanlah kepadaku hikmat yang memerintah bersama Engkau,*

dan janganlah aku Kauusir dari lingkungan anak-Mu.
Sebab aku ini hamba-Mu dan anak sahaya-Mu,+

manusia yang lemah dan pendek umur,*

kurang pengertian tentang hukum dan keadilan.
Bahkan orang yang paling sempurna tidak berarti sama sekali,*

kalau tidak mempunyai hikmat yang berasal dari pada-Mu.
Engkau telah memilih aku menjadi raja bangsa-Mu,*

untuk memerintah putera-puteri-Mu.
Engkau menyuruh aku membangun kenisah di atas gunung-Mu yang kudus,+

dan mesbah dalam kota kediaman-Mu,*

gambaran yang serupa dengan kemah suci di surga.
Pada-Mulah hikmat yang mengenal segala karya-Mu,*

yang hadir tatkala Engkau menciptakan bumi.
Ia menmendapatahui yang baik di hadapan-Mu,*

dan yang sesuai dengan firman-Mu.
Utuslah hikmat dari surga suci,*

dari takhta-Mu yang mulia.
Agar mendampingi aku dalam usahaku,*

untuk menmendapatahui yang baik di hadapan-Mu.
Sebab hikmat-Mu menmendapatahui dan memahami segala-galanya,+

ia menuntun aku dengan bijaksana dalam segala tingkah laku,*

dan melindungi aku dengan cahaya kemuliaannya.

Ant.2: Tuhan, semoga hikmat-Mu mendampingi aku dalam usahaku.

Ant.3 Kesetiaan Tuhan tetap selama-lamanya.

Mazmur 116 (117)

Pujilah Tuhan, hai segala bangsa,*

megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa.
Sebab besar kasih-Nya kepada kami,*

kesetiaan Tuhan tetap selama-lamanya.

Ant.3: Kesetiaan Tuhan tetap selama-lamanya.

Bacaan Singkat (Flp 2,14-15)

Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantah, supaya Engkau tiada bercela dan tiada bernoda. Sebab Engkau harus hidup di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sebagai anak-anak Allah yang lurus hati. Maka Engkau akan bercahaya di antara mereka laksana bintang-bintang yang menyinari dunia.
Lagu Singkat
P: Aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan,* Engkaulah yang melindungi aku.

U: Aku.

P: Engkaulah warisanku yang menghidupkan.

U: Engkaulah yang melindungi aku.

P: Kemuliaan.

U: Aku.

Ant.Kidung: Ya Tuhan, sinarilah orang yang meringkuk dalam kegelapan maut.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.
Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.
Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.
Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kami,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.
Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*

akan membebaskan kami dari tangan musuh.
Agar kami dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.
Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.
Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kami penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Ya Tuhan, sinarilah orang yang meringkuk dalam kegelapan maut.

Doa Permohonan

Allah memuliakan Maria, bunda Kristus, di atas semua makhluk di surga dan di dunia. Marilah kami penuh kepercayaan berdoa kepada Allah:

U: Indahkanlah bunda Putera-Mu, dan dengarkanlah kami.

P: Bapa yang mahamurah, kami bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah memberi kami Maria sebagai bunda dan teladan,* sucikanlah hati kami berkat doanya.

P: Engkau mendorong Maria untuk menerima sabda-Mu dan menjadi hamba-Mu yang setia,* berilah kami buah hasil Roh kudus berkat doanya.

P: Engkau telah menguatkan Maria ketika berdiri di kaki salib, dan Engkau menggembirakan dia ketika Putera-Mu bangkit,* ringankanlah kesukaran kami dan teguhkanlah harapan kami berkat doanya.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Allah, Engkaulah sumber dan pangkal keselamatan kami. Semoga kami selalu berusaha menyatakan kemuliaan-Mu dengan tingkah laku kami, sehingga di surgapun kami Kauizinkan memuji Engkau selama-lamanya. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Tengah Hari

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

SABTU III SIANG

Madah

Yesus penebus Illahi

Kami mohon Kaudampingi

Dalam usaha mengabdi

Kepada sesama kami.
Sudilah Engkau berkarya

Melalui suka duka

Yang harus kami alami

Dalam kehidupan ini.
Sampaikanlah doa ini

Ya Yesus junjungan kami

Kepada Bapa surgawi

Dalam kuasa Roh suci. Amin.

