Selasa, 28 September 2027

Selasa XXVI Masa Biasa

Bacaan Misa

Bacaan Pertama Zakharia 8:20-23

Beginilah firman TUHAN semesta alam: "Masih akan datang lagi bangsa-bangsa dan penduduk banyak kota. Dan penduduk kota yang satu akan pergi kepada penduduk kota yang lain, mengatakan: Marilah kita pergi untuk melunakkan hati TUHAN dan mencari TUHAN semesta alam! Kamipun akan pergi! Jadi banyak bangsa dan suku-suku bangsa yang kuat akan datang mencari TUHAN semesta alam di Yerusalem dan melunakkan hati TUHAN." Beginilah firman TUHAN semesta alam: "Pada waktu itu sepuluh orang dari berbagai-bagai bangsa dan bahasa akan memegang kuat-kuat punca jubah seorang Yahudi dengan berkata: Kami mau pergi menyertai kamu, sebab telah kami dengar, bahwa Allah menyertai kamu!"

Mazmur Tanggapan Mazmur 87:1-7

Di gunung-gunung yang kudus ada kota yang dibangunkan-Nya:
TUHAN lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion dari pada segala tempat kediaman Yakub.
Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah. Sela
Aku menyebut Rahab dan Babel di antara orang-orang yang mengenal Aku, bahkan Filistea, Tirus dan Etiopia: "Ini dilahirkan di sana."
Tetapi tentang Sion dikatakan: "Seorang demi seorang dilahirkan di dalamnya," dan Dia, Yang Mahatinggi, menegakkannya.
TUHAN menghitung pada waktu mencatat bangsa-bangsa: "Ini dilahirkan di sana." Sela
Dan orang menyanyi-nyanyi sambil menari beramai-ramai: "Segala mata airku ada di dalammu."

Bacaan Injil Lukas 9:51-56

Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem, dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya. Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem. Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: "Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?" Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka. Lalu mereka pergi ke desa yang lain.

Renungan

Api yang Tidak Jadi Turun

Penolakan itu menyakitkan, dan sakitnya cepat sekali berubah menjadi keinginan membalas. Ditolak salamnya, orang bisa memusuhi bertahun-tahun. Disalip di jalan raya, klakson panjang pun berbunyi.

Kemarin kita mendengar Yohanes mencegah orang berbuat baik karena bukan kelompoknya. Hari ini ia dan Yakobus melangkah lebih jauh. Sebuah desa Samaria menolak menerima Yesus, dan kedua bersaudara itu langsung mengajukan usul: "Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?" Bahkan pembalasan pun mereka bungkus dengan bahasa rohani.

Yesus berpaling dan menegor mereka. Lalu Lukas menutup dengan kalimat pendek yang luas sekali artinya: "Lalu mereka pergi ke desa yang lain." Tidak ada api. Tidak ada kutuk. Penolakan itu tidak dibalas, melainkan dilewati. Yesus sedang mengarahkan pandangan-Nya ke Yerusalem untuk menyerahkan nyawa; Ia tidak punya waktu untuk berhenti membenci.

Zakharia memperlihatkan arah hati Allah yang sebenarnya: bangsa-bangsa justru akan datang memegang kuat-kuat punca jubah umat-Nya, ingin ikut serta. Allah merangkul, bukan membakar.

Kepada siapa pekan ini kita diam-diam ingin menurunkan api? Mungkin Yesus sedang menegor kita dengan lembut, lalu mengajak: mari pergi ke desa yang lain.

Tuhan, padamkanlah api dendam di hatiku, dan ajarilah aku berjalan terus bersama-Mu. Amin.

Invitatorium

SELASA II PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menyembah Allah, Tuhan yang mahamulia.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Marilah kita menyembah Allah, Tuhan yang mahamulia.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Pesta Santo Mikael, Gabriel, dan Rafael, Malaikat Agung

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Oh Mikael, raja para malaikat dan kaum beriman di surga,

Lindungilah jiwaku dengan naungan sayap-Mu

Lindungilah jiwaku di bumi.
Lindungi dan lingkupilah aku dalam naungan sayap-Mu,

Dari segala yang akan mencelakaiku dalam tubuh dan jiwa,

Lindungilah aku, Oh malaikat kasih,

Lindungilah aku, Oh malaikat kebaikan.
Oh Mikael, raja para malaikat dan pemimpin semua yang membutuhkan,

Sertailah kami semua dalam perjalanan hidup ini,

Melindungi kami dengan sayap-Mu.
Lindungi dan lingkupilah aku dalam naungan sayap-Mu,

Dari segala yang akan mencelakaiku dalam tubuh dan jiwa,

Lindungilah aku, Oh malaikat kasih,

Lindungilah aku, Oh malaikat kebaikan.

PSALMODI

Ant. 1 Laut bergelora dan bumi bergetar ketika Mikael malaikat agung turun dari surga.

Mazmur 97

Kemuliaan Tuhan dalam ketetapan-ketetapan-Nya bagi dunia

Mazmur ini menubuatkan keselamatan di seluruh dunia dan bahwa bangsa-bangsa dari segala penjuru akan percaya kepada Kristus (St. Athanasius).
Tuhan adalah Raja, biarlah bumi bersukacita,

biarlah semua pulau bersukaria.

Awan dan kegelapan adalah pakaian-Nya;

takhta-Nya, keadilan dan kebenaran.
Api mendahului jalan-Nya;

ia membakar musuh-musuh-Nya di segala sisi.

Kilat-Nya menerangi dunia,

bumi bergetar melihat-Nya.
Gunung-gunung meleleh seperti lilin

di hadapan Tuhan seluruh bumi.

Langit memberitakan keadilan-Nya;

semua bangsa melihat kemuliaan-Nya.
Biarlah mereka yang menyembah berhala merasa malu,

mereka yang membanggakan dewa-dewa mereka yang tidak berharga.

