Jumat, 4 Agustus 2028
S. Yohanes Maria Vianney
Peringatan WajibBacaan Misa
Bacaan Pertama Yeremia 26:1-9
Pada permulaan pemerintahan Yoyakim, anak Yosia raja Yehuda, datanglah firman ini dari TUHAN, bunyinya: Beginilah firman TUHAN: "Berdirilah di pelataran rumah TUHAN dan katakanlah kepada penduduk segala kota Yehuda, yang datang untuk sujud di rumah TUHAN, segala firman yang Kuperintahkan untuk kaukatakan kepada mereka. Janganlah kaukurangi sepatah katapun! Mungkin mereka mau mendengarkan dan masing-masing mau berbalik dari tingkah langkahnya yang jahat, sehingga Aku menyesal akan malapetaka yang Kurancangkan itu terhadap mereka oleh karena perbuatan-perbuatan mereka yang jahat. Jadi katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN: Jika kamu tidak mau mendengarkan Aku, tidak mau mengikuti Taurat-Ku yang telah Kubentangkan di hadapanmu, dan tidak mau mendengarkan perkataan hamba-hamba-Ku, para nabi, yang terus-menerus Kuutus kepadamu, --tetapi kamu tidak mau mendengarkan-- maka Aku akan membuat rumah ini sama seperti Silo, dan kota ini menjadi kutuk bagi segala bangsa di bumi." Para imam, para nabi dan seluruh rakyat mendengar Yeremia mengucapkan perkataan-perkataan itu dalam rumah TUHAN. Lalu sesudah Yeremia selesai mengatakan segala apa yang diperintahkan TUHAN untuk dikatakan kepada seluruh rakyat itu, maka para imam, para nabi dan seluruh rakyat itu menangkap dia serta berkata: "Engkau harus mati! Mengapa engkau bernubuat demi nama TUHAN dengan berkata: Rumah ini akan sama seperti Silo, dan kota ini akan menjadi reruntuhan, sehingga tidak ada lagi penduduknya?" Dan seluruh rakyat berkumpul mengerumuni Yeremia di rumah TUHAN.
Mazmur Tanggapan Mazmur 69:5,8-10,14
Bacaan Injil Matius 13:54-58
Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: "Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu? Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya." Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.
Renungan
Anak Tukang Kayu
Di kampung, orang paling sulit percaya kepada anak yang mereka lihat besar. "Ah, itu kan anaknya tukang jahit ujung gang. Dulu sering main layangan di sini." Semakin kita merasa kenal, semakin sulit kita dibuat terkejut.
Kemarin Yesus menutup rangkaian perumpamaan-Nya dan pergi dari situ. Hari ini Ia tiba di kampung asal-Nya, dan yang terjadi persis seperti itu. Orang takjub akan hikmat-Nya, tetapi buru-buru menetralkannya: bukankah Ia ini anak tukang kayu? Kekaguman mereka kalah oleh arsip lama. Dan Injil mencatat kalimat yang menyedihkan: karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mukjizat diadakan-Nya di situ.
Yeremia dalam Bacaan I bernasib serupa. Ia nyaris dibunuh justru oleh orang-orang yang setiap hari melihatnya di pelataran rumah Tuhan.
Santo Yohanes Maria Vianney, yang kita kenang hari ini, pernah dianggap terlalu bodoh untuk menjadi imam, lalu ditempatkan di desa kecil bernama Ars. Dari desa terpencil itu, seluruh Prancis akhirnya datang mengantre pengakuan dosa.
Berapa banyak karya Allah gagal kita terima hanya karena pembawanya terlalu kita kenal: pasangan, anak, tetangga, teman sebangku?
Tuhan, bebaskanlah aku dari arsip lama tentang sesamaku, supaya aku tidak menghalangi karya-Mu lewat mereka. Amin.
Invitatorium
JUMAT I PAGI
Pembukaan
Ant. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setiaNya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setiaNya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Kamis dalam Pekan Biasa, Peringatan Santo Ignatius dari Loyola, Imam.