Ant.1: Jaminlah kesejahteraan hamba-Mu, ya Tuhan.

Mazmur 118 (119), 121-128

Aku bertindak adil dan jujur,*

jangan aku Kauserahkan kepada pemerasku.
Jaminlah kesejahteraan hamba-Mu,*

jangan sampai orang sombong menganiaya aku.
Mataku sangat merindukan keselamatan-Mu,*

dan keadilan yang Kaujanjikan.
Perlakukanlah hamba-Mu sesuai dengan kasih setia-Mu,*

dan ajarkanlah ketetapan-Mu kepadaku.
Hamba-Mulah aku, beri aku pengertian,*

supaya aku memahami perintah-Mu.
Ya Tuhan, telah tiba saatnya Engkau bertindak,*

mereka telah memperkosa hukum-Mu.
Itulah sebabnya aku mencintai perintah-Mu,*

melebihi emas yang paling murni.
Itulah sebabnya aku hidup sesuai dengan segala titah-Mu,*

segala jalan dusta kubenci.

Ant.1: Jaminlah kesejahteraan hamba-Mu, ya Tuhan.

Ant.2: Pandanglah Tuhan, maka engkau akan berbahagia.

Mazmur 33 I

Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu,*

mulutku tetap menyanyikan pujian-Nya.
Karena Tuhan aku bermegah-megah,*

hendaknya orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukaria.
Agungkanlah Tuhan bersama dengan daku,*

mari kami bersama memasyhurkan nama-Nya.
Dalam doa aku mencari Tuhan, dan Ia menjawab aku,*

Ia melepaskan daku dari segala yang menakutkan.
Pandanglah Dia, maka Engkau akan berbahagia,*

Ia tak akan mengecewakan dikau.
Orang yang malang ini berseru, dan Tuhan mendengarkannya,*

Tuhan menyelamatkan dia dari segala derita.
Bala malaikat Allah berkemah di sekeliling orang yang takwa,*

untuk melindunginya terhadap bahaya.
Rasailah dan nikmatilah, betapa baiknya Tuhan,*

berbahagialah orang yang berlindung kepada-Nya.
Seganilah Tuhan, hai orang-orang suci,*

sebab yang takwa tidak berkekurangan.
Orang kaya telah menjadi miskin dan lapar,*

yang mencari Tuhan takkan kekurangan suatupun.

Ant.2: Pandanglah Tuhan, maka engkau akan berbahagia.

Ant.3: Tuhan dekat pada orang yang bertobat.

Mazmur 33 II

Saudara-saudara, dengarkanlah aku,*

kuajar Engkau menjadi takwa.
Siapakah yang merindukan hidup,*

merindukan umur panjang penuh bahagia?
Jagalah lidahmu terhadap yang jahat,*

dan bibirmu jangan menipu.
Jauhilah yang jahat, lakukanlah yang baik,*

perjuangkanlah damai sejahtera.
Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar,*

telinga-Nya kepada seruan mereka
Wajah Tuhan menentang para penjahat,*

untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi.
Bila orang benar berseru, Tuhan mendengarkan,*

dan Ia melepaskan mereka dari segala derita.
Tuhan dekat pada orang yang bertobat,*

Ia menyelamatkan orang yang remuk redam.
Orang benar menghadapi banyak kemalangan,*

tetapi Tuhan menyelamatkan dia dari semuanya.
Tuhan melindungi segala tulangnya,*

tak satupun akan dipatahkan.
Orang berdosa dibunuh oleh kejahatannya,*

yang membenci orang saleh akan menanggung kesalahannya sendiri.
Tuhan menyelamatkan para hamba-Nya,*

semua yang berlindung kepada-Nya tidak menanggung hukuman.

