Rabu, 20 September 2028
S. Andreas Kim dan kawan-kawan
Peringatan WajibBacaan Misa
Bacaan Pertama 1 Korintus 12:31-13:13
Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi. Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap. Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal. Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
Mazmur Tanggapan Mazmur 33:2-5,12,22
Bacaan Injil Lukas 7:31-35
Kata Yesus: "Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis. Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya."
Renungan
Gong yang Kosong
Gong dipukul, suaranya memenuhi ruangan, lalu habis. Tidak meninggalkan apa-apa selain dengung yang makin tipis. Kemarin Paulus menutup uraiannya dengan janji: aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama. Hari ini jalan itu dibentangkan, dan pembukanya justru bunyi gong tadi: sekalipun aku berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan malaikat, tetapi tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang.
Madah kasih ini sering dibacakan di pesta pernikahan, padahal aslinya ditulis untuk jemaat yang sedang bertengkar memperebutkan karunia paling hebat. Jawaban Paulus merendahkan semua kehebatan: nubuat akan berakhir, pengetahuan akan lenyap; kasih tidak berkesudahan. Dan kasih yang ia maksud bukan perasaan melayang, melainkan daftar kerja: sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak pemarah, tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Hari ini Gereja mengenang Andreas Kim Taegon, imam pertama Korea, bersama para kudus martir Korea. Gereja di sana unik: ia lahir dari kaum awam yang menemukan iman lewat buku, jauh sebelum misionaris tiba. Andreas dipenggal pada usia dua puluh lima tahun. Menyerahkan tubuh untuk dibakar pun tanpa kasih tidak berguna, tulis Paulus; para martir Korea memberikan keduanya, nyawa dan kasih.
Dari daftar kerja kasih itu, butir mana yang paling sering kosong dalam hidup kita?
Tuhan, jangan biarkan hidupku nyaring seperti gong; isilah dengan kasih-Mu. Amin.
Invitatorium
RABU IV PAGI
Pembukaan
Ant. Pujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Pujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk hari Selasa dalam Pekan Biasa, Peringatan Santo Kornelius, Paus dan Martir, dan Siprianus, Uskup dan Martir
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Tuhan, biarlah seruanku sampai kepada-Mu; janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku.
Mazmur 102
Kerinduan dan doa seorang buangan
Allah menghibur kita dalam segala kesusahan kita (2 Korintus 1:4).
Ant. Tuhan, biarlah seruanku sampai kepada-Mu; janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku.
Ant. 2 Perhatikanlah, Tuhan, doa orang yang tak berdaya.
Ant. Perhatikanlah, Tuhan, doa orang yang tak berdaya.
Ant. 3 Engkau, ya Tuhan, mendirikan bumi, dan langit adalah karya tangan-Mu.
Ant. Engkau, ya Tuhan, mendirikan bumi, dan langit adalah karya tangan-Mu.
BACAAN
RESPONSORIUM Matius 24:15,21, 21; Wahyu 7:3
RESPONSORIUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.
Mazmur 107 (108)
Ant.1: Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.
Ant.2: Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.
Yes 61,10-62,5
Ant.2: Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.
Ant.3: Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.
Mazmur 145 (146)
Ant.3: Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.
Bacaan Singkat (Ul 4,39-40a)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Hendaklah kita mengabdi Tuhan seumur hidup.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Hendaklah kita mengabdi Tuhan seumur hidup.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
RABU IV SIANG
Madah
Ant.1: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.
Mazmur 118 (119),145-152
Ant.1: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.
Ant.2: Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.
Mazmur 93 (94) I
Ant.2: Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.
Ant.3: Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.
Mazmur 93 (94) II
Ant.3: Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.
Bacaan singkat (Kol 3,23-24)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
RABU IV SORE
Madah
Ant.1: Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.
Ant.1: Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.
Ant.2: Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.
Mazmur 138 (139) - II
Ant.2: Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.
Ant.3: Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.
Kol 1,12-20
Ant.3: Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.
Bacaan Singkat (1Yoh 2,3-6)
Ant.Kidung: Ulurkanlah tanganMu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Ulurkanlah tanganMu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - RABU
Doa Tobat
Madah
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Mazmur 30 (31),1-6
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 129 (130)
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat (Ef 4,26-27)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
S. Andreas Kim dan kawan-kawan
Imam dan Para Martir Korea · 1821-1846 (dan para martir 1839-1867)
Andreas Kim Taegon lahir pada tahun 1821 dari keluarga Katolik Korea. Zaman itu iman Kristen dilarang keras dan pemeluknya dikejar-kejar. Ayahnya, Ignatius Kim, gugur sebagai martir. Setelah dibaptis pada usia lima belas tahun, Andreas menempuh perjalanan sangat jauh ke seminari di Makau. Sesudah bertahun-tahun belajar, ia ditahbiskan di Shanghai dan menjadi imam Katolik Korea yang pertama.
