Senin, 10 Januari 2028
Senin I Masa Biasa
Bacaan Misa
Bacaan Pertama 1 Samuel 1:1-8
Ada seorang laki-laki dari Ramataim-Zofim, dari pegunungan Efraim, namanya Elkana bin Yeroham bin Elihu bin Tohu bin Zuf, seorang Efraim. Orang ini mempunyai dua isteri: yang seorang bernama Hana dan yang lain bernama Penina; Penina mempunyai anak, tetapi Hana tidak. Orang itu dari tahun ke tahun pergi meninggalkan kotanya untuk sujud menyembah dan mempersembahkan korban kepada TUHAN semesta alam di Silo. Di sana yang menjadi imam TUHAN ialah kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas. Pada hari Elkana mempersembahkan korban, diberikannyalah kepada Penina, isterinya, dan kepada semua anaknya yang laki-laki dan perempuan masing-masing sebagian. Meskipun ia mengasihi Hana, ia memberikan kepada Hana hanya satu bagian, sebab TUHAN telah menutup kandungannya. Tetapi madunya selalu menyakiti hatinya supaya ia gusar, karena TUHAN telah menutup kandungannya. Demikianlah terjadi dari tahun ke tahun; setiap kali Hana pergi ke rumah TUHAN, Penina menyakiti hati Hana, sehingga ia menangis dan tidak mau makan. Lalu Elkana, suaminya, berkata kepadanya: "Hana, mengapa engkau menangis dan mengapa engkau tidak mau makan? Mengapa hatimu sedih? Bukankah aku lebih berharga bagimu dari pada sepuluh anak laki-laki?"
Mazmur Tanggapan Mazmur 116:12-19
Bacaan Injil Markus 1:14-20
Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.
Renungan
Air Mata di Meja
Ada kesepian yang justru paling terasa di tengah keramaian. Di meja makan keluarga besar, saat semua tertawa dan piring penuh, seseorang bisa duduk dengan hati yang perih dan tak seorang pun tahu. Kadang tempat paling ramai adalah tempat paling sunyi bagi orang yang sedang terluka.
Hana mengalaminya persis di meja perjamuan. Setahun sekali keluarga Elkana pergi ke Silo untuk beribadah dan makan bersama. Mestinya itu hari bahagia. Tetapi bagi Hana yang tak kunjung punya anak, hari itu justru paling menyakitkan, sebab Penina, madunya, memakai kesempatan itu untuk menyakiti hatinya. "Ia menangis dan tidak mau makan."
Suaminya, Elkana, mencoba menghibur dengan kalimat yang tulus tetapi tak sepenuhnya mengerti: "Bukankah aku lebih berharga bagimu dari pada sepuluh anak laki-laki?" Kadang orang yang paling mengasihi kita pun tidak selalu bisa menyelami luka kita. Ada kepedihan yang terlalu dalam untuk dijawab kata-kata.
Kisah ini tidak menyuruh Hana pura-pura kuat. Alkitab tidak malu mencatat air matanya di meja makan. Dan justru dari perempuan yang menangis inilah kelak lahir Samuel, nabi besar Israel. Air mata yang jujur di hadapan Allah tidak pernah sia-sia.
Mungkin di sekitar kita ada Hana yang sedang tersenyum menutupi luka. Dan mungkin kita sendiri sedang menjadi Hana.
Tuhan, Engkau melihat air mata yang tidak dilihat siapa pun di meja makan kami. Dekaplah setiap hati yang sunyi di tengah keramaian, dan ingatlah kami seperti Engkau mengingat Hana. Amin.
Invitatorium
SENIN I PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Senin dalam Pekan Biasa
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Tunjukkanlah belas kasihan-Mu kepadaku, ya Tuhan, dan jagalah aku tetap aman.
Mazmur 6
Seorang yang menderita memohon belas kasihan Allah
Aku sangat gelisah… Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini (Yohanes 12:27).
