Senin, 19 Maret 2029

Hari Raya S. Yusuf, Suami Santa Maria

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama 2 Samuel 7:4-5a,12-14a,16

Tetapi pada malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian: "Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami? Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia. Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya."

Mazmur Tanggapan Mazmur 89:2-5,27,29

(89-3) Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
(89-4) Engkau telah berkata: "Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku:
(89-5) Untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu, dan membangun takhtamu turun-temurun." Sela
(89-6) Sebab itu langit bersyukur karena keajaiban-keajaiban-Mu, ya TUHAN, bahkan karena kesetiaan-Mu di antara jemaah orang-orang kudus.
(89-28) Akupun juga akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi yang mahatinggi di antara raja-raja bumi.
(89-30) Aku menjamin akan adanya anak cucunya sampai selama-lamanya, dan takhtanya seumur langit.

Bacaan Kedua Roma 4:13,16-18,22

Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman. Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, -- seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" --di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada. Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.

Bacaan Injil Matius 1:16,18-21,24a

Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,

Renungan

Bapa yang Bukan dari Darah

Kita punya anggapan diam-diam bahwa ikatan darah adalah ikatan yang paling kuat. "Darah lebih kental dari air," begitu kata pepatah. Tetapi hidup sering menunjukkan hal lain. Ada bapak yang membesarkan anak bukan dari darahnya sendiri, dan justru di situ cintanya diuji paling murni, sebab tidak ada dorongan naluri, yang ada hanya pilihan.

Hari ini Gereja merayakan Santo Yusuf, dan Injil menampilkan justru soal itu. Yesus disebut "anak Daud" bukan karena darah, melainkan karena Yusuf. Malaikat menyapanya, "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu." Melalui Yusuf yang menerima, Yesus masuk ke dalam garis keturunan Daud. Ayah yang menamai, bukan ayah yang menurunkan darah.

Menamai anak, dalam tradisi itu, berarti mengakuinya sebagai anak sendiri. Ketika Yusuf menamai bayi itu Yesus, ia sedang berkata kepada seluruh dunia, "Ini anakku." Ia mengambil tanggung jawab penuh atas seorang anak yang ia tahu bukan hasil dirinya.

Bacaan kedua menolong kita mengerti mengapa Yusuf disandingkan dengan Abraham. Paulus menulis bahwa Abraham menjadi "bapa banyak bangsa" bukan lewat kekuatan tubuhnya, sebab tubuhnya sudah setua mati, melainkan lewat iman. "Sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya." Keduanya menjadi bapa lewat percaya, bukan lewat kemampuan alami.

Perhatikan pula bahwa keduanya harus menunggu dalam ketidakpastian. Abraham menanti bertahun-tahun sebuah janji yang seolah mustahil. Yusuf menanti dalam kebingungan, dengan pertanyaan yang tak terjawab tentang kandungan istrinya. Iman keduanya bukan iman yang serba jelas, melainkan iman yang tetap melangkah meski jalan di depan gelap.

Ini kabar baik yang luas. Kebapakan dan keibuan sejati ternyata tidak semata soal biologi. Ia soal kesediaan menerima, menanggung, dan melindungi. Banyak orang tua asuh, guru, pengasuh, wali, om dan tante, yang menjadi "bapa" dan "ibu" bagi anak yang membutuhkan, dan di mata Tuhan itu bukan peran kelas dua.

Yusuf mengingatkan bahwa Allah pun membangun keluarga-Nya bukan dari kepantasan darah kita, melainkan dari kesediaan kita untuk berkata ya. Kita menjadi anak-anak Allah juga bukan karena kelahiran, melainkan karena diangkat, diterima, dan diberi nama baru.

Siapa yang Tuhan percayakan kepadaku untuk kulindungi, meski bukan darah dagingku sendiri?

Santo Yusuf, engkau menjadi bapa lewat iman, bukan lewat darah. Tuhan, ajari aku mencintai bukan karena keharusan, melainkan karena kesediaan. Amin.

Invitatorium

SENIN V PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan Senin Pekan V Prapaskah
Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

MADAH

Engkaulah Tuhanku dan Allahku
dan aku mengasihi-Mu.
Sendiri dan tertolak, sengsara-Nya dimulai
Ia menerima cawan kematian demi dosa-dosaku.
Oh Yesus, Oh Yesus
Maukah Engkau membiarkan aku tinggal?
Berbagi seteguk dari cawan-Mu
Berjaga bersama-Mu dan berdoa.
Dikhianati dan ditinggalkan
Diseret ke aula
Meskipun dicambuk oleh Tentara Romawi,
Dosa-dosa kami paling menyakiti-Mu.
Oh Yesus, Oh Yesus
Dibela oleh begitu sedikit orang
Begitu banyak darah dari luka-luka-Mu
Bagaimana aku bisa menghibur-Mu?
Engkaulah Tuhanku dan Allahku
dan aku mengasihi-Mu.
Mahkota duri
dipaksakan di kepala-Mu
Aku berpaling menghadapi yang bersalah
Aku melihat dosa-dosaku sebagai gantinya.
Oh Yesus, Oh Yesus
Dalam penderitaan-Mu
Dalam air mata-Mu, dalam darah-Mu
Engkau berdiri sebagai Kristus Raja.
Memeluk salib-Mu
Engkau mulai menuju Kalvari
Hancur oleh begitu banyak kejahatan
Engkau berpaling menatapku.
Oh Yesus, Oh Yesus
Apakah aku mendengar-Mu memanggil
Memintaku untuk tetap di sisi-Mu
Untuk menolong-Mu jika Engkau jatuh?
Engkaulah Tuhanku dan Allahku
dan aku mengasihi-Mu.
Engkaulah Tuhanku dan Allahku
dan aku mengasihi-Mu.
Diangkat di puncak bukit
Seolah-olah semuanya telah gagal
Demi keselamatan kami, Yesus,
Demi kami Engkau dipaku.
Oh Yesus, Oh Yesus
Aku datang untuk tinggal
Saat Engkau wafat di salib-Mu
Dengan gemetar Engkau berkata
Cintai (aku), mengapa Engkau tidak mencintai (aku)
Tolong cintai (aku)
Cintai aku, aku berseru
Mengapa Engkau tidak mencintai aku
Aku mengulurkan tangan
Tolong cintai aku
Oh betapa aku merindukan cinta-Mu.
Cintai aku, aku berseru
Mengapa Engkau tidak mencintai aku
Aku mengulurkan tangan ini kepada-Mu
Tolong cintai aku
Oh betapa aku merindukan cinta-Mu.
Cintai aku, aku berseru
Mengapa Engkau tidak mencintai aku
Aku mengulurkan tangan ini kepada-Mu
Tolong cintai aku
Oh betapa aku merindukan cinta-Mu.
Engkaulah Tuhanku dan Allahku
dan aku mengasihi-Mu.
Engkaulah Tuhanku dan Allahku
dan aku mengasihi-Mu.

