Kamis, 10 Mei 2029
Hari Raya Kenaikan Tuhan
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 1:15-17,20-26
Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata: "Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu. Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini." "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain. Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya." Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus, dan Matias. Mereka semua berdoa dan berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya." Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.
Mazmur Tanggapan Mazmur 113:1-8
Bacaan Injil Yohanes 15:9-17
"Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."
Renungan
Saksi, Bukan Penonton
Ketika seorang kepala keluarga harus pergi jauh dan lama, ada saat hening yang canggung sesudah ia benar-benar berangkat. Pintu ditutup, kendaraan menjauh, dan yang tinggal saling berpandangan. Lalu selalu ada satu pertanyaan yang mau tak mau muncul: sekarang, siapa mengerjakan apa?
Hari ini Tuhan naik ke surga. Para murid berdiri menatap langit, dan mudah membayangkan mereka ingin terus begitu, terpaku pada tempat Ia menghilang. Tetapi bacaan pertama memperlihatkan hal yang mengejutkan. Tidak lama sesudah itu Petrus berdiri di tengah kira-kira seratus dua puluh orang dan mengajak mereka mengurus satu hal yang tertunda: mengisi tempat kosong yang ditinggalkan Yudas. Kenaikan tidak membuat mereka melamun. Ia justru menggerakkan mereka bekerja.
Perhatikan syarat yang diajukan Petrus untuk pengganti itu. Ia haruslah orang yang selalu bersama mereka sejak baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat, supaya bisa menjadi saksi kebangkitan-Nya. Bukan orang paling pandai atau paling berpengaruh, melainkan orang yang sungguh hadir dari awal sampai akhir. Saksi lahir dari kehadiran, bukan dari gelar.
Lalu mereka mengusulkan dua nama, berdoa, dan membuang undi. Kita mungkin heran melihat perkara sepenting itu diputuskan dengan undi. Tetapi maknanya jelas: mereka tidak mau menonjolkan pilihan sendiri, mereka menyerahkan hasilnya kepada Tuhan yang mengenal hati semua orang. Matias terpilih bukan karena kampanye, melainkan karena dipercayakan.
Injil hari ini melengkapi gambaran itu. Yesus menyebut para murid bukan lagi hamba, melainkan sahabat, dan berkata: bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah. Kenaikan bukan akhir perjumpaan, melainkan awal perutusan. Ia naik justru supaya pekerjaan-Nya kini dilanjutkan lewat tangan sahabat-sahabat-Nya.
Dan menjadi saksi tidak menuntut panggung besar. Matias tidak dikenal karena pidato yang menggemparkan, namanya bahkan hanya muncul sekali dalam Kitab Suci. Ia menjadi saksi cukup dengan hadir setia dari awal sampai akhir, lalu meneruskan apa yang ia lihat dan dengar. Kesaksian kita pun begitu: lebih sering berupa kesetiaan kecil yang tekun daripada perbuatan besar yang riuh.
Maka Kenaikan sebenarnya bukan hari Tuhan meninggalkan kita, melainkan hari Ia memercayakan kelanjutan cerita kepada kita. Tempat kosong itu tidak dibiarkan menganga. Ia diisi, supaya kesaksian tidak putus. Hari ini pertanyaan yang sama sampai kepada kita: kita mau jadi penonton yang menatap langit, atau saksi yang melanjutkan pekerjaan?
Tuhan, setelah Engkau naik, jangan biarkan aku hanya menengadah. Jadikanlah aku saksi yang hadir dan setia, yang meneruskan pekerjaan-Mu di bumi. Amin.
Invitatorium
KAMIS VI PAGI
Pembukaan
Ant. Alleluya. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang naik ke surga, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Alleluya. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang naik ke surga, alleluya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Pesta Santo Matias, Rasul
MADAH
Iman para Bapa! iman dan doa
Ant. 1 Suara mereka telah sampai ke ujung bumi, perkataan mereka ke ujung dunia, alleluya.
Ant. Suara mereka telah sampai ke ujung bumi, perkataan mereka ke ujung dunia, alleluya.
Ant. 2 Mereka mewartakan apa yang telah Allah lakukan bagi kita; mereka memahami makna perbuatan-Nya, alleluya.
Mazmur 64
Doa mohon pertolongan melawan musuh
jagalah hidupku dari ketakutan akan musuh.
Ant. Mereka mewartakan apa yang telah Allah lakukan bagi kita; mereka memahami makna perbuatan-Nya, alleluya.
Ant. 3 Kekudusan Allah dinyatakan oleh mereka; semua bangsa melihat kemuliaan Allah, alleluya.
Mazmur 97
Kemuliaan Tuhan dalam ketetapan-Nya bagi dunia
biarlah semua pesisir bergembira.