Kembali ke tanah airnya, ia bertugas mengatur jalur rahasia agar para misionaris dapat masuk ke Korea melewati penjagaan perbatasan. Ia tertangkap, disiksa, lalu dipenggal di tepi Sungai Han dekat Seoul pada tahun 1846, dalam usia dua puluh lima tahun.
Andreas Kim tidak sendiri. Ia mewakili lebih dari seratus martir Korea yang gugur antara tahun 1839 dan 1867, termasuk Paulus Chong Hasang, seorang awam yang menjadi pemimpin dan pemersatu umat. Sebagian besar dari mereka justru kaum awam, para ibu dan bapak, tua dan muda, yang memilih setia kepada Kristus sampai mati. Umat Katolik Korea sungguh tumbuh dari darah para martir ini, bukan dibawa oleh misionaris asing, melainkan dimulai oleh kaum awam sendiri.
Pada tahun 1984 Paus Yohanes Paulus II mengkanonisasi Andreas Kim bersama 102 martir Korea lainnya.
Pelindung: para imam dan umat Katolik Korea.
Santa Kolumba dan Pamposa
Martir
Kolumba dan Pamposa adalah dua orang biarawati Benediktin. Ketika biara mereka diserang dan dihancurkan oleh Sultan Muhammed I dari Cordova, Spanyol, semua suster lain melarikan diri, kecuali Suster Kolumba. Di hadapan para penangkapnya ia mengakui diri sebagai biarawati. Oleh karena itu dia dipenggal kepalanya. Menyaksikan peristiwa itu, Pamposa menghadap raja untuk mempertobatkannya, tetapi ia mengalami nasib yang sama seperti Suster Kolumba. Peristiwa berdarah itu terjadi atas diri kedua suster itu pada tahun 853.
Santo Eustakius
Martir
Eustakius berasal dari Madrid, Spanyol. Dalam jajaran para kudus, ia dihormati sebagai salah seorang santo pelindung bagi para pemburu dan penolong dalam kesukaran hidup. Kisah hidupnya tidak cukup jelas diketahui. Namun dari cerita yang berkembang di kalangan umat beriman, diketahui bahwa ia adalah seorang panglima militer Romawi yang sangat masyhur.
Keanggotaannya di dalam Gereja Kristus terjadi secara ajaib. Konon sementara ia berburu di Guadagnolo, Italia Tengah, tampaklah padanya seekor rusa jantan yang menyandang sebuah 'salib' di antara tanduktanduknya. Ia terpaku memandang rusa itu dan tidak berani membunuhnya. Semenjak itu ia mulai banyak merenung perihal arti penglihatan ajaib itu. Lalu ia memutuskan untuk menjadi Kristen bersama anak isterinya. Keputusan ini mengakibatkan ia dipecat dari jajaran militer Romawi dan dari jabatannya sebagai panglima perang. Ia kemudian mengalami banyak kesulitan hidup, menjadi miskin dan melarat. Isteri dan anak-anaknya dipisahkan dari padanya.
Krisis di dalam kekaisaran Romawi menyebabkan ia dipanggil kembali oleh Kaisar Trajanus untuk memimpin pasukan ke Eropa Timur. Dalam ekspedisi itu secara tak terduga ia bertemu kembali dengan isteri dan anak-anaknya jauh dari Roma. Dalam peperangan itu, Eustakius memperoleh kemenangan yang gemilang atas pasukan musuh, dan disambut dengan meriah oleh rakyat Roma. Sebagai ucapan syukur kaisar mengadakan upacara korban untuk menghormati dewa-dewi Romawi. Eustakius menolak mengikuti upacara kafir itu justru karena imannya akan Kristus. Ia memang sadar sepenuhnya bahwa kekafiran merupakan lawan yang berat dan berbahaya, namun demi imannya ia dengan tegas menolak setiap bujukan kaisar untuk ikut serta di dalam upacara syukur kafir itu. Karena pendiriannya yang tegas itu, akhirnya ia bersama keluarganya dicampakkan ke dalam api hingga hangus terbakar pada tahun 120.