Senin, 10 April 2028
Hari Raya Senin Pekan Suci
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Yesaya 42:1-7
Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya. Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya: "Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.
Mazmur Tanggapan Mazmur 27:1-3,13-14
Bacaan Injil Yohanes 12:1-11
Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu." Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.
Renungan
Wangi yang Memenuhi Rumah
Enam hari sebelum Paskah, di sebuah rumah di Betania, terjadi sesuatu yang mengharukan sekaligus memancing ribut. Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni, minyak yang harganya setara dengan upah kerja hampir setahun, lalu menuangkannya ke kaki Yesus. Bukan setetes, tetapi seluruhnya. Ia menyeka kaki itu dengan rambutnya sendiri. Dan Yohanes mencatat satu detail kecil yang indah: bau minyak itu semerbak memenuhi seluruh rumah.
Cinta memang selalu terasa boros di mata yang menghitung. Yudas segera bersuara. "Mengapa minyak ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" Kedengarannya saleh. Tetapi Yohanes membuka kartunya: ia berkata begitu bukan karena peduli pada orang miskin, melainkan karena ia pemegang kas yang suka mengambil diam-diam. Orang yang hatinya sempit selalu punya alasan bagus untuk menahan.
Barangkali di sinilah kita perlu jujur pada diri sendiri. Kita pun sering menghitung ketika seharusnya menuang. Kita mengukur seberapa banyak orang lain pantas menerima kasih kita, seolah kebaikan adalah anggaran yang harus dijaga jangan sampai jebol. Padahal kasih yang dihitung terlalu cermat sudah kehilangan wanginya sebelum sempat dituang.
Ada dua cara memandang minyak mahal itu. Yudas melihat harga. Maria melihat kepada siapa minyak itu dituang. Bagi Yudas, kasih adalah pengeluaran yang harus ditekan. Bagi Maria, kasih adalah persembahan yang tidak dihitung-hitung. Dan Yesus membela Maria: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku." Perempuan itu, entah sadar entah tidak, sedang mengurapi Tuhannya untuk kematian yang sudah dekat.
Bacaan pertama melukiskan Hamba Tuhan yang lembut: "Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya." Dia yang akan diperlakukan begitu kasar dalam pekan ini ternyata Dia yang paling lembut terhadap yang rapuh. Maria menuang minyak untuk Dia; Dia menjaga nyala yang hampir padam dalam diri kita.
Wangi minyak Maria memenuhi seluruh rumah. Perbuatan kasih memang begitu. Ia tidak bisa disembunyikan di satu sudut; ia menyebar, mengisi ruangan, menempel pada orang-orang di sekitarnya. Sebaliknya, hitung-hitungan Yudas tidak pernah mengharumkan apa pun.
Di rumah kita, wangi apa yang sedang memenuhi ruangan? Aroma kasih yang berani boros, atau bau apak dari kebaikan yang selalu ditahan dan ditawar?
Tuhan, ajar aku mengasihi seperti Maria, tanpa sibuk menghitung untung rugi. Biarlah hidupku menjadi wangi yang memenuhi rumah bagi mereka di sekelilingku. Amin.
Invitatorium
SENIN PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
MADAH
Ant. 1 Condongkanlah telinga-Mu dan dengarkanlah aku, ya Tuhan; datanglah menolongku.
Mazmur 31:1-17, 20-25
Seruan penuh keyakinan orang yang tertekan kepada Allah
Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan roh-Ku (Lukas 23:46).
Ant. Condongkanlah telinga-Mu dan dengarkanlah aku, ya Tuhan; datanglah menolongku.
Ant. 2 Tuhan, biarlah cahaya wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu.
Ant. Tuhan, biarlah cahaya wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu.
Ant. 3 Terpujilah Tuhan, sebab Ia telah mencurahkan belas kasihan-Nya kepadaku.
Ant. Terpujilah Tuhan, sebab Ia telah mencurahkan belas kasihan-Nya kepadaku.
BACAAN-BACAAN
RESPONSORIUM Ibrani 10:35-36; Lukas 21:19
RESPONSORIUM
TE DEUM
DOA PENUTUP
Ibadat Pagi
MADAH
Ant.1: Sedih sekali hatiKu, rasanya seperti mau mati. Tinggallah di sini dan berjagalah bersamaKu.
Mazmur 41 (42)
Ant.1: Sedih sekali hatiKu, rasanya seperti mau mati. Tinggallah di sini dan berjagalah bersamaKu.
Ant.2: Sekarang tibalah hukuman untuk dunia. Sekarang penguasa dunia ini dibuang ke luar.
Sir 36,1-7.13-16
Ant.2: Sekarang tibalah hukuman untuk dunia. Sekarang penguasa dunia ini dibuang ke luar.
Ant.3: Yesus yang menciptakan dan menyempurnakan iman kita, telah memanggul salib dan duduk di sebelah kanan Allah.
Mazmur 18 (19) A
Ant.3: Yesus yang menciptakan dan menyempurnakan iman kita, telah memanggul salib dan duduk di sebelah kanan Allah.
