Kamis, 24 Juni 2027

Hari Raya Kelahiran S. Yohanes Pembaptis

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Yesaya 49:1-6

Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya. Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku." Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku." Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya--maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku--,firman-Nya: "Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."

Mazmur Tanggapan Mazmur 139:1-3,13-15

Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;

Bacaan Kedua Kisah Para Rasul 13:22-26

Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus. Menjelang kedatangan-Nya Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis. Dan ketika Yohanes hampir selesai menunaikan tugasnya, ia berkata: Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kaki-Nyapun aku tidak layak. Hai saudara-saudaraku, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita.

Bacaan Injil Lukas 1:57-66,80

Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya, tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes." Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian." Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan merekapun heran semuanya. Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia. Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.

Renungan

Nama Titipan Langit

Memberi nama anak tidak pernah sembarangan. Orang tua bisa berminggu-minggu menimbang: nama kakek yang mesti diteruskan, nama santo pelindung, doa yang mau dititipkan pada nama itu. Nama adalah harapan yang dipanggil setiap hari.

Hari ini Gereja merayakan sebuah kelahiran dan sebuah nama. Elisabet yang tua melahirkan anak laki-laki. Para tetangga sudah sepakat: namai saja Zakharia, menurut bapanya. Wajar. Nama diwariskan menurut garis keluarga. Tetapi ibunya menolak: jangan, ia harus dinamai Yohanes. Semua heran; tidak ada sanak saudara bernama itu. Lalu Zakharia yang bisu meminta batu tulis dan menulis: namanya adalah Yohanes. Seketika mulutnya terbuka dan ia memuji Allah.

Mengapa nama itu penting sampai diributkan? Yohanes berasal dari bahasa Ibrani, Yohanan, artinya Tuhan bermurah hati. Anak ini tidak boleh memakai nama warisan, sebab hidupnya memang bukan kelanjutan garis keluarga. Ia proyek baru belas kasih Allah. Namanya sendiri sudah menjadi kotbah pertamanya.

Bacaan pertama memperdalam itu. Tuhan telah memanggil aku sejak dari kandungan, telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. Sebelum Yohanes bisa berkata-kata, Allah sudah selesai menuliskan panggilannya. Begitu pula kita. Tidak ada manusia yang lahir sebagai kebetulan. Setiap orang lahir sebagai kalimat yang ingin diucapkan Allah kepada zamannya.

Yang mengagumkan dari Yohanes justru caranya memahami diri. Ia menjadi besar. Seluruh Yudea kelak datang kepadanya, mendengarkan dia, dibaptis olehnya. Tetapi ketika popularitasnya memuncak, ia berkata, seperti dikutip Paulus dalam bacaan kedua: aku bukanlah Dia yang kamu sangka; membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak. Yohanes tahu ia anak panah, bukan sasarannya. Jari yang menunjuk, bukan yang ditunjuk. Kebesarannya justru terletak pada kerelaannya menjadi kecil di hadapan Dia yang ia wartakan.

Para tetangga dulu bertanya sambil merenung: menjadi apakah anak ini nanti? Pertanyaan itu layak kita ulang di depan setiap anak yang kita timang, setiap murid yang kita ajar, bahkan di depan cermin kita sendiri. Menjadi apakah aku ini nanti dalam rencana Allah?

Nama kita mungkin tidak diumumkan malaikat. Tetapi panggilan kita sama tuanya: sudah disebut sejak dari kandungan. Tinggal satu pekerjaan seumur hidup: menghidupi nama itu sampai orang lain, lewat kita, melihat Tuhan yang bermurah hati.

Tuhan, Engkau mengenal namaku sebelum aku lahir. Seperti Yohanes, jadikanlah hidupku telunjuk yang mengarah kepada-Mu. Amin.

Invitatorium

KAMIS IV PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah menghadap Tuhan dengan sukacita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Marilah menghadap Tuhan dengan sukacita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan Kamis Pekan Biasa
Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Akulah Tuhan yang membawa terang melalui awan
Biarlah Langit menghujankan kebenaran
Biarlah bumi terbuka, dan keselamatan berbuah;
Biarlah Langit menghujankan kebenaran
Akulah Tuhan Allahmu, di samping-Ku tiada allah lain
Aku memanggilmu dengan namamu biarlah Langit menghujankan kebenaran
Aku, Tuhan, telah menciptakannya.
Akulah Tuhan yang membawa terang melalui awan
Biarlah Langit menghujankan kebenaran
Biarlah bumi terbuka, dan keselamatan berbuah;
Biarlah Langit menghujankan kebenaran
Akulah Tuhan Allahmu, di samping-Ku tiada allah lain
Aku memanggilmu dengan namamu biarlah Langit menghujankan kebenaran
Aku, Tuhan, telah menciptakannya.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Pandanglah kami, ya Tuhan, dan lihatlah betapa kami dihina.

Mazmur 89:39-53

Ratapan atas kejatuhan dinasti Daud

Ia telah membangkitkan bagi kita seorang Juruselamat yang perkasa, yang lahir dari keluarga Daud, hamba-Nya (Lukas 1:69).

IV
Namun Engkau telah menolak dan mencampakkan,
dan murka kepada orang yang telah Engkau urapi.
Engkau telah memutuskan perjanjian-Mu dengan hamba-Mu,
dan mencemarkan mahkotanya dalam debu.
Engkau telah merobohkan semua temboknya,
dan meruntuhkan benteng-bentengnya.
Ia dijarah oleh semua yang lewat:
ia telah menjadi ejekan bagi tetangganya.
Engkau telah meninggikan tangan kanan musuh-musuhnya;
Engkau telah membuat semua musuh-Nya bersukacita.
Engkau telah membuat pedangnya menyerah,
Engkau tidak menopangnya dalam pertempuran.
Engkau telah mengakhiri kemuliaannya;
Engkau telah melemparkan takhtanya ke tanah.
Engkau telah mempersingkat tahun-tahun masa mudanya;
Engkau telah menumpuk aib padanya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Pandanglah kami, ya Tuhan, dan lihatlah betapa kami dihina.

