Senin, 9 April 2029

Hari Raya Kabar Sukacita (Annunsiasi)

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Yesaya 7:10-14;8:10

TUHAN melanjutkan firman-Nya kepada Ahas, kata-Nya: "Mintalah suatu pertanda dari TUHAN, Allahmu, biarlah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah atau sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas." Tetapi Ahas menjawab: "Aku tidak mau meminta, aku tidak mau mencobai TUHAN." Lalu berkatalah nabi Yesaya: "Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga? Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. Buatlah rancangan, tetapi akan gagal juga; ambillah keputusan, tetapi tidak terlaksana juga, sebab Allah menyertai kami!

Mazmur Tanggapan Mazmur 40:7-11

(40-8) Lalu aku berkata: "Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku;
(40-9) aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku."
(40-10) Aku mengabarkan keadilan dalam jemaah yang besar; bahkan tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya TUHAN.
(40-11) Keadilan tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan-Mu dan keselamatan dari pada-Mu kubicarakan, kasih-Mu dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan kepada jemaah yang besar.
(40-12) Engkau, TUHAN, janganlah menahan rahmat-Mu dari padaku, kasih-Mu dan kebenaran-Mu kiranya menjaga aku selalu!

Bacaan Kedua Ibrani 10:4-10

Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa. Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: "Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki--tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku--. Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan. Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku." Di atas Ia berkata: "Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya" --meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat--. Dan kemudian kata-Nya: "Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu." Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua. Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.

Bacaan Injil Lukas 1:26-38

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Renungan

Langit Menunggu Jawaban

Ada yang unik dengan hari raya hari ini. Kabar Sukacita biasanya dirayakan tanggal dua puluh lima Maret, sembilan bulan persis sebelum Natal. Tahun ini tanggal itu jatuh di tengah Pekan Suci, maka perayaannya digeser ke hari ini. Hasilnya terasa aneh sekaligus indah: kita merayakan awal kehidupan Yesus dalam rahim Maria justru dalam terang kebangkitan-Nya. Benih dan buah dipandang dalam satu tarikan napas.

Bacaan pertama menampilkan Raja Ahas yang ditawari tanda oleh Allah sendiri: mintalah, sedalam dunia orang mati atau setinggi langit. Ahas menolak dengan alasan yang kedengarannya saleh, aku tidak mau mencobai Tuhan. Padahal ia sudah punya rencana sendiri dan tidak ingin diganggu. Ada penolakan yang berbaju kesalehan. Terhadap raja yang menutup diri itu, Allah tetap memberi tanda: seorang perempuan muda mengandung dan melahirkan anak laki-laki, Imanuel, Allah menyertai kita.

Berabad-abad kemudian tanda itu menjadi nyata di sebuah kota kecil bernama Nazaret. Gabriel menyampaikan rencana Allah kepada seorang gadis. Maria tidak menolak seperti Ahas, tetapi juga tidak asal mengiyakan. Ia bertanya jujur: bagaimana hal itu mungkin terjadi? Iman yang sehat memang boleh bertanya. Yang membedakan pertanyaan Maria dari penolakan Ahas adalah arah hatinya: Ahas bertanya untuk mengelak, Maria bertanya untuk bisa menyerahkan diri dengan sadar.

Lalu tibalah saat yang paling menegangkan dalam sejarah keselamatan. Malaikat sudah selesai berbicara. Langit seakan menahan napas, menunggu jawaban seorang gadis desa. Allah yang mahakuasa tidak memaksa rahim seorang perempuan. Ia menunggu. Dan Maria menjawab: sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu. Surat Ibrani memperdengarkan gema jawaban itu dari pihak sang Anak: sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.

Sampai hari ini cara Allah tidak berubah. Ia merancang, Ia menawarkan, lalu Ia menunggu jawaban kita. Ia bisa saja memaksa, tetapi kasih tidak bekerja dengan paksaan. Berapa banyak rencana baik Allah yang masih menggantung, hanya karena kita belum menjawab?

Ya Allah, seperti Maria aku ingin menjawab: jadilah padaku menurut kehendak-Mu. Jangan biarkan rencana-Mu menunggu terlalu lama di pintuku. Amin.

Invitatorium

SENIN II PAGI

Pembukaan

Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Senin Pekan II Paskah

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Misteri yang paling purba,

di hadapan takhta-Mu kami bersujud;

kasihanilah kami sekarang, ya Yang Maharahim,

ya Tritunggal Mahakudus.
Ketika langit dan bumi belum tercipta,

ketika waktu belum dikenal,

Engkau dalam keagungan-Mu yang bersinar

hidup dan mengasihi sendirian.
Engkau tidak dilahirkan; tidak ada sumber

dari mana keberadaan-Mu mengalir;

tidak ada akhir yang dapat Engkau capai:

karena Engkau adalah Allah semata.
Betapa indahnya ciptaan,

karya yang Engkau berkati!

maka seperti apakah Engkau, ya Allah yang terkasih,

Keindahan yang abadi!
Misteri yang paling purba,

di hadapan takhta-Mu kami bersujud;

kasihanilah kami sekarang dan selama-lamanya,

ya Tritunggal Mahakudus.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Condongkanlah telinga-Mu dan dengarkanlah aku, ya Tuhan; datanglah menolong aku, alleluya.

Mazmur 31:1-17, 20-25

Seruan penuh kepercayaan orang yang tertekan kepada Allah

Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku (Lukas 23:46).

I
Pada-Mu, ya Tuhan, aku berlindung.

Janganlah sekali-kali aku dipermalukan.

