Selasa, 2 November 2027
Hari Raya Arwah Semua Orang Beriman
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Ayub 19:1,23-27a
Tetapi Ayub menjawab: Ah, kiranya perkataanku ditulis, dicatat dalam kitab, terpahat dengan besi pengukir dan timah pada gunung batu untuk selama-lamanya! Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah, yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu.
Mazmur Tanggapan Mazmur 23:1-6
Bacaan Kedua Roma 5:5-11
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati--. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.
Bacaan Injil Yohanes 6:37-40
Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."
Renungan
Bunga di Atas Pusara
Setiap awal November, kompleks pemakaman mendadak ramai. Rumput dibersihkan, nisan dicuci, bunga ditaburkan. Orang Jawa menyebutnya nyekar. Ada yang datang sambil bercerita pelan-pelan, seolah yang di bawah tanah masih mendengar. Mengapa kita melakukan semua itu? Bukankah mereka sudah tiada?
Justru di situ iman kita berbicara: mereka tidak tiada. Ayub, di titik paling gelap hidupnya, ketika kulitnya rusak dan segalanya hilang, mengucapkan kalimat yang mengejutkan: aku tahu, Penebusku hidup. Bukan aku berharap. Bukan mudah-mudahan. Aku tahu. Keyakinan macam ini tidak lahir dari suasana hati; ia lahir dari perkenalan yang dalam dengan Allah.
Yesus dalam Injil hari ini membuka isi hati Bapa: supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Jangan ada yang hilang. Dengarkan baik-baik nada kalimat itu. Itu nada seorang ibu yang menghitung anak-anaknya sebelum menutup pintu malam. Satu pun tidak boleh tertinggal di luar. Bagi Allah, orang-orang yang kita kasihi itu bukan berkas yang sudah ditutup, melainkan anak yang sedang ditunggu pulang.
Paulus memberi alasannya dalam surat kepada jemaat Roma: Kristus telah mati untuk kita ketika kita masih berdosa. Coba pikirkan. Ketika kita jauh dan memusuhi-Nya saja Ia rela mati bagi kita, masakan ketika kematian datang Ia melepaskan genggaman-Nya? Karena itu, kata Paulus, pengharapan tidak mengecewakan.
Maka doa bagi arwah bukan ritual kesedihan. Ia kasih yang menolak berhenti di liang lahat. Maut memang memutus banyak hal: percakapan di meja makan, telepon di akhir pekan, tangan yang biasa digenggam. Tapi ada dua hal yang tidak bisa diputusnya: kasih Allah, dan doa kita. Ketika kita mendoakan mereka, kita sedang mengulurkan tangan melewati batas yang tidak bisa dilewati tubuh. Karena itu pula Gereja tidak pernah berhenti mempersembahkan Misa bagi para arwah. Di altar, yang hidup dan yang mati duduk pada satu meja yang sama.
Hari ini, sebutlah nama-nama itu satu per satu di hadapan Tuhan. Ayah, ibu, kakek, nenek, sahabat, mungkin anak. Sebutkan pelan-pelan, seperti dulu mereka menyebut nama kita dalam doa-doa mereka. Mereka bukan masa lalu. Mereka sedang menantikan kebangkitan, sama seperti kita.
Tuhan, Penebus yang hidup, terimalah saudara-saudari kami yang telah mendahului kami. Jangan ada satu pun yang hilang; bangkitkanlah mereka pada akhir zaman. Amin.
Invitatorium
SELASA III PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja mahamulia.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja mahamulia.
Ibadat Bacaan
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Berserahlah kepada Allah, dan Ia akan melakukan segalanya bagimu.
Mazmur 37
Nasib orang fasik dan orang baik
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan mewarisi bumi (Matius 5:5).
Ant. Berserahlah kepada Allah, dan Ia akan melakukan segalanya bagimu.
Ant. 2 Jauhilah kejahatan, belajarlah melakukan kehendak Allah; Tuhan akan menguatkanmu jika engkau taat kepada-Nya.
Ant. Jauhilah kejahatan, belajarlah melakukan kehendak Allah; Tuhan akan menguatkanmu jika engkau taat kepada-Nya.
Ant. 3 Tunggulah Tuhan memimpin, lalu ikutilah jalan-Nya.
Ant. Tunggulah Tuhan memimpin, lalu ikutilah jalan-Nya.
BACAAN
RESPONSORIUM Kebijaksanaan 3:6, 7, 9
RESPONSORIUM Ester 13:9, 10, 11
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
IBADAT ARWAH PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja kehidupan.
Mazmur 94 (95)
bersorak-sorai bagi penyelamat kami.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja kehidupan.
Madah
Ant.1: Semoga hati yang Kauremukkan bersorak gembira kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 50 (51)
Ant.1: Semoga hati yang Kauremukkan bersorak gembira kepadaMu, ya Tuhan.
Ant.2: Ya Tuhan, renggutlah hidupku dari pintu maut.
aku menuju pintu alam maut,*
di dunia orang yang hidup,*
Ant.2: Ya Tuhan, renggutlah hidupku dari pintu maut.
Ant.3: Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup.
Mazmur 145 (146)
Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup,*
Ant.3: Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup.