Hai segala roh, sembahlah Dia.
Sion mendengar dan bersukacita;

umat Yehuda bersukaria

karena penghakiman-Mu, ya Tuhan.
Sebab Engkau sungguh adalah Tuhan

yang mahatinggi di atas seluruh bumi,

diagungkan jauh di atas segala roh.
Tuhan mengasihi mereka yang membenci kejahatan;

Ia menjaga jiwa orang-orang kudus-Nya;

Ia membebaskan mereka dari orang-orang fasik.
Terang bersinar bagi orang benar

dan sukacita bagi orang yang tulus hati.

Bersukacitalah, hai orang benar, dalam Tuhan;

berikanlah kemuliaan kepada nama-Nya yang kudus.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Laut bergelora dan bumi bergetar ketika Mikael malaikat agung turun dari surga.

Ant. 2 Malaikat Gabriel menampakkan diri kepada Zakharia dan berkata: Istrimu Elisabet akan melahirkan seorang putra bagimu, dan engkau akan menamainya Yohanes.

Mazmur 103

Pujian atas belas kasihan Allah yang lembut

Dalam belas kasihan Allah kita yang lembut, fajar dari tempat tinggi akan menyinari kita (lihat Lukas 1:78).

I
Jiwaku, pujilah Tuhan

seluruh keberadaanku, berkatilah nama-Nya yang kudus.

Jiwaku, pujilah Tuhan

dan jangan pernah melupakan segala berkat-Nya.
Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu,

yang menyembuhkan setiap penyakitmu,

yang menebus hidupmu dari kubur,

yang memahkotaimu dengan kasih dan belas kasihan,

yang memenuhi hidupmu dengan hal-hal baik,

memperbarui masa mudamu seperti elang.
Tuhan melakukan perbuatan-perbuatan keadilan,

memberikan penghakiman bagi semua yang tertindas.

Ia memberitahukan jalan-jalan-Nya kepada Musa

dan perbuatan-perbuatan-Nya kepada anak-anak Israel.
Tuhan adalah belas kasihan dan kasih,

lambat marah dan kaya akan belas kasihan.

Murka-Nya akan berakhir;

Ia tidak akan marah selamanya.

Ia tidak memperlakukan kita sesuai dengan dosa-dosa kita

pun tidak membalas kita sesuai dengan kesalahan-kesalahan kita.
Sebab seperti tingginya langit di atas bumi

demikianlah kuat kasih-Nya bagi mereka yang takut akan Dia.

Sejauh timur dari barat

sejauh itu Ia menjauhkan dosa-dosa kita.
Seperti seorang ayah berbelas kasihan kepada anak-anaknya,

Tuhan berbelas kasihan kepada mereka yang takut akan Dia;
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Malaikat Gabriel menampakkan diri kepada Zakharia dan berkata: Istrimu Elisabet akan melahirkan seorang putra bagimu, dan engkau akan menamainya Yohanes.

Ant. 3 Akulah malaikat Rafael, aku berdiri di hadapan Tuhan; adapun engkau, pujilah Tuhan, dan wartakanlah perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib.

II
sebab Ia tahu dari apa kita dijadikan,

Ia ingat bahwa kita adalah debu.
Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput;

ia berbunga seperti bunga di padang;

angin bertiup dan ia lenyap

dan tempatnya tidak pernah melihatnya lagi.
Tetapi kasih Tuhan kekal abadi

atas mereka yang takut akan Dia;

keadilan-Nya menjangkau anak cucu

ketika mereka memelihara perjanjian-Nya dalam kebenaran,

ketika mereka memelihara kehendak-Nya dalam pikiran mereka.
Tuhan telah menetapkan kekuasaan-Nya di surga

dan kerajaan-Nya memerintah atas segalanya.

Pujilah Tuhan, hai segala malaikat-Nya,

perkasa dalam kuasa, melaksanakan firman-Nya,

yang memperhatikan suara firman-Nya.
Pujilah Tuhan, hai segala bala tentara-Nya,

hamba-hamba-Nya yang melakukan kehendak-Nya.

Pujilah Tuhan, hai segala karya-Nya,

di setiap tempat di mana Ia memerintah.

Jiwaku, pujilah Tuhan!
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Akulah malaikat Rafael, aku berdiri di hadapan Tuhan; adapun engkau, pujilah Tuhan, dan wartakanlah perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Berkatilah Tuhan, hai segala malaikat-Nya.

Perkasa dalam kuasa dan taat kepada firman-Nya.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Wahyu

12:1-17a

Pertempuran Mikael dengan naga
Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan serta kesakitan hendak melahirkan. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit: seekor naga merah padam yang besar, bertanduk tujuh dan berkepala sepuluh, dan di atas tanduk-tanduknya ada tujuh mahkota. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke bumi.
Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan anaknya, segera sesudah ia melahirkannya. Maka ia melahirkan seorang anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan tongkat besi; dan anaknya itu diangkat ke hadapan Allah dan ke takhta-Nya. Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.
Maka timbullah peperangan di surga. Mikael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di surga. Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.
Dan aku mendengar suara yang nyaring di surga berkata:
“Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa

dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Kristus-Nya,

karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita,

yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.

Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba

dan oleh perkataan kesaksian mereka;

karena mereka tidak mencintai nyawa mereka sampai mati.

Karena itu bersukacitalah, hai surga,

dan kamu sekalian yang diam di dalamnya!

Celakalah kamu, hai bumi dan laut,

karena Iblis telah turun kepadamu!

Ia sangat marah,

karena ia tahu bahwa waktunya tinggal sedikit.”
Dan ketika naga itu melihat, bahwa ia telah dilemparkan ke bumi, ia mengejar perempuan yang melahirkan anak laki-laki itu. Maka kepada perempuan itu diberikan kedua sayap burung elang yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa. Lalu ular itu menyemburkan air dari mulutnya seperti sungai di belakang perempuan itu, supaya ia dihanyutkan oleh sungai itu. Tetapi bumi menolong perempuan itu. Bumi membuka mulutnya dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya.
Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti perintah-perintah Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

RESPONSORIUM Lihat Wahyu 12:7, 10; 19:1

Ada keheningan di surga ketika naga itu berperang dengan Mikael malaikat agung.