PSALMODI

Ant. 1 Tunjukkanlah belas kasihan-Mu kepadaku, Tuhan, dan lindungilah aku.

Mazmur 6

Seorang yang menderita berseru kepada Allah memohon belas kasihan

Aku sangat terkejut… Bapa, selamatkanlah aku dari saat ini (Yohanes 12:27).

Tuhan, janganlah menegur aku dalam murka-Mu:
janganlah menghukum aku dalam amarah-Mu.
Kasihanilah aku, Tuhan, aku tidak berdaya;
Tuhan, sembuhkanlah aku, tubuhku remuk redam;
jiwaku remuk redam karena kesakitan.
Tetapi Engkau, ya Tuhan… berapa lama lagi?
Kembalilah, Tuhan, selamatkanlah jiwaku.
Selamatkanlah aku dalam kasih belas kasihan-Mu,
sebab dalam kematian tak seorang pun mengingat Engkau;
dari kubur, siapa yang dapat memuji Engkau?
Aku lelah karena keluh kesahku;
setiap malam aku membasahi bantal dengan air mata;
aku membasahi tempat tidurku dengan tangisan.
Mataku merana karena kesedihan;
aku telah menjadi tua dikelilingi oleh musuh-musuhku.
Pergilah dari hadapanku, semua yang berbuat jahat;
sebab Tuhan telah mendengar tangisanku.
Tuhan telah mendengar permohonanku;
Tuhan akan menerima doaku.
Semua musuhku akan mundur dalam kebingungan,
digagalkan dan tiba-tiba dipermalukan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Allah, Engkau mengasihi belas kasihan dan kelembutan; Engkau memberi kehidupan dan mengalahkan kematian. Pandanglah banyak luka Gereja-Mu; pulihkanlah kesehatannya oleh Putra-Mu yang bangkit, agar ia dapat menyanyikan lagu baru sebagai pujian bagi-Mu.

Ant. Tunjukkanlah belas kasihan-Mu kepadaku, Tuhan, dan lindungilah aku.

Ant. 2 Orang miskin tidak sendirian dalam kesusahan mereka; Allah ada di sana untuk menolong mereka.

Mazmur 9A
Syukur atas kemenangan

Engkau akan datang lagi untuk menghakimi orang hidup dan orang mati.
I
Aku akan memuji Engkau, Tuhan, dengan segenap hatiku;
aku akan menceritakan segala keajaiban-Mu.
Aku akan bersukacita dalam Engkau dan bergembira,
dan menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi.
Lihatlah bagaimana musuh-musuhku mundur,
bagaimana mereka tersandung dan binasa di hadapan-Mu.
Engkau menegakkan keadilan perkaraku;
Engkau duduk di takhta, menghakimi dengan adil.
Engkau telah menghalau bangsa-bangsa, membinasakan orang fasik;
Engkau telah menghapus nama mereka untuk selama-lamanya.
Musuh telah dihancurkan, binasa selamanya.
Engkau mencabut kota-kota mereka: ingatan akan mereka telah lenyap.
Tetapi Tuhan duduk di takhta untuk selama-lamanya.
Ia telah mendirikan takhta-Nya untuk penghakiman;
Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan,
Ia akan menghakimi bangsa-bangsa dengan kebenaran-Nya.
Bagi yang tertindas biarlah Tuhan menjadi benteng,
benteng di masa kesusahan.
Mereka yang mengenal nama-Mu akan percaya kepada-Mu:
Engkau tidak akan pernah meninggalkan mereka yang mencari Engkau.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Orang miskin tidak sendirian dalam kesusahan mereka; Allah ada di sana untuk menolong mereka.

Ant. 3 Aku akan menjadi pewarta pujian-Mu, Tuhan, di mana umat Sion berkumpul.

II
Nyanyikanlah mazmur bagi Tuhan yang berdiam di Sion.
Wartakanlah perbuatan-Nya yang perkasa di antara bangsa-bangsa;
sebab Pembalas darah telah mengingat mereka,
tidak melupakan seruan orang miskin.
Kasihanilah aku, Tuhan, lihatlah penderitaanku,
Engkau yang menyelamatkan aku dari gerbang kematian;
agar aku dapat menceritakan segala pujian-Mu
di gerbang kota Sion
dan bersukacita dalam pertolongan keselamatan-Mu.
Bangsa-bangsa telah jatuh ke dalam lubang yang mereka buat,
kaki mereka terperangkap dalam jerat yang mereka pasang.
Tuhan telah menyatakan diri-Nya, dan memberikan penghakiman.
Orang fasik terperangkap dalam perbuatan tangan mereka sendiri.
Biarlah orang fasik turun ke antara orang mati,
semua bangsa yang melupakan Allah.
Sebab orang miskin tidak akan selalu dilupakan
pun harapan orang miskin tidak akan sia-sia.
Bangkitlah, Tuhan, jangan biarkan manusia menang!
Biarlah bangsa-bangsa dihakimi di hadapan-Mu.
Tuhan, seranglah mereka dengan teror,
biarlah bangsa-bangsa tahu bahwa mereka hanyalah manusia.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Allah, ketika Engkau menghakimi, janganlah tuli terhadap seruan orang miskin; datangkanlah malapetaka atas kegilaan para penindas. Pandanglah luka-luka kami dan selamatkanlah kami dari gerbang kematian, agar kami selalu bersukacita dalam pertolongan-Mu dan mengucapkan pujian-Mu di gerbang Sion.

Ant. Aku akan menjadi pewarta pujian-Mu, Tuhan, di mana umat Sion berkumpul.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Berpalinglah dari dosa dan setialah kepada Injil.

Kerajaan Allah sudah dekat.

