Minggu, 21 Januari 2029
Minggu II Masa Biasa
Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Yesaya 8:23b-9:3
(8-23) Tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terimpit itu. Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain. (9-1) Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. (9-2) Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan.
Mazmur Tanggapan Mazmur 27:1,4,13-14
Bacaan Kedua 1 Korintus 1:10-13,17
Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir. Sebab, saudara-saudaraku, aku telah diberitahukan oleh orang-orang dari keluarga Kloe tentang kamu, bahwa ada perselisihan di antara kamu. Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus. Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus? Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.
Bacaan Injil Matius 4:12-23
Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea. Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, -- bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang." Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia. Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
Renungan
Kristus Tidak Terbagi
Di warung kopi kampung, perkara yang paling awet bukan kopinya, melainkan perdebatannya. Soal bola, soal pemilihan lurah, soal tokoh idola. Orang rela bermusuhan bertahun-tahun demi membela tokoh yang bahkan tidak mengenal nama mereka.
Ternyata penyakit itu tua sekali. Jemaat Korintus, baru beberapa tahun mengenal Injil, sudah pecah dalam golongan. Aku dari golongan Paulus. Aku dari golongan Apolos. Aku dari golongan Kefas. Bahkan ada yang memakai nama paling suci sebagai bendera golongan: aku dari golongan Kristus.
Paulus menjawab bukan dengan basa-basi, melainkan dengan tiga pertanyaan menohok. Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus? Ia sendiri disebut-sebut sebagai panutan golongan, dan justru ia yang paling keras menolak. Ia tahu, begitu nama pelayan lebih besar daripada nama Tuannya, salib mulai menjadi sia-sia.
Mengapa manusia gemar bergolongan? Karena golongan memberi rasa aman. Ada kawan, ada lawan, ada tempat berdiri. Tetapi rasa aman itu palsu, sebab dibangun dari garis pemisah, bukan dari kasih. Dan setiap garis pemisah di dalam Gereja menyayat tubuh yang sama: tubuh Kristus.
Injil hari ini memperlihatkan arah yang berlawanan. Di Galilea, wilayah campuran yang dipandang sebelah mata oleh orang pusat, Yesus menjadi terang bagi bangsa yang berjalan dalam kegelapan. Lalu Ia memanggil empat nelayan menjadi satu kelompok kecil. Kelak kelompok itu memuat pemungut cukai dan orang Zelot sekaligus, dua kutub yang di luar sana saling membenci. Di dalam Yesus, orang-orang yang mustahil rukun dijadikan saudara.
Kita perlu jujur bertanya: garis apa yang diam-diam kita tarik? Antara umat lama dan pendatang baru. Antara lingkungan yang rajin dan yang jarang muncul. Antara kelompok yang cara doanya kita anggap paling benar dan yang lain. Kita bisa fasih mengucap satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, sambil merawat sekat-sekat kecil seperti merawat pagar rumah sendiri.
Kristus tidak terbagi-bagi. Yang sering terbagi adalah kita, dan Ia terus bekerja menyatukan apa yang kita pisahkan.
Pekan ini, adakah satu sekat yang bisa mulai kita bongkar? Satu sapaan kepada orang yang bukan golongan kita mungkin sudah cukup untuk memulai.
Tuhan Yesus, Engkau satu dan tak terbagi. Sembuhkanlah kegemaranku menarik garis, dan jadikanlah aku perekat di dalam tubuh-Mu. Amin.
Invitatorium
MINGGU II PAGI
Pembukaan
Ant. Datanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Datanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Minggu dalam Masa Biasa
MADAH
Ant. 1 Tuhan, Allah kami, dengan kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, diselubungi cahaya bagaikan jubah, alleluya.
Mazmur 104
Nyanyian Pujian kepada Allah Pencipta
Berada dalam Kristus berarti menjadi ciptaan yang sama sekali baru. Segala yang lama telah berlalu, kini segala sesuatu dijadikan baru (2 Korintus 5:17).
Ant. Tuhan, Allah kami, dengan kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, diselubungi cahaya bagaikan jubah, alleluya.
Ant. Tuhan, Allah kami, dengan kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, diselubungi cahaya bagaikan jubah, alleluya.
Ant. Tuhan, Allah kami, dengan kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, diselubungi cahaya bagaikan jubah, alleluya.