Ant. Tunjukkanlah belas kasihan-Mu kepadaku, ya Tuhan, dan jagalah aku tetap aman.
Ant. 2 Orang miskin tidak sendirian dalam kesusahan mereka; Allah ada di sini untuk menolong mereka.
Ant. Orang miskin tidak sendirian dalam kesusahan mereka; Allah ada di sini untuk menolong mereka.
Ant. 3 Aku akan menjadi pewarta pujian-Mu, ya Tuhan, di mana umat Sion berkumpul.
Ant. Aku akan menjadi pewarta pujian-Mu, ya Tuhan, di mana umat Sion berkumpul.
BACAAN
BACAAN PERTAMA
RESPONSORIUM Sirakh 1:7, 10, 1, 9
BACAAN KEDUA
RESPONSORIUM Mazmur 77:14-16
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: KepadaMu aku berdoa, ya Tuhan; waktu pagi Engkau mendengarkan seruanku.
Ant.1: KepadaMu aku berdoa, ya Tuhan, waktu pagi Engkau mendengarkan seruanku.
Ant.2: Kami memuji namaMu yang mulia, ya Allah.
Ant.2: Kami memuji namaMu yang mulia, ya Allah.
Ant.3: Sujudlah kepada Tuhan dengan hormat dan khidmat.
Mazmur 28
Ant.3: Sujudlah kepada Tuhan dengan hormat dan khidmat.
Bacaan Singkat (2Tes 3,10b-13)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Terpujilah Tuhan, Allah kita.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Terpujilah Tuhan, Allah kita.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SENIN I SIANG
Madah
Ant.1: Sabda Tuhan menyenangkan hati dan menerangi mata.
Ant.1: Sabda Tuhan menyenangkan hati dan menerangi mata.
Ant.2: Tuhan akan bangkit untuk merajai bangsa-bangsa dengan adil.
Mazmur 7 I
Ant.2: Tuhan akan bangkit untuk merajai bangsa-bangsa dengan adil.
Ant.3: Allah hakim yang adil dan kuat, penyelamat orang yang tulus hati.
Mazmur 7 II
Ant.3: Allah hakim yang adil dan kuat, penyelamat orang yang tulus hati.
Bacaan singkat (Yak 1,19-20.26)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
SENIN I SORE
Madah
Ant.1: Tuhan memperhatikan orang miskin.
Mazmur 10
Ant.1: Tuhan memperhatikan orang miskin.
Ant.2: Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Mazmur 14
Ant.2: Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Ant.3: Allah memilih kita menjadi anakNya dengan perantaraan PuteraNya.
Ef 1,3-10
Ant.3: Allah memilih kita menjadi anakNya dengan perantaraan PuteraNya.
Bacaan Singkat (Kol 1,9b-11)
Ant. Kidung: Aku mengagungkan Tuhan, sebab Allah memperhatikan daku, hambaNya yang hina ini.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant. Kidung: Aku mengagungkan Tuhan, sebab Allah memperhatikan daku, hambaNya yang hina ini.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SENIN
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Mazmur 85 (86)
Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Bacaan singkat (1Tes 5,9-10)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Agatho
Paus dan Pengaku Iman
Kisah masa kecil Agatho tidak banyak diketahui. Demikian pula tanggal dan tempat kelahirannya. Dari nenek moyangnya yang berasal dari Yunani, Agatho dikenal sebagai pemuda berdarah Yunani. Ketika menanjak dewasa, ia menjadi rahib disebuah biara di Palermo, Sisilia. Di biara ini, ia kemudian diangkat menjadi pemimpin biara karena kesalehan hidup dan kepandaiannya.
Pada tanggal 27 Juni 678, ia terpilih menjadi Paus. Ia memimpin Gereja sampai hari kematiannya pada tahun 681 di Roma. Pada masa kepemimpinannya, Agatho memberi perhatian khusus pada kehidupan biara - biara, terutama biara Wearmouth, Northumbria, Inggris yang terkenal sebagai pusat ilmu pengetahuan dan kesenian Inggris pada zaman pertengahan. Biara inipun dikenal luas sebagai tempat tinggal Santo Bede (673-675).
