Selasa, 11 April 2028
Hari Raya Selasa Pekan Suci
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Yesaya 49:1-6
Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya. Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku." Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku." Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya--maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku--,firman-Nya: "Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."
Mazmur Tanggapan Mazmur 71:1-6,15,17
Bacaan Injil Yohanes 13:21-33,36-38
Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya. Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya. Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: "Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!" Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, siapakah itu?" Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot. Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera." Tetapi tidak ada seorangpun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas. Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin. Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam. Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera. Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu. Simon Petrus berkata kepada Yesus: "Tuhan, ke manakah Engkau pergi?" Jawab Yesus: "Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku." Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!" Jawab Yesus: "Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."
Renungan
Dan Hari Sudah Malam
Ada kalimat pendek dalam Injil hari ini yang sanggup membuat bulu kuduk berdiri. Setelah Yudas menerima roti dari tangan Yesus, ia segera keluar. Lalu Yohanes menutup adegan itu dengan enam kata: "Pada waktu itu hari sudah malam."
Kelihatannya cuma keterangan waktu biasa. Tetapi Yohanes tidak pernah menulis detail sembarangan. Yudas melangkah keluar dari terang ruangan tempat Yesus, Terang dunia, sedang duduk. Ia melangkah masuk ke dalam gelap. Malam di luar itu adalah gambar dari malam yang sudah lebih dulu turun di dalam hatinya.
Yang membuat kisah ini menusuk adalah kedekatan pengkhianatan itu. Yudas bukan orang asing. Ia satu dari dua belas, ikut makan dari pinggan yang sama, dipercaya memegang kas. Yesus bahkan menyuapinya roti, satu isyarat keramahan yang paling akrab pada zaman itu. Pengkhianatan yang paling perih memang jarang datang dari jauh. Ia datang dari orang yang duduk semeja.
Tetapi malam itu tidak hanya milik Yudas. Di meja yang sama duduk Petrus, penuh percaya diri. "Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!" katanya berapi-api. Yesus menjawab dengan lembut namun pasti: sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali. Dua murid, dua kejatuhan yang sudah membayang di ambang malam itu.
Menariknya, Yesus tetap menyuapkan roti itu ke tangan Yudas. Sampai saat terakhir pintu masih terbuka. Kasih tidak pernah lebih dulu menutup pintu; manusialah yang melangkah keluar lalu menutupnya rapat dari dalam gelap.
Kita sering merasa lebih dekat pada Petrus daripada pada Yudas. Barangkali benar. Tetapi keduanya sama-sama gagal pada malam yang sama. Bedanya bukan pada besar kecilnya kejatuhan, melainkan pada apa yang mereka lakukan sesudahnya. Yudas pergi menjauh ke dalam gelap dan tinggal di situ. Petrus menangis, lalu mencari jalan pulang.
Bacaan pertama menaruh secercah terang di tengah gelap ini. Sang Hamba berkata, "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, namun hakku terjamin pada TUHAN." Bahkan ketika segala usaha tampak sia-sia dan malam terasa penuh, ada tangan yang tetap memegang.
Ketika malam turun dalam hidup kita, entah karena dosa sendiri entah karena dikhianati orang, arah langkah kita menentukan segalanya. Menjauh makin dalam ke gelap, atau berbalik mencari terang yang masih menyala di meja.
Tuhan, ketika malam mulai turun dalam hatiku, jangan biarkan aku melangkah menjauh. Tarik aku kembali kepada terang-Mu, seperti Engkau menanti Petrus pulang. Amin.
Invitatorium
SELASA PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Selasa dalam Pekan Suci
MADAH
Ant. 1 Berserahlah kepada Allah, dan Ia akan melakukan segalanya bagimu.
Mazmur 37
Nasib orang fasik dan orang baik
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan mewarisi bumi (Matius 5:5).
Ant. Berserahlah kepada Allah, dan Ia akan melakukan segalanya bagimu.
