Senin, 17 Juli 2028
Senin XV Masa Biasa
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Yesaya 1:10-17
Dengarlah firman TUHAN, hai pemimpin-pemimpin, manusia Sodom! Perhatikanlah pengajaran Allah kita, hai rakyat, manusia Gomora! "Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?" firman TUHAN; "Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai. Apabila kamu datang untuk menghadap di hadirat-Ku, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran Bait Suci-Ku? Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan. Perayaan-perayaan bulan barumu dan pertemuan-pertemuanmu yang tetap, Aku benci melihatnya; semuanya itu menjadi beban bagi-Ku, Aku telah payah menanggungnya. Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah. Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!
Mazmur Tanggapan Mazmur 50:8-9,16-17,21,23
Bacaan Injil Matius 10:34-11:1
"Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar. Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya." Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.
Renungan
Bukan Damai, Pedang
Ada keputusan yang justru memecah, bukan karena salah, melainkan karena benar. Seorang berhenti ikut arisan gelap keluarga, dan ia dijauhi. Seorang menolak menutupi kecurangan saudaranya, dan meja makan menjadi dingin. Kadang berpegang pada yang benar membuat kita kehilangan kehangatan yang selama ini kita nikmati.
Itu sebabnya Yesus berkata dengan keras hari ini: "Jangan kamu menyangka bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi. Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang." Kalimat ini membingungkan, sebab bukankah Ia Raja Damai? Tetapi damai sejati kadang harus melewati perpecahan. Ketika kasih kepada Kristus ditaruh di atas segala ikatan lain, akan ada yang tersinggung, bahkan di dalam rumah sendiri.
Yesus tidak sedang menganjurkan kita membenci keluarga. Ia sedang menuntut tempat pertama. "Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku." Bukan berarti keluarga tidak dikasihi, melainkan tidak boleh menggantikan Allah di takhta hati.
Nabi Yesaya menuntut hal yang serupa dalam bentuk lain: "Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik." Kadang berhenti berbuat jahat pun memecah, sebab ada orang yang nyaman dengan kejahatan lama kita.
Adakah kebenaran yang kutunda kupilih, karena aku takut kehilangan kehangatan yang selama ini kudapat dari mengalah?
Tuhan, berilah aku keberanian menaruh Engkau di tempat pertama, walau itu memecah kenyamananku. Amin.
Invitatorium
SENIN III PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.
Ibadat Bacaan
MADAH
Ant. 1 Condongkanlah telinga-Mu dan dengarkanlah aku, ya Tuhan; datanglah menolong aku.
Mazmur 31
Seruan penuh kepercayaan orang yang tertekan kepada Allah
Ke dalam tangan-Mu, ya Bapa, kuserahkan nyawaku (Lukas 23:46).
Ant. Condongkanlah telinga-Mu dan dengarkanlah aku, ya Tuhan; datanglah menolong aku.
Ant. 2 Tuhan, biarlah cahaya wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu.
Ant. Tuhan, biarlah cahaya wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu.
Ant. 3 Terpujilah Tuhan, sebab Ia telah mencurahkan belas kasihan-Nya kepadaku.
Ant. Terpujilah Tuhan, sebab Ia telah mencurahkan belas kasihan-Nya kepadaku.
BACAAN
RESPONSORIUM Mazmur 41:10; Markus 14:18
RESPONSORIUM 1 Korintus 9:19, 22; Ayub 29:15-16
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Berbahagialah orang yang diam di rumahMu, ya Tuhan.
Mazmur 83 (84)
Ant.1: Berbahagialah orang yang diam di rumahMu, ya Tuhan.
Ant.2: Marilah kita naik ke gunung Tuhan.
Yes 2,2-5
Ant.2: Marilah kita naik ke gunung Tuhan.
Ant.3: Bernyanyilah bagi Tuhan, pujilah namaNya.
Mazmur 95 (96)
Ant.3: Bernyanyilah bagi Tuhan, pujilah namaNya.
Bacaan Singkat (Yak 2,12-13)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Terpujilah Tuhan, Allah kita.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Terpujilah Tuhan, Allah kita.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SENIN III SIANG
Madah
Ant.1: Aku selalu mengindahkan perintahMu, ya Tuhan, sebab dengan sabdaMu Engkau menghidupkan daku.