Ant.Kidung: Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, sebab Engkau mengutus Aku.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, sebab Engkau mengutus Aku.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup:
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SENIN SIANG
Madah
Ant.1: Sedih sekali hatiKu, rasanya seperti mau mati. Tinggallah di sini dan berjagalah bersamaKu.
Mazmur 118 (119),41-48
Ant.1: Sedih sekali hatiKu, rasanya seperti mau mati. Tinggallah di sini dan berjagalah bersamaKu.
Ant.2: Sekarang tibalah hukuman untuk dunia. Sekarang penguasa dunia ini dibuang ke luar.
Mazmur 39 (40),2-14.17-18 - I
Ant.2: Sekarang tibalah hukuman untuk dunia. Sekarang penguasa dunia ini dibuang ke luar.
Ant.3: Yesus yang menciptakan dan menyempurnakan iman kita, telah memanggul salib dan duduk di sebelah kanan Allah.
Mazmur 39 (40),2-14.17-18 - II
Ant.3: Yesus yang menciptakan dan menyempurnakan iman kita, telah memanggul salib dan duduk di sebelah kanan Allah.
Doa Penutup:
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
SENIN SORE
MADAH
Ant.1: Ia tidak tampan dan elok, dan kita tidak tertarik memandangnya. Keindahan tidak ada padanya.
Mazmur 44 (45) I
Ant.1: Ia tidak tampan dan elok, dan kita tidak tertarik memandangnya. Keindahan tidak ada padanya.
Ant.2: Semua orang akan Kuserahkan kepada dia menjadi miliknya, sebab ia menyerahkan diri kepada maut.
Mazmur 44 (45) II
Ant.2: Semua orang akan Kuserahkan kepada dia menjadi miliknya, sebab ia menyerahkan diri kepada maut.
Ant.3: Allah melimpahkan kurnia kepada kita dalam Kristus, PuteraNya yang terkasih. Dalam Kristus kita telah memperoleh penebusan berkat darahNya.
Ef 1,3-10
Ant.3: Allah melimpahkan kurnia kepada kita dalam Kristus, PuteraNya yang terkasih. Dalam Kristus kita telah memperoleh penebusan berkat darahNya.
Bacaan Singkat: (Rom 5,8-9)
Ant. Kidung: Seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian pula Putra manusia harus ditinggikan, agar semua orang yang percaya akan Dia tidak binasa, melainkan memiliki hidup abadi.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant. Kidung: Seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian pula Putra manusia harus ditinggikan, agar semua orang yang percaya akan Dia tidak binasa, melainkan memiliki hidup abadi.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup:
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SENIN
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Mazmur 85 (86)
Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Bacaan singkat (1Tes 5,9-10)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Vinsensius dari Lerins
Imam Biarawan
Vinsensius adalah seorang imam dan rahib di pertapaan Lerins, sebuah pulau yang tak jauh dari pantai Perancis. Beliau dikenal sebagai penerbit suatu tulisan yang menentang ajaran sesat Commonitorium yang muncul pada tahun 434 sesudah konsili Efesus.
Riwayat hidupnya pada masa kecil tidak banyak diketahui, meskipun karyanya dianggap penting dalam sejarah teologi. Karangan tersebut ditulis dibawah nama samaran Peregrinus. Didalamnya ia merumuskan prinsip dasar yang menegaskan bahwa sebuah doktrin iman katolik harus merupakan pokok iman yang diyakini, selalu, dimana-mana dan oleh semua orang beriman. Sebagai tambahan ia mengajarkan bahwa meskipun terdapat banyak tafsiran mengenai Kitab Suci, namun akhirnya Kitab Suci harus ditafsirkan menurut tradisi Gereja. Vinsensius meninggal dunia pada tahun 445.
Yehezkiel, Nabi
Yehezkiel yang berarti "Allah membuat kuat" adalah putera dari imam Buzi (Yeh 1:3). Ia juga kemungkinan seorang imam yang berkeluarga. Pada tahun 597 SM ia dibuang bersama-sama dengan Yoakim ke Babilon. Lewat sebuah wahyu, ia dipanggil menjadi seorang nabi. Ia mengumumkan ramalannya tentang kehancuran kota Yerusalem yang sudah dekat melalui banyak ancaman hukuman dan perbuatan-perbuatan simbolis. Apabila kota Yerusalem benar-benar dihancurkan oleh Nebukadnezar pada tahun 586SM, barulah para buangan lebih menaruh perhatian pada pekerjaan Yehezkiel. Bagian kedua dari pewartaannya (25-38) mengungkapkan harapan akan kepulangan mereka dan datangnya saat keselamatan yang gemilang. Para musuh akan memperoleh putusan hukuman.
Yehezkiel meninggal di Babilon. Diluar beberapa laporan yang masih dipertentangkan, seperti misalnya: kematian istrinya secara mendadak (Yeh 24:18), tidak ditemukan berita tentang dirinya sendiri. Yehezkiel adalah penulis kitab yang menggunakan namanya dan menjadi judulnya.