Minggu, 4 Juni 2028
Pentakosta
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 2:1-11
Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."
Mazmur Tanggapan Mazmur 104:1,24,29-31,34
Bacaan Kedua 1 Korintus 12:3b-7,12-13
Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus. Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.
Bacaan Injil Yohanes 20:19-23
Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."
Renungan
Bahasa Ibu
Perantau tahu rasanya. Bertahun-tahun tinggal di kota orang, fasih bahasa nasional, luwes bahasa pergaulan. Tetapi begitu di terminal terdengar logat kampung halaman, kepala menoleh sendiri. Ada yang bergetar di dada. Bahasa ibu selalu menemukan jalan pintas ke hati.
Mukjizat Pentakosta bekerja lewat jalan pintas itu. Ketika Roh Kudus turun seperti lidah-lidah api, para rasul berbicara dan orang-orang dari segala bangsa tercengang: bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri? Perhatikan arah mukjizatnya. Roh tidak membuat semua orang mendadak paham satu bahasa resmi surga. Roh membuat kabar baik menyapa setiap orang dalam bahasanya masing-masing, bahasa yang dipakai di negeri asalnya, bahasa yang dipelajarinya di pangkuan ibu.
Ini penting, sebab kita sering membayangkan kesatuan sebagai keseragaman. Satu gaya, satu selera, satu cara. Paulus dalam bacaan kedua meluruskan: ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh; tubuh itu satu justru karena anggotanya banyak dan tidak sama. Roh Kudus tidak menghapus perbedaan. Ia memakai perbedaan itu seperti dirigen memakai alat musik yang berlainan untuk satu lagu yang sama.
Dalam bahasa Ibrani, roh disebut ruah: angin, napas. Injil hari ini memperlihatkannya dengan sangat lembut. Yesus datang ke tengah murid-murid yang ketakutan di balik pintu terkunci, lalu mengembusi mereka: terimalah Roh Kudus. Seperti pada awal penciptaan Allah menghembuskan napas kehidupan, ciptaan baru pun dimulai dari embusan. Dan tugas pertama yang dititipkan bersama napas itu bukan keberanian berpidato, melainkan pengampunan. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni.
Maka kita boleh bertanya: bahasa apa yang dipakai Roh lewat hidup kita? Orang di sekitar kita belum tentu paham kosakata rohani. Tetapi semua orang mengerti bahasa sabar. Semua orang mengerti bahasa maaf. Semua orang mengerti bahasa hadir menemani di hari susah. Barangkali itulah bahasa-bahasa lain yang hari ini dirindukan dunia dari Gereja: bukan suara yang lebih keras, melainkan sapaan yang sampai ke hati, seperti logat kampung halaman di tengah terminal yang asing.
Datanglah, Roh Kudus. Penuhilah hatiku, dan ajarilah aku berbicara dalam bahasa yang dimengerti setiap orang: kasih. Amin.
Invitatorium
HARI RAYA PENTEKOSTA PAGI
Pembukaan
Ant. Alleluya. Marilah kita menyembah Roh Tuhan, yang memenuhi seluruh bumi, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Alleluya. Marilah kita menyembah Roh Tuhan, yang memenuhi seluruh bumi, alleluya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Raya Pentakosta
MADAH
Ant. 1 Roh berembus ke mana Ia kehendaki; engkau mendengar suara-Nya, tetapi tidak tahu dari mana Ia datang atau ke mana Ia pergi, alleluya.
Mazmur 104
Nyanyian Pujian kepada Allah Pencipta
Berada dalam Kristus berarti menjadi ciptaan yang sama sekali baru. Segala yang lama telah lenyap, kini segala sesuatu dijadikan baru (2 Korintus 5:17).
Ant. Roh berembus ke mana Ia kehendaki; engkau mendengar suara-Nya, tetapi tidak tahu dari mana Ia datang atau ke mana Ia pergi, alleluya.
Ant. 2 Tiba-tiba dari langit terdengar bunyi angin kencang, alleluya.
Ant. Tiba-tiba dari langit terdengar bunyi angin kencang, alleluya.
