Minggu, 12 Maret 2028

Hari Minggu Prapaskah II

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Kejadian 15:5-12,17-18

Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. Lagi firman TUHAN kepadanya: "Akulah TUHAN, yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim untuk memberikan negeri ini kepadamu menjadi milikmu." Kata Abram: "Ya Tuhan ALLAH, dari manakah aku tahu, bahwa aku akan memilikinya?" Firman TUHAN kepadanya: "Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati." Diambilnyalah semuanya itu bagi TUHAN, dipotong dua, lalu diletakkannya bagian-bagian itu yang satu di samping yang lain, tetapi burung-burung itu tidak dipotong dua. Ketika burung-burung buas hinggap pada daging binatang-binatang itu, maka Abram mengusirnya. Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan nyenyak. Lalu turunlah meliputinya gelap gulita yang mengerikan. Ketika matahari telah terbenam, dan hari menjadi gelap, maka kelihatanlah perapian yang berasap beserta suluh yang berapi lewat di antara potongan-potongan daging itu. Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat:

Mazmur Tanggapan Mazmur 27:1,7-9,13-14

Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?
Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku!
Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.
Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka; Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku!
Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!
Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

Bacaan Kedua Filipi 3:17-4:1

Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu. Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi. Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya. Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!

Bacaan Injil Lukas 9:28b-36

Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa. Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan. Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia. Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem. Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu. Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: "Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu. Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka. Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia." Ketika suara itu terdengar, nampaklah Yesus tinggal seorang diri. Dan murid-murid itu merahasiakannya, dan pada masa itu mereka tidak menceriterakan kepada siapapun apa yang telah mereka lihat itu.

Renungan

Turun Gunung

Orang kampung punya cara sederhana menikmati keajaiban: keluar rumah saat listrik padam. Ketika lampu-lampu mati, langit mendadak ramai. Bintang yang selama ini kalah oleh lampu jalan tiba-tiba muncul beribu-ribu. Orang bisa berdiri lama sekali menengadah, lupa bahwa tadi sedang kesal karena mati lampu.

Di bawah langit seperti itulah Abram dibawa keluar. "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang. Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Abram sudah tua, istrinya mandul. Namun ia percaya, dan kepercayaan itu diperhitungkan Allah sebagai kebenaran. Iman Abram lahir bukan di ruang belajar, melainkan di bawah langit malam, dari kesediaan memandang ke atas.

Injil hari ini juga bercerita tentang pengalaman puncak. Yesus membawa Petrus, Yohanes, dan Yakobus naik gunung. Di sana wajah-Nya berubah, pakaian-Nya putih berkilau-kilauan, Musa dan Elia hadir. Petrus terpesona: "Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah." Ia ingin pengalaman itu diawetkan. Dibuatkan bangunan. Ditinggali selamanya.

Lukas menambahkan catatan halus: Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya. Sebab kemuliaan itu memang bukan untuk dikemahi. Dari dalam awan terdengar suara: "Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia." Bukan: dirikanlah kemah bagi-Nya. Melainkan: dengarkanlah Dia. Sesudah itu mereka turun gunung, kembali ke jalan yang menuju Yerusalem, menuju salib.

Kita pun mengenal saat-saat gunung: retret yang menggetarkan, misa yang membuat mata basah, doa yang terasa begitu dekat. Lalu muncul keinginan Petrus dalam diri kita: ingin tinggal di sana terus, dan kecewa ketika hari Senin datang membawa cucian, tagihan, serta pekerjaan yang membosankan. Wong urip iku mung mampir ngombe, kata orang tua dahulu; hidup ini hanya singgah sebentar untuk minum. Gunung adalah tempat singgah minum, bukan tempat menetap.

Pengalaman rohani yang sejati selalu punya pintu keluar yang sama: turun. Musa turun membawa loh perjanjian. Para murid turun membawa pesan dari awan. Kita turun membawa bekal untuk setia di dataran rendah. Kemuliaan di gunung itu diberikan justru sebelum salib, supaya para murid kuat memikul hari-hari gelap sesudahnya.

Minggu kedua Prapaskah ini mengajukan pertanyaan sederhana: apa yang kulakukan dengan pengalaman rohaniku? Kuawetkan sebagai kenangan indah, atau kubawa turun menjadi kesabaran, kejujuran, dan kasih di rumah?

Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap saat gunung dalam hidupku. Berilah aku keberanian untuk turun dan mendengarkan Engkau di tengah hari-hari yang biasa. Amin.

Invitatorium

MINGGU II PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Minggu Prapaskah Kedua

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

MADAH

Pada hari ini, hari pertama,

Nama Allah Bapa kita puji;

Yang, Tuhan dan sumber ciptaan,

Dunia dari kegelapan Dia bawa.
Pada hari ini Putra kekal

Atas maut kemenangan-Nya raih;

Pada hari ini Roh datang

Dengan karunia api hidup-Nya.
Bapa, yang membentuk manusia

Serupa Allah dalam rencana kasih-Mu,

Penuhilah kami dengan kasih ilahi itu,

Dan sesuaikan kehendak kami dengan kehendak-Mu.
Sabda yang menjadi daging, salam bagi-Mu!

Engkau telah membebaskan kami dari dosa,

Dan bersama-Mu kami mati dan bangkit

Kepada Allah dalam kurban.
Roh Kudus, Engkau menganugerahkan

Karunia kasih kepada setiap hati;

Berilah kami terang dan rahmat, kami mohon,

Penuhilah hati kami pada hari suci ini.
Allah, Tritunggal Mahakudus,

Semoga kehendak suci-Mu terlaksana;

Dalam sabda-Mu jiwa kami bebas.

Dan kami beristirahat pada hari ini bersama-Mu.

PSALMODI

Ant. 1 Tuhan, Allah kami, dalam kemuliaan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah.

Mazmur 104

Nyanyian Pujian kepada Allah Sang Pencipta

Berada dalam Kristus berarti menjadi ciptaan yang sama sekali baru. Yang lama sudah lenyap, kini semuanya dijadikan baru (2 Korintus 5:17).

I
Pujilah Tuhan, hai jiwaku!

Tuhan Allah, betapa agung Engkau,

berpakaian keagungan dan kemuliaan,

terbungkus cahaya seperti jubah!
Engkau membentangkan langit seperti tenda.

Di atas hujan Engkau membangun kediaman-Mu.

Engkau menjadikan awan kereta-Mu,

dan berjalan di atas sayap angin;

Engkau menjadikan angin utusan-Mu

dan api yang menyambar hamba-Mu.
Engkau mendirikan bumi di atas dasarnya,

agar teguh dari zaman ke zaman.

Engkau membungkusnya dengan samudra seperti jubah:

air berdiri lebih tinggi dari gunung-gunung.
Atas ancaman-Mu mereka melarikan diri;

atas suara guntur-Mu mereka lari.

Mereka naik di atas gunung-gunung dan mengalir turun

ke tempat yang telah Engkau tentukan.

Engkau menetapkan batas yang tidak boleh mereka lewati

agar tidak kembali menutupi bumi.
Engkau membuat mata air memancar di lembah-lembah:

mereka mengalir di antara bukit-bukit.

Mereka memberi minum semua binatang di padang;

keledai liar memuaskan dahaga mereka.

Di tepi-tepinya berdiam burung-burung di langit;

dari dahan-dahan mereka menyanyikan lagu mereka.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan, Allah kami, dalam kemuliaan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah.

