Minggu, 18 Februari 2029
Hari Minggu Prapaskah I
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama 1 Petrus 5:1-4
Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak. Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.
Mazmur Tanggapan Mazmur 23:1-6
Bacaan Injil Matius 16:13-19
Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."
Renungan
Kata Orang, Kata Kita
Tentang diri kita, selalu ada dua berkas keterangan. Yang pertama: kata orang. Yang kedua: kenyataan kita. Keduanya jarang persis sama. Kata orang bisa lebih bagus, bisa lebih buruk, dan hampir selalu lebih dangkal.
Di Kaisarea Filipi Yesus mengajukan dua pertanyaan bertingkat. Yang pertama mudah: kata orang, siapakah Anak Manusia itu? Murid-murid menjawab lancar, seperti orang melaporkan hasil dengar-dengaran. Ada yang bilang Yohanes Pembaptis, ada yang bilang Elia, ada yang bilang Yeremia. Semua jawaban itu terhormat, dan semuanya meleset.
Lalu pertanyaan kedua turun seperti anak tangga ke ruang paling pribadi: tetapi apa katamu, siapakah Aku ini? Di sini tidak ada lagi tempat bersembunyi di balik kutipan. Iman tidak bisa diwakilkan. Orang bisa mewarisi agama dari orang tuanya, tetapi tidak bisa mewarisi jawaban atas pertanyaan itu. Setiap orang harus menjawab dengan mulutnya sendiri.
Simon menjawab: Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Dan Yesus menyingkapkan rahasianya: bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Pengakuan iman yang sejati bukan hasil kepintaran, melainkan buah keterbukaan pada rahmat. Di atas pengakuan itu, di atas Petrus si batu karang, Yesus mendirikan jemaat-Nya.
Minggu pertama Prapaskah adalah saat yang tepat mendengar pertanyaan itu diarahkan kepada kita. Empat puluh hari ini seperti retret panjang, dan setiap retret yang jujur dimulai dari pertanyaan dasar: bagi saya, siapakah Yesus sebenarnya? Sekadar tokoh sejarah? Kebiasaan keluarga? Pintu darurat di saat susah? Atau sungguh Mesias, Anak Allah yang hidup, poros tempat seluruh hidup saya berputar?
Jawaban itu tidak berhenti di bibir. Petrus dalam suratnya menunjukkan buahnya: gembalakanlah kawanan domba Allah, jangan dengan paksa, jangan mencari keuntungan, jadilah teladan. Orang yang sungguh mengenal Kristus perlahan menjadi serupa dengan Dia: memimpin dengan melayani, kuat tanpa menindas.
Pekan ini, cobalah berdiam sejenak setiap malam dan biarkan pertanyaan itu berbunyi: apa katamu, siapakah Aku ini? Jangan buru-buru menjawab dengan hafalan. Biarkan hati mencari kata-katanya sendiri.
Tuhan Yesus, singkapkanlah diri-Mu kepadaku, agar aku mengenal-Mu bukan dari kata orang, melainkan dari perjumpaan pribadi dengan-Mu. Amin.
Invitatorium
MINGGU I PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Pesta Takhta Santo Petrus, Rasul
MADAH
Iman para Bapa! iman dan doa
Ant. 1 Petrus berkata: Allah telah membangkitkan dan memuliakan Yesus ini, yang kamu salibkan.
Ant. Petrus berkata: Allah telah membangkitkan dan memuliakan Yesus ini, yang kamu salibkan.
Ant. 2 Tuhan telah mengutus malaikat-Nya untuk membebaskan aku dari kuasa Herodes.
Mazmur 64
Doa memohon pertolongan melawan musuh
jagalah hidupku dari ketakutan akan musuh.
Ant. Tuhan telah mengutus malaikat-Nya untuk membebaskan aku dari kuasa Herodes.
Ant. 3 Tiba-tiba awan terang menaungi mereka, dan suara Bapa terdengar: Inilah Putra-Ku yang terkasih.
Mazmur 97
Kemuliaan Tuhan dalam ketetapan-ketetapan-Nya bagi dunia
biarlah semua pesisir bersukacita.
Ant. Tiba-tiba awan terang menaungi mereka, dan suara Bapa terdengar: Inilah Putra-Ku yang terkasih.
BACAAN
RESPONSORIUM Lukas 22:32; Matius 16:17b
RESPONSORIUM
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
MINGGU I PAGI
Mazmur 94 (95)
Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kami.
Ant. Marilah kami menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kami.
Madah
Ant.1: Aku akan memuji Engkau seumur hidupku, ya Tuhan, dan menadahkan tangan kepada-Mu.
Mazmur 62
Ya Allah, Engkaulah Allahku,*
aku mencari Engkau.
Ant.1: Aku akan memuji Engkau seumur hidupku, ya Tuhan, dan menadahkan tangan kepada-Mu.
