Selasa, 17 April 2029
Selasa III Paskah
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 7:51-8:1a
Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu. Siapakah dari nabi-nabi yang tidak dianiaya oleh nenek moyangmu? Bahkan mereka membunuh orang-orang yang lebih dahulu memberitakan tentang kedatangan Orang Benar, yang sekarang telah kamu khianati dan kamu bunuh. Kamu telah menerima hukum Taurat yang disampaikan oleh malaikat-malaikat, akan tetapi kamu tidak menurutinya." Ketika anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya itu, sangat tertusuk hati mereka. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi. Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah." Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku." Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia. Saulus juga setuju, bahwa Stefanus mati dibunuh.(8-1b) Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria.
Mazmur Tanggapan Mazmur 31:3-4,6-8,17,21
Bacaan Injil Yohanes 6:30-35
Maka kata mereka kepada-Nya: "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan? Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga." Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga. Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia." Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa." Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.
Renungan
Jubah di Kaki Seorang Muda
Di tengah hujan batu itu, Lukas menyisipkan satu detail kecil yang mudah terlewat: para saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. Seorang penjaga jubah. Penonton yang setuju. Siapa sangka catatan sepintas itu kelak menjadi salah satu kisah terbesar dalam sejarah Gereja.
Stefanus mati dengan dua doa di bibirnya, dan keduanya meniru Gurunya di salib: terimalah rohku, dan jangan tanggungkan dosa ini kepada mereka. Doa yang kedua itu, hari itu, tampak sia-sia. Batu-batu tetap melayang. Penganiayaan justru meledak. Tetapi doa untuk musuh rupanya tidak pernah hangus. Bertahun-tahun kemudian, si penjaga jubah itu rebah di jalan menuju Damsyik, dan bangkit sebagai Paulus. Orang-orang kudus perdana suka berkata, Gereja mendapatkan Paulus lewat doa Stefanus.
Orang Jawa punya ungkapan pendek: urip iku urup, hidup itu nyala, ada untuk menerangi sekitar. Nyala Stefanus tampak padam sore itu. Nyatanya tidak. Nyalanya pindah, menyulut obor yang kelak menerangi bangsa-bangsa.
Kita pun punya orang-orang yang menyakiti kita, dan doa untuk mereka terasa berat sekaligus percuma. Kisah hari ini berkata lain. Tidak ada doa pengampunan yang jatuh ke tanah. Ia bekerja diam-diam, kadang baru kelihatan hasilnya bertahun-tahun kemudian, pada orang yang paling tidak kita sangka.
Tuhan Yesus, seperti Stefanus aku mau berdoa bagi orang yang melukaiku. Simpanlah doaku, dan nyalakanlah ia pada waktu-Mu. Amin.
Invitatorium
SELASA III PAGI
Pembukaan
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Selasa dalam Pekan ke-3 Paskah
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Bangkitlah Allah, biarlah musuh-musuh-Nya lari dari hadapan-Nya, alleluya.
Mazmur 68
Masuknya Tuhan yang jaya ke dalam tempat kudus-Nya
Ia naik ke tempat tinggi, menawan tawanan, dan memberi karunia kepada manusia (Efesus 4:10).
Ant. Bangkitlah Allah, biarlah musuh-musuh-Nya lari dari hadapan-Nya, alleluya.
Ant. 2 Allah kita adalah Allah yang menyelamatkan; Ia, Tuhan, memegang kunci-kunci maut, alleluya.
Ant. Allah kita adalah Allah yang menyelamatkan; Ia, Tuhan, memegang kunci-kunci maut, alleluya.
Ant. 3 Kerajaan-kerajaan bumi, nyanyikanlah pujian bagi Allah, mainkanlah musik untuk menghormati Tuhan, alleluya.
Ant. Kerajaan-kerajaan bumi, nyanyikanlah pujian bagi Allah, mainkanlah musik untuk menghormati Tuhan, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM Wahyu 8:3-4; 5:8
RESPONSORIUM Roma 6:4; 1 Yohanes 3:23; Yudit 16:15
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Engkau menghidupkan kami kembali, sehingga umatMu bersukacita karena Engkau, alleluya.
Mazmur 84 (85)
Ant.1: Engkau menghidupkan kami kembali, sehingga umatMu bersukacita karena Engkau, alleluya.
Ant.2: Kita percaya kepada Tuhan; Ia menganugerahkan keselamatan kepada kita, alleluya.
Yes 26,1-12
Ant.2: Kita percaya kepada Tuhan; Ia menganugerahkan keselamatan kepada kita, alleluya.
Ant.3: Tanah telah memberi hasilnya, hendaknya segala bangsa bersorak gembira, alleluya.
Mazmur 66 (67)
Ant.3: Tanah telah memberi hasilnya, hendaknya segala bangsa bersorak gembira, alleluya.
