Minggu, 5 Desember 2027
Hari Minggu Adven II
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Yesaya 40:1-5,9-11
Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu, tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya. Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya." Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: "Lihat, itu Allahmu!" Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.
Mazmur Tanggapan Mazmur 85:9-14
Bacaan Kedua 2 Petrus 3:8-14
Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.
Bacaan Injil Markus 1:1-8
Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah. Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: "Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya", demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu." Lalu datanglah kepadanya orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil mengaku dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan. Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. Inilah yang diberitakannya: "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus."
Renungan
Meratakan Jalan
Menjelang Lebaran atau Natal, dinas pekerjaan umum selalu sibuk. Jalan-jalan ditambal, lubang diaspal, jembatan diperiksa. Alasannya sederhana: ada banyak orang yang akan datang. Jalan yang buruk membuat kedatangan tertunda, atau lebih buruk lagi, membuat orang batal datang.
Adven berasal dari kata Latin adventus, artinya kedatangan. Dan hari Minggu ini semua bacaan bicara tentang persiapan jalan. Yesaya berseru dari pembuangan: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN! Setiap lembah harus ditutup, setiap gunung dan bukit diratakan." Markus membuka Injilnya dengan mengutip seruan itu, lalu menampilkan Yohanes Pembaptis di padang gurun: jubah bulu unta, makan belalang dan madu hutan, menyerukan pertobatan. Penampilannya sederhana, tetapi seluruh Yudea datang kepadanya; rupanya orang selalu mengenali suara yang jujur.
Menarik bahwa jalan yang harus diratakan itu bukan jalan aspal. Lembah yang harus ditutup dan gunung yang harus diratakan ada di dalam diri kita. Lembahnya bernama putus asa: perasaan bahwa kesalahan kita terlalu dalam untuk diampuni. Gunungnya bernama kesombongan: keyakinan bahwa kita tidak butuh siapa-siapa. Dua-duanya sama-sama menghalangi kedatangan Tuhan. Yang satu terlalu rendah memandang diri, yang satu terlalu tinggi.
Lalu ada pertanyaan yang jujur: kalau Ia memang datang, mengapa lama sekali? Petrus menjawabnya dalam bacaan kedua. Di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun. Yang kita sebut keterlambatan, di mata Allah adalah kesabaran. "Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat." Tuhan tidak terlambat datang. Ia sengaja memberi kita waktu untuk menyelesaikan pekerjaan jalan.
Dan lihatlah ujung nubuat Yesaya. Setelah semua seruan keras tentang gunung dan lembah, gambarnya melunak: "Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya." Yang datang lewat jalan yang kita ratakan itu bukan pasukan pemeriksa. Yang datang adalah gembala yang ingin memangku.
Minggu Adven kedua ini baik dipakai untuk memeriksa jalan masing-masing. Lubang mana yang perlu ditambal? Mungkin sebuah permintaan maaf yang tertunda bertahun-tahun. Gundukan mana yang perlu diratakan? Mungkin gengsi yang membuat kita tidak pernah mau menyapa duluan. Pekerjaan jalan memang berdebu dan tidak enak dilihat. Tetapi hanya lewat jalan yang diperbaiki, tamu agung itu bisa sampai ke rumah kita.
Tuhan, ratakanlah gunung kesombonganku dan timbunlah lembah keputusasaanku, supaya Engkau leluasa datang. Amin.
Invitatorium
MINGGU II PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Tuhan raja yang akan datang.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Tuhan raja yang akan datang.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Sabtu dalam Masa Adven, Peringatan Santa Lusia, Perawan dan Martir
MADAH
Ya Allah, mahkota dan ganjaran agung
PSALMODI
Ant. 1 Ingatlah kami, ya Tuhan; datanglah dengan pertolongan-Mu yang menyelamatkan.
Mazmur 106
Kebaikan Tuhan; kesetiaan umat-Nya
Semua ini telah ditulis sebagai peringatan bagi kita, karena kita hidup pada akhir zaman (1 Korintus 10:11)
Ant. Ingatlah kami, ya Tuhan; datanglah dengan pertolongan-Mu yang menyelamatkan.
Ant. 2 Ingatlah baik-baik; Tuhan Allah kita telah membuat perjanjian denganmu.
Ant. Ingatlah baik-baik; Tuhan Allah kita telah membuat perjanjian denganmu.
Ant. 3 Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan; kumpulkanlah kami dari antara bangsa-bangsa.
Ant. Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan; kumpulkanlah kami dari antara bangsa-bangsa.
BACAAN
RESPONSORIUM Yesaya 54:4; 29:5, 6, 7
RESPONSORIUM
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
MINGGU II PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kami menyembah Tuhan Raja Yang Akan Datang.
MAZMUR 94 (95)
bersorak-sorai bagi penyelamat kami.
Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,
Ant. Marilah kami menyembah Tuhan raja yang akan datang.
Madah
Ant.1: Kita mempunyai kota yang kuat. Tuhan mendirikan tembok dan benteng untuk melindungi kami. Bukalah pintu gerbang, sebab Allah akan datang di tengah kami, Alleluya.
Mazmur 117 (118)
seperti nyala api yang menjilat-jilat,*
kami memberkati Engkau dari dalam rumah Tuhan,*
Ant.1: Kita mempunyai kota yang kuat. Tuhan mendirikan tembok dan benteng untuk melindungi kami. Bukalah pintu gerbang, sebab Allah akan datang di tengah kami, Alleluya.