Ant. 2 Akulah tunas dan keturunan Daud; Akulah bintang pagi.

V
Berapa lama lagi, ya Tuhan? Apakah Engkau akan menyembunyikan diri-Mu selama-lamanya?
Berapa lama lagi murka-Mu akan menyala seperti api?
Ingatlah, Tuhan, betapa singkatnya hidupku,
dan betapa rapuhnya Engkau telah menjadikan anak-anak manusia.
Manusia mana yang dapat hidup dan tidak pernah melihat kematian?
Siapa yang dapat menyelamatkan dirinya dari cengkeraman kubur?
Di manakah belas kasihan-Mu yang dahulu, ya Tuhan,
yang telah Engkau sumpahkan dalam kesetiaan-Mu kepada Daud?
Ingatlah, Tuhan, bagaimana hamba-Mu diejek,
bagaimana aku harus menanggung semua penghinaan bangsa-bangsa.
Demikianlah musuh-musuh-Mu mengejek aku, ya Tuhan,
mengejek orang yang Engkau urapi pada setiap langkah.
Terpujilah Tuhan selama-lamanya. Amin, amin!
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, Allah yang penuh belas kasihan dan kesetiaan, Engkau telah membuat perjanjian baru dan kekal dengan manusia dan memeteraikannya dalam darah Putra-Mu. Ampunilah kebodohan ketidaksetiaan kami dan buatlah kami menaati perintah-perintah-Mu, agar dalam perjanjian baru-Mu kami dapat menjadi saksi dan pewarta kesetiaan dan kasih-Mu di bumi, dan menjadi bagian dari kemuliaan-Mu di surga.

Ant. Akulah tunas dan keturunan Daud; Akulah bintang pagi.

Ant. 3 Tahun-tahun kami layu seperti rumput, tetapi Engkau, Tuhan Allah, kekal.

Mazmur 90

Semoga kami hidup dalam cahaya Allah

Tidak ada waktu bagi Allah: seribu tahun, satu hari: semuanya sama (2 Petrus 3:8).

Ya Tuhan, Engkau telah menjadi tempat perlindungan kami
dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Sebelum gunung-gunung lahir
atau bumi atau dunia dilahirkan,
Engkau adalah Allah, tanpa permulaan atau akhir.
Engkau mengembalikan manusia menjadi debu
dan berkata: "Kembalilah, anak-anak manusia."
Di mata-Mu seribu tahun
adalah seperti kemarin, datang dan pergi,
tidak lebih dari jaga malam.
Engkau menyapu manusia seperti mimpi,
seperti rumput yang tumbuh di pagi hari.
Di pagi hari ia tumbuh dan berbunga:
menjelang malam ia layu dan pudar.
Demikianlah kami binasa dalam murka-Mu,
terkena teror dalam amarah-Mu.
Kesalahan kami terbuka di hadapan-Mu;
rahasia kami dalam terang wajah-Mu.
Semua hari kami berlalu dalam murka-Mu.
Hidup kami berakhir seperti desahan.
Jangka waktu kami tujuh puluh tahun
atau delapan puluh bagi mereka yang kuat.
Dan sebagian besar dari ini adalah kekosongan dan penderitaan.
Mereka berlalu dengan cepat dan kami pun tiada.
Siapa yang memahami kekuatan murka-Mu
dan takut akan kekuatan amarah-Mu?
Buatlah kami mengetahui singkatnya hidup kami
agar kami memperoleh hikmat hati.
Tuhan, berbelas kasihanlah! Apakah murka-Mu selama-lamanya?
Tunjukkanlah belas kasihan kepada hamba-hamba-Mu.
Di pagi hari, penuhilah kami dengan kasih-Mu;
kami akan bersukacita dan bergembira sepanjang hari-hari kami.
Berikanlah kami sukacita untuk menyeimbangkan penderitaan kami
selama tahun-tahun kami mengalami kemalangan.
Tunjukkanlah karya-Mu kepada hamba-hamba-Mu;
biarlah kemuliaan-Mu bersinar pada anak-anak mereka.
Biarlah anugerah Tuhan menyertai kami:
berikanlah keberhasilan pada pekerjaan tangan kami,
berikanlah keberhasilan pada pekerjaan tangan kami.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Bapa yang kekal, Engkau memberi kami hidup meskipun kami bersalah dan bahkan menambahkan hari dan tahun pada hidup kami untuk membawa kami pada hikmat. Buatlah kami mengasihi dan menaati Engkau, agar karya tangan kami selalu menunjukkan apa yang telah dilakukan tangan-Mu, sampai hari kami memandang keindahan wajah-Mu.

Ant. Tahun-tahun kami layu seperti rumput, tetapi Engkau, Tuhan Allah, kekal.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Pada-Mu adalah sumber kehidupan.

Dalam terang-Mu kami melihat terang itu sendiri.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Hakim-hakim

