Selasa, 25 Juli 2028

Pesta S. Yakobus Rasul

Pesta

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama 2 Korintus 4:7-15

Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini. Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu. Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata", maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata. Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya. Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.

Mazmur Tanggapan Mazmur 126:1-6

Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi.
Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!"
TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb!
Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Bacaan Injil Matius 20:20-28

Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu." Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?" Kata mereka kepada-Nya: "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka: "Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya." Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Renungan

Retak, Tapi Tidak Pecah

Di dapur kampung sering ada kendi tua yang badannya sudah gompal di sana-sini. Bibirnya sumbing, warnanya kusam. Tetapi selama dasarnya tidak bocor, ia tetap dipakai. Air di dalamnya tetap sejuk, tetap menghilangkan haus. Retak di luar tidak membatalkan gunanya.

Paulus memakai gambar itu untuk hidup para rasul. "Harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami." Lalu ia merangkai empat kalimat yang layak dihafal: "Ditindas, namun tidak terjepit; habis akal, namun tidak putus asa; dianiaya, namun tidak ditinggalkan; dihempaskan, namun tidak binasa." Bejana itu retak, tetapi tidak pecah. Justru lewat retaknya, cahaya harta di dalamnya kelihatan.

Hari ini kita merayakan Santo Yakobus Rasul. Ibunya pernah meminta kursi kehormatan baginya, di kanan dan kiri Yesus. Tetapi Yesus menawarkan cawan, bukan kursi. Dan Yakobus sungguh meminumnya: ia rasul pertama yang mati dibunuh karena imannya. Ia menjadi bejana yang dihempaskan namun tidak binasa, sebab hartanya bukan dirinya sendiri, melainkan Kristus di dalamnya.

Kita sering malu pada keretakan kita: kelemahan, kegagalan, luka yang belum sembuh. Padahal justru di situ kekuatan Allah paling tampak. Bejana yang mengaku retak lebih jujur menunjukkan bahwa hartanya bukan buatan sendiri.

Keretakan mana yang kusembunyikan mati-matian, padahal lewat situ kasih Allah bisa bersinar keluar?

Tuhan, aku bejana tanah liat yang retak. Isilah aku dengan harta-Mu, dan biarlah kekuatan-Mu tampak justru pada kelemahanku. Amin.

Invitatorium

SELASA IV PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menyembah Allah, Tuhan yang mahamulia.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Marilah kita menyembah Allah, Tuhan yang mahamulia.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Selasa dalam Pekan Biasa

Ya Allah, datanglah menolongku.

Tuhan, bersegeralah menolongku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Ya Allah, Penolong kami di masa lalu,

Harapan kami untuk tahun-tahun mendatang,

Perlindungan kami dari badai yang dahsyat,

Dan rumah kekal kami.
Di bawah naungan takhta-Mu

Para kudus-Mu telah tinggal dengan aman;

Cukuplah lengan-Mu sendiri,

Dan pertahanan kami pasti.
Sebelum gunung-gunung berdiri tegak,

Atau bumi menerima bentuknya,

Dari kekal Engkau adalah Allah,

Sama sampai tahun-tahun tak berkesudahan.
Seribu abad di mata-Mu

Seperti senja yang berlalu;

Singkat seperti jaga yang mengakhiri malam

Sebelum matahari terbit.
Waktu, seperti sungai yang terus mengalir,

Membawa semua hidup kami pergi;

Mereka terbang, terlupakan, seperti mimpi

Mati saat hari mulai terang.
Ya Allah, Penolong kami di masa lalu,

Harapan kami untuk tahun-tahun mendatang,

Jadilah pelindung kami selagi kesulitan berlangsung,

Dan rumah kekal kami.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Bangkitlah Allah, biarlah musuh-musuh-Nya lari dari hadapan-Nya.

Mazmur 68

Masuknya Tuhan yang jaya ke dalam tempat kudus-Nya

Naik ke tempat tinggi, Ia menawan tawanan, dan memberi karunia kepada manusia (Efesus 4:10).

I
Bangkitlah Allah, biarlah musuh-musuh-Nya tercerai-berai.

Biarlah mereka yang membenci-Nya lari dari hadapan-Nya.

Seperti asap ditiup, demikianlah mereka akan ditiup;

seperti lilin yang meleleh di hadapan api,

demikianlah orang fasik akan binasa di hadapan Allah.
Tetapi orang benar akan bersukacita di hadapan Allah,

mereka akan bersorak-sorai dan menari kegirangan.

Bernyanyilah bagi Tuhan, mainkan musik bagi nama-Nya;

buatlah jalan bagi Dia yang berkendara di atas awan.

Bersukacitalah di dalam Tuhan, bersorak-sorailah di hadapan-Nya.
Bapa anak yatim, pembela janda,

demikianlah Allah di tempat kudus-Nya.

Allah memberi orang yang kesepian rumah untuk ditinggali;

Ia memimpin para tawanan keluar menuju kebebasan:

tetapi para pemberontak harus tinggal di tanah yang kering.
Ketika Engkau keluar, ya Allah, di kepala umat-Mu,

ketika Engkau berbaris melintasi padang gurun, bumi bergetar:

langit meleleh di hadapan Allah,

di hadapan Allah, Allah Israel.
Engkau mencurahkan, ya Allah, hujan yang melimpah:

ketika umat-Mu kelaparan, Engkau memberi mereka hidup baru.

