Selasa, 29 Juni 2027

Hari Raya S. Petrus dan Paulus

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 12:1-11

Kira-kira pada waktu itu raja Herodes mulai bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat. Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang. Ketika ia melihat, bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, ia melanjutkan perbuatannya itu dan menyuruh menahan Petrus. Waktu itu hari raya Roti Tidak Beragi. Setelah Petrus ditangkap, Herodes menyuruh memenjarakannya di bawah penjagaan empat regu, masing-masing terdiri dari empat prajurit. Maksudnya ialah, supaya sehabis Paskah ia menghadapkannya ke depan orang banyak. Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah. Pada malam sebelum Herodes hendak menghadapkannya kepada orang banyak, Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai. Selain itu prajurit-prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: "Bangunlah segera!" Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus. Lalu kata malaikat itu kepadanya: "Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu!" Iapun berbuat demikian. Lalu malaikat itu berkata kepadanya: "Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku!" Lalu ia mengikuti malaikat itu ke luar dan ia tidak tahu, bahwa apa yang dilakukan malaikat itu sungguh-sungguh terjadi, sangkanya ia melihat suatu penglihatan. Setelah mereka melalui tempat kawal pertama dan tempat kawal kedua, sampailah mereka ke pintu gerbang besi yang menuju ke kota. Pintu itu terbuka dengan sendirinya bagi mereka. Sesudah tiba di luar, mereka berjalan sampai ke ujung jalan, dan tiba-tiba malaikat itu meninggalkan dia. Dan setelah sadar akan dirinya, Petrus berkata: "Sekarang tahulah aku benar-benar bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes dan dari segala sesuatu yang diharapkan orang Yahudi."

Mazmur Tanggapan Mazmur 34:2-9

(34-3) Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
(34-4) Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!
(34-5) Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.
(34-6) Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.
(34-7) Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
(34-8) Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.
(34-9) Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
(34-10) Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!

Bacaan Kedua 2 Timotius 4:6-8,17-18

Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa. Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.

Bacaan Injil Matius 16:13-19

Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

Renungan

Batu Retak dan Rantai Gugur

Coba bayangkan dua orang ini dipertemukan dalam satu tim. Yang satu nelayan, lugas, cepat bicara, pernah gagal besar. Yang lain cendekiawan, keras kepala, bekas penganiaya kelompok yang kini dibelanya. Menurut hitungan manusia, tim ini bubar dalam sebulan. Menurut hitungan Allah, di atas dua orang inilah Gereja berdiri.

Hari ini kita merayakan Santo Petrus dan Paulus. Gereja sengaja menyatukan pesta mereka, seolah berkata: jangan pilih salah satu, keduanya satu paket. Gereja memang berjalan dengan dua kaki: pengakuan iman dan pewartaan tanpa lelah.

Petrus adalah batu karang yang pernah retak. Di Kaisarea Filipi ia mengucapkan pengakuan yang menjadi fondasi: Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup! Dan Yesus menjawab: engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku. Namun batu karang yang sama, beberapa waktu kemudian, menyangkal Gurunya tiga kali di depan seorang pelayan. Gereja tidak didirikan di atas manusia yang tak pernah jatuh, melainkan di atas manusia yang diampuni dan bangkit lagi.

Bacaan pertama memperlihatkan Petrus yang sudah matang: dipenjara Herodes, diikat dua rantai, dijaga empat regu prajurit. Sementara itu jemaat dengan tekun mendoakannya. Malam itu malaikat datang, rantai gugur, pintu besi terbuka sendiri. Kuasa dunia memasang rantai; doa Gereja dan tangan Allah melepaskannya.

Paulus lain lagi jalannya. Ia tidak pernah ikut Yesus berkeliling Galilea. Ia justru mengejar-ngejar para murid, sampai Kristus sendiri menghentikannya di jalan ke Damsyik. Dalam bacaan kedua kita mendengar surat tuanya, ditulis menjelang kematiannya: aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir, aku telah memelihara iman. Kalimat seorang pelari yang tahu bahwa mahkota sudah menunggu di garis finis.

Dua orang, dua watak, dua jalan, satu Tuhan. Keduanya sama-sama pernah salah besar: yang satu menyangkal, yang lain menganiaya. Keduanya sama-sama dimenangkan oleh belas kasih. Keduanya akhirnya sama-sama menumpahkan darah di Roma.

Barangkali inilah penghiburan terbesar pesta hari ini: Allah tidak mencari orang sempurna untuk pekerjaan besar. Ia mencari orang yang, sesudah jatuh, mau menjawab lagi pertanyaan yang sama: tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?

Pertanyaan itu kini tiba di depan kita. Bukan kata orang. Bukan kata buku. Apa kata kita?

Tuhan Yesus, Engkau membangun Gereja-Mu dari batu yang retak dan penganiaya yang bertobat. Pakailah juga aku, dengan segala riwayatku. Amin.

Invitatorium

SELASA I PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja mahamulia.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja mahamulia.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan Selasa dalam Pekan Biasa
Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Ya Allah, Penolong kami di masa lalu,

Harapan kami di tahun-tahun mendatang,

Perlindungan kami dari badai yang dahsyat,

Dan rumah kekal kami.
Di bawah naungan takhta-Mu

Para kudus-Mu telah tinggal dengan aman;

Cukuplah lengan-Mu sendiri,

Dan pertahanan kami pasti.
Sebelum gunung-gunung berdiri teratur,

Atau bumi menerima bentuknya,

Dari kekal Engkau adalah Allah,

Sama sampai tahun-tahun tak berkesudahan.
Seribu abad di mata-Mu

Seperti malam yang telah berlalu;

Singkat seperti jaga yang mengakhiri malam

Sebelum matahari terbit.
Waktu, seperti aliran yang terus bergulir,

Membawa semua hidup kami pergi;

Mereka terbang, terlupakan, seperti mimpi

Mati pada awal hari.
Ya Allah, Penolong kami di masa lalu,

Harapan kami di tahun-tahun mendatang,

Jadilah pelindung kami selagi masalah berlangsung,

Dan rumah kekal kami.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Tuhan, biarlah seruanku sampai kepada-Mu; janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku.