Lalu aku mendengar suara nyaring berseru: Keselamatan, kemuliaan, dan kuasa adalah milik Allah Yang Mahakuasa.
Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa; pemerintahan Allah kita dan kekuasaan Kristus sudah dekat.

Lalu aku mendengar suara nyaring berseru: Keselamatan, kemuliaan, dan kuasa adalah milik Allah Yang Mahakuasa.
Bacaan Kedua

Dari homili tentang Injil oleh Santo Gregorius Agung, Paus

Kata “malaikat” menunjukkan fungsi, bukan kodrat
Hendaknya kamu menyadari bahwa kata “malaikat” menunjukkan fungsi, bukan kodrat. Roh-roh kudus di surga itu memang selalu adalah roh. Mereka hanya dapat disebut malaikat ketika mereka menyampaikan suatu pesan. Lebih lanjut, mereka yang menyampaikan pesan-pesan yang kurang penting disebut malaikat; dan mereka yang memberitakan pesan-pesan yang sangat penting disebut malaikat agung.
Maka demikianlah, bukan hanya seorang malaikat, melainkan malaikat agung Gabriel yang diutus kepada Perawan Maria. Memang pantaslah bahwa malaikat tertinggi datang untuk mengumumkan pesan yang terbesar dari semuanya.
Beberapa malaikat diberi nama khusus untuk menunjukkan pelayanan yang mereka diberi kuasa untuk lakukan. Di kota suci itu, di mana pengetahuan sempurna mengalir dari penglihatan akan Allah Yang Mahakuasa, mereka yang tidak memiliki nama dapat dengan mudah dikenal. Tetapi nama-nama pribadi diberikan kepada beberapa, bukan karena mereka tidak dapat dikenal tanpanya, melainkan untuk menunjukkan pelayanan mereka ketika mereka datang di antara kita. Demikianlah, Mikael berarti “Siapa yang seperti Allah”; Gabriel adalah “Kekuatan Allah”; dan Rafael adalah “Obat Allah”.
Setiap kali suatu tindakan kuasa yang menakjubkan harus dilakukan, Mikael diutus, agar tindakannya dan namanya dapat menjelaskan bahwa tidak seorang pun dapat melakukan apa yang Allah lakukan dengan kuasa-Nya yang lebih tinggi. Demikian pula musuh kuno kita dalam kesombongannya ingin menjadi seperti Allah, dengan berkata: Aku akan naik ke surga; aku akan meninggikan takhtaku di atas bintang-bintang surga; aku akan menjadi seperti Yang Mahatinggi. Ia akan diizinkan untuk tetap berkuasa sampai akhir dunia ketika ia akan dihancurkan dalam hukuman terakhir. Kemudian, ia akan berperang dengan malaikat agung Mikael, seperti yang diberitahukan kepada kita oleh Yohanes: Terjadilah peperangan dengan Mikael malaikat agung. Demikian pula Gabriel, yang disebut kekuatan Allah, diutus kepada Maria. Ia datang untuk mengumumkan Dia yang menampakkan diri sebagai manusia yang rendah hati untuk menaklukkan kekuatan-kekuatan kosmik. Demikianlah kekuatan Allah mengumumkan kedatangan Tuhan bala tentara surgawi, perkasa dalam peperangan.
Rafael berarti, seperti yang telah kukatakan, obat Allah, karena ketika ia menyentuh mata Tobit untuk menyembuhkannya, ia menghalau kegelapan kebutaannya. Demikianlah, karena ia akan menyembuhkan, ia dengan tepat disebut obat Allah.

RESPONSORIUM Lihat Wahyu 8:3, 4; Daniel 7:10

Seorang malaikat berdiri di dekat mezbah, memegang pedupaan emas; kepadanya diberikan banyak kemenyan,

dan awan-awan kemenyan naik dari tangan malaikat itu di hadapan Tuhan.
Ribuan kali ribuan melayani Dia, dan berlaksa-laksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya.

Dan awan-awan kemenyan naik dari tangan malaikat itu di hadapan Tuhan.

TE DEUM

Engkau Allah: kami memuji-Mu;

Engkau Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkau Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu segala malaikat, segala kuasa surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak henti:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah segala kuasa,

surga dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Paduan suara para rasul yang mulia memuji-Mu.

Persekutuan para nabi yang luhur memuji-Mu.

Pasukan para martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan tegakkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Pada-Mu, ya Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

DOA PENUTUP

Ya Allah,

yang mengatur dengan tatanan yang menakjubkan

pelayanan malaikat dan manusia,

dengan murah hati berikanlah agar hidup kami di bumi

dilindungi oleh mereka yang menjaga kami

saat mereka melayani Engkau secara kekal di surga.

Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Gelap berkurang, malam hampir hilang
Fajar gemilang menyebarkan terang.
Marilah kita memanjatkan doa
Kepada Bapa.

Semoga Bapa berbelaskasihan
Membimbing kita dalam pengabdian
Dan merestui karya darma bakti
Sepanjang hari.

Ya Bapa kami, sudilah kabulkan
Harapan hati yang kami ungkapkan
Secara tulus demi Yesus Kristus
Dalam Roh Kudus. Amin.

Ant.1: Kirimkanlah cahaya dan kebenaranMu, ya Tuhan.

Mazmur 42 (43)

Berikanlah keputusan yang adil kepadaku, ya Allah,+
dan belalah hakku terhadap orang jahat,*
luputkanlah aku dari orang yang curang dan penipu.

Engkaulah Allah pelindungku, mengapa aku Kaubuang?*
Mengapa aku sedih, tersesak oleh musuh?

