Minggu, 9 Januari 2028
Pesta Pembaptisan Tuhan
PestaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Yesaya 40:1-5,9-11
Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu, tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya. Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya." Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: "Lihat, itu Allahmu!" Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.
Mazmur Tanggapan Mazmur 104:1-4,24-25,27-30
Bacaan Kedua Titus 2:11-14;3:4-7
Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik. Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.
Bacaan Injil Lukas 3:15-16,21-22
Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias, Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: "Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan."
Renungan
Ikut Antre
Antrean adalah tempat yang membuat semua orang setara. Di depan loket atau di pembagian sembako, jabatan dan gelar tidak berlaku. Semua berdiri berderet, menunggu giliran, berbagi tempat dengan orang yang tidak dikenal. Antre selalu sedikit merendahkan, dan mungkin karena itu banyak orang penting enggan melakukannya.
Injil hari ini menyimpan satu detail yang mudah terlewat. "Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis." Yesus juga. Ia ikut antre. Ia berdiri dalam barisan panjang para pendosa yang datang kepada Yohanes untuk mengaku dan bertobat, seakan Ia sama seperti mereka. Padahal Dialah yang, kata Yohanes, "membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak."
Inilah wajah Allah kita. Bukan penguasa yang menjaga jarak dari kerumunan, melainkan Dia yang turun masuk ke barisan, berdiri sebahu dengan yang berdosa. Nabi Yesaya sudah memberi gambarnya jauh hari: seorang gembala yang "menghimpunkan dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya." Allah kita bukan gembala yang berteriak dari kejauhan, melainkan yang menggendong.
Dan justru ketika Yesus berbaur dalam antrean itu, sambil berdoa, langit terbuka dan terdengar suara: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." Kalimat itu diucapkan sebelum Yesus berkhotbah, sebelum satu mukjizat pun. Kasih Bapa mendahului segala karya.
Paulus menegaskan pola yang sama kepada Titus. Kita diselamatkan "bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali." Bukan kita yang mendaki menjumpai Allah dengan prestasi; Ia yang turun ke antrean kita.
Kita pun sudah dibaptis. Entah sebagai bayi dalam gendongan atau orang dewasa yang gemetar, atas kita pernah diucapkan kalimat yang sama: anak yang dikasihi. Sering kalimat itu tenggelam oleh suara-suara lain yang berkata kita kurang, kita terlambat, kita tak cukup berharga. Hari Pembaptisan Tuhan mengembalikan urutan yang benar. Kita dikasihi lebih dulu, baru diutus berkarya, bukan sebaliknya.
Hari ini masa Natal ditutup. Besok kita masuk hari-hari biasa: pekerjaan, kemacetan, cucian yang menumpuk. Bekal terbaik memasukinya bukan tekad baru, melainkan satu suara dari langit yang terbuka itu, yang sampai sekarang tidak pernah dicabut.
Bapa, di tengah semua suara yang menilai dan menghakimi aku, biarlah suara-Mu yang paling nyaring: engkau anak-Ku yang Kukasihi. Dan seperti Yesus, berilah aku kerendahan hati untuk berdiri sebaris dengan sesamaku. Amin.
Invitatorium
MINGGU III PAGI
Pembukaan
Ant. Kristus menampakkan diri, marilah kita menyembah Dia.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Kristus menampakkan diri, marilah kita menyembah Dia.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Pesta Pembaptisan Tuhan
MADAH
O datanglah, O datanglah, Imanuel
Ant. 1 Suara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
Mazmur 29
persembahkanlah kepada Tuhan kemuliaan dan kekuatan;
persembahkanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya.
Ant. Suara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
Ant. Suara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
Ant. Suara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
Ant. Suara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
Ant. Suara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
Ant. Suara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
Ant. Suara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
Ant. Suara Tuhan, Allah yang mahamulia, bergema di atas air.
Ant. 2 Biarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
Mazmur 66
O nyanyikanlah kemuliaan nama-Nya.
O persembahkanlah kepada-Nya pujian yang mulia.
Ant. Biarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
Ant. Biarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
Ant. Biarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
Ant. Biarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
Ant. Biarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
Ant. Biarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
Ant. Biarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
Ant. Biarlah seluruh bumi menyembah Dikau, Tuhan, dan biarlah bersukacita; karena terang baru telah terbit bagi segala zaman.
Ant. 3 Terpujilah Allah, karena Ia menghendaki agar jiwaku hidup; Ia telah menuntun aku ke tempat perlindungan.
Ant. Terpujilah Allah, karena Ia menghendaki agar jiwaku hidup; Ia telah menuntun aku ke tempat perlindungan.
Ant. Terpujilah Allah, karena Ia menghendaki agar jiwaku hidup; Ia telah menuntun aku ke tempat perlindungan.
Ant. Terpujilah Allah, karena Ia menghendaki agar jiwaku hidup; Ia telah menuntun aku ke tempat perlindungan.
Ant. Terpujilah Allah, karena Ia menghendaki agar jiwaku hidup; Ia telah menuntun aku ke tempat perlindungan.
Ant. Terpujilah Allah, karena Ia menghendaki agar jiwaku hidup; Ia telah menuntun aku ke tempat perlindungan.
Ant. Terpujilah Allah, karena Ia menghendaki agar jiwaku hidup; Ia telah menuntun aku ke tempat perlindungan.
BACAAN
RESPONSORIUM Matius 3:16, 17; Lukas 3:22
RESPONSORIUM
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Tuhan kita agung, melebihi angkasa raya. Alleluya.
Mazmur 92 (93)
Ant.1: Tuhan kita agung, melebihi angkasa raya. Alleluya.
Ant.2: Tuhan, kepadaMulah pujian selama segala abad.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Ant.2: Tuhan, kepadaMulah pujian selama segala abad.
