Minggu, 18 April 2027
Hari Minggu Paskah IV (Gembala Baik)
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 4:8-12
Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: "Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua, jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan, maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati--bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu. Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan--yaitu kamu sendiri--,namun ia telah menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."
Mazmur Tanggapan Mazmur 118:1,8-9,21-23,26,29
Bacaan Kedua 1 Yohanes 3:1-2
Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
Bacaan Injil Yohanes 10:11-18
Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu. Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala. Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."
Renungan
Bukan Orang Upahan
Ada beda yang tidak bisa disembunyikan antara warung yang dijaga pemiliknya dan warung yang dititipkan kepada orang upahan. Pemilik menghitung sampai ke bumbu terakhir. Ia datang paling pagi, pulang paling akhir. Orang upahan bekerja sesuai jam. Kalau ada kebakaran kecil, pemilik menerjang; orang upahan menyelamatkan diri dulu. Wajar saja. Yang satu terikat cinta, yang lain terikat gaji.
Pada Minggu Gembala Baik ini, Yesus memakai perbedaan itu untuk memperkenalkan diri-Nya: Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya. Sedangkan orang upahan, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari. Ia lari karena ia orang upahan; domba-domba itu bukan miliknya.
Lalu Yesus menambahkan kalimat yang menghangatkan: Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku, sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa. Ukuran pengenalan-Nya kepada kita bukan pengenalan seorang petugas kepada daftar nama, melainkan keakraban Bapa dan Anak. Kita bukan angka dalam kawanan. Kita dikenal satu per satu.
Dan ini bukan kata-kata manis belaka. Nyawa itu sungguh diberikan. Petrus dalam bacaan pertama menunjuk buktinya: Yesus yang kamu salibkan telah dibangkitkan Allah; Dialah batu yang dibuang tukang bangunan yang kini menjadi batu penjuru. Keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia. Gembala kita sudah teruji di hadapan serigala paling buas, yaitu maut, dan Ia tidak lari.
Yohanes dalam bacaan kedua mengajak kita memandang akibatnya bagi kita: lihatlah, betapa besar kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah. Bukan sebutan kosong; memang begitulah keadaan kita. Domba yang digembalakan dengan nyawa ternyata diangkat menjadi anak.
Persoalannya, kita sering memilih gembala lain. Kita menitipkan hidup kepada yang tidak sanggup mati untuk kita: harta, jabatan, penilaian orang. Semuanya gembala upahan. Setia selama menguntungkan, lari begitu serigala datang.
Ada satu lagi kalimat Yesus yang tidak boleh kita lewati: ada lagi pada-Ku domba-domba lain yang bukan dari kandang ini. Kerinduan Sang Gembala lebih luas dari pagar kita. Setiap kali kita menutup pintu bagi orang yang berbeda, kita sedang menyempitkan hati yang oleh Yesus justru dilebarkan.
Minggu ini, beranilah bertanya: hidup saya sedang digembalakan siapa?
Yesus, Gembala yang baik, Engkau mengenal kami satu per satu dan menyerahkan nyawa bagi kami. Jangan biarkan kami menitipkan hidup kepada gembala upahan. Amin.
Invitatorium
MINGGU IV PAGI
Pembukaan
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Minggu Paskah IV
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Alleluya, batu telah digulingkan dari pintu kubur, alleluya.
Mazmur 24
Masuknya Tuhan ke dalam bait-Nya
dunia dan semua penghuninya.
Ant. Alleluya, batu telah digulingkan dari pintu kubur, alleluya.
Ant. 2 Alleluya, wanita, siapakah yang Engkau cari? Mengapa Engkau mencari yang hidup di antara orang mati? alleluya.
Mazmur 66
Madah Ekaristi
Nyanyikanlah kemuliaan nama-Nya.
Ant. Alleluya, wanita, siapakah yang Engkau cari? Mengapa Engkau mencari yang hidup di antara orang mati? alleluya.
Ant. 3 Alleluya, jangan menangis, Maria; Tuhan telah bangkit dari antara orang mati, alleluya.