Ant. 2 Tuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia.

II
Dari kediaman-Mu Engkau menyirami bukit-bukit;

bumi minum sampai kenyang dari karunia-Mu.

Engkau menumbuhkan rumput untuk ternak

dan tanaman untuk melayani kebutuhan manusia,
agar ia dapat mengeluarkan roti dari bumi

dan anggur untuk menyukakan hati manusia;

minyak, untuk membuatnya gembira

dan roti untuk menguatkan hati manusia.
Pohon-pohon Tuhan minum sampai kenyang,

pohon-pohon aras yang Dia tanam di Lebanon;

di sana burung-burung membangun sarang mereka:

di puncak pohon bangau memiliki rumahnya.

Kambing-kambing menemukan rumah di gunung-gunung

dan kelinci bersembunyi di bebatuan.
Engkau membuat bulan untuk menandai bulan-bulan;

matahari tahu waktu terbenamnya.

Ketika Engkau menyebarkan kegelapan, itu adalah malam

dan semua binatang hutan merayap keluar.

Singa-singa muda mengaum mencari mangsa mereka

dan meminta makanan mereka dari Allah.
Saat matahari terbit mereka menyelinap pergi

dan pergi beristirahat di sarang mereka.

Manusia pergi bekerja,

untuk bekerja sampai malam tiba.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia.

Ant. 3 Tuhan memandang segala yang telah Dia buat dan melihat bahwa itu sangat baik.

III
Betapa banyak karya-Mu, ya Tuhan!

Dalam hikmat Engkau telah membuat semuanya.

Bumi penuh dengan kekayaan-Mu.
Ada laut, luas dan lebar,

dengan gerombolan yang bergerak tak terhitung,

makhluk hidup besar dan kecil.

Kapal-kapal bergerak di sana

dan monster-monster yang Engkau buat untuk bermain.
Semua ini memandang kepada-Mu

untuk memberi mereka makanan pada waktunya.

Engkau memberikannya, mereka mengumpulkannya:

Engkau membuka tangan-Mu, mereka kenyang.
Engkau menyembunyikan wajah-Mu, mereka ketakutan;

Engkau mengambil kembali roh-Mu, mereka mati,

kembali ke debu dari mana mereka berasal.

Engkau mengutus roh-Mu, mereka diciptakan;

dan Engkau memperbarui wajah bumi.
Semoga kemuliaan Tuhan kekal selamanya!

Semoga Tuhan bersukacita dalam karya-Nya!

Dia memandang bumi dan bumi gemetar;

gunung-gunung mengeluarkan asap saat sentuhan-Nya.
Aku akan bernyanyi bagi Tuhan sepanjang hidupku,

membuat musik bagi Allahku selama aku hidup.

Semoga pikiran-pikiran ku menyenangkan bagi-Nya.

Aku menemukan sukacitaku dalam Tuhan.

Biarlah orang-orang berdosa lenyap dari bumi

dan orang-orang fasik tidak ada lagi.

Pujilah Tuhan, hai jiwaku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Bapa, sebagaimana Engkau membuat mata air di lembah-lembah untuk membentuk aliran di antara gunung-gunung, demikian pula Engkau membuat aliran rahmat yang hidup mengalir dari para Rasul agar ajaran mereka membawa keselamatan bagi semua bangsa. Semoga kami memiliki pengetahuan praktis tentang ajaran mereka, taat pada perintah mereka, memperoleh pengampunan dosa-dosa kami melalui doa-doa mereka, dan akhirnya menerima upah kebahagiaan abadi.

Ant. Tuhan memandang segala yang telah Dia buat dan melihat bahwa itu sangat baik.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) Sebuah momen untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Suara Bapa terdengar dari awan.

Inilah Putra-Ku terkasih; dengarkanlah Dia.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Keluaran

13:17—14:9

Penyeberangan Laut Merah
Ketika Firaun membiarkan bangsa itu pergi, Allah tidak menuntun mereka melalui jalan tanah Filistin, meskipun ini adalah yang terdekat; sebab Dia berpikir, jika bangsa itu melihat bahwa mereka harus berperang, mereka mungkin berubah pikiran dan kembali ke Mesir. Sebaliknya, Dia mengalihkan mereka menuju Laut Merah melalui jalan gurun. Dalam barisan perang, orang Israel berbaris keluar dari Mesir. Musa juga membawa tulang-tulang Yusuf, sebab Yusuf telah membuat orang Israel bersumpah dengan sungguh-sungguh bahwa, ketika Allah datang kepada mereka, mereka akan membawa tulang-tulangnya bersama mereka.
Berangkat dari Sukot, mereka berkemah di Etam dekat tepi gurun. Tuhan mendahului mereka, pada siang hari dengan tiang awan untuk menunjukkan jalan, dan pada malam hari dengan tiang api untuk memberi mereka terang. Demikianlah mereka dapat melakukan perjalanan baik siang maupun malam. Baik tiang awan pada siang hari maupun tiang api pada malam hari tidak pernah meninggalkan tempatnya di depan bangsa itu.
Kemudian Tuhan berfirman kepada Musa, “Beritahukanlah kepada orang Israel untuk berbalik dan berkemah di depan Pi-hahirot, antara Migdol dan laut. Kamu akan berkemah di depan Baal-Zefon, tepat di seberangnya, di tepi laut. Firaun kemudian akan berkata, ‘Orang Israel tersesat tanpa tujuan di tanah itu. Gurun telah menutup mereka.’ Demikianlah Aku akan membuat Firaun begitu keras kepala sehingga ia akan mengejar mereka. Demikianlah Aku akan menerima kemuliaan melalui Firaun dan seluruh pasukannya, dan orang Mesir akan tahu bahwa Akulah Tuhan.”
Ini dilakukan oleh orang Israel. Ketika dilaporkan kepada raja Mesir bahwa bangsa itu telah melarikan diri, Firaun dan para hambanya berubah pikiran tentang mereka. “Apa yang telah kita lakukan!” seru mereka. “Mengapa, kita telah melepaskan Israel dari pelayanan kita!” Maka Firaun menyiapkan kereta-keretanya dan mengumpulkan tentaranya—enam ratus kereta kelas satu dan semua kereta Mesir lainnya, dengan para prajurit di atas semuanya. Begitu keras kepala Tuhan telah membuat Firaun sehingga ia mengejar orang Israel bahkan ketika mereka berbaris pergi dalam kemenangan. Orang Mesir, kemudian, mengejar mereka; seluruh pasukan Firaun, kuda-kudanya, kereta-kereta dan kusir-kusirnya, menyusul mereka saat mereka berkemah di tepi laut, di Pi-hahirot, di depan Baal-Zefon.

RESPONSORIUM Mazmur 114:1, 2; Keluaran 13:21

Ketika Israel keluar dari Mesir, keluarga Yakub dari negeri asing,

Yehuda menjadi tempat kudus Allah, Israel wilayah-Nya.
Tuhan berjalan di depan mereka dalam tiang awan untuk menunjukkan jalan.