Ant. Tuhan, Allah kami, dengan kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, diselubungi cahaya bagaikan jubah, alleluya.
Ant. Tuhan, Allah kami, dengan kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, diselubungi cahaya bagaikan jubah, alleluya.
Ant. Tuhan, Allah kami, dengan kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, diselubungi cahaya bagaikan jubah, alleluya.
Ant. 2 Tuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.
Ant. Tuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.
Ant. Tuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.
Ant. Tuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.
Ant. Tuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.
Ant. Tuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.
Ant. 3 Tuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
Ant. Tuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
Ant. Tuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
Ant. Tuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
Ant. Tuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
Ant. Tuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
Ant. Tuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
Ant. Tuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
Ant. Tuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM Ulangan 10:17; 1:17
RESPONSORIUM Lihat Efesus 4:1, 3-4
TE DEUM
DOA PENUTUP
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan. Alleluya.
Mazmur 117 (118)
Ant.1: Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan. Alleluya.
Ant.2: Marilah kita memuji Allah kita. Alleluya.
Dan 3,52-57
(Kemuliaan tidak diucapkan)
Ant.2: Marilah kita memuji Allah kita. Alleluya.
Ant.3: Pujilah Tuhan karena kemuliaanNya yang besar. Alleluya.
Mazmur 150
Ant.3: Pujilah Tuhan karena kemuliaanNya yang besar. Alleluya.
Bacaan Singkat (Yeh 36,25-27)
Lagu Singkat
Ant.Kidung (Mi II): Para murid datang dan melihat tempat Yesus tinggal. Hari itu mereka tinggal bersama Yesus.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Para murid datang dan melihat tempat Yesus tinggal. Hari itu mereka tinggal bersama Yesus.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
MINGGU II SIANG
Madah
Ant.1: Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, alleluya.
Mazmur 22 (23)
Ant.1: Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, alleluya.
Ant.2: Di Israel nama Tuhan termasyhur, alleluya.
Mazmur 75 (76)
Ant.2: Di Israel nama Tuhan termasyhur, alleluya.
Ant.3: Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, alleluya.
Ant.3: Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, alleluya.
Bacaan singkat (Rom 8,26)
Madah
Ant.1: Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.
Ant.1: Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.
Ant.2: Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Ant.2: Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Ant.3: Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar. Alleluya.
Ant.3: Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar. Alleluya.
Bacaan singkat (2Tes 2,13-14)
Ant.Kidung (Mi II): Ada perkawinan di Kana Galilea. Yesus dan Maria ibuNya hadir juga.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Ada perkawinan di Kana Galilea. Yesus dan Maria ibuNya hadir juga.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
MINGGU II SORE II
Madah
Ant.1: Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.
Ant.1: Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.
Ant.2: Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Ant.2: Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Ant.3: Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar. Alleluya.
Ant.3: Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar. Alleluya.
Bacaan singkat (2Tes 2,13-14)
Ant.Kidung (Mi II): Ada perkawinan di Kana Galilea. Yesus dan Maria ibuNya hadir juga.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Ada perkawinan di Kana Galilea. Yesus dan Maria ibuNya hadir juga.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU II
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat (Why 22,4-5)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
S. Agnes
Perawan dan Martir · ± 291-304
Agnes adalah seorang gadis Roma dari keluarga Kristen yang berada, lahir sekitar tahun 291. Namanya menyerupai kata Latin agnus yang berarti anak domba, dan kata Yunani yang berarti murni; keduanya melekat pada kisah hidupnya. Sejak kecil ia mempersembahkan dirinya seutuhnya kepada Kristus.
Kecantikan dan kekayaannya membuat banyak pemuda terpandang melamarnya, tetapi ia menolak semuanya sambil berkata bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya mempelainya. Para pelamar yang tersinggung lalu melaporkannya kepada penguasa sebagai pengikut Kristus, pada masa penganiayaan orang Kristen. Di hadapan pengadilan, Agnes yang masih belia diancam, dihina, dan hendak dipermalukan, namun ia tetap teguh dan tenang.
Ia dihukum mati sekitar tahun 304 dalam usia dua belas atau tiga belas tahun. Keberaniannya yang luar biasa pada usia semuda itu membuat namanya cepat dihormati di seluruh Gereja. Ia dimakamkan di tepi Via Nomentana di Roma, dan di atas makamnya kini berdiri Basilika Sant'Agnese fuori le Mura.