BACAAN

BACAAN PERTAMA

Dari Surat kepada Orang Ibrani

2:5-18

Yesus, pencipta keselamatan, telah menjadi seperti kita dalam segala hal
Sebab bukan kepada malaikat-malaikat Ia menundukkan dunia yang akan datang, yang kita bicarakan ini. Tetapi ada suatu tempat di mana seseorang telah memberi kesaksian demikian:
“Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya,
atau anak manusia, sehingga Engkau memperhatikannya?
Engkau telah membuatnya sedikit lebih rendah dari malaikat-malaikat;
Engkau telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat,
dan menempatkan segala sesuatu di bawah kakinya.”
Sebab dalam menundukkan segala sesuatu kepada-Nya, Allah tidak meninggalkan sesuatu pun yang tidak ditundukkan. Sekarang ini kita belum melihat segala sesuatu ditundukkan demikian, tetapi kita melihat Yesus yang karena penderitaan maut dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat: Yesus, yang untuk sementara waktu dibuat sedikit lebih rendah dari malaikat-malaikat, agar oleh kasih karunia Allah Ia merasakan maut bagi semua orang.
Memang pantaslah bahwa Allah, yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu ada, yang membawa banyak anak kepada kemuliaan, menyempurnakan pemimpin keselamatan mereka melalui penderitaan. Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan berasal dari satu Bapa yang sama. Oleh karena itu Ia tidak malu menyebut mereka saudara, dengan berkata:
“Aku akan memberitakan nama-Mu kepada saudara-saudaraku,
Aku akan menyanyikan pujian-Mu di tengah-tengah jemaat”;
dan,
“Aku akan menaruh kepercayaan-Ku kepada-Nya”;
dan lagi,
“Lihatlah, Aku dan anak-anak yang telah Allah berikan kepada-Ku!”
Karena anak-anak itu adalah manusia dari darah dan daging, Yesus pun turut mengambil bagian yang sama dalam hal itu, agar oleh kematian-Nya Ia dapat melumpuhkan iblis, penguasa maut, dan membebaskan mereka yang karena takut akan maut telah menjadi budak sepanjang hidup mereka. Sesungguhnya Ia tidak datang untuk menolong malaikat-malaikat, melainkan keturunan Abraham; oleh karena itu Ia harus menjadi seperti saudara-saudara-Nya dalam segala hal, agar Ia dapat menjadi Imam Besar yang berbelas kasihan dan setia di hadapan Allah demi mereka, untuk mendamaikan dosa-dosa umat. Karena Ia sendiri telah diuji melalui apa yang Ia derita, Ia mampu menolong mereka yang dicobai.

RESPONSORIUM Ibrani 2:11, 17; Barukh 3:38

Kristus yang menguduskan manusia, dan manusia yang dikuduskan, berasal dari satu keturunan. Ia harus menjadi seperti saudara-saudara-Nya dalam segala hal,

agar Ia menjadi Imam Besar mereka yang berbelas kasihan dan setia.
Allah terlihat di bumi, Ia hidup di antara manusia.

Agar Ia menjadi Imam Besar mereka yang berbelas kasihan dan setia.

BACAAN KEDUA

Dari tafsiran Mazmur oleh Santo Yohanes Fisher, uskup dan martir

Jika ada yang berdosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa
Imam Besar kita adalah Kristus Yesus, kurban kita adalah tubuh-Nya yang berharga yang Ia kurbankan di altar salib demi keselamatan semua manusia.
Darah yang dicurahkan untuk penebusan kita bukanlah darah kambing jantan dan anak lembu (seperti dalam hukum lama) melainkan darah Anak Domba yang paling tak bersalah, Kristus Yesus Juruselamat kita.
Bait suci tempat Imam Besar kita mempersembahkan kurban bukanlah yang dibuat oleh tangan manusia melainkan dibangun oleh kuasa Allah sendiri. Sebab Ia mencurahkan darah-Nya di hadapan dunia, sebuah bait suci yang dibentuk oleh tangan Allah sendiri.
Bait suci ini, bagaimanapun, memiliki dua bagian. Yang pertama adalah bumi, yang sekarang kita huni. Yang kedua belum kita ketahui sebagai manusia.
Kristus pertama kali mempersembahkan kurban di bumi ini, ketika Ia mengalami kematian-Nya yang paling pahit. Kemudian, mengenakan jubah baru keabadian, dengan darah-Nya sendiri Ia masuk ke dalam tempat maha kudus, yaitu ke surga. Di sana Ia juga menunjukkan di hadapan takhta Bapa surgawi darah yang tak ternilai harganya yang telah Ia curahkan tujuh kali demi semua manusia yang tunduk pada dosa.
Kurban ini begitu menyenangkan dan diterima oleh Allah sehingga segera setelah Ia melihatnya, Ia harus segera mengasihani kita dan memberikan belas kasihan kepada semua yang benar-benar bertobat.
Selain itu, kurban ini abadi. Kurban ini dipersembahkan tidak hanya setiap tahun (seperti pada orang Yahudi) tetapi juga setiap hari untuk penghiburan kita, dan bahkan setiap jam dan setiap saat juga, sehingga kita memiliki alasan terkuat untuk penghiburan. Itulah sebabnya Rasul menambahkan: Ia telah memperoleh penebusan yang kekal.
Semua yang telah memulai penyesalan dan pertobatan sejati atas dosa-dosa yang telah mereka lakukan, dan bertekad kuat untuk tidak berbuat dosa lagi di masa depan tetapi untuk terus-menerus mengejar kebajikan yang telah mereka mulai sekarang, semua ini menjadi bagian dari kurban suci dan kekal ini.
Santo Yohanes menyatakannya kepada kita dengan kata-kata ini: Anak-anakku, aku menulis ini kepadamu supaya kamu jangan berbuat dosa. Tetapi jika ada yang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus yang benar. Dan Ia adalah pendamaian untuk dosa-dosa kita, dan bukan hanya untuk dosa-dosa kita, tetapi juga untuk dosa-dosa seluruh dunia.

RESPONSORIUM Roma 5:10, 8, 9

Sebab jika ketika kita masih menjadi musuh, kita didamaikan dengan Allah oleh kematian Putra-Nya,

sekarang setelah kita menjadi sahabat-Nya, kita dapat lebih yakin lagi bahwa kita akan diselamatkan oleh hidup Putra-Nya.
Ketika kita masih berdosa, Kristus telah mati untuk kita.

Sekarang setelah kita menjadi sahabat-Nya, kita dapat lebih yakin lagi bahwa kita akan diselamatkan oleh hidup Putra-Nya.

DOA PENUTUP

Ya Allah,
oleh rahmat-Mu yang ajaib
kami diperkaya dengan segala berkat,
anugerahkanlah kepada kami agar kami beralih dari cara-cara lama ke hidup baru,
agar kami disiapkan untuk kemuliaan Kerajaan surgawi.
Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,
yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,
Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

SENIN III PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kami menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kami.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.
Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.
Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.

Dialah Allah kami, kami umat-Nya,

Dialah gembala kami, kami kawanan-Nya.
Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya -Ku Yang Agung.
Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.
Kemuliaan kepada Bapa…

Seperti pada…

Ant. Marilah kami menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.

Madah

Sumber cahaya mulia

Yang menerangi dunia

Malam Kauhentikan sudah

Kauterbitkan fajar cerah.
Engkaulah terang sejati

Melebihi matahari

Dasar lubuk hati kami

Kausinari Kauselami
Terangilah diri kami

Ya Bapa yang murah hati

Dengan rahmat dan kasih-Mu

Agar selamat selalu
Terpujilah Allah Bapa

Bersama Putra tercinta

Dalam ikatan Roh suci

Sepanjang seluruh hari. Amin.