Di sanalah umat-Mu menemukan rumah,

dipersiapkan dalam kebaikan-Mu, ya Allah, bagi orang miskin.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Bangkitlah Allah, biarlah musuh-musuh-Nya lari dari hadapan-Nya.

Ant. 2 Allah kita adalah Allah yang menyelamatkan; Dia, Tuhan, memegang kunci-kunci maut.

II
Tuhan memberi firman kepada para pembawa kabar baik:

“Yang Mahakuasa telah mengalahkan pasukan yang tak terhitung jumlahnya

dan raja-raja serta pasukan-pasukan sedang melarikan diri, melarikan diri

sementara kamu beristirahat di antara kandang-kandang domba.”
Di rumah para wanita sudah berbagi rampasan.

Mereka tertutup perak seperti sayap merpati,

bulu-bulunya berkilauan dengan emas yang bersinar

dan permata berkilauan seperti salju di Gunung Zalmon.
Gunung-gunung Basan adalah gunung-gunung yang perkasa;

gunung-gunung berpunggung tinggi adalah gunung-gunung Basan.

Mengapa memandang dengan iri, hai gunung-gunung berpunggung tinggi,

pada gunung tempat Allah telah memilih untuk tinggal?

Di sanalah Tuhan akan tinggal selama-lamanya.
Kereta-kereta Allah adalah ribuan kali ribuan.

Tuhan telah datang dari Sinai ke tempat kudus.

Engkau telah naik ke tempat tinggi; Engkau telah menawan tawanan,

menerima manusia sebagai upeti, ya Allah,

bahkan mereka yang memberontak, ke dalam kediaman-Mu, ya Tuhan.
Terpujilah Tuhan hari demi hari.

Ia menanggung beban kita, Allah penyelamat kita.

Allah kita ini adalah Allah yang menyelamatkan.

Tuhan Allah kita memegang kunci-kunci maut.

Dan Allah akan memukul kepala musuh-musuh-Nya,

mahkota mereka yang tetap dalam dosa-dosa mereka.
Tuhan berkata: “Aku akan membawa mereka kembali dari Basan;

Aku akan membawa mereka kembali dari kedalaman laut.

Maka kakimu akan menginjak darah mereka

dan lidah anjing-anjingmu akan mengambil bagian mereka dari musuh.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Allah kita adalah Allah yang menyelamatkan; Dia, Tuhan, memegang kunci-kunci maut.

Ant. 3 Kerajaan-kerajaan bumi, nyanyikanlah pujian bagi Allah, mainkanlah musik untuk menghormati Tuhan.

III
Mereka melihat prosesi khidmat-Mu, ya Allah,

prosesi Allahku, Rajaku, ke tempat kudus:

para penyanyi di depan, para musisi di belakang,

di antara mereka, para gadis membunyikan rebana mereka.
“Dalam pertemuan-pertemuan meriah, pujilah Tuhan;

pujilah Allah, hai kamu anak-anak Israel.”

Di sana ada Benyamin, yang terkecil dari suku-suku, di depan,

para pangeran Yehuda, kerumunan yang perkasa,

para pangeran Zebulon, para pangeran Naftali.
Tunjukkanlah, ya Allah, tunjukkanlah kekuatan-Mu,

kekuatan-Mu, ya Allah, yang telah Engkau tunjukkan bagi kami.

Demi bait-Mu yang tinggi di Yerusalem

semoga raja-raja datang kepada-Mu membawa upeti mereka.
Ancamlah binatang buas yang tinggal di alang-alang,

gerombolan orang-orang perkasa dan penguasa bangsa-bangsa.

Biarlah mereka tunduk mempersembahkan perak.

Sebarkanlah bangsa-bangsa yang senang berperang.

Para pangeran akan datang dari Mesir:

Etiopia akan mengulurkan tangannya kepada Allah.
Kerajaan-kerajaan bumi, bernyanyilah bagi Allah, pujilah Tuhan

yang berkendara di atas langit, langit purba.

Ia mengguntur suaranya, suaranya yang perkasa.

Datanglah, akuilah kuasa Allah.
Kemuliaan-Nya ada pada Israel; kekuatan-Nya ada di langit.

Allah harus ditakuti di tempat kudus-Nya.

Ia adalah Tuhan, Allah Israel.

Ia memberi kekuatan dan kuasa kepada umat-Nya.
Terpujilah Allah!
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Yesus Kristus, Raja alam semesta, Engkau telah memberi kami sukacita dalam santapan kudus-Mu. Tolonglah kami untuk memahami makna kematian-Mu dan untuk mengakui Engkau sebagai penakluk maut yang duduk di sisi kanan Bapa.

Ant. Kerajaan-kerajaan bumi, nyanyikanlah pujian bagi Allah, mainkanlah musik untuk menghormati Tuhan.

Hening Kudus (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan firman Allah dan suara publik Gereja.
Aku akan mendengarkan apa yang dikatakan Tuhan Allah.

Ia berbicara tentang damai sejahtera bagi umat-Nya.