Dalam keadilan-Mu, bebaskanlah aku,

dengarkanlah aku dan segeralah selamatkan aku.
Jadilah bagiku gunung batu perlindungan,

benteng yang perkasa untuk menyelamatkan aku,

sebab Engkaulah gunung batuku, bentengku.

Demi nama-Mu, pimpinlah aku dan bimbinglah aku.
Lepaskanlah aku dari jerat yang mereka sembunyikan,

sebab Engkaulah perlindunganku, ya Tuhan.

Ke dalam tangan-Mu kuserahkan rohku.

Engkaulah yang akan menebus aku, ya Tuhan.
Ya Allah kebenaran, Engkau membenci

mereka yang menyembah ilah-ilah palsu dan kosong.

Adapun aku, aku percaya kepada Tuhan:

biarlah aku bersukacita dan bergembira dalam kasih-Mu.
Engkau yang telah melihat penderitaanku

dan memperhatikan kesesakan jiwaku,

tidak menyerahkan aku kepada musuh,

tetapi membebaskan kakiku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Condongkanlah telinga-Mu dan dengarkanlah aku, ya Tuhan; datanglah menolong aku, alleluya.

Ant. 2 Tuhan, biarlah cahaya wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu, alleluya.

II
Kasihanilah aku, ya Tuhan,

sebab aku dalam kesesakan.

Air mata telah menghabiskan mataku,

tenggorokanku dan hatiku.
Sebab hidupku habis dengan kesedihan

dan tahun-tahunku dengan keluh kesah.

Penderitaan telah menghancurkan kekuatanku

dan tulang-tulangku merana.
Di hadapan semua musuhku

aku menjadi celaan,

sasaran cemoohan bagi tetanggaku

dan ketakutan bagi teman-temanku.
Mereka yang melihatku di jalan

lari jauh dariku.

Aku seperti orang mati, terlupakan,

seperti barang yang dibuang.
Aku telah mendengar fitnah orang banyak,

ketakutan mengelilingi aku,

ketika mereka bersekongkol melawanku,

ketika mereka berencana untuk mengambil nyawaku.
Tetapi aku, aku percaya kepada-Mu, ya Tuhan;

aku berkata: “Engkaulah Allahku.

Hidupku ada di tangan-Mu, lepaskanlah aku

dari tangan mereka yang membenciku.
Biarlah wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu.

Selamatkanlah aku dalam kasih-Mu.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan, biarlah cahaya wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu, alleluya.

Ant. 3 Terpujilah Tuhan, sebab Ia telah mencurahkan belas kasihan-Nya kepadaku, alleluya.

III
Betapa besar kebaikan-Mu, ya Tuhan,

yang Engkau simpan bagi mereka yang takut akan Engkau,

yang Engkau tunjukkan kepada mereka yang percaya kepada-Mu

di hadapan manusia.
Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan hadirat-Mu

dari persekongkolan manusia;

Engkau menjaga mereka aman dalam kemah-Mu

dari lidah-lidah yang bertengkar.
Terpujilah Tuhan yang telah menunjukkan kepadaku

keajaiban kasih-Nya

di kota yang berbenteng.
“Aku jauh dari pandangan-Mu”

kataku dalam ketakutanku.
Namun Engkau mendengar suara permohonanku

ketika aku berseru meminta pertolongan.
Kasihilah Tuhan, hai semua orang kudus-Nya.

Ia menjaga orang-orang-Nya yang setia

tetapi Tuhan akan membalas sepenuhnya

mereka yang bertindak dengan kesombongan.
Kuatkanlah, biarlah hatimu berani,

hai semua yang berharap kepada Tuhan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Ya Allah yang penuh kebaikan dan kebenaran, Engkau menyelamatkan Yang Terpilih-Mu, Yesus Kristus, dan Engkau memberi kekuatan kepada para martir-Mu. Jagalah umat-Mu yang datang kepada-Mu di sini dan kuatkanlah hati mereka yang berharap kepada-Mu, agar mereka dapat mewartakan karya-karya penyelamatan-Mu yang penuh kebaikan di kota abadi.

Ant. Terpujilah Tuhan, sebab Ia telah mencurahkan belas kasihan-Nya kepadaku, alleluya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) Saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Hatiku dan dagingku, alleluya.

Bersukacita dalam Allah yang hidup, alleluya.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari permulaan Kitab Wahyu

1:1-20

Penglihatan Yohanes tentang Anak Manusia
Inilah wahyu yang diberikan Allah kepada Yesus Kristus, untuk menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Ia menyatakannya dengan mengutus malaikat-Nya kepada hamba-Nya Yohanes, yang dalam melaporkan semua yang dilihatnya bersaksi tentang firman Allah dan kesaksian Yesus Kristus. Berbahagialah orang yang membaca pesan nubuat ini, dan berbahagialah mereka yang mendengarnya dan mengindahkan apa yang tertulis di dalamnya, karena waktu yang ditentukan sudah dekat!
Kepada ketujuh jemaat di provinsi Asia: Yohanes mengucapkan rahmat dan damai sejahtera kepadamu — dari Dia yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh di hadapan takhta-Nya, dan dari Yesus Kristus, saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan penguasa raja-raja bumi. Kepada Dia yang mengasihi kita dan membebaskan kita dari dosa-dosa kita dengan darah-Nya sendiri, yang telah menjadikan kita kerajaan imam-imam dalam pelayanan Allah dan Bapa-Nya — kepada-Nya kemuliaan dan kekuasaan selama-lamanya! Amin.
Lihatlah, Ia datang di tengah awan-awan!

Setiap mata akan melihat-Nya,

bahkan mereka yang telah menikam-Nya.

