Rabu, 5 Mei 2027
Rabu VI Paskah
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 17:15,22-18:1
Orang-orang yang mengiringi Paulus menemaninya sampai di Atena, lalu kembali dengan pesan kepada Silas dan Timotius, supaya mereka selekas mungkin datang kepadanya. Paulus pergi berdiri di atas Areopagus dan berkata: "Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa. Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu. Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang. Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka, supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing. Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga. Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia. Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat. Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati." Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata: "Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu." Lalu Paulus pergi meninggalkan mereka. Tetapi beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan dia dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionisius, anggota majelis Areopagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka. Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus.
Mazmur Tanggapan Mazmur 148:1-2,11-14
Bacaan Injil Yohanes 16:12-15
Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku."
Renungan
Mezbah Tanpa Nama
Kemarin kita mendengar kepala penjara Filipi bertanya, "Apakah yang harus aku perbuat supaya aku selamat?" Hari ini pertanyaan serupa mengambang di kota Atena, hanya saja tidak terucap. Ia terpahat diam-diam pada sebuah mezbah bertuliskan: Kepada Allah yang tidak dikenal.
Menarik cara Paulus membaca kota itu. Ia berjalan-jalan, melihat-lihat, memperhatikan. Ia tidak memulai dengan mencela berhala mereka. Ia memulai dari kerinduan yang tersembunyi di baliknya: "Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu." Kerinduan manusia dijadikannya pintu masuk Injil.
Bukankah zaman kita penuh mezbah tanpa nama? Orang memburu ketenangan ke mana-mana, mencari makna lewat seribu cara. Semuanya tanda dari kerinduan yang sama: hati yang mencari Dia, yang sebenarnya tidak jauh dari kita masing-masing. Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada.
Yesus dalam Injil menjanjikan Roh Kebenaran yang akan memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran. Pelan-pelan. Sebab ada hal yang belum dapat kita tanggung sekarang. Iman memang bukan paket kilat. Ia perjalanan yang dituntun.
Adakah orang di sekitar kita yang sedang menyembah tanpa mengenal? Mungkin tugas kita bukan mendebatnya, melainkan menemani kerinduannya menemukan Nama itu.
Roh Kebenaran, tuntunlah para pencari menemukan Dia yang tidak jauh dari hati mereka. Amin.
Invitatorium
RABU VI PAGI
Pembukaan
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Rabu dalam Pekan ke-6 Paskah
MADAH
Pujilah Tuhan, Yang Mahakuasa, Raja ciptaan!
Ant. 1 Kami mengerang kesakitan sambil menantikan penebusan tubuh kami, alleluya.
Mazmur 39
Doa mendesak orang sakit
Ciptaan telah ditaklukkan kepada kesia-siaan… oleh Dia yang menaklukkannya, tetapi itu tidak tanpa harapan. (Roma 8:20)
Ant. Kami mengerang kesakitan sambil menantikan penebusan tubuh kami, alleluya.
Ant. 2 Dengarkan dan jawablah doaku, ya Tuhan; jangan biarkan aku menangis sia-sia, alleluya.
Ant. Dengarkan dan jawablah doaku, ya Tuhan; jangan biarkan aku menangis sia-sia, alleluya.
Ant. 3 Aku telah menaruh seluruh kepercayaanku pada belas kasihan Allah yang tidak pernah gagal, alleluya.
Mazmur 52
Melawan pemfitnah
Jika ada yang mau bermegah, biarlah ia bermegah dalam Tuhan (1 Korintus 1:31).
Ant. Aku telah menaruh seluruh kepercayaanku pada belas kasihan Allah yang tidak pernah gagal, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM 1 Yohanes 2:27; Yoel 2:23
RESPONSORIUM Yohanes 14:2, 3, 16, 18
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Air laut melihat Engkau, ya Allah, Engkau membimbing umatMu menyeberangi laut, alleluya.
Mazmur 76 (77)
Ant.1: Air laut melihat Engkau, ya Allah, Engkau membimbing umatMu menyeberangi laut, alleluya.
Ant.2: Tuhan berkuasa atas hidup dan mati, alleluya.
1 Sam 2,1-10
Ant.2: Tuhan berkuasa atas hidup dan mati, alleluya.
Ant.3: Terang terbit bagi orang benar, sukacita bagi orang yang tulus hati, alleluya.
Mazmur 96 (97)
Ant.3: Terang terbit bagi orang benar, sukacita bagi orang yang tulus hati, alleluya.
