Minggu, 23 April 2028
Hari Minggu Paskah II (Kerahiman Ilahi)
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 5:12-16
Dan oleh rasul-rasul diadakan banyak tanda dan mujizat di antara orang banyak. Semua orang percaya selalu berkumpul di Serambi Salomo dalam persekutuan yang erat. Orang-orang lain tidak ada yang berani menggabungkan diri kepada mereka. Namun mereka sangat dihormati orang banyak. Dan makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan, bahkan mereka membawa orang-orang sakit ke luar, ke jalan raya, dan membaringkannya di atas balai-balai dan tilam, supaya, apabila Petrus lewat, setidak-tidaknya bayangannya mengenai salah seorang dari mereka. Dan juga orang banyak dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun serta membawa orang-orang yang sakit dan orang-orang yang diganggu roh jahat. Dan mereka semua disembuhkan.
Mazmur Tanggapan Mazmur 118:2-4,22-27
Bacaan Kedua Wahyu 1:9-11a,12-13,17-19
Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus. Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala, katanya: "Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia." Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas. Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut. Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini.
Bacaan Injil Yohanes 20:19-31
Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada." Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.
Renungan
Napas untuk Mengampuni
Minggu lalu kita berlari bersama Petrus dan Yohanes ke kubur yang kosong. Hari ini kita masuk ke sebuah ruangan yang tertutup rapat. Para murid berkumpul di balik pintu yang terkunci, karena mereka takut. Kubur memang sudah kosong, tetapi hati mereka masih terkurung. Sukacita Paskah belum tentu langsung mengusir ketakutan.
Ke dalam ruangan yang terkunci itu Yesus datang dan berdiri di tengah mereka. Kata pertama-Nya bukan teguran atas kegagalan mereka meninggalkan Dia di taman Getsemani. Kata pertama-Nya adalah, "Damai sejahtera bagi kamu." Ia mengulanginya lagi beberapa saat kemudian. Orang yang punya seribu alasan untuk menagih justru datang membawa damai. Itulah wajah kerahiman yang kita rayakan hari ini.
Lalu Yesus melakukan sesuatu yang menggemakan hari penciptaan. Ia mengembusi mereka dan berkata, "Terimalah Roh Kudus." Dahulu Allah mengembuskan napas ke hidung manusia dari tanah dan ia menjadi makhluk hidup. Kini Yesus mengembuskan napas baru, dan bersama napas itu diberikan tugas yang mengejutkan, "Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni." Karunia pertama Paskah kepada Gereja ternyata kuasa untuk mengampuni. Kerahiman yang mereka terima harus mereka teruskan.
Tetapi ada satu murid yang tidak hadir malam itu. Tomas. Ketika yang lain berkata, "Kami telah melihat Tuhan," ia menolak percaya begitu saja. Ia mau meraba sendiri bekas paku itu. Dan inilah yang mengharukan: seminggu kemudian Yesus datang lagi, seakan khusus untuk satu orang yang ragu ini. Ia tidak menegur Tomas dari jauh, melainkan mengulurkan tangan-Nya yang terluka, "Taruhlah jarimu di sini." Kerahiman itu sabar. Ia bersedia kembali demi satu orang yang belum sanggup percaya.
Bacaan pertama memperlihatkan kerahiman itu meluap keluar dari ruang tertutup ke jalan raya. Orang-orang membawa yang sakit ke luar dan membaringkannya di jalan, berharap setidaknya bayangan Petrus yang lewat mengenai mereka. Bahkan bayangan pun membawa penyembuhan, karena yang bekerja di dalamnya adalah kerahiman Tuhan yang tak terbendung.
Kita sering membayangkan kerahiman sebagai sesuatu yang hanya kita terima. Benar, tetapi tidak berhenti di situ. Napas yang sama yang kita terima dihembuskan untuk kita teruskan. Adakah seseorang yang menunggu pengampunan dari kita, sementara kita masih mengunci pintu hati rapat-rapat?
Tuhan yang penuh kerahiman, Engkau menembus pintu ketakutanku dan membawa damai. Embuskan Roh-Mu ke dalam aku, dan beri aku kelapangan hati untuk mengampuni seperti aku telah Kauampuni. Amin.
Invitatorium
MINGGU PASKA II PAGI
Pembukaan
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Minggu Paskah Kedua
MADAH
Pada pesta Anak Domba yang agung
PSALMODI
Ant. 1 Aku adalah Aku, dan orang fasik tidak menerima jalan-Ku, sebab hukum Tuhan adalah kesukaanku, alleluya.