MADAH
Ant. 1 Sabda Tuhan adalah perisai yang kuat bagi semua yang percaya kepada-Nya.
Mazmur 18
Nyanyian syukur
Jika Allah di pihak kita, siapa yang dapat melawan kita? (Roma 8:31).
Ant. Sabda Tuhan adalah perisai yang kuat bagi semua yang percaya kepada-Nya.
Ant. 2 Tangan kanan-Mu yang kuat telah menopangku, Tuhan.
Ant. Tangan kanan-Mu yang kuat telah menopangku, Tuhan.
Ant. 3 Semoga Allah yang hidup, Juruselamatku, dipuji selamanya.
Ant. Semoga Allah yang hidup, Juruselamatku, dipuji selamanya.
BACAAN-BACAAN
RESPONSORIUM Galatia 1:11,12; 2 Korintus 11:10,7
RESPONSORIUM 1 Petrus 4:11, 8
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Ya Tuhan, terimalah kurban sejati di atas mesbahMu.
Mazmur 50
Ant.1: Ya Tuhan, terimalah kurban sejati di atas mesbahMu.
Ant.2: Seluruh keturunan Israel dinyatakan benar oleh Tuhan dan dimuliakan.
Yes 45,15-26
Ant.2: Seluruh keturunan Israel dinyatakan benar oleh Tuhan dan dimuliakan.
Ant.3: Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria.
Mazmur 99
Ant.3: Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria.
Bacaan Singkat (Ef 4,29-32)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Tuhan telah mengunjungi dan membebaskan umatNya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Tuhan telah mengunjungi dan membebaskan umatNya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
JUMAT I SIANG
Madah
Ant.1: Dengan rajin kuikuti perintahMu, sebab Engkau melapangkan hatiku.
Mazmur 118 (119),25-32
Ant.1: Dengan rajin kuikuti perintahMu, sebab Engkau melapangkan hatiku.
Ant.2: Kepada Tuhan aku percaya, tiada aku goyah.
Mazmur 25 (26)
Ant.2: Kepada Tuhan aku percaya, tiada aku goyah.
Ant.3: Kepada Tuhan hatiku percaya, dan aku tertolong.
Mazmur 27 (29),1-3.6-9
Ant.3: Kepada Tuhan hatiku percaya, dan aku tertolong.
Bacaan singkat (Kol 3,12-13)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
JUMAT I SORE
Madah
Ant.1: Sembuhkanlah aku, Tuhan, sebab aku berdosa terhadapMu.
Mazmur 40
Ant.1: Sembuhkan aku, Tuhan, sebab aku berdosa terhadapMu.
Ant.2: Tuhan semesta alam menyertai kita, benteng kuatlah bagi kita Allah Yakub.
Mazmur 45
Ant.2: Tuhan semesta alam menyertai kita, benteng kuatlah bagi kita Allah Yakub.
Ant.3: Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapanMu, ya Tuhan.
Why 15,3-4
Ant.3: Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapanMu, ya Tuhan.
Bacaan Singkat (Rom 15,1-3a)
Ant.Kidung: Tuhan telah menyambut kita, hamba-hambaNya, demi kasih sayangNya yang besar.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Tuhan telah menyambut kita, hamba-hambaNya, demi kasih sayangNya yang besar.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - JUMAT
Doa Tobat
Madah
Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 87 (88)
Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat (Yer 14,9)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
S. Yohanes Maria Vianney
Imam · 1786-1859
Yohanes Maria Vianney lahir pada tahun 1786 di desa Dardilly dekat Lyon, Prancis, dari keluarga petani miskin yang taat. Masa mudanya jatuh pada zaman Revolusi Prancis, ketika ibadah Katolik dilarang dan imam-imam bersembunyi. Ia baru belajar membaca pada usia yang cukup lanjut dan sangat lamban dalam pelajaran, terutama bahasa Latin, sehingga jalannya menuju imamat penuh rintangan.