Mazmur 102

Kerinduan dan doa seorang buangan

Allah menghibur kita dalam segala kesusahan kita (2 Korintus 1:4).

I
Ya Tuhan, dengarkanlah doaku

dan biarlah seruanku minta tolong sampai kepada-Mu.

Janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku

pada hari kesesakanku.

Condongkanlah telinga-Mu kepadaku

dan jawablah aku dengan cepat ketika aku berseru.
Sebab hari-hariku lenyap seperti asap,

tulang-tulangku terbakar seperti api.

Hatiku layu seperti rumput.

Aku lupa makan rotiku.

Aku berseru dengan segenap kekuatanku

dan kulitku melekat pada tulang-tulangku.
Aku telah menjadi seperti burung undan di padang gurun,

seperti burung hantu di tempat-tempat sunyi.

Aku berbaring terjaga dan aku meratap

seperti burung kesepian di atap.

Sepanjang hari musuh-musuhku mencela aku;

mereka yang membenci aku menggunakan namaku sebagai kutukan.
Roti yang kumakan adalah abu;

minumanku bercampur dengan air mata.

Dalam kemarahan-Mu, Tuhan, dan murka-Mu

Engkau telah mengangkat aku dan menjatuhkan aku.

Hari-hariku seperti bayangan yang berlalu

dan aku layu seperti rumput.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan, biarlah seruanku sampai kepada-Mu; janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku.

Ant. 2 Perhatikanlah, Tuhan, doa orang yang tak berdaya.

II
Tetapi Engkau, ya Tuhan, akan kekal selama-lamanya

dan nama-Mu dari zaman ke zaman.

Engkau akan bangkit dan berbelas kasihan kepada Sion:

sebab inilah waktunya untuk berbelas kasihan;

ya, waktu yang telah ditentukan telah tiba

sebab hamba-hamba-Mu mencintai batu-batunya,

tergerak oleh belas kasihan bahkan untuk debunya.
Bangsa-bangsa akan takut akan nama Tuhan

dan semua raja bumi akan kemuliaan-Mu,

ketika Tuhan akan membangun Sion kembali

dan menampakkan diri dalam segala kemuliaan-Nya.

Maka Ia akan berpaling kepada doa orang-orang yang tak berdaya;

Ia tidak akan meremehkan doa-doa mereka.
Biarlah ini ditulis untuk zaman yang akan datang

agar umat yang belum lahir dapat memuji Tuhan;

sebab Tuhan mencondongkan diri dari tempat kudus-Nya yang tinggi.

Ia memandang dari surga ke bumi

agar Ia dapat mendengar rintihan para tahanan

dan membebaskan mereka yang dihukum mati.
Anak-anak hamba-hamba-Mu akan tinggal tanpa gangguan

dan keturunan mereka akan bertahan di hadapan-Mu

agar nama Tuhan dapat diumumkan di Sion

dan pujian-Nya di hati Yerusalem,

ketika bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan berkumpul bersama

untuk memberikan penghormatan mereka kepada Tuhan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Perhatikanlah, Tuhan, doa orang yang tak berdaya.

Ant. 3 Engkau, ya Tuhan, mendirikan bumi, dan langit adalah karya tangan-Mu.

III
Ia telah mematahkan kekuatanku di tengah jalan;

Ia telah mempersingkat hari-hari hidupku.

Aku berkata kepada Allah: “Janganlah Engkau mengambil aku

sebelum hari-hariku genap,

Engkau, yang hari-hari-Nya kekal dari zaman ke zaman.
Dahulu kala Engkau mendirikan bumi

dan langit adalah karya tangan-Mu.

Mereka akan binasa tetapi Engkau akan tetap ada.

Mereka semua akan usang seperti pakaian.

Engkau akan mengubahnya seperti pakaian yang diganti.

Tetapi Engkau tidak berubah, tidak pula berkesudahan.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, Engkau hidup di hati para kudus-Mu, dan demikianlah Engkau membangun Sion. Semoga Engkau selalu menunjukkan kebesaran-Mu melalui karya-karya baik mereka.

Ant. Engkau, ya Tuhan, mendirikan bumi, dan langit adalah karya tangan-Mu.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Dengarkanlah, umat-Ku, pengajaran-Ku.

Condongkanlah telinga kepada perkataan yang Kuucapkan.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Pertama Samuel

17:57-18:9, 20-30

Kecemburuan Saul terhadap Daud
Ketika Daud kembali dari membunuh orang Filistin itu, Abner mengambilnya dan mempersembahkannya kepada Saul. Daud masih memegang kepala orang Filistin itu. Saul kemudian bertanya kepadanya, “Anak siapakah engkau, pemuda?” Daud menjawab, “Aku adalah anak hamba-Mu Isai dari Betlehem.”