BACAAN

Bacaan pertama

Dari Kitab Raja-raja yang pertama

19:1-9a, 11-21

Tuhan menyatakan diri-Nya kepada Elia
Ahab memberitahu Izebel segala yang telah dilakukan Elia – bahwa ia telah membunuh semua nabi dengan pedang. Izebel kemudian mengirim utusan kepada Elia dan berkata, “Semoga para dewa melakukan demikian dan begitu kepadaku jika besok pada waktu ini aku belum melakukan terhadap hidupmu apa yang telah dilakukan terhadap masing-masing mereka.”
Elia takut dan melarikan diri untuk menyelamatkan nyawanya, pergi ke Bersyeba di Yehuda. Ia meninggalkan hambanya di sana dan berjalan sehari perjalanan ke padang gurun, sampai ia tiba di bawah pohon arar dan duduk di bawahnya. Ia berdoa agar mati: “Cukuplah ini, ya Tuhan! Ambillah nyawaku, karena aku tidak lebih baik dari nenek moyangku.” Ia berbaring dan tertidur di bawah pohon arar, tetapi kemudian seorang malaikat menyentuhnya dan memerintahkannya untuk bangun dan makan. Ia melihat dan di dekat kepalanya ada roti bakar dan kendi air. Setelah ia makan dan minum, ia berbaring lagi.
Tetapi malaikat Tuhan datang kembali untuk kedua kalinya, menyentuhnya, dan memerintahkan, “Bangun dan makan, jika tidak perjalanan akan terlalu panjang bagimu!” Ia bangun, makan dan minum; kemudian dikuatkan oleh makanan itu, ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam ke gunung Allah, Horeb.
Di sana ia tiba di sebuah gua, tempat ia berlindung. Kemudian Tuhan berkata, “Keluarlah dan berdirilah di gunung di hadapan Tuhan; Tuhan akan lewat.” Angin kencang dan dahsyat merobek gunung-gunung dan menghancurkan batu-batu di hadapan Tuhan – tetapi Tuhan tidak ada di dalam angin. Setelah angin ada gempa bumi – tetapi Tuhan tidak ada di dalam gempa bumi. Setelah gempa bumi ada api – tetapi Tuhan tidak ada di dalam api. Setelah api ada suara bisikan yang sangat kecil. Ketika ia mendengar ini, Elia menyembunyikan wajahnya di jubahnya dan pergi dan berdiri di pintu masuk gua. Sebuah suara berkata kepadanya, “Elia, mengapa engkau di sini?” Ia menjawab, “Aku telah sangat bersemangat untuk Tuhan, Allah semesta alam. Tetapi orang Israel telah meninggalkan perjanjian-Mu, merobohkan mezbah-mezbah-Mu, dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang. Aku sendiri yang tersisa, dan mereka berusaha mengambil nyawaku.” “Pergilah, ambillah jalan kembali ke padang gurun dekat Damsyik,” Tuhan berkata kepadanya. “Ketika engkau tiba, engkau akan mengurapi Hazael sebagai raja Aram. Kemudian engkau akan mengurapi Yehu, anak Nimsi, sebagai raja Israel, dan Elisa, anak Safat dari Abel-Mehola, sebagai nabi penggantimu. Jika ada yang lolos dari pedang Hazael, Yehu akan membunuhnya. Jika ia lolos dari pedang Yehu, Elisa akan membunuhnya. Namun Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel – semua yang belum berlutut kepada Baal atau menciumnya.”
Elia berangkat, dan bertemu Elisa, anak Safat, ketika ia sedang membajak dengan dua belas pasang lembu; ia mengikuti yang kedua belas. Elia mendekatinya dan melemparkan jubahnya ke atasnya. Elisa meninggalkan lembu-lembunya, berlari mengejar Elia, dan berkata, “Mohon, biarkan aku mencium ayah dan ibuku selamat tinggal, dan aku akan mengikutimu.” “Kembalilah!” jawab Elia. “Apakah aku telah melakukan sesuatu kepadamu?” Elisa meninggalkannya dan, mengambil sepasang lembu, menyembelihnya; ia menggunakan peralatan membajak sebagai bahan bakar untuk merebus dagingnya, dan memberikannya kepada rakyatnya untuk dimakan. Kemudian ia berangkat dan mengikuti Elia sebagai pelayannya.

RESPONSORIUM Lihat Keluaran 33:22, 20; Yohanes 1:18

Tuhan berkata kepada Musa:

Ketika kemuliaan-Ku lewat,

Aku akan menempatkanmu di celah batu

dan menutupi-Mu dengan tangan-Ku sampai Aku lewat.

Karena tidak ada yang melihat Aku dan hidup.
Tidak seorang pun pernah melihat Allah;

Putra tunggal Allah, yang paling dekat dengan hati Bapa,

telah menyatakan Dia.

