Kamis, 29 Juni 2028

Hari Raya S. Petrus dan Paulus

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 12:1-11

Kira-kira pada waktu itu raja Herodes mulai bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat. Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang. Ketika ia melihat, bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, ia melanjutkan perbuatannya itu dan menyuruh menahan Petrus. Waktu itu hari raya Roti Tidak Beragi. Setelah Petrus ditangkap, Herodes menyuruh memenjarakannya di bawah penjagaan empat regu, masing-masing terdiri dari empat prajurit. Maksudnya ialah, supaya sehabis Paskah ia menghadapkannya ke depan orang banyak. Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah. Pada malam sebelum Herodes hendak menghadapkannya kepada orang banyak, Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai. Selain itu prajurit-prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: "Bangunlah segera!" Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus. Lalu kata malaikat itu kepadanya: "Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu!" Iapun berbuat demikian. Lalu malaikat itu berkata kepadanya: "Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku!" Lalu ia mengikuti malaikat itu ke luar dan ia tidak tahu, bahwa apa yang dilakukan malaikat itu sungguh-sungguh terjadi, sangkanya ia melihat suatu penglihatan. Setelah mereka melalui tempat kawal pertama dan tempat kawal kedua, sampailah mereka ke pintu gerbang besi yang menuju ke kota. Pintu itu terbuka dengan sendirinya bagi mereka. Sesudah tiba di luar, mereka berjalan sampai ke ujung jalan, dan tiba-tiba malaikat itu meninggalkan dia. Dan setelah sadar akan dirinya, Petrus berkata: "Sekarang tahulah aku benar-benar bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes dan dari segala sesuatu yang diharapkan orang Yahudi."

Mazmur Tanggapan Mazmur 34:2-9

(34-3) Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
(34-4) Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!
(34-5) Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.
(34-6) Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.
(34-7) Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
(34-8) Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.
(34-9) Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
(34-10) Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!

Bacaan Kedua 2 Timotius 4:6-8,17-18

Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa. Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.

Bacaan Injil Matius 16:13-19

Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

Renungan

Batu yang Pernah Retak

Di dinding kantor atau sekolah biasanya tergantung foto para pendiri. Pose gagah, pakaian rapi, riwayat harum. Cacat mereka, kalau ada, disimpan baik-baik di gudang arsip.

Gereja hari ini merayakan dua tokoh pendirinya, Petrus dan Paulus, dengan cara yang aneh. Cacat mereka justru dibiarkan terbuka di halaman-halaman Kitab Suci yang dibacakan keras-keras di seluruh dunia. Petrus: nelayan yang pernah menyangkal Gurunya tiga kali di halaman rumah imam besar. Paulus: cendekiawan yang pernah memburu dan menganiaya jemaat. Gereja tidak menyembunyikan berkas hitam para pendirinya. Sebab justru di situlah kabar baiknya.

Kepada si penyangkal itulah Yesus berkata dalam Injil hari ini: engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku. Allah rupanya tidak mencari batu tanpa retak. Ia membangun di atas batu yang pernah pecah lalu dipulihkan, supaya seluruh bangunan tahu berdiri di atas apa: bukan kehebatan manusia, melainkan pengampunan Allah.

Bacaan pertama memperlihatkan Petrus tidur terbelenggu di antara dua prajurit, sementara jemaat dengan tekun mendoakannya. Rantai gugur, pintu besi terbuka sendiri. Bacaan kedua memperdengarkan Paulus tua dari penjara yang lain: aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah memelihara iman. Dua jalan hidup yang sangat berbeda, nelayan Galilea dan rabi Tarsus, yang bahkan pernah berselisih tajam soal jemaat bukan Yahudi. Toh keduanya dirayakan pada satu hari yang sama, sebab keduanya berakhir di titik yang sama: menyerahkan nyawa bagi Kristus di kota Roma.

Dari mereka kita belajar dua hal sekaligus. Pertama, masa lalu yang kelam bukan penghalang untuk dipakai Allah; penyangkal bisa menjadi gembala, penganiaya bisa menjadi rasul. Kedua, kesatuan Gereja tidak menuntut keseragaman watak; ia hanya menuntut kesetiaan kepada Tuhan yang satu dan sama.

Tuhan Yesus, Engkau membangun Gereja-Mu di atas orang-orang yang pernah jatuh. Pakailah juga aku, dengan segala retakku, menjadi batu kecil dalam bangunan-Mu. Amin.

Invitatorium

KAMIS IV PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah menghadap Tuhan dengan sukacita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Marilah menghadap Tuhan dengan sukacita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan Kamis Pekan Biasa
Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Akulah Tuhan yang membawa terang melalui awan
Biarlah Langit menghujankan kebenaran
Biarlah bumi terbuka, dan keselamatan berbuah;
Biarlah Langit menghujankan kebenaran
Akulah Tuhan Allahmu, di samping-Ku tiada allah lain
Aku memanggilmu dengan namamu biarlah Langit menghujankan kebenaran
Aku, Tuhan, telah menciptakannya.
Akulah Tuhan yang membawa terang melalui awan
Biarlah Langit menghujankan kebenaran
Biarlah bumi terbuka, dan keselamatan berbuah;
Biarlah Langit menghujankan kebenaran
Akulah Tuhan Allahmu, di samping-Ku tiada allah lain
Aku memanggilmu dengan namamu biarlah Langit menghujankan kebenaran
Aku, Tuhan, telah menciptakannya.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Pandanglah kami, ya Tuhan, dan lihatlah betapa kami dihina.

Mazmur 89:39-53

Ratapan atas kejatuhan dinasti Daud

Ia telah membangkitkan bagi kita seorang Juruselamat yang perkasa, yang lahir dari keluarga Daud, hamba-Nya (Lukas 1:69).