Berkat ketekunan doa dan bimbingan seorang imam yang sabar, ia akhirnya ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1815. Ia ditempatkan di Ars, sebuah desa terpencil dan acuh tak acuh terhadap agama. Dengan doa keras, matiraga, dan cinta yang gigih, perlahan ia mengubah seluruh desa itu.
Kemasyhurannya terutama sebagai bapa pengakuan. Bertahun-tahun ia menghabiskan enam belas hingga delapan belas jam sehari di kamar pengakuan, membaca hati para peziarah yang berdatangan dari seluruh Prancis, kadang mencapai puluhan ribu orang tiap tahun. Meski dianggap kurang pandai semasa belajar, khotbahnya yang sederhana menyentuh hati banyak orang.
Ia wafat di Ars pada tahun 1859 dalam kelelahan pelayanan. Dikanonisasi oleh Paus Pius XI pada tahun 1925, ia kemudian dinyatakan sebagai pelindung para imam paroki di seluruh dunia.
Pelindung: para imam dan pastor paroki.
Santo Yohanes Maria Vianney
Pengaku Iman
Mulanya ia dianggap remeh karena kelambanannya dan kebodohannya. Setelah ditabhiskan menjadi imam, ia tidak diperkenankan uskup melayani sakramen pengakuan dosa karena dianggap tidak mampu memberi bimbingan rohani. Setelah beberapa, ia ditempatkan di paroki Ars, sebuah paroki yang terpencil, dan tak terurus. Di paroki ini Yohanes Maria Vianney mengabdikan dirinya dan menjadikan desa Ars sebuah tempat ziarah bagi umat di segala penjuru.
Yohanes Maria Vianney lahir pada tanggal 8 Mei 1786 di desa Dardilly, Lyon-Prancis. Ayahnya, Mateus Vianney, seorang petani miskin. Ibunya serorang yang taat beragama. Masyarakat setempat kagum dan suka pada mereka karena cara hidup mereka yang benar-benar mencerminkan kebiasaan hidup Kristiani. Semenjak kecil, Yohanes sudah terbiasa dengan kerja keras dan doa yang tekun berkat telandan orangtuanya. Dibandingkan dengan kelima orang saudaranya, ia memang trampil dan rajin bekerja namun lamban dan bodoh. Ia baru bisa membaca pada usia 18 tahun. Meskipun begitu, ia bercita-cita menjadi imam.
Pada umur 20 tahun, ayahnya dengan berat hati mengizinkan dia masuk Seminari di desa tetangganya, Ecully. Hal ini bukan karena ayahnya tidak mengijinkan dia menjadi imam tetapi semata-mata karena kelambanan dan kebodohannya. Pendidikannya sempat tertunda karena kewajiban masuk militer yang berlaku di Prancis pada masa itu. Baru pada tahun 1812, ia melanjutkan lagi studinya. Ia mengalami kesulitan besar sepanjang masa studinya di Seminari. Hampir semua mata pelajaran, terutama bahasa Latin, sangat sulit dipahaminya. Namun ia tidak putus asa. Ia rajin berziarah ke Louveser untuk berdoa dengan perantaraan Santo Fransiskus Regis agar bisa terbantu dalam mempelajari semua bidang studi. Berkat doa-doanya, ia berangsur-angsur mengalami kemajuan hingga menamatkan pendidikan Seminari Menengah Verriores dan masuk Seminari Tinggi. Di jenjang Seminari Tinggi, ia harus berjuang lebih keras lagi agar lolos dari kegagalan. Meskipun begitu ia terus menerus harus mengulangi setiap ujian. Pemimpin seminari sangat meragukan dia, namun mereka pun tidak bisa mengeluarkan dia karena kehidupan rohaninya sangat baik. Ia seorang calon imam yang saleh. Akhirnya Yohanes pun dianggap layak dan ditabhiskan menjadi imam pada tahun 1815.