8:22-23, 30-32; 9:1-15, 19-20

Umat Allah berusaha mencari raja
Orang Israel kemudian berkata kepada Gideon, "Berkuasalah atas kami—Engkau, anakmu, dan cucu anakmu—karena Engkau telah menyelamatkan kami dari kekuasaan Midian." Tetapi Gideon menjawab mereka, "Aku tidak akan berkuasa atas kamu, demikian pula anakku tidak akan berkuasa atas kamu. Tuhanlah yang harus berkuasa atas kamu."
Gideon mempunyai tujuh puluh anak laki-laki, keturunan langsungnya, karena ia mempunyai banyak istri. Gundiknya yang tinggal di Sikhem juga melahirkan seorang anak laki-laki baginya, yang diberinya nama Abimelekh. Pada usia tua yang baik, Gideon, anak Yoas, meninggal dan dikuburkan di makam ayahnya, Yoas, di Ofra orang Abiezer.
Abimelekh, anak Yerubaal, pergi kepada kerabat ibunya di Sikhem, dan berkata kepada mereka serta kepada seluruh kaum keluarga ibunya, "Ajukanlah pertanyaan ini kepada semua warga Sikhem: 'Manakah yang lebih baik bagimu: tujuh puluh orang, atau semua anak Yerubaal, berkuasa atas kamu, atau satu orang berkuasa atas kamu?' Kamu harus ingat bahwa aku adalah darah dagingmu sendiri." Ketika kerabat ibunya menyampaikan perkataan ini kepada mereka atas namanya, semua warga Sikhem bersimpati kepada Abimelekh, berpikir, "Ia adalah kerabat kita." Mereka juga memberinya tujuh puluh syikal perak dari kuil Baal-Berit, dengan mana Abimelekh menyewa orang-orang yang tidak berguna dan penjahat sebagai pengikutnya.
Kemudian ia pergi ke rumah leluhurnya di Ofra, dan membunuh saudara-saudaranya, ketujuh puluh anak Yerubaal, di atas satu batu. Hanya anak bungsu Yerubaal, Yotam, yang melarikan diri, karena ia disembunyikan. Kemudian semua warga Sikhem dan semua Bet-Milo berkumpul dan mengangkat Abimelekh menjadi raja di bawah pohon tarbantin di tugu peringatan di Sikhem.
Ketika hal ini dilaporkan kepadanya, Yotam pergi ke puncak Gunung Gerizim, dan berdiri di sana, berseru kepada mereka dengan suara nyaring: "Dengarkanlah aku, warga Sikhem, agar Allah kemudian mendengar kamu! Dahulu kala pohon-pohon pergi untuk mengurapi seorang raja atas mereka. Maka mereka berkata kepada pohon zaitun, 'Berkuasalah atas kami.' Tetapi pohon zaitun menjawab mereka, 'Haruskah aku menyerahkan minyakku yang kaya, yang dengannya manusia dan dewa-dewa dihormati, dan pergi untuk melambai-lambai di atas pohon-pohon?' "Kemudian pohon-pohon berkata kepada pohon ara, 'Datanglah; Engkau berkuasalah atas kami!' Tetapi pohon ara menjawab mereka, 'Haruskah aku menyerahkan kemanisanku dan buahku yang baik, dan pergi untuk melambai-lambai di atas pohon-pohon?'
"Kemudian pohon-pohon berkata kepada pohon anggur, 'Datanglah Engkau, dan berkuasalah atas kami.' Tetapi pohon anggur menjawab mereka, 'Haruskah aku menyerahkan anggurku yang menyukakan dewa-dewa dan manusia, dan pergi untuk melambai-lambai di atas pohon-pohon?'
"Kemudian semua pohon berkata kepada semak duri, 'Datanglah; Engkau berkuasalah atas kami!' Tetapi semak duri menjawab pohon-pohon, 'Jika kamu ingin mengurapi aku raja atas kamu dengan itikad baik, datanglah dan berlindunglah di bawah bayanganku. Jika tidak, biarlah api keluar dari semak duri dan melahap pohon-pohon aras Libanon.'"
"Jika, demikian, kamu telah bertindak dengan itikad baik dan dengan hormat terhadap Yerubaal dan keluarganya hari ini, bersukacitalah dalam Abimelekh dan semoga ia pada gilirannya bersukacita dalam kamu. Tetapi jika tidak, biarlah api keluar dari Abimelekh untuk melahap warga Sikhem dan Bet-Milo, dan biarlah api keluar dari warga dan dari Bet-Milo untuk melahap Abimelekh."

RESPONSORIUM Hakim-hakim 8:23; Wahyu 5:13

Aku tidak akan berkuasa atas kamu, demikian pula anakku.

Tuhanlah yang akan berkuasa atas kamu.
Pujian dan hormat, kemuliaan dan kuasa bagi Dia yang duduk di atas takhta, dan bagi Anak Domba selama-lamanya.

Tuhanlah yang akan berkuasa atas kamu.
Bacaan Kedua

Dari risalah tentang Doa Bapa Kami oleh Santo Siprianus, uskup dan martir

Setelah karunia roti kita memohon pengampunan dosa-dosa kita
Ketika Doa Bapa Kami berlanjut, kita memohon: Berilah kami rezeki pada hari ini. Kita dapat memahami permohonan ini dalam arti rohani dan harfiah. Karena dalam rencana ilahi kedua arti ini dapat membantu keselamatan kita. Karena Kristus adalah roti hidup; roti ini bukan milik semua orang, tetapi hanya milik kita. Ketika kita berkata, Bapa kami, kita memahami bahwa Ia adalah Bapa dari mereka yang mengenal-Nya dan percaya kepada-Nya. Dengan cara yang sama kita berbicara tentang roti harian kita, karena Kristus adalah roti bagi mereka yang menyentuh tubuh-Nya.
Sekarang, kita yang hidup dalam Kristus dan menerima Ekaristi-Nya, makanan keselamatan, memohon agar roti ini diberikan kepada kita setiap hari. Jika tidak, kita mungkin terpaksa menjauhkan diri dari komuni ini karena dosa berat. Dengan cara ini kita akan terpisah dari tubuh Kristus, seperti yang Ia ajarkan kepada kita dalam perkataan: Akulah roti hidup yang telah turun dari surga. Siapa pun yang makan roti-Ku akan hidup selama-lamanya dan roti yang akan Kuberikan adalah daging-Ku untuk hidup dunia. Kristus berkata, bahwa siapa pun yang makan roti-Nya akan hidup selama-lamanya. Jelas mereka memiliki hidup yang mendekati tubuh-Nya dan mengambil bagian dalam komuni Ekaristi. Karena alasan ini kita harus khawatir dan berdoa agar tidak ada seorang pun yang harus menjauhkan diri dari komuni ini, jangan sampai ia terpisah dari tubuh Kristus dan jauh dari keselamatan. Kristus telah memperingatkan hal ini: Jika kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak akan memiliki hidup di dalam dirimu. Kita berdoa agar roti harian kita, Kristus, diberikan kepada kita. Dengan bantuan-Nya, kita yang hidup dan tinggal di dalam Dia tidak akan pernah terpisah dari tubuh-Nya dan rahmat-Nya.
Setelah ini kita memohon pengampunan dosa-dosa kita, dalam perkataan: dan ampunilah kesalahan kami. Karunia roti diikuti dengan doa untuk pengampunan. Untuk diingatkan bahwa kita adalah orang berdosa dan dipaksa untuk memohon pengampunan atas kesalahan kita adalah bijaksana dan benar. Bahkan ketika kita memohon pengampunan Allah, hati kita menyadari keadaan kita! Perintah untuk berdoa setiap hari untuk dosa-dosa kita ini mengingatkan kita bahwa kita melakukan dosa setiap hari. Tidak seorang pun boleh dengan puas menganggap dirinya tidak bersalah, jangan sampai kesombongannya menyebabkan dosa lebih lanjut. Demikianlah peringatan yang Yohanes berikan kepada kita dalam suratnya: Jika kita berkata bahwa kita tidak berdosa, kita menipu diri kita sendiri, dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengakui dosa-dosa kita, Tuhan setia dan adil, dan akan mengampuni dosa-dosa kita. Suratnya mencakup kedua poin, bahwa kita harus memohon pengampunan atas dosa-dosa kita, dan bahwa kita menerima pengampunan ketika kita melakukannya. Ia menyebut Tuhan setia, karena Ia tetap setia pada janji-Nya, dengan mengampuni dosa-dosa kita. Ia mengajar kita untuk berdoa untuk dosa-dosa dan kesalahan kita, dan juga berjanji untuk menunjukkan kepada kita belas kasihan dan pengampunan seorang bapa.