Kirimkanlah cahaya dan kebenaranMu untuk menuntun aku,*
dan mengantar aku ke gunungMu yang kudus, ke tempat kediamanMu.

Maka aku akan menuju ke mesbah Allah,+
menghadap Allah, sukacita dan kegembiraanku,*
dan bersyukur kepadaMu dengan kecapi, ya Allah, Allahku!

Mengapa engkau tertekan dan gelisah, wahai jiwaku?+
Berharaplah kepada Allah, aku akan bersyukur lagi,*
kepada Allah, penolongku.

Ant.1: Kirimkanlah cahaya dan kebenaranMu, ya Tuhan.

Ant.2: Ya Tuhan, sudilah menyelamatkan kami sepanjang hidup kami.

Yes 38,10-14.17-20

Aku berkata: Di puncak kehidupanku,+
aku menuju pintu alam maut,*
ke sana aku dipanggil untuk selanjutnya.

Aku berkata: Aku tidak akan memandang Tuhan lagi,+
di dunia orang yang hidup,*
tidak lagi akan kujumpai orang antara penduduk bumi.

Pondokku akan dibongkar,*
dicabut bagaikan kemah gembala.

Bagaikan tukang tenun Engkau menggulung hidupku,*
memotong benang hidupku dari pakan.

Siang malam aku Kaubiarkan,+
hingga pagi aku mengaduh,*
seperti singa Engkau meremuk tulangku.

Seperti burung layang-layang aku mencecit kegelisahan,*
berdekut laksana burung merpati.

Pudarlah mataku karena menengadah,*
aku tertindas, ya Tuhan, tolonglah aku.

Namun, jiwaku telah Kauhindarkan dari liang kubur,*
dan segala dosaku Kaubuang jauh.

Alam maut tidak memuji Engkau,+
orang mati tidak memuliakan Dikau,*
yang turun ke dalam kubur tidak mengharapkan kesetiaanMu.

Hanya yang hidup memuji Engkau, seperti aku sekarang ini,*
semoga kesetiaanMu diwartakan turun-temurun.

Ya Tuhan, sudilah menyelamatkan daku,+
maka kami akan membunyikan kecapi,*
di rumah Tuhan, sepanjang hidup kami.

Ant.2: Ya Tuhan, sudilah menyelamatkan kami sepanjang hidup kami.

Ant.3: Ya Allah, Engkau pantas dipuji di Sion.

Mazmur 64 (65)

Ya Allah, Engkau pantas dipuji di Sion,*
dan kepadaMulah nadar dipenuhi.

Engkau biasa mendengarkan doa,+
semua makhluk yang lemah datang kepadaMu,*
karena merasa bersalah.

Walaupun dosa melebihi kekuatan kami,*
namun Engkau mengampuninya.

Berbahagialah orang yang Kaupilih dan Kauundang,*
untuk diam di pelataranMu.

Semoga kami turut menikmati kebaikan rumahMu,*
di dalam baitMu yang suci.

Secara mengagumkan Kaukabulkan doa kami,*
ya Allah yang adil, penyelamat kami.

Engkaulah kepercayaan seluruh bumi,*
sampai ke batas-batas samudera.

Engkau membuat gunung yang kokoh kuat,*
pinggangMu berikatkan keperkasaan.

Engkau meredakan deru lautan,*
meredakan gemuruh gelombangnya.

Para penghuni seluruh bumi,*
takut akan kuasaMu yang dahsyat.

Dari timur sampai ke barat,*
Kaupenuhi dunia dengan sorak-sorai.

Tanah kami Kaukunjungi dengan kelimpahanMu,*
Kaubuat kaya dan subur.

Mega langit penuh air,*
yang Kausediakan untuk kesuburan tanah.

Begini Engkau mengerjakannya,+
Engkau menggenangi alur bajak dan membasahi gumpalan tanah,*
menggemburkan tanah dengan hujan dan memberkati tumbuhnya tanam-tanaman.

Dengan demikian seluruh tahun Kaumahkotai dengan kebaikanMu,*
jejakMu membawa kesuburan.

Bahkan padang gurunpun menjadi subur,*
dan bukit-bukit menghijau permai.

Padang rumput berdandanan kambing domba,+
lembah-lembah berselimutkan panenan,*
semuanya bersorak-sorai dan menyanyikan pujian.

Ant.3: Ya Allah, Engkau pantas dipuji di Sion.

Bacaan Singkat (1Tes 5,4-5)

Saudara-saudara, kamu tidak hidup dalam kegelapan, sehingga hari Tuhan tiba-tiba dapat mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.

Lagu Singkat

P: Perhatikanlah suaraku, ya Tuhan,* Aku berharap pada sabdaMu. U. Perhatikanlah. P: Aku bangun pagi-pagi dan berseru. U: Aku berharap pada sabdaMu. P: Kemuliaan. U: Perhatikanlah.

Ant.Kidung: Selamatkanlah kami dari tangan semua lawan yang membenci kami, ya Tuhan.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Selamatkanlah kami dari tangan semua lawan yang membenci kami, ya Tuhan.

