Sabtu, 26 Agustus 2028
Sabtu XX Masa Biasa
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Yehezkiel 43:1-7a
Lalu dibawanya aku ke pintu gerbang, yaitu pintu gerbang yang menghadap ke sebelah timur. Sungguh, kemuliaan Allah Israel datang dari sebelah timur dan terdengarlah suara seperti suara air terjun yang menderu dan bumi bersinar karena kemuliaan-Nya. Yang kelihatan kepadaku itu adalah seperti yang kelihatan kepadaku ketika Ia datang untuk memusnahkan kota itu dan seperti yang kelihatan kepadaku di tepi sungai Kebar, maka aku sembah sujud. Sedang kemuliaan TUHAN masuk di dalam Bait Suci melalui pintu gerbang yang menghadap ke sebelah timur, Roh itu mengangkat aku dan membawa aku ke pelataran dalam, sungguh, Bait Suci itu penuh kemuliaan TUHAN. Lalu aku mendengar Dia berfirman kepadaku dari dalam Bait Suci itu--orang yang mengukur Bait Suci itu berdiri di sampingku-- dan Ia berfirman kepadaku: "Hai anak manusia, inilah tempat takhta-Ku dan inilah tempat tapak kaki-Ku; di sinilah Aku akan diam di tengah-tengah orang Israel untuk selama-lamanya dan kaum Israel tidak lagi akan menajiskan nama-Ku yang kudus, baik mereka maupun raja-raja mereka, dengan persundalan mereka atau dengan mayat raja-raja mereka yang sudah mati;
Mazmur Tanggapan Mazmur 85:9-14
Bacaan Injil Matius 23:1-12
Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.
Renungan
Gelar di Undangan
Perhatikan undangan pernikahan zaman sekarang. Deretan gelar di depan dan belakang nama kadang lebih panjang daripada namanya sendiri. Kita tersenyum membacanya, tetapi diam-diam paham: semua orang ingin dipandang.
Yesus membaca penyakit yang sama pada kaum terpelajar zaman-Nya. Tali sembahyang dilebarkan, jumbai dipanjangkan, tempat terdepan diincar, sapaan Rabi dinanti-nantikan di pasar. Kemarin kita mendengar hukum yang terutama: kasih kepada Allah dan sesama. Hari ini kita melihat lawannya yang paling licin: kesalehan yang dipamerkan, agama yang berubah menjadi panggung.
Resep Yesus membalik panggung itu: "Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu." Ukuran kebesaran bukan berapa orang yang menunduk kepada kita, melainkan kepada berapa orang kita bersedia menunduk untuk melayani.
Ini bukan larangan berprestasi atau menyandang gelar. Ini soal arah. Gelar untuk melayani, atau pelayanan untuk mengejar gelar? Yang pertama membangun sesama. Yang kedua meninggikan diri, dan "barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan".
Seandainya jasa kita tidak pernah disebut siapa-siapa, masihkah kita mau mengerjakannya?
Tuhan, murnikanlah maksud hatiku, supaya yang kucari adalah Engkau dan bukan tepuk tangan. Amin.
Invitatorium
SABTU IV PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah mendengarkan suara Tuhan, supaya kita beristirahat bersama Allah.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah mendengarkan suara Tuhan, supaya kita beristirahat bersama Allah.
Ibadat Bacaan
MADAH
Ave Maria, gratia plena
PSALMODI
Ant. 1 Ya Allahku, janganlah menolak seruanku minta tolong, karena aku diserang oleh orang-orang fasik.
Mazmur 55
Melawan teman yang terbukti pengkhianat
Yesus diliputi rasa takut dan cemas (Markus 14:33).
Ant. Ya Allahku, janganlah menolak seruanku minta tolong, karena aku diserang oleh orang-orang fasik.
Ant. 2 Tuhan sendiri akan membebaskan kita dari tangan-tangan yang memusuhi dan khianat.
Ant. Tuhan sendiri akan membebaskan kita dari tangan-tangan yang memusuhi dan khianat.
Ant. 3 Serahkanlah kekhawatiranmu kepada Tuhan; Ia akan menopangmu.
Ant. Serahkanlah kekhawatiranmu kepada Tuhan; Ia akan menopangmu.
BACAAN
RESPONSORIUM Yesaya 30:15, 18
RESPONSORIUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Betapa baiklah memuji namaMu, Allah yang mahatinggi, dan mewartakan kasihMu pagi hari.
Mazmur 91 (92)
Ant.1: Betapa baiklah memuji namaMu, Allah yang mahatinggi, dan mewartakan kasihMu pagi hari.
Ant.2: Kamu akan Kuberi hati yang baru dan semangat baru Kutempatkan dalam batinmu.
Yeh 36,24-28
Ant.2: Kamu akan Kuberi hati yang baru dan semangat baru Kutempatkan dalam batinmu.
Ant.3 Mulut kanak-kanak dan bayi berbicara bagiMu, ya Tuhan.
Mazmur 8
Ant.3: Mulut kanak-kanak dan bayi berbicara bagiMu, ya Tuhan.
Bacaan Singkat (2Ptr 3,13-14)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Ya Tuhan, bimbinglah kami ke jalan damai sejahtera.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Ya Tuhan, bimbinglah kami ke jalan damai sejahtera.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SABTU IV SIANG
Madah
Ant.1: Semoga tanganMu menolong aku, sebab aku telah memilih titahMu.
