Minggu, 3 September 2028
Minggu XXII Masa Biasa
Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Sirakh 3:17-18,20,28-29
Lakukanlah pekerjaanmu dengan sopan, ya anakku, maka engkau akan lebih disayangi dari pada orang yang ramah-tamah. Makin besar engkau, makin patut kaurendahkan dirimu, supaya kaudapat karunia di hadapan Tuhan. Sebab besarlah kekuasaan Tuhan, dan oleh yang hina-dina Ia dihormati. Kemalangan tidak menyembuhkan orang sombong, sebab tumbuhan keburukan berakar di dalam dirinya. Hati yang arif merenungkan amsal, dan telinga pendengar merupakan idaman orang bijak.
Mazmur Tanggapan Mazmur 68:4-7,10-11
Bacaan Kedua Ibrani 12:18-19,22-24a
Sebab kamu tidak datang kepada gunung yang dapat disentuh dan api yang menyala-nyala, kepada kekelaman, kegelapan dan angin badai, kepada bunyi sangkakala dan bunyi suara yang membuat mereka yang mendengarnya memohon, supaya jangan lagi berbicara kepada mereka, Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah, dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna, dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel.
Bacaan Injil Lukas 14:1,7-14
Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama. Karena Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu, supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah. Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: "Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar."
Renungan
Kursi Paling Belakang
Di hajatan kampung, kursi punya bahasa. Deretan depan berlapis kain putih, disediakan untuk pejabat dan sesepuh. Tamu biasa tahu diri, mencari tempat di belakang, dekat pintu. Sesekali terjadi drama kecil: seseorang telanjur duduk di depan, lalu panitia datang berbisik, memintanya bergeser karena kursi itu untuk orang lain. Semua mata menonton. Malunya bisa dibawa pulang berminggu-minggu.
Rupanya pemandangan seperti itu sudah ada sejak zaman Yesus. Di rumah seorang Farisi, Ia mengamati para tamu berebut tempat kehormatan. Minggu lalu kita mendengar sabda-Nya tentang orang terakhir yang menjadi terdahulu; hari ini Ia melanjutkannya di meja makan: kalau engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah.
Ini bukan siasat sosial. Yesus tidak sedang mengajarkan cara halus untuk naik kelas, seolah kursi belakang hanyalah jalan memutar menuju kursi depan. Ia sedang membuka rahasia hati Allah, yang sudah dibisikkan Sirakh berabad-abad sebelumnya: makin besar engkau, makin patut kaurendahkan dirimu. Sebab besarlah kekuasaan Tuhan, dan oleh kaum hina-dina Ia dihormati.
Lalu Yesus menoleh kepada tuan rumah, dan nasihat-Nya makin tajam. Kalau mengadakan perjamuan, jangan undang sahabat, saudara, atau tetangga kaya; mereka bisa membalas. Undanglah orang miskin, orang cacat, orang lumpuh, orang buta, justru karena mereka tidak punya apa-apa untuk membalas.
Di sini kita tersentak. Bukankah hampir semua daftar undangan kita berlogika timbal balik? Kondangan dicatat, sumbangan diingat, kebaikan ditunggu kembaliannya. Kita jarang rugi dalam beramah-tamah, sebab semuanya berputar di antara orang yang sanggup saling membalas. Yesus mengajak keluar dari lingkaran itu: memberilah kepada yang tak mungkin mengembalikan.
Mengapa? Surat Ibrani menyingkap alasannya. Kita sendiri sudah diundang ke pesta yang mustahil kita balas: Bukit Sion, kota Allah yang hidup, kumpulan meriah beribu-ribu malaikat. Kita mendapat kursi di sana bukan karena setoran kebaikan kita, melainkan karena darah Yesus, Pengantara perjanjian baru. Kita ini tamu yang tidak sanggup membayar, yang toh tetap diberi tempat.
Maka pertanyaannya sederhana. Pekan ini, kebaikan macam apa yang berani kita berikan kepada orang yang jelas-jelas tidak akan bisa membalasnya?
Tuhan, Engkau memberiku kursi yang tak layak kududuki. Jadikanlah aku tuan rumah yang murah hati seperti Engkau. Amin.
Invitatorium
MINGGU II PAGI
Pembukaan
Ant. Datanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Datanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Minggu Biasa
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Lihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.