Pada saat Saul dan Daud mendekat (setelah Daud kembali dari membunuh orang Filistin itu), para wanita keluar dari setiap kota Israel untuk menyambut Raja Saul, bernyanyi dan menari, dengan rebana, lagu-lagu gembira, dan sistrum. Para wanita bermain dan bernyanyi:
“Saul telah membunuh ribuan,

dan Daud puluhan ribu.”
Saul sangat marah dan kesal dengan lagu itu, karena ia berpikir: “Mereka memberi Daud puluhan ribu, tetapi hanya ribuan kepadaku. Semua yang tersisa baginya adalah kerajaan.”
Sekarang Mikhal, putri Saul, mencintai Daud, dan ini dilaporkan kepada Saul, yang senang akan hal ini, karena ia berpikir, “Aku akan menyerahkannya kepadanya untuk menjadi jerat baginya, agar orang Filistin dapat menyerangnya.” Saul kemudian memerintahkan hamba-hambanya untuk berbicara kepada Daud secara pribadi dan berkata: “Raja menyukai engkau, dan semua perwiranya mencintai engkau. Engkau harus menjadi menantu raja.” Tetapi ketika hamba-hamba Saul menyebutkan ini kepada Daud, ia berkata: “Apakah menurutmu mudah menjadi menantu raja? Aku miskin dan tidak berarti.”
Ketika hamba-hambanya melaporkan kepadanya sifat jawaban Daud, Saul memerintahkan mereka untuk mengatakan ini kepada Daud: “Raja tidak menginginkan harga lain untuk pengantin wanita selain kulit khatan seratus orang Filistin, agar ia dapat membalas dendam kepada musuh-musuhnya.” Saul bermaksud dengan cara ini untuk menyebabkan kematian Daud melalui orang Filistin. Ketika hamba-hambanya melaporkan tawaran ini kepada Daud, ia senang dengan prospek menjadi menantu raja. Daud membuat persiapan dan menyerbu keluar dengan anak buahnya dan membunuh dua ratus orang Filistin. Ia membawa kembali kulit khatan mereka dan menghitungnya di hadapan raja, agar ia dapat menjadi menantu raja. Maka Saul memberinya Mikhal, putrinya, sebagai istri.
Saul demikian mengakui bahwa Tuhan menyertai Daud; selain itu, putrinya sendiri Mikhal mencintai Daud. Oleh karena itu Saul semakin takut kepada Daud .

RESPONSORIUM Mazmur 56:2, 4, 14

Kasihanilah aku, ya Allah, sebab manusia menginjak-injak aku; sepanjang hari mereka menganiaya aku dengan serangan-serangan mereka yang terus-menerus.

Aku menaruh kepercayaanku pada-Mu.
Sebab Engkau telah menyelamatkan jiwaku dari kematian dan Engkau telah menjaga kakiku dari tersandung.

Aku menaruh kepercayaanku pada-Mu.
Bacaan Kedua

Dari risalah tentang Kesempurnaan Kristiani oleh Santo Gregorius dari Nyssa, uskup.

Kristus harus nyata dalam seluruh hidup kita
Kehidupan Kristiani memiliki tiga aspek pembeda: perbuatan, perkataan, dan pikiran. Pikiran datang lebih dahulu, kemudian perkataan, karena perkataan kita secara terbuka mengungkapkan kesimpulan batin pikiran. Akhirnya, setelah pikiran dan perkataan, datanglah tindakan, karena perbuatan kita melaksanakan apa yang telah dikandung oleh pikiran. Jadi, ketika salah satu dari ini menghasilkan tindakan atau perkataan atau pikiran kita, kita harus memastikan bahwa semua pikiran, perkataan, dan perbuatan kita dikendalikan oleh cita-cita ilahi, wahyu Kristus. Sebab, barulah pikiran, perkataan, dan perbuatan kita tidak akan kurang dari kemuliaan implikasinya.
Lalu, apa yang harus kita lakukan, kita yang telah dianggap layak menyandang nama Kristus? Setiap kita harus memeriksa pikiran, perkataan, dan perbuatan kita, untuk melihat apakah semuanya diarahkan kepada Kristus atau berpaling dari-Nya. Pemeriksaan ini dilakukan dengan berbagai cara. Perbuatan atau pikiran atau perkataan kita tidak selaras dengan Kristus jika muncul dari nafsu. Maka, semuanya itu menanggung tanda musuh yang mengotori mutiara hati dengan lumpur nafsu, meredupkan bahkan menghancurkan kilau permata yang berharga itu.
Di sisi lain, jika semuanya itu bebas dan tidak tercemar oleh setiap kecenderungan nafsu, semuanya itu diarahkan kepada Kristus, penulis dan sumber kedamaian. Ia seperti aliran yang murni, tidak tercemar. Jika Engkau mengambil dari-Nya pikiran dalam benak-Mu dan kecenderungan hati-Mu, Engkau akan menunjukkan kemiripan dengan Kristus, sumber dan asal-Mu, seperti air yang berkilau dalam bejana menyerupai air mengalir dari mana ia diperoleh.
Sebab kemurnian Kristus dan kemurnian yang nyata dalam hati kita adalah identik. Kemurnian Kristus, bagaimanapun, adalah mata air; kemurnian kita memiliki sumbernya di dalam Dia dan mengalir dari Dia. Hidup kita dicap dengan keindahan pikiran-Nya. Manusia batiniah dan lahiriah diselaraskan dalam semacam musik. Pikiran Kristus adalah pengaruh pengendali yang menginspirasi kita untuk kesederhanaan dan kebaikan dalam perilaku kita. Sebagaimana yang kulihat, kesempurnaan Kristiani terdiri dari ini: berbagi gelar-gelar yang mengungkapkan makna nama Kristus, kita mengeluarkan makna ini dalam pikiran, doa, dan cara hidup kita.