Ant.1: Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu, ya Tuhan.

Mazmur 83 (84)

Betapa menyenangkan kediaman-Mu,*

ya Tuhan semesta alam!
Hatiku rindu mendambakan pelataran rumah Tuhan,*

jiwa ragaku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.
Bahkan burung pipit mendapat tempat,*

dan burung layang-layang bersarang di rumah-Mu.
Mereka meletakkan anak-anaknya dekat mezbah-Mu,*

yan Tuhan semesta alam, rajaku dan Allahku.
Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu,*

yang selalu memuji Engkau.
Berbahagialah orang yang menimba kekuatan dari pada-Mu,*

yang suka berziarah ke rumah-Mu.
Lembah kering yang mereka lintasi,*

berubah menjadi sumber air berkat hujan pertama.
Mereka berjalan dari kota ke kota,*

hendak menghadap Allah di gunung Sion.
Tuhan, Allah semesta alam, dengarkanlah doaku,*

condongkanlah telinga-Mu, ya Allah Yakub.
Lihatlah, ya Allah, raja agung,*

pandanglah raja yang Kauurapi.
Lebih baik satu hari di pelataran-Mu,*

dari pada seribu hari di tempat lain.
Lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allah,*

dari pada diam di rumah orang berdosa.
Sebab Tuhan Allah adalah raja Yang Agung dan murah hati,*

Ia memberikan kasih dan kemuliaan.
Tuhan menganugerahkan kebahagiaan,*

kepada orang yang hidup tanpa cela.
Tuhan semesta alam,*

berbahagialah orang yang percaya kepada-Mu.

Ant.1: Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu, ya Tuhan.

Ant.2: Marilah kami naik ke gunung Tuhan.

Yes 2,2-5
Pada akhir zaman, gunung Tuhan akan berdiri kokoh kuat,+

di antara puncak gunung-gemunung,*

dan menjulang tinggi di atas semua bukit.
Semua bangsa akan mengalir ke sana,*

dan banyak kaum akan datang seraya berkata:
“Mari kami berziarah ke gunung Tuhan,*

naik ke rumah Allah Yakub.
Semoga Ia menunjukkan jalan-Nya kepada kami,*

dan kami akan mengikuti bimbingan-Nya”.
Sebab dari gunung Sion lahirlah hukum,*

dan dari Yerusalem sabda Tuhan.
Tuhan akan menguasai semua bangsa,*

dan menghakimi sekalian rakyat.
Mereka akan menempa pedangnya menjadi cangkul,*

dan tombaknya menjadi sabit.
Bangsa yang satu takkan menghunus pedang lawan bangsa yang lain,*

dan mereka takkan lagi mengadakan latihan perang.
Hai keluarga Yakub, datanglah ke mari,*

marilah kami hidup dalam cahaya Tuhan.

Ant.2: Marilah kami naik ke gunung Tuhan.

Ant.3: Bernyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.

Mazmur 95 (96)

Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan!+

Bernyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi!*

Bernyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.
Kabarkanlah setiap hari keselamatan Tuhan,+

ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa,*

dan karya-Nya Yang Agung di antara segala suku.
Sebab Tuhan mahaagung dan sangat terpuji,+

Ia dahsyat melebihi segala dewata!*

Sebab dewa-dewa para bangsa sesunggguhnya tidak ada.
Tuhan yang menciptakan langit,+

agung dan semaraklah Ia,*

kekuatan dan kemuliaan memenuhi rumah-Nya yang Kudus.
Sampaikanlah kepada Tuhan, hai segala suku bangsa,+

sampaikanlah kepada Tuhan kemuliaan dan kuasa,*

serukanlah nama-Nya yang mulia.
Bawalah persembahan, masuklah di pelataran rumah-Nya,+

bersembahsujudlah kepada hadirat-Nya,*

gemetarlah di hadapan Tuhan, hai seluruh bumi.
Katakanlah di antara para bangsa: “Tuhanlah raja!+

Ia meneguhkan jagat, tak tergoyangkan,*

Ia menghakimi para bangsa dengan adil”.
Bersukalah langit, bergembiralah bumi!*

Bergemuruhlah lautan beserta isinya!
Bersoraklah ladang dan segala tumbuhannya,*

bergembiralah segala pohon di hutan.
Bersukarialah di hadapan Tuhan, sebab Ia datang,*

Ia datang menghakimi dunia.
Ia akan menghakimi dunia dengan adil,*

dan para bangsa dengan tepat.

Ant.3: Bernyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.

Bacaan Singkat (Yak 2,12-13)
Berbicaralah dan bertindaklah sebagai orang yang akan dihakimi oleh hukum yang membebaskan. Sebab keputusan yang tak berbelaskasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelaskasihan. Tetapi belaskasihan akan menang atas keputusan itu.
Lagu Singkat
P: Terpujilah Tuhan,* Dari awal mula sampai selama-lamanya.

U: Terpujilah.

P: Sebab agunglah karya tangan-Nya.

U: Dari awal mula sampai selama-lamanya.

P: Kemuliaan.

U: Terpujilah.

Ant.Kidung: Terpujilah Tuhan, Allah kami.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.
Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang Kudus.
Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.
Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kami,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang Kudus.
Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*

akan membebaskan kami dari tangan musuh.
Agar kami dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku Kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.
Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.
Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kami penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Terpujilah Tuhan, Allah kami.

Doa Permohonan

Allah menempatkan manusia di dunia ini supaya bekerja sehati sejiwa demi kemuliaan Tuhan. Marilah kami berdoa dengan sungguh-sungguh dan berkata:

U: Semoga kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.

P: Allah, pencipta alam semesta, kami memuji Engkau, sebab Engkau telah mengaruniakan keperluan hidup setiap hari kepada kami,* dan Engkau memelihara jiwa kami sampai saat ini.

P: Pandanglah kami, yang hendak memulai pekerjaan harian kami,* supaya kami bekerja sesuai dengan kehendak-Mu.

P: Semoga usaha kami pada hari ini berguna bagi saudara-saudara kami,* sehingga kami bersama-sama membangun dunia yang berkenan pada-Mu.

P: Dampingilah kami dan semua orang yang akan kami jumpai hari ini,* dan anugerahilah kami sukacita dan damai.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan Allah, raja surga dan dunia, bimbinglah dan Kuduskanlah, pimpinlah dan tuntunlah jiwa dan raga kami, hati dan tangan kami, perkataan dan perbuatan kami. Semoga kami selalu mentaati perintah-Mu dan bekerja menurut sabda-Mu. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Sebelum Tengah Hari

SENIN — Prapaskah — IBADAT SEBELUM TENGAH HARI (Tertia)

Pembukaan

Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Mazmur 120 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Dalam kesesakanku aku berseru kepada TUHAN dan Ia menjawab aku:
2 "Ya TUHAN, lepaskanlah aku dari pada bibir dusta, dari pada lidah penipu."
3 Apakah yang diberikan kepadamu dan apakah yang ditambahkan kepadamu, hai lidah penipu?
4 Panah-panah yang tajam dari pahlawan dan bara kayu arar.
5 Celakalah aku, karena harus tinggal sebagai orang asing di Mesekh, karena harus diam di antara kemah-kemah Kedar!
6 Cukup lama aku tinggal bersama-sama dengan orang-orang yang membenci perdamaian.
7 Aku ini suka perdamaian, tetapi apabila aku berbicara, maka mereka menghendaki perang.