Yehuda menjadi tempat kudus Allah, Israel wilayah-Nya.
Bacaan Kedua

Dari khotbah Santo Leo Agung, Paus

Hukum diberikan melalui Musa, rahmat dan kebenaran datang melalui Yesus Kristus
Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya di hadapan saksi-saksi pilihan. Tubuh-Nya seperti tubuh manusia lainnya, tetapi Dia membuatnya bersinar dengan kemegahan sedemikian rupa sehingga wajah-Nya menjadi seperti matahari dalam kemuliaan, dan pakaian-Nya seputih salju.
Alasan besar untuk transfigurasi ini adalah untuk menghilangkan skandal salib dari hati para murid-Nya, dan untuk mencegah penghinaan penderitaan sukarela-Nya mengganggu iman mereka yang telah menyaksikan kemuliaan yang melampaui yang tersembunyi.
Dengan tidak kurang pemikiran ke depan, Dia juga menyediakan dasar yang kokoh bagi harapan Gereja kudus. Seluruh tubuh Kristus harus memahami jenis transformasi yang akan diterimanya sebagai karunia-Nya. Anggota-anggota tubuh itu harus menantikan bagian dalam kemuliaan yang pertama kali menyala dalam Kristus, kepala mereka.
Tuhan sendiri telah berbicara tentang hal ini ketika Dia meramalkan kemegahan kedatangan-Nya: Kemudian orang-orang benar akan bersinar seperti matahari di kerajaan Bapa mereka. Rasul Paulus bersaksi tentang kebenaran yang sama ini ketika dia berkata: Aku menganggap bahwa penderitaan zaman sekarang tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan datang yang akan dinyatakan dalam kita. Di tempat lain dia berkata: Kamu telah mati, dan hidupmu tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah. Ketika Kristus, hidupmu, dinyatakan, maka kamu juga akan dinyatakan bersama Dia dalam kemuliaan.
Keajaiban transfigurasi ini mengandung pelajaran lain bagi para rasul, untuk menguatkan mereka dan menuntun mereka ke dalam kepenuhan pengetahuan. Musa dan Elia, hukum dan para nabi, muncul bersama Tuhan dalam percakapan dengan-Nya. Ini adalah untuk memenuhi dengan tepat, melalui kehadiran kelima orang ini, teks yang mengatakan: Di hadapan dua atau tiga saksi setiap perkataan dikuatkan. Perkataan apa yang bisa lebih kokoh, lebih aman dasarnya, daripada perkataan yang diumumkan oleh terompet perjanjian lama dan baru, berbunyi selaras, dan oleh ucapan nubuat kuno dan ajaran Injil, dalam kesepakatan penuh satu sama lain?
Tulisan-tulisan kedua perjanjian saling mendukung. Cahaya transfigurasi mengungkapkan dengan jelas dan tak salah lagi Dia yang telah dijanjikan oleh tanda-tanda yang meramalkan-Nya di bawah selubung misteri. Seperti yang dikatakan Santo Yohanes: Hukum diberikan melalui Musa, rahmat dan kebenaran datang melalui Yesus Kristus. Di dalam Dia janji yang dibuat melalui bayangan nubuat terungkap, bersama dengan makna penuh dari perintah-perintah hukum. Dialah yang mengajarkan kebenaran nubuat melalui kehadiran-Nya, dan memungkinkan ketaatan pada perintah-perintah melalui rahmat.
Dalam khotbah Injil suci semua harus menerima penguatan iman mereka. Tidak seorang pun boleh malu akan salib Kristus, melalui mana dunia telah ditebus.
Tidak seorang pun boleh takut menderita demi keadilan; tidak seorang pun boleh kehilangan kepercayaan pada upah yang telah dijanjikan. Jalan menuju istirahat adalah melalui kerja keras, jalan menuju kehidupan adalah melalui kematian. Kristus telah menanggung sendiri seluruh kelemahan kodrat manusia kita yang rendah. Jika demikian kita teguh dalam iman kita kepada-Nya dan dalam kasih kita kepada-Nya, kita memenangkan kemenangan yang telah Dia menangkan, kita menerima apa yang telah Dia janjikan.
Ketika tiba saatnya untuk menaati perintah-perintah atau menanggung kesulitan, kata-kata yang diucapkan oleh Bapa harus selalu bergema di telinga kita: Inilah Putra-Ku, yang terkasih, yang kepadanya Aku berkenan; dengarkanlah Dia.

RESPONSORIUM Ibrani 12:22, 24, 25; Mazmur 95:8

Kamu telah datang kepada Yesus, pengantara perjanjian baru. Jangan menolak untuk mendengarkan Dia.

Jika mereka yang menolak mendengarkan Dia yang memperingatkan mereka di bumi tidak luput dari hukuman, apalagi kita akan luput jika kita tidak mendengarkan Dia yang memperingatkan dari surga.
Hari ini jika kamu mendengar suara-Nya, jangan keraskan hatimu.

Jika mereka yang menolak mendengarkan Dia yang memperingatkan mereka di bumi tidak luput dari hukuman, apalagi kita akan luput jika kita tidak mendengarkan Dia yang memperingatkan dari surga.

TE DEUM

Engkau adalah Allah: kami memuji-Mu;

Engkau adalah Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkau adalah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah semesta alam,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Persekutuan para rasul yang mulia memuji-Mu.

Persekutuan para nabi yang luhur memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di tangan kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau beli dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Dalam Engkau, ya Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

DOA PENUTUP

Ya Allah,

yang telah memerintahkan kami untuk mendengarkan Putra-Mu terkasih,

berkenanlah, kami mohon,

untuk memelihara kami secara batiniah dengan sabda-Mu,

agar, dengan penglihatan rohani yang dimurnikan,

kami dapat bersukacita melihat kemuliaan-Mu.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

MINGGU II PAGI

Pembukaan: Antifon
Marilah kami menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kami.

Mazmur 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kami.
Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,
menghormati-Nya dengan pujian.

Tuhanlah Allah Yang Agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tangan-Nya,
puncak gunungpun milik-Nya.
Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tangan-Nya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.
Dialah Allah kami, kami umat-Nya,
Dialah gembala kami, kami kawanan-Nya.

Hari ini dengarkanlah suara-Nya:
“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya-Ku Yang Agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.
Sebab Aku bersumpah dalam murka-Ku:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku.”

Antifon

Marilah kami menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kami.

Madah

Kami menghadap pada-Mu
Allah yang baik selalu
Hati kami hancur luluh
Kami menangis mengaduh.

Kami sungguh menyadari
Kedosaan diri kami
Namun kami tetap ingat
Akan Dikau sumber rahmat.

Ampunilah dosa kami
Yang sudah kami sesali
Semoga berkat restu-Mu
Kani bertobat selalu.

Kami mohon pada Tuhan
S’moga masa persiapan
Yang kami langsungkan ini
Kaulimpahi rahmat Suci.
Amin.

Antifon 1

Tuhan bertindak dengan tangan kuat, tangan Tuhan Mahakuasa.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setia-Nya.

Hendaklah Israel berkata:*
kekal abadi kasih setia-Nya.

Hendaklah kaum Harun berkata:*
kekal abadi kasih setia-Nya.

Hendaklah orang yang takwa berkata:*
kekal abadi kasih setia-Nya.

Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*
Ia menjawab dan melegakan daku.

Tuhan di pihakku, aku tidak takut,*
Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Tuhan di pihakku, Ia penolongku,*
Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada manusia.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada bangsawan.

Segala bangsa mengepung aku,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku rapat-rapat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku seperti lebah,+
seperti nyala api yang menjilat-jilat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Aku didesak-desak sampai terjatuh,*
tetapi Tuhan menolong aku.

Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*
Dialah kemenanganku

Suara gembira dan sorak-sorai,*
terdengar di perkemahan para pemenang.

“Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*
tangan Tuhan Mahakuasa.”

Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*
untuk mewartakan karya-karya Tuhan.

Tuhan sering menyiksa aku,*
namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*
supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.

Inilah pintu gerbang Tuhan,*
para pemenang masuk ke dalamnya.

Syukur kepada-Mu, sebab Engkau memenangkan daku,*
dan menjadi penyelamatku.

Batu yang dibuang oleh para pembangun,*
telah menjadi batu sendi.

Karya Tuhanlah itu,*
sangat mengagumkan kami.

Pada hari inilah Tuhan bertindak,*
mari kami rayakan dengan gembira.

Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*
Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!

Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan;+
kami memberkati Engkau dari dalam rumah Tuhan,*
Tuhanlah Allah, Dia menerangi kami.

Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*
hiasilah tanduk-tanduk mesbah.

Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*
Allahku, Engkau kuagungkan.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setia-Nya.

Antifon 1

Tuhan bertindak dengan tangan kuat, tangan Tuhan Mahakuasa.

Antifon 2

Ketiga pemuda menyanyikan madah dalam tanur api sambil memuliakan dan memuji Tuhan.

Dan 3 : 52-57

Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah leluhur kami,*
kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Terpujilah nama-Mu yang mulia dan kudus,*
kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Terpujilah Engkau dalam bait-Mu yang mulia dan kudus,*
kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Terpujilah Engkau di atas takhta kerajaan-Mu,*
kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Terpujilah Engkau yang mendugai samudera raya,+
dan bersemayam di atas singgasana,*
kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Terpujiah Engkau di bentangan langit,*
kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Pujilah Tuhan, hai segala karya Allah,*
kepada-Nyalah pujian selama segala abad.

Pujilah Bapa dan Putera dan Roh kudus,*
kepada-Nyalah pujian selama segala abad.

(Kemuliaan tidak diucapkan)

Antifon 2

Ketiga pemuda menyanyikan madah dalam tanur api sambil memuliakan dan memuji Tuhan.

Antifon 3

Pujilah Tuhan di angkasa raya yang gemilang.

Mazmur 150

Pujilah Tuhan di tempat-Nya yang kudus,*
pujilah Dia di angkasa-Nya yang gemilang.

Pujilah Dia karena karya-Nya Yang Agung,*
pujilah Dia karena kemuliaan-Nya yang besar.

Pujilah Dia dengan bunyi sangkakala,*
pujilah Dia dengan kecapi dan celempung.

Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian,*
pujilah Dia dengan gitar dan seruling.

Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting,+
Pujilah Dia dengan ceracap gemercing,*
segala yang bernafas, pujilah Tuhan.

Antifon 3

Pujilah Tuhan di angkasa raya yang gemilang.

Bacaan Singkat (Neh 8 : 9, 10)

Hari ini dibaktikan kepada Tuhan Allah kami.
Jangan berdukacita dan jangan menangis.
Sebab hari ini Suci bagi Tuhan.
Maka janganlah bersusah hati, karena sukacita Tuhan menguatkan kami.

Lagu Singkat
P: Kristus, Putera Allah yang hidup,* Kasihanilah kami.
U: Kristus…
P: Hati-Mu hancur luluh karena kedurhakaan kami.
U: Kasihanilah kami.
P: Kemuliaan…
U: Kristus…

Antifon Kidung

Tuhan kami Yesus Kristus menghancurkan kematian. Dengan Injil Ia menerangi kami dan memberi kami hidup abadi.

Kidung Zakaria (Luk 1 : 68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.

Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hamba-Nya.

Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.

Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kami,*
dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*
akan membebaskan kami dari tangan musuh.

Agar kami dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kami penuh rahmat dan belaskasihan;*
Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Antifon Kidung

Tuhan kami Yesus Kristus menghancurkan kematian. Dengan Injil Ia menerangi kami dan memberi kami hidup abadi.

Doa Permohonan

Penebus kami telah menganugerahkan masa keselamatan ini kepada kami.
Marilah kami memuji Dia dan berkata:

U: Perbaruilah semangat kami, ya Tuhan.
P: Ya Kristus, kehidupan kami, kami telah dikuburkan bersama Engkau dalam pembaptisan dan dibangkitkan kepada kehidupan baru,*
semoga kami pada hari ini berlaku sesuai dengan hidup baru itu.
P: Tuhan, Engkau telah berbuat baik kepada semua orang,*
semoga kamipun selalu memperhatikan kepentingan umum.
P: Semoga kami sehati sejiwa membangun masyarakat kami di dunia,*
dan sekaligus mengharapkan persatuan dengan umat Suci-Mu di surga.
P: Berilah kami kekuatan jiwa dan raga, sembuhkanlah luka hati kami,*
agar kami dapat mengejar kesucian berkat bantuan-Mu.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
Dimuliakanlah nama-Mu.

Datanglah kerajaan-Mu.
Jadilah kehendak-Mu
di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami
ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

(Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa
untuk selama-lamanya. Amin).

Doa Penutup

Bapa surgawi, Engkau menyuruh kami mendengarkan Putera-Mu yang tercinta dan menyinari batin kami dengan sabda-Mu.
Murnikanlah hati kami dengan ajaran-Mu, supaya kami dapat menatap kemuliaan-Mu.
Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup …

Ibadat Sebelum Tengah Hari

MINGGU — Prapaskah — IBADAT SEBELUM TENGAH HARI (Tertia)

Pembukaan

Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Mazmur 120 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Dalam kesesakanku aku berseru kepada TUHAN dan Ia menjawab aku:
2 "Ya TUHAN, lepaskanlah aku dari pada bibir dusta, dari pada lidah penipu."
3 Apakah yang diberikan kepadamu dan apakah yang ditambahkan kepadamu, hai lidah penipu?
4 Panah-panah yang tajam dari pahlawan dan bara kayu arar.
5 Celakalah aku, karena harus tinggal sebagai orang asing di Mesekh, karena harus diam di antara kemah-kemah Kedar!
6 Cukup lama aku tinggal bersama-sama dengan orang-orang yang membenci perdamaian.
7 Aku ini suka perdamaian, tetapi apabila aku berbicara, maka mereka menghendaki perang.

Mazmur 121 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?
2 Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.
3 Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.
4 Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.
5 Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.
6 Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam.
7 TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.
8 TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.

Mazmur 122 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN."
2 Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
3 Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat,
4 ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel.
5 Sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga raja Daud.
6 Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: "Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa.
7 Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan sentosa di dalam purimu!"
8 Oleh karena saudara-saudaraku dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: "Semoga kesejahteraan ada di dalammu!"
9 Oleh karena rumah TUHAN, Allah kita, aku hendak mencari kebaikan bagimu.

Bacaan Singkat (1 Thess 4, 1. 7)
1 Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi. 7 Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.

Ayat Singkat
P. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah.
U. Dan perbaharuilah semangat yang teguh dalam batinku.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

MINGGU II SIANG

Madah

Ya Roh kudus sumber cinta
Serta Bapa dan Putera
Datanglah di tengah kami
Membawa hidup Ilahi

Gerakkanlah hati kami
Agar giat penuh bakti
Menyanyikan lagu puji
Mengamalkan cinta suci

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putera dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau.

Mazmur 22 (23)

Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan,*
Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau.

Ia membimbing aku ke air yang tenang,*
dan menyegarkan daku.

Ia menuntun aku di jalan yang lurus,*
demi namaNya yang kudus.

Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam,*
aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.

Tongkat kegembalaanMu,*
itulah yang menghibur aku.

Engkau menyediakan hidangan bagiku,*
di hadapan segala lawanku.

Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak,*
pialaku penuh melimpah.

Kerelaan dan kemurahanMu mengiringi aku,*
seumur hidup.

aku akan diam di dalam rumah Tuhan,*
sepanjang masa.

Ant.1: Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau.

Ant.2: Di Israel nama Tuhan termasyhur.

Mazmur 75 (76)

Allah terkenal di Yehuda,*
di Israel namaNya termasyhur.

KemahNya berada di Salem,*
dan di Sion kediamanNya.

DihancurkanNya panah yang berkilat,*
perisai dan pedang dan perlengkapan perang.

Cemerlang Engkau dan mulia,*
lebih megah dari gunung abadi.

Orang gagah berani Kaujarahi,+
mereka terlelap dalam tidurnya,*
orang yang perkasa lenyap kekuatannya.

Ya Allah Yakub,*
hardikMu melumpuhkan kereta maupun kuda.

Ant.2: Di Israel nama Tuhan termasyhur.

Ant.3: Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili.

Dahsyat Engkau, siapakah dapat bertahan di hadapanMu,*
terhadap hebatnya amarahMu.

Dari langit Kauperdengarkan keputusanMu,*
bumi takut dan tertegun.

pada waktu Allah bangkit untuk mengadili,*
dan menyelamatkan orang tertindas seluruh negeri.

Keberangan manusia bahkan menjadi pujianMu,*
dan amarahnya menambah keluhuranMu.

Bernadarlah dan penuhilah janjimu kepada Tuhan Allahmu,*
hendaknya para hamba Tuhan menyampaikan persembahan kepada Yang dahsyat.

Ia mematahkan semangat para penguasa,*
menakutkan para raja bumi.

Ant.3: Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili.

Bacaan Singkat: (1Tes 4,1.7)

Saudara-saudara kamu telah mendengar dari kami, Bagaimana kamu harus hidup agar berkenan kepada Allah. Dan itu memang kamu turuti. Maka kami minta dan nasehati kamu demi Tuhan Yesus: hendaklah kamu melakukannya lebih sungguh-sungguh lagi. Sebab Allah memanggil kita bukan untuk hidup cemar, melainkan untuk hidup suci.

P: Berbahagialah mereka yang hidupnya tidak bercela.
U: Yang hidup menurut sabda Tuhan.

Doa Penutup:

Bapa surgawi, Engkau menyuruh kami mendengarkan PuteraMu yang tercinta dan menyinari batin kami dengan sabdaMu. Murnikanlah hati kami dengan ajaranMu, supaya kami dapat menatap kemuliaanMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Sesudah Tengah Hari

MINGGU — Prapaskah — IBADAT SESUDAH TENGAH HARI (Nona)

Pembukaan

Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Mazmur 126 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi.
2 Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!"
3 TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
4 Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb!
5 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
6 Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Mazmur 127 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.
2 Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.
3 Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah.
4 Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.
5 Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.

Mazmur 128 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!
2 Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
3 Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!
4 Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN.
5 Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu,
6 dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel!

Bacaan Singkat (Dt 4, 29-31)
29 Dan baru di sana engkau mencari TUHAN, Allahmu, dan menemukan-Nya, asal engkau menanyakan Dia dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. 30 Apabila engkau dalam keadaan terdesak dan segala hal ini menimpa engkau di kemudian hari, maka engkau akan kembali kepada TUHAN, Allahmu, dan mendengarkan suara-Nya. 31 Sebab TUHAN, Allahmu, adalah Allah Penyayang, Ia tidak akan meninggalkan atau memusnahkan engkau dan Ia tidak akan melupakan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu.

Ayat Singkat
P. Persembahan kepada Allah ialah jiwa yang hancur.
U. Hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

MINGGU II SORE II

MADAH

Dengarkan Bapa ilahi
Doa dan jeritan hati
Yang kami panjatkan ini
Di masa Prapaska suci.

Sungguh banyak dosa kami
Semua kami akui
Maafkanlah sembuhkanlah
Hati kami luka parah.

Semoga tubuh kamipun
Dengan tabah lagi tekun
Melatih tobat dan tapa
Dengan pantang dan puasa.

Kami mohon pada Tuhan
S'moga masa persiapan
Yang kami langsungkan ini
Kaulimpahi rahmat suci. Amin

Ant.1: Yesus mengajak Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudaranya, dan bersama-sama mereka mendaki sebuah gunung yang tinggi. Di depan mata mereka berubahlah rupa Yesus.

Mazmur 109,1-5.7

Tuhan berfirman kepada baginda: "Duduklah di sisi kananKu,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu."

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediamanNya di Sion:*
"Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu".

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal:*
"Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya".

Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaanNya raja-raja dihancurkanNya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Ant.1: Yesus mengajak Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudaranya, dan bersama-sama mereka mendaki sebuah gunung yang tinggi. Di depan mata mereka berubahlah rupa Yesus.

Ant.2: WajahNya bersinar laksana matahari, pakaianNya menjadi putih seperti kapas.

Mazmur 113B (115)

Bukan kami, ya Tuhan, bukan kami,+
melainkan namaMulah hendaknya dimuliakan,*
karena kasih dan kesetiaanMu.

Mengapa para bangsa harus berkata,*
"Di manakah Allah mereka?"

Allah kita ada di surga,*
Ia melakukan semua yang dikehendakiNya.

Berhala-berhala mereka perak dan emas belaka,*
buatan tangan manusia.

Mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berbicara,*
mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat.

Mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar,*
mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium.

Mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba, ,+
mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan,*
tiada suara keluar dari tenggorokannya.

Mereka yang membuatnya akan sama halnya,*
begitu pun mereka yang percaya kepadanya.

Umat Israel hendaknya percaya kepada Tuhan,*
Dialah pertolongan dan perisai mereka.

Kaum Harun hendaknya percaya kepada Tuhan,*
Dialah pertolongan dan perisai mereka.

Semua orang yang takwa hendaknya percaya kepada Tuhan,*
Dialah pertolongan dan perisai mereka.

Tuhan akan mengingat kita,*
Ia akan memberkati kita.

Ia memberkati umat Israel,*
Ia memberkati kaum Harun.

Ia memberkati semua orang yang takwa,*
baik yang kecil maupun yang besar.

Semoga Tuhan menambah jumlahmu,*
jumlahmu sendiri dan jumlah keturunanmu.

Diberkatilah engkau oleh Tuhan Allah kita,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Surga itu kepunyaan Tuhan,*
dan bumi diberikanNya kepada manusia.

Yang memuji Tuhan bukan orang-orang mati,*
dan bukan mereka yang turun ke alam maut.

Tetapi kitalah yang memuliakan Tuhan,*
sekarang dan selama-lamanya.

Ant.2: WajahNya bersinar laksana matahari, pakaianNya menjadi putih seperti kapas.

Ant.3: Musa dan Elias berbicara dengan Yesus tentang maksud perjalananNya ke Yerusalem.

1Petr 2,21-24

Kristus telah menderita sengsara bagi kita,+
dan memberikan teladan,*
supaya kita mengikuti jejakNya.

Ia tak pernah berdosa,*
dan tak terdapat dusta pada mulutNya.

Ketika dinista, Ia tak membalas dengan nista,*
tatkala menderita, Ia tak mengancam;

Tetapi menyerahkan semuanya kepada Allah,*
hakim yang adil.