RESPONSORIUM Mazmur 31:1, 4; Mazmur 25:18

Pada-Mu, Tuhan, harapanku;

dan aku tidak akan pernah berharap sia-sia,

karena Engkau adalah batu karangku dan bentengku.

Demi nama-Mu, pimpin dan bimbinglah aku.
Lihatlah kesengsaraan dan penderitaanku,

dan ampunilah semua dosaku.

Demi nama-Mu, pimpin dan bimbinglah aku.

DOA PENUTUP

Ya Allah,

kekuatan bagi mereka yang berharap pada-Mu,

dengarkanlah dengan murah hati permohonan kami, dan,

karena tanpa Engkau kelemahan manusia tidak dapat berbuat apa-apa,

berikanlah kami selalu pertolongan rahmat-Mu,

agar dalam mengikuti perintah-perintah-Mu kami dapat menyenangkan Engkau

dengan tekad dan perbuatan kami.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

KAMIS II PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah menghadap Tuhan dengan sukacita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kami.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.
Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.
Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.

Dialah Allah kami, kami umat-Nya,

Dialah gembala kami, kami kawanan-Nya.
Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya-Ku yang agung.
Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.
Kemuliaan kepada Bapa…

Seperti pada…

Ant. Marilah menghadap Tuhan dengan sukacita.

Madah

Bapa penguasa waktu

Lihat kini fajar baru

Mulai memancarkan sinar

Lambang cahaya yang benar.
Rahmat baru ditawarkan

Terselubung kejadian

Yang menyampaikan undangan

Untuk berbakti berkurban.
Kami sambut kesempatan

Melayani Kristus Tuhan

Yang hadir dalam sesama

Tersembunyi namun nyata.
S’moga pengabdian kami

Dijiwai Roh Illahi

Dijadikan karya Putra

Demi kemulyaan Bapa. Amin.

Ant.1: Kerahkanlah kekuatan-Mu, ya Tuhan, dan datanglah menyelamatkan kami.

Mazmur 79 (80)

Gembala Israel, dengarkanlah kami,*

Engkau yang menimpin Yusuf bagaikan kawanan.
Engkau yang bertakhta di atas singgasana, tampillah dengan cemerlang,*

di depan suku Efraim, Benyamin dan Manasye.
Kerahkanlah kekuatan-Mu,*

dan datanglah menyelamatkan kami.
Ya Allah, pulihkanlah kami,*

tunjukkanlah seri wajah-Mu, maka selamatlah kami.
Ya Tuhan, Allah semesta alam, berapa lama lagi Engkau murka,*

sekalipun umat-Mu berdoa?
Umat-Mu Kauberi ratap tangis sebagai makanan,*

cucuran air mata berlimpah sebagai minuman.
Kaujadikan kami sasaran kebencian para tetangga,*

dan olok-olokan musuh kami.
Ya Allah semesta alam, pulihkanlah kami,*

tunjukkanlah seri wajah-Mu, maka selamatlah kami.
Umat-Mu bagaikan pokok anggur yang Kaupindahkan dari Mesir,*

Kauhalaukan bangsa-bangsa lalu Kautanamkan dia.
Engkau telah menyediakan tanah bagi pokok itu,*

maka berurat berakarlah ia dan memenuhi seluruh negeri.
Gunung-gunung ditudungi oleh naungannya,*

dan pohon-pohon jati oleh cabang-cabangnya.
Ranting-rantingnya menjulur sampai ke laut,*

dan sulur-sulurnya sampai ke sungai Efrat.
Ya Allah, mengapa Engkau merobohkan pagarnya,*

sehingga setiap orang yang lewat memetik buahnya!
Babi hutan menggerogotinya,*

dan binatang di padang memakannya.
Ya Allah semesta alam, kembalilah,+

pandanglah dari surga dan indahkanlah kebun anggur-Mu,*

lindungilah pokok yang Kautanam dengan tangan-Mu sendiri.
Musuh telah menebang dan membakarnya,*

biarlah mereka binasa oleh ancaman wajah-Mu.
Hendaknya Engkau melindunghi raja kami,*

orang pilihan yang telah Kaunobatkan.
Maka kami tidak akan menyimpang dari pada-Mu,*

lindungilah hidup kami, maka kami akan memuji Engkau.
Ya Tuhan, Allah semesta alam, pulihkanlah kami,*

tunjukkanlah seri wajah-Mu, maka selamatlah kami.

Ant.1: Kerahkanlah kekuatan-Mu, ya Tuhan, dan datanglah menyelamatkan kami.

Ant.2: Megahlah karya Tuhan, hendaknya dimaklumkan di seluruh bumi.