Ant.1: Semoga tanganMu menolong aku, sebab aku telah memilih titahMu.
Ant.2: TakhtaMu bertahan selama-lamanya, ya Allah.
Mazmur 44 (45) I
Ant.2: TakhtaMu bertahan selama-lamanya, ya Allah.
Ant.3: Kulihat Yerusalem baru, bagaikan mempelai yang berdandan bagi suaminya.
Mazmur 44 (45) II
Ant.3: Kulihat Yerusalem baru, bagaikan mempelai yang berdandan bagi suaminya.
Bacaan singkat (Flp 4,8.9b)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
MINGGU I SORE I
Madah
Ant.1: Ya Tuhan, semoga doaku membubung ke hadapanMu bagaikan dupa.
Mazmur 140
Ant.1: Ya Tuhan, semoga doaku membubung ke hadapanMu bagaikan dupa.
Ant.2: Engkaulah pelindungku, ya Tuhan, milik pusakaku dalam hidup abadi.
Mazmur 141
Ant.2: Engkaulah pelindungku, ya Tuhan, milik pusakaku dalam hidup abadi.
Ant.3: Tuhan Yesus telah menghampakan diri; sebab itu Allah meninggikan Dia selama-lamanya.
Flp 2,6-11
Ant.3: Tuhan Yesus telah menghampakan diri; sebab itu Allah meninggikan Dia selama-lamanya.
Bacaan Singkat (Rom 11,33-36)
Ant.Kidung (Mi V): Kamu ini cahaya dunia. Cahayamu harus bersinar di depan orang, agar mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuji Bapa di surga.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Kamu ini cahaya dunia. Cahayamu harus bersinar di depan orang, agar mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuji Bapa di surga.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU I
Doa Tobat
Madah
Ant 1: Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.
Mazmur 4
Ant 1: Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.
Ant 2: Pujilah Tuhan di waktu malam.
Mazmur 133 (134)
Ant 2: Pujilah Tuhan di waktu malam.
Bacaan singkat (Ul 6,4-7)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santa Teresia Yornet
Perawan
Teresia lahir di Aytona, Spanyol pada tanggal 9 Januari 1843. Orangtuanya adalah petani miskin yang saleh dan sangat beribadat kepada Tuhan. Teresia belajar di sekolah setempat hingga memperoleh ijazah guru. Selama beberapa tahun ia mengajar di sekolah dasar Argensola. Masyarakat sekitar senang sekali dengannya karena carana mendidik anak-anak sangat baik.
Meskipun dunia pendidikan merupakan bidang kerja yang disenanginya, namun dia mencita-citakan sesuatu yang lebih mulia, yakni menjadi biarawati. Tak lama kemudian ia masuk novisiat suster-suster Klaris. Tetapi karena kesehatannya terganggu, Teresia tidak diperkenankan mengikrarkan kaulnya yang pertama. Ia lalu keluar dari tarekat suster-suster Klaris. Kemudian oleh seorang imam yang saleh, Teresia diminta untuk turut mendirikan sebuah kongregasi suster yang diabdikan untuk pelayanan dan perawatan orang-orang tua renta yang sakit dan miskin.
Pada tahun 1873 Teresia bersama beberapa orang gadis membentuk Kongregasi suster-suster Kecil. Dia diangkat sebagai pemimpin Kongregasi baru ini. Oleh suster-suster rekannya, dia disebut sebagai Teresia a Jesu. Dibawah kepemimpinannya, kongregasi ini berkembang pesat. Limabelas tahun kemudian, tatkala tarekat baru tersebut disahkan oleh Tahkta Suci, anggota-anggotanya telah bekerja di 58 rumah perawatan orang-orang jompo di Spanyol dan kemudian di Amerika Selatan. Sulit sekali membayangkan berbagai penderitaan yang harus ditanggung oleh suster-suster tersebut. Salah satu peristiwa yang baru menimpa mereka adalah meninggalnya 24 orang suster serta 70 orang tua karena serangan penyakit kolera. Menghadapi musibah besar ini, Teresia tak bisa berbuat apa-apa kecuali menyerahkan diri kepada penyelenggaraan Ilahi Allah. Imannya yang kokoh akan Allah memberi keteguhan kepada suster-suster lainnya yang melanjutkan karyanya demi kebahagiaan orang-orang tua yang dipercayakan Tuhan kepada mereka. Teresia Yornet meinggal dunia pada tanggal 26 Agustus.
Santo Zepherinus
Paus dan Martir
Zepherinus terpilih menjadi Paus pada tahun 199. Ia memimpin Gereja dalam situasi yang sangat sulit karena aksi penganiayaan terhadap umat oleh Kaisar Lucius Septimus Severus. Di samping harus berusaha keras mengembalikan orang-orang beriman yang murtad, Zepherinus pun harus berjuang menegakkan iman yang benar dihadapan petinggi Kekaisaran Roma dan para heretic trinitarian. Untuk itu ia dengan setia dan penuh kasih sayang mendampingi para tahanan dan orang-orang berdosa yang bertobat. Paus Zepherinus mati sebagai martir Kristus pada tahun 217. Jenasahnya dikuburkan di pekuburan Santo Kallistus di Roma di samping Santo Tarsisius, martir Ekaristi pada abad ketiga.