IV
Namun Engkau telah menolak dan mencampakkan,
dan murka kepada orang yang telah Engkau urapi.
Engkau telah memutuskan perjanjian-Mu dengan hamba-Mu,
dan mencemarkan mahkotanya dalam debu.
Engkau telah merobohkan semua temboknya,
dan meruntuhkan benteng-bentengnya.
Ia dijarah oleh semua yang lewat:
ia telah menjadi ejekan bagi tetangganya.
Engkau telah meninggikan tangan kanan musuh-musuhnya;
Engkau telah membuat semua musuh-Nya bersukacita.
Engkau telah membuat pedangnya menyerah,
Engkau tidak menopangnya dalam pertempuran.
Engkau telah mengakhiri kemuliaannya;
Engkau telah melemparkan takhtanya ke tanah.
Engkau telah mempersingkat tahun-tahun masa mudanya;
Engkau telah menumpuk aib padanya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Pandanglah kami, ya Tuhan, dan lihatlah betapa kami dihina.

Ant. 2 Akulah tunas dan keturunan Daud; Akulah bintang pagi.

V
Berapa lama lagi, ya Tuhan? Apakah Engkau akan menyembunyikan diri-Mu selama-lamanya?
Berapa lama lagi murka-Mu akan menyala seperti api?
Ingatlah, Tuhan, betapa singkatnya hidupku,
dan betapa rapuhnya Engkau telah menjadikan anak-anak manusia.
Manusia mana yang dapat hidup dan tidak pernah melihat kematian?
Siapa yang dapat menyelamatkan dirinya dari cengkeraman kubur?
Di manakah belas kasihan-Mu yang dahulu, ya Tuhan,
yang telah Engkau sumpahkan dalam kesetiaan-Mu kepada Daud?
Ingatlah, Tuhan, bagaimana hamba-Mu diejek,
bagaimana aku harus menanggung semua penghinaan bangsa-bangsa.
Demikianlah musuh-musuh-Mu mengejek aku, ya Tuhan,
mengejek orang yang Engkau urapi pada setiap langkah.
Terpujilah Tuhan selama-lamanya. Amin, amin!
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, Allah yang penuh belas kasihan dan kesetiaan, Engkau telah membuat perjanjian baru dan kekal dengan manusia dan memeteraikannya dalam darah Putra-Mu. Ampunilah kebodohan ketidaksetiaan kami dan buatlah kami menaati perintah-perintah-Mu, agar dalam perjanjian baru-Mu kami dapat menjadi saksi dan pewarta kesetiaan dan kasih-Mu di bumi, dan menjadi bagian dari kemuliaan-Mu di surga.

Ant. Akulah tunas dan keturunan Daud; Akulah bintang pagi.

Ant. 3 Tahun-tahun kami layu seperti rumput, tetapi Engkau, Tuhan Allah, kekal.

Mazmur 90

Semoga kami hidup dalam cahaya Allah

Tidak ada waktu bagi Allah: seribu tahun, satu hari: semuanya sama (2 Petrus 3:8).

Ya Tuhan, Engkau telah menjadi tempat perlindungan kami
dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Sebelum gunung-gunung lahir
atau bumi atau dunia dilahirkan,
Engkau adalah Allah, tanpa permulaan atau akhir.
Engkau mengembalikan manusia menjadi debu
dan berkata: "Kembalilah, anak-anak manusia."
Di mata-Mu seribu tahun
adalah seperti kemarin, datang dan pergi,
tidak lebih dari jaga malam.
Engkau menyapu manusia seperti mimpi,
seperti rumput yang tumbuh di pagi hari.
Di pagi hari ia tumbuh dan berbunga:
menjelang malam ia layu dan pudar.
Demikianlah kami binasa dalam murka-Mu,
terkena teror dalam amarah-Mu.
Kesalahan kami terbuka di hadapan-Mu;
rahasia kami dalam terang wajah-Mu.
Semua hari kami berlalu dalam murka-Mu.
Hidup kami berakhir seperti desahan.
Jangka waktu kami tujuh puluh tahun
atau delapan puluh bagi mereka yang kuat.
Dan sebagian besar dari ini adalah kekosongan dan penderitaan.
Mereka berlalu dengan cepat dan kami pun tiada.
Siapa yang memahami kekuatan murka-Mu
dan takut akan kekuatan amarah-Mu?
Buatlah kami mengetahui singkatnya hidup kami
agar kami memperoleh hikmat hati.
Tuhan, berbelas kasihanlah! Apakah murka-Mu selama-lamanya?
Tunjukkanlah belas kasihan kepada hamba-hamba-Mu.
Di pagi hari, penuhilah kami dengan kasih-Mu;
kami akan bersukacita dan bergembira sepanjang hari-hari kami.
Berikanlah kami sukacita untuk menyeimbangkan penderitaan kami
selama tahun-tahun kami mengalami kemalangan.
Tunjukkanlah karya-Mu kepada hamba-hamba-Mu;
biarlah kemuliaan-Mu bersinar pada anak-anak mereka.
Biarlah anugerah Tuhan menyertai kami:
berikanlah keberhasilan pada pekerjaan tangan kami,
berikanlah keberhasilan pada pekerjaan tangan kami.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Bapa yang kekal, Engkau memberi kami hidup meskipun kami bersalah dan bahkan menambahkan hari dan tahun pada hidup kami untuk membawa kami pada hikmat. Buatlah kami mengasihi dan menaati Engkau, agar karya tangan kami selalu menunjukkan apa yang telah dilakukan tangan-Mu, sampai hari kami memandang keindahan wajah-Mu.

Ant. Tahun-tahun kami layu seperti rumput, tetapi Engkau, Tuhan Allah, kekal.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Pada-Mu adalah sumber kehidupan.