Karena tidak ada yang melihat Aku dan hidup.
Bacaan kedua

Dari risalah Tentang Misteri oleh Santo Ambrosius, uskup

Semua ini adalah tanda dari apa yang akan datang
Rasul mengajarkan kepadamu bahwa nenek moyang kita semua diliputi oleh awan, semua melewati laut, semua dibaptis ke dalam Musa dalam awan dan dalam laut. Selanjutnya, Musa dalam nyanyiannya berkata: Engkau mengirimkan Roh-Mu, dan laut menenggelamkan mereka. Engkau mengamati bahwa dalam penyeberangan oleh orang Ibrani ini sudah ada simbol baptisan kudus. Orang Mesir binasa; orang Ibrani melarikan diri. Apa lagi pelajaran harian dari sakramen ini selain bahwa dosa ditenggelamkan, dan kesalahan dihancurkan, sementara kebaikan dan kepolosan melewati tanpa cedera?
Engkau diajarkan bahwa nenek moyang kita diliputi oleh awan, awan berkat yang mendinginkan api nafsu jasmani. Awan berkat: dengan awan berkatlah Roh Kudus menaungi mereka yang Ia datangi. Roh Kudus akhirnya datang atas Perawan Maria, dan kuasa Yang Mahatinggi menaungi dia, ketika ia mengandung bagi seluruh umat manusia Dia yang adalah penebusan. Mukjizat besar ini digambarkan melalui Musa. Jika demikian Roh digambarkan, apakah Ia tidak sekarang hadir dalam kebenaran, karena Kitab Suci memberitahumu bahwa hukum diberikan melalui Musa, tetapi rahmat dan kebenaran datang melalui Yesus Kristus?
Mara adalah mata air yang pahit. Ketika Musa melemparkan kayu ke dalamnya, airnya menjadi manis. Air, Engkau lihat, tidak berguna untuk keselamatan masa depan tanpa proklamasi salib Tuhan. Tetapi ketika

itu telah dikuduskan melalui misteri penyelamatan salib, maka itu siap untuk digunakan dalam bejana Roh dan dalam cawan keselamatan. Oleh karena itu, seperti Musa dalam perannya sebagai nabi melemparkan kayu ke mata air Mara, demikian juga imam mengirimkan ke mata air baptisan proklamasi salib Tuhan dan air menjadi manis, siap untuk pemberian rahmat.
Maka jangan hanya percaya apa yang dikatakan mata jasmanimu. Apa yang tidak terlihat di sini lebih benar-benar terlihat, karena apa yang terlihat termasuk waktu tetapi apa yang tidak terlihat termasuk kekekalan. Apa yang tidak dipahami oleh mata tetapi dilihat oleh pikiran dan jiwa dilihat dalam arti yang lebih benar dan lebih dalam.
Akhirnya, belajarlah dari bacaan-bacaan yang telah kita lalui dari kitab-kitab Raja-raja. Naaman adalah seorang Siria; ia adalah seorang penderita kusta, dan tidak dapat disembuhkan oleh siapa pun. Kemudian seorang gadis dari antara para tawanan berkata bahwa ada seorang nabi di Israel yang dapat membersihkannya dari penyakit kusta. Mengambil emas dan perak, kita diberitahu, ia pergi menemui raja Israel. Raja, setelah mengetahui alasan kedatangannya, merobek pakaiannya, mengatakan bahwa itu sebenarnya untuk mencari alasan melawannya, karena apa yang diminta darinya di luar kuasa seorang raja.
Elisa, bagaimanapun, menyuruh raja untuk mengirim orang Siria itu kepadanya, dan ia akan belajar bahwa ada Allah di Israel. Ketika ia datang, Elisa memerintahkannya untuk mandi tujuh kali di sungai Yordan. Kemudian Naaman mulai merenungkan bahwa sungai-sungai di negaranya sendiri memiliki air yang lebih baik, dan bahwa ia sering mandi di dalamnya, dan tidak pernah dibersihkan dari kustanya. Ini membuatnya ragu, dan ia menolak untuk mematuhi instruksi nabi. Tetapi atas nasihat dan bujukan para hambanya ia menyerah dan mandi, dan seketika itu juga ia menjadi bersih. Ia kemudian menyadari bahwa bukan air yang membersihkan tetapi rahmat.
Ini adalah seorang pria yang ragu sebelum disembuhkan. Engkau sudah disembuhkan, dan karena itu tidak seharusnya memiliki keraguan.

RESPONSORIUM Mazmur 78:52, 53; 1 Korintus 10:2

Tuhan memimpin umat-Nya keluar seperti domba;

Ia membimbing mereka dengan aman,

dan mereka tidak takut.

Dan laut menelan musuh-musuh mereka.
Semua dibaptis ke dalam Musa

dalam awan dan dalam laut.

Dan laut menelan musuh-musuh mereka.

Doa Penutup

Ya Allah,

yang menunjukkan terang kebenaran-Mu

kepada mereka yang tersesat,

agar mereka dapat kembali ke jalan yang benar,

berikanlah kepada semua yang karena iman yang mereka akui disebut Kristen

rahmat untuk menolak apa pun yang bertentangan dengan nama Kristus

dan untuk mengusahakan segala sesuatu yang menghormati-Nya.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Gelap berkurang, malam hampir hilang
Fajar gemilang menyebarkan terang.
Marilah kita memanjatkan doa
Kepada Bapa.

Semoga Bapa berbelaskasihan
Membimbing kita dalam pengabdian
Dan merestui karya darma bakti
Sepanjang hari.

Ya Bapa kami, sudilah kabulkan
Harapan hati yang kami ungkapkan
Secara tulus demi Yesus Kristus
Dalam Roh Kudus. Amin.

Ant.1: Aku hendak bermazmur bagiMu, ya Tuhan, aku hendak hidup tanpa cela.

Mazmur 100 (101)

Aku hendak menyanyikan kasih setia dan hukumMu,*
aku hendak bermazmur bagiMu, ya Tuhan.

Aku hendak hidup tanpa cela,*
bilakah Engkau datang kepadaku?

Aku hendak hidup dengan suci dalam rumahku,*
hal-hal yang jahat takkan kuperhatikan.

Aku membenci perbuatan orang murtad,*
aku tidak bergaul dengan mereka.

Aku menjauhkan diri dari penipu,*
tak mau kenal dengan orang jahat.