Yes 12,1-6
Aku bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan,+

Engkau telah murka terhadap aku,*

tetapi kemurkaan-Mu telah mereda, dan aku sudah Kauhibur.
Sungguh, Tuhanlah penyelamatku,*

aku percaya dan tidak merasa takut.
Sebab Tuhanlah kekuatan dan pujaanku,*

Dialah yang menyelamatkan daku.
Dengan suka ria Engkau akan menimba air,*

dari sumber keselamatan.
Pada masa Engkau akan berkata,*

Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah nama-Nya!
Wartakanlah kepada para bangsa karya-Nya yang agung,*

beri tahukanlah keluhuran nama-Nya.
Bermazmurlah bagi Tuhan, sebab megahlah karya-Nya,*

hendaknya dimaluklumkan di seluruh bumi.
Bergembira dan bersoraklah, hai penduduk Sion,*

sebab besarlah di tengah-tengahmu Allah Israel yang mahakudus.

Ant.2: Megahlah karya Tuhan, hendaknya dimaklumkan di seluruh bumi.

Ant.3: Bersorak-sorailah bagi Allah, kekuatan kami.

Mazmur 80 (81)

Bersorak-sorailah bagi Allah, kekuatan kami,*

bersorak-gembiralah bagi Allah Yakub.
Angkatlah nyanyian, bunyikanlah rebana,*

petiklah gambus dan kecapi dengan lagu merdu.
Tiuplah nafiri pada perayaan tahun baru,*

waktu bulan purnama, hari raya kami.
Sebab demikianlah ditetapkan bagi Israel,*

suatu hukum dari Allah Yakub.
Suatu peringatan yang ditetapkan bagi suku Yusuf,*

ketika Allah maju melawan tanah Mesir.
Kini kudengar firman Tuhan, yang belum pernah kudengar,*

“Aku telah mengambil beban dari pundak umat-Ku.
Tangan dan pundaknya telah bebas dari kerja paksa,*

engkau berseru dalam kesesakanmu, hai umat-Ku, maka Aku membebaskan dikau.
Dari dalam awan mengguntur Aku menjawab engkau,*

Aku telah menguji engkau pada wahah Meriba.
Maka dengarlah, hai umat-Ku, Aku hendak memperingatkan dikau,*

hai Israel, mudah-mudahan engkau mendengarkan Daku.
Jangan di antaramu terdapat Allah yang lain,*

jangan menyembah dewa asing.
Sebab Akulah Tuhan, Allahmu,+

yang menuntun engkau ke luar dari tanah Mesir,*

dan mengenyangkan dikau dalam kelaparan.
Tetapi umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku,*

dan Israel tidak taat kepada-Ku.
Maka Kubiarkan mereka dalam ketegaran hatinya,*

dan mereka berbuat menurut rencananya sendiri.
Ah, sekiranya umat-Ku mendengarkan Daku,*

sekiranya Israel menempuh jalan-jalan-Ku.
Maka musuh mereka segera -Kutundukkan,*

dan terhadap para lawannya -Kukepalkan tinju-Ku.
Maka musuh Israel akan tunduk menyembah,*

itulah nasibnya untuk selama-lamanya.
Maka umat-Ku akan Kuberi makan sari gandum,*

dan Kupuaskan dengan madu kuat”.

Ant.3: Bersorak-sorailah bagi Allah, kekuatan kami.

Bacaan Singkat (Rom 14,17-19)

Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan suka-cita dalam Roh kudus. Karena barang siapa melayani Kristus dengan cara ini, ia dicintai Allah dan dihormati manusia. Sebab marilah kami mengusahakan damai sejahtera dan saling membangun.
Lagu Singkat
P: Pagi hari, ya Tuhan,* Aku mengingat Engkau.

U: Pagi.

P: Sebab Engkau telah menjadi penolongku.

U: Aku mengingat Engkau.

P: Kemuliaan.

U: Pagi.

Ant.Kidung: Tanamkanlah pengertian akan keselamatan dalam umat-Mu, ya Tuhan, dan ampunilah dosa kami.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.
Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.
Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.
Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kami,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.
Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*

akan membebaskan kami dari tangan musuh.
Agar kami dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.
Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.
Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kami penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Tanamkanlah pengertian akan keselamatan dalam umat-Mu, ya Tuhan, dan ampunilah dosa kami.

Doa Permohonan

Terpujilah Allah, Bapa kami, yang melindungi anak-anak-Nya dan tidak menolak permintaan mereka. Marilah kami semua dengan rendah hati memanjatkan doa kepada-Nya dan berkata:

U: Terangilah hati kami, ya Tuhan.

P: Syukur pada-Mu, Tuhan, sebab Engkau telah menerangi kami dengan perantaraan Putera-Mu,* semoga kami sepanjang hari disinari cahaya-Mu.

P: Semoga kebijaksanaan-Mu membimbing kami hari ini, ya Tuhan,* supaya kami menjalani hidup yang baru.

P: Semoga kami dengan tabah hati menanggung kesukaran demi Engkau,* agar kami tetap mengabdi Engkau dengan besar hati.

P: Arahkanlah pada hari ini pikiran, perasaan dan perbuatan kami kepadamu,* supaya kami menyerahkan diri dengan rela hati kepada bimbingan-Mu.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Tuhan, Engkaulah cahaya sejati dan pencipta terang. Semoga kami tekun merenungkan karya penyelamatan-Mu dan selalu hidup dalam terang cahaya-Mu. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Tengah Hari

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

KAMIS II SIANG

Madah

Kita bersama memuji

Tuhan Allah Maha Suci

Yang mengurniakan rahmat

Kepada seluruh umat.
Kita menyatakan hormat

Pada Tuhan penyelamat

Sambil sujud mohon berkat

Agar tabah lagi kuat.
Terpujilah Allah Bapa

Bersama Putra tercinta

Yang memperoleh Roh suci

Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Hukum-Mu sangat berharga melebihi ribuan keping perak dan emas.