Ant. 2 Berpalinglah dari kejahatan, belajarlah melakukan kehendak Allah; Tuhan akan menguatkanmu jika engkau menaati-Nya.
Ant. Berpalinglah dari kejahatan, belajarlah melakukan kehendak Allah; Tuhan akan menguatkanmu jika engkau menaati-Nya.
Ant. 3 Tunggulah Tuhan untuk memimpin, lalu ikutilah jalan-Nya.
Ant. Tunggulah Tuhan untuk memimpin, lalu ikutilah jalan-Nya.
BACAAN
RESPONSORIUM Ibrani 12:2; Filipi 2:8
RESPONSORIUM Roma 6:3, 5, 4
TE DEUM
DOA PENUTUP
Ibadat Pagi
MADAH
Ant.1: Berikanlah keputusan yang adil kepadaku, ya Tuhan, luputkanlah aku dari orang curang dan penipu.
Mazmur 42 (43)
Ant.1: Berikanlah keputusan yang adil kepadaku, ya Tuhan, luputkanlah aku dari orang curang dan penipu.
Ant.2: Tuhan, Engkau telah membela perkaraku, Engkaulah pembela hidupku, ya Tuhan, Allahku.
Yes 38,10-14.17-20
Ant.2: Tuhan, Engkau telah membela perkaraku, Engkaulah pembela hidupku, ya Tuhan, Allahku.
Ant.3: Hambaku akan menyucikan semua orang dengan memikul sendiri kesalahan mereka.
Mazmur 64 (65)
Ant.3: Hambaku akan menyucikan semua orang dengan memikul sendiri kesalahan mereka.
Bacaan Singkat: (Zak 12,10-11a)
Lagu Singkat:
Ant.Kidung: Muliakanlah Aku sekarang, ya Bapa, di hadiratMu, dengan memberikan kemuliaan, yang Kumiliki sebelum penciptaan dunia.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Muliakanlah Aku sekarang, ya Bapa, di hadiratMu, dengan memberikan kemuliaan, yang Kumiliki sebelum penciptaan dunia.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup:
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SELASA SIANG
Madah
Ant.1: Berikanlah keputusan yang adil kepadaku, ya Tuhan, luputkanlah aku dari orang curang dan penipu.
Mazmur 118 (119),49-56
Ant.1: Berikanlah keputusan yang adil kepadaku, ya Tuhan, luputkanlah aku dari orang curang dan penipu.
Ant.2: Tuhan, Engkau telah membela perkaraku, Engkaulah pembela hidupku, ya Tuhan, Allahku.
Mazmur 52 (53)
Ant.2: Tuhan, Engkau telah membela perkaraku, Engkaulah pembela hidupku, ya Tuhan, Allahku.
Ant.3: Hambaku akan menyucikan semua orang dengan memikul sendiri kesalahan mereka.
Mazmur 53 (54),3-6.8-9
Ant.3: Hambaku akan menyucikan semua orang dengan memikul sendiri kesalahan mereka.
Bacaan Singkat: (1Kor 1,22-24)
Doa Penutup:
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
SELASA SORE
MADAH
Ant.1: Aku disiksa dan takut, tetapi Tuhan ada besertaku laksana seorang pahlawan.
Mazmur 48 (49) I
Ant.1: Aku disiksa dan takut, tetapi Tuhan ada besertaku laksana seorang pahlawan.
Ant.2: Bebaskan daku, ya Tuhan, tempatkanlah aku di sampingMu, biar siapapun yang memerangi aku.
Mazmur 48 (49) II
Ant.2: Bebaskan daku, ya Tuhan, tempatkanlah aku di sampingMu, biar siapapun yang memerangi aku.
Ant.3: Engkau telah dibunuh, ya Tuhan, Engkau telah menebus kami bagi Allah dengan darahMu.
Why 4,11; 5,9.10-12
Ant.3: Engkau telah dibunuh, ya Tuhan, Engkau telah menebus kami bagi Allah dengan darahMu.