Doa Permohonan

Penyelamat kita telah menerangi dunia dengan kebangkitanNya. Marilah kita memuji Dia dan dengan rendah hati berkata:
U: Bimbinglah kami pada jalanMu, ya Tuhan.
P: KebangkitanMu, ya Tuhan Yesus, kami kenangkan dalam doa pagi ini,* semoga harapan akan kemuliaanMu menerangi kami sepanjang hari.
P: Terimalah, ya Tuhan, keinginan dan rencana kami,* dan berkatilah segala usaha kami pada hari ini.
P: Semoga kami hari ini maju dalam cinta kasihMu,* agar segala hal-ihkwal berguna bagi kami dan bagi semua orang.
P: Ya Tuhan, semoga terang kami bercahaya di depan orang,* sehingga mereka melihat perbuatan kami yang baik dan memuliakan Bapa di surga.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah cahaya sejati yang menyinari semua orang untuk menyelamatkan mereka. Kuatkanlah kami agar dapat menyiapkan bagiMu jalan perdamaian dan keadilan. Sebab Engkaulah pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Sebelum Tengah Hari

SELASA PEKAN II — IBADAT SEBELUM TENGAH HARI (Tertia)

Pembukaan

Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Mazmur 120 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Dalam kesesakanku aku berseru kepada TUHAN dan Ia menjawab aku:
2 "Ya TUHAN, lepaskanlah aku dari pada bibir dusta, dari pada lidah penipu."
3 Apakah yang diberikan kepadamu dan apakah yang ditambahkan kepadamu, hai lidah penipu?
4 Panah-panah yang tajam dari pahlawan dan bara kayu arar.
5 Celakalah aku, karena harus tinggal sebagai orang asing di Mesekh, karena harus diam di antara kemah-kemah Kedar!
6 Cukup lama aku tinggal bersama-sama dengan orang-orang yang membenci perdamaian.
7 Aku ini suka perdamaian, tetapi apabila aku berbicara, maka mereka menghendaki perang.

Mazmur 121 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?
2 Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.
3 Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.
4 Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.
5 Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.
6 Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam.
7 TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.
8 TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.

Mazmur 122 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN."
2 Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
3 Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat,
4 ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel.
5 Sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga raja Daud.
6 Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: "Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa.
7 Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan sentosa di dalam purimu!"
8 Oleh karena saudara-saudaraku dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: "Semoga kesejahteraan ada di dalammu!"
9 Oleh karena rumah TUHAN, Allah kita, aku hendak mencari kebaikan bagimu.

Bacaan Singkat (1 Cor 12, 4-6)
4 Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. 5 Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. 6 Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.

Ayat Singkat
P. Keselamatan-Nya dekat pada orang yang takut akan Dia.
U. Supaya kemuliaan diam di negeri kita.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

SELASA II SIANG

Madah

Tuhan Allah mahaluhur
Hari dan malam Kauatur
Terang gelap bergiliran
Silih ganti berurutan.

Senja hari yang mendekat
Melambangkan akhir hayat
Yang bagi umat beriman
Membuka keabadian.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Di perantuan aku mematuhi titahMu.

Mazmur 118 (119),49-56

Ya Allah, ingatlah akan firmanMu kepadaku,*
firmanMu Kaujadikan pokok pengharapanku.

Inilah penghiburan dalam sengsaraku,*
bahwa janjiMu menghidupkan daku.

Orang sombong sangat mencemoohkan daku,*
namun aku tidak menyimpang dari perintahMu.

Aku ingat akan hukumMu yang berlaku sedari dulu,*
maka terhiburlah aku, ya Tuhan.

Aku gusar terhadap orang yang berdosa,*
yang tidak mempedulikan hukumMu.

HukumMu menjadi lagu pujian bagiku,*
di perantauanku.

Waktu malam aku menyebut-nyebut namaMu, ya Tuhan,*
dan aku tetap berpegang pada perintahMu.

Satu-satunya peganganku ialah,*
mematuhi titahMu.

Ant.1: Di perantuan aku mematuhi titahMu.

Ant.2: Allah akan memulihkan nasib umatNya, dan kita akan bersukacita.

Mazmur 52 (53)

Orang dungu berpikir: Tidak ada Allah.+
Busuk dan jijik perbuatannya,*
tidak seorangpun yang berbuat baik.

Dari surga Allah memandang manusia,*
apakah ada orang arif yang mencari Allah.

Tetapi semuanya tersesat, semua telah bejat,*
tak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.

Tidak pernah sadarkah orang jahat,+
yang menelan habis umatKu seperti makanan,*
orang jahat yang tidak mau mengakui Allah?

Mereka dihinggapi ketakutan,*
sedang tiada yang menakutkan.

Mereka mengancam engkau,*
tetapi Allah menghancurkan mereka.

Mereka pasti dipermalukan,*
sebab Allah menolak mereka.

Siapakah dari Sion yang menyelamatkan Israel?+
Allah, Dia memulihkan nasib umatNya,*
sehingga Yakub bersorak-sorai, dan Israel bersukacita.

Ant.2: Allah akan memulihkan nasib umatNya, dan kita akan bersukacita.

Ant.3: Allah menjadi penolongku, Tuhanku penopang hidupku.

Mazmur 53 (54),3-6.8-9

Allah, selamatkan daku demi namaMu,*
tolonglah aku dengan kuasaMu.

Dengarkanlah, ya Allah, permohonanku,*
perhatikanlah kata-kata mulutku.

Sebab orang angkuh menyerang aku,+
orang sombong mau mencabut nyawaku,*
tanpa mempedulikan Allah.

Namun Allah menjadi penolongku,*
Tuhanlah penopang hidupku.

Maka dengan rela aku mempersembahkan kurban,*
dan memuji kebaikanMu, ya Tuhan.

Sebab Tuhan melepaskan daku dari kesesakan,*
dan aku melihat musuhku direndahkan.

Ant.3: Allah menjadi penolongku, Tuhanku penopang hidupku.

Bacaan singkat (1Kor 12,24b.25-26)

Allah telah menyusun tubuh kita sedemikian rupa, sehingga tidak terjadi perpecahan dalam tubuh, melainkan semua anggota saling memperhatikan. Karena itu, jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita. Jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.

P: Ya Tuhan, Allah kami, himpunkanlah kami dari antara para bangsa.
U: Supaya kami bersyukur kepadaMu.

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau telah mewahyukan kepada Petrus rencanaMu untuk menyelamatkan bangsa-bangsa kafir. Semoga pekerjaan kami menyenangkan hatiMu dan berguna untuk memajukan rencana keselamatan yang telah Kautetapkan dalam cinta kasihMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

SELASA PEKAN II — IBADAT SESUDAH TENGAH HARI (Nona)

Pembukaan

Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Mazmur 126 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi.
2 Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!"
3 TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
4 Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb!
5 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
6 Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Mazmur 127 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.
2 Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.
3 Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah.
4 Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.
5 Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.