Ia sendiri menanggung dosa kita,*
ketika mati di kayu salib;

Supaya kita mati terhadap dosa,*
lalu hidup dengan suci.

Ant.3: Musa dan Elias berbicara dengan Yesus tentang maksud perjalananNya ke Yerusalem.

Bacaan Singkat: (1Kor 9,24-25)

Dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi hanya satu orang saja yang mendapat hadiah. Larilah sedemikian rupa hingga kamu menang. Semua peserta pertandingan menguasai diri dalam segala hal. Mereka hanya untuk merebut mahkota yang fana, tetapi kita untuk yang baka.

Lagu Singkat:
P: Perhatikanlah dan kasihanilah kami, ya Tuhan,* Sebab kami berdosa di hadapanMu. U: Perhatikanlah. P: Dengarkanlah permohonan kami, ya Kristus. U: Sebab kami berdosa di hadapanMu. P: Kemuliaan. U: Perhatikanlah.

Ant.Kidung: Jangan ceritakan kepada seorangpun apa yang kamu lihat, sebelum Putera manusia bangkit dari alam maut.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa;*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya:*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta;*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan;*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Jangan ceritakan kepada seorangpun apa yang kamu lihat, sebelum Putera manusia bangkit dari alam maut.

Doa Permohonan:

Pujian bagi Allah Bapa, sebab Ia melahirkan kembali umat pilihanNya dengan sabdaNya yang kekal. Marilah kita mohon kepadaNya:
U: Kasihanilah umatMu, ya Tuhan.
P: Ya Allah mahapengasih, dengarkanlah permohonan yang kami haturkan bagi umatMu,* agar kami mendambakan sabdaMu, dan tidak hanya menginginkan rezeki yang fana.
P: Ajarlah kami mencintai bangsa kami dan semua manusia tanpa memandang muka,* dan selalu mengusahakan kebaikan dan perdamaian.
P: Ingatlah semua orang yang hendak dilahirkan kembali dalam pembaptisan,* agar mereka ikut membangun rumah rohani bagiMu sebagai batu yang hidup.
P: Dengan khotbah nabi Yunus Engkau telah mentobatkan orang-orang Ninive,* ubahlah kiranya hati semua orang berdosa dengan sabdaMu.
P: Semoga orang-orang yang meninggal dapat menghadap Kristus hakimnya penuh pengharapan,* dan bergembira melihat Engkau selama-lamanya.

Bapa Kami

Doa Penutup:

Bapa surgawi, Engkau menyuruh kami mendengarkan PuteraMu yang tercinta dan menyinari batin kami dengan sabdaMu. Murnikanlah hati kami dengan ajaranMu, supaya kami dapat menatap kemuliaanMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - MINGGU II

Doa Tobat

U: Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kiat ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Mazmur 90 (91)

Hendaklah orang yang berlindung pada Allah yang mahatinggi,*
menikmati malam yang aman dalam naungan Tuhan.

Hendaklah ia berdoa: "Ya Tuhan, Engkaulah pelindung dan pengungsianku,*
ya Allah, padaMulah aku percaya"

Hanya Tuhanlah yang akan melepaskan dikau dari perangkap,*
melindungi engkau terhadap wabah yang berkecamuk

Ia akan menudungi engkau dengan kepakNya,+
dan di bawah sayapNya engkau akan berlindung,*
lenganNya akan menjadi perisai dan jebang bagimu.

Engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam,*
akan panah yang mengancam di waktu siang;

Akan wabah yang menular dalam kegelapan,*
akan bencana yang mengamuk di siang hari.

Walaupun seribu orang rebah di sebelah kirimu,+
dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,*
namun engkau takkan kejangkitan.

Engkau akan menyaksikan kehancuran musuh,*
dan pembalasan terhadap orang-orang jahat.

Jika engkau memilih Tuhan menjadi pelindungmu,*
dan Allah mahatinggi menjadi penopangmu;

Maka engkau takkan ditimpa malapetaka,*
dan kemahmu takkan diserang wabah;

Sebab Allah akan mengutus malaikatNya,*
untuk menjaga engkau ke manapun engkau pergi.

Mereka akan menatang engkau dengan tangan mereka,*
jangan sampai kakimu tersandung pada batu.

Singa dan harimau akan kaulangkahi,*
ular dan naga akan kauinjak-injak.

Sebab Allah bersabda: "Mengingat bahwa ia berpaut padaKu,*
maka Aku akan menyelamatkannya;

Aku akan menjadi pelindungnya, jika ia mengakui Aku,*
jika ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawabnya.

Aku akan tetap besertanya dan membebaskan dia dari kesesakan,*
dan Aku akan memuliakannya.

Aku akan memuaskan dia dengan usia lanjut,*
dan memperkenankan dia menikmati keselamatanKu".

Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Bacaan singkat (Why 22,4-5)

Para hamba Allah akan memandang wajah Allah, dan nama Allah tertera pada dahi mereka. Malam takkan ada lagi, cahaya lampu atau sinar matahari takkan mereka perlukan lagi. Sebab Tuhan Allah menerangi mereka, dan mereka akan meraja selama-lamanya.

Lagu Singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Hari Minggu malam:

Tuhan, pelindung kami, pada hari ini kami telah merayakan wafat dan kebangkitan Kristus. Dengarkanlah kiranya ucapan bibir kami, dan jauhkanlah segala mara bahaya. Semoga kami tidur dengan nyenyak dan aman sentosa dalam damaiMu, sehingga kami dapat bangun lagi dengan gembira hati untuk memuji Engkau. Demi Kristus, pengantara kami.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih, hidup, hiburan dan harapan kami. Kami semua memanjatkan permohonan, kami amat susah, mengeluh, mengesah dalam lembah duka ini. Ya ibunda, ya pelindung kami, limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami. Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu, s'moga kautunjukkan kepada kami. O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

Beata Yustina dari Arezzo

Pengaku Iman

Yustina dari Arezzo yang biasa dipanggil ‘Francuccia Bizzoli" lahir di Arezzo, Italia. Pada usia 13 tahun ia masuk biara Benediktin Santo Markus di kota Arezzo. Ketika para suster pindah ke biara ‘Para Kudus", Yustina pun turut pergi kesana. Tetapi ia kemudian meninggalkan biara itu dengan ijin superiornya, dan hidup menyepi bersama Lucia di gua Civitelle. Sel dalam gua itu sangat sempit dan rendah sehingga ia tidak bisa berdiri tegak. Ketika Lucia jatuh sakit, maka Yustina dengan setia mendampinginya siang-malam. Meskipun ia sibuk merawati Lucia namun ia tidak lupa berdoa dan tidak mengurangi kebaktian dan matiraganya. Sesudah Lucia mati, Yustina tetap tinggal disana sendirian.

Karena menjadi buta Yustina kemudian kembali ke pertapaan Arezzo. Disana ia semakin berkembang dalam kehidupan rohaninya dan menjadi seorang pertapa yang saleh. Dengan doa-doanya ia menyembuhkan banyak orang sakit. Penyembuhan ini masih juga terjadi atas diri orang-orang sakit yang berdoa dengan perantaraannya setelah ia wafat. Yustina wafat pada tahun 1319.