Ant.3: Tuhan dekat pada orang yang bertobat.

Bacaan singkat (Gal 5,26; 6,2)

Janganlah kami gila hormat, janganlah kami saling menentang dan saling mendengking. Hendaklah kami saling menanggung beban. Demikianlah Engkau memenuhi hukum Kristus.
P: Alangkah baik dan menyenangkan.

U: Tinggal bersama sebagai saudara.

Doa Penutup

Ya Tuhan, Engkaulah api cinta kasih abadi. Kobarkanlah cinta kasih dalam hati kami, supaya kami mengasihi Engkau melebihi segala-galanya dan mencintai semua orang tanpa memandang muka. Demi Kristus, pengantara kami.

Amin.

Ibadat Sore

KAMIS II SORE

Madah

Yesus Kristus Putra Bapa

Yang menjadi manusia

Kaulah cahaya dunia

Yang mencerahkan semua.
Bila semuanya lenyap

Engkau akan tinggal tetap

Bila segalanya musnah

Engkau tetap berkuasa.
Bila fajar tampil lagi

Terbit hari yang abadi

Kau meraja selamanya

Berjaya bersama Bapa. Amin.

Ant.1: Engkau Kujadikan cahaya bagi sekalian bangsa, agar keselamatan-Ku sampai ke ujung bumi.

Mazmur 71 (72) – I
Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja,*

dan anugerahkanlah keadilan-Mu kepadanya.
Semoga ia memerintah umat-Mu sesuai dengan hukum,*

dan para hamba-Mu yang miskin dengan adil.
Hendaknya gunung-gunungpun menghasilkan kemakmuran umat,*

dan bukit-bukit melimpahkan kesejahteraan.
Semoga baginda membela hak rakyat jelata,*

menolong kaum miskin dan menghancurkan para penindas.
Semoga panjang usia baginda seperti matahari,*

turun-temurun selama bulan beredar.
Semoga baginda bagaikan embun di atas padang rumput,*

bagaikan hujan yang menggenangi bumi.
Keadilan akan berkembang dalam zamannya,*

dan damai sejahtera berlimpah selama bulan beredar.
Ia akan memerintah dari laut ke laut,*

dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi.
Para penguasa akan berlutut di depannya,*

dan musuh-musuhnya meniarap menjilat debu.
Raja-raja dari Tarsis dan dari pantai yang jauh,+

akan datang membawa persembahan,*

raja-raja Arabia dan Etiopia membayar upeti.
Semua raja sujud menyembah,*

dan segala bangsa menjadi hamba baginda.

Ant.1: Engkau Kujadikan cahaya bagi sekalian bangsa, agar keselamatan-Ku sampai ke ujung bumi.

Ant.2: Tuhan menyelamatkan kaum papa dan miskin, Ia melepaskan mereka dari penindasan .

Mazmur 71 (72) – II
Ya Allah, raja-Mu membebaskan orang miskin yang berseru,*

ia membela orang tertindas yang tidak mempunyai penolong.
Ia sayang kepada kaum papa dan miskin,*

dan menyelamatkan nyawa orang yang lemah.
Ia melepaskan mereka dari penindasan dan kekerasan,*

sebab hidup mereka sangat bernilai baginya.
Hiduplah raja! Semoga dipersembahkan emas kepadanya,*

semoga ia tetap didoakan dan dimohonkan berkat.
Semoga negerinya berlimpahkan panenan sampai di gunung,*

semoga penduduk kotanya sebanyak rumput di padang.
Semoga ia hidup selama-lamanya,*

dan namanya termasyhur selama matahari bersinar.
Semoga segala bangsa saling memberkati demi namanya,*

dan memuji baginda bahagia.
Terpujilah Tuhan Allah, Allah Israel,*

hanya Dialah yang mengerjakan karya agung.
Terpujilah nama-Nya yang mulia selama-lamanya,*

seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya.