Mazmur 128 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!
2 Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
3 Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!
4 Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN.
5 Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu,
6 dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel!

Bacaan Singkat (1 Cor 12, 24b. 25-26)
24 Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus, 25 supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. 26 Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.

Ayat Singkat
P. Ya Tuhan Allah kami, kumpulkanlah kami dari antara bangsa-bangsa.
U. Supaya kami bersyukur kepada nama-Mu yang kudus.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

SELASA II SORE

Madah

Bapa yang mahakuasa
Senja hari sudah tiba
Dengarkanlah madah kami
Pengungkapan isi hati.

Hati dan suara kami
Bersatu padu memuji
Cinta kami kepadaMu
Tetaplah teguh selalu.

Bila malam jadi gelap
Jangan iman hilang lenyap
S'moga malam diterangi
Sinar iman yang sejati.

Kabulkanlah doa kami
Ya Bapa yang baik hati
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Tak mungkin kamu sekaligus mengabdi Allah dan kekayaan.

Mazmur 48 (49) I

Dengarlah, hai bangsa-bangsa,*
pasanglah telinga, hai penduduk dunia,

baik yang biasa maupun yang terkemuka,*
baik yang kaya maupun yang miskin.

Mulutku akan mengucapkan kata-kata bijaksana,*
dan buah renunganku ialah kearifan.

Aku hendak membawakan wejanganku,*
dan memaparkannya sambil memetik kecapi.

Mengapa aku takut pada hari-hari sial,*
waktu aku dikepung oleh musuh yang jahat?

Mereka mengandalkan harta bendanya,*
dan memegahkan kekayaannya yang besar.

Tak seorangpun dapat menebus dirinya sendiri,*
atau membayar uang tebusannya kepada Allah.

Terlalu mahal harga tebusan nyawanya,+
tak terbayar untuk hidup selamanya,*
tanpa turun ke liang kubur.

Ia melihat orang bijak mati,+
orang bodoh dan dungu, semuanya binasa,*
harta bendanya mereka tinggalkan bagi orang lain.

Kubur menjadi rumah mereka untuk selama-lamanya,*
di situlah kediaman mereka turun-temurun.

Manusia, betapapun mulianya, takkan bertahan,*
tiada ubahnya dengan hewan yang jatuh binasa.

Ant.1: Tak mungkin kamu sekaligus mengabdi Allah dan kekayaan.

Ant.2: Kumpulkanlah bagimu harta di surga, sabda Tuhan.

Mazmur 48 (49) II

Beginilah nasib orang yang percaya pada diri sendiri,*
beginilah kesudahan orang yang bermulut besar.

Seperti kawanan domba, mereka terkurung dalam alam maut,*
mautlah gembala dan penguasa mereka.

Hancurlah keelokan tubuh mereka,*
dan kediaman mereka di alam maut.

Tetapi Allah akan menebus nyawaku,*
menghindarkan daku dari cengkeraman maut.

Maka janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya,*
apabila kemewahan keluarganya bertambah.

Sebab waktu mati tak ada yang dapat dibawanya serta,*
kekayaannya tidak akan mengikutinya.

Walaupun selama hidupnya ia memuji dirinya bahagia,*
"Aku beruntung: segalanya berlangsung baik";

namun ia akan mati mengikuti nenek moyangnya,*
yang tak pernah lagi melihat terang.

Manusia, betapapun mulianya, takkan bertahan,*
tiada ubahnya dengan hewan yang jatuh binasa.

Ant.2: Kumpulkanlah bagimu harta di surga, sabda Tuhan.

Ant.3: Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.

Why 4,11; 5,9.10-12

Sudah sepatutnyalah, ya Tuhan dan Allah kami,*
Engkau menerima puji-pujian, hormat dan kuasa.

Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu,*
dan karena kehendakMu semua yang ada dijadikan.

Layaklah Anakdomba menerima gulungan kitab,*
dan membuka ketujuh meterainya

Sebab Engkau telah disembelih,+
dan dengan darahMu Engkau telah menebus kami bagi Allah,*
dari setiap suku, bahasa, kaum dan bangsa.

Engkau telah menganugerahi kami,+
martabat raja dan imam di hadapan Allah kita,*
dan kami akan merajai dunia.

Layaklah Anakdomba yang disembelih itu,+
menerima kuasa dan kekayaan,*
hikmat dan kekuatan, hormat, kemuliaan dan puji-pujian.

Ant.3: Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.

Bacaan Singkat (Rom 3,23-25a)

Semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Dan semua orang diselamatkan dengan cuma-cuma, hanya oleh rahmat Allah, berkat pahala Kristus Yesus, yang menebus mereka. Kristus Yesus ditetapkan oleh Allah, supaya darahNya menjadi tebusan bagi mereka yang percaya padaNya.

Lagu Singkat

P: Engkau telah melimpahi aku dengan kegembiraan,* Di hadapan wajahMu, ya Tuhan. U: Engkau. P: Tangan kananMu menyediakan kebahagiaan sempurna. U: Di hadapan wajahMu, ya Tuhan. P: Kemuliaan. U: Engkau.

Ant.Kidung: Kerjakanlah perbuatan besar bagi kami, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, dan kuduslah namaMu.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Kerjakanlah perbuatan besar bagi kami, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, dan kuduslah namaMu.