Mazmur 121 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?
2 Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.
3 Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.
4 Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.
5 Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.
6 Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam.
7 TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.
8 TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.

Mazmur 122 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN."
2 Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
3 Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat,
4 ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel.
5 Sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga raja Daud.
6 Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: "Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa.
7 Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan sentosa di dalam purimu!"
8 Oleh karena saudara-saudaraku dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: "Semoga kesejahteraan ada di dalammu!"
9 Oleh karena rumah TUHAN, Allah kita, aku hendak mencari kebaikan bagimu.

Bacaan Singkat (Sap 11, 23-24 a)
23 Akan tetapi justru karena Engkau berkuasa akan segala sesuatu, maka semua orang Kaukasihani, dan dosa manusia tidak Kauperhatikan, supaya mereka bertobat. 24 Sebab Engkau mengasihi segala yang ada, dan Engkau tidak benci kepada barang apapun yang telah Kaubuat. Sebab andaikata sesuatu Kaubenci, niscaya tidak Kauciptakan.

Ayat Singkat
P. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah.
U. Dan perbaharuilah semangat yang teguh dalam batinku.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

SENIN III SIANG

Madah

Engkau Tuhan Raja Mulia

Yang mengatur segalanya

Fajar pagi Kauterbitkan

Panas siang Kaukobarkan.
Padamkan api sengketa

Yang memisahkan sesama

Teguhkan s’mangat berpadu

Yang menyatukan sekutu.
Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putra dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Aku selalu mengindahkan perintah-Mu, ya Tuhan, sebab dengan sabda-Mu Engkau menghidupkan daku.

Mazmur 118 (119),89-96

Ya Tuhan, firman-Mu bertahan selama-lamanya,*

tetap teguh melebihi surga.
Kesetiaan-Mu berlaku turun-temurun,*

kokoh kuat melebihi bumi.
Firman dan kesetiaan-Mu tetap bertahan,*

segala-galanya mengabdi kepada-Mu.
Sekiranya hukum-Mu bukan kesayanganku,*

niscaya aku binasa dalam sengsaraku.
Untuk selamanya aku takkan melupakan sabda-Mu,*

sebab dengan sabda-Mu Engkau menghidupkan daku.
Milik-Mulah aku, maka selamatkan daku,*

sebab aku selalu mengindahkan perintah-Mu.
Orang berdosa mengikhtiarkan kebinasaanku,*

tetapi aku memperhatikan ketetapan-Mu.
Kulihat segala kesempurnaan ada batasnya,*

tetapi perintah-Mu sempurna tanpa batas.

Ant.1: Aku selalu mengindahkan perintah-Mu, ya Tuhan, sebab dengan sabda-Mu Engkau menghidupkan daku.

Ant.2: Tuhan, Engkaulah kepercayaanku, sejak masa mudaku .

Mazmur 70 (71) I

Padamu, ya Tuhan, aku berlindung,*

jangan sekali-kali aku dikecewakan.
Bebaskan dan belalah aku, karena Engkau adil,*

dengarkan dan selamatkanlah aku!
Jadilah bagiku tempat berteduh,+

gua perlindungan yang aman,*

sebab Engkaulah kekuatan dan pertahananku.
Ya Allah, luputkanlah aku dari tangan orang berdosa,*

dari cengkeraman orang lalim dan bengis
Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan,*

kepercayaanku sejak masa mudaku.
Kepada-Mulah aku bertopang sejak dikandung ibuku,+

sejak aku lahir Engkaulah kekuatanku,*

Engkau selalu kupuji.
Bagi banyak orang aku menjadi sasaran serangan,*

tetapi Engkaulah tempat perlindunganku yang aman.
Aku selalu menyanyikan pujian kepadamu,*

memuliakan Dikau sepanjang hari.
Janganlah menolak aku pada masa tuaku,*

jangan tinggalkan daku, bila kekuatanku surut.
Sebab musuhku sudah bersekongkol melawan daku,*

orang yang mengincar nyawaku berunding bersama:
“Allah telah meninggalkan dia,*

kejar dan tangkaplah dia, sebab tak ada pembelanya”.
Ya Allah, janganlah jauh dari padaku,*

Allahku, segeralah menolong aku!

Ant.2: Tuhan, Engkaulah kepercayaanku, sejak masa mudaku.

Ant.3: Semoga juga pada masa tuaku, tidak Kautinggalkan daku.

Mazmur 70 (71) II

Tuhan, aku selalu berharap pada-Mu,*

dan meningkatkan pujian-Mu.
Aku menceritakan keadilan-Mu sepanjang hari,*

mewartakan karya keselamatan-Mu yang tak terduga.
Aku datang ke rumah Allah yang megah,*

untuk mewartakan karya Tuhan yang luhur.
Ya Tuhan, sejak kecil aku Kaubimbing,*

dan sampai sekarang aku mewartakan kebijaksanaan-Mu.
Semoga juga pada masa tuaku,*

aku tidak Kautinggalkan, ya Allah,
agar aku masih dapat mewartakan kekuasaan-Mu,*

kepada semua yang datang ke rumah-Mu yang megah.
Keadilan-Mu, ya Allah, menjangkau awan,+

karena Engkau melakukan perbuatan Yang Agung,*

ya Allah, siapakah menyamai Engkau?
Engkau membiarkan daku mengalami banyak kesusahan dan malapetaka,*

namun Engkau akan menghidupkan daku kembali.
Engkau akan mengangkat aku dari alam maut,*

menguatkan dan menghibur aku di masa tuaku.
Maka aku akan bersyukur kepada-Mu dengan iringan celempung,*

atas kesetiaan-Mu, ya Allahku.
Aku akan memetik kecapi bagi-Mu,*

Allah Israel yang Kudus.
Bibirku akan bersorak gembira sambil bermazmur bagi-Mu,*

dan hatiku yang Kauselamatkan akan bersorak-sorai.
Dan juga lidahku akan menuturkan keadilan-Mu sepanjang hari,*

sebab Engkau mempermalukan orang yang merencanakan celakaku.

Ant.3: Semoga juga pada masa tuaku, tidak Kautinggalkan daku.

