Jumat, 24 November 2028
S. Andreas Dung Lac dan kawan-kawan
Peringatan WajibBacaan Misa
Bacaan Pertama Wahyu 10:8-11
Dan suara yang telah kudengar dari langit itu, berkata pula kepadaku, katanya: "Pergilah, ambillah gulungan kitab yang terbuka di tangan malaikat, yang berdiri di atas laut dan di atas bumi itu." Lalu aku pergi kepada malaikat itu dan meminta kepadanya, supaya ia memberikan gulungan kitab itu kepadaku. Katanya kepadaku: "Ambillah dan makanlah dia; ia akan membuat perutmu terasa pahit, tetapi di dalam mulutmu ia akan terasa manis seperti madu." Lalu aku mengambil kitab itu dari tangan malaikat itu, dan memakannya: di dalam mulutku ia terasa manis seperti madu, tetapi sesudah aku memakannya, perutku menjadi pahit rasanya. Maka ia berkata kepadaku: "Engkau harus bernubuat lagi kepada banyak bangsa dan kaum dan bahasa dan raja."
Mazmur Tanggapan Mazmur 119:14,24,72,103,111,131
Bacaan Injil Lukas 19:45-48
Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ, kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun." Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia, tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.
Renungan
Manis di Mulut, Pahit di Perut
Orang yang pernah minum jamu brotowali tahu bahwa pahit itu ada tingkatannya. Tetapi para penjual jamu selalu berkata sama: justru yang pahit itulah yang menyembuhkan. Yang manis-manis biasanya hanya pelengkap.
Yohanes hari ini menerima perintah yang ganjil: ambillah gulungan kitab itu dan makanlah. Di mulut, kitab itu manis seperti madu; sesudah ditelan, perutnya menjadi pahit. Lalu ia diutus bernubuat kepada banyak bangsa dan kaum dan raja. Firman Allah memang begitu: manis ketika didengar, pahit ketika dijalani. Manis waktu dibaca di ruang doa yang tenang, pahit waktu menuntut kita jujur, mengampuni, atau berdiri melawan arus.
Andreas Dung Lac dan kawan-kawannya, para martir Vietnam yang kita kenang hari ini, menelan firman itu sampai ke pahit-pahitnya. Imam dan awam, tua dan muda, menghadapi penjara, siksaan, dan pedang dalam masa penganiayaan yang panjang. Mereka tidak berhenti pada manisnya madu; mereka membiarkan firman bekerja sampai tuntas dalam tubuh mereka.
Kita mudah memilih-milih: menelan ayat yang menghibur, menyisihkan ayat yang menuntut. Padahal, seperti jamu, justru yang pahit itulah yang menyembuhkan.
Tuhan, berilah aku keberanian menelan firman-Mu seutuhnya, yang manis maupun yang pahit. Amin.
Invitatorium
JUMAT I PAGI
Pembukaan
Ant. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setiaNya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setiaNya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Jumat dalam Pekan Biasa
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Ya Allahku, janganlah Engkau menolak seruanku minta tolong, yang diserang oleh orang-orang fasik.
Mazmur 55
Melawan seorang sahabat yang terbukti pengkhianat
Yesus diliputi rasa takut dan duka (Markus 14:33).
Ant. Ya Allahku, janganlah Engkau menolak seruanku minta tolong, yang diserang oleh orang-orang fasik.
Ant. 2 Tuhan sendiri akan membebaskan kita dari tangan-tangan yang memusuhi dan berkhianat.
Ant. Tuhan sendiri akan membebaskan kita dari tangan-tangan yang memusuhi dan berkhianat.
Ant. 3 Serahkanlah kekhawatiranmu kepada Tuhan; Ia akan menopangmu.
Ant. Serahkanlah kekhawatiranmu kepada Tuhan; Ia akan menopangmu.
BACAAN
RESPONSORIUM Daniel 10:12, 19, 21
RESPONSORIUM Yudas 21; Titus 2:12
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Ya Tuhan, terimalah kurban sejati di atas mesbahMu.
Mazmur 50
Ant.1: Ya Tuhan, terimalah kurban sejati di atas mesbahMu.
Ant.2: Seluruh keturunan Israel dinyatakan benar oleh Tuhan dan dimuliakan.
Yes 45,15-26
Ant.2: Seluruh keturunan Israel dinyatakan benar oleh Tuhan dan dimuliakan.
Ant.3: Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria.
Mazmur 99
Ant.3: Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria.
Bacaan Singkat (Ef 4,29-32)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Tuhan telah mengunjungi dan membebaskan umatNya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Tuhan telah mengunjungi dan membebaskan umatNya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
JUMAT I SIANG
Madah
Ant.1: Dengan rajin kuikuti perintahMu, sebab Engkau melapangkan hatiku.