Dalam terang-Mu kami melihat terang itu sendiri.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Hakim-hakim

8:22-23, 30-32; 9:1-15, 19-20

Umat Allah berusaha mencari raja
Orang Israel kemudian berkata kepada Gideon, "Berkuasalah atas kami—Engkau, anakmu, dan cucu anakmu—karena Engkau telah menyelamatkan kami dari kekuasaan Midian." Tetapi Gideon menjawab mereka, "Aku tidak akan berkuasa atas kamu, demikian pula anakku tidak akan berkuasa atas kamu. Tuhanlah yang harus berkuasa atas kamu."
Gideon mempunyai tujuh puluh anak laki-laki, keturunan langsungnya, karena ia mempunyai banyak istri. Gundiknya yang tinggal di Sikhem juga melahirkan seorang anak laki-laki baginya, yang diberinya nama Abimelekh. Pada usia tua yang baik, Gideon, anak Yoas, meninggal dan dikuburkan di makam ayahnya, Yoas, di Ofra orang Abiezer.
Abimelekh, anak Yerubaal, pergi kepada kerabat ibunya di Sikhem, dan berkata kepada mereka serta kepada seluruh kaum keluarga ibunya, "Ajukanlah pertanyaan ini kepada semua warga Sikhem: 'Manakah yang lebih baik bagimu: tujuh puluh orang, atau semua anak Yerubaal, berkuasa atas kamu, atau satu orang berkuasa atas kamu?' Kamu harus ingat bahwa aku adalah darah dagingmu sendiri." Ketika kerabat ibunya menyampaikan perkataan ini kepada mereka atas namanya, semua warga Sikhem bersimpati kepada Abimelekh, berpikir, "Ia adalah kerabat kita." Mereka juga memberinya tujuh puluh syikal perak dari kuil Baal-Berit, dengan mana Abimelekh menyewa orang-orang yang tidak berguna dan penjahat sebagai pengikutnya.
Kemudian ia pergi ke rumah leluhurnya di Ofra, dan membunuh saudara-saudaranya, ketujuh puluh anak Yerubaal, di atas satu batu. Hanya anak bungsu Yerubaal, Yotam, yang melarikan diri, karena ia disembunyikan. Kemudian semua warga Sikhem dan semua Bet-Milo berkumpul dan mengangkat Abimelekh menjadi raja di bawah pohon tarbantin di tugu peringatan di Sikhem.
Ketika hal ini dilaporkan kepadanya, Yotam pergi ke puncak Gunung Gerizim, dan berdiri di sana, berseru kepada mereka dengan suara nyaring: "Dengarkanlah aku, warga Sikhem, agar Allah kemudian mendengar kamu! Dahulu kala pohon-pohon pergi untuk mengurapi seorang raja atas mereka. Maka mereka berkata kepada pohon zaitun, 'Berkuasalah atas kami.' Tetapi pohon zaitun menjawab mereka, 'Haruskah aku menyerahkan minyakku yang kaya, yang dengannya manusia dan dewa-dewa dihormati, dan pergi untuk melambai-lambai di atas pohon-pohon?' "Kemudian pohon-pohon berkata kepada pohon ara, 'Datanglah; Engkau berkuasalah atas kami!' Tetapi pohon ara menjawab mereka, 'Haruskah aku menyerahkan kemanisanku dan buahku yang baik, dan pergi untuk melambai-lambai di atas pohon-pohon?'
"Kemudian pohon-pohon berkata kepada pohon anggur, 'Datanglah Engkau, dan berkuasalah atas kami.' Tetapi pohon anggur menjawab mereka, 'Haruskah aku menyerahkan anggurku yang menyukakan dewa-dewa dan manusia, dan pergi untuk melambai-lambai di atas pohon-pohon?'
"Kemudian semua pohon berkata kepada semak duri, 'Datanglah; Engkau berkuasalah atas kami!' Tetapi semak duri menjawab pohon-pohon, 'Jika kamu ingin mengurapi aku raja atas kamu dengan itikad baik, datanglah dan berlindunglah di bawah bayanganku. Jika tidak, biarlah api keluar dari semak duri dan melahap pohon-pohon aras Libanon.'"
"Jika, demikian, kamu telah bertindak dengan itikad baik dan dengan hormat terhadap Yerubaal dan keluarganya hari ini, bersukacitalah dalam Abimelekh dan semoga ia pada gilirannya bersukacita dalam kamu. Tetapi jika tidak, biarlah api keluar dari Abimelekh untuk melahap warga Sikhem dan Bet-Milo, dan biarlah api keluar dari warga dan dari Bet-Milo untuk melahap Abimelekh."

RESPONSORIUM Hakim-hakim 8:23; Wahyu 5:13

Aku tidak akan berkuasa atas kamu, demikian pula anakku.

Tuhanlah yang akan berkuasa atas kamu.
Pujian dan hormat, kemuliaan dan kuasa bagi Dia yang duduk di atas takhta, dan bagi Anak Domba selama-lamanya.

