Minggu, 22 Oktober 2028
Minggu XXIX Masa Biasa
Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Keluaran 17:8-13
Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim. Musa berkata kepada Yosua: "Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku." Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit. Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek. Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam. Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang.
Mazmur Tanggapan Mazmur 121:1-8
Bacaan Kedua 2 Timotius 3:14-4:2
Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya: Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
Bacaan Injil Lukas 18:1-8
Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku." Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"
Renungan
Tangan yang Ditopang
Cobalah mengangkat kedua tangan lurus ke atas selama beberapa menit saja, misalnya waktu mengecat langit-langit. Mula-mula ringan, lalu bahu mulai panas, lengan bergetar, dan akhirnya tangan turun sendiri tanpa bisa ditahan. Tidak ada orang yang sanggup mengangkat tangannya sendirian dalam waktu lama.
Bacaan pertama hari ini melukiskan pemandangan yang persis begitu. Di lembah, Yosua berperang melawan Amalek. Di puncak bukit, Musa berdiri mengangkat tangannya. Terjadilah keajaiban yang aneh: selama tangan Musa terangkat, Israel unggul; begitu tangannya turun, Amalek yang menang. Doa yang terangkat itu menentukan jalannya pertempuran.
Tetapi Musa hanyalah manusia. Tangannya pun penat. Dan di sinilah letak inti kisah ini. Musa tidak berhasil karena kekuatannya sendiri. Harun dan Hur mengambil sebuah batu untuk tempatnya duduk, lalu menopang kedua tangannya, seorang di kiri, seorang di kanan, sampai matahari terbenam. Karena tangan Musa ditopang, Israel menang.
Ini gambaran doa yang jujur dan melegakan. Tidak ada orang yang sanggup terus berdoa sendirian tanpa lelah. Iman kita pun ada masa penatnya, ketika tangan rasanya jatuh dan kata-kata habis. Justru di situ kita saling membutuhkan. Ada saat kita menjadi Musa yang lemah, dan ada saat kita dipanggil menjadi Harun dan Hur bagi orang lain, menopang tangan yang mulai turun. Orang Jawa menyebut semangat menanggung bersama itu sambung sinambung, bergilir saling menyambung beban. Doa memang bukan olahraga tunggal.
Injil hari ini melanjutkan tema yang sama dari sisi lain. Yesus bercerita tentang seorang janda yang tak jemu-jemu datang kepada hakim yang lalim, mengetuk terus sampai ia dibenarkan. Kalau hakim yang jahat pun akhirnya luluh oleh kegigihan, apalagi Allah yang mahabaik. Ia akan membela orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya.
Namun perhatikan kalimat penutup Yesus yang mengejutkan: ketika Anak Manusia datang, adakah Ia mendapati iman di bumi? Rupanya soalnya bukan apakah Allah menjawab, melainkan apakah kita bertahan cukup lama untuk masih berdoa saat jawaban belum kelihatan. Paulus menasihati Timotius dengan roh yang sama: beritakanlah firman, baik atau tidak baik waktunya, dengan segala kesabaran. Bertekunlah.
Doa yang tekun memang melelahkan, dan itu wajar. Yang keliru bukan lelahnya, melainkan bila kita menyerah dan menurunkan tangan sendirian, padahal ada saudara yang siap menopang, dan ada Bapa yang tidak pernah mengantuk.
Pekan ini, tangan siapa yang sedang penat dan menunggu kita topang dalam doa? Dan maukah kita membiarkan tangan kita sendiri ditopang orang lain?
Tuhan, ketika tanganku penat berdoa, kirimkanlah Harun dan Hur bagiku, dan jadikanlah aku penopang bagi mereka yang lelah. Sungguh, jangan biarkan iman itu habis sebelum Engkau datang. Amin.
Invitatorium
MINGGU I PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
Ibadat Bacaan
MADAH
Iman para Bapa kami! Iman dan doa
PSALMODI
Ant. 1 Suara mereka telah sampai ke ujung bumi, perkataan mereka ke ujung dunia.
Ant. Suara mereka telah sampai ke ujung bumi, perkataan mereka ke ujung dunia.
Ant. 2 Mereka mewartakan apa yang telah Allah lakukan bagi kita; mereka memahami makna perbuatan-Nya.
Mazmur 64
Doa memohon pertolongan melawan musuh
jagalah hidupku dari ketakutan akan musuh.
Ant. Mereka mewartakan apa yang telah Allah lakukan bagi kita; mereka memahami makna perbuatan-Nya.
Ant. 3 Kekudusan Allah dinyatakan oleh mereka; segala bangsa melihat kemuliaan Allah.
Mazmur 97
Kemuliaan Tuhan dalam ketetapan-ketetapan-Nya bagi dunia
biarlah semua pesisir bergembira.
Ant. Kekudusan Allah dinyatakan oleh mereka; segala bangsa melihat kemuliaan Allah.
BACAAN
RESPONSORIUM Kisah Para Rasul 12:24; 13:48, 52
RESPONSORIUM
Lihat Lukas 1:3, 4; Kisah Para Rasul 1:1
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.
Mazmur 62
Ant.1: Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.
Ant.2: Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Ant.2: Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.
Ant.3: Para warga Sion bersukaria atas Rajanya. Alleluya.
Mazmur 149
Ant.3: Para warga Sion bersukacita atas Rajanya. Alleluya.
