Minggu, 14 Mei 2028
Hari Minggu Paskah V
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 1:15-17,20-26
Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata: "Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu. Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini." "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain. Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya." Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus, dan Matias. Mereka semua berdoa dan berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya." Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.
Mazmur Tanggapan Mazmur 113:1-8
Bacaan Injil Yohanes 15:9-17
"Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."
Renungan
Dipilih Lebih Dulu
Waktu kecil, mungkin kita pernah merasakannya di lapangan: dua anak menjadi kapten, lalu bergiliran memilih anggota regu. Yang dipanggil pertama berbinar. Yang tersisa paling akhir menunduk. Dipilih atau tidak dipilih, urutannya saja sudah cukup untuk membuat hati kecil kita naik atau turun. Rupanya kerinduan untuk dipilih itu ikut tumbuh bersama kita sampai dewasa.
Pada Hari Minggu Paskah V ini, Yesus menyentuh kerinduan itu dengan satu kalimat yang membalik segalanya: "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu." Dalam relasi dengan Tuhan, kita bukan pihak yang menyeleksi, melainkan pihak yang dipanggil. Sering kita membayangkan iman sebagai keputusan kita memilih Tuhan. Padahal jauh sebelum kita menoleh kepada-Nya, Ia sudah menunjuk kita lebih dulu. "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu."
Bacaan pertama memperlihatkan hal yang sama dalam Gereja perdana. Kursi kerasulan yang kosong harus diisi, dan Matias masuk menggantikan. Namanya nyaris tidak pernah kita dengar lagi sesudahnya. Ia tidak melamar, tidak berkampanye. Ia dipilih, lalu setia. Dipilih bukan untuk terkenal, melainkan untuk menghasilkan buah yang tetap.
Dan itulah tujuan pemilihan, kata Yesus: "Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap." Kita dipilih bukan untuk dipajang, melainkan untuk berbuah. Bukan untuk merasa istimewa, melainkan untuk mengasihi. Sebab ujung dari semua pemilihan ini satu perintah sederhana: "Kasihilah seorang akan yang lain."
Yesus bahkan tidak lagi menyebut kita hamba, melainkan sahabat. Hamba menurut karena takut, dan tidak tahu isi hati tuannya. Sahabat diberi tahu segalanya. Kita diangkat dari sekadar bawahan menjadi orang kepercayaan, yang kepadanya Allah membuka hati-Nya. Bukankah ini pembalikan yang luar biasa? Kita yang tidak melamar, tidak berjasa, tiba-tiba disebut sahabat oleh Sang Empunya hidup. Dan persahabatan itu punya ukuran yang tegas, kata Yesus: "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya." Dipilih menjadi sahabat berarti dipanggil untuk mengasihi sampai serela itu.
Kalau hari ini kita merasa kecil, terlupakan, tidak pernah dipilih siapa pun untuk apa pun, ingatlah: dari sekian banyak manusia, Allah sudah menyebut nama kita lebih dulu. Tinggal kita menjawab dengan setia dan berbuah.
Tuhan, Engkau memilihku sebelum aku mencari-Mu. Jadikanlah aku sahabat-Mu yang setia, yang berbuah dalam kasih. Amin.
Invitatorium
MINGGU V PAGI
Pembukaan
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Minggu Paskah V
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Alleluya, batu telah digulingkan dari pintu kubur, alleluya.
Mazmur 1
Ada dua jalan yang dapat ditempuh manusia
yang tidak mengikuti nasihat orang fasik;
Ant. Alleluya, batu telah digulingkan dari pintu kubur, alleluya.
Ant. 2 Alleluya, perempuan, siapakah yang Engkau cari? Mengapa Engkau mencari yang hidup di antara orang mati? alleluya.
Mazmur 2
Mesias, raja dan penakluk
Para penguasa bumi bersatu untuk menggulingkan Yesus, Putra-Mu yang diurapi (Kisah Para Rasul 4:27).
Ant. Alleluya, perempuan, siapakah yang Engkau cari? Mengapa Engkau mencari yang hidup di antara orang mati? alleluya.
Ant. 3 Alleluya, jangan menangis, Maria; Tuhan telah bangkit dari antara orang mati, alleluya.
Mazmur 3
Aku aman dalam penjagaan Tuhan
Betapa banyak yang bangkit melawan aku!
Ant. Alleluya, jangan menangis, Maria; Tuhan telah bangkit dari antara orang mati, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM Wahyu 14:2; 19:6; 12:10; 19:5
RESPONSORIUM
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
MINGGU V PAGI
Pembukaan
Ant. Tuhan sungguh bangkit, Alleluya.
Mazmur 94 (95)
Ant. Tuhan sungguh bangkit, Alleluya.
Madah
Ant.1: Barang siapa haus, akan menerima air kehidupan dengan cuma-cuma, Alleluya.
Mazmur 62
Ant.1: Barang siapa haus, akan menerima air kehidupan dengan cuma-cuma, Alleluya.
Ant.2: Hai lautan dan mata air, bersujudlah kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, Alleluya.
Ant.2: Hai lautan dan mata air, bersujudlah kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, Alleluya.