Santo Gregorius I

Paus dan Pujangga Gereja

Gregorius I dikenal sebagai Paus pertama yang memaklumkan dirinya kepada dunia sebagai Kepala Gereja Katolik seluruh dunia. Ia memimpin gereja sejagat selama 14 tahun, dan dikenal sebagai seorang Paus yang masyur pada awal abad pertengahan, serta Bapa Gereja Latin yang terakhir. Ia memelihara kaum miskin dan dengan gigih melindungi mereka dari para penjahat. Ia memprakarsai pengiriman misionaris ke Inggris dan Eropa dan menulis banyak buku yang bernilai tinggi.

Gregorius lahir di Eropa pada tahun 540. Ibunya Silvia dan dua orang tantenya, Tarsilla dan Aemiliana, dihormati pula sebagai orang Kudus di dalam gereja. Ayahnya, Gordianus, tergolong orang yang kaya raya; memiliki banyak tanah di Sicilia, dan sebuah rumah indah di lembah bukit Coelian di Roma. Selama masa kanak-kanaknya, ia mengalami suasana pendudukan suku Goth, Jerman atas kota Roma; mengalami berkurangnya penduduk kota Roma dan kacaunya kehidupan kota. Meskipun demikian, Gregorius menerima suatu pendidikan yang memadai. Ia pandai sekali dalam pelajaran tata bahasa, retorik dan dialektika. Karena posisinya diantara keluarga-keluarga aristokrat (bangsawan) sangat menonjol, Gregorius dengan mudah terlibat dalam kehidupan umum kemasyarakatan, dan memimpin sejumlah kecil kantor. Pada usia 33 tahun, ia menjadi Prefek kota Roma, suatu kedudukan tinggi dan terhormat dalam dunia politik roma pada saat itu. Dua tahun kemudian ia meletakkan jabatan itu, dan mengumumkan niatnya untuk menjalani kehidupan membiara. Untuk itu ia mendirikan sebuah biara kecil di rumahnya sendiri di Coelian. Selain biara rumahnya sendiri itu, biara Santo Andreas, ia mendirikan enam biara lainnya di atas tanah milik ayahnya di Sicilia.

Meski ia menjadi seorang biarawan, seluruh waktunya tidak ia gunakan saja untuk berdoa. Ia juga aktif terlibat dalam urusan lainnya. Pada tahun 578, ia ditabhiskan sebagai diakon di Roma. Setahun kemudian Sri Paus Pelagius II (579-590) menunjuk dia sebagai duta besar untuk kekaisaran Konstantinopel. Pengalaman kerjanya selama enam tahun di Konstantinopel menyakinkan dirinya bahwa kekaisaran timur itu tidak dapat disandarkan sepenuhnya pada bantuan Roma dan kekaisaran Barat. Sekembalinya ke Roma pada tahun 586, ia dipilih menjadi Abbas biara Santo Andreas yang didirikannya. Pertemuannya dengan beberapa pemuda Inggris yang bekerja di Pasar Roma menggerakkan hatinya untuk menjadi seorang misionaris di Inggris. Untuk itu, ia mengajukan permohonan kepada Sri Paus untuk berkarya disana. Tetapi permohonan ini ditolak oleh orang-orang Roma. Ketika Sri Paus Pelagius II meninggal dunia pada 7 Februari 590, para imam dan seluruh umat di Roma memilih dia menjadi Paus menggantikan Pelagius II. Ia memimpin gereja selama 14 tahun dari tahun 590-604.

Berbagai masalah yang melanda Gereja selama masa kepemimpinannya ditanganinya dengan bijaksana. Ia mempekerjakan pertani-petani di bawah pengawasan orang-orang yang terampil guna mengolah tanah yang diwariskan kepada Gereja. Uang iuran wajib yang diberikan petani-petani itu digunkannya untuk membantu para fakir miskin dan para pengungsi yang membanjiri kota Roma.

Sejalan dengan pelayanannya terhadap orang-orang miskin itu, ia dengan semangat melaksanakan karya pewartaan Injil dan pengajaran agama, sambil tetap melanjutkan pekerjaan menulis karya-karya yang besar. Tulisan-tulisan inilah yang membuat dia digelari sebagai ‘Pujangga Gereja". Perhatian Gregorius terhadap pelbagai urusan tidak hanya terbatas di Roma dan Italia, tetapi juga mengjangkau wilayah-wilayah dimana Gereja telah didirikan. Ia menaruh perhatian besar kepada Uskup-uskup Perancis dan perkembangan umat disana. Dengan cermat dan tegas ia mengawasi semua aspek kegiatan Gereja. Terhadap penyimpangan-penyimpangan dalam perayaan liturgi menurut kebiasaan Romawi, ia bersikap toleran. Namun ia bersikap tegas terhadap setiap pelanggaran hak-hak Paus. Pemilihan seorang Uskup baru untuk wilayah-wilayah keuskupan yang kosong harus dilakukan seturut peraturan gereja yang berlaku. Ia mewajibkan para imam untuk mempelajari dan menaati peraturan-peraturan Gereja yang melarang mereka untuk menikah. Pengaruhnya yang besar dalam negara dimanfaatkannya untuk membebaskan imam-imam dari yurisdiksi negara.

Dengan tangkas, lembut dan bijaksana, ia menangani berbagai masalah gereja yang rumit. Pengaruhnya yang besar dimanfaatkannya untuk membereskan berbagai kesulitan di semua keuskupan yang jauh dari Roma. Tanpa takut ia menegaskan hak-hak Tahkta Suci di hadapan Patriakh Kontantinopel. Keputusan-keputusan para Uskup di seluruh wilayah gerejawi, termasuk wilayah-wilayah yang ada di Patriakat Konstantinopel, harus disetujui dan disahkan oleh tahkta Suci.

Kepemimpinan Gregorius I ditandai oleh suatu kesuksesan besar yakni terciptanya hubungan baik antara negara dan gereja. Ia melihat negara dan gereja sebagai lembaga yang sama-sama didirikan oleh Allah. Oleh karena itu, keduanya harus bekerja sama dan saling mendukung dalam semangat kesatuan, meskipun harus harus tetap mengenal batas-batas wewenang masing-masing. Paus dan Kaisar sama-sama diangkat untuk melayani masyarakat Kristen yang sama. Pergolakan-pergolakan besar yang terjadi pada abad ke enam membuat Gregorius berkeyakinan bahwa negara harus bertindak sebagai kekuatan duniawi dari gereja dalam menghadapi tantangan-tantangan bidaah dan penyembahan berhala. Ia tidak memberi suatu kesempatanpun kepada para penguasa Timur dalam hal-hal yurisdiksi spiritual, walaupun ia sendiri selalu menerima kuasa sipil dari kaisar. Dalam urusan negara, Paus Gregorius menghargai kaisar Konstantinopel sebagai wakil Allah. Dia sendiri di Italia selalu tampil dalam pakaian kebesaran semi Kaisar. Kewibawaan Kaisar-kaisar pada masa itu, baik di Roma maupun di Konstantinopel sangat menurun. Hal ini mendorong Gregorius untuk menjalin hubungan dengan raja-raja Lombardia-Jerman, yang menguasai seluruh Italia Utara. Ia mengadakan perjanjian-perjanjian dengan Ariulf, raja Lombardia dari Spoleto,dan menyatakan diri sebagai pemimpin pertahanan kota. Hal ini diketahui oleh Romanus, wakil kaisar di Italia. Segera Romanus mengumpulkan sejumlah besar serdadu untuk membebaskan beberapa kota dari penguasaan orang-orang Lambordia, tanpa mengindahkan kuasa Paus dan perjanjian perdamaian yang telah diadakan dengan Ariulf. Tindakan Romanus ini menimbulkan amarah Ariulf, karena melanggar perjanjian yang telah diadakan dengan Paus. Ia berangkat ke Roma untuk membereskan persoalan itu. Paus berhasil menenangkan hatinya dan memberinya sejumlah besar uang dari kekayaan gereja bagi kepentingan pelayanan terhadap orang-orang miskin.