RESPONSORIUM Kolose 3:17; Roma 14:7

Apa pun yang kamu lakukan dalam perkataan dan perbuatan,

lakukanlah semuanya dalam nama Tuhan Yesus.
Tidak seorang pun dari kita hidup hanya untuk dirinya sendiri,

dan tidak seorang pun dari kita mati hanya untuk dirinya sendiri.

Lakukanlah semuanya dalam nama Tuhan Yesus.

DOA PENUTUP

Anugerahkanlah, ya Tuhan,

agar kami senantiasa menghormati dan mencintai nama-Mu yang kudus,

sebab Engkau tidak pernah mencabut bimbingan-Mu

dari mereka yang Engkau teguhkan di atas dasar kasih-Mu.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

SELASA III PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah menyembah Tuhan, Raja Maha Mulia.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kami.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.
Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.
Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.

Dialah Allah kami, kami umat-Nya,

Dialah gembala kami, kami kawanan-Nya.
Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya -Ku Yang Agung.
Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.
Kemuliaan kepada Bapa…

Seperti pada…

Ant. Marilah menyembah Tuhan, Raja Maha Mulia.

Madah

Gelap berkurang, malam hampir hilang

Fajar gemilang menyebarkan terang.

Marilah kami memanjatkan doa

Kepada Bapa.
Semoga Bapa berbelaskasihan

Membimbing kami dalam pengabdian

Dan merestui karya darma bakti

Sepanjang hari.
Ya Bapa kami, sudilah kabulkan

Harapan hati yang kami ungkapkan

Secara tulus demi Yesus Kristus

Dalam Roh Kudus. Amin.

Ant.1: Engkau telah berkenan kepada tanah-Mu, ya Tuhan; Engkau telah memaafkan kesalahan umat-Mu.

Mazmur 84 (85)

Engkau telah berkenan kepada tanah-Mu, ya Tuhan,*

dan memulihkan nasib Yakub.
Engkau telah memaaafkan kesalahan umat-Mu,*

dan mengampuni segala dosa mereka.
Engkau telah menarik kembali rasa geram-Mu,*

dan meredakan nyala murka-Mu.
Pulihkanlah kami, ya Allah penyelamat kami,*

dan hentikanlah rasa jengkel terhadap umat-Mu!
Untuk selamanyakah Engkau murka terhadap kami,*

dan melanjutkan amarah-Mu turun-temurun?
Tidak maukah Engkau menghidupkan kami kembali,*

sehingga umat-Mu bersukacita karena Engkau?
Perlihatkanlah kasih setia-Mu, ya Tuhan,*

dan berilah kami keselamatan-Mu.
Aku mau mendengarkan firman Tuhan,*

Tuhan menjanjikan keselamatan kepada umat-Nya;
kepada orang yang dikasihi-Nya,*

yang kembali percaya kepadanya.
Sungguh, keselamatan Tuhan dekat pada orang yang takwa,*

dan kemuliaan-Nya diam di negeri kami.
Kasih dan kesetiaan akan bertemu,*

keadilan dan keselamatan akan berpelukan.
Kesetiaan akan tumbuh dari bumi,*

dan keadilan akan turun dari langit.
Tuhan akan mencurahkan hujan,*

dan tanah kami akan menghasilkan panenannya.
Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya,*

dan keselamatan akan mengikuti jejak-Nya.

Ant.1: Engkau telah berkenan kepada tanah-Mu, ya Tuhan; Engkau telah memaafkan kesalahan umat-Mu.

Ant.2: Hatiku merindukan Dikau pada waktu malam, dan batinku mencari Engkau pada waktu pagi.

Yes 26,1-12
Kita mempunyai kota yang kuat,+

Tuhan mendirikan tembok dan benteng,*

untuk melindungi kami.
Bukalah pintu gerbang, agar masuklah bangsa yang jujur,*

bangsa yang tetap setia.
Tuhan, dengan teguh Engkau memelihara keselamatan,*

karena umat-Mu percaya pada-Mu.
Percayalah kepada Tuhan untuk selama-lamanya,*

sebab Tuhanlah wadas yang kekal.
Jalan orang jujur lurus,*

Engkau merintis jalan lurus baginya.
Biarpun Engkau menghakimi kami,+

kami berharap pada-Mu, ya Tuhan,*

dan memuji nama-Mu itulah hasrat hati kami.
Hatiku merindukan Dikau pada waktu malam,*

dan batinku mencari Engkau pada waktu pagi.
Bila Engkau datang menghakimi bumi,*

para penduduk dunia mengalami keadilan.
Ya Tuhan, Engkau akan menganugerahkan keselamatan kepada kami,*

sebab Engkaulah yang menyelesaikan segala pekerjaan kami.

Ant.2: Hatiku merindukan Dikau pada waktu malam, dan batinku mencari Engkau pada waktu pagi.

Ant.3: Semoga wajah Allah berseri-seri bagi kami .

Mazmur 66 (67)

Semoga Allah mengasihani dan memberkati kami,*

semoga wajah-Nya berseri-seri kepada kami.
Ya Allah, semoga karya-Mu dikenal di bumi,*

dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.
Hendaknya segala bangsa memuji Engkau,*

hendaknya memuji Engkau segala bangsa.
Hendaknya segala bangsa bersorak gembira,+

sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil,*

dan menuntun segala bangsa di bumi.
Hendaknya segala bangsa memuji Engkau,*

hendaknya memuji Engkau segala bangsa.
Tanah telah memberi hasilnya,*

sebab Tuhan, Allah kami, telah memberkati kami.
Semoga Allah tetap memberkati kami,*

semoga seluruh bumi menjadi takwa.