Bacaan singkat (2Kor 13,11)

Saudara-saudaraku, bersukacitalah, berlakulah dengan sempurna, terbukalah bagi nasihat. Hendaklah Engkau sehati sejiwa, dan hiduplah dalam damai. Maka Allah, sumber kasih dan damai, akan menyertai Engkau.
P: Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar.

U: Telinga-Nya kepada seruan mereka.

Doa Penutup

Allah, Engkaulah Tuhan panenan dan pemelihara kebun anggur, Engkau membagikan tugas dan memberi balas jasa. Semoga kami bekerja keras sepanjang hari dan tidak bersungut-sungut melawan keputusan-Mu. Demi Kristus, pengantara kami.

Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

SENIN — Prapaskah — IBADAT SESUDAH TENGAH HARI (Nona)

Pembukaan

Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Mazmur 126 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi.
2 Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!"
3 TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
4 Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb!
5 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
6 Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Mazmur 127 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.
2 Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.
3 Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah.
4 Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.
5 Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.

Mazmur 128 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!
2 Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
3 Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!
4 Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN.
5 Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu,
6 dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel!

Bacaan Singkat (Is 58, 6a. 7)
6 Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, 7 supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!

Ayat Singkat
P. Persembahan kepada Allah ialah jiwa yang hancur.
U. Hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

SENIN III SORE

Madah

Allah pencipta semesta

Yang mengatur segalanya

Siang Kauhiasi terang

Malam Kaujadikan tenang.
S’moga istirahat kami

Membuat kuat kembali

Jiwa raga yang tertekan

Oleh beban pekerjaan.
Hari mengayunkan langkah

Malam mendekatlah sudah

Kami menyanyikan lagu

Untuk bersyukur pada-Mu.
Kabulkanlah doa kami

Ya Bapa yang baik hati

Bersama Putra dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Kita memandang Tuhan sampai Ia mengasihani.

Mazmur 122 (123)

Kepada-Mu kutengadahkan mataku,*

ya Tuhan, yang bersemayam di surga.
Seperti hamba memandang tuannya,*

dan sahaya memandang majikannya,
demikian kami memandang Tuhan Allah,*

sampai Ia mengasihani.
Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami,*

sebab sudah banyak kami dihina.
Sudah banyak kami diolok-olok orang yang angkuh,*

dan dihina orang yang sombong.

Ant.1: Kita memandang Tuhan sampai Ia mengasihani.

Ant.2: Penolong kami ialah Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.

Mazmur 123 (124)

Sekiranya Tuhan tidak memihak kami,*

ketika musuh bangkit melawan kami,
mereka pasti sudah menelan kami hidup-hidup,*

ketika amarahnya menyala-nyala terhadap kami.
Air pasang pasti sudah menghanyutkan kami,*

dan sungai sudah melanda kami.
Kita pasti sudah tenggelam,*

ditelan banjir yang meluap-luap.
Terpujilah Tuhan, yang tidak menyerahkan kami,*

menjadi mangsa mereka!
Kita terlepas dari mereka,*

seperti burung dari jerat penangkap.
Jerat telah putus,*

dan kamipun terlepas.
Penolong kami ialah Tuhan,*

yang menjadikan langit dan bumi.

Ant.2: Penolong kami ialah Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.

Ant.3: Allah telah memilih kami menjadi anak-Nya dengan perantaraan Putera-Nya.

Ef 1,3-10
Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kami Yesus Kristus,+

yang telah memberkati kami dalam Kristus,*

dengan segala berkat rohani di surga.
Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kami,+

sebelum menciptakan jagat raya,*

supaya kami Kudus dan tak bercela di hadapan-Nya.
Dengan cinta, Allah telah menentukan kami menjadi putera-Nya,+

dengan perantaraan Yesus Kristus,*

karena kerelaan kehendak-Nya.
Supaya terpujilah rahmat-Nya yang mulia,+

yang dianugerahkan-Nya kepada kami,*

dalam Putera yang dikasihi-Nya.
Dalam Kristus, kami telah memperoleh penebusan berkat darah-Nya,+

yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kami,*

menurut kekayaan rahmat-Nya yang dilimpahkan-Nya kepada kami.
Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,+

Allah telah menyatakan rencana kehendak-Nya kepada kami,*

Sekadar kerelaan yang diikhtiarkan-Nya dalam Kristus sejak dahulu.
Untuk menggenapkan segala jaman,+

yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*

dalam diri Kristus sebagai kepala.

Ant.3: Allah telah memilih kami menjadi anak-Nya dengan perantaraan Putera-Nya.

Bacaan Singkat (Yak 4,11-12)
Saudara-saudara, janganlah Engkau saling memfitnah! Barang siapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan main hakim atas hukum. Dan jika engkau main hakim atas hukum, maka engkau bukanlah pelaksana hukum, tetapi hakimnya. Padahal hanya ada satu pembuat hukum dan hakim, yaitu Allah yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?
Lagu Singkat
P: Sembuhkanlah jiwaku,* Sebab aku telah berdosa.

U: Sembuhkanlah.

P: Aku berkata: Tuhan, kasihanilah aku.

U: Sebab aku telah berdosa.

P: Kemuliaan.

U: Sembuhkanlah.

Ant. Kidung: Aku mengagungkan Tuhan, sebab Allah memperhatikan daku, hamba-Nya yang hina ini.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*

Kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya,*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan,*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong
Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Ant. Kidung: Aku mengagungkan Tuhan, sebab Allah memperhatikan daku, hamba-Nya yang hina ini.

Doa Permohonan

Kristus hendak menyelamatkan semua manusia. Maka hendaklah kami berdoa kepada-Nya dengan tulus ikhlas:

U: Tariklah semua makhluk kepada-Mu, ya Tuhan.

P: Terpujilah Engkau, Tuhan, sebab Engkau telah menebus kami dari perhambaan dosa dengan darah-Mu yang berharga,* kurniailah kami kebebasan dan kemuliaan putera Allah.

P: Curahkanlah rahmat-Mu kepada uskup kami… dan kepada semua uskup Gereja-Mu,* supaya mereka dengan semangat dan gembira hati melakukan tugas pengabdian mereka.

P: Bimbinglah semua orang yang mencari kebenaran, supaya mereka menemukannya juga,* dan tetap berpegang teguh padanya.

P: Tuhan, bantulah para yatim piatu, para janda dan semua orang yang kesepian,* supaya mereka mengalami kehadiran-Mu dan semakin berpaut pada-Mu.

P: Terimalah kiranya arwah saudara-saudara kami ke dalam Yerusalem surgawi,* di mana Engkau bersama Bapa dan Roh Kudus menjadi segala-galanya untuk semua orang.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau sudah selayaknya disebut cahaya yang tak kunjung pudar. Maka kami mohon kepada-Mu sore ini: terangilah kiranya kegelapan hati kami, dan dalam kemurahan-Mu lupakanlah kejahatan kami. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - SENIN

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
U: Kristus, kasihanilah kami.
P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Mazmur 85 (86)

Dengarkanlah doaku, ya Tuhan, jawablah aku,*
sebab aku miskin dan bersengsara.