Tuhanlah yang akan berkuasa atas kamu.
Bacaan Kedua

Dari risalah tentang Doa Bapa Kami oleh Santo Siprianus, uskup dan martir

Setelah karunia roti kita memohon pengampunan dosa-dosa kita
Ketika Doa Bapa Kami berlanjut, kita memohon: Berilah kami rezeki pada hari ini. Kita dapat memahami permohonan ini dalam arti rohani dan harfiah. Karena dalam rencana ilahi kedua arti ini dapat membantu keselamatan kita. Karena Kristus adalah roti hidup; roti ini bukan milik semua orang, tetapi hanya milik kita. Ketika kita berkata, Bapa kami, kita memahami bahwa Ia adalah Bapa dari mereka yang mengenal-Nya dan percaya kepada-Nya. Dengan cara yang sama kita berbicara tentang roti harian kita, karena Kristus adalah roti bagi mereka yang menyentuh tubuh-Nya.
Sekarang, kita yang hidup dalam Kristus dan menerima Ekaristi-Nya, makanan keselamatan, memohon agar roti ini diberikan kepada kita setiap hari. Jika tidak, kita mungkin terpaksa menjauhkan diri dari komuni ini karena dosa berat. Dengan cara ini kita akan terpisah dari tubuh Kristus, seperti yang Ia ajarkan kepada kita dalam perkataan: Akulah roti hidup yang telah turun dari surga. Siapa pun yang makan roti-Ku akan hidup selama-lamanya dan roti yang akan Kuberikan adalah daging-Ku untuk hidup dunia. Kristus berkata, bahwa siapa pun yang makan roti-Nya akan hidup selama-lamanya. Jelas mereka memiliki hidup yang mendekati tubuh-Nya dan mengambil bagian dalam komuni Ekaristi. Karena alasan ini kita harus khawatir dan berdoa agar tidak ada seorang pun yang harus menjauhkan diri dari komuni ini, jangan sampai ia terpisah dari tubuh Kristus dan jauh dari keselamatan. Kristus telah memperingatkan hal ini: Jika kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak akan memiliki hidup di dalam dirimu. Kita berdoa agar roti harian kita, Kristus, diberikan kepada kita. Dengan bantuan-Nya, kita yang hidup dan tinggal di dalam Dia tidak akan pernah terpisah dari tubuh-Nya dan rahmat-Nya.
Setelah ini kita memohon pengampunan dosa-dosa kita, dalam perkataan: dan ampunilah kesalahan kami. Karunia roti diikuti dengan doa untuk pengampunan. Untuk diingatkan bahwa kita adalah orang berdosa dan dipaksa untuk memohon pengampunan atas kesalahan kita adalah bijaksana dan benar. Bahkan ketika kita memohon pengampunan Allah, hati kita menyadari keadaan kita! Perintah untuk berdoa setiap hari untuk dosa-dosa kita ini mengingatkan kita bahwa kita melakukan dosa setiap hari. Tidak seorang pun boleh dengan puas menganggap dirinya tidak bersalah, jangan sampai kesombongannya menyebabkan dosa lebih lanjut. Demikianlah peringatan yang Yohanes berikan kepada kita dalam suratnya: Jika kita berkata bahwa kita tidak berdosa, kita menipu diri kita sendiri, dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengakui dosa-dosa kita, Tuhan setia dan adil, dan akan mengampuni dosa-dosa kita. Suratnya mencakup kedua poin, bahwa kita harus memohon pengampunan atas dosa-dosa kita, dan bahwa kita menerima pengampunan ketika kita melakukannya. Ia menyebut Tuhan setia, karena Ia tetap setia pada janji-Nya, dengan mengampuni dosa-dosa kita. Ia mengajar kita untuk berdoa untuk dosa-dosa dan kesalahan kita, dan juga berjanji untuk menunjukkan kepada kita belas kasihan dan pengampunan seorang bapa.

RESPONSORIUM Mazmur 31:1, 4; Mazmur 25:18

Pada-Mu, Tuhan, harapanku;

dan aku tidak akan pernah berharap sia-sia,

karena Engkau adalah batu karangku dan bentengku.

Demi nama-Mu, pimpin dan bimbinglah aku.
Lihatlah kesengsaraan dan penderitaanku,

dan ampunilah semua dosaku.

Demi nama-Mu, pimpin dan bimbinglah aku.

DOA PENUTUP

Ya Allah,

kekuatan bagi mereka yang berharap pada-Mu,

dengarkanlah dengan murah hati permohonan kami, dan,

karena tanpa Engkau kelemahan manusia tidak dapat berbuat apa-apa,

berikanlah kami selalu pertolongan rahmat-Mu,

agar dalam mengikuti perintah-perintah-Mu kami dapat menyenangkan Engkau

dengan tekad dan perbuatan kami.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

KAMIS IV PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah menghadap Tuhan dengan sukacita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kami.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.
Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.
Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.

Dialah Allah kami, kami umat-Nya,

Dialah gembala kami, kami kawanan-Nya.
Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya-Ku Yang Agung.
Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.
Kemuliaan kepada Bapa…

Seperti pada…

Ant. Marilah menghadap Tuhan dengan sukacita.

Madah

Bapa penguasa waktu

Lihat kini fajar baru

Mulai memancarkan sinar

Lambang cahaya yang benar.
Rahmat baru ditawarkan

Terselubung kejadian

Yang menyampaikan undangan

Untuk berbakti berkurban.
Kami sambut kesempatan

Melayani Kristus Tuhan

Yang hadir dalam sesama

Tersembunyi namun nyata.
S’moga pengabdian kami

Dijiwai Roh Illahi

Dijadikan karya Putra

Demi kemuliaan Bapa. Amin.

Ant.1: Semoga aku mengalami kasih setia-Mu di waktu fajar, ya Tuhan.

Mazmur 142 (143),1-11

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*

perhatikanlah permohonanku.
Demi kesetiaan-Mu jawablah aku,*

kabulkanlah doaku demi keadilan-Mu.
Janganlah mengajukan daku ke pengadilan-Mu,*

karena tak seorangpun dapat dibenarkan di hadapan-Mu.
Sebab musuh mengejar aku,*

dan mencampakkan nyawaku ke alam maut.
Ia menjebloskan daku ke dalam kegelapan,*

tiada bedanya aku dengan orang mati.
Semangatku lemah lesu dalam batinku,*

hatiku membeku dalam diriku.
Maka teringatlah aku akan masa lampau,+

aku mengenangkan segala karya-Mu,*

dan merenungkan perbuatan tangan-Mu.
Aku menadahkan tanganku kepada-Mu,*

aku haus akan Dikau bagaikan tanah yang tandus.
Ya Tuhan, datanglah segera dan jawablah aku,*

sebab habislah semangatku, ya Allah.
Janganlah wajah-Mu Kaupalingkan dari padaku,*

jangan sampai aku turun ke liang kubur.
Semoga aku mengalami kasih setia-Mu di waktu fajar,*

sebab kepada-Mu aku percaya.
Tunjukkanlah jalan yang harus kutempuh,*

sebab kepada-Mu kuarahkan hatiku.
Bebaskanlah aku dari musuh, ya Tuhan,*

sebab pada-Mu aku berteduh.
Ajarlah aku melaksanakan kehendak-Mu,*

sebab Engkaulah Allahku.
Semoga kebaikan hati-Mu menuntun daku,*

di jalan yang rata.
Demi nama-Mu, ya Tuhan, hidupkanlah aku,*

demi keadilan-Mu bebaskanlah aku dari musuh.