Ant.3: Semoga wajah Allah berseri-seri bagi kami.

Bacaan Singkat (1Yoh 4,14-15)

Kita telah melihat dan memberi kesaksian, bahwa Bapa telah mengutus Putera-Nya untuk menyelamatkan dunia. Barang siapa mengakui Yesus sebagai Putera Allah, Allah tinggal di dalamnya dan ia tinggal dalam Allah.
Lagu Singkat
P: Allahku, Engkau penolongku,* Pada-Mu aku berharap.

U: Allahku.

P: Engkaulah pelindung dan pembebasku.

U: Pada-Mu aku berharap.

P: Kemuliaan.

U: Allahku.

Ant.Kidung: Tuhan telah mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa, seperti dijanjikan-Nya dengan perantaraan para nabi-Nya.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.
Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.
Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.
Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kami,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.
Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*

akan membebaskan kami dari tangan musuh.
Agar kami dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.
Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.
Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kami penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Tuhan telah mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa, seperti dijanjikan-Nya dengan perantaraan para nabi-Nya.

Doa Permohonan

Dengan darah-Nya Kristus telah memperoleh bagi diri-Nya suatu umat yang baru. Marilah kami menyembah Dia dan berdoa kepada-Nya dengan rendah hati:

U: Ingatlah akan umat-Mu, ya Tuhan.

P: Raja dan penebus kami, dengarkanlah umat-Mu yang memuji Engkau pada permulaan hari ini,* ajarilah kami meluhurkan Dikau, ya Raja mahamulia.

P: Engkaulah harapan dan keteguhan kami, pada-Mu kami percaya,* dan kami takkan dipermalukan.

P: Perhatikanlah kelemahan kami dan datanglah cepat untuk membantu kami,* karena tanpa Engkau kami tak berdaya seditipun.

P: Ingatlah akan orang yang papa dan yang sendirian, agar hari baru ini jangan menjadi beban bagi mereka,* melainkan hiburan dan sukacita.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa, segala kebaikan dan setiap keindahan Kauciptakan dalam cinta kasih-Mu. Semoga kami memulai hari ini dengan sukacita dan mengisinya dengan usaha cinta kasih bagi-Mu dan bagi semua saudara kami. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Tengah Hari

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

SELASA III SIANG

Madah

Tuhan Allah Mahal Luhur

Hari dan malam Kauatur

Terang gelap bergiliran

Silih ganti berurutan.
Senja hari yang mendekat

Melambangkan akhir hayat

Yang bagi umat beriman

Membuka keabadian.
Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putra dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Cinta kasih kesempurnaan hukum.

Mazmur 118 (119),97-104

Betapa besar cintaku kepada hukum-Mu,*

aku merenungkannya sepanjang hari.
Aku menjadi lebih bijaksana dari pada musuhku,*

sebab perintah-Mu selalu ada padaku.
Aku lebih arif dari pada semua pengajarku,*

sebab aku merenungkan sabda-Mu.
Aku lebih berbudi dari pada orang-orang tua,*

sebab aku berpegang pada perintah-Mu.
Aku tidak melangkahkan kaki ke jalan kejahatan,*

agar firman-Mu tetap kupegang.
Aku tidak menyimpang dari ketetapan-Mu,*

sebab Engkaulah yang mengajar aku.
Betapa manisnya janji-Mu bagiku,*

melebihi madu di mulutku.
Aku menimba pengertian dari titah-Mu,*

maka aku benci akan segala kebohongan.

Ant.1: Cinta kasih kesempurnaan hukum.

Ant.2: Ingatlah akan umat-Mu yang Kauperoleh dahulu kala.

Mazmur 73 (74) I

Ya Allah, mengapa Kaubuang kami untuk selamanya?*

Mengapa murka-Mu bernyala terhadap domba gembalaan-Mu?
Ingatlah akan umat-Mu yang Kauperoleh dahulu kala,+

yang Kautebus menjadi bangsa milik pusaka-Mu,*

ingatlah akan gunung Sion yang Kaudiami.
Pulihkanlah bangsa-Mu dari reruntuhan puing,*

tempat kudus telah dimusnakan musuh.
Lawan-Mu berbuat huru-hara dalam rumah-Mu,*

dan memancangkan ratusan panji.
Mereka memasang api pada pintu gerbang,*

dan merusak ukiran-ukiran dengan kapak.
Mereka merobohkan semua pintu,*

dan menghancurkannya berkeping-keping dengan kapak dan beliung.
Mereka membumihanguskan rumah-Mu yang kudus,*

dan menajiskan kediaman-Mu.
Mereka berkata dalam hati,+

“Marilah kami basmi bangsa ini sekaligus,*

dan semua rumah ibadat di seluruh negeri”.
Tiada mukjizat lagi bagi kami, tiada nabi,*

tak seorangpun tahu, masih berapa lama.
Ya Allah, masih berapa lama lawan menghina,*

dan musuh menghojat nama-Mu terus-menerus?
Mengapa Engkau menarik kembali tangan-Mu,*

mengapa Engkau berpangku tangan saja?
Ya Allah, hancurkanlah raja-raja dari timur,*

rebutlah kemenangan di Yerusalem.

Ant.2: Ingatlah akan umat-Mu yang Kauperoleh dahulu kala.

Ant.3: Bangkitlah, ya Tuhan, belalah perkara-Mu.