Perliharalah aku, karena aku mengasihi Engkau,*
selamatkanlah hambaMu yang percaya kepadaMu.

Engkaulah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhanku,*
kepadaMulah aku berseru sepanjang hari.

Gembirakanlah hati hambaMu,*
sebab kepadaMulah kuarahkan hatiku, ya Tuhan.

Sebab Engkau baik hati dan suka mengampuni, ya Tuhanku,*
Engkau penuh kasih setia bagi semua orang yang berseru kepadaMu.

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah suara permohonanku.

Pada hari kesesakan aku berseru kepadaMu,*
sebab Engkau pasti menjawab aku.

Tidak ada dewata yang menyamai Engkau, ya Tuhanku,*
tak ada karya yang setara dengan karyaMu.

Segala bangsa akan datang menyembah Engkau,*
dan akan memuliakan namaMu, ya Tuhanku.

Sungguh agung Engkau dan megah karyaMu,*
Engkaulah Allah, dan tiada lain.

Ajarkanlah ketetapanMu kepadaku, ya Tuhan,*
agar aku hidup setia dan takwa dengan sebulat hati.

Aku bersyukur kepadaMu dengan segenap hatiku, ya Allah, Tukanku,*
dan memuliakan namaMu untuk selama-lamanya.

Sebab kasih setiaMu berlimpah terhadapku,*
Engkau melepaskan daku dari alam maut.

Ya Allah, orang yang angkuh telah bangkit menyerang aku,+
segerombolan orang sombong ingin mencabut nyawaku,*
mereka tidak mengindahkan Dikau.

Tetapi Engkaulah Allah, penyayang dan pengasih,+
Tuhan yang sabar, penuh kasih dan setia,*
perhatikan dan kasihanilah aku!

Curahkanlah kekuatanMu kepada hambaMu,*
dan selamatkanlah putera sahayaMu.

Nyatakanlah suatu tanda kebaikan bagiku,+
supaya musuhku melihatnya dan menjadi malu,*
semoga Engkau menolong dan menghibur aku, ya Tuhan.

Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Bacaan singkat (1Tes 5,9-10)

Kita ditetapkan Allah untuk memperoleh keselamatan demi Tuhan kita Yesus Kristus. Kristus telah wafat untuk kita, supaya kita tetap hidup bersatu dengan Dia, baik waktu berjaga maupun waktu tidur.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Ya Tuhan, berilah kami istirahat yang menyegarkan badan. Semoga benih sabdaMu yang kami taburkan dalam kegiatan kami pada hari ini, Kautumbuhkan sampai berbuah masak bagi panenanMu yang abadi. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, Maria, penuh rahmat,
Tuhan sertamu.
Terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan waktu kami mati.

Santo-Santa

S. Yusuf, Suami Santa Maria

Suami Santa Perawan Maria dan Pelindung Gereja Semesta · ± abad ke-1

Yusuf adalah suami Santa Perawan Maria dan bapa asuh Yesus Kristus. Ia berasal dari keturunan Raja Daud dan hidup di Nazaret, sebuah kota kecil di Galilea, sebagai seorang tukang kayu. Injil Matius menyebutnya orang yang tulus hati, seorang yang benar dan taat kepada Allah. Meski namanya hampir tak pernah terdengar berbicara dalam Kitab Suci, justru melalui ketaatannya yang sunyi ia mengambil bagian besar dalam karya keselamatan.

Titik balik hidupnya datang ketika ia mendapati Maria, tunangannya, telah mengandung. Sebagai orang benar dan tidak mau mencemarkan nama Maria, ia berniat menceraikannya diam-diam. Namun seorang malaikat Tuhan menampakkan diri dalam mimpi dan menjelaskan bahwa anak yang dikandung Maria berasal dari Roh Kudus. Yusuf pun bangun, mengambil Maria sebagai istrinya, dan menerima Kanak-kanak itu sebagai anaknya sendiri.

Ketaatan Yusuf teruji berulang kali. Ketika Raja Herodes hendak membunuh sang Bayi, malaikat kembali memperingatkannya dalam mimpi, dan malam itu juga Yusuf membawa Maria serta Yesus mengungsi ke Mesir. Sesudah Herodes mati, ia dituntun pulang dan menetap kembali di Nazaret. Di sanalah, dalam kesederhanaan bengkel tukang kayu, ia membesarkan Yesus dan mengajarkan keahliannya, sehingga Yesus dikenal sebagai anak tukang kayu.

Kitab Suci tidak mencatat kata-kata Yusuf, juga tidak menceritakan kematiannya. Menurut tradisi, ia wafat sebelum Yesus memulai karya-Nya di depan umum, dalam pelukan Yesus dan Maria. Karena itulah ia dihormati sebagai pelindung orang yang menghadapi ajal dengan tenang, sebuah kematian yang baik.

Penghormatan kepada Santo Yusuf berkembang pesat dari abad ke abad. Pada 8 Desember 1870, Paus Pius IX menyatakannya sebagai Pelindung Gereja Semesta. Hari rayanya dirayakan pada 19 Maret, sementara 1 Mei dikhususkan bagi Santo Yusuf Pekerja. Umat mengenangnya sebagai teladan kesetiaan, kerja jujur, dan cinta yang melindungi keluarga tanpa banyak kata.

Pelindung: Gereja semesta, para bapa dan keluarga, para pekerja, kaum perantau, serta orang yang menghadapi kematian.

Santo Yusuf

Suami Maria

Semua pengetahuan kita tentang Santo Yusuf, suami Santa Perawan Maria dan Ayah piara Yesus, Putra Allah, bersumber pada dua bab pembukaan dari Injil Matius dan Lukas. Secara umum, Yusuf dianggap sebagai ayah Yesus. Karena Yusuf adalah turunan raja Daud, maka Yesus juga dianggap sebagai keturunan Raja Daud. Yesus lalu disebut Putra Daud. Hubungan Yusuf dan Maria lebih daripada suatu hubungan pertunangan. Hubungan mereka merupakan suatu hubungan perkawinan yang sah, walaupun pada mulanya mereka tidak pernah hidup sebagai suami istri. Kira- kira selama satu tahun, mereka tidak pernah hidup bersama di bawah satu atap. Ketika Maria mengandung secara ajaib oleh Kuasa Roh Kudus, Yusuf bingung dan bermaksud meninggalkan Maria secara diam- diam. Namun Yusuf yang saleh itu tidak percaya akan godaan kebingungan dan kecurigaan terhadap Maria yang sedang hamil itu. Matius dalam injilnya mengatakan bahwa Yusuf memutuskan untuk meninggalkan Maria secara diam- diam (Mat1:19).