Konsili besar Konstantinopel yang diadakan pada tanggal 7 November 680 berlangsung pada masa kePausan Agatho. Konsisili ini diadakan untuk mengutuk ajaran Monothelisme yang mengajarkan bahwa Kristus hanya mempunyai satu kodrat Ilahi, meskipun Ia memiliki dua kodrat: Ilahi sekaligus duniawi. Sebelum Konsili ini berakhir, Agatho meninggal karena serangan wabah yang melanda kota Roma. Ia dikuburkan di basilik Santo Petrus pada tanggal 10 Januari 681.
Santo Gregorius X
Paus dan Martir
Gregorius X, nama kePausan dari Teobaldo Visconti, lahir di Piacenza, Italia pada tahun 1210. Ia terpilih sebagai Paus menggantikan Paus Klemens IV(1265-1268), tatkala ia sedang berada di Tanah Suci dalam suatu perjalanan misi yang penting.
Sebelum menjadi Paus, Teobaldo Visconti menjabat sebagai pembantu Kardinal Yakopo Pecoraria dari Palestina dan pernah menjadi utusan Paus Gregorius X dalam suatu misi ke Perancis dan Inggris. Sepeninggal Kardinal Pecoraria, Teobaldo Visconti belajar di Paris. Kemudian pada tahun 1265, atas rekomendasi Paus Klemens IV, ia menemui Kardinal Ottoboni Fieschi - yang kemudian menjadi Paus Adrianus V pada tahun 1726 - dalam suatu misi ke Inggris. Minatnya sangat besar untuk berziarah ke Tanah Suci mendorong ia pergi ke Acre, Palestina. Disini, dibawah bimbingan Pangeran Edward dari Inggris, Teobaldo Visconti menjadi salah seorang anggota kelompok pejuang pembebasan Tanah Suci dari kekuasaan kaum Muslimin.
Setelah kematian Paus Klemens IV pada tahun 1268, Tahkta Suci di Roma mengalami kekosongan pemimpinan selama tiga tahun. Hal ini disebabkan oleh perpecahan di dalam tubuh Kolegium para Kardinal dalam dua block, yaitu block Perancis dan block Italia, sehingga mereka tidak mampu menyodorkan satu calon yang memenangkan mayoritas suara. Akhirnya enam orang Kardinal, yang dipilih dari 15 Kardinal bertemu di Viterbo, sebuah dusun di Roma Utara, untuk melakukan pemilihan Paus yang baru. Pilihan mereka jatuh pada Teobaldo Visconti, yang sedang berada di tanah Suci, pada bulan September 1271. Setelah menerima berita pengangkatannya menjadi Paus, Visconti meninggalkan Palestina menuju Viterbo pada bulan Februari 1272. Lalu pada tanggal 19 Maret 1272, ia dinobatkan menjadi Paus yang bernama Gregorius X.
Selama masa kepemimpinannya, Gregorius memusatkan perhatian pada usaha - usaha pembangunan kembali kekaisaran Romawi Suci, pembaharuan Gereja, persatuan kembali Gereja - Gereja Yunani dan Roma, serta pembebasan Yerusalem dari pengusaan orang - orang Muslimin. Bagi dia, Gereja dan negara harus menjalankan tugasnya masing - masing tetapi harus tetap bekerja sama. Ia menilai ketidakadaan pemerintahan yang kuat di Jerman semenjak kematian Kaisar Conrad IV pada tahun 1254 sebagai sesuatu yang membahayakan kekaisaran dan gereja. Karena itu, sepeninggal Kaisar Richard Cornwell pada tahun 1272, Gregorius mendesak pangeran - pangeran Jerman untuk segera memilih seorang Kaisar yang baru. Gregorius sendiri mengancam akan menunjuk dan mengangkat dirinya sebagai Kaisar kalau para pangeran itu gagal menunjuk seorang kaisar yang baru yang disegani seluruh rakyat. Akhirnya pada tahun 1273, mereka memilih Rudolf, seorang pangeran dari dinasti Hapsburgs, seorang pangeran yang diterima oleh seluruh rakyat Jerman.