Mazmur 118 (119),65-72

Engkau telah berbuat baik terhadap hamba-Mu,*

sesuai dengan firman-Mu, ya Tuhan.
Maka ajarkanlah kebijaksanaan dan pengertian kepadaku,*

sebab aku berharap akan perintah-Mu.
Sebelum aku disiksa, aku tersesat,*

tetapi sekarang aku berpegang pada aturan-Mu.
Engkau baik, dan baiklah karya-Mu,*

ajarkanlah ketetapan-Mu kepadaku.
Orang sombong memfitnah aku,*

tetapi aku dengan segenap hati berpegang pada titah-Mu.
Hati mereka tegar dan tanpa perasaan,*

tetapi kesukaanku ialah hukum-Mu.
Baiklah bagiku, bila aku disiksa,*

dengan demikian aku belajar memahami ketetapan-Mu.
Hukum dari mulut-Mu sangat berharga bagiku,*

melebihi ribuan keping perak dan emas.

Ant.1: Hukum-Mu sangat berharga melebihi ribuan keping perak dan emas.

Ant.2: Pada Allah aku percaya dan tidak takut, apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Mazmur 55 (56),2-7b.9-14
Kasihanilah aku, ya Allah, sebab orang menginjak-injak aku,*

selalu mereka memerangi dan menindas aku.
Seteruku selalu menganiaya aku,*

mereka menyerbu aku dengan hebat.
Waktu aku ketakutan,*

aku percaya pada-Mu, ya Allah mahatinggi.
Pada Allah yang firman-Nya kupuji,+

pada Allah aku percaya dan tidak takut,*

apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?
Sepanjang hari mereka memutarbalikkan perkataanku,*

dan bertekad mencelakakan daku.
Bersama-sama mereka mengintip, ingin mencabut nyawaku,*

mereka mengamat-amati segala langkahku.
Hidupku penuh sengsara, Engkau kan tahu,+

segala air mataku Kauingat senantiasa,*

semuanya Kauperhatikan.
Maka musuh akan mundur, bila aku berseru,*

aku yakin, Allah di pihakku.
Pada Allah yang firman-Nya kupuji,+

pada Allah aku percaya dan tidak takut,*

apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?
Janjiku kepada-Mu, ya Allah, akan kutepati,*

dengan mempersembahkan kurban pujian.
Sebab Engkau meluputkan daku dari maut,*

dan menjaga jangan sampai aku tersandung.
Maka aku terus hidup di hadapan hadirat Allah,*

dalam cahaya yang menerangi orang hidup.

Ant.2: Pada Allah aku percaya dan tidak takut, apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Ant.3: Besarlah kasih-Mu, ya Tuhan, setinggi langit.

Mazmur 56 (57)

Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku,*

kepada-Mulah aku berlindung.
Dalam naungan sayap-Mu aku berlindung,*

sampai malapetaka berlalu.
Aku berseru kepada Allah yang mahatinggi,*

kepada Allah yang menjamin hidupku.
Semoga dari surga Ia menyelamatkan daku,+

dan mengusir mereka yang menganiaya aku,*

semoga Allah mencurahkan kasih setia-Nya.
Aku berbaring seolah-olah di tengah kawanan singa,*

yang suka menerkam orang.
Giginya bagaikan tombak dan panah,*

lidahnya laksana pedang terasah.
Nyatakanlah kemegahan-Mu di langit, ya Allah,*

dan sinarilah bumi dengan kemuliaan-Mu.
Musuh memasang jaring terhadap langkahku,*

tetapi aku meloloskan diri.
Mereka menggali lubang di muka kakiku,*

tetapi mereka sendiri terperosok di dalamnya.
Hatiku siap sedia, ya Allah,*

untuk bernyanyi dan melagukan mazmur.
Bangunlah, hai jiwaku, kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi,*

menyingsinglah, hai fajar.
Ya Tuhan, aku hendak memuji-Mu di tengah segala bangsa,*

di tengah segala bangsa aku bermazmur bagi-Mu.
Sebab besarlah kasih-Mu, setinggi langit,*

dan kesetiaan-Mu menjangkau awan.
Nyatakanlah kemegahan-Mu di langit, ya Allah,*

dan sinarilah bumi dengan kemuliaan-Mu.

Ant.3: Besarlah kasih-Mu, ya Tuhan, setinggi langit.

Bacaan singkat (Gal 5,22.23a.25)

Hasil buah Roh ialah: kasih, sukacita dan damai sejahtera, kesabaran, kemurahan dan kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan pengusaan diri. Jikalau kami hidup oleh Roh, hendaklah hidup kami juga dipimpin oleh Roh.
P: Ajarlah aku melaksanakan kehendak-Mu, ya Tuhan,

U: Semoga kebaikan-Mu menuntun daku di jalan yang rata.

Doa Penutup

Allah yang kekal dan kuasa, padamu tidak ada yang gelap, tidak ada yang tersembunyi. Maka sinarilah kami dengan terang cahaya-Mu, supaya kami dapat mengenal kehendak-Mu dan mengikuti bimbingan-Mu dengan rela dan setia. Demi Kristus, pengantara kami.

Amin.

Ibadat Sore

KAMIS II SORE

Madah

Yesus Kristus Putra Bapa

Yang menjadi manusia

Kaulah cahaya dunia

Yang mencerahkan semua.
Bila semuanya lenyap

Engkau akan tinggal tetap

Bila segalanya musnah

Engkau tetap berkuasa.
Bila fajar tampil lagi

Terbit hari yang abadi

Kau meraja selamanya

Berjaya bersama Bapa. Amin.

Ant.1: Engkau Kujadikan cahaya bagi sekalian bangsa, agar keselamatan-Ku sampai ke ujung bumi.

Mazmur 71 (72) – I
Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja,*

dan anugerahkanlah keadilan-Mu kepadanya.
Semoga ia memerintah umat-Mu sesuai dengan hukum,*

dan para hamba-Mu yang miskin dengan adil.
Hendaknya gunung-gunungpun menghasilkan kemakmuran umat,*

dan bukit-bukit melimpahkan kesejahteraan.
Semoga baginda membela hak rakyat jelata,*

menolong kaum miskin dan menghancurkan para penindas.
Semoga panjang usia baginda seperti matahari,*

turun-temurun selama bulan beredar.
Semoga baginda bagaikan embun di atas padang rumput,*

bagaikan hujan yang menggenangi bumi.
Keadilan akan berkembang dalam zamannya,*

dan damai sejahtera berlimpah selama bulan beredar.
Ia akan memerintah dari laut ke laut,*

dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi.
Para penguasa akan berlutut di depannya,*

dan musuh-musuhnya meniarap menjilat debu.
Raja-raja dari Tarsis dan dari pantai yang jauh,+

akan datang membawa persembahan,*

raja-raja Arabia dan Etiopia membayar upeti.
Semua raja sujud menyembah,*

dan segala bangsa menjadi hamba baginda.