Mazmur 1
yang tidak mengikuti nasihat orang fasik,
tidak berdiam di jalan orang berdosa
Ant. Aku adalah Aku, dan orang fasik tidak menerima jalan-Ku, sebab hukum Tuhan adalah kesukaanku, alleluya.
Ant. Aku adalah Aku, dan orang fasik tidak menerima jalan-Ku, sebab hukum Tuhan adalah kesukaanku, alleluya.
Ant. Aku adalah Aku, dan orang fasik tidak menerima jalan-Ku, sebab hukum Tuhan adalah kesukaanku, alleluya.
Ant. Aku adalah Aku, dan orang fasik tidak menerima jalan-Ku, sebab hukum Tuhan adalah kesukaanku, alleluya.
Ant. 2 Aku telah meminta kepada Bapa-Ku, dan Ia telah memberikan bangsa-bangsa kepada-Ku sebagai warisan-Ku, alleluya.
Mazmur 2
mengapa suku-suku bangsa merencanakan hal yang sia-sia?
Bangkitlah raja-raja bumi,
Ant. Aku telah meminta kepada Bapa-Ku, dan Ia telah memberikan bangsa-bangsa kepada-Ku sebagai warisan-Ku, alleluya.
Ant. Aku telah meminta kepada Bapa-Ku, dan Ia telah memberikan bangsa-bangsa kepada-Ku sebagai warisan-Ku, alleluya.
Ant. Aku telah meminta kepada Bapa-Ku, dan Ia telah memberikan bangsa-bangsa kepada-Ku sebagai warisan-Ku, alleluya.
Ant. Aku telah meminta kepada Bapa-Ku, dan Ia telah memberikan bangsa-bangsa kepada-Ku sebagai warisan-Ku, alleluya.
Ant. Aku telah meminta kepada Bapa-Ku, dan Ia telah memberikan bangsa-bangsa kepada-Ku sebagai warisan-Ku, alleluya.
Ant. Aku telah meminta kepada Bapa-Ku, dan Ia telah memberikan bangsa-bangsa kepada-Ku sebagai warisan-Ku, alleluya.
Ant. 3 Aku berbaring untuk beristirahat dan tertidur; aku terbangun lagi, sebab Tuhan menopang aku, alleluya.
Mazmur 3
Betapa banyak yang bangkit melawan aku!
Betapa banyak yang berkata tentang aku:
Ant. Aku berbaring untuk beristirahat dan tertidur; aku terbangun lagi, sebab Tuhan menopang aku, alleluya.
Ant. Aku berbaring untuk beristirahat dan tertidur; aku terbangun lagi, sebab Tuhan menopang aku, alleluya.
Ant. Aku berbaring untuk beristirahat dan tertidur; aku terbangun lagi, sebab Tuhan menopang aku, alleluya.
Ant. Aku berbaring untuk beristirahat dan tertidur; aku terbangun lagi, sebab Tuhan menopang aku, alleluya.
Ant. Aku berbaring untuk beristirahat dan tertidur; aku terbangun lagi, sebab Tuhan menopang aku, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM Kolose 3:1, 2, 3
RESPONSORIUM Kolose 3:3-4; Roma 6:11
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
MINGGU PASKA II PAGI
Pembukaan
Ant. Tuhan sungguh bangkit, Alleluya.
Mazmur 94 (95)
Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kami.
Ant. Tuhan sungguh bangkit, Alleluya.
Madah
Ant.1: Kristus sudah bangkit dan menerangi umat yang ditebus dengan darah-Nya, Alleluya.
Mazmur 62
Ya Allah, Engkaulah Allahku,*
aku mencari Engkau.
Ant.1: Kristus sudah bangkit dan menerangi umat yang ditebus dengan darah-Nya, Alleluya.
Ant.2: Penebus kami sudah bangkit dari kubur, marilah kami menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kami, Alleluya.
Ant.2: Penebus kami sudah bangkit dari kubur, marilah kami menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kami, Alleluya.
Ant.3: Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakan-Nya kepadamu, Alleluya.
Mazmur 149
Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*
pujilah Dia dalam himpunan umat-Nya.
Ant.3: Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakan-Nya kepadamu, Alleluya.
Bacaan singkat (Kis 10:40-43)
Ant. Pada hari inilah Tuhan bertindak, mari kami rayakan dengan gembira, Alleluya.
Ant.Kidung: Masukkanlah tanganmu ke dalam lambung-Ku. Jangan sangsi lagi, tetapi percayalah, Alleluya.