Ant. Kekudusan Allah dinyatakan oleh mereka; semua bangsa melihat kemuliaan Allah, alleluya.
BACAAN
BACAAN PERTAMA
RESPONSORIUM Kisah Para Rasul 4:33, 31
BACAAN KEDUA
RESPONSORIUM Kisah Para Rasul 1:24-25
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
KAMIS VI PAGI
Pembukaan
Ant. Alleluya. Marilah kami menyembah Kristus Tuhan, yang naik ke surga, Alleluya.
Mazmur 94 (95)
Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kami.
Ant. Alleluya. Marilah kami menyembah Kristus Tuhan, yang naik ke surga, Alleluya.
Madah
Ant.1: Hai orang-orang Galilea, mengapa memandang ke langit? Yesus yang diangkat ke surga dari tengah-tengah saudara, akan datang kembali, Alleluya
Mazmur 62
Ya Allah, Engkaulah Allahku,*
aku mencari Engkau.
Ant.1: Hai orang-orang Galilea, mengapa memandang ke langit? Yesus yang diangkat ke surga dari tengah-tengah saudara, akan datang kembali, Alleluya
Ant.2: Bersorak-sorailah bagi raja para raja, bernyanyilah bagi Allah, Alleluya
Ant.2: Bersorak-sorailah bagi raja para raja, bernyanyilah bagi Allah, Alleluya
Ant.3: Dengan disaksikan para rasul, terangkatlah Yesus, dan awan menyambut-Nya di langit, Alleluya
Mazmur 149
Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*
pujilah Dia dalam himpunan umat-Nya.
Ant.3: Dengan disaksikan para rasul, terangkatlah Yesus, dan awan menyambut-Nya di langit, Alleluya
Bacaan singkat (Ibr 10:12-14)
Ant.Kidung: Aku naik kepada bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu, Alleluya.
Kidung Zakaria (Luk 1 : 68-79)
Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ant.Kidung: Aku naik kepada bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu, Alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
KAMIS VI SORE
HARI RAYA KENAIKAN TUHAN
Madah
Ant.1: Aku ke luar dari Bapa dan datang ke dunia. Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi ke Bapa, Alleluya.
Mazmur 109:1-5,7
Ant.1: Aku ke luar dari Bapa dan datang ke dunia. Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi ke Bapa, Alleluya.
Ant.2: Tuhan Yesus bersabda kepada para murid-Nya. Kemudian Ia naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah, Alleluya.
Mazmur 46 (47)
Ant.2: Tuhan Yesus bersabda kepada para murid-Nya. Kemudian Ia naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah, Alleluya.
Ant.3: Tiada seorangpun naik ke surga, selain Putera manusia yang telah turun dari surga, Alleluya.
Ant.3: Tiada seorangpun naik ke surga, selain Putera manusia yang telah turun dari surga, Alleluya.
Bacaan singkat (1Ptr 3:18,22)
Ant.Kidung: O raja mulia, Tuhan segala kuasa, hari ini Engkau berjaya dan naik ke surga. Jangan tinggalkan kami sebagai yatim piatu, tetapi utuslah Roh kebenaran yang dijanjikan Bapa, Alleluya.
Kidung Maria (Luk 1 : 46-55)
Ant.Kidung: O raja mulia, Tuhan segala kuasa, hari ini Engkau berjaya dan naik ke surga. Jangan tinggalkan kami sebagai yatim piatu, tetapi utuslah Roh kebenaran yang dijanjikan Bapa, Alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
KAMIS VI SORE
Madah
Ant.1: Aku ke luar dari Bapa dan datang ke dunia. Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi ke Bapa, Alleluya.
Mazmur 109:1-5,7
Ant.1: Aku ke luar dari Bapa dan datang ke dunia. Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi ke Bapa, Alleluya.
Ant.2: Tuhan Yesus bersabda kepada para murid-Nya. Kemudian Ia naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah, Alleluya.
Mazmur 46 (47)
Ant.2: Tuhan Yesus bersabda kepada para murid-Nya. Kemudian Ia naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah, Alleluya.
Ant.3: Tiada seorangpun naik ke surga, selain Putera manusia yang telah turun dari surga, Alleluya.
Mengapa 11:17-18, 12:10-12
Ant.3: Tiada seorangpun naik ke surga, selain Putera manusia yang telah turun dari surga, Alleluya.
Bacaan singkat (1Ptr 3:18,22)
Ant.Kidung: O raja mulia, Tuhan segala kuasa, hari ini Engkau berjaya dan naik ke surga. Jangan tinggalkan kami sebagai yatim piatu, tetapi utuslah Roh kebenaran yang dijanjikan Bapa, Alleluya.