Bacaan Singkat (1Tes 4,34)
Ant.Kidung: Aku inilah kebangkamin dan kehidupan. Barang siapa percaya padaKu, akan hidup biarpun telah mati. Dan barang siapa hidup serta percaya padaKu, tidak akan mati selama-lamanya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Aku inilah kebangkamin dan kehidupan. Barang siapa percaya padaKu, akan hidup biarpun telah mati. Dan barang siapa hidup serta percaya padaKu, tidak akan mati selama-lamanya.
Doa Permohonan
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SELASA III SIANG
Madah
Ant.1: Cinta kasih itu kesempurnaan hukum.
Mazmur 118 (119),97-104
Ant.1: Cinta kasih itu kesempurnaan hukum.
Ant.2: Ingatlah akan umatMu yang Kauperoleh dahulu kala.
Mazmur 73 (74) I
Ant.2: Ingatlah akan umatMu yang Kauperoleh dahulu kala.
Ant.3: Bangkitlah, ya Tuhan, belalah perkaraMu.
Mazmur 73 (74) II
Ant.3: Bangkitlah, ya Tuhan, belalah perkaraMu.
Bacaan singkat (Ul 15,7-8)
Doa Penutup
Ibadat Sore
Madah
Ant.1: Tuhan menjaga Engkau terhadap segala kemalangan, Ia menjaga nyawamu.
Mazmur 120 (121)
Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
Ant.1: Tuhan menjaga Engkau terhadap segala kemalangan, Ia menjaga nyawamu.
Ant.2: Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan, siapakah dapat bertahan?
Mazmur 129 (130)
Ant.2: Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan, siapakah dapat bertahan?
Ant.3: Seperti Bapa membangkitkan orang mati dan menghidupkan, demikianpun Putera menghidupkan orang yang dikehendakiNya.
Ant.3: Seperti Bapa membangkitkan orang mati dan menghidupkan, demikianpun Putera menghidupkan orang yang dikehendakiNya.
Ant.Kidung: Segala sesuatu yang diserahkan Bapa kepadaKu akan datang kepadaKu. Barang siapa datang kepadaKu, tak akan Kutolak.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Segala sesuatu yang diserahkan Bapa kepadaKu akan datang kepadaKu. Barang siapa datang kepadaKu, tak akan Kutolak.
Doa Permohonan
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SELASA
Doa Tobat
Madah
Ant: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Mazmur 142 (143),1-11
Ant.: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Bacaan singkat (1Ptr 5,8-9)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Peringatan Arwah Semua Orang Beriman
Kemarin, kita memuliakan semua Orang Kudus dan berdoa memohon agar kita pun kelak bisa berbahagia bersama mereka di dalam surga sambil memandang wajah Allah, Bapa kita. Hari ini kita mengenang saudara-saudara kita yang telah meninggal namun masih berada di Api Penyucian. Bahkan seluruh bulan Nopember ini kita khususkan untuk berdoa dan berkorban untuk memohon kerahiman Allah atas mereka. Hal ini kita lakukan karena di dalam Yesus Kristus, Penyelamat semua orang yang, merindukan keselamatan dari Allah dengan tulus hati, kita tetap bersatu padu dengan mereka. Dalam iman akan Kristus itu, kita percaya bahwa apa yang kita namakan Persekutuan para Kudus meliputi baik kita yang masih hidup di dunia ini, maupun semua Orang Kudus di surga, dan semua orang yang telah meninggal. Bersama-sama kita membentuk dan terhimpun di dalam satu Gereja, yaitu Tubuh Mistik Kristus.
Hari ini kita secara khusus mengenang dan berdoa bagi arwah semua orang beriman yang telah meninggal dunia. Maka kiranya ada baiknya kita menyadari makna peristiwa kematian menurut ajaran iman kita. Bagi kita orang Kristen saat kematian sesungguhnya merupakan peristiwa puncak kehidupan. Hidup kita tidak lenyap, melainkan hanya diubah. Kita percaya bahwa sesudah pengembaraan kita di dunia ini selesai, tersedialah bagi kita kediaman abadi di surga. Kematian bagi kita merupakan saat kita mempercayakan diri secara total kepada Kristus, kebangkitan dan kehidupan kita saat perjumpaan abadi dengan Dia, pokok pengharapan kita, yang mengantar kita pulang ke rumah Bapa.
Atas dasar iman itu, kita memohon agar saudara-saudara kita yang telah meninggal dunia disucikan dari segala dosanya, dibebaskan dari segala hambatan dan noda, dan boleh menikmati kebahagiaan kekal di sisi kanan Allah, Bapa kita, serta boleh bersama-sama para kudus di surga memandang wajah Allah yang dirindukannya. Hari kenangan dan peringatan ini pun sekaligus memberi penghiburan rohani bagi kita, bahwa kelak kita akan berjumpa kembali dengan saudara-saudara yang telah mendahului kita, untuk bersama Maria memuji dan memuliakan Allah dalam persekutuan semua orang kudus. Kita pun pada suatu ketika akan meninggalkan dunia ini dan pulang kepada Bapa di surga. Tetapi kita percaya bahwa hidup atau mati, kita tetap milik Kristus.