Rabu, 10 Mei 2028
Rabu IV Paskah
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 12:24-13:5a
Maka firman Tuhan makin tersebar dan makin banyak didengar orang. Barnabas dan Saulus kembali dari Yerusalem, setelah mereka menyelesaikan tugas pelayanan mereka. Mereka membawa Yohanes, yang disebut juga Markus. Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus. Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka." Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi. Oleh karena disuruh Roh Kudus, Barnabas dan Saulus berangkat ke Seleukia, dan dari situ mereka berlayar ke Siprus. Setiba di Salamis mereka memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi. Dan Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka.
Mazmur Tanggapan Mazmur 67:2-3,5-6,8
Bacaan Injil Yohanes 12:44-50
Tetapi Yesus berseru kata-Nya: "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku. Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman. Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku."
Renungan
Datang Bukan untuk Menghukum
Ada refleks yang cepat sekali muncul dalam diri kita: menghakimi. Melihat orang tersandung, kita sudah punya vonis sebelum tahu ceritanya. Membaca kabar buruk tentang seseorang, kita langsung mengetuk palu di dalam hati. Menghukum terasa memuaskan, karena membuat kita merasa berada di pihak yang benar.
Maka mengherankan mendengar Yesus berkata, "Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya." Padahal Dia satu-satunya yang benar-benar berhak menghakimi. Dia yang tanpa dosa. Tetapi Ia datang bukan membawa palu, melainkan membawa terang: "Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku jangan tinggal di dalam kegelapan."
Terang tidak memarahi kegelapan. Ia hanya menyingkirkannya dengan hadir. Begitu pula Yesus. Ia tidak berkeliling mencatat kesalahan, melainkan menawarkan jalan keluar dari gelap. Penghakiman memang ada, kata-Nya, tetapi itu urusan akhir zaman, bukan pekerjaan sehari-hari kita.
Kalau Sang Hakim sendiri menahan diri untuk lebih dulu menyelamatkan, siapakah kita sehingga begitu gesit menjatuhkan vonis pada sesama? Hari ini, ketika refleks menghakimi itu datang, mungkin kita bisa menggantinya dengan satu langkah kecil terang: bertanya dulu, mengerti dulu, menolong dulu.
Tuhan, Engkau datang menyelamatkan, bukan menghukum. Tahanlah tanganku dari palu penghakiman, dan jadikanlah aku pembawa terang-Mu. Amin.
Invitatorium
RABU IV PAGI
Pembukaan
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Selasa dalam Pekan Paskah, Peringatan Santa Katarina dari Siena, Perawan dan Pujangga Gereja
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Pasrahkanlah diri kepada Allah, dan Ia akan melakukan segalanya bagimu, alleluya.
Mazmur 37
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan mewarisi bumi (Matius 5:5).
Ant. Pasrahkanlah diri kepada Allah, dan Ia akan melakukan segalanya bagimu, alleluya.
Ant. 2 Jauhilah kejahatan, belajarlah melakukan kehendak Allah; Tuhan akan menguatkan Engkau jika Engkau taat kepada-Nya.
Ant. Jauhilah kejahatan, belajarlah melakukan kehendak Allah; Tuhan akan menguatkan Engkau jika Engkau taat kepada-Nya.
Ant. 3 Tunggulah Tuhan untuk memimpin, lalu ikutilah jalan-Nya.
Ant. Tunggulah Tuhan untuk memimpin, lalu ikutilah jalan-Nya.
BACAAN
RESPONSORIUM Wahyu 2:10, 11; Sirakh 4:33
RESPONSORIUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Nyatakanlah kemegahanMu di surga, ya Allah, alleluya.
Mazmur 107 (108)
Ant.1: Nyatakanlah kemegahanMu di surga, ya Allah, alleluya.
Ant.2: Tuhan menumbuhkan kebenaran dan pujian di hadapan segala bangsa, alleluya.
Yes 61,10-62,5
Ant.2: Tuhan menumbuhkan kebenaran dan pujian di hadapan segala bangsa, alleluya.
Ant.3: Tuhanlah raja selama-lamanya, Dialah Allahmu, hai Sion, alleluya.
Mazmur 145 (146)
Ant.3: Tuhanlah raja selama-lamanya, Dialah Allahmu, hai Sion, alleluya.
Bacaan singkat: (Rom 6,8-11)
Ant.Kidung: Aku datang ke dunia sebagai cahaya, supaya setiap orang yang percaya kepadaKu jangan tinggal dalam kegelapan, alleluya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Aku datang ke dunia sebagai cahaya, supaya setiap orang yang percaya kepadaKu jangan tinggal dalam kegelapan, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
RABU IV SIANG
Madah
Ant.1: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu, alleluya.
Mazmur 118 (119),145-152
Ant.1: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu, alleluya.
Ant.2: Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.
Mazmur 93 (94) I
Ant.2: Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.
Ant.3: Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku, alleluya.
Mazmur 93 (94) II
Ant.3: Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku, alleluya.
Bacaan singkat: (Rom 4,24-25)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
RABU IV SORE
Madah
Ant.1: Malam bercahaya bagaikan siang, alleluya.
Ant.1: Malam bercahaya bagaikan siang, alleluya.
