Jumat, 8 Desember 2028
Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Kejadian 3:9-15,20
Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi." Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?" Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan." Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.
Mazmur Tanggapan Mazmur 98:1-4
Bacaan Kedua Efesus 1:3-6,11-12
Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan--kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya-- supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.
Bacaan Injil Lukas 1:26-38
Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
Renungan
Perempuan yang Utuh
Setiap kali seorang bayi lahir, ada satu pertanyaan diam yang menyertai sukacita: dunia macam apa yang akan ia warisi? Sebab tidak ada anak yang lahir di ruang hampa. Ia mewarisi bahasa, luka, dosa, dan sejarah orang-orang sebelumnya. Tidak ada yang mulai dari nol.
Kecuali satu. Hari ini Gereja merayakan Santa Perawan Maria yang Dikandung Tanpa Noda. Ajaran ini kerap disalahpahami seolah tentang bagaimana Yesus dikandung. Bukan. Ini tentang awal hidup Maria sendiri: sejak saat pertama keberadaannya, ia dijaga bebas dari dosa asal, disiapkan menjadi kediaman yang pantas bagi Putra Allah.
Bacaan pertama membawa kita jauh ke belakang, ke taman itu. Adam bersembunyi, lalu menuding, "perempuan yang Kautempatkan di sisiku". Dosa selalu berakhir dengan telunjuk yang menunjuk orang lain. Tetapi di tengah kutuk itu terselip janji: keturunan perempuan akan meremukkan kepala ular. Sejak Kejadian, Allah sudah menyiapkan seorang perempuan yang jawabannya akan membalik jawaban Hawa.
Dan jawaban itu datang di Nazaret. Kepada Maria yang terkejut, malaikat berkata, "Jangan takut, sebab engkau beroleh kasih karunia." Maria tidak menuding siapa pun. Ia bertanya jujur, "Bagaimana hal itu mungkin terjadi?" lalu menyerahkan diri: "Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu."
Paulus menolong kita memahami maknanya bagi kita sendiri. "Di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya." Apa yang penuh dalam diri Maria adalah panggilan yang juga ditujukan kepada kita, meski melalui jalan yang berbeda. Ia buah sulung dari kekudusan yang dijanjikan bagi seluruh umat.
Maka pesta hari ini bukan tentang seorang perempuan yang begitu tinggi sampai tak tergapai. Ia justru menjadi tanda bahwa kekudusan itu mungkin, bahwa rahmat bisa menang atas dosa sejak saat yang paling awal. Yang penuh dalam diri Maria adalah janji tentang ke mana kita semua sedang diarahkan.
Maria bukan sekadar teladan yang jauh dan sempurna sehingga mustahil ditiru. Ia bukti bahwa rahmat Allah sanggup membuat manusia utuh. Bila Allah bisa menjaga satu perempuan tetap penuh sejak awal, mungkinkah kita masih terlalu cepat berkata bahwa diri kita sudah terlanjur rusak untuk diperbaiki?
Tuhan, Engkau memilih kami sebelum dunia dijadikan. Melalui teladan Bunda Maria yang berkata jadilah, ajarilah kami percaya bahwa rahmat-Mu sanggup memulihkan yang kami kira sudah terlanjur. Amin.
Invitatorium
JUMAT I PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk 18 Desember, Kamis dalam Pekan Adven ke-3
MADAH
O datanglah, O datanglah, Imanuel
Ant. 1 Pandanglah kami, Tuhan, dan lihatlah betapa kami dihina.
Mazmur 89:39-53
Ratapan atas kejatuhan dinasti Daud
Ia telah membangkitkan bagi kita seorang Juruselamat yang perkasa, lahir dari keturunan Daud, hamba-Nya (Lukas 1:69).
Ant. Pandanglah kami, Tuhan, dan lihatlah betapa kami dihina.
Ant. 2 Akulah akar dan keturunan Daud; Akulah bintang pagi.
Ant. Akulah akar dan keturunan Daud; Akulah bintang pagi.
Ant. 3 Tahun-tahun kami layu seperti rumput, tetapi Engkau, Tuhan Allah, kekal.
Mazmur 90
Semoga kami hidup dalam cahaya Allah
Tidak ada waktu bagi Allah: seribu tahun, satu hari: semuanya sama (2 Petrus 3:8).
Ant. Tahun-tahun kami layu seperti rumput, tetapi Engkau, Tuhan Allah, kekal.
BACAAN
RESPONSORIUM Yesaya 46:12,13
RESPONSORIUM Kisah Para Rasul 4:12; Yesaya 9:6
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
JUMAT I PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kami menyembah Tuhan, raja yang akan datang.
MAZMUR 94 (95)
bersorak-sorai bagi penyelamat kami.
Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,
Ant. Marilah kami menyembah Tuhan, raja yang akan datang.
Madah
Ant.1: Ya Tuhan, terimalah kurban sejati di atas mezbah-Mu.
Mazmur 50
Ant.1: Ya Tuhan, terimalah kurban sejati di atas mesbah-Mu.
Ant.2: Seluruh keturunan Israel dinyatakan benar oleh Tuhan dan dimuliakan.
Aku tidak berbicara sembunyi-sembunyi,*
‘sia-sialah Engkau mencari Aku’.*
Ant.2: Seluruh keturunan Israel dinyatakan benar oleh Tuhan dan dimuliakan.
Ant.3: Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria.
Mazmur 99
Ant.3: Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria.
Bacaan Singkat (Yer 30:21-22)
Ant.Kidung: Sungguh Allah akan datang sebagai putera Daud. Ia akan menjadi raja, Alleluya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Sungguh Allah akan datang sebagai putera Daud. Ia akan menjadi raja, Alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
JUMAT I SIANG
Madah
Ant.1: Dengan rajin kuikuti perintah-Mu, sebab Engkau melapangkan hatiku.
Mazmur 118 (119),25-32
Ant.1: Dengan rajin kuikuti perintah-Mu, sebab Engkau melapangkan hatiku.
Ant.2: Kepada Tuhan aku percaya, tiada aku goyah.
Mazmur 25 (26)
Ant.2: Kepada Tuhan aku percaya, tiada aku goyah.
Ant.3: Kepada Tuhan hatiku percaya, dan aku tertolong.
Ant.3: Kepada Tuhan hatiku percaya, dan aku tertolong.
Bacaan singkat (Kol 3,12-13)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
JUMAT I SORE
Madah
Ant.1: Sembuhkanlah aku, Tuhan, sebab aku berdosa terhadap-Mu.
Mazmur 40
Tuhan membahagiakannya di bumi,*
tetapi hatinya memikirkan kejahatan,*
Ant.1: Sembuhkan aku, Tuhan, sebab aku berdosa terhadap-Mu.
Ant.2: Tuhan semesta alam menyertai kami, benteng kuatlah bagi kami Allah Yakub.
Mazmur 45
busur dipatahkan-Nya, tombak diremukkan-Nya,*
Ant.2: Tuhan semesta alam menyertai kami, benteng kuatlah bagi kami Allah Yakub.
Ant.3: Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan.
semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapan-Mu,*
Ant.3: Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan.
Ant.Kidung: Dari Mesir kupanggil Putera-Ku. Ia akan datang untuk menyelamatkan bangsa-Nya.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Dari Mesir kupanggil Putera-Ku. Ia akan datang untuk menyelamatkan bangsa-Nya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - JUMAT
Doa Tobat
Madah
Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 87 (88)
Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat (Yer 14,9)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda
Hari Raya · Didogmakan 1854
Hari Raya ini merayakan iman Gereja bahwa Santa Perawan Maria, sejak saat pertama ia dikandung dalam rahim ibunya, dibebaskan dari segala noda dosa asal. Ini adalah karunia istimewa yang diberikan Allah kepadanya demi jasa Yesus Kristus, dengan memandang ke depan pada penebusan yang akan dikerjakan Putranya. Perlu dibedakan: perayaan ini bukan tentang cara Yesus dikandung, melainkan tentang Maria sendiri yang dikandung tanpa noda oleh Yoakim dan Anna.
Dasar iman ini bergema dalam sapaan malaikat Gabriel: Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau (Luk 1:28). Maria disapa sebagai yang penuh rahmat, sepenuhnya suci dan pantas menjadi kediaman Sang Sabda. Doktrin ini diperdebatkan para teolog selama berabad-abad pada Abad Pertengahan sebelum akhirnya dirumuskan secara pasti.
Pada 8 Desember 1854, Paus Pius IX melalui Konstitusi Apostolik Ineffabilis Deus memaklumkan Maria Dikandung Tanpa Noda sebagai dogma iman Gereja. Empat tahun kemudian, dalam penampakan di Lourdes tahun 1858, Bunda Maria memperkenalkan diri kepada Bernadette dengan kata-kata Akulah Yang Dikandung Tanpa Noda, yang oleh banyak orang dipandang sebagai peneguhan atas dogma tersebut.
Bagi umat, hari raya ini memuliakan kekudusan Allah yang bekerja dalam diri Maria, sekaligus menjadi tanda pengharapan akan penebusan yang ditawarkan Kristus kepada seluruh umat manusia.
Ditetapkan: didogmakan oleh Paus Pius IX melalui Konstitusi Apostolik Ineffabilis Deus, 8 Desember 1854.