Mazmur 73 (74) II

Engkaulah yang membelah laut dengan kekuasaan-Mu,*

dan memecahkan kepala naga di atas permukaan air.
Engkaulah yang meremukkan kepala-kepala Leviatan,*

dan menjadikanya mangsa binatang gurun pasir.
Engkaulah yang membuka mata air dan sungai,*

Engkaulah yang mengeringkan bengawan-bengawan purba.
Milik-Mulah siang, dan milik-Mulah malam,*

Engkaulah yang menempatkan bulan dan matahari.
Engkaulah yang menetapkan segala batas bumi,*

musim kemarau dan musim hujan Engkaulah yang membuatnya.
Ingatlah, musuh menghina Engkau, ya Tuhan,*

suatu bangsa yang dungu menghojat nama-Mu.
Jangan serahkan umat-Mu kepada binatang buas,*

jangan lupakan selamanya bangsa-Mu yang tertindas.
Ingatlah akan rumah-Mu, karena kota-Mu diliputi kegelapan,*

dan seluruh negeri penuh kekerasan.
Jangan mengecewakan pengharapan orang tertindas,*

semoga orang yang miskin dan malang memuji nama-Mu.
Bangkitlah, Allah, belalah perkara-Mu,*

ingatlah bahwa orang dungu menghina Engkau sepanjang hari.
Jangan melupakan teriakan para lawan-Mu,*

pekik para musuh-Mu yang makin meningkat.

Ant.3: Bangkitlah, ya Tuhan, belalah perkara-Mu.

Bacaan singkat (Ul 15,7-8)

Andaikata salah seorang saudara yang tinggal di kota tempat kediamanmu jatuh miskin, maka janganlah kautegarkan hatimu dan jangan kaututup tanganmu terhadapnya. Tetapi bukalah tanganmu bagi saudaramu yang miskin, dan berilah pinjaman kepadanya sekadar keperluannya.
P: Ya Tuhan, dengarkanlah ratapan orang miskin.

U: Arahkanlah perhatian-Mu dan condongkanlah telinga-Mu.

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau telah mewahyukan kepada Petrus rencana-Mu untuk menyelamatkan bangsa-bangsa kafir. Semoga pekerjaan kami menyenangkan hati-Mu dan berguna untuk memajukan rencana keselamatan yang telah Kautetapkan dalam cinta kasih-Mu. Demi Kristus, pengantara kami.

Amin.

Ibadat Sore

SELASA III SORE

Madah

Bapa Yang Maha Kuasa

Senja hari sudah tiba

Dengarkanlah madah kami

Pengungkapan isi hati.
Hati dan suara kami

Bersatu padu memuji

Cinta kami kepada-Mu

Tetaplah teguh selalu.
Bila malam jadi gelap

Jangan iman hilang lenyap

S’moga malam diterangi

Sinar iman yang sejati.
Kabulkanlah doa kami

Ya Bapa yang baik hati

Bersama Putra dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Tuhan melindungi umat-Nya

Mazmur 124 (125)

Orang yang percaya kepada Tuhan adalah seperti Gunung Sion,*

tak tergoncangkan, teguh selama-lamanya.
Seperti gunung-gemunung mengelilingi Yerusalem,+

demikianpun Tuhan melindungi umat-Nya,*

sekarang dan selama-lamanya.
Orang berdosa takkan bertahan,+

menguasai tanah pusaka orang jujur,*

asal orang jujur tidak melakukan kejahatan.
Berbuatlah baik, ya Tuhan, kepada orang baik,*

dan kepada orang yang tulus hati.
Tetapi orang yang menyimpang ke jalan yang berbelit-belit,+

hendaknya dienyahkan Tuhan,*

bersama orang yang melakukan kejahatan.

Ant.1: Tuhan melindungi umat-Nya

Ant.2: Jika Engkau tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil, Engkau tidak akan masuk ke dalam kerajaan surga.

Mazmur 130 (131)

Tuhan, hatiku tidak angkuh,*

dan mataku tidak memandang dengan sombong.
Aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu muluk,*

yang melampaui kemampuanku.
Tetap aku berusaha, agar hatiku tenang dan tenteram,+

seperti bayi di pangkuan ibunya,*

seperti bayilah ketenangan jiwaku.
Berharaplah akan Tuhan, hai Israel,*

sekarang dan selama-lamanya.

Ant.2: Jika Engkau tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil, Engkau tidak akan masuk ke dalam kerajaan surga.

Ant.3: Tuhan, Engkau telah menganugerahi kami martabat raja dan imam di hadapan Allah kami.

Mengapa 4,11; 5,9.10-12
Sudah sepatutnyalah, ya Tuhan dan Allah kami,*

Engkau menerima puji-pujian, hormat dan kuasa.
Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu,*

dan karena kehendak-Mu semua yang ada dijadikan.
Layaklah Anak Domba menerima gulungan kamib,*

dan membuka ketujuh meterainya
Sebab Engkau telah disembelih,+

dan dengan darah-Mu Engkau telah menebus kami bagi Allah,*

dari setiap suku, bahasa, kaum dan bangsa.
Engkau telah menganugerahi kami,+

martabat raja dan imam di hadapan Allah kami,*

dan kami akan merajai dunia.
Layaklah Anak Domba yang disembelih itu,+

menerima kuasa dan kekayaan,*

hikmat dan kekuatan, hormat, kemuliaan dan puji-pujian.

Ant.3: Tuhan, Engkau telah menganugerahi kami martabat raja dan imam di hadapan Allah kami.

