Minggu, 29 Agustus 2027
Minggu XXII Masa Biasa
Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Ulangan 4:1-2,6-8
"Maka sekarang, hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu. Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya, dengan demikian kamu berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu. Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi. Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti TUHAN, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepada-Nya? Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini, yang kubentangkan kepadamu pada hari ini?
Mazmur Tanggapan Mazmur 15:2-5
Bacaan Kedua Yakobus 1:17-18,21b-22,27
Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya. Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.
Bacaan Injil Markus 7:1-8,14-15,21-23
Pada suatu kali serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus. Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh. Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka; dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga. Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: "Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?" Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia." Lalu Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: "Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah. Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya." sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."
Renungan
Bersih Sampai ke Dalam
Sejak pandemi, kita menjadi bangsa yang rajin mencuci tangan. Ada sabun di depan warung, ada cairan pembersih di dalam tas. Kebersihan luar kini nyaris menjadi refleks. Dan itu baik. Tetapi bacaan-bacaan hari ini mengajukan pertanyaan yang lebih dalam: yang di dalam, siapa yang membersihkan? Belum ada sabun yang dijual untuk hati.
Orang Farisi menegur murid-murid Yesus yang makan tanpa membasuh tangan menurut adat. Bagi mereka, pembasuhan adalah pagar kesalehan. Yesus menjawab dengan mengutip Yesaya: bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Lalu Ia mengucapkan kalimat yang membalik cara pandang: bukan yang masuk dari luar yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari dalam. Dari hati, kata-Nya, timbul pikiran jahat, keserakahan, kelicikan, iri hati, kesombongan.
Daftar itu terasa akrab, bukan? Tidak satu pun bisa dibersihkan dengan sabun. Iri hati tidak luntur oleh air; kesombongan tidak hilang digosok.
Yesus tidak sedang meremehkan aturan. Bacaan pertama justru memuji hukum Taurat sebagai kebijaksanaan Israel yang membuat bangsa-bangsa kagum. Masalahnya bukan aturannya, melainkan putusnya hubungan antara aturan dan hati. Ritual yang berjalan sendiri, tanpa kasih yang menggerakkannya, hanyalah cuci tangan yang tidak menyentuh apa-apa.
Yakobus dalam bacaan kedua memberi ukuran yang bisa dipegang: hendaklah kamu menjadi pelaku firman, bukan hanya pendengar. Lalu ia mendefinisikan ibadah yang murni dengan cara yang mengejutkan: mengunjungi yatim piatu dan janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga diri tidak dicemarkan dunia. Ibadah sejati punya dua arah sekaligus: keluar kepada yang menderita, ke dalam menjaga hati.
Maka baiklah kita periksa diri dengan jujur. Rajin ke gereja itu indah; apakah kasihnya terbawa pulang? Fasih berdoa itu baik; apakah lidah yang sama ramah kepada orang serumah? Penampilan rohani bisa dilatih, tetapi Allah memandang hati. Ia tidak terkecoh oleh labur putih kita.
Kabar baiknya, kita tidak dibiarkan membersihkan hati sendirian. Yakobus menyebut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. Firman itu seperti air yang bekerja dari dalam, asal kita memberinya waktu: dibaca, direnungkan, dilakukan. Pelan-pelan ia melarutkan yang keras dan membilas yang keruh.
Pekan ini, mari pilih satu isi hati yang paling sering keluar mencemari, lalu bawa sungguh-sungguh ke hadapan Tuhan. Sebutkan namanya dengan jujur dalam doa, dan mintalah Ia membasuhnya.
Tuhan, ciptakanlah hati yang bersih dalam diriku, dan jadikanlah aku pelaku firman-Mu. Amin.
Invitatorium
MINGGU II PAGI
Pembukaan
Ant. Datanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Datanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Minggu Biasa
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Lihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.
Mazmur 1
Ant. Lihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.
Ant. Lihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.
Ant. Lihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.
Ant. Lihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.