Ant. 3 Utuslah Roh-Mu dan mereka akan diciptakan; dan Engkau akan memperbarui muka bumi, alleluya.
Ant. Utuslah Roh-Mu dan mereka akan diciptakan; dan Engkau akan memperbarui muka bumi, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM Galatia 4:6; 3:26; 2 Timotius 1:7
RESPONSORIUM Kisah Para Rasul 2:1-2
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Ya Tuhan, sungguh baik dan manislah RohMu yang tinggal dalam diri kami, alleluya.
Mazmur 62
Ant.1: Ya Tuhan, sungguh baik dan manislah RohMu yang tinggal dalam diri kami, alleluya.
Ant.2: Pujilah Tuhan, hai segala mata air dan segala yang hidup di dalam air, alleluya.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Ant.2: Pujilah Tuhan, hai segala mata air dan segala yang hidup di dalam air, alleluya.
Ant.3: Para rasul berbicara dalam berbagai bahasa tentang karya agung Allah, alleluya.
Mazmur 149
Ant.3: Para rasul berbicara dalam berbagai bahasa tentang karya agung Allah, alleluya.
Bacaan singkat: (Kis 5,30-32)
Ant.Kidung: Terimalah Roh kudus, siapapun yang kamu ampuni dosanya, akan diampuni, alleluya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Terimalah Roh kudus, siapapun yang kamu ampuni dosanya, akan diampuni, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup:
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
HARI RAYA PENTEKOSTA SIANG
Madah
Antifon dari ibadat pagi, mazmur dari hari minggu I siang, hal. 394
Ant.1: Ya Tuhan, sungguh baik dan manislah RohMu yang tinggal dalam diri kami, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Ant.1: Ya Tuhan, sungguh baik dan manislah RohMu yang tinggal dalam diri kami, alleluya.
Ant.2: Pujilah Tuhan, hai segala mata air dan segala yang hidup di dalam air, alleluya.
Ant.2: Pujilah Tuhan, hai segala mata air dan segala yang hidup di dalam air, alleluya.
Ant.3: Para rasul berbicara dalam berbagai bahasa tentang karya agung Allah, alleluya.
Ant.3: Para rasul berbicara dalam berbagai bahasa tentang karya agung Allah, alleluya.
Bacaan singkat: (2 Kor 1,21-22)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
HARI RAYA PENTEKOSTA SORE II
Madah
Ant.1: Pada hari Pentekosta semua murid Yesus berkumpul di satu tempat, alleluya.
Ant.1: Pada hari Pentekosta semua murid Yesus berkumpul di satu tempat, alleluya.
Ant.2: Tampaklah kepada para rasul lidah-lidah yang menyerupai api dan hinggap di atas mereka masing-masing, alleluya.
Mazmur 113
Ant.2: Tampaklah kepada para rasul lidah-lidah yang menyerupai api dan hinggap di atas mereka masing-masing, alleluya.
Ant.3: Roh yang keluar dari Bapa, akan memuliakan Daku, alleluya.
Why 19,1-7
Ant.3: Roh yang keluar dari Bapa, akan memuliakan Daku, alleluya.
Bacaan singkat: (Ef 4,3-6)
Ant.Kidung: Hari ini tibalah Pentekosta, alleluya. Hari ini Roh kudus tampak kepada para rasul dalam rupa api dan membagikan anugerah kepada mereka. Hari ini Roh kudus mengutus para rasul ke seluruh dunia untuk mewartakan Injil dan memberi kesaksian. Barang siapa percaya dan dibaptis, akan selamat, alleluya.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Hari ini tibalah Pentekosta, alleluya. Hari ini Roh kudus tampak kepada para rasul dalam rupa api dan membagikan anugerah kepada mereka. Hari ini Roh kudus mengutus para rasul ke seluruh dunia untuk mewartakan Injil dan memberi kesaksian. Barang siapa percaya dan dibaptis, akan selamat, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup:
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU II
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat (Why 22,4-5)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Fransiskus Caracciolo
Abbas
Fransiskus Caracciolo lahir di Villa Santa Maria, Italia Tengah, pada tanggal 13 Oktober 1563. Ia dibaptis dengan nama Ascanius. Nama Fransiskus dipilihnya ketika ia ditabhiskan menjadi imam. Ia meninggal di Agnose, Italia pada tanggal 4 Juni 1608. Kehidupan masa mudanya sebagai seorang putera bangsawan sungguh jauh berbeda dengan kehidupannya di kemudian hari sebagai seorang imam. Ketika berumur 20 tahun, ia jatuh sakit. Tetapi penyakit ini justru merupakan awal kehidupannya yang baru di dalam Allah. Dalam penderitaannya, ia terus berdoa memohon kesembuhan dari Tuhan. Ia berjanji akan membaktikan dirinya kepada Tuhan setelah sembuh nanti. Tuhan mendengarkan permohonannya dengan menyembuhkan dia secara ajaib.