Bacaan Singkat (Why 7,10.12)
Lagu Singkat
Ant.Kidung (Mi V): Pagi-pagi buta sebelum fajar menyingsing, Yesus bangun dari tidur dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Di sana Ia berdoa.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Pagi-pagi buta sebelum fajar menyingsing, Yesus bangun dari tidur dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Di sana Ia berdoa.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
MINGGU I SIANG
Madah
Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Ant.3: Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Ant.3: Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Bacaan singkat (Gal 6,9-10)
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
MINGGU I SORE II
Madah
Ant.1: Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.
Ant.1: Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.
Ant.2: Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.
Mazmur 113
Ant.2: Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.
Ant.3: Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Why 19,1-7
Ant.3: Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Bacaan singkat (2Kor 1,3-4)
Ant.Kidung (Mi V): Guru, semalam-malaman kami bekerja keras dan tidak menangkap seekorpun. Tetapi atas perintahMu, aku akan menebarkan jala.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Guru, semalam-malaman kami bekerja keras dan tidak menangkap seekorpun. Tetapi atas perintahMu, aku akan menebarkan jala.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU II
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat (Why 22,4-5)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
S. Yohanes Paulus II
Paus · 1920-2005
Karol Jozef Wojtyla lahir pada 18 Mei 1920 di Wadowice, sebuah kota kecil di Polandia. Ia kehilangan ibunya, kakaknya, dan ayahnya pada usia muda, sehingga tumbuh dalam kesendirian dan iman yang mendalam. Ketika pasukan Nazi menduduki Polandia dan menutup universitas, ia bekerja di tambang batu dan pabrik kimia untuk bertahan hidup, sambil diam-diam mengikuti seminari rahasia di Krakow. Ia ditahbiskan menjadi imam pada 1 November 1946.
Kariernya sebagai gembala menanjak cepat, dari imam menjadi Uskup Agung Krakow, lalu kardinal. Pada 16 Oktober 1978 ia terpilih menjadi paus dan mengambil nama Yohanes Paulus II. Ia adalah paus pertama yang bukan orang Italia sejak abad ke-16 dan menjadi salah satu paus dengan masa jabatan terpanjang dalam sejarah, lebih dari dua puluh enam tahun.
Kepausannya ditandai perjalanan ke seluruh dunia yang belum pernah terjadi sebelumnya, kedekatan dengan kaum muda melalui Hari Orang Muda Sedunia, serta peran besar dalam meruntuhkan komunisme di Eropa Timur secara damai. Pada tahun 1981 ia selamat dari upaya pembunuhan, dan kemudian mengunjungi serta mengampuni orang yang menembaknya. Di akhir hidupnya, ia mengajarkan makna penderitaan lewat kesaksiannya sendiri melawan penyakit.
Ia wafat pada 2 April 2005, ditangisi umat sedunia dengan seruan "Santo Subito". Ia dikanonisasi pada tahun 2014.
Pelindung: Hari Orang Muda Sedunia dan keluarga.
Santa Nunila dan Alodia
Martir
Kedua gadis cilik ini menjadi korban suatu perkawinan campur agama, Islam dan Katolik. Ayah tiri mereka beragama Islam, sedangkan ibunya beragama Kristen Katolik. Oleh ayahnya mereka dipaksa mengingkari imannya dan memeluk agama Islam pada waktu tentara-tentara Islam menguasai negeri Spanyol. Karena mereka menolak desakan ayahnya, mereka dipenggal kepalanya di Huesca, Spanyol pada tahun 851.
Santa Salome
Wanita Pelayan Yesus
Salome adalah isteri Zebedeus dan ibu kandung rasul Yakobus tua dan Yohanes. Sejak di Galilea, ia sudah menjadi pengikut dan pelayan Yesus. Bersama dengan Maria, ibu Yesus, dan wanita-wanita lainnya, Salome setia kepada Yesus Sang Guru sampai pada peristiwa salib di Golgotha (bdk. Mrk 15:40-41). Ia juga salah seorang wanita yang mengunjungi makam Yesus (Mrk 16:1). Ada ahli Kitab Suci mengidentifikasi Salome sebagai saudari Maria, ibu Yesus (Yoh 19:25).
Santo Contardo Ferrini
Pengaku Iman
Contardo dikenal sebagai mahaguru ilmu hukum yang sangat terkenal di Universitas Pavia, Italia. Bagi dia Santo Paulus adalah inspirator hidup dan karyanya. Begitu seluruh karya baktinya sebagai mahaguru diilhami oleh semangat dan cara hidup rasul Paulus. Ia ramah dan tabah serta menjadi teman sekaligus pendamping setia para mahasiswa dalam usaha belajarnya. Ia meninggal dunia pada tahun 1902.
Santo Filipos
Hermes dan Severus, Uskup dan Martir
Uskup tua ini teguh imannya meskipun terus-menerus menghadapi kebengisan para penguasa kafir. Tatkala prajurit-prajurit kafir mengunci gerejanya, ia dengan tenang berkata: "Tuhan bersemayam di dalam hati setiap manusia, bukan di dalam gedung gereja itu." Meskipun situasi gawat meliputinya setiap saat, ia tetap bersemangat mengumpulkan umatnya untuk beribadat meskipun di luar gereja. Melihat itu gubernur menuntut agar piala-piala dan Kitab-kitab Suci untuk ibadat diserahkan untuk dimusnahkan. Filipos dengan tegas menolak tuntutan gubernur kafir itu. Akibatnya, ia bersama diakon Hermes ditangkap dan didera dan selama tujuh bulan dikurung di dalam penjara untuk disiksa. Ketika tiba saatnya mereka menjalani hukuman mati, mereka begitu lemah sehingga terpaksa diusung ke tempat pembakaran. Hari berikutnya seorang Kristen lain, Severus namanya, menjalani nasib yang sama. Ketiga martir ini dihukum mati pada tahun 304.