Kamis, 22 April 2027
Kamis IV Paskah
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 13:13-25
Lalu Paulus dan kawan-kawannya meninggalkan Pafos dan berlayar ke Perga di Pamfilia; tetapi Yohanes meninggalkan mereka lalu kembali ke Yerusalem. Dari Perga mereka melanjutkan perjalanan mereka, lalu tiba di Antiokhia di Pisidia. Pada hari Sabat mereka pergi ke rumah ibadat, lalu duduk di situ. Setelah selesai pembacaan dari hukum Taurat dan kitab nabi-nabi, pejabat-pejabat rumah ibadat menyuruh bertanya kepada mereka: "Saudara-saudara, jikalau saudara-saudara ada pesan untuk membangun dan menghibur umat ini, silakanlah!" Maka bangkitlah Paulus. Ia memberi isyarat dengan tangannya, lalu berkata: "Hai orang-orang Israel dan kamu yang takut akan Allah, dengarkanlah! Allah umat Israel ini telah memilih nenek moyang kita dan membuat umat itu menjadi besar, ketika mereka tinggal di Mesir sebagai orang asing. Dengan tangan-Nya yang luhur Ia telah memimpin mereka keluar dari negeri itu. Empat puluh tahun lamanya Ia sabar terhadap tingkah laku mereka di padang gurun. Dan setelah membinasakan tujuh bangsa di tanah Kanaan, Ia membagi-bagikan tanah itu kepada mereka untuk menjadi warisan mereka selama kira-kira empat ratus lima puluh tahun. Sesudah itu Ia memberikan mereka hakim-hakim sampai pada zaman nabi Samuel. Kemudian mereka meminta seorang raja dan Allah memberikan kepada mereka Saul bin Kish dari suku Benyamin, empat puluh tahun lamanya. Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus. Menjelang kedatangan-Nya Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis. Dan ketika Yohanes hampir selesai menunaikan tugasnya, ia berkata: Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kaki-Nyapun aku tidak layak.
Mazmur Tanggapan Mazmur 89:2-3,21-22,25,27
Bacaan Injil Yohanes 13:16-20
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya. Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku. Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah Dia. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku."
Renungan
Kurir Tidak Mengarang Pesan
Kurir yang baik punya satu pantangan: mengubah isi kiriman. Ia boleh hujan-hujanan, boleh tersesat, boleh lelah. Tetapi paket harus sampai sebagaimana adanya. Tidak dikurangi, tidak ditambahi. Sebab paket itu bukan miliknya. Ia hanya diutus mengantar.
Yesus berbicara tentang posisi itu dalam Injil hari ini: seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya, ataupun seorang utusan daripada dia yang mengutusnya. Lalu Ia menambahkan janji yang besar: barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku. Utusan yang setia membawa kehadiran Pengutusnya.
Bacaan pertama memberi dua teladan. Paulus di Antiokhia Pisidia tidak berkhotbah tentang dirinya. Ia merunut karya Allah dari Mesir sampai Daud, lalu menunjuk kepada Yesus, Juruselamat yang dijanjikan. Dan sebelum Paulus, ada Yohanes Pembaptis, utusan yang tahu batas dirinya: aku bukanlah Dia yang kamu sangka; membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak.
Kita semua adalah kurir kabar baik, masing-masing dengan rute sendiri: keluarga, kantor, lingkungan. Godaannya selalu sama: menonjolkan diri, atau mengubah isi pesan supaya enak didengar.
Hari ini, apakah pesan Tuhan sampai utuh lewat hidup kita, atau sudah kita edit seperlunya?
Tuhan, jadikanlah kami utusan yang setia, yang mengantarkan kasih-Mu tanpa mengurangi dan menambahkan. Amin.
Invitatorium
KAMIS IV PAGI
Pembukaan
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
MADAH
Terang kemuliaan Bapa,
Ant. 1 Kekuatan mereka sendiri tidak dapat menyelamatkan mereka; itu adalah kekuatan-Mu dan cahaya wajah-Mu, alleluya.
Mazmur 44
Kemalangan umat Allah
Kita mengalahkan semua ini melalui Dia yang mengasihi kita (Roma 8:37).
Ant. Kekuatan mereka sendiri tidak dapat menyelamatkan mereka; itu adalah kekuatan-Mu dan cahaya wajah-Mu, alleluya.
Ant. 2 Kembalilah kepada Tuhan; Ia tidak akan menyembunyikan wajah-Nya, alleluya.
Ant. Kembalilah kepada Tuhan; Ia tidak akan menyembunyikan wajah-Nya, alleluya.
Ant. 3 Bangunlah, Tuhan, jangan tinggalkan kami selamanya, alleluya.
Ant. Bangunlah, Tuhan, jangan tinggalkan kami selamanya, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM
Matius 24:43; Wahyu 16:15; 1 Tesalonika 5:3
RESPONSORIUM 1 Yohanes 4:21; Matius 22:40
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Demi namaMu, ya Tuhan, hidupkanlah aku, alleluya.
Mazmur 142 (143),1-11
Ant.1: Demi namaMu, ya Tuhan, hidupkanlah aku, alleluya.