Kidung Maria (Luk 1 : 46-55)
Ant.Kidung: O raja mulia, Tuhan segala kuasa, hari ini Engkau berjaya dan naik ke surga. Jangan tinggalkan kami sebagai yatim piatu, tetapi utuslah Roh kebenaran yang dijanjikan Bapa, Alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - KAMIS
Doa Tobat
Madah
Ant: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.
Mazmur 15 (16)
Ant.: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.
Bacaan singkat (1Tes 5,23)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Antonius
Uskup dan Pengaku Iman
Antonius lahir di Florence, Italia pada tahun 1389. Ia bertubuh kecil dan pendek namun berjiwa besar. Ia mempunyai minat yang besar terhadap hal-hal rohani. Biasanya ia di panggil Antonio karena kondisi tubuhnya yang kecil dan pendek itu.
Ketika berumur 15 tahun, ia mengajukan permohonan untuk masuk biara Dominikan di Fiesola. Pemimpin biara, Joanes Dominci, mencari-cari alasan untuk menolak permohonan Antonius karena meragukan kondisi tubuhnya. Kepadanya diberikan sebuah buku tebal untuk dipelajari. “Hafalkan dahulu seluruh isi buku ini. Setelah itu barulah engkau diterima di dalam biara ini!” kata pemimpin biara itu.
Suruhan ini terasa berat sekali bahkan mustahil. Tetapi berkat usaha-usahanya yang tekun selama setahun penuh, ia dapat menguasai seluruh isi buku itu. Lalu ia kembali ke biara untuk melaporkan hasil belajarnya. Disana ia diuji oleh sang pemimpin biara. Sang pemimpin terheran-heran karena semua pertanyaan yang diajukan dapat dengan mudah dijawabnya. Menyaksikan kepintarannya, pemimpin biara itu tidak mempunyai jalan lain lagi untuk menolaknya menjadi anggota baru biara Dominikan.
Antonius bergembira karena ia berhasil dalam ujian dan diterima sebagai anggota biara Dominikan. Di dalam biara itu, ia menunjukkan sifat-sifat yang baik: taat, rajin berdoa dan bermatiraga serta senang membantu siapa saja yang membutuhkan bantuannya. Kepandaian dan cara hidupnya yang baik membuat dia berkembang menjadi seorang biarawan Dominikan yang saleh. Semua orang senang dengan dia karena cara hidupnya yang sungguh mencerminkan ciri khas biara Dominikan.
Kemudian ia diserahi tugas mendirikan biara santo Markus di Florence sekaligus menjadi pemimpinnya. Melihat kesucian hidupnya, kebijaksanaan dan kerendahan hatinya, banyak orang datang meminta bimbingan rohani padanya. Ia dijuluki ‘Sang Penasehat’ oleh rekan-rekannya. Selain dikenal sebagai penasehat ulung, ia juga dikenal sebagai penulis buku-buku keagamaan dan buku sejarah. Dalam konsili di Florence, ia diikutsertakan dalam kedudukan sebagai ahli teologi.
Pada tahun 1446 ia menjadi Uskup Agung di Florence. Dalam tugas kegembalaannya, ia lebih menaruh perhatian kepada pelayanan kaum fakir miskin dan pengemis. Ia membantu siapa saja yang datang kepadanya. Kalaupun ia kehabisan uang, ia akan memberikan apa saja yang dimilikinya: sepatu, pakaian, atau perabot-perabot rumah yang bisa ditukar dengan uang. Keledai miliknya banyak kali dijual kepada para hartawan untuk mendapatkan uang bagi orang-orang miskin yang selalu datang kepadanya. Pada suatu ketika dalam perjalanan ke Roma, ia berjumpa dengan seorang pengemis yang kedinginan. Mantel yang sedang dikenakannya diberikan kepada pengemis itu. Lalu diperbatasan kota, seorang asing yang tidak dikenalnya memberikan sehelai mantel baru kepadanya.
Setelah lama mengabdikan diri kepada Tuhan, Antonius meninggal dunia pada tahun 1459. Sebelum menghembuskan nafasnya, ia berkata: “Mengabdi Tuhan adalah meraja”.
Santo Gordianus dan Epimakus
Martir
Gordianus adalah seorang hakim Romawi pada masa pemerintahan kaisar Yulianus. Murtad karena imannya, ia dibunuh pada tahun 362 dan dimakamkan di Via Latina, di kubah Santo Epimakus. Epimakus-yang hidup seratus tahun sebelum Gordianus-juga karena imannya akan Kristus dibakar hidup-hidup di Aleksandria, Mesir. Relikiunya dibawa ke Roma. Oleh karena makam kedua martir itu terletak pada tempat yang sama, maka pesta