Orang yang sembunyi-sembunyi mengumpat teman akan kubungkam,*
orang sombong dan tinggi hati tidak kusukai.

Mataku tertuju kepada rakyatku yang setia,*
supaya mereka tinggal bersama aku.

Orang yang hidup dengan tidak bercela,*
akan mendukung aku.

Orang yang melakukan tipu daya,*
tidak akan diam dalam rumahku.

Orang yang berbicara dusta,*
tidak bertahan di bawah pandanganku.

Bagaikan ternak sembelihan akan kubinasakan,*
semua orang durjana di dalam negeri.

Akan kulenyapkan dari kota Tuhan,*
semua orang yang melakukan kejahatan.

Ant.1: Aku hendak bermazmur bagiMu, ya Tuhan, aku hendak hidup tanpa cela.

Ant.2: Janganlah Kautarik kembali belaskasihanMu, ya Tuhan.

Dan 3,26.27.29.34-41

Terpujilah Engkau, Allah leluhur kami,*
terberkatilah namaMu yang mulia selama-lamanya.

Sebab Engkau adil dalam segala karya,*
yang Kaukerjakan bagi kami.

Sungguh, kami telah berdosa dan berbuat jahat dengan meninggalkan Dikau,*
sungguh, kami sangat berdosa.

Demi namaMu, janganlah kami Kautolak untuk selamanya,*
janganlah Kaubatalkan perjanjianMu.

Janganlah Kautarik kembali belasihanMu demi Abraham, sahabatMu,*
demi Ishak, hambaMu, dan demi Israel, orang suciMu.

Kepada merekalah telah Kaujanjikan keturunan sebanyak bintang di langit,*
sebanyak pasir di pantai laut.

Aduh, Tuhan, kami menjadi lebih kecil dari pada segala bangsa,*
kami direndahkan di seluruh bumi karena dosa kami.

Dewasa ini tak ada lagi pemimpin, nabi ataupun penguasa,*
tiada lagi kurban bakar, kurban sembelihan, persembahan ataupun dupa.

Bahkan tempat untuk buah bungaranpun tiada lagi,*
sehingga kami tidak dapat memperoleh belaskasihanMu.

Namun terimalah hati kami yang remuk redam,+
bagaikan kurban domba dan lembu,*
bagaikan ribuan anak domba yang tambun.

Demikianpun terimalah persembahan kami hari ini,*
sebab orang yang berharap kepadaMu takkan dikecewakan.

Maka kini kami mengikuti Engkau dengan segenap hati,*
dan dengan takwa kami mencari wajahMu.

Ant.2: Janganlah Kautarik kembali belaskasihanMu, ya Tuhan.

Ant.3: Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagiMu.

Mazmur 143 (144), 1-10

Terpujilah Tuhan, pelindungku,*
yang mengajar tanganku bertempur dan lenganku berperang.

Dialah pengasih dan pembelaku,*
Dialah benteng dan pembebasku.

Dialah panglimaku, padaNya aku berharap,*
Dialah yang menundukkan para bangsa kepadaku.

Ya Tuhan, apakah manusia, sehingga Kauperhatikan,*
siapakah dia, sehingga Kaupelihara?

Manusia sesungguhnya angin belaka,*
hari hidupnya laksana bayang berlalu.

Ya Tuhan, bungkukkanlah langitMu dan turunlah,*
sentuhlah gunung-gemunung, sehingga berasap.

Lontarkanlah kilatMu dan cerai-beraikanlah musuh,*
lepaskanlah panahMu dan kacau-balaukan mereka.

Ulurkanlah tanganMu dari surga,+
tariklah dan lepaskan daku dari banjir,*
dan dari tangan orang asing.

Mereka membualkan fitnah dan dusta,*
dan mengangkat tangan untuk bersumpah palsu.

Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagiMu,*
dan bermazmur bagiMu dengan iringan kecapi.

Sebab Engkaulah yang memberikan kemenangan kepada rajaMu,*
Engkaulah yang membebaskan Daud, hambaMu.

Ant.3: Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagiMu.

Bacaan Singkat (Yes 55,1)

Hai kamu sekalian yang kehausan, datanglah ke air; walaupun tidak punya uang, datanglah! Datanglah saja, ambil gandum dan makan, ambil anggur dan susu tanpa bayar.

Lagu Singkat

P: Perhatikanlah suaraku, ya Tuhan,* Aku berharap pada sabdaMu. U. Perhatikanlah. P: Aku bangun pagi-pagi dan berseru. U: Aku berharap pada sabdaMu. P: Kemuliaan. U: Perhatikanlah.

Ant.Kidung: Selamatkanlah kami dari tangan semua lawan yang membenci kami, ya Tuhan.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Selamatkanlah kami dari tangan semua lawan yang membenci kami, ya Tuhan.