Ant.2: Aku akan melihat kamu lagi, dan hatimu akan bersukacita, alleluya.
Yes 66,10-14a
Ant.2: Aku akan melihat kamu lagi, dan hatimu akan bersukacita, alleluya.
Ant.3: Tuhan membangun kembali Yerusalem dan menghibur orang yang patah hati, alleluya.
Mazmur 146 (147A)
Ant.3: Tuhan membangun kembali Yerusalem dan menghibur orang yang patah hati, alleluya.
Bacaan singkat: (Rom 8,10-11)
Ant.Kidung: Seorang murid tidak melebihi gurunyua. Ia akan sempurna kalau menjadi seperti gurunya, alleluya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Seorang murid tidak melebihi gurunyua. Ia akan sempurna kalau menjadi seperti gurunya, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Siang
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
KAMIS IV SIANG
Madah
Ant.1: Jika kamu mengasihi Aku, laksanakanlah perintah-perintahKu, sabda Tuhan, alleluya.
Mazmur 118 (119),153-160
Ant.1: Jika kamu mengasihi Aku, laksanakanlah perintah-perintahKu, sabda Tuhan, alleluya.
Ant.2: Semoga Tuhan memberkati engkau dan memperkenankan engkau menikmati kemakmuran seumur hidup, alleluya.
Mazmur 127 (128)
Ant.2: Semoga Tuhan memberkati engkau dan memperkenankan engkau menikmati kemakmuran seumur hidup, alleluya.
Ant.3: Tuhan menyerang musuh-musuhmu untuk membela engkau, alleluya.
Mazmur 128 (129)
Ant.3: Tuhan menyerang musuh-musuhmu untuk membela engkau, alleluya.
Bacaan singkat: (Tit 3,5b-7)
Doa Penutup
Ibadat Sore
KAMIS IV SORE
Madah
Ant.1: Tuhanlah benteng dan pembebasku, alleluya.
Mazmur 143 (144) - I
Ant.1: Tuhanlah benteng dan pembebasku, alleluya.
Ant.2: Syukur kepada Allah, yang memberi kita kemenangan dengan perantaraan Tuhan kita Yesus Kristus, alleluya.
Mazmur 143 (144) - II
Ant.2: Syukur kepada Allah, yang memberi kita kemenangan dengan perantaraan Tuhan kita Yesus Kristus, alleluya.
Ant.3: Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya, alleluya.
Why 11,17-18;12,10-12
Ant.3: Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya, alleluya.
Bacaan singkat: (1Ptr 3,18.22)
Ant.Kidung: Aku ini gembala domba. Aku datang supaya doba-domba memiliki kehidupan berlimpah-limpah, alleluya.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Aku ini gembala domba. Aku datang supaya doba-domba memiliki kehidupan berlimpah-limpah, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - KAMIS
Doa Tobat
Madah
Ant: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.
Mazmur 15 (16)
Ant.: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.
Bacaan singkat (1Tes 5,23)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Soter dan Kayus
Paus dan Martir
Sri Paus Soter (166-175) wafat selaku saksi iman pada tahun 175. Ia hanya memimpin gereja selama 9 tahun. Dalam masa kepemimpinannya, ia mengeluarkan banyak peraturan, yang antara lain mengajak orang-orang Kristen menyambut Sakramen MahaKudus pada hari Kamis Putih.
Dari Santo Bapa Kayus (283-296), kita mengenal berbagai peraturan yang telah menjadi kebiasaan Gereja Purba. Tentang para calon imam, ia menerapkan peraturan untuk menerima keempat tabhisan rendah sebelum mereka ditabhiskan menjadi imam. Keempat tabhisan rendah itu ialah: penjaga pintu, lektor (pembaca), exorsis (pengusir setan) atau akolit, kemudian tabhisan subdiakon dan diakon, lalu menjadi imam dan akhirnya Uskup. Santo Kayus wafat sebagai saksi iman pada tahun 296.
Santo Teodoros
Pengaku Iman
Teodoros dikenal sebagai anak yang tidak sah. Ibu dan kakak perempuannya mengelola warung dan tempat pelacuran. Bocah Teodor dititipkan pada neneknya, yang kemudian dikristenkannya. Menginjak usia dewasa, ia masuk biara dan kemudian dipilih menjadi Uskup Agung Atanisianopolis, Turki. Sesudah 10 tahun memangku jabatan itu, ia kembali menjadi biarawan biasa. Teodor dianugerahi Tuhan kemampuan menyembuhkan berbagai penyakit. Ia meninggal dunia pada tahun 613.
Santo Yosef Moscati
Pengaku Iman
Yosef lahir pada tahun 1880. Ia kemudian menjadi dokter yang berhasil menyelamatkan banyak penderita sakit jiwa dari bahaya letusan gunung api di Vesuvio, Italia. Ia kemudian menjadi seorang ahli riset dan mahaguru kedokteran di Universitas Napoli sambil tetap membantu orang-orang miskin dan terlantar dengan cuma-cuma. Oleh karena itu ia mempunyai pengaruh besar di kalangan umat sebagai rasul awam yang terpelajar dan rendah hati. Yosef meninggal dunia pada tahun 1927.