Ant.3: Hendaknya orang takwa bersuka ria atas kejayaan Tuhan, Alleluya.
Mazmur 149
Ant.3: Hendaknya orang takwa bersuka ria atas kejayaan Tuhan, Alleluya.
Bacaan singkat (Kis 10:40-43)
Ant.Kidung: Setiap orang akan menghasilkan banyak buah, kalau ia tinggal dalam Aku dan Aku dalam dia, Alleluya.
Kidung Zakaria (Luk 1 : 68-79)
Ant.Kidung: Setiap orang akan menghasilkan banyak buah, kalau ia tinggal dalam Aku dan Aku dalam dia, Alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
MINGGU V SIANG
Madah
Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setia-Nya, Alleluya.
Mazmur 117 (118)
Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setia-Nya, Alleluya.
Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, Alleluya.
seperti nyala api yang menjilat-jilat,*
Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, Alleluya.
Ant.3: Syukur kepada-Mu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, Alleluya.
kami memberkati Engkau dari dalam rumah Tuhan,*
Ant.3: Syukur kepada-Mu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, Alleluya.
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
MINGGU V SORE II
Madah
Ant.1: Tuhan bangkit dan duduk di sebelah kanan Allah, alleluya.
Ant.1: Tuhan bangkit dan duduk di sebelah kanan Allah, alleluya.
Ant.2: Allah telah merebut kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam kerajaan PuteraNya yang terkasih, alleluya.
Mazmur 113
Ant.2: Allah telah merebut kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam kerajaan PuteraNya yang terkasih, alleluya.
Ant.3: Alleluya, Tuhan kita sudah menjadi raja. Marilah kita bersorak-sorai dan memuliakan Dia, alleluya.
Why 19,1-7
Ant.3: Alleluya, Tuhan kita sudah menjadi raja. Marilah kita bersorak-sorai dan memuliakan Dia, alleluya.
Bacaan singkat: (Ibr 10,12-14)
Ant.Kidung: Tuhan bersabda: Perintah baru Kuberikan kepadamu, yaitu supaya kamu saling mencintai, sebagaimana Aku telah mencintai kamu, alleluya.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Tuhan bersabda: Perintah baru Kuberikan kepadamu, yaitu supaya kamu saling mencintai, sebagaimana Aku telah mencintai kamu, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup:
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU II
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat (Why 22,4-5)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santa Maria Dominika Mazzarello
Pengaku Iman
Maria Dominika Mazzarello memberi devosi khusus kepada Bunda Maria. Dengan mengikuti teladan Bunda Maria, ia menjadi seorang ibu yang saleh. Ia mendidik anak-anaknya secara praktis melalui contoh hidupnya sehari-hari, Tertarik oleh karya dan ajakan Santo Yohanes Don Bosko, wanita petani ini ikut mendirikan dan memimpin sebuah kongregasi suster yang baru.
Santo Matias
Rasul
Sesudah Yesus naik ke surga, para murid dan kesebelas Rasul ber¬sama Bunda Maria kembali ke Yerusalem untuk menantikan kedatangan Roh Kudus yang dijanjikan Yesus. Di sana mereka, yang berjumlah kira-¬kira 120 orang, berkumpul di tingkat atas sebuah rumah di Yerusalem. Mereka bertekun dalam doa sambil menantikan dengan sabar kedatang¬an Roh Kudus.
Pada saat itulah Petrus, pemimpin para Rasul, mengusulkan pemi¬lihan seorang murid untuk menduduki jabatan Rasul menggantikan Yudas Iskariot, si pengkhianat Yesus yang sudah mati menggantung diri. Pemilihan ini dimaksudkan agar terpenuhilah nas Kitab Mazmur: ''Biarlah jabatannya diambil orang lain". Syaratnya ialah calon haruslah seorang murid yang selalu bersama Yesus sejak pembaptisanNya sampai la naik ke surga. Sebab, seorang Rasul harus dapat bersaksi tentang Sabda, Karya dan Kebangkitan Yesus. Maka mereka mengajukan dua orang murid, yaitu Yosef, yang disebut juga Barsabas atau Yustus (= Yang Adil), dan Ma tias.
Setelah berdoa bersama-sama, mereka membuang undi. Pilihan ja¬tuh pada diri Matias. Semenjak itu Matias menjadi penggenap bilangan Keduabelas Rasul. Merekalah pengemban utama tugas menyebarkan Kabar Gembira ke sduruh penjuru dunia. Nama Matias sekali saja di¬sebut di dalam Kitab Perjanjian Baru. Dalam tulisan-tulisan Apokrif, namanya tidak pernah disebut-sebut. Namun kita yakin bahwa Matias adalah Rasul yang setia, tekun dan bersemangat prihatin. Tahun kema¬tiannya tidak diketahui pasti, namun makamnya terdapat di Trier, Jerman.
Santo Mikhael Garicoits
Pengaku Iman
Ia dikenal sebagai seorang mahaguru Teologi dan Rektor Seminari. Ia mendirikan Kongregasi Imam Hati Kudus dan dikenal luas sebagai pembimbing rohani yang saleh.