Ant.2: Aku mengenal domba-dombaKu, dan domba-dombaKu mengenal Aku, alleluya.
Mazmur 138 (139) - II
Ant.2: Aku mengenal domba-dombaKu, dan domba-dombaKu mengenal Aku, alleluya.
Ant.3: Kegemilangan Allah meliputi cakrawala, dan bumi penuh kemuliaanNya, alleluya.
Kol 1,12-20
Ant.3: Kegemilangan Allah meliputi cakrawala, dan bumi penuh kemuliaanNya, alleluya.
Bacaan singkat: (Ibr 7,24-27)
Ant.Kidung: Allah mengutus PuteraNya, bukan untuk menghakimi, melainkan untuk menyelamatkan dunia, alleluya.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Allah mengutus PuteraNya, bukan untuk menghakimi, melainkan untuk menyelamatkan dunia, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - RABU
Doa Tobat
Madah
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Mazmur 30 (31),1-6
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 129 (130)
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat (Ef 4,26-27)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Antonius
Uskup dan Pengaku Iman
Antonius lahir di Florence, Italia pada tahun 1389. Ia bertubuh kecil dan pendek namun berjiwa besar. Ia mempunyai minat yang besar terhadap hal-hal rohani. Biasanya ia di panggil Antonio karena kondisi tubuhnya yang kecil dan pendek itu.
Ketika berumur 15 tahun, ia mengajukan permohonan untuk masuk biara Dominikan di Fiesola. Pemimpin biara, Joanes Dominci, mencari-cari alasan untuk menolak permohonan Antonius karena meragukan kondisi tubuhnya. Kepadanya diberikan sebuah buku tebal untuk dipelajari. “Hafalkan dahulu seluruh isi buku ini. Setelah itu barulah engkau diterima di dalam biara ini!” kata pemimpin biara itu.
Suruhan ini terasa berat sekali bahkan mustahil. Tetapi berkat usaha-usahanya yang tekun selama setahun penuh, ia dapat menguasai seluruh isi buku itu. Lalu ia kembali ke biara untuk melaporkan hasil belajarnya. Disana ia diuji oleh sang pemimpin biara. Sang pemimpin terheran-heran karena semua pertanyaan yang diajukan dapat dengan mudah dijawabnya. Menyaksikan kepintarannya, pemimpin biara itu tidak mempunyai jalan lain lagi untuk menolaknya menjadi anggota baru biara Dominikan.
Antonius bergembira karena ia berhasil dalam ujian dan diterima sebagai anggota biara Dominikan. Di dalam biara itu, ia menunjukkan sifat-sifat yang baik: taat, rajin berdoa dan bermatiraga serta senang membantu siapa saja yang membutuhkan bantuannya. Kepandaian dan cara hidupnya yang baik membuat dia berkembang menjadi seorang biarawan Dominikan yang saleh. Semua orang senang dengan dia karena cara hidupnya yang sungguh mencerminkan ciri khas biara Dominikan.
Kemudian ia diserahi tugas mendirikan biara santo Markus di Florence sekaligus menjadi pemimpinnya. Melihat kesucian hidupnya, kebijaksanaan dan kerendahan hatinya, banyak orang datang meminta bimbingan rohani padanya. Ia dijuluki ‘Sang Penasehat’ oleh rekan-rekannya. Selain dikenal sebagai penasehat ulung, ia juga dikenal sebagai penulis buku-buku keagamaan dan buku sejarah. Dalam konsili di Florence, ia diikutsertakan dalam kedudukan sebagai ahli teologi.
Pada tahun 1446 ia menjadi Uskup Agung di Florence. Dalam tugas kegembalaannya, ia lebih menaruh perhatian kepada pelayanan kaum fakir miskin dan pengemis. Ia membantu siapa saja yang datang kepadanya. Kalaupun ia kehabisan uang, ia akan memberikan apa saja yang dimilikinya: sepatu, pakaian, atau perabot-perabot rumah yang bisa ditukar dengan uang. Keledai miliknya banyak kali dijual kepada para hartawan untuk mendapatkan uang bagi orang-orang miskin yang selalu datang kepadanya. Pada suatu ketika dalam perjalanan ke Roma, ia berjumpa dengan seorang pengemis yang kedinginan. Mantel yang sedang dikenakannya diberikan kepada pengemis itu. Lalu diperbatasan kota, seorang asing yang tidak dikenalnya memberikan sehelai mantel baru kepadanya.
Setelah lama mengabdikan diri kepada Tuhan, Antonius meninggal dunia pada tahun 1459. Sebelum menghembuskan nafasnya, ia berkata: “Mengabdi Tuhan adalah meraja”.
Santo Gordianus dan Epimakus
Martir
Gordianus adalah seorang hakim Romawi pada masa pemerintahan kaisar Yulianus. Murtad karena imannya, ia dibunuh pada tahun 362 dan dimakamkan di Via Latina, di kubah Santo Epimakus. Epimakus-yang hidup seratus tahun sebelum Gordianus-juga karena imannya akan Kristus dibakar hidup-hidup di Aleksandria, Mesir. Relikiunya dibawa ke Roma. Oleh karena makam kedua martir itu terletak pada tempat yang sama, maka pesta