Mazmur 1
Ant. Lihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.
Ant. Lihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.
Ant. Lihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.
Ant. Lihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.
Ant. 2 Inilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Mazmur 2
Para penguasa bumi bersatu untuk menggulingkan Yesus, Putra-Mu yang diurapi (Kisah Para Rasul 4:27).
Ant. Inilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Ant. Inilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Ant. Inilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Ant. Inilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Ant. Inilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Ant. Inilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Ant. 3 Tuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkat aku dalam kemuliaan.
Mazmur 3
Ant. Tuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkat aku dalam kemuliaan.
Ant. Tuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkat aku dalam kemuliaan.
Ant. Tuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkat aku dalam kemuliaan.
Ant. Tuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkat aku dalam kemuliaan.
Ant. Tuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkat aku dalam kemuliaan.
BACAAN
RESPONSORIUM Zefanya 2:3; Lukas 6:20
RESPONSORIUM Mazmur 96:11; Yesaya 49:13; Mazmur 72:7
TE DEUM
DOA PENUTUP
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan. Alleluya.
Mazmur 117 (118)
Ant.1: Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan. Alleluya.
Ant.2: Marilah kita memuji Allah kita. Alleluya.
Dan 3,52-57
(Kemuliaan tidak diucapkan)
Ant.2: Marilah kita memuji Allah kita. Alleluya.
Ant.3: Pujilah Tuhan karena kemuliaanNya yang besar. Alleluya.
Mazmur 150
Ant.3: Pujilah Tuhan karena kemuliaanNya yang besar. Alleluya.
Bacaan Singkat (Yeh 36,25-27)
Lagu Singkat
Ant.Kidung (Mi II): Para murid datang dan melihat tempat Yesus tinggal. Hari itu mereka tinggal bersama Yesus.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Para murid datang dan melihat tempat Yesus tinggal. Hari itu mereka tinggal bersama Yesus.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
MINGGU II SIANG
Madah
Ant.1: Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, alleluya.
Mazmur 22 (23)
Ant.1: Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, alleluya.
Ant.2: Di Israel nama Tuhan termasyhur, alleluya.
Mazmur 75 (76)
Ant.2: Di Israel nama Tuhan termasyhur, alleluya.
Ant.3: Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, alleluya.
Ant.3: Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, alleluya.
Bacaan singkat (Rom 8,26)
Madah
Ant.1: Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.
Ant.1: Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.
Ant.2: Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Ant.2: Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Ant.3: Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar. Alleluya.
Ant.3: Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar. Alleluya.
Bacaan singkat (2Tes 2,13-14)
Ant.Kidung (Mi II): Ada perkawinan di Kana Galilea. Yesus dan Maria ibuNya hadir juga.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Ada perkawinan di Kana Galilea. Yesus dan Maria ibuNya hadir juga.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
MINGGU II SORE II
Madah
Ant.1: Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.
Ant.1: Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.
Ant.2: Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Ant.2: Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Ant.3: Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar. Alleluya.
Ant.3: Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar. Alleluya.
Bacaan singkat (2Tes 2,13-14)
Ant.Kidung (Mi II): Ada perkawinan di Kana Galilea. Yesus dan Maria ibuNya hadir juga.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Ada perkawinan di Kana Galilea. Yesus dan Maria ibuNya hadir juga.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU II
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat (Why 22,4-5)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
S. Gregorius Agung
Paus dan Pujangga Gereja · ± 540-604
Gregorius lahir sekitar tahun 540 di Roma, dari keluarga bangsawan yang saleh. Ayahnya, Gordianus, seorang senator, sedangkan ibu dan bibinya kelak dihormati sebagai orang kudus. Berkat kecakapannya, pada usia sekitar tiga puluh tahun Gregorius diangkat menjadi prefek (semacam wali kota) Roma, jabatan tertinggi dalam pemerintahan kota.
Namun di puncak kariernya, ia meninggalkan segalanya untuk mengabdi kepada Allah. Ia mengubah rumah keluarganya menjadi biara di bawah pelindung Santo Andreas, membagikan sisa harta warisannya kepada kaum miskin, dan hidup sebagai rahib yang sederhana. Paus Pelagius II lalu mengutusnya sebagai duta kepausan di Konstantinopel. Ketika Pelagius wafat karena wabah, umat Roma memilih bekas prefek mereka itu menjadi Paus pada tahun 590.