Doa Permohonan

Allah menguatkan pengharapan dan menggembirakan hati kita. Ia memberi kita kesempatan untuk memuji Dia pada pagi ini. Sebab itu marilah kita dengan penuh kepercayaan berkata:
U: Dengarkanlah kami, ya Tuhan, demi kemuliaanMu.
P: Kami bersyukur kepadaMu, ya Allah dan Bapa Tuhan Yesus, penyelamat kami,* atas pengetahuan dan kehidupan abadi yang Kauberikan dalam Dia.
P: Anugerahilah kami kerendahan hati,* supaya kami saling mengabdi dalam Kristus.
P: Penuhilah kami dengan RohMu,* supaya kami saling mencintai dengan tulus ikhlas.
P: Engkau telah memerintahkan manusia untuk bekerja guna menaklukkan dunia,* semoga kami bekerja untuk memuliakan Dikau dan menguduskan saudara-saudara kami.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Tuhan, kuatkanlah kiranya iman kami kepadaMu dan sempurnakanlah madah pujian kami, supaya kami dapat menghasilkan buah surgawi. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Tengah Hari

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

SELASA IV SIANG

Madah

Tuhan Allah mahaluhur
Hari dan malam Kauatur
Terang gelap bergiliran
Silih ganti berurutan.

Senja hari yang mendekat
Melambangkan akhir hayat
Yang bagi umat beriman
Membuka keabadian.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Berbahagialah kamu, jikalau kamu mengetahui dan melaksanakan ini.

Mazmur 118 (119),137-144

Betapa adillah Engkau, ya Tuhan,*
betapa benar keputusanMu!

PerintahMu Kautetapkan dengan jujur,*
segalanya dengan setia.

Musuhku berikhtiar membinasakan daku,*
sebab mereka tidak ambil pusing akan hukumMu.

SabdaMu sungguh teruji,*
hambaMu mencintainya.

Aku ini kecil dan hina,*
namun aku tidak melupakan perintahMu.

KeputusanMu tepat, ya Allah kekal,*
dan hukumMu benar.

Meski dirundung duka dan nestapa,*
aku tetap suka akan kebijaksanaanMu.

Berilah aku pengertian akan hukumMu, ya Allah kekal,*
supaya aku memperoleh kehidupan.

Ant.1: Berbahagialah kamu, jikalau kamu mengetahui dan melaksanakan ini.

Ant.2: Semoga doaku sampai ke hadiratMu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88) I

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*
siang malam aku berseru kepadaMu.

Semoga doaku sampai ke hadiratMu,*
dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*
dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*
seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*
seperti orang yang mati terbunuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*
terpisah dari cintamu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*
ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarahMu,*
dan keberanganMu melumpuhkan daku.

Handai taulanku kaujauhkan dari padaku,*
Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*
mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
kepadaMu kutadahkan tanganku.

Ant.2: Semoga doaku sampai ke hadiratMu, ya Tuhan.

Ant.3: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, janganlah Kausembunyikan wajahMu dari padaku.

Mazmur 87 (88) II

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*
Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasihMu dikisahkan dalam kubur,*
dan kesetiaanMu di daerah kebinasaan!

Adakah karyaMu yang agung dikenal dalam kegelapan,*
dan keadilanMu di tempat tiada ingatan.

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepadaMu,*
pagi-pagi doaku membubung ke hadapanMu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*
mengapa menyembunyikan wajahMu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*
aku menanggung kemurkaanMu dan merana.

Banjir keberanganMu melanda aku,*
kedahsyatan amarahMu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*
makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*
tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

Ant.3: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, janganlah Kausembunyikan wajahMu dari padaku.

Bacaan singkat (1Yoh 3,17-18)

Barang siapa mempunyai harta benda dan melihat saudaranya menderita kekurangan, namun menutup hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimana mungkin kasih Allah tinggal dalam hatinya? Anak-anakku, hendaklah kita mengasihi bukan dengan kata-kata belaka, melainkan dengan perbuatan yang nyata.

P: Orang baik menaruh belaskasihan dan memberi pinjaman.
U: Ia akan dikenang selama-lamanya.

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau telah mewahyukan kepada Petrus rencanaMu untuk menyelamatkan bangsa-bangsa kafir. Semoga pekerjaan kami menyenangkan hatiMu dan berguna untuk memajukan rencana keselamatan yang telah Kautetapkan dalam cinta kasihMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sore

SELASA IV SORE

Madah

Bapa yang mahakuasa
Senja hari sudah tiba
Dengarkanlah madah kami
Pengungkapan isi hati.

Hati dan suara kami
Bersatu padu memuji
Cinta kami kepadaMu
Tetaplah teguh selalu.

Bila malam jadi gelap
Jangan iman hilang lenyap
S'moga malam diterangi
Sinar iman yang sejati.

Kabulkanlah doa kami
Ya Bapa yang baik hati
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Sekiranya aku sampai melupakan dikau, Yerusalem, biarlah tangan kananku dipotong.

Mazmur 136 (137),1-6

Di tepi sungai Babel kami duduk menangis,*
apabila teringat akan Sion.

Pada pohon gandarusa di tanah itu,*
kami gantungkan kecapi kami.

Di sana orang yang menawan kami,*
menyuruh kami menyanyikan lagu.

Orang yang memperbudak kami ,+
meminta lagu gembira,*
"Nyanyikanlah bagi kami lagu Sion!"

Bagaimana mungkin kami menyanyikan lagu Tuhan,*
di tanah asing?

Sekiranya aku sampai melupakan dikau, Yerusalem,*
biarlah tangan kananku dipotong.

Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku,*
sekiranya aku tidak ingat akan dikau;

sekiranya akut tidak menjujung Yerusalem,*
menjadi mahkota sukacitaku.

Ant.1: Sekiranya aku sampai melupakan dikau, Yerusalem, biarlah tangan kananku dipotong.

Ant.2: Aku bermazmur bagiMu di hadapan para malaikat, ya Allahku.