Ant. 2 Inilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Mazmur 2
Para penguasa bumi bersatu untuk menggulingkan Yesus, Putra-Mu yang diurapi (Kisah Para Rasul 4:27).
Ant. Inilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Ant. Inilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Ant. Inilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Ant. Inilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Ant. Inilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Ant. Inilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Ant. 3 Tuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkat aku dalam kemuliaan.
Mazmur 3
Ant. Tuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkat aku dalam kemuliaan.
Ant. Tuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkat aku dalam kemuliaan.
Ant. Tuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkat aku dalam kemuliaan.
Ant. Tuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkat aku dalam kemuliaan.
Ant. Tuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkat aku dalam kemuliaan.
BACAAN
RESPONSORIUM Zefanya 2:3; Lukas 6:20
RESPONSORIUM Mazmur 96:11; Yesaya 49:13; Mazmur 72:7
TE DEUM
DOA PENUTUP
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan. Alleluya.
Mazmur 117 (118)
Ant.1: Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan. Alleluya.
Ant.2: Marilah kita memuji Allah kita. Alleluya.
Dan 3,52-57
(Kemuliaan tidak diucapkan)
Ant.2: Marilah kita memuji Allah kita. Alleluya.
Ant.3: Pujilah Tuhan karena kemuliaanNya yang besar. Alleluya.
Mazmur 150
Ant.3: Pujilah Tuhan karena kemuliaanNya yang besar. Alleluya.
Bacaan Singkat (Yeh 36,25-27)
Lagu Singkat
Ant.Kidung (Mi II): Para murid datang dan melihat tempat Yesus tinggal. Hari itu mereka tinggal bersama Yesus.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Para murid datang dan melihat tempat Yesus tinggal. Hari itu mereka tinggal bersama Yesus.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
MINGGU II SIANG
Madah
Ant.1: Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, alleluya.
Mazmur 22 (23)
Ant.1: Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, alleluya.
Ant.2: Di Israel nama Tuhan termasyhur, alleluya.
Mazmur 75 (76)
Ant.2: Di Israel nama Tuhan termasyhur, alleluya.
Ant.3: Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, alleluya.
Ant.3: Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, alleluya.
Bacaan singkat (Rom 8,26)
Madah
Ant.1: Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.
Ant.1: Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.
Ant.2: Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Ant.2: Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Ant.3: Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar. Alleluya.
Ant.3: Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar. Alleluya.
Bacaan singkat (2Tes 2,13-14)
Ant.Kidung (Mi II): Ada perkawinan di Kana Galilea. Yesus dan Maria ibuNya hadir juga.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Ada perkawinan di Kana Galilea. Yesus dan Maria ibuNya hadir juga.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
MINGGU II SORE II
Madah
Ant.1: Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.
Ant.1: Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.
Ant.2: Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Ant.2: Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Ant.3: Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar. Alleluya.
Ant.3: Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar. Alleluya.
Bacaan singkat (2Tes 2,13-14)
Ant.Kidung (Mi II): Ada perkawinan di Kana Galilea. Yesus dan Maria ibuNya hadir juga.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Ada perkawinan di Kana Galilea. Yesus dan Maria ibuNya hadir juga.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU II
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat (Why 22,4-5)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Kemartiran S. Yohanes Pembaptis
Peringatan Wajib
Peringatan ini mengenangkan wafat Santo Yohanes Pembaptis, sang pendahulu Tuhan, yang menumpahkan darahnya demi membela kebenaran dan kesucian perkawinan. Bila kelahirannya dirayakan pada 24 Juni, maka pada 29 Agustus Gereja memperingati kemartirannya.
Kisahnya dituturkan dalam Injil (Mrk 6:17-29). Yohanes dengan berani menegur Raja Herodes Antipas yang mengambil Herodias, istri saudaranya sendiri, sebagai istri. Karena teguran itu ia dipenjarakan. Pada perjamuan ulang tahun Herodes, putri Herodias menari dan menyenangkan hati raja, lalu atas hasutan ibunya ia meminta kepala Yohanes di atas sebuah talam. Herodes yang terikat sumpah di depan para tamu memerintahkan Yohanes dipenggal.
Yohanes gugur bukan karena mengaku iman kepada Kristus secara langsung, melainkan karena tidak mau berkompromi dengan dosa dan ketidakadilan. Ia menjadi teladan nabi sejati yang berani berkata benar di hadapan penguasa, meski nyawanya menjadi taruhan. Karena itulah Gereja menghormatinya sebagai martir.
Peringatan liturgis atas wafat Yohanes termasuk salah satu yang tertua dalam tradisi Gereja, baik di Timur maupun di Barat, dan sudah dirayakan sejak abad-abad awal. Bagi umat hari ini, Yohanes mengajarkan keteguhan hati: kebenaran berasal dari Allah, dan mewartakannya kadang menuntut pengorbanan sampai tuntas.
Santa Sabina
Martir
Sabina adalah isteri seorang bangsawan Romawi Kristen bernama Valentinus. Ia menjadi Kristen di bawah bimbingan Seraphia, seorang gadis Kristen yang saleh. Sabin-lah yang mengurusi pemakaman Seraphia ketika ia dibunuh oleh kaki tangan kaisar Hadrianus pada abad kedua. Perbuatannya ini akhirnya juga menyebabkan dia ditangkap dan dibunuh. Sabina dihormati sebagai pelindung ibu rumah tangga dan anak-anak.
Wafatnya Santo Yohanes Pembaptis
Pada tanggal 24 Juni Gereja merayakan pesta kelahiran Yohanes Pembaptis; sedangkan pada hari ini, 29 Agustus, Gereja mengajak seluruh umat untuk memperingati kemartirannya. Kemartiran Yohanes berkaitan erat dengan tegurannya yang pedas kepada raja Herodes, karena ia memperistri Herodias, istri Filipus, saudaranya secara tidak sah. Herodes marah dan mencampakkan Yohanes kedalam penjara. Herodias pun marah dan tidak henti-hentinya berusaha mencari kesempatan untuk membunuh Yohanes.
Kesempatan emas itu akhirnya tiba juga. Pada hari ulang tahunnya, Herodes mengadakan jamuan makan untuk para petinggi kerajaan di seluruh Galilea. Kesempatan ini dimanfaatkan Herodias untuk melaksanakan niat jahatnya atas diri Yohanes. Ia menyuruh puterinya menari di hadapan para tamu. Tariannya sungguh menawan hati para tamu yang sudah mulai mabuk itu. Herodes tampak bangga dan gembira. Terdorong karena kebanggaannya itu, Herodes berkata kepada gadis itu: “Mintalah kepadaku apa saja menurut kehendakmu. Aku akan memberikannya kepadamu.” Herodes bahkan bersumpah di hadapan para tamu: “Apa saja yang kauminta, akan kuberikan, sekalipun separuh dari kerajaanku.” Gadis itu tidak tahu apa yang harus dimintanya. Karena itu ia berlari kepada ibunya Herodias untuk meminta pendapatnya. Tanpa banyak pikir, Herodias berkata: “Kepala Yohanes Pembaptis”.
Gadis itu segera menghadap Herodes dan berkata: “Berikanlah aku di sini kepada Yohanes Pembaptis di dalam sebuah talam.” Herodes sedih tetapi karena sumpahnya dan karena malu kepada tamu-tamunya, ia segera memerintahkan pengawal-pengawalnya untuk memenggal kepala Yohanes pembaptis pada hari itu juga. Injil Matius 14 mengatakan bahwa kepala Yohanes itu diletakkan dalam sebuah talam dan diberikan kepada putri Herodias itu.
Karena kesetiaannya kepada Allah dan penggilannya sebagai nabi pendahulu Yesus, Yohanes mati dibawah kuasa kelaliman Herodes. Ia mati dibunuh pada tahun 31.