Ant.1: Semoga aku mengalami kasih setia-Mu di waktu fajar, ya Tuhan.

Ant.2: Tuhan mengalirkan kesejahteraan ke Yerusalem bagaikan sungai.

Yes 66,10-14a
Bergembiralah atas Yerusalem,+

bersorak-sorailah karena Sion,*

hai Engkau semua yang mencintai dia.
Bergirang dan bergembiralah,*

hai Engkau semua yang dulu berkabung bersama dia.
Semoga Engkau dihibur dalam pelukannya yang mesra,*

dan dipuaskan dalam luapan kemuliaannya.
Sebab, demikianlah firman Tuhan,+

kesejahteraan -Kualirkan ke Yerusalem bagaikan sungai,*

dan kemuliaan para bangsa -Kulimpahkan kepadanya bagaikan bengawan.
Bagaikan bayi Engkau akan digendong,*

Engkau akan dibelai-belai dan dipangku.
Seperti seorang ibu menghibur anaknya,*

demikianpun Aku akan menghibur Engkau.
Mengalami itu, Engkau akan bersukaria,*

dan Engkau akan mekar laksana bunga.

Ant.2: Tuhan mengalirkan kesejahteraan ke Yerusalem bagaikan sungai.

Ant.3: Betapa indahnya memuji Allah kami.

Mazmur 146 (147A)
Betapa indahnya memuji Allah kami,*

betapa manisnya meluhurkan Tuhan yang mulia.
Tuhan membangun kembali Yerusalem,*

Tuhan menghimpunkan umat Israel yang tercerai-berai.
Tuhan menghibur orang yang patah hati,*

dan menyembuhkan luka mereka.
Tuhan menentukan jumlah bintang,*

dan memberi nama kepada masing-masing.
Agunglah Tuhan kami dan mahakuasa,*

kearifan-Nya tidak terhingga.
Tuhanlah yang memberi hati kepada yang hina-dina,*

Ia menundukkan orang berdosa sampai ke debu.
Bernyanyilah bagi Tuhan dengan ucapan syukur,*

bermazmurlah bagi Allah dengan iringan kecapi.
Tuhanlah yang menutupi langit dengan awan,+

Ia menyediakan hujan bagi bumi,*

dan menumbuhkan rumput di lereng gunung.
Tuhanlah yang memberi makan kepada ternak,*

dan rezeki kepada burung gaggak.
Tuhan berkenan pada orang bukan karena kudanya yang cepat,*

bukan pula karen ototnya yang kuat,
tetapi Tuhan berkenan pada orang takwa,*

yang berharap pada kasih setia-Nya.

Ant.3: Betapa indahnya memuji Allah kami.

Bacaan Singkat (Rom 8,18-21)
Sengsara zaman ini tidak sebanding dengan kemuliaan, yang akan dinyatakan kepada kami. Segala makhluk dengan rindu menantikan saat kemuliaan anak-anak Allah dinyatakan. Karena semua makhluk takluk kepada kesia-siaan, bukan karena kehendaknya sendiri, melainkan karena Dia yang telah menaklukkannya. Tetapi semua makhluk masih mempunyhai pengharapan akan dibebaskan dari belenggu kebinasaan, untuk memperoleh kebebasan mulia anak-anak Allah.
Lagu Singkat
P: Pagi hari, ya Tuhan,* Aku mengingat Engkau.

U: Pagi.

P: Sebab Engkau telah menjadi penolongku.

U: Aku mengingat Engkau.

P: Kemuliaan.

U: Pagi.

Ant.Kidung: Tanamkanlah pengertian akan keselamatan dalam umat-Mu, ya Tuhan, dan ampunilah dosa kami.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.
Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang Kudus.
Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.
Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kami,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang Kudus.
Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*

akan membebaskan kami dari tangan musuh.
Agar kami dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku Kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.
Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah Yang Maha Tinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.
Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kami penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Tanamkanlah pengertian akan keselamatan dalam umat-Mu, ya Tuhan, dan ampunilah dosa kami.

Doa Permohonan

Allah menyelamatkan umat-Nya. Marilah kami memuji Dia dan berkata:

U: Engkaulah kehidupan kami, ya Tuhan.

P: Terpujilah Engkau, Bapa Tuhan kami Yesus Kristus, sebab dalam rahmat-Mu yang berlimpah Engkau melahirkan kami kembali kepada suatu hidup penuh pengharapan,* karena kebangkamin Yesus Kristus dari alam maut.

P: Manusia telah Kauciptakan menurut citra-Mu dan Kauperbaharui dalam Kristus,* maka ciptakanlah kami kembali menjadi serupa dengan Putera-Mu.

P: Hati kami sering menaruh kedengkian dan kebencian,* curahkanlah ke dalamnya cinta kasih, karunia Roh Kudus.

P: Berikanlah pada hari ini pekerjaan kepada para penganggur, rezeki kepada orang yang lapar, kegembiraan kepada yang berduka,* rahmat dan keselamatan kepada semua orang.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Tuhan, berilah kami pengertian sejati akan keselamatan, agar kami dapat mengabdi kepada-Mu tanpa takut dan berlaku Kudus dan jujur di hadapan-Mu seumur hidup. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Tengah Hari

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

KAMIS IV SIANG

Madah

Kita bersama memuji

Tuhan Allah Maha Suci

Yang mengurniakan rahmat

Kepada seluruh umat.
Kita menyatakan hormat

Pada Tuhan penyelamat

Sambil sujud mohon berkat

Agar tabah lagi kuat.
Terpujilah Allah Bapa

Bersama Putra tercinta

Yang memperoleh Roh suci

Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Jika Engkau mengasihi Aku, laksanakanlah perintah-perintah-Ku, sabda Tuhan.