Bacaan Singkat (Rom 12,9-12)
Kasihmu janganlah pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah Engkau saling mencintai sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Janganlah kegiatanmu berkurang, hendaknya semangatmu bernyala-nyala. Layanilah Tuhan, bersukacitalah dalam pengaharapan, sabarlah dalam kesesakan dan bertekunlah dalam doa.
Lagu Singkat
P: Sabda-Mu kekal abadi, ya Tuhan,* Teguh dan tidak berubah.

U: Sabda-Mu.

P: Kebenaran-Mu tinggal sepanjang masa.

U: Teguh dan tidak berubah.

P: Kemuliaan.

U: Sabda-Mu.

Ant.Kidung: Hatiku bersukaria karena Tuhan Allah, penyelamatku.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Maha Kuasa,*

kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya,*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan,*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong
Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Hatiku bersukaria karena Tuhan Allah, penyelamatku.

Doa Permohonan

Allah meneguhkan umat-Nya dalam pengharapan. Sebab marilah kami dengan hati gembira berseru:

U: Engkaulah harapan umat-Mu, ya Tuhan.

P: Kami bersyukur kepadamu, ya Tuhan, sebab dalam Kristus Engkau telah memperkaya kami dalam segala hal,* dalam segala macam perkataan dan penmendapatahuan.

P: Allah, Engkau menguasai hati orang yang memerintah, berikanlah kebijaksanaan kepada para pemimpin negara,* supaya mereka mengambil kebijaksanaan sesuai dengan keinginan hati-Mu.

P: Engkau mengurniakan kecakapan kepada para seniman untuk mengungkapkan kemuliaan dan keindahan-Mu,* sinarilah kiranya dunia ini dengan harapan dan kegembiraan berkat karya seni mereka.

P: Engkau tidak membiarkan kami diuji melampaui batas kesanggupan kami,* maka kuatkanlah yang lemah, dan bangunkanlah yang jatuh.

P: Dengan perantaraan Putera-Mu Engkau telah berjanji bahwa manusia pada hari terakhir akan bangkit kepada kehidupan,* janganlah lupakan orang yang sudah meninggal dunia.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, semoga pujian sore ini naik ke hadapan-Mu, dan berkat-Mu turun ke atas kami. Bantulah dan selamatkanlah kami sekarang ini dan selama-lamanya. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - SELASA

Doa Tobat

P: Selama kusembunyikan dosaku, batinku tertekan,*
dan aku mengeluh sepanjang hari.
U: Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.
P: Aku mengakui dosaku di hadapanMu, Tuhan,*
dan kesalahanku tidak kusembunyikan.
U: Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.
P: Nasib orang berdosa sengsara belaka,*
tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.
U: Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Mazmur 142 (143),1-11

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah permohonanku.

Demi kesetiaanMu jawablah aku,*
kabulkanlah doaku demi keadilanMu.

Janganlah mengajukan daku ke pengadilanMu,*
karena tak seorangpun dapat dibenarkan di hadapanMu.

Sebab musuh mengejar aku,*
dan mencampakkan nyawaku ke alam maut.

Ia menjebloskan daku ke dalam kegelapan,*
tiada bedanya aku dengan orang mati.

Semangatku lemah lesu dalam batinku,*
hatiku membeku dalam diriku.

Maka teringatlah aku akan masa lampau,+
aku mengenangkan segala karyaMu,*
dan merenungkan perbuatan tanganMu.

Aku menadahkan tanganku kepadaMu,*
aku haus akan Dikau bagaikan tanah yang tandus.

Ya Tuhan, datanglah segera dan jawablah aku,*
sebab habislah semangatku, ya Allah.

Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku,*
jangan sampai aku turun ke liang kubur.

Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar,*
sebab kepadaMu aku percaya.

Tunjukkanlah jalan yang harus kutempuh,*
sebab kepadaMu kuarahkan hatiku.

Bebaskanlah aku dari musuh, ya Tuhan,*
sebab padaMu aku berteduh.

Ajarlah aku melaksanakan kehendakMu,*
sebab Engkaulah Allahku.

Semoga kebaikan hatiMu menuntun daku,*
di jalan yang rata.

Demi namaMu, ya Tuhan, hidupkanlah aku,*
demi keadilanMu bebaskanlah aku dari musuh.

Ant.: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Bacaan singkat (1Ptr 5,8-9)

Waspadalah dan berjagalah! Sebab setan, musuhmu, berkeliling seperti singa yang mengaum-ngaum mencari mangsanya. Lawanlah dia, teguh dalam iman.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, terangilah malam ini dengan rahmatMu. Semoga kami tidur dengan aman sentosa dan bangun dengan semangat segar untuk menyambut fajar dan hari baru. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Santa Maria, bunda Kristus,
kami berlindung padamu.
Janganlah mengabaikan doa kami,
bila kami dirundung nestapa.
Bebaskanlah kami selalu
dari segala mara bahaya,
ya perawan yang terpuji.

Santo-Santa

S. Petrus dan Paulus

Para Rasul · abad ke-1 (wafat ± 67)

Pada 29 Juni Gereja merayakan bersama dua tiang penyangga iman, Rasul Petrus dan Rasul Paulus, yang keduanya menumpahkan darah bagi Kristus di kota Roma. Meski watak dan jalan hidup mereka berbeda, keduanya disatukan dalam satu iman, satu perutusan, dan satu kemartiran.

Petrus, yang semula bernama Simon, adalah seorang nelayan Galilea yang dipanggil Yesus menjadi murid. Kepadanyalah Yesus berkata bahwa di atas wadas ini Gereja akan dibangun. Meski pernah menyangkal Gurunya tiga kali, ia bertobat dengan air mata dan menjadi pemimpin para rasul serta uskup pertama Roma. Menurut tradisi, ia dihukum mati dengan disalibkan. Karena merasa tidak layak wafat serupa Tuhannya, ia meminta disalibkan dengan kepala di bawah, di Bukit Vatikan sekitar tahun 67.