Kidung Zakaria (Luk 1 : 68-79)
Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ant.Kidung: Masukkanlah tanganmu ke dalam lambung-Ku. Jangan sangsi lagi, tetapi percayalah, Alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
MINGGU PASKA II SIANG
Madah
Ant.1: Kristus sudah bangkit dan menerangi umat yang ditebus dengan darah-Nya, Alleluya.
Mazmur 117 (118)
Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setia-Nya.
Ant.1: Kristus sudah bangkit dan menerangi umat yang ditebus dengan darah-Nya, Alleluya.
Ant.2: Penebus kami sudah bangkit dari kubur, marilah kami menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kami, Alleluya.
Ant.2: Penebus kami sudah bangkit dari kubur, marilah kami menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kami, Alleluya.
Ant.3: Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakan-Nya kepadamu, Alleluya.
Ant.3: Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakan-Nya kepadamu, Alleluya.
Bacaan singkat (1 Kor 15:3b-5)
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
MINGGU PASKA II SORE I
Madah
Ant.1: Maria dari Magdala dan Maria yang lain pergi mengunjungi kubur Yesus, Alleluya.
Mazmur 109:1-5,7
Tuhan berfirman kepada baginda: “Duduklah di sisi kanan-Ku,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu.”
Ant.1: Maria dari Magdala dan Maria yang lain pergi mengunjungi kubur Yesus, Alleluya.
Ant.2: Marilah dan lihatlah tempat Tuhan dibaringkan, Alleluya.
Mazmur 113
Ketika Israel keluar dari Mesir,*
keluarga Yakub dari bangsa asing,
Ant.2: Marilah dan lihatlah tempat Tuhan dibaringkan, Alleluya.
Ant.3: Yesus bersabda: Jangan takut! Pergilah dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya berangkat ke Galilea; di sana mereka akan melihat Aku, Alleluya.
Ant.3: Yesus bersabda: Jangan takut! Pergilah dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya berangkat ke Galilea; di sana mereka akan melihat Aku, Alleluya.
Bacaan singkat (1 Ptr 2:9-10)
Ant. Pada hari inilah Tuhan bertindak, mari kami rayakan dengan gembira, Alleluya.
Ant.Kidung: Seminggu kemudian, walaupun pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan berkata kepada murid-murid-Nya: Salam bagimu, Alleluya.
Kidung Maria (Luk 1 : 46-55)
Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Ant.Kidung: Seminggu kemudian, walaupun pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan berkata kepada murid-murid-Nya: Salam bagimu, Alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU II
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat (Why 22,4-5)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
S. Georgius
Martir · ± 275-303
Georgius lahir sekitar tahun 275 di Kapadokia, Asia Kecil (kini Turki), dari keluarga Kristen yang saleh. Ketika dewasa ia masuk dinas ketentaraan Romawi dan, karena keberanian serta kesetiaannya, naik pangkat menjadi perwira dalam pengawal Kaisar Diokletianus.
Titik balik hidupnya datang ketika Diokletianus melancarkan penganiayaan besar terhadap umat Kristen pada awal abad ke-4. Georgius menolak menyangkal imannya dan dengan berani mengakui dirinya seorang Kristen di hadapan kaisar. Ia dibujuk dengan janji kekayaan dan kehormatan, lalu disiksa dengan kejam, tetapi tetap teguh. Akhirnya ia dipenggal, menurut tradisi di Lida (Diospolis) di tanah Palestina, sekitar tahun 303.
Nama Georgius segera dihormati di seluruh Gereja Timur dan Barat. Pada Abad Pertengahan berkembang legenda terkenal tentang Georgius yang menaklukkan seekor naga untuk menyelamatkan seorang putri dan sebuah kota, gambaran indah tentang kemenangan iman atas kejahatan. Karena kisah itu ia kerap dilukiskan sebagai kesatria berkuda yang menikam naga dengan tombak.
Georgius menjadi pelindung banyak bangsa dan kota, termasuk Inggris, serta lambang keberanian iman bagi para prajurit Kristen sepanjang zaman.
Pelindung: para prajurit, pramuka, dan negara Inggris.
Santo Adelbertus
Uskup dan Martir
Santo Adelbertus lahir pada tahun 956 dari sebuah keluarga bangsawan Bohemia. Ia memilih nama Adelbertus pada waktu menerima sakramen penguatan (krisma) dari gurunya Santo Adelbertus dari Magdeburg.