Semua bangsa di bumi

akan meratapi-Nya dengan pahit.

Demikianlah hendaknya! Amin!
Tuhan Allah berfirman, “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Ada dan Yang Sudah Ada dan Yang Akan Datang, Yang Mahakuasa!”
Aku, Yohanes, saudaramu, yang turut serta denganmu dalam kesusahan dan kerajaan dan ketekunan yang kita miliki dalam Yesus, mendapati diriku di pulau yang disebut Patmos karena aku memberitakan firman Allah dan bersaksi tentang Yesus. Pada hari Tuhan aku diliputi ekstase, dan aku mendengar di belakangku suara yang menusuk seperti bunyi sangkakala, yang berkata, “Tulislah di gulungan apa yang sekarang kamu lihat dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat: ke Efesus, Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia, dan Laodikia.”
Aku berbalik untuk melihat suara siapa yang berbicara kepadaku. Ketika aku melakukannya, aku melihat tujuh kaki pelita emas, dan di antara kaki pelita itu ada Seorang seperti Anak Manusia mengenakan jubah panjang sampai mata kaki, dengan selempang emas di dada-Nya. Rambut kepala-Nya seputih bulu domba yang putih salju dan mata-Nya menyala seperti api. Kaki-Nya berkilau seperti kuningan yang dipoles yang dimurnikan dalam tungku, dan suara-Nya terdengar seperti deru air yang mengalir deras. Di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang. Sebuah pedang tajam bermata dua keluar dari mulut-Nya, dan wajah-Nya bersinar seperti matahari pada saat paling terang.
Ketika aku melihat-Nya, aku jatuh di kaki-Nya seolah-olah mati. Ia menyentuhku dengan tangan kanan-Nya dan berkata: “Jangan takut. Aku adalah Yang Pertama dan Yang Terakhir dan Yang Hidup. Dahulu Aku mati tetapi sekarang Aku hidup—selama-lamanya. Aku memegang kunci maut dan dunia orang mati. Tulislah, oleh karena itu, apa pun yang kamu lihat dalam penglihatan—apa yang kamu lihat sekarang dan akan lihat di masa yang akan datang. Inilah makna rahasia dari ketujuh bintang yang kamu lihat di tangan kanan-Ku, dan dari ketujuh kaki pelita emas: ketujuh bintang itu adalah roh-roh yang memimpin ketujuh jemaat, dan ketujuh kaki pelita itu adalah ketujuh jemaat.”

RESPONSORIUM Wahyu 1:5, 6; Kolose 1:18

Kristus mengasihi kita, dan mencurahkan darah-Nya untuk membebaskan kita dari dosa-dosa kita.

Kepada-Nya kemuliaan dan kekuasaan selama-lamanya, alleluya.
Ia adalah permulaan segala sesuatu, dan yang sulung dari antara orang mati.

Kepada-Nya kemuliaan dan kekuasaan selama-lamanya, alleluya.
Bacaan Kedua

Dari sebuah homili Paskah kuno oleh Pseudo-Krisostomus

Paskah rohani
Paskah yang kita rayakan membawa keselamatan bagi seluruh umat manusia dimulai dari manusia pertama, yang bersama dengan semua yang lain diselamatkan dan diberi kehidupan.
Secara tidak sempurna dan sementara, jenis dan gambaran masa lalu melambangkan kenyataan yang sempurna dan abadi yang kini telah diwahyukan. Kehadiran apa yang dilambangkan membuat simbol itu usang: ketika raja muncul secara pribadi, tidak ada yang menghormati patungnya.
Betapa jauhnya simbol itu dari kenyataan terlihat dari fakta bahwa Paskah simbolis merayakan kehidupan singkat anak sulung orang Yahudi, sedangkan Paskah yang sesungguhnya merayakan kehidupan abadi seluruh umat manusia. Adalah keuntungan kecil untuk lolos dari kematian untuk waktu yang singkat, hanya untuk mati segera setelah itu; adalah hal yang sangat berbeda untuk lolos dari kematian sama sekali seperti yang kita lakukan melalui kurban Kristus, Paskah kita.
Dipahami dengan benar, namanya sendiri menunjukkan mengapa ini adalah perayaan terbesar kita. Ini disebut Paskah karena, ketika Ia memukul mati anak sulung, malaikat pembinasa melewati rumah-rumah orang Ibrani, tetapi lebih benar lagi untuk mengatakan bahwa Ia melewati kita, karena Ia melakukannya sekali untuk selamanya ketika kita dibangkitkan oleh Kristus menuju kehidupan abadi.
Jika kita hanya memikirkan Paskah yang sesungguhnya dan bertanya mengapa waktu Paskah dan keselamatan anak sulung dianggap sebagai permulaan tahun, jawabannya pasti adalah bahwa kurban Paskah yang sesungguhnya bagi kita adalah permulaan kehidupan abadi. Karena berputar dalam siklus dan tidak pernah berakhir, tahun adalah simbol keabadian.
Kristus, kurban yang dipersembahkan bagi kita, adalah bapa dunia yang akan datang. Ia mengakhiri kehidupan kita yang lama, dan melalui air pembaptisan yang meregenerasi di mana kita meniru kematian dan kebangkitan-Nya, Ia memberi kita permulaan kehidupan baru. Pengetahuan bahwa Kristus adalah Anak Domba Paskah yang dikurbankan bagi kita seharusnya membuat kita menganggap saat penyembelihan-Nya sebagai permulaan hidup kita sendiri. Sejauh menyangkut kita, penyembelihan Kristus atas nama kita terjadi ketika kita menyadari rahmat ini dan memahami kehidupan yang diberikan kepada kita oleh kurban ini. Setelah memahaminya, kita harus memasuki kehidupan baru ini dengan segala semangat dan tidak pernah kembali ke kehidupan lama, yang kini telah berakhir. Seperti yang dikatakan Kitab Suci: Kita telah mati bagi dosa — bagaimana mungkin kita masih hidup di dalamnya?