Doa Permohonan

Kristus mencintai dan melindungi umatNya, sebab Dialah gembala dan pemelihara hidup kita. Marilah kita memuji Dia, menaruh harapan padaNya dan berkata:
U: Lindungilah umatMu, ya Tuhan.
P: Ya gembala abadi, lindungilah uskup kami bapa...* dan semua gembala umatMu.
P: Ya Tuhan, perhatikanlah penuh belaskasihan semua orang yang dianiaya,* dan bebaskanlah mereka segera dari segala kesusahan.
P: Kasihanilah, ya Tuhan, semua orang yang papa,* dan berikanlah rezeki kepada yang lapar.
P: Terangilah para anggota dewan perwakilan rakyat,* supaya mereka menetapkan undang-undang yang adil dan bijaksana.
P: Dampingilah orang-orang yang sudah Kautebus dengan darahMu dan yang kini sudah meninggal,* izinkanlah mereka mengambil bagian dalam perjamuan nikah bersama Engkau.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan Allah, milikMulah malam. Semoga Kristus, matahari sejati, tetap bersinar dalam hati kami, supaya kami diizinkan masuk ke dalam cahaya yang Kaudiami. Sebab Dialah PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - SELASA

Doa Tobat

P: Selama kusembunyikan dosaku, batinku tertekan,*
dan aku mengeluh sepanjang hari.
U: Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.
P: Aku mengakui dosaku di hadapanMu, Tuhan,*
dan kesalahanku tidak kusembunyikan.
U: Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.
P: Nasib orang berdosa sengsara belaka,*
tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.
U: Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Mazmur 142 (143),1-11

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah permohonanku.

Demi kesetiaanMu jawablah aku,*
kabulkanlah doaku demi keadilanMu.

Janganlah mengajukan daku ke pengadilanMu,*
karena tak seorangpun dapat dibenarkan di hadapanMu.

Sebab musuh mengejar aku,*
dan mencampakkan nyawaku ke alam maut.

Ia menjebloskan daku ke dalam kegelapan,*
tiada bedanya aku dengan orang mati.

Semangatku lemah lesu dalam batinku,*
hatiku membeku dalam diriku.

Maka teringatlah aku akan masa lampau,+
aku mengenangkan segala karyaMu,*
dan merenungkan perbuatan tanganMu.

Aku menadahkan tanganku kepadaMu,*
aku haus akan Dikau bagaikan tanah yang tandus.

Ya Tuhan, datanglah segera dan jawablah aku,*
sebab habislah semangatku, ya Allah.

Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku,*
jangan sampai aku turun ke liang kubur.

Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar,*
sebab kepadaMu aku percaya.

Tunjukkanlah jalan yang harus kutempuh,*
sebab kepadaMu kuarahkan hatiku.

Bebaskanlah aku dari musuh, ya Tuhan,*
sebab padaMu aku berteduh.

Ajarlah aku melaksanakan kehendakMu,*
sebab Engkaulah Allahku.

Semoga kebaikan hatiMu menuntun daku,*
di jalan yang rata.

Demi namaMu, ya Tuhan, hidupkanlah aku,*
demi keadilanMu bebaskanlah aku dari musuh.

Ant.: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Bacaan singkat (1Ptr 5,8-9)

Waspadalah dan berjagalah! Sebab setan, musuhmu, berkeliling seperti singa yang mengaum-ngaum mencari mangsanya. Lawanlah dia, teguh dalam iman.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, terangilah malam ini dengan rahmatMu. Semoga kami tidur dengan aman sentosa dan bangun dengan semangat segar untuk menyambut fajar dan hari baru. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Santa Maria, bunda Kristus,
kami berlindung padamu.
Janganlah mengabaikan doa kami,
bila kami dirundung nestapa.
Bebaskanlah kami selalu
dari segala mara bahaya,
ya perawan yang terpuji.

Santo-Santa

Santa Eustakia

Perawan

Eustakia adalah puteri bungsu Santa Paula, janda seorang bangsawan Romawi. Ia dikenal sebagai gadis Romawi pertama yang mengikrarkan kaul kemurnian hidup bagi Kristus. Oleh Santo Hieronymus, pembimbing rohaninya di Betlehem Eustakia diberi julukan "Bunga para Gadis."

Ketika ibunya Paula meninggalkan segala-galanya dan berangkat ke Palestina untuk mengurbankan hidupnya demi Kristus dan kepentingan sesama, Eustakia menemaninya. Ia mau menjadi seperti ibunya dalam hal pengabdian kepada Kristus dan sesama. Di Palestina, mereka berdua bersama-sama mengunjungi berbagai tempat suci yang pernah disinggahi Kristus semasa hidupNya. Paula, ibunya mendirikan sebuah biara di Betlehem dan Eustakia menjadi salah satu anggota biara itu.

Sepeninggal ibunya, Eustakia menjadi pemimpin biara itu di bawah bimbingan Santo Hieronymus. Sebagai pemimpin biara, Eustakia benarbenar menunjukkan teladan hidup yang cemerlang dalam mengamalkan segala kebajikan Kristiani demi kemuliaan Kristus.

Santo Hieronymus sangat mengagumi cara hidup Eustakia. Ada beberapa surat yang ditulisnya kepada Eustakia untuk menunjukkan kekagumannya pada cara hidup Eustakia. Dalam salah satu suratnya

ia menulis: "Eustakia, anakku dan adikku yang terkasih di dalam Kristus, Tuhan! Umurku dan kasih-sayangku memperkenankan aku menggunakan kata-kata seperti itu. Sesungguhnya Tuhan telah menciptakan engkau untuk menjadi orang terkemuka di antara para gadis Romawi. Oleh karena itu, berjuanglah sekuat tenagamu agar tugasmu yang suci mulia itu kau selesaikan sampai tuntas di dalam nama Kristus Tuhan kita. Kiranya kebahagiaan yang telah kauperoleh dari Kristus, tidaklah hilang karena kebodohan yang hanya menuntut pengorbanan yang setengah-setengah."

Sebaliknya cara hidup Eustakia menjadi dorongan moral yang besar bagi Santo Hieronymus dalam usahanya menyelesaikan terjemahan Kitab Suci ke dalam bahasa Latin. Setelah mengabdi Tuhan dalam waktu yang cukup lama, Eustakia meninggal dunia pada tahun 419. Tidak lama kemudian Santo Hieronymus pun menyusuli dia ke dalam kebahagiaan surgawi yang tak kunjung berakhir.