Setelah itu, Paus berusaha menciptakan suatu perdamaian yang langgeng dengan orang-orang Lombardia. Untuk itu ia melibatkan wakil dari kekaisaran Konstantinopel, Romawi dan Lombardia. Dalam tindakannya Paus benar-benar menampilkan diri sebagai seorang pangeran duniawi, yang mempunyai pengaruh besar diantara kaisar-kaisar. Ia berkuasa menunjuk gubernur-gubernur kota.

Sebagai seorang bekas pertapa yang menjadi Paus, Gregorius mempunyai perhatian besar terhadap perkembangan komunitas-komunitas monastik. Ia mendorong orang-orang kaya untuk mendirikan rumah-rumah biara yang baru. Ia pun membatasi pengawasan Gereja terhadap komunitas-komunitas itu, hanya dalam hal-hal hidup rohani. Dengan berbagai cara, Gregorius mendorong pertumbuhan iman umat dan perkembangan kehidupan beragama di seluruh gereja.

Salah satu prestasi terindah Gregorius adalah menggalakkan kegiatan-kegiatan misioner demi pertobatan orang-orang yang masih kafir. Ia memprakarsai dan mengarahkan misi kepada pertobatan orang-orang Inggris. Untuk itu, ia mengangkat Agustinus, pemimpin biara Santo Andreas yang didirikannya untuk memimpin misionaris-misionaris ke Inggris. Kemudian, Agustinus ditabhiskan menjadi Uskup Canterbury, Inggris. Karena para misionaris ini sangat berhasil di Inggris, mereka selanjutnya melayangkan pandangannya ke Jerman dan Skandinavia. Gregorius berusaha sekuat tenaga menumbangkan kekafiran di Perancis dan German, memberantas Arianisme di antara orang-orang Lombardia dan Visigoth. Di Afrika Utara, usaha-usaha misioner diarahkan kepada melawan heresi Donatisme yang mengajarkan bahwa sakramen-sakramen yang dilayani oleh imam-imam yang tidak pantas adalah tidak sah.

Di bidang Liturgi, Gregorius mengadakan pembaharuan besar. Lagu-lagu gereja-yang lazim dinamakan Gregorian-tercipta pada masa kePausannya. Buku perayaan Sakramen Gregorian sebagai salah satu buku liturgi Romawi purba yang dianggap sebagai karyanya. Penjelasan terhadap isi buku ini dikirimkan oleh Paus Adrianus I (772-795) kepada Kaisar dan dijadikan buku pegangan perayaan liturgi di seluruh kekaisaran. Pada tahun-tahun awal kePausannya, Gregorius menulis sebuah buku yang menguraikan tentang tugas seorang Uskup dalam mengembalai umatnya. Buku ini diterbitkan oleh Raja Alfred dalam bahasa Inggris pada abad ke sembilan. Empat buku lainnya dari Gregorius yang berjudul ‘dialog" berisi percakapannya dengan seorang muridnya. Pandangan moralnya terhadap kitab Yob terdiri dari satu seri komentar yang menerangkan buku itu secara harafiah, mistik dan moral. Buku ini secara luas dipakai sebagai buku pegangan moral Katolik selama Abad pertengahan.

Gregorius adalah seorang penulis rohani dan mistikus kenamaan. Meskipun dia bukan pengarang yang indah gaya bahasanya, namun tulisan-tulisannya sungguh bernilai tinggi dan mengandung ajaran mulia. Dia juga adalah bapak Gereja Latin yang terakhir dan tokoh penting pertama pada abad pertengahan. Salah satu kehebatannya ialah sikap toleransinya yang tinggi kepada para penganut agama Yahudi. Ia memperjuangkan hak-hak mereka akan kebebasan bertindak dalam masalah-masalah sosial-kenegaraan dan untuk melaksanakan ritus-ritus keagamaanya di dalam sinagoga-sinagoga. Semua usaha untuk membaptis mereka ditentang dengan keras. Ia benar-benar bertindak sebagai pelindung mereka ketika terjadi penganiayaan terhadap mereka dimana-mana. Karena gangguan kesehatannya, Gregorius meninggal dunia pada tahun 604. Ia dikuburkan di samping beberapa orang Paus pendahulunya dekat Sakristi Basilik Santo Petrus di Roma.

Santo Maximilianus

Martir

Anak tentara veteran Romawi ini tidak mau menjadi tentara, karena taat pada agama dan mempunyai anggapan yang negatif terhadap personil angkatan perang. Bagi dia, tentara-tentara umumnya banyak melakukan perbuatan-perbuatan yang bersifat dosa dan berwatak bejat. Kepada hakim, ia berkata: "Angkatan perang saya ialah angkatan perang Tuhan. Saya tidak dapat berperang untuk kepentingan duniawi". Ayahnya menolak desakan hakim supaya mengubah padangan puteranya itu. Waktu Max diancam hukuman mati, ia berkata lantang: "Saya tidak akan mati. Apabila saya meninggalkan dunia ini, saya akan bersatu dengan Kristus Tuhanku". Ia mati dipenggal lehernya di pinggir kota Kartago, Tunisia pada tahun 295.

Santo Theofanus

Biarawan dan Sejarahwan

Theofanus lahir di Konstantinopel (sekarang: Istambul, Turki) kira-kira pada tahun 758. Namanya dikenal luas karena perlawanannya yang gigih terhadap bidaah Ikonoklasme dan karena bukunya ‘Chronographia" yang menguraikan secara singkat sejarah dunia pada tahun 284 sampai tahun 813.

Setelah kematian ayahnya, Theofanus dikirim ke Konstantinopel. Disana ia dipaksa menikahi seorang gadis. Ketika itu ia baru berusia 12 tahun. Perkawinan ini tidak berlangsung lama. Ia bercerai dengan isterinya pada tahun 780, karena ia bercita-cita menjadi seorang biarawan. Dalam hidupnya sebagai biarawan, Theofanus dikenal sebagai seseorang yang rajin berdoa, berpuasa dan bertapa. Ia kemudian mendirikan sebuah biara pertapaan di gunung Sigrino, dekat Cyzicus, Asia Kecil dan sekaligus menjadi pemimpin biara itu.

Pada tahun 787, ia menghadiri Konsili Nicea kedua yang menegaskan kebenaran penghormatan kepada gambar-gambar Kudus. Penegasan Konsili Nicea kedua ditentang oleh Leo V, Kaisar Byzantium. Leo melancarkan kampanye perlawanan terhadap ajaran konsili yang membenarkan penghormatan pada gambar-gambar Kudus dan patung-patung. Untuk maksud itu ia berusaha memperoleh dukungan dari Theofanus. Tetapi Theofanus dengan tegas menolaknya. Akibatnya, Theofanus ditangkap dan dipenjarakan selama dua tahun lamanya; lalu dibuang ke Samothrase. Disana Theofanus meninggal dunia pada tahun 817.