Ant.2: Pujilah dan luhurkanlah Tuhan selama-lamanya.
Ant.2: Pujilah dan luhurkanlah Tuhan selama-lamanya.
Ant.3: Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.
Mazmur 149
Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*
pujilah Dia dalam himpunan umat-Nya.
Ant.3: Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.
Ant.Kidung: Yesus dibawa oleh Roh kudus ke padang gurun untuk digodai setan. Setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, Ia merasa lapar.
Kidung Zakaria (Luk 1:68-79)
Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ant.Kidung: Yesus dibawa oleh Roh kudus ke padang gurun untuk digodai setan. Setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, Ia merasa lapar.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
MINGGU I SIANG
Madah
Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya.
Mazmur 117 (118)
Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya.
Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku.
Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku.
Ant.3: Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku.
Ant.3: Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku.
Bacaan Singkat: (1Tes 4,1.7)
Doa Penutup:
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
MINGGU I SORE II
MADAH
Ant.1: Ya Tuhan, terimalah kami, yang dengan rendah hati menyesali dosa, dan sudilah kiranya menerima persembahan kami ini.
Ant.1: Ya Tuhan, terimalah kami, yang dengan rendah hati menyesali dosa, dan sudilah kiranya menerima persembahan kami ini.
Ant.2: Apabila kamu berseru, niscaya Tuhan akan menjawab. Kalau kamu memanggilNya, Ia akan menyahut: Aku hadir di sini.
Mazmur 113
Ant.2: Apabila kamu berseru, niscaya Tuhan akan menjawab. Kalau kamu memanggilNya, Ia akan menyahut: Aku hadir di sini.
Ant.3: Kristus sudah mati karena dosa kita, yang tak bersalah bagi orang-orang yang bersalah, untuk menghantar kita kepada Allah. Kristus telah menderita kematian di dunia ini, tetapi Allah sudah menghidupkanNya di dalam Roh.
1Petr 2,21-24
Ant.3: Kristus sudah mati karena dosa kita, yang tak bersalah bagi orang-orang yang bersalah, untuk menghantar kita kepada Allah. Kristus telah menderita kematian di dunia ini, tetapi Allah sudah menghidupkanNya di dalam Roh.
Bacaan Singkat: (1Kor 9,24-25)
Ant.Kidung: Jagalah kami, penyelamat kekal, jangan sampai kami terjerat oleh penggoda yang licik, sebab Engkaulah yang menjadi penolong kami.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Jagalah kami, penyelamat kekal, jangan sampai kami terjerat oleh penggoda yang licik, sebab Engkaulah yang menjadi penolong kami.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup:
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU II
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat (Why 22,4-5)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Flavianus
Uskup dan Martir
Flavianus dikenal sebagai Patriakh Konstantinopel (sekarang: Istambul) pada tahun 447. Ia memimpin gereja selama dua tahun yang sarat dengan banyak masalah. Suatu ketika, Chrysapius, seorang pengawal kepercayaan Kaisar Teodosius mengajukan permohonan kepada Flavianus agar menyerahkan kepada kaisar sejumlah perhiasan dan intan berlian dari harta kekayaan Gereja. Flavianus terkejut mendengar permintaan yang aneh itu, dan dengan tegas menolak memenuhinya. Sebagai gantinya, ia mengirimkan satu bingkisan roti yang telah diberkati untuk menunjukkan kepada kaisar kedalaman cinta kasihnya kepada Yesus. Penolakan Flavianus ini menimbulkan pertentangan antara Flavianus dengan Chrysapius dan Kaisar sendiri.
Sementara perkara ini belum tuntas, Flavianus dihadapkan lagi pada bidaah yang diajarkan Eutyches, seorang pertapa. Eutyches menyangkal adanya kodrat Kristus, yang Ilahi sekaligus manusiawi. Flavianus bereaksi keras terhadap ajaran bidaah ini. Ia segera mengundang satu sinode di Konstantinopel pada tahun 448 untuk mengekskomunikasikan Eutyches. Sri Paus Santo Leo I mendukung Flavianus dengan mengirimkan sepucuk surat dogmatik yang berisi penjelasan tentang kodrat Kristus, yang sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia, seperti yang diwariskan oleh para Rasul.
Pada tahun yang sama pula, Dioscorus, Patriakh Aleksandria memimpin sebuah sinode tandingan untuk membela Eutyches dan menghukum Flavianus. Karena Flavianus dengan keras menentang sinode gelap itu, ia diserang dan disiksa dengan kejam, lalu dibuang ke Lydia hingga kematiannya. Jenazahnya dimakamkan di Konstantinopel oleh Kaisar pengganti Teodosius. Sedangkan Chrysapius dihukum mati oleh kaisar baru itu karena ia sering menyalahgunakan kuasanya untuk menindas gereja.