Minggu, 6 Mei 2029
Hari Minggu Paskah VI
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 8:5-8,14-17
Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu. Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu. Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ. Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus.
Mazmur Tanggapan Mazmur 66:1-7,16,20
Bacaan Kedua 1 Petrus 3:15-18
Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu. Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat. Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,
Bacaan Injil Yohanes 14:15-21
"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup. Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."
Renungan
Bukan Yatim Piatu
Kata yatim piatu selalu menusuk. Ia menggambarkan anak yang bangun pagi tanpa ada yang menyiapkan sarapan, pulang sekolah ke rumah yang sunyi, menghadapi dunia tanpa punggung tempat bersandar. Bukan sekadar kehilangan orang tua, melainkan kehilangan tempat berlindung yang paling dasar.
Maka pilihan kata Yesus di ruang perjamuan itu terasa sangat lembut. Menjelang Ia pergi, murid-murid diliputi cemas seperti anak yang akan ditinggal. Yesus berkata, Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. Ia tidak menghibur dengan mengatakan bahwa mereka sudah cukup dewasa dan kuat. Ia berjanji mengirim seorang Penolong yang lain, Roh Kebenaran, yang menyertai selama-lamanya dan diam di dalam mereka.
Perhatikan letak Sang Penolong. Bukan di samping sebagai tamu, melainkan di dalam sebagai penghuni tetap. Inilah beda utama iman kita: Allah tidak menemani dari kejauhan, Ia tinggal di dalam. Yang kemarin diberikan kepada orang-orang Samaria lewat penumpangan tangan Petrus dan Yohanes, kini juga kita terima sejak baptis dan penguatan.
Bacaan pertama memperlihatkan buah kehadiran itu. Filipus memberitakan Kristus di Samaria, daerah yang biasanya dijauhi orang Yahudi, dan kota itu dipenuhi sukacita. Roh Kudus meruntuhkan tembok yang lama memisahkan. Ia tidak hanya menghibur ke dalam, tetapi mendorong keluar, menyeberangi batas yang dulu tak berani dilewati.
Lalu Petrus, dalam bacaan kedua, memberi kita satu tugas yang lahir dari kehadiran Roh itu: siap sedia memberi pertanggungan jawab kepada setiap orang yang menanyakan pengharapan yang ada padamu. Menarik bahwa ia menambahkan syarat gaya: dengan lemah lembut dan hormat. Kesaksian iman bukan soal menang berdebat atau meninggikan suara. Orang beriman tidak perlu galak, sebab ia tidak sedang membela dirinya sendiri, melainkan membagikan pengharapan yang menghidupinya.
Tiga bacaan hari ini bertemu pada satu titik: kita tidak ditinggal sendirian. Ada Penolong di dalam, ada sukacita yang menyeberangi tembok, ada pengharapan yang layak diceritakan dengan lembut. Di tengah bulan Maria ini, baik kita ingat bahwa Bunda pun menyimpan janji itu sampai genap pada Pentakosta.
Pertanyaannya sederhana. Kalau seseorang bertanya mengapa kita masih tenang di tengah kesulitan, punyakah kita jawaban? Dan kalau punya, sanggupkah kita menyampaikannya tanpa nada tinggi, hanya dengan kelembutan orang yang tahu ia tidak sendirian?
Tuhan, terima kasih Engkau tidak meninggalkan aku yatim piatu. Tinggallah di dalam aku dengan Roh-Mu, dan buatlah aku sanggup menceritakan pengharapanku dengan lembut dan hormat. Amin.
Invitatorium
MINGGU VI PAGI
Pembukaan
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Minggu Paskah VI
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Alleluya, batu telah digulingkan dari pintu kubur, alleluya.
Mazmur 104
Madah kepada Allah Sang Pencipta
Berada dalam Kristus berarti menjadi ciptaan yang sama sekali baru. Segala yang lama telah berlalu, kini semuanya dijadikan baru (2 Korintus 5:17).
Ant. Alleluya, batu telah digulingkan dari pintu kubur, alleluya.
Ant. 2 Alleluya, perempuan, siapa yang Engkau cari? Mengapa Engkau mencari yang hidup di antara orang mati? alleluya.
Ant. Alleluya, perempuan, siapa yang Engkau cari? Mengapa Engkau mencari yang hidup di antara orang mati? alleluya.
Ant. 3 Alleluya, jangan menangis, Maria: Tuhan telah bangkit dari antara orang mati, alleluya.
Ant. Alleluya, jangan menangis, Maria: Tuhan telah bangkit dari antara orang mati, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM 1 Yohanes 1:2; 5:20
RESPONSORIUM Roma 5:11; Kolose 1:19-20
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
MINGGU VI PAGI
Pembukaan
Ant. Tuhan sungguh bangkit, Alleluya.
Mazmur 94 (95)
Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kami.
Ant. Tuhan sungguh bangkit, Alleluya.
Madah
Ant.1: Pada hari inilah Tuhan bertindak, Alleluya.
Mazmur 117 (118)
Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setia-Nya.
Ant.1: Pada hari inilah Tuhan bertindak, Alleluya.
Ant.2: Terpujilah Engkau di bentangan langit, kepada-Mulah pujian selama segala abad, ya Allah kami, Alleluya.
Ant.2: Terpujilah Engkau di bentangan langit, kepada-Mulah pujian selama segala abad, ya Allah kami, Alleluya.
Ant.3: Bersembahsujudlah di hadapan Allah yang duduk di atas takhta, dan berkatalah: Amin, Alleluya.
Mazmur 150
Pujilah Tuhan di tempat-Nya yang kudus,*
pujilah Dia di angkasa-Nya yang gemilang.