Paulus, yang semula bernama Saulus, awalnya seorang penganiaya umat Kristen. Dalam perjalanan ke Damsyik ia dijumpai Kristus yang mulia dan berbalik total menjadi rasul yang paling giat. Ia digelari Rasul bagi bangsa-bangsa karena menempuh perjalanan jauh mewartakan Injil dan menulis banyak surat yang menjadi bagian Kitab Suci. Sebagai warga negara Romawi, ia tidak disalibkan melainkan dipenggal dengan pedang, juga di Roma sekitar tahun 67.

Kematian mereka menjadikan Roma pusat iman Katolik. Sejak abad-abad awal umat menghormati makam mereka, tempat kini berdiri Basilika Santo Petrus dan Basilika Santo Paulus di Luar Tembok.

Pelindung: Kota Roma dan Gereja semesta; Petrus pelindung para nelayan dan Paus, Paulus pelindung para misionaris.

Santo Petrus dan Paulus

Rasul

Sejak semula Gereja menghormati kedua rasul, Petrus dan Paulus, secara bersama-sama. Kedua rasul ini dianggap sebagai Sokoguru gereja.

Simon anak Yunus dan saudara Andreas, lahir di Betsaida, Galilea, sebuah kampung di tepi danau Genesaret. Seperti ayahnya, Simon adalah seorang nelayan yang ulet, bertabiat jujur, dan rajin. Ia tidak berpendidikan tinggi tetapi cukup terampil dalam pekerjaannya sebagai seorang nelayan. Kepribadiannya sangat menarik perhatian Yesus; karena itu Yesus berkenan menjadikannya seorang muridNya, bahkan mengangkatnya sebagai pemimpin para rasul dan pemimpin Gereja yang pertama.

Pada mulanya, Simon bersama Andreas saudaranya, menjadi murid Yohanes Pemandi. Oleh Andreas, Simon diperkenalkan kepada Yesus, Sang Mesias yang dinanti-nantikan oleh seluruh bangsa Israel. “Kami telah menemukan Mesias, yaitu Kristus”, kata Andreas kepada Simon. Pada saat itu, Yesus berkata kepada Simon, “Engkau anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).(Yoh1:41-42) Kefas artinya wadas atau batu karang. Sejak saat itu, dia lebih dikenal dengan nama Petrus.

Petrus secara resmi berkeputusan mengikuti Yesus, Sang Mesias dengan meninggalkan segala-galanya, ketika ia menyaksikan mukzijat penangkapan ikan secara ajaib oleh Yesus. Kata Yesus kepada Petrus: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Petrus berkata kepada Yesus: “Guru, sepanjang malam kami bekerja keras, dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Dengan kepercayaan itu, Petrus menyaksikan kuasa Yesus, Sang Mesias.” Dan di depan Yesus yang penuh kuasa Ilahi itu Petrus bersujud: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa”. Kepada Petrus yang rendah hati itu, Yesus berkata: “Jangan takut, mulai sekarang engkau akan menjala manusia”. Setelah penyerahan diri ini, Petrus diperkenankan menyaksikan berbagai peristiwa dan akhirnya dipercayakan tugas menjadi pemimpin para rasul dan gembala kaum beriman.

Di samping kisah-kisah yang menampilkan pribadi Petrus sebagai orang kepercayaan Yesus, terdapat juga kisah Injil yang menampilkan pribadi Petrus sebagai seorang yang masih dangkal imannya dan belum memahami benar kehendak Allah atas diri Yesus. Dalam Mat16:21-28 dikisahkan tentang pemberitahuan Yesus tentang penderitaanNya, dan Petrus serta merta berkata: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau”. “Enyalah iblis. Engkau suatu batu sandungan bagiKu, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia”, demikian teguran Yesus kepada Petrus. Ia juga menyangkal Yesus ketika Yesus ditangkap dan diadili. Mat26:30-35; 69-75).

Sesudah kebangkitan Yesus, Petrus diangkat menjadi pemimpin keduabelas rasul dan gembala kaum beriman di Yerusalem. Petrus juga yang menerima orang kafir pertama ke dalam Gereja, dan memimpin konsili pertama di Yerusalem.

Paulus (Saulus) dilahirkan di Tarsus, Asia Kecil dari keluarga Yahudi yang berkewarganegaraan Romawi. Ia seorang terdidik dan belajar di Yerusalem pada Gamaliel, dari kelompok Farisi. Sebagai seorang Farisi yang fanatik, Saulus tiada henti mengejar dan memenjarakan murid-murid Yesus.

Dalam perjalanan ke Damsyik, Yesus menangkapnya dan menjadikan dia seorang rasul untuk bangsa-bangsa kafir. Ia dipermandikan oleh Ananias. Ia menjelajahi seluruh daerah Laut Tengah untuk mewartakan Injil kepada bangsa-bangsa kafir. Perjalanan misinya senantiasa diwarnai dengan berbagai kesulitan dan pertentangan dengan kaum kafir. Di Yerusalem ia ditangkap oleh bangsa Yahudi, lalu dipenjarakan dan di bawa ke Roma, sebab ia naik banding kepada kaisar. Akhirnya ia dibebaskan. Tak lama kemudian, dia ditangkap lagi dan akhirnya menemui ajalnya sebagai martir di Roma pada tahun 67.