Bacaan Singkat: (1Kor 1,27b-30)
Ant.Kidung: Aku berkuasa menyerahkan nyawaKu dan berkuasa pula memperolehnya kembali.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Aku berkuasa menyerahkan nyawaKu dan berkuasa pula memperolehnya kembali.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup:
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SELASA
Doa Tobat
Madah
Ant: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Mazmur 142 (143),1-11
Ant.: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Bacaan singkat (1Ptr 5,8-9)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo George Gersave OSB
Martir
Sewaktu masa mudanya, George terkenal sebagai anggota pembajak laut pimpinan Francis Drake. Namun ia kemudian bertobat dan menajadi imam. Ia dihukum mati karena melayani umat di Inggris. George meninggal dunia pada tahun 1608.
Santo Stanislaus
Uskup dan Martir
Santo Stanislaus lahir di Szczepanow, Polandia selatan pada tanggal 26 Juli 1030. Ketika itu ibu-bapanya sudah memasuki usia senja. Boleh dikatakan Stanislaus adalah hadiah Allah kepada kedua orangtuanya yang tidak kunjung putus berdoa untuk mendapatkan seorang anak. Ibu bapanya mempersembahkan kembali dia kepada Allah yang telah mengabulkan permohonan mereka.
Ketika meningkat remaja, Stanislaus ternyata menunjukkan kepintaran yang luar biasa. Cita-cita hidupnya hanya satu, yakni menjadi abdi Allah sebagai seorang rahib. Cita-cita luhur ini baru terwujud setelah kedua orangtuanya meninggal dunia. Sebagai anak tunggal, ia tidak mempunyai suatu keterikatan kepada siapapun. Ia melepaskan segala-galanya, termasuk harta warisan orangtuanya lalu memasuki pendidikan imamat.
Ia ditabhiskan menjadi imam setelah menyelesaikan studinya di Gniezno, Polandia Barat. Dalam karyanya ia terkenal sebagai pengkhotbah ulung di Katedral Krakow. Kerajinan, kesalehan dan kepandaiannya membuat dia sangat berpengaruh di seluruh ke uskupan Krakow dan Kerajaan Polandia. Akhirnya pada tahun 1072, ia ditabhiskan menjadi uskup di kota Krakow atas restu Paus Aleksander II (1061-1073).
Pada masa kepemimpinannya, Kerajaan Polandia di kuasai oleh Raja Boleslaus (1058-1079), seorang raja yang cakap tetapi sombong dan cabul. Nafsu kuasanya yang besar mendorongnya melakukan perbuatan-perbuatan tidak terpuji di hadapan mata rakyatnya. Ia menikahi dengan paksa isteri seorang prajuritnya. Perbuatan ini merupakan contoh yang sangat buruk bagi seluruh rakyat. Mendengar berita itu, Uskup Stanislaus segera berangkat ke istana untuk menegur raja. Karena Boleslaus tidak peduli akan tegurannya, ia mengekskomunikasi Boleslaus dari Gereja.
Tindakan ekskomunikasi inipun tidak dihiraukan. Boleslaus tetap masuk ke Gereja untuk mengikuti kurban misa seperti sedia kala. Pada suatu ketika, ia mengikuti perayaan misa kudus di gereja katedral. Ketika imam, pemimpin misa itu melihat Boleslaus ikut serta dalam perayaan itu, ia segera menghentikan perayaan dan meninggalkan altar. Boleslaus marah dan dengan pengawal-pengawalnya segera mencari Uskup Stanislaus yang mengekskomunikasinya. Mereka menemukan dia di kapelnya. Stanislaus yang sedang merayakan misa pada saat itu ditangkap dan dibunuh dengan kejam. Peristiwa naas ini terjadi pada tahun 1097. Stanislaus dikuburkan disebuah kapela dan pada tahun 1088 dipindahkan di Gereja Katedral Krakow. Ia digelari kudus oleh Sri Paus Innocentius IV (1243-1254) pada tahun 1523.