Gregorius menyetujui pengangkatan atas diri Rudolf dan segera mengadakan pertemuan pribadi dengannya pada bulan Oktober 1273 di Lausanne, Swiss. Pada kesempatan pertemuan dengan Paus Gregorius X, Rudolf menyatakan ikrarnya untuk mempersembahkan seluruh dirinya bagi kemuliaan Tuhan dan kejayaan Gereja. Restu Sri Paus itu segera menghasilkan pengakuan universal pengakuan Universal atas hak Rudolf untuk menduduki tahta kekaisaran Romawi Suci.
Konsili akbar di Lyons, Perancis yang diadakan oleh Gregorius X pada tahun 1274 merupakan suatu prestasi besar dalam kepemimpinan Gregorius X. Lebih dari 1500 prelatus gereja, duta - duta besar dari Kerajaan Perancis dan Inggris, dari Bynzantium dan dari Khan-Tartar, berkumpul dalam konsili itu. Untuk keberhasilan cita - citanya membebaskan tanah Suci Yerusalem dari penguasaan Kaum Muslimin, Gregorius X mengumpulkan dana dari Perancis dan Inggris. Sepersepuluh dari hasil pengumpulan derma itu dikhususkan untuk pembangunan Gereja sedangkan sisa - sisanya untuk membiayai usaha pembebasan kota Suci Yerusalem.
Germanus, Patriarkh Konstantinopel yang datang bersama sejumlah besar utusan dari Bynzantium menyatakan kesediaannya untuk bersatu kembali dengan Gereja Roma. Hal ini sangat didukung oleh Micheal VIII, kaisar Bynzantium di Konstantinopel. Kesediaan ini sekaligus mengungkapkan kerelaan menerima doktrin Gereja Katolik dan pengakuan terhadap kekuasaan Paus di Roma sebagai pengganti Petrus. Gregorius X yang percaya penuh pada ketulusan hati delegasi Konstantinopel, dengan gembira menerima mereka kembali dalam pangkuan Gereja Katolik. Dalam misa Agung penutupan Konsili Lyons di Gereja Santo Yohanes, semua peserta bersama - sama mendoakan Credo, Pengakuan Iman seturut rumusan Gereja Katolik. Bagian Credo "Yang berasal dari Bapa dan Putera (qui a Patre filioque procedit) yang tidak diakui oleh Gereja Yunani, diulangi tiga kali oleh delegasi Yunani.
Sesudah Konsili ini berakhir, Gregorius berangkat ke Lausenne, Milan, Florence dan Arezzo, sampai ia meninggal dunia pada tahun 1276. Namanya ditambahkan pada daftar para martir Roma oleh Paus Benediktus XIV(1740-1758) dengan tanggal 10 Januari sebagai hari pestanya.
Santo Petrus Orseola
Pengaku Iman
Petrus lahir di pada tahun 928 di Venesia. Ia dikenal sebagai komandan angkatan laut yang berhasil menghancurkan para pembajak Laut dan menjadi kepala Negara (= Doge) Republik Venesia. Ia berhasil menerbitkan kembali pemerintah Republik yang dikacaukan oleh pendahulunya. Katanya, pendahulu terbunuh dalam suatu huru hara atas hasutan Petrus. Setelah membangun kembali rumah sakit dan Katedral, ia diam - diam meninggalkan anak - istri serta jabatannya dan menjadi rahib. Ia bertapa di Spanyol bersama dengan Santo Romualdus. Petrus Orseola meninggal dunia pada tahun 987.