Setiap tahun pada pestanya, dua ekor anak domba diberkati di Roma, dan dari bulunya ditenun kain pallium bagi para uskup agung, kenangan akan sang gadis martir.
Pelindung: para gadis, kemurnian, dan korban kekerasan.
Santa Agnes
Perawan dan martir
Agnes hidup tahun 291-304. Ia terkenal sangat cantik dan simpatik. Tidaklah mengherankan bila banyak pemuda yang jatuh hati padanya dan bertekad mengawininya. Tetapi apa yang dialami pemuda pemuda itu? Mereka menyesal, kecewa bahkan marah karena lamaran mereka ditolak. Agnes, gadis rupawan itu berkaul tidak mau menikah karena ia telah berjanji untuk tetap perawan dan setia kepada Kristus yang mencintainya. Pemuda pemuda frustasi itu melaporkan Agnes kepada pengadilan Romawi dengan mengungkapkan identitasnya sebagai seorang penganut agama Kristen.
Dihadapan pengadilan Romawi, Agnes diuji, ditakut takuti bahkan dituduh menjalani kehidupan sebagai seorang pelacur. Ia diancam dengan hukuman mati dan dipaksa membawakan kurban kepada dewa dewa kafir Romawi. Tetapi Agnes tidak gentar sedikitpun menghadapi semua ancaman dan siksaan itu. Ia dengan gagah berani menolak segala tuduhan atas dirinya dan mempertahankan kemurnianya. Belenggu yang dikenakan pada tangannya terlepas dengan sendirinya. Bagi dia Kristus adalah segala-galanya. Dia yakin Kristus menyertainya dan tetap menjaga dirinya dari segala siksaan atas dirinya.
Akhirnya tiada jalan lain untuk menaklukkan Agnes selain membunuh dia dengan pedang. Kepalanya dipenggal setelah dia berdoa kepada Yesus, mempelainya. jenazahnya di kebumikan di jalan Nomentana. Kemudian diatas kuburnya didirikan sebuah gereja untuk menghormatinya.
Agnes dilukiskan sedang mendekap seekor anak domba (Agnus), lambang kemurnian, memegang daun palem sebagai lambang keberanian. Pada hari pestanya setiap tahun, dua ekor anak domba disembelih di Gereja santa Agnes di jalan Nomentana. Bulu domba itu dikirim kepada Sri Paus untuk diberkati dan dipakai untuk membuat hiasan atau mantel. Hiasan dan mantel itu kemudian dikembalikan kepada Uskup Agung dari Gereja itu untuk dipakai sebagai simbol kekuasaannya.
Santo Fruktuosus
dkk: Augurius dan Eulogius, martir
Fruktuosus adalah Uskup Tarragona, Spanyol. Pada suatu hari minggu di tahun 259. Beberapa tentara Romawi memanggilnya bersama Augurius dan Eulogius, kedua diakonnya untuk menghadap pengadilan kaisar. Mereka selanjutnya dipenjarakan. Kejadian ini menggemparkan seluruh umat. Namun ketiga saksi Kristus ini menggangap peristiwa pemenjaraan atas diri mereka sebagai suatu pengalaman keikutsertaan mereka dalam sengsara Kristus dan kesempatan emas untuk memberi kesaksian iman. Dalam penjara itu, Uskup Fruktuosus berhasil mempertobatkan seorang narapidana bernama Rogasianus.
Kepada Fruktuosus gubernur bertanya: Tidak taukah tuan peraturan Kaisar mengenai penghormatan kepada dewa-dewa, dengan tegas Uskup Fruktuosus menjawab, Tidak, saya seorang Kristen. Saya hanya menyembah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, laut dan segala sesuatu yang ada didalamnya.
Gubernur juga menanyai Augurius dan Eulogius, Engkau juga menyembah Fruktuosus tanya Gubernur kepada Eulogius, dan ia menjawab, Saya bukan menyembah Fruktuosus, melainkan Allah yang Mahatinggi.
Gubernur ternyata tidak berdaya menghadapi tiga saksi Iman yang berani itu. Akhirnya Fruktuosus bersama kedua diakonnya dijatuhi hukuman mati pada tahun 259. Mereka dibakar hidup-hidup.