Minggu, 25 Juli 2027
Minggu XVII Masa Biasa
Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama 2 Korintus 4:7-15
Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini. Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu. Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata", maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata. Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya. Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.
Mazmur Tanggapan Mazmur 126:1-6
Bacaan Injil Matius 20:20-28
Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu." Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?" Kata mereka kepada-Nya: "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka: "Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya." Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."
Renungan
Gerabah
Di dapur rumah lama biasanya ada kendi tanah liat. Retak halus di bibirnya, warnanya kusam, tetapi airnya selalu paling sejuk. Tidak ada orang memajang kendi di lemari kaca. Gerabah dibuat untuk dipakai, bukan dipamerkan. Dari tanah ia dibentuk, dibakar, dipakai bertahun-tahun, sampai suatu hari pecah dan kembali ke tanah.
Paulus memakai gambaran itu untuk hidupnya: harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. Ia tidak menyangkal harta di dalamnya, ia hanya jujur soal wadahnya. Ditindas namun tidak terjepit, habis akal namun tidak putus asa. Retak boleh, pecah tidak. Justru lewat retakan itulah terang isinya kelihatan.
Tanggal dua puluh lima Juli biasanya Gereja memestakan Santo Yakobus; tahun ini pestanya tergeser oleh hari Minggu, tetapi Injil yang kita dengar tetap berkisah tentang dia. Dan kisahnya sama sekali tidak gagah. Ibunya datang kepada Yesus meminta jatah: dua kursi, kanan dan kiri, untuk kedua anaknya. Naluri yang sangat manusiawi. Setiap orang tua ingin anaknya duduk di tempat terhormat, dan setiap kita ingin naik.
Yesus tidak memarahi. Ia mengajukan pertanyaan: dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum? Mereka menjawab ringan, kami dapat, mungkin sambil membayangkan cawan kehormatan. Padahal yang dimaksud cawan penderitaan. Lalu Yesus membalik seluruh anak tangga dunia: barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya.
Dua bacaan ini bertemu di satu titik: kemuliaan menurut Allah tidak berbentuk kursi, melainkan cawan. Bukan porselen di lemari kaca, melainkan gerabah yang tiap hari dipakai menuang bagi orang lain. Yakobus akhirnya memahami itu. Ia meminum cawan itu sungguh-sungguh: menjadi rasul pertama yang mati dibunuh karena imannya.
Kita hidup di tengah lomba memperebutkan kursi: jabatan, panggung, pengakuan. Injil hari ini tidak melarang kita menjadi besar. Ia hanya menukar rutenya. Mau besar? Silakan. Ambillah kain lap, cucilah piring, layani yang paling belakang. Dan bila hidup kita terasa retak di sana-sini, jangan berkecil hati. Allah justru memilih bejana retak, supaya jelas terangnya milik siapa. Kursi bisa direbut orang lain; cawan yang sudah diminum tidak.
Pekan ini, satu latihan kecil: sekali sehari, pilihlah melayani tanpa ketahuan, tanpa unggahan, tanpa laporan.
Tuhan Yesus, aku ini gerabah biasa. Isilah aku dengan harta-Mu, dan pakailah aku sampai tandas untuk melayani. Amin.
Invitatorium
MINGGU I PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Minggu dalam Masa Biasa
MADAH
Pada hari ini, hari pertama,
PSALMODI
Ant. 1 Siapakah yang dapat mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Mazmur 24
Masuknya Tuhan ke dalam bait-Nya
dunia dan semua penduduknya.
Ant. Siapakah yang dapat mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Ant. Siapakah yang dapat mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Ant. Siapakah yang dapat mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Ant. Siapakah yang dapat mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Ant. Siapakah yang dapat mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Ant. Siapakah yang dapat mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Ant. Siapakah yang dapat mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Ant. Siapakah yang dapat mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Ant. 2 Pujilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup, alleluya.
Mazmur 66
Madah Ekaristi
Nyanyikanlah kemuliaan nama-Nya.
Ant. Pujilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup, alleluya.
Ant. Pujilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup, alleluya.
Ant. Pujilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup, alleluya.
Ant. Pujilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup, alleluya.
Ant. Pujilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup, alleluya.
Ant. Pujilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup, alleluya.
Ant. Pujilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup, alleluya.
Ant. Pujilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup, alleluya.
Ant. 3 Dengarkanlah aku, hai semua yang takut akan Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Dia lakukan bagiku, alleluya.
Ant. Dengarkanlah aku, hai semua yang takut akan Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Dia lakukan bagiku, alleluya.
Ant. Dengarkanlah aku, hai semua yang takut akan Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Dia lakukan bagiku, alleluya.
Ant. Dengarkanlah aku, hai semua yang takut akan Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Dia lakukan bagiku, alleluya.
Ant. Dengarkanlah aku, hai semua yang takut akan Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Dia lakukan bagiku, alleluya.
Ant. Dengarkanlah aku, hai semua yang takut akan Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Dia lakukan bagiku, alleluya.
Ant. Dengarkanlah aku, hai semua yang takut akan Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Dia lakukan bagiku, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM Mazmur 94:18-19
RESPONSORIUM 1 Timotius 4:12, 16, 15
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.
Mazmur 62
Ant.1: Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.
Ant.2: Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Ant.2: Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.
Ant.3: Para warga Sion bersukaria atas Rajanya. Alleluya.
Mazmur 149
Ant.3: Para warga Sion bersukacita atas Rajanya. Alleluya.
Bacaan Singkat (Why 7,10.12)
Lagu Singkat
Ant.Kidung (Mi V): Pagi-pagi buta sebelum fajar menyingsing, Yesus bangun dari tidur dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Di sana Ia berdoa.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Pagi-pagi buta sebelum fajar menyingsing, Yesus bangun dari tidur dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Di sana Ia berdoa.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
MINGGU I SIANG
Madah
Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Ant.3: Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Ant.3: Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Bacaan singkat (Gal 6,9-10)
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
MINGGU I SORE II
Madah
Ant.1: Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.
Ant.1: Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.
Ant.2: Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.
Mazmur 113
Ant.2: Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.
Ant.3: Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Why 19,1-7
Ant.3: Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Bacaan singkat (2Kor 1,3-4)
Ant.Kidung (Mi V): Guru, semalam-malaman kami bekerja keras dan tidak menangkap seekorpun. Tetapi atas perintahMu, aku akan menebarkan jala.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Guru, semalam-malaman kami bekerja keras dan tidak menangkap seekorpun. Tetapi atas perintahMu, aku akan menebarkan jala.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU II
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat (Why 22,4-5)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
S. Yakobus Rasul
Rasul dan Martir · abad ke-1
Yakobus adalah putra Zebedeus dan saudara Rasul Yohanes. Ia sering disebut Yakobus Tua untuk membedakannya dari rasul lain yang bernama sama. Bersama ayahnya, ia seorang nelayan di Danau Galilea ketika Yesus memanggilnya meninggalkan jala dan perahu untuk mengikuti-Nya.
Yakobus termasuk lingkaran terdekat Yesus. Bersama Petrus dan Yohanes, ia hadir pada peristiwa-peristiwa istimewa, seperti pemuliaan Yesus di gunung Tabor dan doa Yesus yang penuh derita di Taman Getsemani. Karena semangatnya yang berapi-api, Yesus menjuluki Yakobus dan Yohanes Boanerges, anak-anak guruh.
Ia menjadi rasul pertama yang mati syahid. Kisah Para Rasul mencatat bahwa Raja Herodes Agripa memerintahkan agar ia dipenggal dengan pedang di Yerusalem, sekitar tahun 44. Menurut tradisi kemudian, Yakobus sempat mewartakan Injil di Spanyol, dan makamnya di Santiago de Compostela menjadi salah satu tujuan ziarah terbesar sepanjang sejarah Kristen. Para peziarah menempuh jalan panjang menuju makamnya sambil mengenakan lambang kerang.
Pelindung: Spanyol, para peziarah, dan para pekerja.
Santo Yakobus Tua
Rasul
Yakobus adalah anak Zebedues, kakak Yohanes Rasul. Ia disebut Yakobus Tua sekedar untuk membedakan dia dari Yakobus Muda, yang juga seorang Rasul Yesus. Sebutan itu disesuaikan dengan kondisi tubuhnya yang tinggi dan besar serta umurnya yang lebih tua daripada Yakobus Muda. Yesus memanggil dia bersama adiknya Yohanes sebagai muridNya tatkala mereka sedang memperbaiki pukatnya di tepi pantai Genezareth. Jelaslah bahwa mereka adalah nelayan.
Bersama dengan Petrus dan Yohanes, Yakobus Tua termasuk kelompok Rasul inti yang dipilih Yesus. Mereka bertiga turut menyaksikan peristiwa pemuliaan Yesus di gunung Tabor dan peristiwa sakratul maut Yesus di taman Zaitun. Yakobus Tua adalah seorang Rasul yang kokoh iman-kepercayaannya dan sangat setia kepada Yesus. Dialah yang menyuruh Yesus menjatuhkan api dari langit untuk memusnahkan orang-orang Samaria yang tidak mau menerima Yesus dan murid-muridNya. Mungkin karena kedudukan mereka dalam kelompok keduabelasan sebagai Rasul Inti dan karena semangat imannya, Yesus menamakan kedua Rasul bersaudara itu (Yakobus Tua dan Yohanes) "Putera-putera Halilintar".
Ibunya meminta kepada Yesus agar diberi kedudukan terhormat dalam Kerajaan Kristus. Terhadap permintaan ini, Yesus dengan tenang meminta mereka memikirkan apakah mereka sanggup meminum piala penderitaanNya. Ketika mereka mengatakan 'sanggup meminumnya', Yesus mengatakan bahwa mereka akan meminum piala penderitaan itu, namun hal duduk di dalam Kerajaan Allah hanyalah diberikan kepada orang yang berkenan kepada Allah Bapa.
Ramalah Yesus akan kematian Yakobus segera terpenuhi. Yakobuslah Rasul yang pertama minum piala kemartiran. Atas perintah Herodes Agripa I, ia dijatuhi hukuman pancung pada tahun 43/44. Menurut tradisi yang berkembang Yakobus mengunjungi Spanyol sebelum kematiannya. Relikiunya sangat dihormati di Santiago de Compostela, Spanyol. Tempat ini sekarang menjadi suatu tempat ziarah termasyur.