Santo Wenseslaus

Raja Bohemia, Martir

Bila dilihat dengan kacamata Gereja dewasa ini, Wenseslaus dapat dikatakan sebagai seorang awam Katolik yang mewarnai pemerintahan negara dengan asas-asas Kristiani sebagaimana diajarkan Kristus. Sebagai raja negeri Wratislav, Cekoslovakia, Wenseslaus dalam usianya yang masih begitu muda tampil sebagai seorang pemimpin yang berjiwa Kristen. Ia berada di dalam dunia dan berdiri tegak dengan semangat Kristiani memimpin rakyatnya dan menghadapi berbagai gejolak politik di negerinya.

Wenseslaus lahir di sebuah kota dekat Praha pada tahun 907 (buku lain 903). Ayahnya, Wratislaw, adalah seorang pangeran,dan penguasa negeri Bohemia yang dikenal saleh dan bijaksana. Ia memimpin rakyatnya berdasarkan asas-asas ajaran Kristiani. Ibunya, Dragomira, dikenal angkuh, gila hormat dan kuasa. Ia masih bermental kafir dan akrab dengan orang-orang kafir. Oleh karena kekafiran isterinya Dragomira, Wratislaw mempercayakan pendidikan anaknya kepada ibu kandungnya Ludmila. Ludmila, nenek Wenseslaus, dikenal sebagai seorang wanita yang saleh dan baik hati. Ia menyekolahkan Wenseslaus di Budetch, sebuah sekolah Latin yang tinggi mutunya.

Ketika Wenseslaus berusia 13 tahun, ayahnya meninggal dunia sewaktu memerangi kaum Magyars pada tahun 920. Dengan itu kekuasaan kerajaan jatuh ke tangan ibunya, Dragomira. Watak kekafiran Dragomira benar-benar terlihat jelas di dalam caranya memerintah. Ia menimbulkan banyak kekacauan karena menyokong orang-orang kafir untuk menyerang para pemimpin Katolik beserta seluruh umat. Korban pertama ialah Ludmila, ibu kandung Wratislaw, yang mendidik dan membesarkan Wenseslaus. Ludmila mati dicekik oleh kaki tangan Dragomira.

Pembunuhan atas Ludmila semakin memperburuk situasi negara. Dari dalam dan dari luar Bohemia datang banyak reaksi keras. Pangeran Bayern memaksa Dragomira meletakkan jabatannya dan mendesak Wenseslaus naik takhta menggantikan ibunya yang korup itu. Wenseslaus yang baru berusia 15 tahun mengambil alih kekuasaan pada tahun 922. Dengan dukungan banyak orang, ia memimpin rakyatnya. Cita-citanya ialah mewujudkan suatu negara yang adil dan makmur berlandaskan asas-asas Kristiani. Dengan seluruh sikap hidupnya, Wenseslaus berhasil memimpin rakyatnya. Ia dikenal sebagai seorang raja yang saleh, berani dan murah hati terutama kepada para janda dan anak yatim-piatu. Ia meringankan beban hidup orang-orang miskin, mengunjungi para tawanan untuk menghibur mereka. Lebih dari itu konon pada musim dingin ia sendiri menghantar kayu bakar kepada keluarga-keluarga miskin di sekitarnya.

Karyanya diletakkan di atas landasan iman yang kokoh. Ia menaruh devosi yang tinggi terhadap Sakramen Mahakudus. Kerapkali ia sendiri menjadi misdinar yang melayani imam pada waktu perayaan Ekaristi. Sering ia mengunjungi gereja pada tengah malam untuk berdoa di hadapan Sakramen Mahakudus. Tetapi sebagaimana biasa kepemimpinan yang jujur dan adil senantiasa tidak luput dari berbagai rintangan bahkan ancaman. Banyak pembesar kerajaan tidak senang dengan Wenseslaus karena kejujuran dan keadilannya. Pemimpin para lawannya ialah adik kandungnya sendiri, yaitu Boleslaw yang didukung oleh Dragomira. Bersama pembesar lainnya, Boleslaw berusaha membunuh Wenseslaus dan melenyapkan agama Katolik dari bumi Bohemia. Untuk itu mereka mencari kesempatan emas yang tepat untuk pelaksanaan niat jahat itu.

Kelahiran putera sulung Boleslaw merupakan kesempatan emas itu. Boleslaw mengadakan suatu perjamuan besar untuk merayakan kelahiran puteranya. Ia mengundang Wenseslaus bersama seluruh pembesar kerajaan. Pada kesempatan itulah, Boleslaw menyerang kakaknya dari belakang dan menusuknya dengan sebilah pedang. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Wenseslaus berkata: "Adikku, semoga Tuhan mengampuni engkau." Wenseslaus adalah awam Katolik yang tangguh. Ia dibunuh karena perjuangannya menegakkan kebenaran dan keadilan, kejujuran dan cinta kasih sepanjang masa pemerintahannya. Memang ia mati sebagai seorang negarawan, namun apa yang diperjuangkan dan dipertahankannya sesungguhnya nilai-nilai hidup yang abadi berdasarkan ajaran Kristus dan GerejaNya. Oleh karena itu ia digelari sebagai Saksi Iman, Martir Kristus. Makamnya dikunjungi oleh banyak peziarah. Ia dihormati sebagai pelindung negeri Cekoslovakia modern dan dikenal sebagai tokoh awam Katolik yang mampu menerjemahkan ajaran-ajaran iman di dalam penyelenggaraan pemerintahan negara. Banyak mujizat terjadi atas orang-orang yang berdoa dengan perantaraannya. Tetapi mujizat terbesar ialah pertobatan Boleslaw adiknya, pembunuh yang bengis itu. Wenseslaus baru berusia 22 tahun ketika ia gugur sebagai pelindung Gereja Kristus serta pembela keadilan dan kejujuran.