Pada tahun 983, walaupun baru menerima tabhisan subdiakon, Adelbertus muda dipilih dan ditabhiskan menjadi Uskup. Ketika usaha-usahanya untuk menciptakan pembaharuan-pembaharuan diantara klerus dan kaum awam mendapat perlawanan, Adelbertus menanggalkan jabatannya sebagai Uskup pada tahun 990 dan masuk sebuah biara di Roma. Namun ia kemudian di panggil pulang kembali ke Praha. Adelbertus mendapat perlawanan lagi, ketika ia mengekskomunikasikan sekelompok orang yang bertanggungjawab atas pembunuhan seorang puteri bangsawan yang kedapatan berzinah. Adelbertus meninggalkan Praha dan pergi ke Roma.
Tetapi di Roma, para pemimpin Gereja menasehati dia agar kembali ke keuskupanny, meskipun keadaan Praha belum aman baginya. Atas permintaannya, ia diperbolehkan pergi ke Pomerania (Polandia Barat) untuk berkarya sebagai seorang misionaris di antara orang-orang Prusia. Disana ia dibunuh oleh orang-orang Polandia pada tanggal 23 April 997. Gereja menghormatinya sebagai seorang martir.
Santo Gregorius
Martir
Gregorius adalah seorang perwira Romawi Kristen yang gagah berani pada masa pemerintahan kaisar Diokletianus (284-305) dan kaisar Maximian (286-305, 306-308). Semula ia sangat dihargai oleh kaisar karena hubungannya yang baik dengan rakyat, dan bertugas membela kepentingan rakyat jelata di hadapan penguasa kekaisaran. Dalam kedudukannya ini, ia membantu banyak ornag terutama orang-orang miskin, janda dan para yatim-piatu. Ketika kaisar Diokletianus melancarkan penganiayaan terhadap orang-orang Kristen, Gregorius sebagai wakil rakyat dan ksatria sejati, tanpa takut-takut melindungi orang-orang Kristen, bahkan berani mengecam perbuatan keji kaisar. Oleh karena itu ia ditangkap dan disiksa sehebat-hebatnya. Ia mati demi kepentingan Gereja Kristus di Diospolis, Palestina (sekarang: Lydda, Israel) pada tahun 300, enam tahun sebelum Konstantinopel Agung naik tahkta (306-337).
Di kemudian hari keperwiraan Gregorius diwarnai dengan banyak cerita menarik yang melukiskan dia sebagai pejuang yang gagah berani dan jujur demi tegaknya keadilan dan kebaikan umum. Ia memenangkan kejahatan dengan mati bagi Kristus dan Gereja-Nya. Sejak abad kedelapan namanya sudah dikenal luas di seluruh gereja. Ia diangkat sebagai pelindung suci bagi kerajaan Inggris dan pelindung militer karena keberaniaannya menolong sesamanya yang menderita.
Sebuah legenda populer tentang Santo Gregorius mengisahkan bahwa Gregorius berasal dari Kapadokia, Asia Kecil. Dalam suatu perjalanannya ia melewati kota Silena, Lybia, Afrika. Konon kota ini (pada abad ke 3) diancam oleh seekor naga raksasa. Naga itu gemar makan manusia. Setiap malam penduduk membuang undi untuk menetapkan siapa yang kali ini harus menjadi mangsa dari naga itu. Kalau tidak ada korban, naga itu mengamuk. Suatu ketika undian jatuh pada puteri raja sendiri. Tetapi terjadilah keajaiban pada waktu itu. Pada saat gawat itu tiba-tiba muncullah di hadapan gadis manis itu seorang Ksatria muda menunggang seekor kuda. Ia mendekati gadis itu dan menyapanya dengan halus: "Mengapa tuan puteri menangis?" Dengan tersendat- sendat gadis malang itu menceritakan nasibnya. Seketika itu juga, naga raksasa itu menyembul keluar dari celah rawa-rawa hendak menerkam gadis itu. Tetapi Gregorius ksatria pemberani itu berteriak dari atas kuda: "Atas nama Kristus!" Langsung menerjang-nerjang naga itu, menusukkan tombak ke dalam moncong naga itu dan memenggal kepalanya dengan pedangnya. Seluruh rakyat kagum dan bersyukur, karena tuan puteri dan mereka semua telah terhindar dari bahaya maut.
Penduduk kota Silena takjub pada Gregorius, sehingga banyak diantara mereka kemudian menjadi Kristen. Kepada raja ia meminta agar ia memelihara orang-orang miskin dan mendirikan gereja-gereja, merayakan kurban misa dan menghormati para imam.