Ant.2: Tuhan menyelamatkan kaum papa dan miskin, Ia melepaskan mereka dari penindasan.

Ant.3: Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kami.

Mengapa 11,17-18;12,10-12
Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Tuhan,*

Allah yang mahakuasa, yang ada dahulu dan sekarang.
Sebab Engkau telah memangku kekuasaan-Mu yang besar,*

dan mulai memerintah sebagai raja.
Semua bangsa marah,+

maka tibalah kemurkaan-Mu,*

tibalah saat orang mati dihakimi.
Dan tibalah saat memberi ganjaran kepada para hamba-Mu,+

yaitu para nabi, para kudus dan semua orang takwa,*

baik yang kecil maupun yang besar.
Sekarang telah tiba keselamatan,+

kekuatan dan pemerintahan Allah kami,*

telah tiba kekuasaan raja yang diurapi-Nya.
Karena si pendakwa, saudara-saudara kami telah dijatuhkan,*

yang mendakwa mereka siang malam di hadapan Allah kami.
Tetapi mereka mengalahkan dia berkat darah Anak Domba,*

dan berkat kesaksian mereka.
Mereka tidak segan-segan mempertaruhkan nyawanya,*

oleh karena bersukacitalah, hai surga dan para penghuninya.

Ant.3: Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kami.

Bacaan singkat (1Ptr 1,22-23)

Kamu telah menyucikan dirimu karena taat kepada kebenaran, sehingga Engkau dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas. Hendaklah Engkau sungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hati. Karena Engkau telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, melainkan dari benih yan baka, yaitu sabda Allah yang hidup dan kekal.
Lagu Singkat
P: Tuhanlah gembalaku,* Aku takkan berkekurangan.

U: Tuhanlah.

P: Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau.

U: Aku takkan berkekurangan.

P: Kemuliaan.

U: Tuhanlah.

Ant.Kidung: Tuhan memuaskan orang yang lapar akan keadilan dan melimpahi mereka dengan kebaikan.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*

kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya,*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan,*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong
Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Tuhan memuaskan orang yang lapar akan keadilan dan melimpahi mereka dengan kebaikan.

Doa Permohonan

Tuhan dan penyelamat kami melimpahi umat-Nya dengan segala berkat rohani. Marilah kami mengarahkan hati kepada-Nya dan berdoa:

U: Berkatilah umat-Mu, ya Tuhan.

P: Allah Yang Maha Rahim, lindungilah paus kami bapa… dan uskup kami bapa…* dan anugerahilah mereka kesehatan dan kebijaksanaan demi kepentingan Gereja.

P: Lindungilah tanah air kami dengan murah hati, ya Tuhan,* dan bebaskanlah kami dari segala malapetaka.

P: Undanglah banyak pemuda untuk mengikuti panggilan-Mu,* semoga mereka berani meninggalkan segala sesuatu demi kerajaan Allah.

P: Peliharalah pemudi-pemudi yang bertekad hidup sebagai perawan,* supaya mereka dapat mengikuti Engkau, Anak Domba Allah.

P: Semoga orang-orang mati beristirahat dalam damai abadi,* dan kami semakin erat bersatu dengan mereka dalam iman.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, kami memuji Engkau dalam ibadat sore ini. Semoga kami setia mengindahkan perintah-Mu dan tekun merenungkan sabda-Mu, supaya pantas melihat cahaya kehidupan abadi. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - MINGGU II

Doa Tobat

U: Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kiat ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Mazmur 90 (91)

Hendaklah orang yang berlindung pada Allah yang mahatinggi,*
menikmati malam yang aman dalam naungan Tuhan.