Mazmur 118 (119),153-160

Lihatlah sengsaraku dan bebaskanlah aku,*

sebab aku tidak lupa akan hukum-Mu.
Perjuangkanlah perkaraku dan tolonglah aku,*

hidupkanlah aku sesuai dengan janji-Mu.
Orang berdosa jauh dari keselamatan-Mu,*

sebab mereka tidak memperhatikan ketetapan-Mu.
Kasih setia-Mu melimpah, ya Tuhan,*

hidupkanlah aku seturut sabda-Mu.
Meskipun banyak yang mengejar dan membenci aku,*

namun aku tidak menyimpang dari peraturan-Mu.
Melihat orang murtad, aku merasa kesal,*

sebab mereka tidak berpegang pada perintah-Mu.
Lihatlah, Tuhan, betapa aku mencintai titah-Mu,*

hidupkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu.
Firman-Mu seluruhnya benar, ya Allah kekal,*

keputusan-Mu seluruhnya adil.

Ant.1: Jika Engkau mengasihi Aku, laksanakanlah perintah-perintah-Ku, sabda Tuhan.

Ant.2: Semoga Tuhan memberkati engkau dan memperkenankan engkau menikmati kemakmuran seumur hidup.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*

yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.
Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*

hidupmu akan bahagia dan sejahtera.
Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*

anak-anak-Mu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.
Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*

semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.
Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*

dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Ant.2: Semoga Tuhan memberkati engkau dan memperkenankan engkau menikmati kemakmuran seumur hidup.

Ant.3: Tuhan menyerang musuh-musuhmu untuk membela engkau.

Mazmur 128 (129)

Sejak masa mudaku aku sangat dianiaya,*

namun aku tidak dikalahkan.
Punggungku rasanya digarap bajak,*

alur demi alur punggungku digarap.
Semoga Tuhan yang adil,*

menghancurkan bajak itu.
Semoga mundurlah tersipu-sipu,*

semua orang yang membenci Sion.
Biarlah mereka seperti rumput di atas atap,*

yang menjadi layu sebelum dicabut,
yang tak akan digenggam oleh penyabit,*

tidak pula diberkas oleh penuai.
Mereka takkan mendengar salam “Berkat Tuhan bagimu”,*

tak ada yang memberkati mereka.

Ant.3: Tuhan menyerang musuh-musuhmu untuk membela engkau.

Bacaan singkat (Keb 1,1-2)

Cintailah kejujuran, hai para pemimpin umat. Satukanlah dirimu dengan Tuhan dalam kebaikan dan carilah Dia dengan tulus ikhlas. Sebab Tuhan ditemukan oleh orang yang tidak mencobai Dia, dan Ia menyatakan diri kepada orang yang percaya kepada-Nya.
P: Percayalah kepada Tuhan dan berbuatlah baik.

U: Tinggallah dalam tanah yang diberikan Tuhan.

Doa Penutup

Allah yang kekal dan kuasa, padamu tidak ada yang gelap, tidak ada yang tersembunyi. Maka sinarilah kami dengan terang cahaya-Mu, supaya kami dapat mengenal kehendak-Mu dan mengikuti bimbingan-Mu dengan rela dan setia. Demi Kristus, pengantara kami.

Amin.

Ibadat Sore

KAMIS IV SORE

Madah

Yesus Kristus Putra Bapa

Yang menjadi manusia

Kaulah cahaya dunia

Yang mencerahkan semua.
Bila semuanya lenyap

Engkau akan tinggal tetap

Bila segalanya musnah

Engkau tetap berkuasa.
Bila fajar tampil lagi

Terbit hari yang abadi

Kau meraja selamanya

Berjaya bersama Bapa. Amin.

Ant.1: Tuhanlah pengasih dan pembelaku, kepada-Nya aku berharap.

Mazmur 143 (144) – I
Terpujilah Tuhan, pelindungku,*

yang mengajar tanganku bertempur dan lenganku berperang.
Dialah pengasih dan pembelaku,*

Dialah benteng dan pembebasku.
Dialah panglimaku, pada-Nya aku berharap,*

Dialah yang menundukkan para bangsa kepadaku.
Ya Tuhan, apakah manusia, sehingga Kauperhatikan,*

siapakah dia, sehingga Kaupelihara?
Manusia sesungguhnya angin belaka,*

hari hidupnya laksana bayang berlalu.
Ya Tuhan, bungkukkanlah langit-Mu dan turunlah,*

sentuhlah gunung-gemunung, sehingga berasap.
Lontarkanlah kilat-Mu dan cerai-beraikanlah musuh,*

lepaskanlah panah-Mu dan kacau-balaukan mereka.
Ulurkanlah tangan-Mu dari surga,+

tariklah dan lepaskan daku dari banjir,*

dan dari tangan orang asing.
Mereka membualkan fitnah dan dusta,*

dan mengangkat tangan untuk bersumpah palsu.

Ant.1: Tuhanlah pengasih dan pembelaku, kepada-Nya aku berharap.

Ant.2: Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah Tuhan.

Mazmur 143 (144) – II
Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagi-Mu,*

dan bermazmur bagi-Mu dengan iringan kecapi.
Sebab Engkaulah yang memberikan kemenangan kepada raja-Mu,*

Engkaulah yang membebaskan Daud, hamba-Mu.
Luputkanlah aku dari pedang orang jahat,*

lepaskanlah aku dari tangan orang asing.
Mereka membualkan fitnah dan dusta,*

dan mengangkat tangan untuk bersumpah palsu.
Semoga para pemuda kami diberkati,*

tumbuh gagah bagaikan pohon pada masa mudanya.
Semoga para pemudi kami langsing bagaikan tiang berukir,*

bagaikan tiang hiasan istana.
Semoga lumbung kami penuh,*

berlimpahkan hasil bumi beraneka ragam.
Semoga domba kami berkembang biak beribu-ribu,+

bahkan berjuta-juta di padang kami,*

semoga ternak kami segar dan makmur semuanya.
Semoga tiada serbuan, tiada pula pembuangan,*

semoga tiada ratap tangis di kampung halaman kami.
Berbagialah bangsa yang demikian adanya,*

berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah Tuhan.