Ant. Alleluya, jangan menangis, Maria; Tuhan telah bangkit dari antara orang mati, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM Wahyu 12:11, 12; 2 Makabe 7:36
RESPONSORIUM Lihat Yohanes 10:14, 15; 1 Korintus 5:7
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
MINGGU IV PAGI
Pembukaan
Ant. Tuhan sungguh bangkit, Alleluya.
Mazmur 94 (95)
Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kami.
Ant. Tuhan sungguh bangkit, Alleluya.
Madah
Ant.1: Aku tidak akan mati, aku tetap hidup dan mewartakan karya Tuhan, Alleluya.
Mazmur 117 (118)
Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setia-Nya.
Ant.1: Aku tidak akan mati, aku tetap hidup dan mewartakan karya Tuhan, Alleluya.
Ant.2: Terpujilah nama-Mu yang mulia dan kudus, Alleluya.
Ant.2: Terpujilah nama-Mu yang mulia dan kudus, Alleluya.
Ant.3: Muliakanlah Allah kami, sebab perkasalah Tuhan, sempurna karya-Nya dan sungguh lurus kebijaksanaan-Nya, Alleluya.
Mazmur 150
Pujilah Tuhan di tempat-Nya Yang Kudus,*
pujilah Dia di angkasa-Nya yang gemilang.
Ant.3: Muliakanlah Allah kami, sebab perkasalah Tuhan, sempurna karya-Nya dan sungguh lurus kebijaksanaan-Nya, Alleluya.
Bacaan singkat (Kis 10:40-43)
Ant.Kidung: Akulah gembala domba. Akulah jalan, kebenaran dan kehidupan. Akulah gembala yang baik. Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku, Alleluya.
Kidung Zakaria (Luk 1 : 68-79)
Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ant.Kidung: Akulah gembala domba. Akulah jalan, kebenaran dan kehidupan. Akulah gembala yang baik. Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku, Alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Siang
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
MINGGU IV SIANG
Madah
Ant.1: Barang siapa makan dari roti ini, akan hidup untuk selama-lamanya, Alleluya.
Mazmur 22 (23)
Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan,*
Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau.
Ant.1: Barang siapa makan dari roti ini, akan hidup untuk selama-lamanya, Alleluya.
Ant.2: Tuhan akan datang untuk dimuliakan dan dikagumi oleh umat-Nya yang kudus, Alleluya.
Mazmur 75 (76)
Allah terkenal di Yehuda,*
di Israel nama-Nya termasyhur.
Ant.2: Tuhan akan datang untuk dimuliakan dan dikagumi oleh umat-Nya yang kudus, Alleluya.
Ant.3: Bernadarlah dan bawalah persembahan untuk Tuhan Allah-Mu, Alleluya.
Ant.3: Bernadarlah dan bawalah persembahan untuk Tuhan Allah-Mu, Alleluya.
Doa Penutup
Ibadat Sore
MINGGU IV SORE 1
Madah
Ant.1: Semoga damai sejahtera Kristus melimpah dalam hatimu, Alleluya.
Mazmur 121 (122)
Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku:*
“Mari kami pergi ke rumah Tuhan”.
Ant.1: Semoga damai sejahtera Kristus melimpah dalam hatimu, Alleluya.
Ant.2: Engkau telah menebus kami bagi Allah dengan darah-Mu, Alleluya.
Mazmur 129 (130)
Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan,*
Tuhanku, dengarkanlah seruanku.
Ant.2: Engkau telah menebus kami bagi Allah dengan darah-Mu, Alleluya.
Ant.3: Bukankah Almasih harus menderita semuanya untuk mencapai kemuliaan-Nya, Alleluya.
Ant.3: Bukankah Almasih harus menderita semuanya untuk mencapai kemuliaan-Nya, Alleluya.
Bacaan singkat (1Ptr 2:9-10)
Ant.Kidung
Kidung Maria (Luk 1 : 46-55)
Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Ant.Kidung
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU II
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat (Why 22,4-5)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Beata Maria dari Inkarnasi
Pengaku Iman
Kepribadian dan cara hidup Maria dari Inkarnasi membuktikan dengan jelas bahwa kesempurnaan hidup serani bisa juga dicapai oleh orang beriman di luar biara. Ibu keluarga ini sungguh saleh hidupnya dan kokoh imannya meskipun mengalami berbagai cobaan hidup yang berat.