Bacaan singkat: (Rom 6,8-11)
Ant.Kidung: Masih banyak hal yang hendak Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat memahaminya. Tetapi apabila Roh kebenaran datang, Ia akan mengajar kamu segala kebenaran, alleluya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Masih banyak hal yang hendak Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat memahaminya. Tetapi apabila Roh kebenaran datang, Ia akan mengajar kamu segala kebenaran, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Siang
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
RABU VI SIANG
Madah
Ant.1: Aku memperhatikan jalan hidupku dan melangkahkan kakiku menunju perintahMu, alleluya.
Mazmur 118 (119),57-64
Ant.1: Aku memperhatikan jalan hidupku dan melangkahkan kakiku menunju perintahMu, alleluya.
Ant.2: Aku ketakutan dan gemetar; perhatikanlah dan kabulkanlah doaku, ya Tuhan.
Mazmur 54 (55),2-15.17-24 - I
Ant.2: Aku ketakutan dan gemetar; perhatikanlah dan kabulkanlah doaku, ya Tuhan.
Ant.3: Aku tetap berseru kepada Allah, Tuhan akan menyelamatkan daku, alleluya.
Mazmur 54 (55),2-15.17-24 - II
Ant.3: Aku tetap berseru kepada Allah, Tuhan akan menyelamatkan daku, alleluya.
Bacaan singkat: (Rom 4,24-25)
Doa Penutup
Ibadat Sore
RABU VI SORE
Madah
Ant.1: Aku ke luar dari Bapa dan datang ke dunia. Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi ke Bapa, alleluya.
Mazmur 112 (113)
Ant.1: Aku ke luar dari Bapa dan datang ke dunia. Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi ke Bapa, alleluya.
Ant.2: Tuhan Yesus bersabda kepada para muridNya. Kemudian Ia naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah, alleluya.
Mazmur 46 (47)
Ant.2: Tuhan Yesus bersabda kepada para muridNya. Kemudian Ia naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah, alleluya.
Ant.3: Tiada seorangpun naik ke surga, selain Putera manusia yang telah turun dari surga, alleluya.
Why 11,17-18;12,10-12
Ant.3: Tiada seorangpun naik ke surga, selain Putera manusia yang telah turun dari surga, alleluya.
Bacaan singkat: (Ef 2,4-6)
Ant.Kidung: Bapa, Aku sudah menyatakan namaMu kepada orang-orang yang Kauserahkan kepadaKu. Sekarang Aku berdoa untuk mereka, bukan untuk dunia, sebab Aku kembali kepadaMu, alleluya.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Bapa, Aku sudah menyatakan namaMu kepada orang-orang yang Kauserahkan kepadaKu. Sekarang Aku berdoa untuk mereka, bukan untuk dunia, sebab Aku kembali kepadaMu, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - RABU
Doa Tobat
Madah
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Mazmur 30 (31),1-6
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 129 (130)
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat (Ef 4,26-27)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santa Yutta
Pengaku Iman
Sebagai seorang bangsawan, ia menikmati kehidupan yang sejahtera. Hartanya berlimpah, namun setelah suaminya gugur di medan perang, Yutta meninggalkan segala kemewahannya dan mengalihkan perhatiannya untuk membantu kaum miskin dan merawat orang-orang buta. Yutta menjalankan devosi khusus kepada Hati Kudus Yesus. Ia meninggal dunia sebagai pertapa di Kulmsee, Prusia Timur.
Santo Hilarius dari Arles
Uskup
Hilarius lahir kira-kira pada tahun 401. Ketika meninjak masa remajanya, Hilarius masuk biara santo Honoratus di Pulau Lerins, Prancis dan ditabhiskan menjadi Uskup Agung Arles pada usia 29 tahun. Ia juga diangkat oleh Sri Paus Leo Agung (440-460) sebagai Uskup Metropolitan di Propinsi Gerejawi itu. Dalam jabatannya itu, Hilarius tetap menghayati cara hidup sederhana seorang rahib, dan rajin melakukan pekerjaan-pekerjaan tangan demi kesejahteraan para fakir miskin. Ia dikenal sebagai seorang Uskup yang tinggi disiplin hidupnya dan aktif dalam karya-karya pastoral.
Ia memecat Uskup Chelidonius dan Proyektus dari jabatan karena kurang aktif dalam tugas dan kurang berdisiplin diri. Karena tindakan ini bukan merupakan wewenangnya, maka ia diberi peringatan tegas oleh Paus Leo Agung, dan diturunkan jabatannya sebagai uskup Metropolitan.
Meskipun demikian, ia tetap menjadi Uskup Arles, dan terus berkarya seperti biasa hingga hari kematiannya pada tahun 449. Hilarius, seorang uskup yang sederhana, miskin, rajin dan mahir menafsirkan Kitab Suci.