RESPONSORIUM 1 Korintus 5:7-8; Roma 4:25

Buanglah ragi lama dari kebusukan, maka kamu akan menjadi roti yang baru; Kristus telah menjadi kurban Paskah kita;

marilah kita merayakan pesta dengan sukacita dalam Tuhan, alleluya.
Ia diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.

Marilah kita merayakan pesta dengan sukacita dalam Tuhan, alleluya.

DOA PENUTUP

Kami mohon,

ya Allah yang mahakuasa, agar kami,

yang telah diperbarui oleh obat-obatan Paskah,

melampaui kemiripan dengan keturunan duniawi kami,

dapat diubah dalam citra Pencipta surgawi kami.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

SABTU IV SIANG

Madah

Yesus penebus ilahi
Kami mohon Kaudampingi
Dalam usaha mengabdi
Kepada sesama kami.
Sudilah Engkau berkarya
Melalui suka duka
Yang harus kami alami
Dalam kehidupan ini.
Sampaikanlah doa ini
Ya Yesus junjungan kami
Kepada Bapa surgawi
Dalam kuasa Roh Suci.
Amin.

Antifon 1

Semoga tangan-Mu menolong aku, sebab aku telah memilih titah-Mu.
Ya Tuhan, hendaknya seruanku sampai ke Hadapan-Mu,*
berilah aku pengertian seturut firman-Mu.
Semoga doaku sampai ke hadapan-Mu,*
selamatkanlah aku sesuai dengan janji-Mu.
Perkenankanlah aku mewartakan pujian-Mu,*
sebab Engkau mengajarkan perintah-Mu kepadaku.
Aku hendak mendaras sabda-Mu,*
sebab firman-Mu benar seluruhnya.
Semoga tangan-Mu menolong aku,*
sebab aku memilih titah-Mu.
Aku rindu akan keselamatan-Mu, ya Tuhan,*
dan hukum-Mu kesukaan hatiku.
Perkenankan daku memuji Engkau sepanjang umurku,*
semoga hukum-Mu membantu aku.
Andaikan aku sesat seperti domba yang hilang,+
maka carilah hamba-Mu ini,*
sebab aku tak lupa akan perintah-Mu.

Antifon 1

Semoga tangan-Mu menolong aku, sebab aku telah memilih titah-Mu.

Antifon 2

Takhta-Mu bertahan selama-lamanya, ya Allah.

Mazmur 44 (45)

Hatiku meluapkan kata-kata indah,+
aku mempersembahkan laguku kepada raja,*
lidahku bagaikan gerak pena juru tulis.
Tereloklah baginda di antara manusia,+
tampanlah wajah baginda,*
terberkati oleh Allah selama-lamanya.
Ikatkanlah pedang pada pinggang, hai pahlawan,*
itulah kebanggaan dan kemuliaan baginda.
Demi kebenaran dan keadilan majulah dengan megah,*
dan lakukanlah perbuatan yang gagah.
Anak panah yang tajam menembus jantung musuh baginda,*
bangsa-bangsa rebah dan takluk.
Takhta baginda bertahan selama-lamanya,*
tampuk pemerintahan baginda adil dan jujur.
Baginda cinta akan keadilan dan benci akan kelaliman,*
sebab baginda diurapi oleh Allah.
Baginda menjadi yang termulia di antara semua raja,*
Pakaian kebesaran baginda harum mewangi.
Bunyi kecapi terdengar dari istana permaisuri,*
menggembirakan hati baginda.
Para puteri raja-raja berarak-arak menghadap baginda,*
permaisuri berdiri di samping baginda, berhiaskan emas.

Antifon 2

Takhta-Mu bertahan selama-lamanya, ya Allah.

Antifon 3

Kulihat Yerusalem baru, bagaikan mempelai yang berdandan bagi suaminya.
Mazmur (lanjutan)
Dengarkanlah, hai puteri, perhatikanlah dengan baik,*
lupakanlah bangsa dan seisi rumah ayahmu.
Seri baginda tertarik oleh kecantikanmu,*
sujudlah kepadanya, sebab dialah tuanmu.
Puteri kota Tirus datang dengan persembahan,*
para bangsawan mengharapkan kerelaanmu.
Permaisuri diarak masuk, semaraklah semata-mata,*
pakaiannya bersulamkan emas.
Berdandanan aneka warna ia diantar menghadap raja,*
para puteri raja-raja mengiringinya.
Dengan gembira dan sorak-sorai mereka diantar masuk,*
masuklah mereka ke dalam istana raja.
Para putera baginda akan melanjutkan kerajaan,*
baginda mengangkat mereka menjadi penguasa di seluruh bumi.
Semoga aku memasyhurkan nama baginda turun-temurun,*
maka para bangsa akan memuji baginda selama-lamanya.

Antifon 3

Kulihat Yerusalem baru, bagaikan mempelai yang berdandan bagi suaminya.

Bacaan Singkat (Mengapa 3 : 19-20)

Aku menegur dan menghajar orang yang Kucintai. Maka bergiatlah dan bertobatlah!
Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan menmendapatuk.
Barang siapa mendengar suara-Ku dan membuka pintu bagi-Ku, akan-Kukunjungi.
Aku akan bersantap dengan dia, dan dia dengan Daku.
P: Manusia hidup bukan saja dari makanan.
U: Melainkan juga dari setiap sabda Allah.