Mazmur 118 (119),89-96
Ant.1: Aku selalu mengindahkan perintahMu, ya Tuhan, sebab dengan sabdaMu Engkau menghidupkan daku.
Ant.2: Tuhan, Engkaulah kepercayaanku, sejak masa mudaku.
Mazmur 70 (71) I
Ant.2: Tuhan, Engkaulah kepercayaanku, sejak masa mudaku.
Ant.3: Semoga juga pada masa tuaku, tidak Kautinggalkan daku.
Mazmur 70 (71) II
Ant.3: Semoga juga pada masa tuaku, tidak Kautinggalkan daku.
Bacaan singkat (2Kor 13,11)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
SENIN III SORE
Madah
Ant.1: Kita memandang Tuhan sampai Ia mengasihani.
Mazmur 122 (123)
Ant.1: Kita memandang Tuhan sampai Ia mengasihani.
Ant.2: Penolong kita ialah Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.
Mazmur 123 (124)
Ant.2: Penolong kita ialah Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.
Ant.3: Allah telah memilih kita menjadi anakNya dengan perantaraan PuteraNya.
Ef 1,3-10
Ant.3: Allah telah memilih kita menjadi anakNya dengan perantaraan PuteraNya.
Bacaan Singkat (Yak 4,11-12)
Ant. Kidung: Aku mengagungkan Tuhan, sebab Allah memperhatikan daku, hambaNya yang hina ini.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant. Kidung: Aku mengagungkan Tuhan, sebab Allah memperhatikan daku, hambaNya yang hina ini.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SENIN
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Mazmur 85 (86)
Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Bacaan singkat (1Tes 5,9-10)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Alexis
Pengaku Iman
Putera bangsawan kelahiran Roma ini menghabiskan 17 tahun hidupnya di Edessa, negeri Syria. Diceritakan bahwa Alexis kabur dari rumah orangtuanya pada hari-hari menjelang perkawinannya, karena dipaksa menikahi gadis pilihan orangtuanya. Tetapi sesungguhnya ia menghilang dari rumah karena dorongan keinginannya untuk mengabdikan dirinya semata-mata pada Tuhan.
Ayahnya, seorang bangsawan kaya yang mempunyai banyak hamba dan pelayan. Namun bagi Alexis, semua harta kekayaan itu tidak memberikan kebahagiaan yang lestari. Karena itu ia meninggalkan rumah orangtuanya dan mencari kebahagiaan yang langgeng dengan menjadi seorang pertapa dan pengemis di Edessa. Sebagai pengemis, Alexis biasanya meminta-minta di gerbang gereja Santa Maria di Edessa. Sebagai pertapa ia tekun berdoa dan bermatiraga. Tubuhnya yang dahulu kekar, kini tinggal tulang membungkus kulit. Salah satu doa yang biasa diucapkannya ialah: "Aku bersyukur kepadaMu ya Allah, karena Engkau telah memanggil aku dan meluluhkan hati banyak orang untuk memberikan aku sedekah, karena namaMu. Selesaikanlah dalam diriku pekerjaan luhur yang telah Kaumulai."
Selama tinggal di Edessa, Alexis kembali ke Roma. Ia kembali ke rumah orangtuanya sebagai pengemis di istana bapanya. Namun semua anggota keluarganya sudah tidak mengenalinya lagi karena kondisi tubuhnya yang kurus kering. Setelah Alexis meninggal dunia, barulah saudara-saudarinya mengetahui dia dari sepucuk surat yang ditinggalkannya kepada mereka.
Yuli Postel, Pengaku Iman
Yuli lahir pada tahun 1756. Ia dikenal sebagai seorang kepala sekolah di Normandia. Selama revolusi Prancis, Yuli menjadi sebagai pusat "Gereja di bawah tanah" karena imam-imam yang setia kepada Sri Paus dilarang memimpin umat. Selama itu, Yuli membagikan komuni kudus kepada orang-orang sakit dan meneguhkan iman umat. Ketika berumur 51 tahun, ia mengumpulkan wanita-wanita lainnya untuk membantu dia menyelenggarakan sekolah Katolik.