Ant.2: Hai semua yang dahaga, datanglah pada air. Carilah Tuhan, selagi Ia dapat ditemui, Alleluya.
Ant.2: Hai semua yang dahaga, datanglah pada air. Carilah Tuhan, selagi Ia dapat ditemui, Alleluya.
Ant.3: Sungguh, Tuhan kami akan datang dengan kuasa, untuk menerangi mata para hamba-Nya, Alleluya.
Mazmur 150
Pujilah Dia dengan ceracap gemercing,*
Ant.3: Sungguh, Tuhan kami akan datang dengan kuasa, untuk menerangi mata para hamba-Nya, Alleluya .
Bacaan Singkat (Rom 13, 11-12)
Ant.Kidung (Mi II): Aku menyuruh utusan-Ku mendahului engkau, dia akan meratakan jalan untukmu.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Aku menyuruh utusan-Ku mendahului engkau, dia akan meratakan jalan untukmu.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
MINGGU II SIANG
Madah
Ant.1: Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, Alleluya.
Mazmur 22 (23)
Ant.1: Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, Alleluya.
Ant.2: Di Israel nama Tuhan termasyhur, Alleluya.
Mazmur 75 (76 )
Ant.2: Di Israel nama Tuhan termasyhur, Alleluya.
Ant.3: Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, Alleluya.
Ant.3: Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, Alleluya.
Bacaan singkat (Rom 8,26)
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
MINGGU II SORE I
Madah
Ant.1: Bergembiralah dan bersukacitalah, hai Sion baru, sebab Rajamu akan datang, Ia lemah lembut, Ia datang untuk menyelamatkan kami.
Mazmur 118 (119), 105-112
Ant.1: Bergembiralah dan bersukacitalah, hai Sion baru, sebab Rajamu akan datang, Ia lemah lembut, Ia datang untuk menyelamatkan kami.
Ant.2: Kuatkanlah tangan yang lemah. Tabahkanlah hatimu dan berkatalah: Sungguh, Allah kami akan datang menyelamatkan kami, Alleluya.
Mazmur 15 (16)
Ant.2: Kuatkanlah tangan yang lemah. Tabahkanlah hatimu dan berkatalah: Sungguh, Allah kami akan datang menyelamatkan kami, Alleluya.
Ant.3: Hukum diberikan oleh -Musa, tetapi rahmat dan kebenaran dikerjakan oleh Yesus Kristus.
Ant.3: Hukum diberikan oleh -Musa, tetapi rahmat dan kebenaran dikerjakan oleh Yesus Kristus.
Ant.Kidung (Mi II): Datanglah, ya Tuhan, kunjungilah kami dengan damai, supaya kami bergembira di hadapan-Mu dengan hati sempurna.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Datanglah, ya Tuhan, kunjungilah kami dengan damai, supaya kami bergembira di hadapan-Mu dengan hati sempurna.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU II
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat (Why 22,4-5)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Reinardus
Uskup dan Pengaku Iman
Suatu ketika orang melihat seorang peziarah selama tiga hari penuh - tanpa tidur, makan dan minum - berdoa menyusuri jalan salib Yesus, kebun Zaitun dan bukit Golgota di Yerusalem. Peziarah itu berjubah kotor dan lusuh, tanpa sepatu dan sepanjang jalan menangis terus. Dialah Uskup Luttich, Belgia, yang berjalan kaki ke Kota Suci sebagai tanda pertobatannya dari dosa: membeli jabatan uskup menuruti ambisinya. Ketika Paus mendengar perbuatan tobat sejati ini, ia menyuruh Reinardus untuk tetap mengemban jabatannya. Reinardus dengan rajin mengunjungi semua paroki keuskupannya, berkotbah, membangun jembatan dan irigasi, membagi makanan dan membela mereka yang tertindas.
Santo Sabas
Abbas dan Pengaku Iman
Sabas lahir di Mutalaska, dekat Kaisarea, Kapadokia pada tahun 439. Semasa remajanya ia masuk biara Basilian yang dipimpin oleh Santo Eutimos Agung. Setelah ia menjadi seorang pertapa yang dewasa dan mempunyai banyak pengalaman, ia mendirikan Laura (semacam tempat pertapaan) Mar Saba yang terletak antara Yerusalem dan Laut Mati. Sebuah Laura dihuni oleh sekelompok rahib yang menjalani hidup pertapaan secara terpisah-pisah di sekitar gereja.
Karena beberapa dari rekan rahibnya menentang aturan-aturannya dan menuntut kehadiran seorang imam sebagai abbas mereka, maka ia ditahbiskan menjadi imam pada tahun 491. Ia sangat bijak dalam memimpin para rahib, sehingga pada tahun 494 ia diangkat sebagai pemimpin tertinggi dari semua biara yang ada di Palestina. Sabas dengan gigih membela ajaran Konsili Kalsedon dan berani menegur kaisar sehubungan dengan berbagai ajaran sesat yang berkembang di Kekaisaran Konstantinopel. Dua kali ia menghadap kaisar di istana kekaisaran untuk menentang ajaran-ajaran sesat itu.
Pertapaan Mar Saba yang didirikannya sampai kini dihuni oleh rahib-rahib dari Gereja Ortodoks Timur yang menghayati suatu cara hidup tapa Yang keras dan sederhana. Konon biara itu pernah diperbaiki oleh pemerintah Rusia pada tahun 1840. Sabas meninggal dunia dalam usia 94 tahun pada tanggal 5 Desember 532.