Ant.Kidung: Sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat kerajaan Allah, alleluya.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat kerajaan Allah, alleluya.

Doa Permohonan

Bapa telah memuliakan Yesus dan mengangkatNya menjadi ahliwaris dan pemilik semua bangsa. Marilah kita meluhurkan Dia dan berdoa:
U: Selamatkanlah kami demi kemenanganMu, ya Tuhan.
P: Ya Kristus, dengan kemenanganMu Engkau telah menghancurkan pintu gerbang maut serta meremukkan dosa dan kematian,* semoga kami hari ini menang atas dosa berkat kekuatanMu.
P: Engkau telah melenyapkan kuasa kematian dan memberi kami kehidupan baru,* semoga kami hari ini dapt menempuh jalan hidup yang baru itu.
P: Engkau telah menganugerahkan kehidupan kepada orang-orang mati dan membimbing seluruh umat manusia dari kematian kepada kehidupan,* berilah rahmat kehidupanMu kepada semua orang yang kami jumpai.
P: Engkau telah menggembirakan murid-muridMu dan menggemparkan penjaga kuburMu,* kurniakanlah kegembiraan sejati kepada semua orang yang taat kepadaMu.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan Yang Mahamurah, bimbinglah kiranya hati kami, sebab kami sadar bahwa tanpa Engkau kami tidak dapat hidup dengan baik.
Demikianlah permohonan kami demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup …

Ibadat Sebelum Tengah Hari

SENIN — Masa Paskah — IBADAT SEBELUM TENGAH HARI (Tertia)

Pembukaan

Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Mazmur 120 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Dalam kesesakanku aku berseru kepada TUHAN dan Ia menjawab aku:
2 "Ya TUHAN, lepaskanlah aku dari pada bibir dusta, dari pada lidah penipu."
3 Apakah yang diberikan kepadamu dan apakah yang ditambahkan kepadamu, hai lidah penipu?
4 Panah-panah yang tajam dari pahlawan dan bara kayu arar.
5 Celakalah aku, karena harus tinggal sebagai orang asing di Mesekh, karena harus diam di antara kemah-kemah Kedar!
6 Cukup lama aku tinggal bersama-sama dengan orang-orang yang membenci perdamaian.
7 Aku ini suka perdamaian, tetapi apabila aku berbicara, maka mereka menghendaki perang.

Mazmur 121 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?
2 Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.
3 Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.
4 Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.
5 Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.
6 Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam.
7 TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.
8 TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.

Mazmur 122 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN."
2 Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
3 Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat,
4 ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel.
5 Sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga raja Daud.
6 Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: "Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa.
7 Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan sentosa di dalam purimu!"
8 Oleh karena saudara-saudaraku dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: "Semoga kesejahteraan ada di dalammu!"
9 Oleh karena rumah TUHAN, Allah kita, aku hendak mencari kebaikan bagimu.

Bacaan Singkat (Cf. Apc 1, 17 c-18)
17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,

Ayat Singkat
P. Inilah hari yang dijadikan Tuhan, alleluya.
U. Marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya, alleluya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

SABTU IV SIANG

Madah

Yesus penebus ilahi
Kami mohon Kaudampingi
Dalam usaha mengabdi
Kepada sesama kami.

Sudilah Engkau berkarya
Melalui suka duka
Yang harus kami alami
Dalam kehidupan ini.

Sampaikanlah doa ini
Ya Yesus junjungan kami
Kepada Bapa surgawi
Dalam kuasa Roh Suci.
Amin.

Antifon 1

Semoga tangan-Mu menolong aku, sebab aku telah memilih titah-Mu.

Ya Tuhan, hendaknya seruanku sampai ke Hadapan-Mu,*
berilah aku pengertian seturut firman-Mu.

Semoga doaku sampai ke hadapan-Mu,*
selamatkanlah aku sesuai dengan janji-Mu.

Perkenankanlah aku mewartakan pujian-Mu,*
sebab Engkau mengajarkan perintah-Mu kepadaku.

Aku hendak mendaras sabda-Mu,*
sebab firman-Mu benar seluruhnya.

Semoga tangan-Mu menolong aku,*
sebab aku memilih titah-Mu.

Aku rindu akan keselamatan-Mu, ya Tuhan,*
dan hukum-Mu kesukaan hatiku.

Perkenankan daku memuji Engkau sepanjang umurku,*
semoga hukum-Mu membantu aku.

Andaikan aku sesat seperti domba yang hilang,+
maka carilah hamba-Mu ini,*
sebab aku tak lupa akan perintah-Mu.

Antifon 1

Semoga tangan-Mu menolong aku, sebab aku telah memilih titah-Mu.

Antifon 2

Takhta-Mu bertahan selama-lamanya, ya Allah.

Mazmur 44 (45)

Hatiku meluapkan kata-kata indah,+
aku mempersembahkan laguku kepada raja,*
lidahku bagaikan gerak pena juru tulis.

Tereloklah baginda di antara manusia,+
tampanlah wajah baginda,*
terberkati oleh Allah selama-lamanya.

Ikatkanlah pedang pada pinggang, hai pahlawan,*
itulah kebanggaan dan kemuliaan baginda.

Demi kebenaran dan keadilan majulah dengan megah,*
dan lakukanlah perbuatan yang gagah.

Anak panah yang tajam menembus jantung musuh baginda,*
bangsa-bangsa rebah dan takluk.

Takhta baginda bertahan selama-lamanya,*
tampuk pemerintahan baginda adil dan jujur.