Hendaklah ia berdoa: "Ya Tuhan, Engkaulah pelindung dan pengungsianku,*
ya Allah, padaMulah aku percaya"

Hanya Tuhanlah yang akan melepaskan dikau dari perangkap,*
melindungi engkau terhadap wabah yang berkecamuk

Ia akan menudungi engkau dengan kepakNya,+
dan di bawah sayapNya engkau akan berlindung,*
lenganNya akan menjadi perisai dan jebang bagimu.

Engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam,*
akan panah yang mengancam di waktu siang;

Akan wabah yang menular dalam kegelapan,*
akan bencana yang mengamuk di siang hari.

Walaupun seribu orang rebah di sebelah kirimu,+
dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,*
namun engkau takkan kejangkitan.

Engkau akan menyaksikan kehancuran musuh,*
dan pembalasan terhadap orang-orang jahat.

Jika engkau memilih Tuhan menjadi pelindungmu,*
dan Allah mahatinggi menjadi penopangmu;

Maka engkau takkan ditimpa malapetaka,*
dan kemahmu takkan diserang wabah;

Sebab Allah akan mengutus malaikatNya,*
untuk menjaga engkau ke manapun engkau pergi.

Mereka akan menatang engkau dengan tangan mereka,*
jangan sampai kakimu tersandung pada batu.

Singa dan harimau akan kaulangkahi,*
ular dan naga akan kauinjak-injak.

Sebab Allah bersabda: "Mengingat bahwa ia berpaut padaKu,*
maka Aku akan menyelamatkannya;

Aku akan menjadi pelindungnya, jika ia mengakui Aku,*
jika ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawabnya.

Aku akan tetap besertanya dan membebaskan dia dari kesesakan,*
dan Aku akan memuliakannya.

Aku akan memuaskan dia dengan usia lanjut,*
dan memperkenankan dia menikmati keselamatanKu".

Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Bacaan singkat (Why 22,4-5)

Para hamba Allah akan memandang wajah Allah, dan nama Allah tertera pada dahi mereka. Malam takkan ada lagi, cahaya lampu atau sinar matahari takkan mereka perlukan lagi. Sebab Tuhan Allah menerangi mereka, dan mereka akan meraja selama-lamanya.

Lagu Singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Hari Minggu malam:

Tuhan, pelindung kami, pada hari ini kami telah merayakan wafat dan kebangkitan Kristus. Dengarkanlah kiranya ucapan bibir kami, dan jauhkanlah segala mara bahaya. Semoga kami tidur dengan nyenyak dan aman sentosa dalam damaiMu, sehingga kami dapat bangun lagi dengan gembira hati untuk memuji Engkau. Demi Kristus, pengantara kami.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih, hidup, hiburan dan harapan kami. Kami semua memanjatkan permohonan, kami amat susah, mengeluh, mengesah dalam lembah duka ini. Ya ibunda, ya pelindung kami, limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami. Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu, s'moga kautunjukkan kepada kami. O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

Kelahiran S. Yohanes Pembaptis

Hari Raya

Hari Raya ini merayakan kelahiran Santo Yohanes Pembaptis, sang pendahulu yang mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Peristiwa ini istimewa, sebab Gereja pada umumnya hanya merayakan kelahiran ke surga (yaitu wafatnya) para kudus. Hanya kelahiran duniawi Yesus, Santa Perawan Maria, dan Yohanes Pembaptis yang dirayakan, sebuah tanda betapa penting peran Yohanes dalam karya keselamatan.

Injil Lukas mengisahkan kelahiran ini penuh mukjizat. Zakharia dan Elisabet sudah lanjut usia dan tidak beranak, namun malaikat menjanjikan seorang putra. Karena Zakharia ragu, ia menjadi bisu sampai anak itu lahir; ketika ia menuliskan nama Yohanes sesuai perintah malaikat, lidahnya terlepas dan ia memuji Allah dengan madah Benedictus (Lukas 1:68).