Bacaan singkat: (Kis 13,30-33)
Ant.Kidung: Sesungguhnya bukan Musa yang memberikan roti dari surga, melainkan BapaKu yang memberikan roti sejati dari surga, alleluya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Sesungguhnya bukan Musa yang memberikan roti dari surga, melainkan BapaKu yang memberikan roti sejati dari surga, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SELASA III SIANG
Madah
Ant.1: Cinta kasih itu kesempurnaan hukum, alleluya.
Mazmur 118 (119),97-104
Ant.1: Cinta kasih itu kesempurnaan hukum, alleluya.
Ant.2: Ingatlah akan umatMu yang Kauperoleh dahulu kala, alleluya.
Mazmur 73 (74) I
Ant.2: Ingatlah akan umatMu yang Kauperoleh dahulu kala, alleluya.
Ant.3: Bangkitlah, ya Tuhan, belalah perkaraMu, alleluya.
Mazmur 73 (74) II
Ant.3: Bangkitlah, ya Tuhan, belalah perkaraMu, alleluya.
Bacaan singkat: (Kol 3,1-2)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
SELASA III SORE
Madah
Ant.1: Salam bagimu, Aku sendirilah ini, jangan takut, alleluya.
Mazmur 124 (125)
Ant.1: Salam bagimu, Aku sendirilah ini, jangan takut, alleluya.
Ant.2: Berharaplah akan Tuhan, hai Israel, alleluya.
Mazmur 130 (131)
Ant.2: Berharaplah akan Tuhan, hai Israel, alleluya.
Ant.3: Segala ciptaan mengabdi kepadaMu; Engkau berfirman, maka segalanya terjadi, alleluya.
Why 4,11; 5,9.10-12
Ant.3: Segala ciptaan mengabdi kepadaMu; Engkau berfirman, maka segalanya terjadi, alleluya.
Bacaan singkat: (1Ptr 3,4-5)
Ant.Kidung: Roti yang turun dari surga datang dari Allah dan memberikan hidup kepada dunia, alleluya.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Roti yang turun dari surga datang dari Allah dan memberikan hidup kepada dunia, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SELASA
Doa Tobat
Madah
Ant: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Mazmur 142 (143),1-11
Ant.: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Bacaan singkat (1Ptr 5,8-9)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santa Klara Gambacorta OP
Pengaku Iman
Klara hidup diantara tahun 1362-1419. Pada umur 17 tahun ia telah dinikahkan. Setahun kemudian dia menjanda. Lalu Klara masuk biara Dominikanes. Akhirnya ia berhasil mendirikan sebuah biara cabang dengan aturan yang amat keras dan berusaha keras memperbaharui ordonya.
Santo Anisetus
Paus dan Martir
Anisetus lahir di Syria, Asia Kecil. Ia terdaftar sebagai Paus kesepuluh pengganti rasul Petrus dan memimpin Gereja pada tahun 155 sampai 166 pada akhir masa pemerintahan Kaisar Antonius Pius. Sangat sedikit berita yang diketahui perihal kepemimpinannya sebagai Paus.
Ketika ia memimpin Gereja, ia pernah menerima Polykarpus, Uskup Smyrna yang datang ke Roma untuk membicarakan tanggal hari raya Paskah, yang tidak sama diseluruh gereja. Sikapnya yang arif terhadap perselisihan antar Gereja di Asia Kecil dengan Gereja lainnya tentang tanggal perayaan Paskah membuat namanya dikenal luas di seluruh Gereja. Di negeri asalnya, hari Paskah dirayakan tepat pada tanggal 14 bulan Nisan sesuai kalender hari rayanya orang Yahudi. Kebiasaan yang diwariskan oleh Santo Yohanes rasul dan santo Philipus rasul ini menyebabkan hari raya paskah jatuh pada hari yang tidak menentu. Pada masa itu, kematian Yesus lebih ditekankan daripada kebangkitan Yesus. Sebaliknya, di Gereja-gereja lain, hari Paskah di rayakan pada hari Minggu sesudah tanggal 14 Nisan, karena pada hari inilah Yesus bangkit dari kubur-Nya. Kecuali itu, perayaan Paskah bertujuan pula untuk memperbaharui penghayatan iman dan kehidupan rohani umat beriman.
Masing-masing gereja memegang kebiasaan dan perdiriannya, bahkan dengan tegas membela tradisinya. Paus Anisetus menyerahkan perselisihan ini kepada Penyelenggara Ilahi. Keputusannya untuk mengunggulkan salah satu kebiasaan di tunda hingga perselisihan itu mereda. Atas doa dan imannya yang teguh maka perselisihan dalam tubuh Gereja dapat diselesaikan dengan damai. Lalu perayaan Paskah pada hari Minggu lama kelamaan diterima oleh Gereja Asia Kecil.
Banyak kesulitan yang dialaminya selama masa kepemimpinannya, menyebabkan ia mengalami bermacam-macam penyakit. Meskipun ia tidak mati karena dibunuh, namun karena penderitaannya yang sedemikian banyak demi kesatuan gereja dan tegaknya ajaran iman yang benar, ia digelari martir oleh gereja. Ia meninggal dunia pada tahun 586.