Sehubungan dengan itu, selanjutnya Matius mengatakan bahwa Allah mengutus seorang malaikat untuk menerangkan kepada Yusuf bahwa anak yang ada di dalam rahim Maria sesungguhnya berasal dari Roh Kudus. Oleh kunjungan malaikat Allah itu dan setelah merenungkan pesan yang disampaikan, Yusuf tanpa ragu- ragu mengambil Maria sebagai istrinya dan mulai tinggal serumah (Mat1:24). Untuk menghindari salah pengertian, Matius selanjutnya mengatakan bahwa Yusuf bukanlah ayah kandung Yesus. Matius berkata: œIa tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki- laki (Mat1:25). Kata sampai yang digunakan Matius menunjukkan bahwa Yusuf tidak bersetubuh dengan Maria sebelum Maria melahirkan anaknya. Kata itupun tidak berarti bahwa setelah Maria melahirkan Yesus, Yusuf bersetubuh dengan Maria. Kata- kata anaknya laki- laki, bahkan dikatakan anaknya yang sulung (Luk2:7) juga tidak berarti bahwa Maria mempunyai beberapa anak. Istilah itu adalah suatu istilah yang lazim dan sah untuk menamai setiap anak laki- laki pertama yang lahir dari suatu perkawinan, meskipun anak itu tidak mempunyai saudara dan saudari. Lukas dalam bab dua Injilnya menyebut Yusuf dan Maria sebagai orangtua Yesus (Luk2:27).

Menurut Matius, Yusuf adalah seorang tukang kayu (Mat13:55). Tentang riwayat hidupnya tidak banyak dikisahkan, tetapi diperkirakan Yusuf meninggal dunia sebelum Yesus tampil didepan umum untuk memulai karya Nya. Karena, ia tidak pernah disebut- sebut lagi selama kurun waktu penampilan Yesus itu. Salah satu bukti biblis untuk menunjukkan hal ini dapat ditemukan di dalam lukisan penginjil Yohanes tentang peristiwa penyerahan Maria kepada Yohanes, murid kesayangannya Yesus: Ketika Yesus melihat ibu Nya dan murid yang dikasihi Nya disampingnya, berkatalah Ia kepada Ibu Nya: Ibu, inilah anakmu, kesampingnya, berkatalah Ia kepada murid Nya: Inilah Ibumu! Dan sejak itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya (Yoh19:26 27). Teks ini menunjukkan bahwa pada waktu itu Maria sudah menjanda.

Cerita- cerita apokrif purba menggambarkan Yusuf sebagai seorang lelaki yang sudah tua, bahkan tua sekali. Cerita ini mau melukiskan bahwa pada waktu itu tak seorang pun menganggap Yusuf sebagai ayah kandung Yesus. Sebaliknya, kehamilan Maria dianggap sebagai suatu peristiwa yang memalukan bahkan merupakan skandal karena Yusuf suaminya sudah dikatakan tua sekali.

Cerita purba itu melukiskan Yusuf sebagai seorang duda yang mempunyai enam orang anak dari perkawinannya yang pertama. Kisah ini dimaksudkan untuk menerangkan bagian Injil yang melukiskan tentang saudara- saudara Yesus (Mat12:46; Yoh2:12; Yoh7:10). Keterangan yang sebenarnya ditemukan dalam makna kata bahasa Aram yang digunakan Yesus dan murid- murid Nya. Bahasa Aram menggunakan kata yang sama untuk melukiskan saudara- saudara dan sepupu- sepupu, dan para pengarang Injil mengetahui bahwa hal ini akan berarti dan dipahami oleh umat yang menjadi tujuan penulisan Injil bila mereka menunjuk kepada saudara- saudara Yesus. Yusuf dan Maria benar- benar menikah. Mereka memiliki hak- hak perkawinan secara penuh satu terhadap yang lain seperti lazimnya suami istri, walaupun mereka sendiri tidak menggunakan hak- hak itu. Alasan pokok teologis mengapa Yesus dilahirkan dari seorang Perawan adalah bahwa Pribadi kedua dalam Allah Tritunggal MahaKudus itu telah ada sejak kekal. Kelahiran Nya sebagai manusia melalui rahim Maria menunjukkan kehendak Allah untuk menjadi seorang anggota umat manusia dalam sebuah keluarga manusia. Yusuf meskipun bukan ayah Yesus dalam arti fisik dihubungkan dengan Yesus oleh persatuan rohaniah seorang ayah, kewibawaan dan pelayanan. Yesus termasuk anggota keluarga Yusuf dan hubungan itu diungkapkan dengan menggambarkan Yusuf sebagai ayah piara bahkan ayah Yesus yang sah.

Devosi kepada Santo Yusuf tidak dikenal gereja selama berabad-abad. Hal ini dilatarbelakangi oleh suatu kekhawatiran bahwa tekanan yang berlebihan pada kedudukan Yusuf dapat menimbulkan anggapan umum bahwa Yusuf adalah ayah kadung dari Yesus. Dalam praktek sekarang, Gereja menghormati Yusuf karena kekudusan dan martabat Maria sebagai Bunda Yesus, Putra Allah. Sri Paus Pius IX (1846- 1878) pada tanggal 8 Desember 1870 menetapkan Yusuf sebagai pelindung gereja universal. Dalam litani Santo Yusuf, yusuf dilukiskan sebagai pelindung bagi para buruh / karyawan, keluarga, para perawan, orang- orang sakit dan orang- orang yang telah meninggal. Ia juga dihormati sebagai tokoh doa dan kehidupan rohani, pelindung para fakir miskin, para penguasa, bapa- bapa keluarga, imam- imam dan kaum religius serta pelindung para penziarah.

Pada tahun 1937, Sri Paus Pius XI (1922- 1939) mengangkat Santo Yusuf sebagai pelindung pujangga Gereja melawan komunisme ateistik. Dan pada tahun 1961, Sri Paus Yohanes XXIII (1958-1963) memilih Yusuf sebagai pelindung surgawi Konsili Vatikan II. Nama Yusuf sendiri mulai dimasukkan dalam kanon misa pada tahun 1962.

Pada abad ke delapan dan kesembilan, pada tanggal 19 Maret ditentukan sebagai hari raya utama santo Yusuf. Pada tahun 1955, Sri Paus Pius XII (1939- 1958) memaklumkan pesta Santo Yusuf pekerja yang dirayakan pada tanggal 1 Mei. Pesta ini menekankan martabat pekerjaan dan keteladanan Santo Yusuf sebagai pekerja dan untuk menyetakan kembali keikutsertaan Gereja dalam karya penyelamatan Allah.