Ant.1: Engkau Kujadikan cahaya bagi sekalian bangsa, agar keselamatan-Ku sampai ke ujung bumi.

Ant.2: Tuhan menyelamatkan kaum papa dan miskin, Ia melepaskan mereka dari penindasan .

Mazmur 71 (72) – II
Ya Allah, raja-Mu membebaskan orang miskin yang berseru,*

ia membela orang tertindas yang tidak mempunyai penolong.
Ia sayang kepada kaum papa dan miskin,*

dan menyelamatkan nyawa orang yang lemah.
Ia melepaskan mereka dari penindasan dan kekerasan,*

sebab hidup mereka sangat bernilai baginya.
Hiduplah raja! Semoga dipersembahkan emas kepadanya,*

semoga ia tetap didoakan dan dimohonkan berkat.
Semoga negerinya berlimpahkan panenan sampai di gunung,*

semoga penduduk kotanya sebanyak rumput di padang.
Semoga ia hidup selama-lamanya,*

dan namanya termasyhur selama matahari bersinar.
Semoga segala bangsa saling memberkati demi namanya,*

dan memuji baginda bahagia.
Terpujilah Tuhan Allah, Allah Israel,*

hanya Dialah yang mengerjakan karya agung.
Terpujilah nama-Nya yang mulia selama-lamanya,*

seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya.

Ant.2: Tuhan menyelamatkan kaum papa dan miskin, Ia melepaskan mereka dari penindasan.

Ant.3: Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kami.

Mengapa 11,17-18;12,10-12
Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Tuhan,*

Allah yang mahakuasa, yang ada dahulu dan sekarang.
Sebab Engkau telah memangku kekuasaan-Mu yang besar,*

dan mulai memerintah sebagai raja.
Semua bangsa marah,+

maka tibalah kemurkaan-Mu,*

tibalah saat orang mati dihakimi.
Dan tibalah saat memberi ganjaran kepada para hamba-Mu,+

yaitu para nabi, para kudus dan semua orang takwa,*

baik yang kecil maupun yang besar.
Sekarang telah tiba keselamatan,+

kekuatan dan pemerintahan Allah kami,*

telah tiba kekuasaan raja yang diurapi-Nya.
Karena si pendakwa, saudara-saudara kami telah dijatuhkan,*

yang mendakwa mereka siang malam di hadapan Allah kami.
Tetapi mereka mengalahkan dia berkat darah Anak Domba,*

dan berkat kesaksian mereka.
Mereka tidak segan-segan mempertaruhkan nyawanya,*

oleh karena bersukacitalah, hai surga dan para penghuninya.

Ant.3: Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kami.

Bacaan singkat (1Ptr 1,22-23)

Kamu telah menyucikan dirimu karena taat kepada kebenaran, sehingga Engkau dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas. Hendaklah Engkau sungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hati. Karena Engkau telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, melainkan dari benih yan baka, yaitu sabda Allah yang hidup dan kekal.
Lagu Singkat
P: Tuhanlah gembalaku,* Aku takkan berkekurangan.

U: Tuhanlah.

P: Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau.

U: Aku takkan berkekurangan.

P: Kemuliaan.

U: Tuhanlah.

Ant.Kidung: Tuhan memuaskan orang yang lapar akan keadilan dan melimpahi mereka dengan kebaikan.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*

kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya,*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan,*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong
Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Tuhan memuaskan orang yang lapar akan keadilan dan melimpahi mereka dengan kebaikan.

Doa Permohonan

Tuhan dan penyelamat kami melimpahi umat-Nya dengan segala berkat rohani. Marilah kami mengarahkan hati kepada-Nya dan berdoa:

U: Berkatilah umat-Mu, ya Tuhan.

P: Allah Yang Maha Rahim, lindungilah paus kami bapa… dan uskup kami bapa…* dan anugerahilah mereka kesehatan dan kebijaksanaan demi kepentingan Gereja.

P: Lindungilah tanah air kami dengan murah hati, ya Tuhan,* dan bebaskanlah kami dari segala malapetaka.

P: Undanglah banyak pemuda untuk mengikuti panggilan-Mu,* semoga mereka berani meninggalkan segala sesuatu demi kerajaan Allah.

P: Peliharalah pemudi-pemudi yang bertekad hidup sebagai perawan,* supaya mereka dapat mengikuti Engkau, Anak Domba Allah.

P: Semoga orang-orang mati beristirahat dalam damai abadi,* dan kami semakin erat bersatu dengan mereka dalam iman.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, kami memuji Engkau dalam ibadat sore ini. Semoga kami setia mengindahkan perintah-Mu dan tekun merenungkan sabda-Mu, supaya pantas melihat cahaya kehidupan abadi. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - KAMIS

Doa Tobat

P: Kasihanilah kami, ya Tuhan.
U: Sebab kami orang yang berdosa.
P: Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.
U: Dan anugerahkan keselamatan kepada kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Mazmur 15 (16)

Jagalah aku, ya Allah, sebab aku berlindung kepadamu,+
Aku mengakui: Engkaulah Tuhanku,*
tiada kebahagiaan bagiku selain Dikau.

Orang-orang saleh di negeri ini,*
kumuliakan dan kujunjung tinggi.

Tetapi orang yang mengikuti dewa-dewa,*
menjatuhkan dirinya dalam jurang malapetaka.

Aku tidak ikut mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa,*
bahkan bibirku takkan menyebut namanya.

Tuhan, Engkaulah milik pusaka dan warisanku,*
dalam tanganMulah nasibku.

Tanah permai akan menjadi bagianku,*
milik pusakaku menyenangkan hatiku.

