Selasa, 14 Maret 2028
Selasa II Prapaskah
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Yesaya 1:10,16-20
Dengarlah firman TUHAN, hai pemimpin-pemimpin, manusia Sodom! Perhatikanlah pengajaran Allah kita, hai rakyat, manusia Gomora! Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda! Marilah, baiklah kita berperkara! --firman TUHAN--Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu. Tetapi jika kamu melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang." Sungguh, TUHAN yang mengucapkannya.
Mazmur Tanggapan Mazmur 50:8-9,16-17,21,23
Bacaan Injil Matius 23:1-12
Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.
Renungan
Noda Kunyit
Setiap orang yang pernah memasak tahu perkara ini: noda kunyit di baju putih itu keras kepala. Dikucek dengan sabun apa pun, bekas kuningnya tetap membayang. Ada noda yang rasanya tidak mau pergi.
Barangkali begitu juga perasaan kita tentang dosa tertentu. Sudah mengaku, sudah menyesal, tetapi bekasnya membayang terus di ingatan. Kepada orang seperti itulah Yesaya menyampaikan janji yang mencengangkan: "Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju." Kirmizi adalah pewarna merah tua paling awet di zaman itu, meresap sampai ke serat kain, hampir mustahil dihilangkan. Justru warna itu yang dipilih Allah untuk menggambarkan dosa yang sanggup diputihkan-Nya. Tidak ada noda yang di luar kemampuan-Nya.
Tetapi syaratnya bukan sekadar merasa sedih. Basuhlah, bersihkanlah dirimu, berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik, usahakanlah keadilan, belalah hak anak yatim. Pemutihan dari Allah selalu mengalir menjadi tindakan. Kalau tidak, ia hanya perasaan lega yang cepat luntur.
Dosa lama mana yang masih kuanggap terlalu kuning untuk diputihkan Tuhan? Jangan-jangan aku lebih percaya pada nodaku daripada pada belas kasih-Nya.
Tuhan, basuhlah aku sampai putih melebihi salju, dan ajarilah aku hidup bersih mulai hari ini. Amin.
Invitatorium
SELASA II PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Selasa Pekan II Prapaskah
MADAH
Ya Allah, Penolong kami di masa lalu,
Ant. 1 Serahkanlah diri kepada Allah, dan Ia akan melakukan segalanya bagimu.
Mazmur 37
Nasib orang fasik dan orang baik
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi (Matius 5:5).
Ant. Serahkanlah diri kepada Allah, dan Ia akan melakukan segalanya bagimu.
Ant. 2 Jauhilah kejahatan, belajarlah melakukan kehendak Allah; Tuhan akan menguatkanmu jika engkau menaati-Nya.
Ant. Jauhilah kejahatan, belajarlah melakukan kehendak Allah; Tuhan akan menguatkanmu jika engkau menaati-Nya.
Ant. 3 Nantikanlah Tuhan untuk memimpin, lalu ikutilah jalan-Nya.
Ant. Nantikanlah Tuhan untuk memimpin, lalu ikutilah jalan-Nya.
BACAAN
RESPONSORIUM Kebijaksanaan 16:20; Yohanes 6:32
RESPONSORIUM Galatia 2:19-20
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
MADAH
Ant.1: Kirimkanlah cahaya dan kebenaranMu, ya Tuhan.
Mazmur 42 (43)
Ant.1: Kirimkanlah cahaya dan kebenaranMu, ya Tuhan.
Ant.2: Ya Tuhan, sudilah menyelamatkan kami sepanjang hidup kami.
Yes 38,10-14.17-20
Ant.2: Ya Tuhan, sudilah menyelamatkan kami sepanjang hidup kami.
Ant.3: Ya Allah, Engkau pantas dipuji di Sion.
Mazmur 64 (65)
Ant.3: Ya Allah, Engkau pantas dipuji di Sion.