Ant.3: Bersembahsujudlah di hadapan Allah yang duduk di atas takhta, dan berkatalah: Amin, Alleluya.
Bacaan singkat (Kis 10:40-43)
Ant.Kidung: Seperti Bapa mengasihi Aku, demikian pula Aku mengasihi Engkau. Tinggallah dalam kasih-Ku, Alleluya.
Kidung Zakaria (Luk 1 : 68-79)
Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ant.Kidung: Seperti Bapa mengasihi Aku, demikian pula Aku mengasihi Engkau. Tinggallah dalam kasih-Ku, Alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
MINGGU VI SIANG
Madah
Ant.1: Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, Alleluya.
Mazmur 22 (23)
Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan,*
Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau.
Ant.1: Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, Alleluya.
Ant.2: Di Israel nama Tuhan termasyhur, Alleluya.
Mazmur 75 (76)
Allah terkenal di Yehuda,*
di Israel nama-Nya termasyhur.
Ant.2: Di Israel nama Tuhan termasyhur, Alleluya.
Ant.3: Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, Alleluya.
Ant.3: Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, Alleluya.
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
MINGGU VI SORE I
Madah
Ant.1: Barang siapa berlaku benar datang kepada cahaya, Alleluya.
Mazmur 118 (119):105-112
Firman-Mu adalah pelita bagi langkahku,*
dan cahaya bagi jalanku.
Ant.1: Barang siapa berlaku benar datang kepada cahaya, Alleluya.
Ant.2: Setelah dilepaskan dari jerat maut, Tuhan bangkit, Alleluya.
Mazmur 15 (16)
Jagalah aku, ya Allah, sebab aku berlindung kepadamu,+
Aku mengakui: Engkaulah Tuhanku,*
Ant.2: Setelah dilepaskan dari jerat maut, Tuhan bangkit, Alleluya.
Ant.3: Bukankah Almasih harus menderita semuanya untuk mencapai kemuliaan-Nya? Alleluya.
Ant.3: Bukankah Almasih harus menderita semuanya untuk mencapai kemuliaan-Nya? Alleluya.
Bacaan singkat (1Ptr 2:9-10)
Ant.Kidung: Aku akan mohon kepada Bapa, maka Ia akan memberi Engkau Penolong yang lain, untuk mendampingi Engkau selalu, Alleluya.
Kidung Maria (Luk 1 : 46-55)
Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Ant.Kidung: Aku akan mohon kepada Bapa, maka Ia akan memberi Engkau Penolong yang lain, untuk mendampingi Engkau selalu, Alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU II
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat (Why 22,4-5)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Dominikus Savio
Pengaku Iman
Dominikus Savio lahir di Riva di Chieri, Italia Utara pada tanggal 2 April 1842. semenjak kecilnya, dia sudah menunjukkan suatu perhatian dan penghargaan yang tinggi pada doa dan perayaan Misa Kudus. Setelah menerima komuni Pertama pada usia 7 tahun, ia menjadi putra altar yang rajin di gereja parokinya. Orangtuanya kagum, lebih-lebih akan ucapannya yang terkenal berikut: “Lebih baik mati daripada berbuat dosa.” Ucapan ini menunjukkan suatu tahap kematangan rohani yang melampaui umurnya yang masih sangat muda itu. Setelah menamatkan sekolah dasarnya, Dominikus menjadi murid Santo Yohanes Don Bosco di Turin pada sebuah sekolah yang khusus bagi anak-anak orang miskin. Di mata Don Bosko, Dominikus adalah seorang remaja yang berkepribadian menarik, bahkan seorang anak yang dikaruniai Rahmat Allah yang besar. Oleh karena itu, Don Bosco memberi perhatian khusus padanya selama berada di Turin dengan maksud memasukkannya ke pendidikan seminari.
Sementara menjalani pendidikan di Turin, tumbullah dalam hatinya suatu kepastian bahwa ia akan menemui ajalnya dalam masa mudanya. Kepada Don Bosco gurunya, ia mengatakan: “Tuhan membutuhkan aku untuk menjadi orang Kudus di surga. Aku akan mati. Bila aku tidak mati, aku akan tergolong manusia yang gagal.”
Pada usia 20 tahun, ia mempersembahkan dirinya kepada Bunda Maria dengan suatu janji untuk selalu hidup murni. Kepada bunda Maria, ia pun meminta agar ia boleh meninggal sebelum melanggar janji itu. Permintaan ini didorong oleh rasa takutnya pada kemungkinan jatuh dalam dosa. Untuk menjaga janji kemurniaannya, ia senantiasa berdoa dan memohon pengampunan dosa dari Pastor Don Bosco.
Oleh pengaruh kesalehan Don Bosco, Dominikus dengan tekun mengusahakan keberhasilan dalam usaha belajarnya. Di antara kawan-kawannya, ia menjadi seorang rasul yang aktif. Ia membantu memberi pelajaran agama dan mata pelajaran lainnya serta merawat orang-orang sakit. Untuk mendidik anak-anak yang bandel, ia mendirikan sebuah klub remaja dan memberi mereka pelajaran agama.
Pada tahun 1856 ia jatuh sakit. Dokter yang merawatnya membujuk agar ia pulang saja ke rumah orangtuanya. Tetapi dia menolak bujukan itu. Pada tanggal 9 Mei 1857, ia menerima sakramen Pengurapan Orang Sakit. Lalu pada pukul sembilan malam itu, ia menghembuskan nafasnya yang terakhir. Pada tahun 1950, ia dinyatakan ‘Beato’ dan pada tahun 1957 dinyatakan sebagai ‘Santo’. Dominikus Savio diangkat sebagai pelindung klub-klub remaja.