Ant.2: Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah Tuhan.

Ant.3: Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kami.

Mengapa 11,17-18;12,10-12
Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Tuhan,*

Allah yang mahakuasa, yang ada dahulu dan sekarang.
Sebab Engkau telah memangku kekuasaan-Mu yang besar,*

dan mulai memerintah sebagai raja.
Semua bangsa marah,+

maka tibalah kemurkaan-Mu,*

tibalah saat orang mati dihakimi.
Dan tibalah saat memberi ganjaran kepada para hamba-Mu,+

yaitu para nabi, para kudus dan semua orang takwa,*

baik yang kecil maupun yang besar.
Sekarang telah tiba keselamatan,+

kekuatan dan pemerintahan Allah kami,*

telah tiba kekuasaan raja yang diurapi-Nya.
Karena si pendakwa, saudara-saudara kami telah dijatuhkan,*

yang mendakwa mereka siang malam di hadapan Allah kami.
Tetapi mereka mengalahkan dia berkat darah Anakdomba,*

dan berkat kesaksian mereka.
Mereka tidak segan-segan mempertaruhkan nyawanya,*

oleh karena bersukacitalah, hai surga dan para penghuninya.

Ant.3: Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kami.

Bacaan singkat (lh. Kol 1,23)

Hendaklah Engkau bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang. Jangan Engkau menyimpang dari pengharapan Ijil yang telah Engkau dengar, dan yang telah diwartakan kepada semua makhluk yang ada di bawah kolong langit.
Lagu Singkat
P: Tuhanlah gembalaku,* Aku takkan berkekurangan.

U: Tuhanlah.

P: Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau.

U: Aku takkan berkekurangan.

P: Kemuliaan.

U: Tuhanlah.

Ant.Kidung: Tuhan memuaskan orang yang lapar akan keadilan dan melimpahi mereka dengan kebaikan.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*

kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya,*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan,*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong
Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Tuhan memuaskan orang yang lapar akan keadilan dan melimpahi mereka dengan kebaikan.

Doa Permohonan

Kristuslah cahaya para bangsa dan kesukaan setiap makhluk. Marilah kami dengan gembira memanjatkan doa dan berkata:

U: Berilah terang, damai dan sejahtera, ya Tuhan.

P: Cahaya abadi dan sabda Bapa, Engkau datang menyelamatkan semua orang,* bimbinglah para calon baptis kami dan terangilah mereka.

P: Janganlah memperhatikan kejahatan kami, ya Tuihan,* sebab Engkau murah hati dan berbelaskasih.

P: Engkau memberi manusia kecakapan untuk menyelidiki rahasia alam guna mengatur dunia,* semoga ilmu dan karya manusia memuliakan Dikau dan membahagiakan semua orang.

P: Lindungilah mereka yang membaktikan diri demi kepentingan sadudara-saudaranya,* agar mereka bebas dan tanpa gangguan dapat menjalankan keryanya.

P: Tuhan, ingalah semua orang yang meninggal dengan harapan akan bangkit lagi,* dan hantarkanlah mereka kepada terang cahaya-Mu.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Tuhan, sambutlah dengan rela ibadat sore kami ini. Semoga kami mengikuti jejak Putera-Mu, berbuat baik dengan sabar dan tekun serta menghasilkan buah berlimpah. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - KAMIS

Doa Tobat

P: Kasihanilah kami, ya Tuhan.
U: Sebab kami orang yang berdosa.
P: Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.
U: Dan anugerahkan keselamatan kepada kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Mazmur 15 (16)

Jagalah aku, ya Allah, sebab aku berlindung kepadamu,+
Aku mengakui: Engkaulah Tuhanku,*
tiada kebahagiaan bagiku selain Dikau.

Orang-orang saleh di negeri ini,*
kumuliakan dan kujunjung tinggi.

Tetapi orang yang mengikuti dewa-dewa,*
menjatuhkan dirinya dalam jurang malapetaka.

Aku tidak ikut mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa,*
bahkan bibirku takkan menyebut namanya.

Tuhan, Engkaulah milik pusaka dan warisanku,*
dalam tanganMulah nasibku.

Tanah permai akan menjadi bagianku,*
milik pusakaku menyenangkan hatiku.

Aku memuji Tuhan yang selalu menasihati aku,*
bahkan waktu malampun Ia berbicara dalam hatiku.

Aku selalu ingat akan Tuhan,*
aku tidak goyah, karena Ia ada di sampingku.

Sebab itu hatiku bergembira, dan jiwaku bersorak,*
dan tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Aku tak akan Kauserahkan kepada alam maut,*
dan kekasihMu takkan Kaubiarkan turun ke liang kubur.

Engkau akan menunjukkan kepadaku jalan kehidupan.+
Di hadapanMu terdapat sukacita berlimpah,*
padaMulah kebahagiaan selama-lamanya.

Ant.: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Bacaan singkat (1Tes 5,23)

Semoga Allah, pembawa damai, menguduskan kamu sepenuh-penuhnya. Moga-moga roh, jiwa dan ragamu seluruhnya terpelihara tanpa cela pada kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, Allah kami, semoga berkat perlindunganMu kami dapat tidur nyenyak dan melepaskan lelah sesudah pekerjaan hari ini. Kuatkanlah kami dengan bantuanMu, supaya kami mampu membaktikan diri kepadaMu dengan segenap jiwa raga kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam ya ratu surgawi,
salam, bunda Putra ilahi.
Darimulah hidup kami
memperoleh terang suci.
Bersukalah, ya Maria,
bunda yang paling jelita.
Hiduplah, bunda mulia,
doakanlah kami semua.

Santo-Santa

S. Petrus dan Paulus

Para Rasul · abad ke-1 (wafat ± 67)

Pada 29 Juni Gereja merayakan bersama dua tiang penyangga iman, Rasul Petrus dan Rasul Paulus, yang keduanya menumpahkan darah bagi Kristus di kota Roma. Meski watak dan jalan hidup mereka berbeda, keduanya disatukan dalam satu iman, satu perutusan, dan satu kemartiran.