Dalam usia 17 tahun Barbe menikah dengan Petrus Acarie, seorang pengacara terkenal. Perkawinan mereka diberkati Tuhan dengan enam orang anak. Dengan penuh cinta kasih anak-anak ini diberi pendidikan yang baik serta diberi kesempatan cukup untuk bermain-main dan bersenang-senang. Namun kebahagiaan yang meliputi keluarga ini berangsur-angsur sirna oleh bayang-bayang salib penderitaan. Salib pertama menimpa tatkala suaminya Petrus Acarie dibuang ke luar negeri oleh Raja Hendry IV dan harta miliknya disita. Sebagai seorang yang beriman teguh, Barbe tak goyah iman kepercayaannya kepada Tuhan. Ia sungguh-sungguh yakin bahwa suaminya tidak bersalah; oleh karena itu ia mengajukan perkara suaminya ke pengadilan. Hasil yang diperolehnya memuaskan: Petrus suaminya dibebaskan dan diizinkan kembali ke tanah airnya.
Sementara itu ibu saleh ini gembira sekali melihat bahwa semua anaknya diberkati oleh Allah dengan iman yang kokoh dan dipanggil untuk menjalani hidup bakti kepada Tuhan di dalam biara, meskipun ia tidak pernah mendesak mereka ke jalan itu. Katanya: "Saya hanya mengajarkan anak-anakku untuk selalu melaksanakan kehendak Tuhan. Panggilan Tuhan atas mereka itu semata-mata berasal dari Tuhan." Barbe banyak kali mengalami percobaan. Pernah ia jatuh dari punggung kuda sehingga tulang pahanya patah. Ia terpaksa di bedah. Tentulah ia sangat menderita, karena teknik perbedahan pada masa itu masih sangat kuno, tanpa memakai alat pembius. Meskipun begitu Barbe menahannya dengan sabar tanpa mengeluh.
Pada tahun 1613 suaminya terkasih meninggal dunia. Tak lama berselang, Barbe memutuskan masuk biara. Ia kemudian masuk biara Karmelit sebagai suster aktif dan mendapat nama baru: Maria dari Inkarnasi. Ia menerima tugas menjadi ibu dapur untuk rekan-rekannya.
Beata Maria dari Inkarnasi adalah seorang istri yang setia, tabah dalam semua kesulitan rumah tangga, penuh cinta kasih. Ia seorang ibu Kristen yang sejati. Pengalaman-pengalaman pahitnya sama sekali tidak mengurangi semangat kerja dan perlayanannya kepada sesama. Meskipun hidup di dunia ramai, namun ia banyak di anugerahi rahmat-rahmat mistik yang tinggi. Satu-satunya tujuan hidupnya ialah "kemuliaan Allah dan kesejahteraan sesamanya". Katanya: "Dalam melakukan apa saja, arahkan dan pusatkanlah pandanganmu kepada Allah, serta siap-sedialah menolong sesamamu tanpa mengecualikan siapa pun juga." Maria dari Inkarnasi meninggal dunia pada tahun 1618.
Santo Eleutherius
Paus
Eleutherius menjadi Paus pada tahun 175 hingga hari kematiannya pada tanggal 24 Mei 189. Ia berasal dari Nicopolis, Barat laut Yunani. Ia melayani umat sebagai diakon selama masa kePausan Santo Anisetus dan Soter.
Ia dikenal sebagai Paus yang dengan gigih melawan bidaah Montanisme, sebuah aliran bidaah dari Timur, yang sudah lama berkembang di Roma. Beberapa sumber secara salah menyatakan bahwa Eleutherius menerima berbagai keyakinan Montanisme dan terlambat mengambil tindakan tegas terhadap penganut aliran itu. Eleutherius juga mengeluarkan beberapa dekrit untuk melawan aliran Gnostisisme dan Marcionisme. Ia meninggal pada tanggal 24 Mei 189 dan dikuburkan di bukit Vatikan.