Mazmur 137 (138)

Ya Tuhan, aku bersyukur kepadaMu dengan segenap hati,*
aku bermazmur bagiMu di hadapan para malaikat.

Aku bersujud ke arah rumahMu yang kudus,*
dan aku memuji namaMu.

Karena kasih dan kesetiaanMu,*
Engkau mengagungkan nama dan janjiMu, melebihi segala sesuatu.

Di kala aku berseru, Engkau mendengarkan aku,*
Engkau menambah kekuatan batinku.

Semua raja di bumi akan memuji Engkau, ya Tuhan,*
bila mereka mendengar sabdaMu.

Mereka akan memuliakan kedaulatan Tuhan,*
"Betapa agunglah kemuliaan Tuhan".

Meskipun Tuhan mahaagung, Ia memperhatikan orang hina,*
meskipun mahatinggi, Ia sudi mendengarkan daku.

Bila aku berada dalam kesesakan,*
peliharalah hidupku terhadap amarah musuh.

Ulurkanlah tanganMu dan selamatkan daku,*
belalah aku seumur hidupku.

Kasih setiaMu, ya Tuhan, tetap selama-lamanya,*
karya tanganMu takkan gagal.

Ant.2: Aku bermazmur bagiMu di hadapan para malaikat, ya Allahku.

Ant.3: Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.

Why 4,11; 5,9.10-12

Sudah sepatutnyalah, ya Tuhan dan Allah kami,*
Engkau menerima puji-pujian, hormat dan kuasa.

Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu,*
dan karena kehendakMu semua yang ada dijadikan.

Layaklah Anakdomba menerima gulungan kitab,*
dan membuka ketujuh meterainya

Sebab Engkau telah disembelih,+
dan dengan darahMu Engkau telah menebus kami bagi Allah,*
dari setiap suku, bahasa, kaum dan bangsa.

Engkau telah menganugerahi kami,+
martabat raja dan imam di hadapan Allah kita,*
dan kami akan merajai dunia.

Layaklah Anakdomba yang disembelih itu,+
menerima kuasa dan kekayaan,*
hikmat dan kekuatan, hormat, kemuliaan dan puji-pujian.

Ant.3: Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.

Bacaan Singkat (Kol 3,16)

Semoga sabda Kristus berakar dan bertumbuh subur dalam hatimu. Hendaknya kamu saling mengajar dan menasihati dengan bijaksana. Lagukanlah mazmur dan madah pujian bagi Allah, terdorong oleh rahmat Roh kudus.

Lagu Singkat

P: Engkau telah melimpahi aku dengan kegembiraan,* Di hadapan wajahMu, ya Tuhan. U: Engkau. P: Tangan kananMu menyediakan kebahagiaan sempurna. U: Di hadapan wajahMu, ya Tuhan. P: Kemuliaan. U: Engkau.

Ant.Kidung: Kerjakanlah perbuatan besar bagi kami, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, dan kuduslah namaMu.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Kerjakanlah perbuatan besar bagi kami, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, dan kuduslah namaMu.

Doa Permohonan

Kristus tetap menguatkan dan meneguhkan umatNya. Marilah kita meluhurkan Dia dan dengan segenap hati berdoa:
U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan, yang kami puji.
P: Kristus, kekuatan kami, berikanlah iman dan ketabahan hati kepada setiap orang yang percaya kepadaMu,* sebab Engkau telah memanggil kami semua kepada kebenaranMu.
P: Tuhan, bimbinglah semua orang yang memegang tampuk pemerintahan,* agar mereka bertindak seturut keinginan hatiMu dan memimpin kami dalam damai.
P: Engkau telah memuaskan orang banyak dengan roti,* maka ajarlah kami untuk membagi milik kami sendiri dengan orang yang lapar.
P: Semoga para pemimpin negara tidak memperhatikan hanya kepentingan negaranya sendiri,* tetapi menaruh perhatian terhadap kepentingan seluruh umat manusia.
P: Berikanlah kiranya kebangkitan dan kebahagiaan kepada saudara-saudara kami yang telah meninggal,* bila Engkau datang kelak untuk dimuliakan dalam semua orang beriman.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, kami berdoa di hadapan hadiratMu dan mohon dengan bersembah sujud, semoga ucapan bibir kami ini tetap kami renungkan dalam hati. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - SELASA

Doa Tobat

P: Selama kusembunyikan dosaku, batinku tertekan,*
dan aku mengeluh sepanjang hari.
U: Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.
P: Aku mengakui dosaku di hadapanMu, Tuhan,*
dan kesalahanku tidak kusembunyikan.
U: Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.
P: Nasib orang berdosa sengsara belaka,*
tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.
U: Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Mazmur 142 (143),1-11

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah permohonanku.

Demi kesetiaanMu jawablah aku,*
kabulkanlah doaku demi keadilanMu.

Janganlah mengajukan daku ke pengadilanMu,*
karena tak seorangpun dapat dibenarkan di hadapanMu.

Sebab musuh mengejar aku,*
dan mencampakkan nyawaku ke alam maut.

Ia menjebloskan daku ke dalam kegelapan,*
tiada bedanya aku dengan orang mati.

Semangatku lemah lesu dalam batinku,*
hatiku membeku dalam diriku.

Maka teringatlah aku akan masa lampau,+
aku mengenangkan segala karyaMu,*
dan merenungkan perbuatan tanganMu.

Aku menadahkan tanganku kepadaMu,*
aku haus akan Dikau bagaikan tanah yang tandus.