Petrus, yang semula bernama Simon, adalah seorang nelayan Galilea yang dipanggil Yesus menjadi murid. Kepadanyalah Yesus berkata bahwa di atas wadas ini Gereja akan dibangun. Meski pernah menyangkal Gurunya tiga kali, ia bertobat dengan air mata dan menjadi pemimpin para rasul serta uskup pertama Roma. Menurut tradisi, ia dihukum mati dengan disalibkan. Karena merasa tidak layak wafat serupa Tuhannya, ia meminta disalibkan dengan kepala di bawah, di Bukit Vatikan sekitar tahun 67.

Paulus, yang semula bernama Saulus, awalnya seorang penganiaya umat Kristen. Dalam perjalanan ke Damsyik ia dijumpai Kristus yang mulia dan berbalik total menjadi rasul yang paling giat. Ia digelari Rasul bagi bangsa-bangsa karena menempuh perjalanan jauh mewartakan Injil dan menulis banyak surat yang menjadi bagian Kitab Suci. Sebagai warga negara Romawi, ia tidak disalibkan melainkan dipenggal dengan pedang, juga di Roma sekitar tahun 67.

Kematian mereka menjadikan Roma pusat iman Katolik. Sejak abad-abad awal umat menghormati makam mereka, tempat kini berdiri Basilika Santo Petrus dan Basilika Santo Paulus di Luar Tembok.

Pelindung: Kota Roma dan Gereja semesta; Petrus pelindung para nelayan dan Paus, Paulus pelindung para misionaris.

Santo Petrus dan Paulus

Rasul

Sejak semula Gereja menghormati kedua rasul, Petrus dan Paulus, secara bersama-sama. Kedua rasul ini dianggap sebagai Sokoguru gereja.

Simon anak Yunus dan saudara Andreas, lahir di Betsaida, Galilea, sebuah kampung di tepi danau Genesaret. Seperti ayahnya, Simon adalah seorang nelayan yang ulet, bertabiat jujur, dan rajin. Ia tidak berpendidikan tinggi tetapi cukup terampil dalam pekerjaannya sebagai seorang nelayan. Kepribadiannya sangat menarik perhatian Yesus; karena itu Yesus berkenan menjadikannya seorang muridNya, bahkan mengangkatnya sebagai pemimpin para rasul dan pemimpin Gereja yang pertama.

Pada mulanya, Simon bersama Andreas saudaranya, menjadi murid Yohanes Pemandi. Oleh Andreas, Simon diperkenalkan kepada Yesus, Sang Mesias yang dinanti-nantikan oleh seluruh bangsa Israel. “Kami telah menemukan Mesias, yaitu Kristus”, kata Andreas kepada Simon. Pada saat itu, Yesus berkata kepada Simon, “Engkau anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).(Yoh1:41-42) Kefas artinya wadas atau batu karang. Sejak saat itu, dia lebih dikenal dengan nama Petrus.

Petrus secara resmi berkeputusan mengikuti Yesus, Sang Mesias dengan meninggalkan segala-galanya, ketika ia menyaksikan mukzijat penangkapan ikan secara ajaib oleh Yesus. Kata Yesus kepada Petrus: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Petrus berkata kepada Yesus: “Guru, sepanjang malam kami bekerja keras, dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Dengan kepercayaan itu, Petrus menyaksikan kuasa Yesus, Sang Mesias.” Dan di depan Yesus yang penuh kuasa Ilahi itu Petrus bersujud: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa”. Kepada Petrus yang rendah hati itu, Yesus berkata: “Jangan takut, mulai sekarang engkau akan menjala manusia”. Setelah penyerahan diri ini, Petrus diperkenankan menyaksikan berbagai peristiwa dan akhirnya dipercayakan tugas menjadi pemimpin para rasul dan gembala kaum beriman.

Di samping kisah-kisah yang menampilkan pribadi Petrus sebagai orang kepercayaan Yesus, terdapat juga kisah Injil yang menampilkan pribadi Petrus sebagai seorang yang masih dangkal imannya dan belum memahami benar kehendak Allah atas diri Yesus. Dalam Mat16:21-28 dikisahkan tentang pemberitahuan Yesus tentang penderitaanNya, dan Petrus serta merta berkata: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau”. “Enyalah iblis. Engkau suatu batu sandungan bagiKu, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia”, demikian teguran Yesus kepada Petrus. Ia juga menyangkal Yesus ketika Yesus ditangkap dan diadili. Mat26:30-35; 69-75).

Sesudah kebangkitan Yesus, Petrus diangkat menjadi pemimpin keduabelas rasul dan gembala kaum beriman di Yerusalem. Petrus juga yang menerima orang kafir pertama ke dalam Gereja, dan memimpin konsili pertama di Yerusalem.

Paulus (Saulus) dilahirkan di Tarsus, Asia Kecil dari keluarga Yahudi yang berkewarganegaraan Romawi. Ia seorang terdidik dan belajar di Yerusalem pada Gamaliel, dari kelompok Farisi. Sebagai seorang Farisi yang fanatik, Saulus tiada henti mengejar dan memenjarakan murid-murid Yesus.

Dalam perjalanan ke Damsyik, Yesus menangkapnya dan menjadikan dia seorang rasul untuk bangsa-bangsa kafir. Ia dipermandikan oleh Ananias. Ia menjelajahi seluruh daerah Laut Tengah untuk mewartakan Injil kepada bangsa-bangsa kafir. Perjalanan misinya senantiasa diwarnai dengan berbagai kesulitan dan pertentangan dengan kaum kafir. Di Yerusalem ia ditangkap oleh bangsa Yahudi, lalu dipenjarakan dan di bawa ke Roma, sebab ia naik banding kepada kaisar. Akhirnya ia dibebaskan. Tak lama kemudian, dia ditangkap lagi dan akhirnya menemui ajalnya sebagai martir di Roma pada tahun 67.