Untuk mewujudkan janjinya, ia pergi ke Napoli, Italia untuk menjalani pendidikan imamat. Tangan Tuhan terus membimbingnya hingga ia ditabhiskan menjadi imam pada tahun 1557. Ia memilih nama Fransiskus sebagai penghormatan kepada Santo Fransiskus Asisi. Kemudian ia menjadi anggota tarekat imam-imam “Bianchi Della Guistizia” (Tarekat Imam-imam Jubah Putih Keadilan). Imam-imam dari tarekat ini biasanya mengunjungi dan meneguhkan hati dari para tahanan di penjara agar tabah menghadapi ajalnya.
Pada tahun 1588, Fransiskus bertemu dengan Yohanes Agustinus Adorno, seorang imam Genoese. Bersama Adorno, ia mendirikan ordo baru, yang menggabungkan kehidupan aktif dan komtemplatif. Kongregasi ini dikenal dengan nama “Kongregasi Pelayan Dina Reguler”. Dalam waktu singkat, kongregasi baru ini berhasil mendapatkan banyak anggota. Sebagian besar anggotanya melaksanakan kegiatan komtemplatif seperti berdoa dan bermeditasi. Untuk memperluas jangkauan kerjanya, Fransiskus mendirikan lagi beberapa rumah di Roma dan Spanyol. Salah satu kaul yang mereka ikrarkan ialah tidak berambisi untuk mendapatkan jabatan, baik di dalam ordo maupun di dalam Gereja. Fransiskus sendiri menaati kaul ini dengan konsekuen. Ketika Sri Paus menawarkan jabatan uskup kepadanya, dengan tegas ia menolaknya. Tetapi kemudian ketika Adorno, sebagai pemimpin ordo meninggal dunia, ia terpaksa menerima jabatan itu karena di desak oleh anggota-anggotanya.
Fransiskus di kenal luas karena kesederhanaannya dan perhatiannya yang besar kepada orang-orang miskin. Ia sering memberi makan mereka makanannya sendiri, bahkan sering mengemis untuk kepentingan orang-orang malang itu. Tuhan menganugerahkan kepadanya kemampuan menyembuhkan orang-orang sakit. Ia digelari ‘kudus’ pada tanggal 24 Mei 1807 oleh Sri Paus Pius VII (1939-1958) dan dihormati sebagai pelindung Napoli.
Santo Kuirinus
Martir
Kuirinus adalah Uskup Siscia (kini: Sisak, Yugoslavia). Ia ditangkap dan dianiaya kerena menolak membawakan kurban kepada dewa-dewa kafir. Meskipun ia dibujuk dengan berbagai janji muluk, ia tidak sudi mengorbankan imannya. Kemudian, sebuah batu besar diikatkan pada tubuhnya dan ia ditenggelamkan di sungai Sabaria (kini: Szombathely, Hungaria). Peristiwa ini terjadi pada masa penganiayaan umat Kristen di bawah pemerintahan kaisar Diokletianus.
Pada abad kelima, relikiunya dipindahkan ke Roma dan dimakamkan di katakombe Santo Sebastianus. Pada tahun 1140, relikiunya itu dipindahkan lagi ke Gereja santa Maria di Trastevere, Roma.