Ya Tuhan, datanglah segera dan jawablah aku,*
sebab habislah semangatku, ya Allah.

Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku,*
jangan sampai aku turun ke liang kubur.

Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar,*
sebab kepadaMu aku percaya.

Tunjukkanlah jalan yang harus kutempuh,*
sebab kepadaMu kuarahkan hatiku.

Bebaskanlah aku dari musuh, ya Tuhan,*
sebab padaMu aku berteduh.

Ajarlah aku melaksanakan kehendakMu,*
sebab Engkaulah Allahku.

Semoga kebaikan hatiMu menuntun daku,*
di jalan yang rata.

Demi namaMu, ya Tuhan, hidupkanlah aku,*
demi keadilanMu bebaskanlah aku dari musuh.

Ant.: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Bacaan singkat (1Ptr 5,8-9)

Waspadalah dan berjagalah! Sebab setan, musuhmu, berkeliling seperti singa yang mengaum-ngaum mencari mangsanya. Lawanlah dia, teguh dalam iman.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, terangilah malam ini dengan rahmatMu. Semoga kami tidur dengan aman sentosa dan bangun dengan semangat segar untuk menyambut fajar dan hari baru. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Santa Maria, bunda Kristus,
kami berlindung padamu.
Janganlah mengabaikan doa kami,
bila kami dirundung nestapa.
Bebaskanlah kami selalu
dari segala mara bahaya,
ya perawan yang terpuji.

Santo-Santa

S. Yakobus Rasul

Rasul dan Martir · abad ke-1

Yakobus adalah putra Zebedeus dan saudara Rasul Yohanes. Ia sering disebut Yakobus Tua untuk membedakannya dari rasul lain yang bernama sama. Bersama ayahnya, ia seorang nelayan di Danau Galilea ketika Yesus memanggilnya meninggalkan jala dan perahu untuk mengikuti-Nya.

Yakobus termasuk lingkaran terdekat Yesus. Bersama Petrus dan Yohanes, ia hadir pada peristiwa-peristiwa istimewa, seperti pemuliaan Yesus di gunung Tabor dan doa Yesus yang penuh derita di Taman Getsemani. Karena semangatnya yang berapi-api, Yesus menjuluki Yakobus dan Yohanes Boanerges, anak-anak guruh.

Ia menjadi rasul pertama yang mati syahid. Kisah Para Rasul mencatat bahwa Raja Herodes Agripa memerintahkan agar ia dipenggal dengan pedang di Yerusalem, sekitar tahun 44. Menurut tradisi kemudian, Yakobus sempat mewartakan Injil di Spanyol, dan makamnya di Santiago de Compostela menjadi salah satu tujuan ziarah terbesar sepanjang sejarah Kristen. Para peziarah menempuh jalan panjang menuju makamnya sambil mengenakan lambang kerang.

Pelindung: Spanyol, para peziarah, dan para pekerja.

Santo Yakobus Tua

Rasul

Yakobus adalah anak Zebedues, kakak Yohanes Rasul. Ia disebut Yakobus Tua sekedar untuk membedakan dia dari Yakobus Muda, yang juga seorang Rasul Yesus. Sebutan itu disesuaikan dengan kondisi tubuhnya yang tinggi dan besar serta umurnya yang lebih tua daripada Yakobus Muda. Yesus memanggil dia bersama adiknya Yohanes sebagai muridNya tatkala mereka sedang memperbaiki pukatnya di tepi pantai Genezareth. Jelaslah bahwa mereka adalah nelayan.

Bersama dengan Petrus dan Yohanes, Yakobus Tua termasuk kelompok Rasul inti yang dipilih Yesus. Mereka bertiga turut menyaksikan peristiwa pemuliaan Yesus di gunung Tabor dan peristiwa sakratul maut Yesus di taman Zaitun. Yakobus Tua adalah seorang Rasul yang kokoh iman-kepercayaannya dan sangat setia kepada Yesus. Dialah yang menyuruh Yesus menjatuhkan api dari langit untuk memusnahkan orang-orang Samaria yang tidak mau menerima Yesus dan murid-muridNya. Mungkin karena kedudukan mereka dalam kelompok keduabelasan sebagai Rasul Inti dan karena semangat imannya, Yesus menamakan kedua Rasul bersaudara itu (Yakobus Tua dan Yohanes) "Putera-putera Halilintar".

Ibunya meminta kepada Yesus agar diberi kedudukan terhormat dalam Kerajaan Kristus. Terhadap permintaan ini, Yesus dengan tenang meminta mereka memikirkan apakah mereka sanggup meminum piala penderitaanNya. Ketika mereka mengatakan 'sanggup meminumnya', Yesus mengatakan bahwa mereka akan meminum piala penderitaan itu, namun hal duduk di dalam Kerajaan Allah hanyalah diberikan kepada orang yang berkenan kepada Allah Bapa.

Ramalah Yesus akan kematian Yakobus segera terpenuhi. Yakobuslah Rasul yang pertama minum piala kemartiran. Atas perintah Herodes Agripa I, ia dijatuhi hukuman pancung pada tahun 43/44. Menurut tradisi yang berkembang Yakobus mengunjungi Spanyol sebelum kematiannya. Relikiunya sangat dihormati di Santiago de Compostela, Spanyol. Tempat ini sekarang menjadi suatu tempat ziarah termasyur.