Mazmur 118 (119),25-32
Ant.1: Dengan rajin kuikuti perintahMu, sebab Engkau melapangkan hatiku.
Ant.2: Kepada Tuhan aku percaya, tiada aku goyah.
Mazmur 25 (26)
Ant.2: Kepada Tuhan aku percaya, tiada aku goyah.
Ant.3: Kepada Tuhan hatiku percaya, dan aku tertolong.
Mazmur 27 (29),1-3.6-9
Ant.3: Kepada Tuhan hatiku percaya, dan aku tertolong.
Bacaan singkat (Kol 3,12-13)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
JUMAT I SORE
Madah
Ant.1: Sembuhkanlah aku, Tuhan, sebab aku berdosa terhadapMu.
Mazmur 40
Ant.1: Sembuhkan aku, Tuhan, sebab aku berdosa terhadapMu.
Ant.2: Tuhan semesta alam menyertai kita, benteng kuatlah bagi kita Allah Yakub.
Mazmur 45
Ant.2: Tuhan semesta alam menyertai kita, benteng kuatlah bagi kita Allah Yakub.
Ant.3: Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapanMu, ya Tuhan.
Why 15,3-4
Ant.3: Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapanMu, ya Tuhan.
Bacaan Singkat (Rom 15,1-3a)
Ant.Kidung: Tuhan telah menyambut kita, hamba-hambaNya, demi kasih sayangNya yang besar.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Tuhan telah menyambut kita, hamba-hambaNya, demi kasih sayangNya yang besar.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - JUMAT
Doa Tobat
Madah
Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 87 (88)
Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat (Yer 14,9)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
S. Andreas Dung Lac dan kawan-kawan
Imam dan Para Martir Vietnam · ± 1795-1839
Andreas Dung Lac lahir sekitar tahun 1795 dari keluarga miskin di provinsi Bac Ninh, Vietnam utara. Ketika keluarganya pindah ke Hanoi mencari nafkah, ia bertemu seorang katekis Katolik yang menampung dan mengajarnya iman. Ia dibaptis dengan nama Andreas, lalu menjadi katekis dan akhirnya ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1823. Khotbah dan hidupnya yang sederhana membawa banyak orang kepada iman.
Masa itu Gereja di Vietnam mengalami penganiayaan berat. Kaisar melarang para misionaris asing dan menuntut umat Kristen menyangkal iman dengan menginjak salib. Andreas Dung Lac beberapa kali ditangkap, sempat ditebus oleh umatnya, dan berpindah-pindah untuk menghindari kejaran. Pada tahun 1839 ia ditangkap lagi bersama imam Petrus Thi ketika hendak mengaku dosa. Keduanya disiksa dan dipenggal pada tanggal 21 Desember.
Andreas Dung Lac mewakili sekelompok besar martir Vietnam. Antara abad ke-17 dan ke-19, ribuan orang Kristen di Vietnam menumpahkan darah karena iman. Dari antara mereka, 117 martir dinyatakan kudus bersama-sama oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1988. Mereka terdiri atas para uskup, imam, dan banyak awam, termasuk seorang ibu enam anak dan seorang anak berusia sembilan tahun. Sebagian besar orang Vietnam asli, sebagian lagi misionaris asing dari Spanyol dan Prancis.
Pelindung: Gereja di Vietnam dan umat yang dianiaya karena iman.
Santa Flora dan Maria
Martir
Flora difitnah oleh saudaranya sendiri yang beragama Islam. Akibatnya ia ditahan dan didera bersama temannya, yaitu Maria. Santo Eulogius mengirim surat kepada kedua wanita tawanan ini: "Jangan takut! Walaupun diancam dibuang ke tempat pelacuran, namun tidak ada noda yang akan mencemarkan jiwa Anda, sekalipun badan dinodai dengan paksa." Hakim Abd-Rahman memerintahkan algojo memenggal kepala mereka di Cordoba, Spanyol.
Santo Krisogonus
Martir
Menurut legenda, Krisogonus adalah seorang pegawai tinggi Romawi yang beragama Kristen. Ia mati dipenggal lehernya pada tahun 304 di Aquileia, Italia pada masa penganiayaan terhadap orang-orang Kristen oleh Kaisar Diokletianus. Penghormatan umum kepadanya dimulai di Roma pada abad kelima atau keenam. Dari sebuah cerita abad keenam mengenai "Kesengsaraan Santa Anastasia", puteri seorang bangsawan Romawi, diketahui bahwa Krisogonus adalah pembimbing rohani Santa Anastasia. Krisogonus mendampingi dia dengan berbagai nasehat dan petunjuk di dalam menghadapi masalah-masalah yang dialaminya sebagai isteri seorang Romawi kafir. Nama Krisogonus tercatat di dalam Kanon Misa.