Sebagai Paus, Gregorius bekerja tak kenal lelah. Ia menata liturgi dan nyanyian Gereja yang kemudian dikenang dengan namanya, mengurus kaum miskin dan pengungsi, serta mengutus para misionaris. Salah satu jasanya yang termasyhur adalah mengirim Santo Agustinus dari Canterbury untuk mewartakan Injil kepada bangsa Inggris. Dengan rendah hati ia menyebut dirinya Servus servorum Dei, hamba dari para hamba Allah, gelar yang dipakai para Paus sesudahnya sampai hari ini.
Gregorius wafat pada 12 Maret 604. Umat begitu menghormatinya sehingga ia digelari Agung, dan pada tahun 1295 Paus Bonifasius VIII menyatakannya sebagai salah satu dari empat Pujangga besar Gereja Latin, bersama Ambrosius, Agustinus, dan Hieronimus.
Pelindung: para paus, penyanyi, dan pelajar.
Santo Gregorius Agung
Paus dan Pujangga Gereja
Gregorius lahir di Roma pada tahun 540. Ibunya Silvia dan dua orang tantenya, Tarsilla dan Aemeliana, dihormati pula oleh Gereja sebagai orang kudus. Ayahnya Geordianus, tergolong kaya raya; memiliki banyak tanah di Sicilia, dan sebuah rumah indah di lembah bukit Ceolian, Roma. Selama masa kanak - kanaknya, Gregorius mengalami suasana pendudukan suku bangsa Goth, Jerman atas kota Roma; mengalami berkurangnya penduduk kota Roma dan kacaunya kehidupan kota. Meskipun demikian, Gregorius menerima suatu pendidikan yang memadai. Ia pandai sekali dalam pelajaran tata bahasa, retorik dan dialetika.
Karena posisinya di antara keluarga - keluarga aristokrat (bangsawan) sangat menonjol, Gregorius dengan mudah terlibat dalam kehidupan umum kemasyrakatan, dan memimpin sejumlah kecil kantor. Pada usia 33 tahun ia menjadi Prefek kota Roma, suatu kedudukan tinggi dan terhormat dalam dunia politik Roma saat itu. Namun Tuhan menghendaki Gregorius berkarya di ladang anggurNya. Gregorius meletakkan jabatan politiknya dan mengumumkan niatnya untuk menjalani kehidupan membiara. Ia menjual sebagian besar kekayaannya dan uang yang diperolehnya dimanfaatkan untuk mendirikan biara - biara. Ada enam biara yang didirikan di Sicilia dan satu di Roma. Di dalam biara - biara itu, ia menjalani kehidupannya sebagai seorang rahib. Namun ia tidak saja hidup di dalam biara untuk berdoa dan bersemadi, ia juga giat di luar; membantu orang - orang miskin dan tertindas, menjadi diakon di Roma, menjadi Duta Besar di istana Konstantinopel. Pada tahun 586 ia dipilih menjadi Abbas di biara Santo Andreas di Roma. Di sana ia berjuang membebaskan para budak belian yang dijual di pasar - pasar kota Roma.
Pada tahun 590, dia diangkat menjadi Paus. Dengan ini dia dapat dengan penuh wibawa melaksanakan cita - citanya membebaskan kaum miskin dan lemah, terutama budak - budak dari Inggris. Ia mengutus Santo Agustinus ke Inggris bersama 40 biarawan lain untuk mewartakan Injil disana. Gregorius adalah Paus pertama yang secara resmi mengumumkan dirinya sebagai Kepala Gereja Katolik sedunia. Ia memimpin Gereja selama 14 tahun, dan dikenal sebagai seorang Paus yang masyur, negarawan dan administrator ulung pada awal abad pertengahan serta Bapa Gereja Latin yang terakhir. Karena tulisan - tulisannya yang berbobot, dia digelari sebagai Pujangga Gereja Latin. Meskipun begitu ia tetap rendah hati dan menyebut dirinya sebagai ‘Abdi para abdi Allah’ (servus servorum Dei). Julukan ini tetap dipakai sampai sekarang untuk jabatan Paus di Roma. Setelah memimpin Gereja Kristus selama 14 tahun, Gregorius meninggal dunia pada tahun 604. Pestanya dirayakan juga pada tanggal 12 Maret.