Baginda cinta akan keadilan dan benci akan kelaliman,*
sebab baginda diurapi oleh Allah.

Baginda menjadi yang termulia di antara semua raja,*
Pakaian kebesaran baginda harum mewangi.

Bunyi kecapi terdengar dari istana permaisuri,*
menggembirakan hati baginda.

Para puteri raja-raja berarak-arak menghadap baginda,*
permaisuri berdiri di samping baginda, berhiaskan emas.

Antifon 2

Takhta-Mu bertahan selama-lamanya, ya Allah.

Antifon 3

Kulihat Yerusalem baru, bagaikan mempelai yang berdandan bagi suaminya.

Mazmur (lanjutan)

Dengarkanlah, hai puteri, perhatikanlah dengan baik,*
lupakanlah bangsa dan seisi rumah ayahmu.

Seri baginda tertarik oleh kecantikanmu,*
sujudlah kepadanya, sebab dialah tuanmu.

Puteri kota Tirus datang dengan persembahan,*
para bangsawan mengharapkan kerelaanmu.

Permaisuri diarak masuk, semaraklah semata-mata,*
pakaiannya bersulamkan emas.

Berdandanan aneka warna ia diantar menghadap raja,*
para puteri raja-raja mengiringinya.

Dengan gembira dan sorak-sorai mereka diantar masuk,*
masuklah mereka ke dalam istana raja.

Para putera baginda akan melanjutkan kerajaan,*
baginda mengangkat mereka menjadi penguasa di seluruh bumi.

Semoga aku memasyhurkan nama baginda turun-temurun,*
maka para bangsa akan memuji baginda selama-lamanya.

Antifon 3

Kulihat Yerusalem baru, bagaikan mempelai yang berdandan bagi suaminya.

Bacaan Singkat (Mengapa 3 : 19-20)

Aku menegur dan menghajar orang yang Kucintai. Maka bergiatlah dan bertobatlah!
Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan menmendapatuk.
Barang siapa mendengar suara-Ku dan membuka pintu bagi-Ku, akan-Kukunjungi.
Aku akan bersantap dengan dia, dan dia dengan Daku.

P: Manusia hidup bukan saja dari makanan.
U: Melainkan juga dari setiap sabda Allah.

Doa Penutup

Tuhan Yang Mahamurah, bimbinglah kiranya hati kami, sebab kami sadar bahwa tanpa Engkau kami tidak dapat hidup dengan baik.
Demikianlah permohonan kami demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup …

Ibadat Sesudah Tengah Hari

SENIN — Masa Paskah — IBADAT SESUDAH TENGAH HARI (Nona)

Pembukaan

Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Mazmur 126 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi.
2 Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!"
3 TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
4 Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb!
5 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
6 Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Mazmur 127 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.
2 Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.
3 Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah.
4 Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.
5 Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.

Mazmur 128 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!
2 Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
3 Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!
4 Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN.
5 Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu,
6 dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel!

Bacaan Singkat (2 Tim 2, 8. 11)
8 Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku. 11 Benarlah perkataan ini: "Jika kita mati dengan Dia, kitapun akan hidup dengan Dia;

Ayat Singkat
P. Inilah hari yang dijadikan Tuhan, alleluya.
U. Marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya, alleluya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

SENIN II SORE

Madah

Mari kami bergembira

Merayakan hari Paska

Sambil bernyanyi memuji

Dengan hati tulus murni.

Kristus sudah disalibkan

Dan tubuh-Nya dikurbankan

Darah-Nya yang kami trima

Sungguh menghidupkan kami.

Kristus bangkit dari kubur

Maut kalah hancur lebur

Musuh takluk terbelenggu

Firdaus membukakan pintu.

Terpujilah Kristus Tuhan

Kaukalahkan kematian

Engkau dibangkitkan Bapa

Dengan kekuatan Roh-Nya.

Amin.

Atau:

Yesus Kristus Paska kami

Dikurbankan bagai domba

Tubuh-Nya dipersembahkan

Murni tanpa kesalahan.

O sungguh kurban mulia

Yang menghancurkan neraka

Membebaskan yang tertawan

Dari jerat kematian.

Semoga Yesus menjadi

Paska kesukaan kami

Himpunkan kami umatmu

Di dalam dunia baru.

Terpujilah Kristus Tuhan

Kaukalahkan kematian

Engkau dibangkitkan Bapa

Dengan kekuatan Roh-Nya.

Amin.

Ant.1: Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan, Alleluya.

Mazmur 44 (45) I

Hatiku meluapkan kata-kata indah,+

aku mempersembahkan laguku kepada raja,*

lidahku bagaikan gerak pena juru tulis.

Tereloklah baginda di antara manusia,+

tampanlah wajah baginda,*

terberkati oleh Allah selama-lamanya.

Ikatkanlah pedang pada pinggang, hai pahlawan,*

itulah kebanggaan dan kemuliaan baginda.

Demi kebenaran dan keadilan majulah dengan megah,*

dan lakukanlah perbuatan yang gagah.

Anak panah yang tajam menembus jantung musuh baginda,*

bangsa-bangsa rebah dan takluk.

Takhta baginda bertahan selama-lamanya,*

tampuk pemerintahan baginda adil dan jujur.

Baginda cinta akan keadilan dan benci akan kelaliman,*

sebab baginda diurapi oleh Allah.

Baginda menjadi yang termulia di antara semua raja,*

Pakaian kebesaran baginda harum mewangi.

Bunyi kecapi terdengar dari istana permaisuri,*

menggembirakan hati baginda.

Para puteri raja-raja berarak-arak menghadap baginda,*

permaisuri berdiri di samping baginda, berhiaskan emas.