Tanggal 24 Juni dipilih karena Injil menyebut bahwa Elisabet mengandung enam bulan sebelum Maria (Lukas 1:36). Maka kelahiran Yohanes ditempatkan enam bulan sebelum Natal. Perayaan ini juga jatuh di sekitar titik balik matahari musim panas, ketika hari mulai memendek, seakan menggemakan sabda Yohanes tentang Yesus, Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil (Yohanes 3:30).

Perayaan kelahiran Yohanes termasuk salah satu pesta tertua Gereja, telah tercatat sejak abad keenam dan dahulu dirayakan dengan tiga Misa seperti Natal. Bagi umat hari ini, Yohanes adalah teladan kerendahan hati dan kesetiaan: seluruh hidupnya menunjuk kepada Kristus, bukan kepada dirinya sendiri.

Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis

Ayah Yohanes ialah Zakarias, seorang imam di Yerusalem. Ibunya Elisabeth adalah seorang puteri keturunan kaum Harun. Kedua orang tua ini saleh tetapi tidak mempunyai anak sampai hari tuanya, sebab Elisabeth mandul. Mereka sungguh mengharapkan seorang anak, namun usia yang sudah lanjut sungguh menipiskan harapan itu. Meski demikian mereka tetap berharap pada Tuhan dan berkanjang dalam dosa.

Doa-doa mereka kiranya dikabulkan Tuhan. Sekali peristiwa, ketika Zakarias mendapat giliran melayani Tuhan di Bait Allah, tampaklah kepadanya Malaikat Gabriel. “Jangan takut Zakarias, karena Allah mengabulkan permohonanmu; Elisabeth isterimu akan mengandung dan melahirkan bagimu seorang anak laki-laki dan haruslah kau namai dia Yohanes… Ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati-hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagiNya”, kata malaikat itu kepadanya (Luk1:5-25).

Zakarias menjadi bisu dan tidak dapat berbicara karena ia ragu dan tidak percaya kepada khabar dari malaikat Allah itu. Ia baru dapat sembuh dan dapat berbicara lagi ketika Yohanes lahir, terutama ketika nama Yohanes diberikan kepada sang bayi itu. Ketika Yohanes lahir, banyak orang berkata: “Akan menjadi apakah anak ini kelak? Sebab tangan Tuhan menyertai dia.”

Tugas Yohanes sebagaimana tertulis dalam Injil, ialah menjadi bentara Al-Masih, Yesus Kristus, Sang Penebus. Kuasa roh didalam dirinya telah terasa semenjak ada dalam kandungan ibunya. Hal ini dapat terlihat dalam peristiwa pertemuan Maria dan Elisabeth (Luk1:39-45).

Hidup dan peranannya berkaitan dengan pribadi Yesus, Al-Masih. Ia adalah utusan Allah yang mendahului kedatangan Al-Masih. Yesus sendiri menyebut Yohanes ‘sang nabi’, bahkan lebih besar daripada para nabi. Karena itu kelahirannya sungguh menggembirakan banyak orang. Sebagaimana nabi-nabi lain ditolak dan dianiaya oleh umat, kepada siapa mereka di utus Allah, kematian Yohanes Pemandi pun sangat tragis. Atas perintah Herodes, raja wilayah Yudea, Yohanes Pemandi ditangkap dan dipenjarakan karena ia berani mengecam Herodes yang berani mengambil Herodias-isteri saudaranya, Filipus-menjadi isteri. Akhirnya, atas bujukan dan akal busuk Herodias, Herodes memerintahkan untuk memenggal kepala Yohanes Pemandi (Mat14:1-12; Luk9:9-7).

Setelah kematiannya, selesailah tugas dan mulailah Yesus tampil di hadapan umum untuk mewartakan datangnya Kerajaan Allah.