Ant.3: Pujilah Tuhan dari surga.
Mazmur 148
Ant.3: Pujilah Tuhan dari surga.
Bacaan Singkat (Yeh 37,12b-14)
Lagu Singkat
Ant.Kidung (Mi XXXI): Hendaklah engkau mengasihi Tuhan AllahMu dengan segenap budi dan dengan segenap tenaga. Hendaklah engkau mengasihi sesamamu seperti dirimu sendiri. Tidak ada perintah lain yang lebih besar dari ini.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Hendaklah engkau mengasihi Tuhan AllahMu dengan segenap budi dan dengan segenap tenaga. Hendaklah engkau mengasihi sesamamu seperti dirimu sendiri. Tidak ada perintah lain yang lebih besar dari ini.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
MINGGU III SIANG
Madah
Ant.1: Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Ant.1: Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku, alleluya.
Ant.2: Tuhan bertindak dengan tangan Kuat, alleluya.
Ant.2: Tuhan bertindak dengan tangan Kuat, alleluya.
Ant.3: Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita, alleluya.
Ant.3: Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita, alleluya.
Bacaan singkat (2Tim 1,9)
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
MINGGU III SORE II
Madah
Ant.1: Tuhan berfiman kepada baginda: Duduklah di sini kananKu, alleluya.
Ant.1: Tuhan berfiman kepada baginda: Duduklah di sini kananKu, alleluya.
Ant.2: Perbuatan Allah yang agung pantas dikenang, Ia pengasih dan penyayang, alleluya.
Mazmur 110 (111)
Ant.2: Perbuatan Allah yang agung pantas dikenang, Ia pengasih dan penyayang, alleluya.
Ant.3: Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Why 19,1-7
Ant.3: Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Bacaan singkat (1Ptr 1,3-5)
Ant.Kidung (Mi XXXI): Putera manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Putera manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU II
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat (Why 22,4-5)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santa Marsiana
Martir
Meskipun Marsiana adalah seorang wanita, namun ia terkenal sebagai seorang pahlawan iman yang gigih mempertahankan ajaran iman Gereja. Ia lahir di Rusuccur, sebuah desa di kepulauan Mauritania. Sejak masa mudanya, ia sudah mempunyai perhatian besar pada hal - hal kerohanian sebagai mana dituntut oleh imannya. Dengan demikian kemuliaan dan kekayaan duniawi kurang bernilai dianggapnya.
Pada masa pemerintahan Kaisar Diokletianus, ia dengan berani melancarkan perlawanan terhadap para penyembah berhala. Akibatnya ia ditangkap dan disiksa secara kejam. Para gladiator mencoba menodai kemurniannya, namun tidak berhasil. Tuhan kiranya melindunginya dan menjadikannya sarana yang ampuh untuk mempertobatkan salah seorang dari antara para gladiator itu. Ia dibawa ke Kaesarea dan dimasukkan ke dalam gelanggang binatang buas untuk diadu dengan banteng dan singa buas. Di gelanggang itu, ia menemui ajalnya sebagai seorang martir Kristus yang gagah berani setelah tubuhnya dicabik - cabik oleh binatang - binatang buas itu. Ia dihormati sebagai pelindung kota Tortosa, Spanyol.
Santo Andreas Korsini
Uskup dan Pengaku Iman
Andreas Korsini lahir pada tanggal 30 November 1302 di Florence, Italia, dari sebuah keluarga yang kaya raya. Ia ditabhiskan menjadi imam dalam ordo Karmelit pada tahun 1328. Pada tahun 1322, ia diangkat menjadi pemimpin sebuah biara Karmelit di Florence dan pada tahun 1349 ia ditabhiskan menjadi Uskup Fiesole.
Pada masa mudanya ia suka hidup berfoya - foya dan melakukan perbuatan - perbuatan yang tidak terpuji, bahkan bersifat aib. Karena itu, sang ibu terus mendoakan dia sambil mengharapkan pertobatannya. Suatu ketika ia dinasehati ibunya agar berbalik dari jalan hidupnya yang sesat itu. Banyak hal dikatakan kepadanya, antara lain bahwa kelahirannya sangat didambakan dan bahwa ketika ia lahir, ia sudah dipersembahkan kepada Tuhan Yesus dan Bunda Maria.
Mendengar nasehat dan cerita ibunya, ia hanyut dalam rasa penyesalan yang mendalam. Hatinya yang keras membatu itu berhasil ditembusi oleh kekuatan rahmat Ilahi. Ia segera berlari menuju patung Bunda Maria dan berdoa dengan kusuk di depan patung itu.
Sejak itu, ia bertobat dan meninggalkan dunia keaiban dan dosa yang sudah lama membelenggunya. Saat berahmat itu menjadi suatu titik balik bagi kehidupannya. Ia memutuskan untuk masuk biara SAnta Perawan Maria dari Gunung Karmel (Ordo Karmelit).
Andreas terkenal karena kasih sayangnya dan perhatiannya kepada para miskin dan orang - orang berdosa. Ia berusaha sekuat tenaga untuk membawa kembali para pendosa ke jalan Tuhan. Atas bantuan rahmat Tuhan, Andreas berhasil dalam usahanya itu. Umatnya sangat mencintai dia karena semangatnya dan sifat kebapaannya yang penuh kasih sayang kepada mereka. Paus Urbanus V (1363-1370) mengirim Andreas ke Bologna, Italia untuk mendamaikan pemerintah dan rakyat yang bertikai. Ia meninggal dunia pada tanggal 6 Januari 1373. Pada tahun 1629, Andreas ditetapkan sebagai Orang Kudus oleh Sri Paus Urbanus VIII(1623-1644).