Rabu, 8 Desember 2027
Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Kejadian 3:9-15,20
Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi." Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?" Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan." Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.
Mazmur Tanggapan Mazmur 98:1-4
Bacaan Kedua Efesus 1:3-6,11-12
Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan--kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya-- supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.
Bacaan Injil Lukas 1:26-38
Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
Renungan
Di Manakah Engkau
Anak-anak suka main petak umpet. Tetapi perhatikanlah: anak kecil yang bersembunyi sebenarnya ingin ditemukan. Kalau terlalu lama tidak ketemu, ia akan batuk-batuk kecil atau menggoyangkan tirai. Bersembunyi itu melelahkan. Ditemukan itu melegakan.
Bacaan pertama hari raya ini memuat pertanyaan pertama Allah kepada manusia dalam seluruh Kitab Suci: "Di manakah engkau?" Adam dan Hawa baru saja jatuh, lalu bersembunyi di antara pepohonan. Allah tentu tahu tempat mereka. Pertanyaan itu bukan soal lokasi. Itu pertanyaan hati: engkau di mana sekarang, sesudah semua ini? Dan sejak hari itu, sejarah manusia adalah sejarah bersembunyi. Kita bersembunyi di balik kesibukan, di balik alasan, di balik saling menyalahkan. Adam menunjuk Hawa, Hawa menunjuk ular.
Tetapi di taman yang porak-poranda itu Allah menanam sebuah janji: keturunan perempuan akan meremukkan kepala ular. Para bapa Gereja menyebutnya kabar baik yang pertama. Kejatuhan belum selesai diumumkan, rencana penyelamatan sudah disiapkan.
Hari ini kita merayakan buah sulung rencana itu: Maria yang dikandung tanpa noda. Paulus menulis kepada jemaat Efesus bahwa Allah "telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya." Pada Maria, kalimat itu digenapi secara penuh sejak detik pertama hidupnya. Ia disiapkan seperti orang menyiapkan kamar bagi tamu agung: dibersihkan lebih dulu, jauh sebelum tamunya datang.
Maka dengarkanlah bedanya di Injil. Kepada Adam dan Hawa yang bersembunyi, Allah bertanya, "Di manakah engkau?" Kepada Maria, malaikat justru datang menyapa: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Yang satu bersembunyi dari Allah, yang satu didatangi Allah dan tidak lari. Maria terkejut, bertanya, tidak serta-merta paham. Tetapi ia tidak bersembunyi. Jawabannya membuka kembali pintu yang dulu dibanting: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu."
Hawa disebut ibu semua yang hidup. Maria menjadi ibu Sang Hidup itu sendiri. Apa artinya bagi kita yang masih sering bersembunyi? Sederhana: berhenti bersembunyi. Pertanyaan "di manakah engkau" masih diajukan Allah setiap hari, dengan suara yang sama lembutnya. Ia bukan mencari untuk menghukum. Ia mencari karena rindu. Dan seperti anak dalam permainan petak umpet, bagian terbaik kita bukan saat berhasil sembunyi. Bagian terbaik adalah saat ditemukan.
Bapa, aku lelah bersembunyi. Bersama Maria yang tak bernoda, ajarilah aku menjawab: jadilah padaku menurut kehendak-Mu. Amin.
Invitatorium
RABU II PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Minggu Adven Keempat, 21 Desember
MADAH
Ant. 1 Inilah Raja surgawi kita; Ia datang dengan kuasa dan kekuatan untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
Mazmur 24
Ant. Inilah Raja surgawi kita; Ia datang dengan kuasa dan kekuatan untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
Ant. Inilah Raja surgawi kita; Ia datang dengan kuasa dan kekuatan untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
Ant. Inilah Raja surgawi kita; Ia datang dengan kuasa dan kekuatan untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
Ant. Inilah Raja surgawi kita; Ia datang dengan kuasa dan kekuatan untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
Ant. Inilah Raja surgawi kita; Ia datang dengan kuasa dan kekuatan untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
Ant. Inilah Raja surgawi kita; Ia datang dengan kuasa dan kekuatan untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
Ant. Inilah Raja surgawi kita; Ia datang dengan kuasa dan kekuatan untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
Ant. Inilah Raja surgawi kita; Ia datang dengan kuasa dan kekuatan untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
Ant. 2 Hai putri Yerusalem, bersukacitalah dan bergembiralah; Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut; Penyelamatmu sedang dalam perjalanan.