Aku memuji Tuhan yang selalu menasihati aku,*
bahkan waktu malampun Ia berbicara dalam hatiku.

Aku selalu ingat akan Tuhan,*
aku tidak goyah, karena Ia ada di sampingku.

Sebab itu hatiku bergembira, dan jiwaku bersorak,*
dan tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Aku tak akan Kauserahkan kepada alam maut,*
dan kekasihMu takkan Kaubiarkan turun ke liang kubur.

Engkau akan menunjukkan kepadaku jalan kehidupan.+
Di hadapanMu terdapat sukacita berlimpah,*
padaMulah kebahagiaan selama-lamanya.

Ant.: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Bacaan singkat (1Tes 5,23)

Semoga Allah, pembawa damai, menguduskan kamu sepenuh-penuhnya. Moga-moga roh, jiwa dan ragamu seluruhnya terpelihara tanpa cela pada kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, Allah kami, semoga berkat perlindunganMu kami dapat tidur nyenyak dan melepaskan lelah sesudah pekerjaan hari ini. Kuatkanlah kami dengan bantuanMu, supaya kami mampu membaktikan diri kepadaMu dengan segenap jiwa raga kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam ya ratu surgawi,
salam, bunda Putra ilahi.
Darimulah hidup kami
memperoleh terang suci.
Bersukalah, ya Maria,
bunda yang paling jelita.
Hiduplah, bunda mulia,
doakanlah kami semua.

Santo-Santa

Kelahiran S. Yohanes Pembaptis

Hari Raya

Hari Raya ini merayakan kelahiran Santo Yohanes Pembaptis, sang pendahulu yang mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Peristiwa ini istimewa, sebab Gereja pada umumnya hanya merayakan kelahiran ke surga (yaitu wafatnya) para kudus. Hanya kelahiran duniawi Yesus, Santa Perawan Maria, dan Yohanes Pembaptis yang dirayakan, sebuah tanda betapa penting peran Yohanes dalam karya keselamatan.

Injil Lukas mengisahkan kelahiran ini penuh mukjizat. Zakharia dan Elisabet sudah lanjut usia dan tidak beranak, namun malaikat menjanjikan seorang putra. Karena Zakharia ragu, ia menjadi bisu sampai anak itu lahir; ketika ia menuliskan nama Yohanes sesuai perintah malaikat, lidahnya terlepas dan ia memuji Allah dengan madah Benedictus (Lukas 1:68).

Tanggal 24 Juni dipilih karena Injil menyebut bahwa Elisabet mengandung enam bulan sebelum Maria (Lukas 1:36). Maka kelahiran Yohanes ditempatkan enam bulan sebelum Natal. Perayaan ini juga jatuh di sekitar titik balik matahari musim panas, ketika hari mulai memendek, seakan menggemakan sabda Yohanes tentang Yesus, Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil (Yohanes 3:30).

Perayaan kelahiran Yohanes termasuk salah satu pesta tertua Gereja, telah tercatat sejak abad keenam dan dahulu dirayakan dengan tiga Misa seperti Natal. Bagi umat hari ini, Yohanes adalah teladan kerendahan hati dan kesetiaan: seluruh hidupnya menunjuk kepada Kristus, bukan kepada dirinya sendiri.

Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis

Ayah Yohanes ialah Zakarias, seorang imam di Yerusalem. Ibunya Elisabeth adalah seorang puteri keturunan kaum Harun. Kedua orang tua ini saleh tetapi tidak mempunyai anak sampai hari tuanya, sebab Elisabeth mandul. Mereka sungguh mengharapkan seorang anak, namun usia yang sudah lanjut sungguh menipiskan harapan itu. Meski demikian mereka tetap berharap pada Tuhan dan berkanjang dalam dosa.

Doa-doa mereka kiranya dikabulkan Tuhan. Sekali peristiwa, ketika Zakarias mendapat giliran melayani Tuhan di Bait Allah, tampaklah kepadanya Malaikat Gabriel. “Jangan takut Zakarias, karena Allah mengabulkan permohonanmu; Elisabeth isterimu akan mengandung dan melahirkan bagimu seorang anak laki-laki dan haruslah kau namai dia Yohanes… Ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati-hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagiNya”, kata malaikat itu kepadanya (Luk1:5-25).

Zakarias menjadi bisu dan tidak dapat berbicara karena ia ragu dan tidak percaya kepada khabar dari malaikat Allah itu. Ia baru dapat sembuh dan dapat berbicara lagi ketika Yohanes lahir, terutama ketika nama Yohanes diberikan kepada sang bayi itu. Ketika Yohanes lahir, banyak orang berkata: “Akan menjadi apakah anak ini kelak? Sebab tangan Tuhan menyertai dia.”

Tugas Yohanes sebagaimana tertulis dalam Injil, ialah menjadi bentara Al-Masih, Yesus Kristus, Sang Penebus. Kuasa roh didalam dirinya telah terasa semenjak ada dalam kandungan ibunya. Hal ini dapat terlihat dalam peristiwa pertemuan Maria dan Elisabeth (Luk1:39-45).

Hidup dan peranannya berkaitan dengan pribadi Yesus, Al-Masih. Ia adalah utusan Allah yang mendahului kedatangan Al-Masih. Yesus sendiri menyebut Yohanes ‘sang nabi’, bahkan lebih besar daripada para nabi. Karena itu kelahirannya sungguh menggembirakan banyak orang. Sebagaimana nabi-nabi lain ditolak dan dianiaya oleh umat, kepada siapa mereka di utus Allah, kematian Yohanes Pemandi pun sangat tragis. Atas perintah Herodes, raja wilayah Yudea, Yohanes Pemandi ditangkap dan dipenjarakan karena ia berani mengecam Herodes yang berani mengambil Herodias-isteri saudaranya, Filipus-menjadi isteri. Akhirnya, atas bujukan dan akal busuk Herodias, Herodes memerintahkan untuk memenggal kepala Yohanes Pemandi (Mat14:1-12; Luk9:9-7).

Setelah kematiannya, selesailah tugas dan mulailah Yesus tampil di hadapan umum untuk mewartakan datangnya Kerajaan Allah.