Ant.1: Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan, Alleluya.

Ant.2: Berbahagialah orang yang diundang kepada perjamuan Anak domba, Alleluya.

Mazmur 44 (45) II

Dengarkanlah, hai puteri, perhatikanlah dengan baik,*

lupakanlah bangsa dan seisi rumah ayahmu.

Seri baginda tertarik oleh kecantikanmu,*

sujudlah kepadanya, sebab dialah tuanmu.

Puteri kota Tirus datang dengan persembahan,*

para bangsawan mengharapkan kerelaanmu.

Permaisuri diarak masuk, semaraklah semata-mata,*

pakaiannya bersulamkan emas.

Berdandanan aneka warna ia diantar menghadap raja,*

para puteri raja-raja mengiringinya.

Dengan gembira dan sorak-sorai mereka diantar masuk,*

masuklah mereka ke dalam istana raja.

Para putera baginda akan melanjutkan kerajaan,*

baginda mengangkat mereka menjadi penguasa di seluruh bumi.

Semoga aku memasyhurkan nama baginda turun-temurun,*

maka para bangsa akan memuji baginda selama-lamanya.

Ant.2: Berbahagialah orang yang diundang kepada perjamuan Anak domba, Alleluya.

Ant.3: Dari kelimpahan Kristus kami semua menerima rahmat demi rahmat, Alleluya.

Ef 1:3-10

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kami Yesus Kristus,+

yang telah memberkati kami dalam Kristus,*

dengan segala berkat rohani di surga.

Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kami,+

sebelum menciptakan jagat raya,*

supaya kami kudus dan tak bercela di hadapan-Nya.

Dengan cinta, Allah telah menentukan kami menjadi putera-Nya,+

dengan perantaraan Yesus Kristus,*

karena kerelaan kehendak-Nya.

Supaya terpujilah rahmat-Nya yang mulia,+

yang dianugerahkan-Nya kepada kami,*

dalam Putera yang dikasihi-Nya.

Dalam Kristus, kami telah memperoleh penebusan berkat darah-Nya,+

yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kami,*

menurut kekayaan rahmat-Nya yang dilimpahkan-Nya kepada kami.

Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,+

Allah telah menyatakan rencana kehendak-Nya kepada kami,*

Sekadar kerelaan yang diikhtiarkan-Nya dalam Kristus sejak dahulu.

Untuk menggenapkan segala jaman,+

yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*

dalam diri Kristus sebagai kepala.

Ant.3: Dari kelimpahan Kristus kami semua menerima rahmat demi rahmat, Alleluya.

Bacaan singkat (Ibr 8:1b-3a)

Kita mempunyai seorang imam besar yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Yang Mahamulia di surga. Ia menjalankan ibadat di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Allah dan bukan oleh manusia. Sebab setiap imam besar ditetapkan untuk menyampaikan kurban dan persembahan.

Lagu singkat

P: Para murid bergembira,* Alleluya, Alleluya.

U: Para…

P: Tatkala melihat Tuhan.

U: Alleluya, Alleluya.

P: Kemuliaan…

U: Para…

Lagu Singkat Sesudah Kenaikan Tuhan

P: Roh penghibur,* Alleluya, Alleluya.

U: Roh…

P: Akan mengajar Engkau segalanya.

U: Alleluya, Alleluya…

P: Kemuliaan…

U: Roh…

Ant.Kidung: Yang dilahirkan dari daging adalah daging. Yang dilahirkan dari Roh adalah Roh, Alleluya.

Kidung Maria (Luk 1 : 46-55)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa;*

kuduslah nama-Nya.

Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tangan-Nya:*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta;*

yang hina dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan;*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong

Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.

Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Yang dilahirkan dari daging adalah daging. Yang dilahirkan dari Roh adalah Roh, Alleluya.

Doa Permohonan

Kemanusiaan Kristus telah dihidupkan oleh Roh Kudus, dan karena pula Kristus menghidupkan kami. Maka marilah kami berseru dengan hati gembira:

U: Baharuilah dan hidupkanlah semesta alam, ya Tuhan.

P: Kristus, penyelamat dunia, raja seluh penciptaan baru, arahkanlah hati kami kepada kerajaan-Mu,*

tempat Engkau duduk di sebelah kanan Bapa.

P: Tuhan, Engkau selalu hidup dalam umat pilihan-Mu,*

tuntunlah Gereja-Mu kepada seluruh kebenaran berkat dorongan Roh Kudus.

P: Engkau Maharahim, tunjukkanlah belas kasihan-Mu kepada orang yang sakit, yang menderita dan yang menghadapi ajal,*

agar mereka semua dikuatkan dan diteguhkan berkat kemurahan-Mu.

P: Kristus, cahaya yang takkan pudar, pada sore hari ini kami berbakti kepada-Mu,*

dan mohon, agar saudara-saudara kami yang telah meninggal Kausinari dengan cahaya kebangkamin-Mu.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,

Dimuliakanlah nama-Mu.

Datanglah kerajaan-Mu.

Jadilah kehendak-Mu

di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini,

dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami

ke dalam pencobaan,

tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

(Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa

untuk selama-lamanya. Amin).

Doa Penutup

Allah Yang Kekal dan Kuasa, kami berani memanggil Engkau Bapa.

Kuatkanlah semangat kami sebagai putera-Mu, agar kami layak menerima warisan yang telah Kaujanjikan.

Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup …

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - SENIN

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
U: Kristus, kasihanilah kami.
P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Mazmur 85 (86)

Dengarkanlah doaku, ya Tuhan, jawablah aku,*
sebab aku miskin dan bersengsara.