Mazmur 66
Ant. Hai putri Yerusalem, bersukacitalah dan bergembiralah; Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut; Penyelamatmu sedang dalam perjalanan.
Ant. Hai putri Yerusalem, bersukacitalah dan bergembiralah; Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut; Penyelamatmu sedang dalam perjalanan.
Ant. Hai putri Yerusalem, bersukacitalah dan bergembiralah; Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut; Penyelamatmu sedang dalam perjalanan.
Ant. Hai putri Yerusalem, bersukacitalah dan bergembiralah; Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut; Penyelamatmu sedang dalam perjalanan.
Ant. Hai putri Yerusalem, bersukacitalah dan bergembiralah; Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut; Penyelamatmu sedang dalam perjalanan.
Ant. Hai putri Yerusalem, bersukacitalah dan bergembiralah; Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut; Penyelamatmu sedang dalam perjalanan.
Ant. Hai putri Yerusalem, bersukacitalah dan bergembiralah; Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut; Penyelamatmu sedang dalam perjalanan.
Ant. Hai putri Yerusalem, bersukacitalah dan bergembiralah; Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut; Penyelamatmu sedang dalam perjalanan.
Ant. 3 Marilah kita membersihkan hati kita untuk kedatangan Raja kita yang agung, agar kita siap menyambut-Nya; Ia datang dan tidak akan menunda.
Ant. Marilah kita membersihkan hati kita untuk kedatangan Raja kita yang agung, agar kita siap menyambut-Nya; Ia datang dan tidak akan menunda.
Ant. Marilah kita membersihkan hati kita untuk kedatangan Raja kita yang agung, agar kita siap menyambut-Nya; Ia datang dan tidak akan menunda.
Ant. Marilah kita membersihkan hati kita untuk kedatangan Raja kita yang agung, agar kita siap menyambut-Nya; Ia datang dan tidak akan menunda.
Ant. Marilah kita membersihkan hati kita untuk kedatangan Raja kita yang agung, agar kita siap menyambut-Nya; Ia datang dan tidak akan menunda.
Ant. Marilah kita membersihkan hati kita untuk kedatangan Raja kita yang agung, agar kita siap menyambut-Nya; Ia datang dan tidak akan menunda.
Ant. Marilah kita membersihkan hati kita untuk kedatangan Raja kita yang agung, agar kita siap menyambut-Nya; Ia datang dan tidak akan menunda.
BACAAN
RESPONSORIUM Mazmur 96:11; Yesaya 49:13; Mazmur 72:7
RESPONSORIUM Lukas 1:45, 46; Mazmur 66:16
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
RABU II PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kami menyembah Tuhan, Raja Yang Akan Datang.
MAZMUR 94 (95)
bersorak-sorai bagi penyelamat kami.
Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,
Ant. Marilah kami menyembah Tuhan, Raja Yang Akan Datang.
Madah
Ant.1: Ya Allah, kuduslah tindakan-Mu, dewa manakah seagung Allah kami?
Mazmur 76 (77)
malam hari kutadahkan tanganku tiada hentinya,*
melihat Engkau, lalu gemetar,*
Ant.1: Ya Allah, kuduslah tindakan-Mu, dewa manakah seagung Allah kami?
Ant.2: Hatiku bersukaria karena Tuhan yang merendahkan dan meninggikan.
Ant.2: Hatiku bersukaria karena Tuhan yang merendahkan dan meninggikan.
Ant.3: Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai.