Setelah menjadi imam, ia belum diperkenankan melayani sakramen pengakuan dosa karena dianggap tidak mampu memberikan bimbingan rohani kepada umat. Kecuali itu, ia dinilai tidak bisa menjadi pastor di paroki-paroki kota. Oleh karena itu ia ditempatkan di paroki Ars. Ars adalah sebuah desa terpencil dan terbelakang di Prancis. Paroki ini dianggap cocok bagi dia karena tingkat pendidikan umatnya tidak seberapa.
Pada 8 Februari 1818, Yohanes mulai menyadari karyanya di Paroki Ars. Di satu pihak ia sungguh menyadari bahwa kemampuannya tidak seberapa bila dibandingkan dengan beratnya tugas mengembalakan umat Allah; tetapi di pihak lain ia pun sadar bahwa dirinya bukanlah pelaku utama karya pengembalaan umat melainkan Allah melalui Roh Kudus-Nya-lah pelaku utama karya besar itu. Kesadaran itu mendorong dia untuk senantiasa mempersembahkan karyanya kepada Tuhan. Tahap demi tahap ia membenahi parokinya dengan coba membangkitkan semangat iman umat. Semangat kerja kerasnya semenjak kecil mendorongnya untuk berkhotbah dan mengajar umat tanpa mengenal lelah.
Yohanes yang dahulu dianggap remeh dan dipandang dengan sebelah mata oleh banyak imam, kini dikagumi dan disanjung. Desa Ars yang dahulu sepi, sekarang menjadi tempat ziarah terkenal bagi umat dari segala penjuru Prancis. Dari mana-mana umat datang ke Ars untuk merayakan Ekaristi dan mendengarkan khotbah pastor desa yang saleh itu. Khotbah-khotbah tajam, keras dan mengena sehingga menggetarkan hati umat terutama para pendosa. Namun di kamar pengakuan, ia ramah dan dengan hati yang ikhlas memberi bimbingan rohani kepada umatnya. Oleh rahmat Allah yang diperkuat dengan keluhuran budi dan kesalehan hidupnya, Yohanes mampu menghantar kembali umat kepada pertobatan dan penghayatan iman yang benar.
Pastor Ars yang saleh ini dikarunia karisma mengetahui berbagai hal sebelum terjadi. Karisma ini dapat dilihat dalam pengalaman Nyonya Pauze dari St. Etienne. Pauze datang mengaku dosanya di gereja paroki. Pastor yang melayani sudah tua, kurus dan lemah. Dialah Yohanes Vianney. Dalam hatinya ia berpikir: "Tentu ini kesempatan terakhir bagiku untuk menerima berkatnya". Namun pastor tua itu tiba-tiba berkata: "Bukan begitu anakku! Tiga minggu lagi kita akan bertemu kembali". Nyonya Pauze terperanjat dan pulang dengan seribu tanda tanya. Ia menceritakan kata-kata pastor itu kepada teman-temannya. Dan persis tiga minggu kemudian, nyonya Pauze meninggal dunia bersamaan dengan pastor tua itu. Mereka bertemu lagi di surga.
Meskipun ia saleh, ia tidak luput dari gangguan setan. Ia sering tidak bisa tidur karena gangguan setan di malam hari. Ia tidak takut karena yakin sesudah kejadian itu selalu akan datang pendosa berat yang mau bertobat. Di samping penyembuhan luka-luka batin umatnya, banyak pula penyembuhan jasmani yang terjadi secara ajaib melalui perantaraannya.
Tugas hariannya yang berat itu sangat menguras tenanganya. Beberapa kali ia meninggalkan Ars untuk beristirahat di sebuah biara. Tetapi ia selalu diseret kembali oleh umatnya di dusun Ars. Ini suatu tanda bahwa umat sungguh mencintainya dan tidak rela kalau pastornya meninggalkan mereka. Yohanes Maria Vianney mendampingi umatnya di Ars sampai maut menjemputnya pada tanggal 3 Agustus 1859. Pada tahun 1925, ia dinyatakan sebagai 'santo' oleh Paus Pius XI (1922-1939) dan diangkat sebagai pelindung surgawi bagi 'para pastor paroki'.