Perliharalah aku, karena aku mengasihi Engkau,*
selamatkanlah hambaMu yang percaya kepadaMu.

Engkaulah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhanku,*
kepadaMulah aku berseru sepanjang hari.

Gembirakanlah hati hambaMu,*
sebab kepadaMulah kuarahkan hatiku, ya Tuhan.

Sebab Engkau baik hati dan suka mengampuni, ya Tuhanku,*
Engkau penuh kasih setia bagi semua orang yang berseru kepadaMu.

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah suara permohonanku.

Pada hari kesesakan aku berseru kepadaMu,*
sebab Engkau pasti menjawab aku.

Tidak ada dewata yang menyamai Engkau, ya Tuhanku,*
tak ada karya yang setara dengan karyaMu.

Segala bangsa akan datang menyembah Engkau,*
dan akan memuliakan namaMu, ya Tuhanku.

Sungguh agung Engkau dan megah karyaMu,*
Engkaulah Allah, dan tiada lain.

Ajarkanlah ketetapanMu kepadaku, ya Tuhan,*
agar aku hidup setia dan takwa dengan sebulat hati.

Aku bersyukur kepadaMu dengan segenap hatiku, ya Allah, Tukanku,*
dan memuliakan namaMu untuk selama-lamanya.

Sebab kasih setiaMu berlimpah terhadapku,*
Engkau melepaskan daku dari alam maut.

Ya Allah, orang yang angkuh telah bangkit menyerang aku,+
segerombolan orang sombong ingin mencabut nyawaku,*
mereka tidak mengindahkan Dikau.

Tetapi Engkaulah Allah, penyayang dan pengasih,+
Tuhan yang sabar, penuh kasih dan setia,*
perhatikan dan kasihanilah aku!

Curahkanlah kekuatanMu kepada hambaMu,*
dan selamatkanlah putera sahayaMu.

Nyatakanlah suatu tanda kebaikan bagiku,+
supaya musuhku melihatnya dan menjadi malu,*
semoga Engkau menolong dan menghibur aku, ya Tuhan.

Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Bacaan singkat (1Tes 5,9-10)

Kita ditetapkan Allah untuk memperoleh keselamatan demi Tuhan kita Yesus Kristus. Kristus telah wafat untuk kita, supaya kita tetap hidup bersatu dengan Dia, baik waktu berjaga maupun waktu tidur.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Ya Tuhan, berilah kami istirahat yang menyegarkan badan. Semoga benih sabdaMu yang kami taburkan dalam kegiatan kami pada hari ini, Kautumbuhkan sampai berbuah masak bagi panenanMu yang abadi. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, Maria, penuh rahmat,
Tuhan sertamu.
Terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan waktu kami mati.

Santo-Santa

Santa Kasilda

Pengaku Iman

Aldemories, Ayah Kasilda adalah adalah seorang bangsawan yang masih kafir dan kejam. Ia juga dikenal sebagai penganiaya orang-orang Kristen. Ia menyaksikan langsung tindakan-tindakan ayahnya menganiaya orang Kristen. Kasilda yang dianugerahi budi yang luhur dan rasa kemanusiaan yang tinggi bertekad untuk membantu orang-orang Kristen yang dipenjarakan itu. Ia sering mengantar makanan untuk para tahanan di penjara. Setelah mereka makan, Kasilda mengajak mereka berdoa memohon peneguhan dari Tuhan dalam menanggung semua penderitaan yang ditimpakan atas mereka. Perbuatan nekad Kasilda ini tidak diketahui ayahnya. Kasilda sendiri memang masih kafir, tetapi hatinya sudah tersentuh oleh rahmat Allah melalui kesaksian hidup orang-orang Kristen yang sekarang ada dalam tahanan. Ia kagum dan tertegun menyaksikan ketabahan orang Kristen dalam penderitaannya dan kesetian mereka pada imannya akan Kristus.

Pada suatu hari Kasilda menyatakan keinginan hatinya untuk jadi pengikut Kristus kepada orang-orang tawanan itu. Tetapi karena takut pada ayahnya yang kejam itu, orang-orang Kristen tidak segera mengabulkan permintaannya. Mereka menganjurkan agar ia meminta izin dulu kepada ayahnya. Namun penolakan ayahnya tidak mengendurkan semangatnya untuk menjadi pengikut Kristus. Sebaliknya ia bahkan semakin berani bertindak sebagai orang Kristen. Ia rajin berdoa kepada Kristus untuk dirinya dan ayahnya. Akhirnya, atas berkat Rahmat Allah, ayahnya mengijinkan dia untuk menjadi Kristen. Karena restu itu, Kasilda dipermandikan menjadi Kristen.

Ayahnya mendirikan sebuah rumah kecil untuk Kasilda di kota Burgos sebagai tempat berdoa. Dirumah itupun banyak terjadi mukzijat karena doa-doanya. Ia banyak menolong orang-orang yang menderita dan rajin berdoa bagi pertobatan orang-orang kafir. Kasilda wafat pada tahun 107.

Santo Thomas OFM dkk: Dementrius

Petrus dan Yakobus, Martir

Thomas dibebaskan oleh Jendral Fransiskan dan kemudian diutus ke Armenia, Raja Armenia sangat bersimpati kepadanya dan menjadikannya duta. Suatu ketika ia bersama dengan imam-imam Fransiskan lainnya, yaitu Dementrius, Petrus dan Yakobus, diutus ke Tiongkok. Tetapi kapal mereka kandas di pulau Salsalete dekat Bombay. Disini mereka dibunuh oleh orang-orang Islam setempat pada tahun 1321.