Mazmur 96 (97)
yang bermegah atas arca yang tak berdaya,*
kota-kota Yehuda bersorak-sorai,*
Ant.3: Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai.
Ant.Kidung: Ia akan duduk di takhta Daud dan akan memerintah selama-lamanya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Ia akan duduk di takhta Daud dan akan memerintah selama-lamanya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
RABU II SIANG
Madah
Ant.1: Aku memperhatikan jalan hidupku dan melangkahkan kakiku menunju perintah-Mu.
Mazmur 118 (119),57-64
Ant.1: Aku memperhatikan jalan hidupku dan melangkahkan kakiku menunju perintah-Mu.
Ant.2: Aku ketakutan dan gemetar; perhatikanlah dan kabulkanlah doaku, ya Tuhan.
Ant.2: Aku ketakutan dan gemetar; perhatikanlah dan kabulkanlah doaku, ya Tuhan.
Ant.3: Aku tetap berseru kepada Allah, Tuhan akan menyelamatkan daku.
takkan mencapai setengah umur hidupnya,*
Ant.3: Aku tetap berseru kepada Allah, Tuhan akan menyelamatkan daku.
Bacaan singkat (Ul 1,16-17a)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
RABU II SORE
Madah
Ant.1: Marilah kami menantikan kebahagiaan yang kami harapkan, yaitu penampakan mulia Allah kami Yang Maha Agung.
Mazmur 61 (62)
curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya,*
Ant.1: Marilah kami menantikan kebahagiaan yang kami harapkan, yaitu penampakan mulia Allah kami Yang Maha Agung.
Ant.2: Semoga wajah Allah berseri-seri, semoga Allah memberkati kami.
Mazmur 66 (67)
Ant.2: Semoga wajah Allah berseri-seri, semoga Allah memberkati kami.
Ant.3: Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.
Ant.3: Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.
Ant.Kidung: Hai Sion, engkau akan dibaharui oleh Penyelamat yang datang padamu.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Hai Sion, engkau akan dibaharui oleh Penyelamat yang datang padamu.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - RABU
Doa Tobat
Madah
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Mazmur 30 (31),1-6
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 129 (130)
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat (Ef 4,26-27)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda
Hari Raya · Didogmakan 1854
Hari Raya ini merayakan iman Gereja bahwa Santa Perawan Maria, sejak saat pertama ia dikandung dalam rahim ibunya, dibebaskan dari segala noda dosa asal. Ini adalah karunia istimewa yang diberikan Allah kepadanya demi jasa Yesus Kristus, dengan memandang ke depan pada penebusan yang akan dikerjakan Putranya. Perlu dibedakan: perayaan ini bukan tentang cara Yesus dikandung, melainkan tentang Maria sendiri yang dikandung tanpa noda oleh Yoakim dan Anna.
Dasar iman ini bergema dalam sapaan malaikat Gabriel: Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau (Luk 1:28). Maria disapa sebagai yang penuh rahmat, sepenuhnya suci dan pantas menjadi kediaman Sang Sabda. Doktrin ini diperdebatkan para teolog selama berabad-abad pada Abad Pertengahan sebelum akhirnya dirumuskan secara pasti.
Pada 8 Desember 1854, Paus Pius IX melalui Konstitusi Apostolik Ineffabilis Deus memaklumkan Maria Dikandung Tanpa Noda sebagai dogma iman Gereja. Empat tahun kemudian, dalam penampakan di Lourdes tahun 1858, Bunda Maria memperkenalkan diri kepada Bernadette dengan kata-kata Akulah Yang Dikandung Tanpa Noda, yang oleh banyak orang dipandang sebagai peneguhan atas dogma tersebut.
Bagi umat, hari raya ini memuliakan kekudusan Allah yang bekerja dalam diri Maria, sekaligus menjadi tanda pengharapan akan penebusan yang ditawarkan Kristus kepada seluruh umat manusia.
Ditetapkan: didogmakan oleh Paus Pius IX melalui Konstitusi Apostolik Ineffabilis Deus, 8 Desember 1854.