Bacaan Singkat: (Yl 2,12-13)
Ant.Kidung: Pemimpinmu hanya satu, yang ada di surga, ialah Kristus Tuhan.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Pemimpinmu hanya satu, yang ada di surga, ialah Kristus Tuhan.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup:
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SELASA II SIANG
Madah
Ant.1: Di perantuan aku mematuhi titahMu.
Mazmur 118 (119),49-56
Ant.1: Di perantuan aku mematuhi titahMu.
Ant.2: Allah akan memulihkan nasib umatNya, dan kita akan bersukacita.
Mazmur 52 (53)
Ant.2: Allah akan memulihkan nasib umatNya, dan kita akan bersukacita.
Ant.3: Allah menjadi penolongku, Tuhanku penopang hidupku.
Mazmur 53 (54),3-6.8-9
Ant.3: Allah menjadi penolongku, Tuhanku penopang hidupku.
Bacaan Singkat: (Yl 2,17)
Antara serambi kenisah dan mesbah hendaknya para imam, pelayan Tuhan, menangis sambil berseru: "Sayangilah umatMu, ya Tuhan, jangan sampai pusakaMu dihina dan menjadi sindiran kaum kafir."
Doa Penutup:
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
SELASA II SORE
MADAH
Ant.1: Tak mungkin kamu sekaligus mengabdi Allah dan kekayaan.
Mazmur 48 (49) I
Ant.1: Tak mungkin kamu sekaligus mengabdi Allah dan kekayaan.
Ant.2: Kumpulkanlah bagimu harta di surga, sabda Tuhan.
Mazmur 48 (49) II
Ant.2: Kumpulkanlah bagimu harta di surga, sabda Tuhan.
Ant.3: Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.
Why 4,11; 5,9.10-12
Ant.3: Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.
Bacaan Singkat: (Yak 2,14.17.18b)
Ant.Kidung: Kamu semua saudara. Jangan kamu menyebut siapapun bapa di dunia, karena Bapamu hanya satu, ialah yang ada di surga. Jangan pula kamu disebut pemimpin, sebab pemimpinmu hanya satu, yaitu Kristus.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Kamu semua saudara. Jangan kamu menyebut siapapun bapa di dunia, karena Bapamu hanya satu, ialah yang ada di surga. Jangan pula kamu disebut pemimpin, sebab pemimpinmu hanya satu, yaitu Kristus.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup:
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SELASA
Doa Tobat
Madah
Ant: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Mazmur 142 (143),1-11
Ant.: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Bacaan singkat (1Ptr 5,8-9)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santa Matilda
Pengaku Iman
Matilda lahir kira-kira pada tahun 895. Ia kemudian menikah dengan Henry I, putra Adipati Saxon, yang menjadi raja Jerman pada tahun 919. Tuhan menganugerahkan kepada mereka anak-anak yang cerdas: Otto, yang kemudian menjadi Otto I, kaisar Jerman dan Kaisar Romawi Suci; Henry, yang menjadi adipati Bavaria; Bruno, yang menjadi uskup Agung di Cologne dan kemudian dihormati oleh Gereja sebagai orang Kudus; dan Gerberga, yang menikah dengan Raja Loius IV dari Perancis.
Ketika suaminya meninggal pada tahun 936, Matilda membaktikan dirinya kepada karya-karya cinta kasih. Ia lebih banyak memperhatikan kehidupan rohaninya. Ia mendirikan biara-biara di Nordhausen, Quedlinburg dan di Engern. Anak-anaknya, Henry dan Otto sering memarahi ibunya karena sangat banyak memboroskan harta kekayaan untuk membantu orang-orang fakir miskin. Meskipun demikian, mereka tetap menghormati Matilda, ibu mereka. Hal ini terlihat dengan tindakan Otto terhadap ibunya,. Ketika Otto pergi ke Roma untuk dimahkotai sebagai Kaisar Roma, ia menyerahkan kekuasaan Kerajaan Jerman kepada ibunya. Matilda memimpin Kerajaan Jerman hingga kematiannya pada tanggal 14 Maret 968 di sebuah biara yang didirikannya di Quedlinburg.