Minggu, 25 Februari 2029
Hari Minggu Prapaskah II
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Kejadian 12:1-4a
Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lotpun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.
Mazmur Tanggapan Mazmur 33:4-5,18-20,22
Bacaan Kedua 2 Timotius 1:8b-10
Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah. Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.
Bacaan Injil Matius 17:1-9
Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia. Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia." Mendengar itu tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat ketakutan. Lalu Yesus datang kepada mereka dan menyentuh mereka sambil berkata: "Berdirilah, jangan takut!" Dan ketika mereka mengangkat kepala, mereka tidak melihat seorangpun kecuali Yesus seorang diri. Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka: "Jangan kamu ceriterakan penglihatan itu kepada seorangpun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati."
Renungan
Berangkat pada Usia 75
Pada usia tujuh puluh lima tahun, kebanyakan orang sedang berkemas untuk berhenti. Rumah sudah tetap, kebiasaan sudah mengendap, peta hidup sudah hafal di luar kepala. Justru pada usia itulah Abram menerima perintah yang mengguncang: pergilah dari negerimu, dari sanak saudaramu, dari rumah bapamu, ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.
Perhatikan, negeri itu belum disebut namanya. Akan Kutunjukkan, kata Allah. Abram diminta berangkat dengan alamat yang baru akan diberitahukan di jalan. Dan ayat berikutnya hanya berkata pendek: lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya. Tanpa tawar-menawar. Iman ternyata bukan soal mengetahui semua jawaban, melainkan berani melangkah bersama Dia yang tahu.
Injil hari ini membawa kita ke gunung yang tinggi. Minggu lalu kita mendengar Petrus mengaku: Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Kini pengakuan itu diberi penglihatan: wajah Yesus bercahaya seperti matahari, Musa dan Elia hadir, dan suara Bapa terdengar dari awan: Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.
Reaksi Petrus sangat manusiawi: Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini, biarlah kudirikan tiga kemah. Petrus ingin menetap di puncak yang indah, mengabadikan saat bahagia, dan tidak turun lagi. Tetapi kemah itu tidak jadi didirikan. Yesus menyentuh mereka, berkata jangan takut, lalu mengajak mereka turun. Di kaki gunung, jalan menuju Yerusalem dan salib sudah menunggu.
Abram diminta berangkat, Petrus diminta turun. Dua arah yang tampak berbeda, satu pelajaran yang sama: Allah tidak membiarkan kita menetap terlalu lama, baik dalam kemapanan maupun dalam kenyamanan rohani. Iman selalu berbentuk perjalanan.
Paulus menuliskan bekalnya kepada Timotius: Allah menyelamatkan dan memanggil kita bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri. Kita berangkat bukan karena kuat, melainkan karena dipanggil dan disertai.
Minggu kedua Prapaskah ini bertanya: di mana kita sedang mendirikan kemah dan enggan beranjak? Kenyamanan mana yang diam-diam menghalangi panggilan Tuhan: pekerjaan, kebiasaan lama, atau bahkan cara berdoa yang tidak pernah bertumbuh?
Tuhan, seperti Abram, buatlah aku berani berangkat, dan seperti para murid, buatlah aku rela turun gunung untuk mengikuti Engkau sampai ke Yerusalem. Amin.
Invitatorium
MINGGU II PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Minggu Prapaskah Kedua
MADAH
Pada hari ini, hari pertama,
PSALMODI
Ant. 1 Tuhan, Allah kami, dalam kemuliaan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah.
Mazmur 104
Nyanyian Pujian kepada Allah Sang Pencipta
Berada dalam Kristus berarti menjadi ciptaan yang sama sekali baru. Yang lama sudah lenyap, kini semuanya dijadikan baru (2 Korintus 5:17).
Ant. Tuhan, Allah kami, dalam kemuliaan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah.
Ant. 2 Tuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia.
Ant. Tuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia.
Ant. 3 Tuhan memandang segala yang telah Dia buat dan melihat bahwa itu sangat baik.
Ant. Tuhan memandang segala yang telah Dia buat dan melihat bahwa itu sangat baik.
BACAAN
RESPONSORIUM Mazmur 114:1, 2; Keluaran 13:21
RESPONSORIUM Ibrani 12:22, 24, 25; Mazmur 95:8
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
MINGGU II PAGI
Mazmur 94 (95)
Antifon
Madah
Antifon 1
Mazmur 117 (118)
Antifon 1
Antifon 2
Dan 3 : 52-57
(Kemuliaan tidak diucapkan)
Antifon 2
Antifon 3
Mazmur 150
Antifon 3
Bacaan Singkat (Neh 8 : 9, 10)
Antifon Kidung
Kidung Zakaria (Luk 1 : 68-79)
Antifon Kidung
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
MINGGU II SIANG
Madah
Antifon 1
Mazmur 22 (23)
Antifon 1
Antifon 2
Mazmur 75 (76)
Antifon 2
Antifon 3
Antifon 3
Bacaan Singkat (1Tes 4 : 1, 7)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
MINGGU II SORE I
Madah
Antifon 1
Mazmur 118 (119) : 105-112
Antifon 1
Antifon 2
Mazmur 15 (16)
Antifon 2
Antifon 3
Flp 2 : 6-11
Antifon 3
Bacaan Singkat (2Kor 6 : 1-4a)
Antifon Kidung
Kidung Maria (Luk 1 : 46-55)
Antifon Kidung
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU II
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat (Why 22,4-5)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Walburga
Abbas
Walburga lahir pada tahun 710 di Devonshire, Inggris, Saudari Santo Winebald dan Willibald ini masih mempunyai hubungan keluarga dengan Santo Bonifasius yang dikenal sebagai “Rasul Bangsa Jermanâ.
Ketika berumur 11 tahun, Walburga dididik di biara Benediktin, Wimborne di Dorsetshire, Inggris. Kemudian dia diterima sebagai anggota biara itu. Ia tetap tinggal di biara Wimborne sampai tahun 748 sambil membantu santo Bonifisius mendirikan biara biara di beberapa daerah Jerman yang baru di Kristenkan. Kemudian ia pergi ke Jerman dan menjadi Abbas untuk para biarawati yang mendiami biara Benediktin di Heidenheim yang didirikan oleh saudaranya Santo Winebald. Sesudah Winebald meninggal dunia pada tahun 761, Walburga menjadi abbas untuk seluruh biara yang ada di Jerman. Ia melayani biara biara ini hingga kematiannya pada tahun 779 di Heidenheim, Jerman.
Semenjak abad ke sembilan, nama Walburga terkenal luas di kalangan umat Jerman karena semacam minyak pengobatan penyakit, yang mengalir dari batu padas di bawah tempat duduknya di Gereja Salib Suci Eichstatt, Jerman. Minyak ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit.