Kamis, 1 Juli 2027

Kamis XIII Masa Biasa

Bacaan Misa

Bacaan Pertama Kejadian 22:1b-19

Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan." Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu." Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh. Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu." Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?" Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan." Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku." Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan." Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham, kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri--demikianlah firman TUHAN--:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku." Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.

Mazmur Tanggapan Mazmur 115:1-6,8-9

Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu!
Mengapa bangsa-bangsa akan berkata: "Di mana Allah mereka?"
Allah kita di sorga; Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya!
Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia,
mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat,
mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium,
Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya.
Hai Israel, percayalah kepada TUHAN! --Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka.

Bacaan Injil Matius 9:1-8

Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri. Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni." Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: "Ia menghujat Allah." Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: "Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:"Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" Dan orang itupun bangun lalu pulang. Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.

Renungan

Iman yang Menggotong

Di kampung, orang sakit jarang berangkat sendiri. Ada yang memapah, ada yang meminjamkan motor, ada yang menggotong dengan kain sarung. Sakit satu orang, yang bergerak satu RT.

Kemarin kita mendengar Yesus diusir dari daerah Gerasa. Hari ini Ia menyeberang pulang ke kota-Nya, dan disambut sebuah gotongan: seorang lumpuh yang dibawa teman-temannya. Perhatikan kalimat Matius: ketika Yesus melihat iman mereka. Bukan iman si lumpuh saja. Iman para penggotong.

Kita sering mengira iman itu urusan pribadi, tabungan rohani atas nama sendiri. Injil hari ini berkata lain. Iman bisa dititipkan. Iman bisa gotong royong. Orang lumpuh itu sampai ke hadapan Yesus di atas iman orang lain, seperti pasien sampai ke puskesmas di atas bahu tetangganya. Novena bersama, misa untuk orang sakit, ujud yang dititipkan lewat lingkungan: semuanya bentuk tandu yang sama.

Dan lihat pemberian pertama Yesus: bukan kesembuhan, melainkan pengampunan. Dosamu sudah diampuni. Yang paling lumpuh dari kita memang sering bukan kaki, melainkan hati yang berat oleh salah dan sesal.

Hari ini, siapa yang sedang kita gotong dalam doa? Atau jangan-jangan kita yang sedang digotong, tanpa kita tahu?

Tuhan, terima kasih untuk orang-orang yang menggotong aku dengan doanya. Jadikan imanku tandu bagi mereka yang tak sanggup melangkah. Amin.

Invitatorium

KAMIS I PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menyembah Tuhan, sebab Dialah Allah kita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Marilah kita menyembah Tuhan, sebab Dialah Allah kita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan Kamis Pekan Biasa
Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Aku Tuhan yang membawa terang melalui awan

Biarlah Langit menghujankan kebenaran

Biarlah bumi terbuka, dan keselamatan berbuah;

Biarlah Langit menghujankan kebenaran

Akulah Tuhan, Allahmu, di samping-Ku tiada allah lain

Aku memanggilmu dengan namamu, biarlah Langit menghujankan kebenaran

Aku, Tuhan, telah menciptakannya.
Aku Tuhan yang membawa terang melalui awan

Biarlah Langit menghujankan kebenaran

Biarlah bumi terbuka, dan keselamatan berbuah;

Biarlah Langit menghujankan kebenaran

Akulah Tuhan, Allahmu, di samping-Ku tiada allah lain

Aku memanggilmu dengan namamu, biarlah Langit menghujankan kebenaran

Aku, Tuhan, telah menciptakannya.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Kekuatan mereka sendiri tidak dapat menyelamatkan mereka; itu adalah kekuatan-Mu dan terang wajah-Mu.

Mazmur 44

Kemalangan umat Allah

Kita mengalahkan semua ini melalui Dia yang mengasihi kita (Roma 8:37).

I
Dengan telinga kami sendiri kami mendengar, ya Allah,

nenek moyang kami telah menceritakan kepada kami kisah

tentang hal-hal yang Engkau lakukan pada zaman mereka,

Engkau sendiri, pada zaman dahulu kala.
Untuk menanam mereka, Engkau mencabut bangsa-bangsa:

untuk membiarkan mereka menyebar, Engkau merendahkan bangsa-bangsa.

Bukan pedang mereka sendiri yang memenangkan tanah;

bukan lengan mereka sendiri yang membawa mereka kemenangan.

Itu adalah tangan kanan-Mu, lengan-Mu

dan terang wajah-Mu: karena Engkau mengasihi mereka.
Engkaulah, rajaku, Allahku,

yang memberikan kemenangan kepada Yakub.

Melalui Engkau kami mengalahkan musuh-musuh kami;

dalam nama-Mu kami menginjak-injak penyerang kami.
Karena bukan pada busurku aku percaya

pun bukan oleh pedangku aku diselamatkan:

Engkaulah yang menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,

Engkaulah yang mempermalukan musuh-musuh kami.

Sepanjang hari kebanggaan kami ada pada Allah

dan kami memuji nama-Mu tanpa henti.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Kekuatan mereka sendiri tidak dapat menyelamatkan mereka; itu adalah kekuatan-Mu dan terang wajah-Mu.

Ant. 2 Kembalilah kepada Tuhan; Ia tidak akan menyembunyikan wajah-Nya.

II
Namun sekarang Engkau telah menolak kami, mempermalukan kami:

Engkau tidak lagi maju bersama tentara kami.

Engkau membuat kami mundur dari musuh

dan musuh-musuh kami menjarah kami sesuka hati.
Engkau membuat kami seperti domba untuk disembelih

dan menyebarkan kami di antara bangsa-bangsa.

Engkau menjual umat-Mu sendiri tanpa harga

dan tidak mengambil keuntungan dari penjualan itu.
Engkau membuat kami menjadi ejekan tetangga kami,

bahan tertawaan semua orang yang dekat.

Di antara bangsa-bangsa, Engkau menjadikan kami pepatah,

di antara bangsa-bangsa menjadi bahan cemoohan.
Sepanjang hari aibku ada di hadapanku:

wajahku tertutup rasa malu

mendengar suara pencemooh, pengejek,

melihat musuh dan pembalas.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Kembalilah kepada Tuhan; Ia tidak akan menyembunyikan wajah-Nya.

Ant. 3 Bangunlah, Tuhan, jangan tinggalkan kami selamanya.

III
Ini menimpa kami meskipun kami tidak melupakan-Mu;

meskipun kami tidak berkhianat terhadap perjanjian-Mu,

meskipun hati kami tidak menyimpang;

meskipun kaki kami tidak menyimpang dari jalan-Mu.

Namun Engkau telah menghancurkan kami di tempat kesedihan

dan menutupi kami dengan bayangan kematian.
Apakah kami telah melupakan nama Allah kami

atau mengulurkan tangan kami kepada allah lain

tidakkah Allah akan mengetahuinya,

Dia yang mengetahui rahasia hati?

Karena Engkaulah kami menghadapi kematian sepanjang hari

dan dianggap sebagai domba untuk disembelih.
Bangunlah, ya Tuhan, mengapa Engkau tidur?

Bangunlah, jangan tolak kami selamanya!

Mengapa Engkau menyembunyikan wajah-Mu

dan melupakan penindasan dan kesengsaraan kami?
Karena kami direndahkan sampai ke debu;

tubuh kami tergeletak di bumi.

Bangunlah dan datanglah menolong kami!

Tebuslah kami karena kasih-Mu!
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Yesus, Engkau telah menubuatkan bahwa kami akan turut serta dalam penganiayaan yang membawa-Mu kepada kematian yang kejam. Gereja yang terbentuk dengan harga darah-Mu yang mahal bahkan sekarang disesuaikan dengan Sengsara-Mu; semoga ia diubah, sekarang dan selamanya, oleh kuasa kebangkitan-Mu.

Ant. Bangunlah, Tuhan, jangan tinggalkan kami selamanya.

Hening Kudus (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Biarlah terang wajah-Mu bersinar atasku, ya Tuhan.

Ajarlah aku jalan kesucian-Mu.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Pertama Samuel

21:2-10; 22:1-5

Pelarian Daud
Daud pergi kepada Ahimelekh, imam di Nob, yang datang dengan gemetar menemuinya dan bertanya, "Mengapa engkau sendirian? Apakah tidak ada orang bersamamu?" Daud menjawab imam itu: "Raja memberi aku tugas dan menyuruhku untuk tidak memberitahukan apa pun tentang urusan yang ia kirimkan kepadaku atau tugas yang ia berikan kepadaku. Karena alasan itu aku telah mengatur tempat pertemuan dengan orang-orangku. Sekarang apa yang ada padamu? Beri aku lima roti, atau apa pun yang dapat kau temukan." Tetapi imam itu menjawab Daud, "Aku tidak punya roti biasa, hanya roti kudus; jika orang-orang itu telah menjauhkan diri dari wanita, engkau boleh memakan sebagian dari itu." Daud menjawab imam itu: "Kami memang telah dipisahkan dari wanita seperti pada kesempatan sebelumnya. Setiap kali aku pergi dalam perjalanan, semua pemuda dikuduskan — bahkan untuk perjalanan sekuler. Apalagi hari ini, ketika mereka dikuduskan dalam senjata!" Maka imam itu memberinya roti kudus, karena tidak ada roti lain selain roti sajian yang telah diambil dari hadapan Tuhan dan diganti dengan roti segar ketika diambil. Salah satu hamba Saul ada di sana hari itu, ditahan di hadapan Tuhan; namanya Doeg orang Edom, dan ia adalah kepala algojo Saul.
Daud kemudian bertanya kepada Ahimelekh: "Apakah engkau punya tombak atau pedang? Aku tidak membawa pedang maupun senjataku, karena urusan raja mendesak." Imam itu menjawab: "Pedang Goliat orang Filistin, yang engkau bunuh di Lembah Tarbantin, ada di sini terbungkus jubah di belakang efod. Jika engkau ingin mengambilnya, ambillah; tidak ada pedang di sini kecuali yang itu." Daud berkata: "Tidak ada yang menandinginya. Berikan kepadaku!"
Daud meninggalkan Gat dan melarikan diri ke gua Adulam. Ketika saudara-saudaranya dan anggota keluarganya yang lain mendengarnya, mereka datang kepadanya di sana. Ia bergabung dengan semua orang yang dalam kesulitan atau berutang, atau yang pahit hati, dan ia menjadi pemimpin mereka. Sekitar empat ratus orang bersamanya.
Dari sana Daud pergi ke Mizpa di Moab dan berkata kepada raja Moab, "Biarlah ayah dan ibuku tinggal bersamamu, sampai aku mengetahui apa yang akan Allah lakukan untukku." Ia meninggalkan mereka bersama raja Moab, dan mereka tinggal bersamanya selama Daud tetap di tempat perlindungan.
Tetapi nabi Gad berkata kepada Daud: "Jangan tinggal di tempat perlindungan. Pergilah, dan pergilah ke tanah Yehuda." Maka Daud pergi dan pergi ke hutan Heret.

RESPONSORIUM Roma 7:6; Markus 2:25,26

Kita telah dibebaskan dari hukum; kita mati terhadap apa yang mengikat kita.

Sekarang kita melayani dalam cara baru Roh dan bukan di bawah perbudakan lama hukum tertulis.
Tidakkah kamu membaca apa yang dilakukan Daud ketika ia lapar? Bagaimana ia masuk ke rumah Allah dan makan roti kudus?

Sekarang kita melayani dalam cara baru Roh dan bukan di bawah perbudakan lama hukum tertulis.
Bacaan Kedua

Dari Homili Santo Gregorius dari Nyssa, Uskup

Allah itu seperti batu yang tak terjangkau
Pertimbangkan perasaan seorang pria yang melihat ke kedalaman laut dari puncak gunung. Ini mirip dengan pengalaman saya sendiri ketika suara Tuhan dari atas, seperti dari puncak gunung, mencapai kedalaman akal budi saya yang tak terduga. Di sepanjang pantai, Anda sering melihat gunung-gunung menghadap laut. Seolah-olah mereka telah terbelah dua, dengan jurang yang curam dari atas ke bawah. Di bagian atas sebuah proyeksi membentuk tepian yang menggantung di atas kedalaman di bawahnya. Jika seorang pria melihat ke bawah dari tepian itu, ia akan diliputi pusing. Dengan cara yang sama jiwa saya menjadi pusing ketika mendengar suara Tuhan yang agung berkata: Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Penglihatan akan Allah ditawarkan kepada mereka yang telah menyucikan hati mereka. Namun, tidak seorang pun pernah melihat Allah. Ini adalah perkataan Santo Yohanes yang agung dan dikonfirmasi oleh pemikiran luhur Santo Paulus, dalam perkataan: Allah adalah Dia yang tidak seorang pun pernah melihat atau dapat melihat. Dia adalah batu yang halus, curam, dan terjal itu, di mana pikiran tidak dapat menemukan tempat istirahat yang aman untuk berpegangan atau mengangkat diri kita. Dalam pandangan Musa, Dia tidak terjangkau. Meskipun segala upaya, pikiran kita tidak dapat mendekati-Nya. Kita terputus oleh perkataan: Tidak seorang pun dapat melihat Allah dan hidup. Namun, melihat Allah adalah hidup yang kekal. Tetapi Yohanes, Paulus, dan Musa, pilar-pilar iman kita, semuanya bersaksi bahwa tidak mungkin melihat Allah. Lihatlah pusing yang mempengaruhi jiwa yang tertarik untuk merenungkan kedalaman pernyataan-pernyataan ini. Jika Allah adalah hidup, maka dia yang tidak melihat Allah tidak melihat hidup. Namun Allah tidak dapat dilihat; para rasul dan nabi, yang diilhami oleh Roh Kudus, telah bersaksi tentang hal ini. Ke dalam kesulitan apa harapan manusia didorong!
Namun Allah memang membangkitkan dan menopang harapan kita yang goyah. Dia menyelamatkan Petrus dari tenggelam dan mengubah laut menjadi permukaan yang kokoh di bawah kakinya. Dia melakukan hal yang sama untuk kita; tangan Sabda Allah terulur kepada kita ketika kita berada di luar kedalaman kita, terombang-ambing dan tersesat dalam spekulasi. Digenggam erat di tangan-Nya, kita tidak akan takut: Berbahagialah orang yang suci hatinya, kata-Nya, karena mereka akan melihat Allah.

RESPONSORIUM Yohanes 1:18; Mazmur 145:3

Tidak seorang pun pernah melihat Allah;

Putra Tunggal Allah, yang paling dekat dengan hati Bapa, telah menyatakan-Nya.
Besarlah Tuhan dan sangat patut dipuji;

kebesaran-Nya melampaui pemahaman kita.

Putra Tunggal Allah, yang paling dekat dengan hati Bapa, telah menyatakan-Nya.

DOA PENUTUP

Anugerahkanlah, ya Tuhan,

agar kami senantiasa menghormati dan mengasihi nama-Mu yang kudus,

karena Engkau tidak pernah mencabut bimbingan-Mu

dari mereka yang Engkau teguhkan di atas dasar kasih-Mu.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Bapa penguasa waktu
Lihat kini fajar baru
Mulai memancarkan sinar
Lambang cahaya yang benar.

Rahmat baru ditawarkan
Terselubung kejadian
Yang menyampaikan undangan
Untuk berbakti berkurban.

Kami sambut kesempatan
Melayani Kristus Tuhan
Yang hadir dalam sesama
Tersembunyi namun nyata.

S'moga pengabdian kami
Dijiwai Roh ilahi
Dijadikan karya Putra
Demi kemulyaan Bapa. Amin.

Ant.1: Kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi, menyingsinglah, hai fajar.

Mazmur 56

Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku,*
kepadaMulah aku berlindung.

Dalam naungan sayapMu aku berlindung,*
sampai malapetaka berlalu.

Aku berseru kepada Allah yang maha-tinggi,*
kepada Allah yang menjamin hidupku.

Semoga dari surga Ia menyelamatkan daku,+
dan mengusir mereka yang menganiaya aku,*
semoga Allah mencurahkan kasih setiaNya.

Aku berbaring seolah-olah di tengah kawanan singa,*
yang suka menerkam orang.

Giginya bagaikan tombak dan panah,*
lidahnya laksana pedang terasah.

Nyatakanlah kemegahanMu di langit, ya Allah,*
dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.

Musuh memasang jaring terhadap langkahku,*
tetapi aku meloloskan diri.

Mereka menggali lubang di muka kakiku,*
tetapi mereka sendiri terperosok di dalamnya.

Hatiku siap sedia, ya Allah,*
untuk bernyanyi dan melagukan mazmur.

Bangunlah, hai jiwaku, kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi,*
menyingsinglah, hai fajar.

Ya Tuhan, aku hendak memujiMu di tengah segala bangsa,*
di tengah segala bangsa aku bermazmur bagiMu.

Sebab besarlah kasihMu, setinggi langit,*
dan kesetiaanMu menjangkau awan.

Nyatakanlah kemegahanMu di langit, ya Allah,*
dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.

Ant.1: Kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi, menyingsinglah, hai fajar.

Ant.2: Tuhan berfirman: UmatKu akan Kulimpahi dengan anugerah.

Yer 31,10-14

Dengarkanlah firman Tuhan, hai bangsa-bangsa,*
wartakanlah ke pulau-pulau yang jauh:

"Tuhan dahulu mencerai-beraikan umat Israel,+
tetapi Ia akan menghimpunkannya kembali,*
dan menjaganya seperti gembala menjaga kawanannya.

Bangsa Yakub sudah diselamatkan Tuhan,*
dan ditebus dari musuh yang menguasainya.

Dengan sorak-sorai mereka mendaki gunung Sion,*
dan berseri-seri karena kebaikan Tuhan.

Sebab Tuhan menganugerahkan gandum, minyak dan anggur,*
anakdomba dan sapi.

Hati mereka segar, bagaikan taman yang diairi,*
dan takkan pernah mereka kehausan.

Para pemudi menari berbaris,*
dan tua muda bersukaria.

Kesedihan mereka akan Kuubah menjadi kesukaan,*
Kuhibur dan Kugembirakan mereka sesudah kesusahan.

Para imam Kusenangkan dengan kurban,*
dan umat Kulimpahi dengan anugerah.

Ant.2: Tuhan berfirman: UmatKu akan Kulimpahi dengan anugerah.

Ant.3: Tuhan agung dan sangat terpuji di kota Allah kita.

Mazmur 47

Tuhan agung dan sangat terpuji,*
di kota Allah kita.

GunungNya yang kudus menjulang megah,*
menggirangkan seluruh bumi.

Bagi kita gunung Sion itu gunung Allah,*
kota raja agung.

Allah tinggal dalam puri-purinya,*
Ia sendirilah yang ternyata menjadi bentengnya.

Raja-raja bersekutu,+
dan maju serentak,*
untuk menyerang kota Allah.

Demi melihatnya mereka tercengang,*
dan terhalau lari ketakutan.

Di sana mereka gemetar ketakutan,*
mereka merintih kesakitan seperti wanita yang melahirkan.

Engkau menghancurkan mereka,*
seperti topan timur menghancurkan kapal besar.

Seperti pernah kita dengar,+
kini kita alami di kota Tuhan semesta alam,*
di kota Allah kita.

Allah yang menjadi bentengnya,*
untuk selama-lamanya.

Kami mengenangkan kasih setiaMu, ya Allah,*
dalam rumahMu yang kudus.

Seperti Engkau berkuasa di seluruh dunia,*
demikianpun Engkau dipuji sampai ke ujung bumi.

TindakanMu adil semuanya,*
hendaknya gunung Sion bersukacita.

Semoga semua kota Yehuda bersorak-sorai,*
karena karya penyelamatanMu.

Kelilinglah Sion, edarilah dia,*
hitunglah menaranya yang kokoh.

Perhatikanlah seluruh temboknya,*
tinjaulah benteng-bentengnya.

Maka kamu dapat mengisahkan kepada anak cucumu,*
bahwa Dia itulah Allah.

Dialah Allah kita untuk selama-lamanya,*
Dialah yang memimpin kita.

Ant.3: Tuhan agung dan sangat terpuji di kota Allah kita.

Bacaan Singkat (Yes 66,1-2)

Beginilah firman Tuhan: Langit adalah takhtaKu, dan bumi tumpuan kakiKu. Rumah apakah yang dapat kamu dirikan bagiKu? Tempat apakah yang dapat menjadi kediamanKu? Bukankah tanganKu sendiri membuat segala sesuatu, dan semuanya itu milikKu: sabda Tuhan! Inilah orang yang Kuperhatikan: yang tertindas dan patah semangat, orang yang takut akan sabdaKu.

Lagu Singkat

P: Aku berseru dengan segenap hati,* Kabulkanlah doaku, ya Tuhan. U: Aku. P: PeraturanMu akan kupelihara. U: Kabulkanlah doaku, ya Tuhan. P: Kemuliaan. U: Aku berseru.

Ant.Kidung: Marilah kita mengabdi kepada Tuhan dengan berlaku kudus, maka Ia akan membebaskan kita dari tangan musuh.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Marilah kita mengabdi kepada Tuhan dengan berlaku kudus, maka Ia akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Doa Permohonan

Kristus menerangi hari ini dengan cahayaNya. Marilah kita bersyukur kepadaNya dan berseru:
U: Berkatilah kami, ya Tuhan,dan kuduskanlah kami.
P: Engkau telah mempersembahkan diri sebagai kurban pelunas dosa kami,* maka terimalah kiranya rencana dan usaha kami hari ini.
P: Engkau telah menggembirakan mata kami dengan kurnia terang baru,* semoga Engkau terbit di hati kami laksana bintang kejora.
P: Semoga kami hari ini bersabar hati terhadap semua orang,* agar kami dapat menjadi pengikutMu.
P: Berbelaskasihlah terhadap kami, ya Tuhan pada pagi ini,* supaya perbuatan kami menggembirakan hatiMu sepanjang hari.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah yang kekal dan kuasa, pada pagi hari ini kami panjatkan doa ke hadapan hadiratMu. Semoga kegelapan dosa Kaulenyapkan dari hati kami, supaya kami sampai kepada cahaya sejati, yakni Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Sebelum Tengah Hari

KAMIS PEKAN I — IBADAT SEBELUM TENGAH HARI (Tertia)

Pembukaan

Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Mazmur 120 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Dalam kesesakanku aku berseru kepada TUHAN dan Ia menjawab aku:
2 "Ya TUHAN, lepaskanlah aku dari pada bibir dusta, dari pada lidah penipu."
3 Apakah yang diberikan kepadamu dan apakah yang ditambahkan kepadamu, hai lidah penipu?
4 Panah-panah yang tajam dari pahlawan dan bara kayu arar.
5 Celakalah aku, karena harus tinggal sebagai orang asing di Mesekh, karena harus diam di antara kemah-kemah Kedar!
6 Cukup lama aku tinggal bersama-sama dengan orang-orang yang membenci perdamaian.
7 Aku ini suka perdamaian, tetapi apabila aku berbicara, maka mereka menghendaki perang.

Mazmur 121 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?
2 Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.
3 Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.
4 Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.
5 Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.
6 Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam.
7 TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.
8 TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.

Mazmur 122 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN."
2 Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
3 Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat,
4 ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel.
5 Sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga raja Daud.
6 Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: "Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa.
7 Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan sentosa di dalam purimu!"
8 Oleh karena saudara-saudaraku dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: "Semoga kesejahteraan ada di dalammu!"
9 Oleh karena rumah TUHAN, Allah kita, aku hendak mencari kebaikan bagimu.

Bacaan Singkat (Am 4, 13)
13 Sebab sesungguhnya, Dia yang membentuk gunung-gunung dan menciptakan angin, yang memberitahukan kepada manusia apa yang dipikirkan-Nya, yang membuat fajar dan kegelapan dan yang berjejak di atas bukit-bukit bumi--TUHAN, Allah semesta alam, itulah nama-Nya.

Ayat Singkat
P. Pujilah Tuhan, hai segala karya Tuhan.
U. Puji dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

KAMIS I SIANG

Madah

Kita bersama memuji
Tuhan Allah maha suci
Yang mengurniakan rahmat
Kepada seluruh umat.

Kita menyatakan hormat
Pada Tuhan penyelamat
Sambil sujud mohon berkat
Agar tabah lagi kuat.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Bukalah mataku, ya Tuhan, maka aku memandang hukumMu yang mengagumkan.

Mazmur 118 (119),17-24

Ya Tuhan, berbuatlah baik kepada hambaMu, maka aku akan hidup,*
dan tetap berpegang pada firmanMu.

Bukalah mataku, maka aku memandang,*
hukumMu yang mengagumkan.

Aku ini pendatang di dunia,*
jangan menyembunyikan perintahMu terhadapku.

Remuk redamlah hatiku,*
karena merindukan hukumMu setiap waktu.

Engkau akan menghardik orang yang sombong,*
terkutuklah yang menyimpang dari perintahMu.

Jauhkan dari padaku penghinaan dan cercaan,*
sebab aku melakukan segala perintahMu.

Sekalipun para pemuka bersepakat melawan daku,*
hambaMu ini merenungkan segala ketetapanMu.

Sungguh perintahMu menjadi kesukaanku,*
dan penasihat dalam segala tingkah lakuku.

Ant.1: Bukalah mataku, ya Tuhan, maka aku memandang hukumMu yang mengagumkan.

Ant.2: Bimbinglah aku menurut sabdaMu yang benar, ya Tuhan.

Mazmur 24 (25) I

KepadaMu kuarahkan hatiku,*
ya Tuhan Allahku.

KepadaMu aku percaya, janganlah mengecewakan daku,*
janganlah musuh bersukacita atas kemalanganku.

Sebab yang berharap kepadaMu, tidak akan kecewa,*
kecewalah hendaknya yang berbuat lalim.

Perkenalkanlah jalanMu kepadaku, ya Tuhan,*
tunjukkanlah lorongMu kepadaku.

Bimbinglah aku menurut sabdaMu yang benar dan ajarilah aku,+
karena Engkaulah Allah penyelamatku,*
kepadaMu aku selalu berharap.

Ya Tuhan, ingatlah akan rahmat dan kasih setiaMu,*
yang telah Kautunjukkan sejak sediakala.

Dosa masa mudaku dan pelanggaranku jangan Kauingat,*
tetapi ingatlah akan daku menurut belaskasihanMu.

Jujur dan baiklah Tuhan,*
Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.

Ia membimbing orang yang rendah hati menurut hukumNya,*
mengajarkan jalanNya kepada orang yang bersahaja.

Segala tindakan Tuhan penuh kasih setia dan kebenaran,*
bagi setiap orang yang berpegang pada perjanjian dan hukumNya.

Demi namaMu, ya Tuhan, ampunilah kesalahanku,*
biar besarlah dosaku.

Ant.2: Bimbinglah aku menurut sabdaMu yang benar, ya Tuhan.

Ant.3: Arahkanlah wajahMu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab aku sebatang kara dan malang.

Mazmur 24 (25) II

Siapakah orang yang takwa?*
Kepadanya Tuhan menunjukkan jalan yang harus dipilih.

Orang takwa tetap sejahtera,*
keturunannya akan mewarisi tanah kebahagiaan.

Tuhan bergaul mesra dengan orang yang takwa,*
perjanjianNya diajarkan kepadanya.

Mataku tetap terarah kepada Tuhan,*
sebab Ia melepaskan kakiku dari jaring.

Arahkan wajahMu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan,*
sebab aku sebatang kara dan malang.

Lapangkanlah hatiku yang amat sesak,*
lepaskanlah aku dari segala kesusahanku.

Perhatikanlah sengsara dan kesukaranku,*
hapuskanlah segala kesesatanku.

Lihatlah, betapa banyaknya lawanku,*
mereka sangat membenci aku.

Jagalah hidupku dan selamatkan daku,*
janganlah aku kecewa karena berlindung kepadaMu.

Semoga aku terlindung karena ketulusan dan kejujuranku,*
sebab aku berharap kepadaMu.

Yan Allah, bebaskanlah umatMu Israel,*
dari segala kesesakannya.

Ant.3: Arahkanlah wajahMu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab aku sebatang kara dan malang.

Bacaan singkat (Am 4,13)

Dia yang membentuk gunung-gemunung dan yang menciptakan angin. Dia yang memberitahukan pikiranNya kepada manusia. Dia yang membuat fajar dan kegelapan, dan yang berjejak di atas bukit-bukit: Tuhan, Allah semesta alam, itulah namaNya.

P: Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Doa Penutup

Allah yang kekal dan kuasa, padamu tidak ada yang gelap, tidak ada yang tersembunyi. Maka sinarilah kami dengan terang cahayaMu, supaya kami dapat mengenal kehendakMu dan mengikuti bimbinganMu dengan rela dan setia. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

KAMIS PEKAN I — IBADAT SESUDAH TENGAH HARI (Nona)

Pembukaan

Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Mazmur 126 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi.
2 Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!"
3 TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
4 Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb!
5 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
6 Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Mazmur 127 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.
2 Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.
3 Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah.
4 Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.
5 Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.

Mazmur 128 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!
2 Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
3 Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!
4 Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN.
5 Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu,
6 dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel!

Bacaan Singkat (Am 9, 6)
6 yang mendirikan anjung-Nya di langit dan mendasarkan kubah-Nya di atas bumi; yang memanggil air laut dan mencurahkannya ke atas permukaan bumi--TUHAN itulah nama-Nya.

Ayat Singkat
P. Langit menceritakan kemuliaan Allah.
U. Dan cakrawala memberitakan karya tangan-Nya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

KAMIS I SORE

Madah

Yesus Kristus Putra Bapa
Yang menjadi manusia
Kaulah cahaya dunia
Yang mencerahkan semua.

Bila semuanya lenyap
Engkau akan tinggal tetap
Bila segalanya musnah
Engkau tetap berkuasa.

Bila fajar tampil lagi
Terbit hari yang abadi
Kau meraja selamanya
Berjaya bersama Bapa. Amin.

Ant.1: Ya Tuhan, aku berseru, dan Engkau menyembuhkan daku; Engkau kupuji selama-lamanya.

Mazmur 29

Aku akan memuliakan Dikau, ya Tuhan, sebab Engkau membebaskan daku,*
dan tidak membiarkan musuh bersukacita atas kemalanganku.

Ya Tuhan, Allahku, aku berseru,*
dan Engkau telah menyembuhkan daku.

Hidupku telah Kauselamatkan dari alam maut, ya Tuhan,*
nyawaku Kaubebaskan dari liang kubur.

Bernyanyilah bagi Tuhan, hai orang yang dikasihiNya,*
persembahkan syukur kepada namaNya yang kudus.

Sesaat saja Tuhan murka, tetapi baik hati seumur hidup,*
semalam saja aku menangis, fajar membawa sukacita.

Semasih aku sejahtera, aku berkata ,*
"Aku takkan goyah untuk selama-lamanya".

Tuhan, tatkala Engkau berkenan, aku kuat dan aman,*
kini Kaupalingkan wajahMu dari padaku, maka tak berdayalah aku.

KepadaMu, ya Tuhan, aku berseru,*
Tuhanku, kasihanilah aku.

Apa gunanya bagiMu, jika nyawaku dicabut?*
Apa gunanya, jika aku turun ke dalam liang kubur?

Dapatkah debu memuliakan Dikau,*
atau mewartakan kesetiaanMu?

Dengarkanlah, ya Tuhan, kasihanilah aku,*
Tuhan, jadilah penolong bagiku.

Ratapku telah Kaujadikan tarian gembira,+
pakaian kabungku Kautanggalkan,*
pakaian pesta Kaukenakan padaku.

Maka aku bernyanyi bagiMu, dan takkan diam lagi,*
Tuhan Allahku, Engkau kupuji selama-lamanya.

Ant.1: Ya Tuhan, aku berseru, dan Engkau menyembuhkan daku; Engkau kupuji selama-lamanya.

Ant.2: Berbahagialah orang, bila kejahatannya tidak diperhitungkan Tuhan.

Mazmur 31

Berbahagialah orang, bila dosanya diampuni,*
dan kesalahannya dihapus oleh Tuhan.

Berbahagialah orang, bila kejahatannya tidak diperhitungkan Tuhan,*
dan tulus ikhlas hatinya.

Selama kusembunyikan dosaku, batinku tertekan,*
dan aku mengeluh sepanjang hari.

Siang malam aku sangat Kautekan,*
tenagaku lenyap, bagaikan diisap udara yang panas.

Maka kuakui dosaku di hadapanMu,*
dan kesalahanku tidak kusembunyikan.

Aku berkata: "Kuakui segala dosaku di hadapan Tuhan",*
maka semua kesalahanku Kauampuni.

Sebab itu hendaknya orang saleh berdoa kepadaMu,*
di waktu kesesakan.

Bila terjadi banjir besar,*
ia tak akan dilanda.

Engkaulah pelindungku dalam kesesakan,*
Engkau membebaskan dan menggembirakan daku.

"Aku akan menunjukkan jalan yang harus kautempuh,*
Aku akan menasihati dan mendampingi engkau.

Jangan berlaku seperti kuda atau keledai yang tak berakal,*
yang harus dikendalikan dengan kekang".

Nasib orang berdosa sengsara belaka,*
tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.

Bersorak gembiralah dalam Tuhan, hai orang saleh,*
bersorak-sorailah, hai orang jujur.

Ant.2: Berbahagialah orang, bila kejahatannya tidak diperhitungkan Tuhan.

Ant.3: Allah memberi Kristus kekuasaan, kehormatan dan kerajaan, dan semua bangsa mengabdi kepadaNya.

Why 11,17-18;12,10-12

Kami mengucap syukur kepadaMu, ya Tuhan,*
Allah yang mahakuasa, yang ada dahulu dan sekarang.

Sebab Engkau telah memangku kekuasaanMu yang besar,*
dan mulai memerintah sebagai raja.

Semua bangsa marah,+
maka tibalah kemurkaanMu,*
tibalah saat orang mati dihakimi.

Dan tibalah saat memberi ganjaran kepada para hambaMu,+
yaitu para nabi, para kudus dan semua orang takwa,*
baik yang kecil maupun yang besar.

Sekarang telah tiba keselamatan,+
kekuatan dan pemerintahan Allah kita,*
telah tiba kekuasaan raja yang diurapiNya.

Karena si pendakwa, saudara-saudara kita telah dijatuhkan,*
yang mendakwa mereka siang malam di hadapan Allah kita.

Tetapi mereka mengalahkan dia berkat darah Anakdomba,*
dan berkat kesaksian mereka.

Mereka tidak segan-segan mempertaruhkan nyawanya,*
oleh karena itu bersukacitalah, hai surga dan para penghuninya.

Ant.3: Allah memberi Kristus kekuasaan, kehormatan dan kerajaan, dan semua bangsa mengabdi kepadaNya.

Bacaan singkat (lPetr 1,6-9)

Hendaknya kamu gembira, biarpun kini harus berdukacita karena mengalami bermacam-macam percobaan. Memang perlu kamu dicobai, agar terbukti bahwa kepercayaanmu tahan uji. Bukankah kepercayaanmu lebih berharga daripada emas yang diuji dengan api, supaya murni. Maka kamu akan mendapat pujian dan kemuliaan serta hormat pada hari penampakan Yesus Kristus. Biarpun tidak dapat melihat Dia sekarang, toh kamu percaya dan mengasihiNya. Dari sebab itu kamu bergembira dengan sukacita yang tak terkatakan, sebab sudah mulai menikmati kebahagiaan surgawi dan akan mencapai tujuan kepercayaanmu, yakni keselamatan.

Lagu Singkat

P: Tuhan memberi kita makanan,* Yang paling lezat. U: Tuhan. P: Ia memuaskan kita dengan madu terbaik. U: Yang paling lezat. P: Kemuliaan. U: Tuhan.

Ant.Kidung: Tuhan menurunkan orang yang berkuasa dari takhta, dan mengangkat yang hina-dina.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Tuhan menurunkan orang yang berkuasa dari takhta, dan mengangkat yang hina-dina.

Doa Permohonan

Marilah kita memuji Allah, pembantu kita dan dasar seluruh harapan kita. Hendaklah kita berdoa dengan penuh bakti:
U: Pandanglah putera-puteraMu, ya Tuhan.
P: Tuhan Allah kami, Engkau telah mengikat perjanjian abadi dengan umatMu,* semoga kami tetap mengenangkan karyaMu yang agung.
P: Sempurnakanlah para imam dalam cintakasihMu,* dan berkatilah umatMu senantiasa agar tetap sehati-sejiwa.
P: Semoga kami membangun dunia ini bersama Engkau,* dan janganlah usaha kami sia-sia.
P: Utuslah pekerja-pekerja ke panenanMu,* agar namaMu semakin dijunjung tinggi oleh para bangsa.
P: Terimalah arwah sanak saudara dan kaum kerabat kami ke dalam kalangan para kudusMu,* dan satukanlah kami juga kelak dengan mereka.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau menyinari malam dengan cahayaMu, dan sesudah gelap Kauterbitkan terang. Semoga kami menempuh malam ini tanpa gangguan setan, supaya besok pagi dapat menghadap Engkau untuk mengucapkan syukur kepadaMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - KAMIS

Doa Tobat

P: Kasihanilah kami, ya Tuhan.
U: Sebab kami orang yang berdosa.
P: Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.
U: Dan anugerahkan keselamatan kepada kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Mazmur 15 (16)

Jagalah aku, ya Allah, sebab aku berlindung kepadamu,+
Aku mengakui: Engkaulah Tuhanku,*
tiada kebahagiaan bagiku selain Dikau.

Orang-orang saleh di negeri ini,*
kumuliakan dan kujunjung tinggi.

Tetapi orang yang mengikuti dewa-dewa,*
menjatuhkan dirinya dalam jurang malapetaka.

Aku tidak ikut mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa,*
bahkan bibirku takkan menyebut namanya.

Tuhan, Engkaulah milik pusaka dan warisanku,*
dalam tanganMulah nasibku.

Tanah permai akan menjadi bagianku,*
milik pusakaku menyenangkan hatiku.

Aku memuji Tuhan yang selalu menasihati aku,*
bahkan waktu malampun Ia berbicara dalam hatiku.

Aku selalu ingat akan Tuhan,*
aku tidak goyah, karena Ia ada di sampingku.

Sebab itu hatiku bergembira, dan jiwaku bersorak,*
dan tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Aku tak akan Kauserahkan kepada alam maut,*
dan kekasihMu takkan Kaubiarkan turun ke liang kubur.

Engkau akan menunjukkan kepadaku jalan kehidupan.+
Di hadapanMu terdapat sukacita berlimpah,*
padaMulah kebahagiaan selama-lamanya.

Ant.: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Bacaan singkat (1Tes 5,23)

Semoga Allah, pembawa damai, menguduskan kamu sepenuh-penuhnya. Moga-moga roh, jiwa dan ragamu seluruhnya terpelihara tanpa cela pada kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, Allah kami, semoga berkat perlindunganMu kami dapat tidur nyenyak dan melepaskan lelah sesudah pekerjaan hari ini. Kuatkanlah kami dengan bantuanMu, supaya kami mampu membaktikan diri kepadaMu dengan segenap jiwa raga kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam ya ratu surgawi,
salam, bunda Putra ilahi.
Darimulah hidup kami
memperoleh terang suci.
Bersukalah, ya Maria,
bunda yang paling jelita.
Hiduplah, bunda mulia,
doakanlah kami semua.

Santo-Santa

Beato Oliver Plunkett

Uskup Agung dan Martir

Oliver Plunkett lahir di Loughcrew, County Meath, Irlandia pada tahun 1629. Pendidikan imamatnya berlangsung di Roma di bawah bimbingan pamannya yang telah lama menjadi imam. Pada tahun 1654, ia ditabhiskan menjadi imam. Karya imamatnya dimulai dengan mengajar teologi di Kolose Penyebaran Iman di Roma. Putera kelahiran Irlandia ini menjadi seorang imam yang pandai sekali dalam mengajar. Di Roma ia mewakili Uskup-uskup Irlandia di Takhta Suci. Pada tanggal 9 Juli 1669, Oliver diangkat menjadi Uskup Agung Armagh dan Primat Irlandia.

Dalam jabatannya itu Oliver terbukti menjadi seorang pemimpin Gereja yang patut diteladani. Dalam 4 tahun karyanya sebagai uskup, ia telah berhasil mempermandikan 48.000 menjadi Katolik. Jumlah ini menunjukkan suatu prestasi yang menakjubkan sekali dalam situasi penganiayaan umat Katolik Irlandia saat itu.

Selain giat dalam bidang pewartaan Injil dan Katekase, ia juga giat mengembangkan pendidikan Katolik, mengadakan sinode-sinode untuk mengatur hidup Gereja dan pengembangan iman umat, menabhiskan sejumlah imam dan mengawasi kegiatan imam-imamnya. Pemimpin Gereja Protestan mulai bersahabat dengan Gereja Katolik pada masa kepemimpinan Uskup Oliver Plunkett.

Di samping kegemilangan yang diraihnya, ada pula banyak tantangan terhadap karyanya. Ia terpaksa tinggal di suatu tempat persembunyian tatkala aksi perlawanan terhadap Gereja Katolik semakin menjadi-jadi. Pada bulan Desember 1678 Uskup Oliver ditangkap dan dipenjarakan karena tuduhan-tuduhan palsu dari Titus Oates. Titus menuduh Oliver mengorganisir para imam Yesuit untuk melancarkan perlawanan terhadap raja Charles II. Karena tuduhan ini, Oliver dihadapkan ke pengadilan Irlandia pada tahun 1680. pengadilan tidak berhasil menghukumnya karena tuduhan itu tidak benar. Oliver kemudian diadili lagi untuk kedua kalinya di hadapan pengadilan Inggris dengan tuduhan pengkhianatan. Ia dituduh membiayai suatu ekspedisi militer Perancis untuk menyerang Irlandia. Oliver yang tidak merasa melakukan hal itu tegas menolak tuduhan itu. Tetapi pihak pengadilan menjatuhkan hukuman atas diri Oliver tanpa ampun.

Uskup Oliver adalah salah satu tokoh Katolik terakhir yang mati digantung di Inggris karena imannya dan perjuangannya menyebarkan iman Katolik. Kematiannya pada tanggal 11 Juli 1681 menandai akhir suatu abad penganiayaan terhadap umat Katolik di Inggris.

Hari Raya Darah Yesus Yang MahaKudus

Hari Raya Darah Yesus Yang MahaKudus mau mengarahkan hati kita kepada makna peristiwa "Sengsara Yesus", yang diwarnai dengan penumpahan DarahNya yang Kudus demi keselamatan umat manusia. Seluruh umat diajak untuk merenungkan tentang mahalnya harga bayaran yang harus ditanggung oleh Kristus, sekaligus tentang rahasia cintakasihNya demi penebusan dosa umat manusia.

Dalam doa sebelum komuni, Gereja berdoa: "Kami menimba air dari Sumber Penyelamat kami dengan sukacita. Kami mohon, moga-moga darahMu menjadi bagi kami sumber air yang memancarkan kehidupan yang kekal."

Pesta ini diresmikan oleh Sri Paus Pius IX (1846-1878), sebagai tanda syukur atas peristiwa kembalinya Sri Paus ke Roma setelah pemberontakan dikalahkan. Ketika Paus Yohanes XXIII naik tahkta, beliau tidak saja meningkatkan pesta ini menjadi salah satu hari raya Gereja, tetapi juga menunjukkan devosi yang besar kepada Darah Yesus yang MahaKudus itu.

Harun, Imam Agung Israel

Harun atau Aaron dari Suku Levi adalah kakak Nabi Musa dan Imam Agung pertama dari bani Israel. Ia dikenal sebagai seorang yang pandai bicara. Ia ditentukan Allah untuk membantu Musa dalam tugasnya membebaskan Israel dari cengkeraman penindasan Firaun di Mesir. Ia diangkat Allah menjadi Imam Agung ketika bangsa Israel masih berada di Mesir (Kel 4:14-16).

Tugasnya sebagai pendamping Musa adiknya dilaksanakannya dengan baik. Ia tampil sebagai juru bicara Musa setiap kali mereka menghadap Firaun untuk menuntut pembebasan bangsa Israel (Kel 7:1-2). Selanjutnya setelah bangsa Israel diizinkan meninggalkan Mesir, Harun tetap setia mendampingi Musa untuk membimbing bangsa itu dalam perjalanan menuju Sinai, tempat mereka mempersembahkan kurban kepada Yahweh. Di Sinai, sesuai perintah Tuhan, Harun mendapat kesempatan istimewa untuk melihat Tuhan di atas gunung Sinai bersama Musa, Nadab dan Abihu serta tujuhpuluh orang dari tua-tua Israel (Kel 24:9-10).

Kemudian karena Musa sangat lama tinggal di atas gunung, bangsa Israel mulai mendesak Harun untuk menciptakan bagi mereka allah lain dalam bentuk patung lembu emas untuk disembah (Kel 32:1-6; 21-24). Seperti Musa, Harun tidak diperkenankan memasuki Tanah Terjanji Kanaan karena ketidakpercayaannya kepada Tuhan di sumber air Meriba (Bil 20:7-13).

Santo Pambo

Pertapa

Semenjak masa mudanya Pambo mengasingkan diri ke sebuah tempat pertapaan di gurun pasir Mesir. Hidupnya keras, sederhana dan serba kekurangan. Karena dia tidak pandai membaca, ia berguru pada seorang pertapa lain dalam hal membaca dan menghafal ayat-ayat Mazmur. Selain tidak pandai membaca, Pambo juga dikenal sebagai seorang pertapa yang tidak suka banyak bicara. Namun ia dikenal sebagai pembimbing rohani yang disenangi.

Apabila orang memintai nasehat dan bimbingan menganai suatu soal kerohanian, Pambo selalu meminta waktu terlebih dahulu untuk merenung dan berdoa. Maksudnya agar dia bisa memberi jawaban yang benar dan memuaskan sesuai dengan kehendak Allah. Santo Athanasius, Uskup Aleksandria, yang kagum akan kesalehan hidup Pambo, mengundang dia ke Aleksandria untuk memberi kesaksian tentang ke-Allah-an Kristus, berhadapan dengan ajaran sesat Arianisme yang merajalela di kalangan umat.

Kepada rekan-rekannya, Pambo mengatakan: "Berpuasa dan memberi derma dari hasil keringat sendiri amatlah mulia, namun itu belumlah cukup untuk menjadi seorang rahib yang berkenan kepada Allah". Pambo meninggal dunia pada tahun 390.

Santo Simeon Salos

Pengaku Iman

Simeon dijuluki 'Si Gila' (= ho Salos; Yun) sebab setelah bertapa selama 29 tahun di gurun dekat Laut Mati dan pulang ke Homs (Siria)., ia bertingkah seperti orang gila. Maksudnya supaya dia dianggap hina dan dapat berkawan dengan orang-orang yang paling dikucilkan masyarakat (gelandangan, orang lumpuh, pelacur, dll). Sikap seperti ini masih dihargai dan ditiru oleh sementara biarawan di Rusia.

Santo Teodorikus

Abbas

Teodorikus lahir di Menancourt, dekat Rheims, Perancis Selatan pada pertengahan abad V. Ketika menanjak dewasa, ia dipaksa mengawini seorang gadis yang disenangi oleh keluarganya. Teodorikus, karena rasa hormatnya yang tinggi kepada orang-tuanya , mengikuti saja keinginan mereka.

Tetapi setelah beberapa lama hidup bersama wanita itu sebagai suami-istri, dengan izin istrinya, Teodorikus meninggalkan keluarganya dan menjadi seorang calon imam di Rheims. Santo Remigius, uskup kota itu, menabhiskan dia menjadi imam dan mengangkatnya sebagai pimpinan komunitas biara Mont d'Or (= Gunung Emas) di Champagne.

Dibawah kepemimpinannya, biara Mont d'Or menjadi suatu pusat kegiatan keagamaan yang terkenal. Banyak orang yang berkunjung ke biara itu diteguhkan imannya setelah mendengar khotbah-khotbah Teodorikus. Setelah kematiannya pada tahun 533, penghormatan kepada Teodorikus tersebar diseluruh negara Perancis. Santo Teodorikus disebut juga dengan nama Santo Thierry.