Senin, 5 April 2027

Hari Raya Kabar Sukacita (Annunsiasi)

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 4:23-31

Sesudah dilepaskan pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka. Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: "Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hamba-Mu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar berkumpul untuk melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya. Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi, untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu. Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu. Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus." Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

Mazmur Tanggapan Mazmur 2:1-9

Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?
Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya:
"Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!"
Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; Tuhan mengolok-olok mereka.
Maka berkatalah Ia kepada mereka dalam murka-Nya dan mengejutkan mereka dalam kehangatan amarah-Nya:
"Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!"
Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.
Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.
Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk."

Bacaan Injil Yohanes 3:1-8

Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya." Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?" Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."

Renungan

Kabar di Rumah Nazaret

Setiap keluarga hafal peristiwa ini: kabar bahwa seorang anak akan lahir. Satu kalimat pendek, dan seisi rumah berubah. Kamar diatur ulang. Nama-nama mulai ditimbang. Masa depan tiba-tiba punya wajah. Kabar kelahiran selalu lebih besar daripada kalimat pendek yang membawanya.

Hari ini Gereja merayakan Hari Raya Kabar Sukacita. Biasanya perayaan ini jatuh tanggal dua puluh lima Maret, sembilan bulan sebelum Natal. Tahun ini ia dipindahkan, mengalah kepada Pekan Suci dan Oktaf Paskah. Ada yang indah dari perpindahan itu. Kabar tentang awal hidup Yesus justru kita rayakan dalam terang kebangkitan-Nya. Palungan dan kubur kosong ternyata satu cerita.

Di Nazaret, seorang gadis muda mendengar salam malaikat. Ia bertanya, bagaimana mungkin. Pertanyaan yang sangat manusiawi. Namun Maria tidak berhenti pada tidak mungkin. Ia berhenti pada jadilah padaku menurut perkataanmu. Sejak kalimat itu, Allah mengandung di rahim manusia. Kabar sukacita menjadi daging karena ada yang berani berkata ya.

Injil hari ini menghadirkan penanya yang lain: Nikodemus. Ia datang kepada Yesus pada waktu malam. Orang terpelajar, pemimpin agama, tetapi membawa kegelisahan. Yesus berkata kepadanya: kamu harus dilahirkan kembali. Nikodemus bingung. Bagaimana mungkin orang tua masuk lagi ke rahim ibunya? Pertanyaannya mirip pertanyaan Maria. Bagaimana mungkin.

Jawaban Yesus menunjuk ke atas: yang lahir dari daging adalah daging, yang lahir dari Roh adalah roh. Angin bertiup ke mana ia mau. Engkau mendengar bunyinya, tetapi tidak tahu dari mana datangnya. Kelahiran baru itu karya Allah, bukan proyek manusia. Sama seperti kandungan Maria: bukan hasil rencana manusia, melainkan karya Roh Kudus.

Bacaan pertama memperlihatkan buah kelahiran baru itu. Jemaat perdana diancam dan dilarang bicara. Mereka tidak menyusun siasat. Mereka berdoa. Dan tempat mereka berkumpul bergoyang, semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman dengan berani. Orang-orang yang dulu bersembunyi kini lahir menjadi pemberani. Angin Roh itu tidak kelihatan, tetapi akibatnya menggetarkan. Begitulah cara Allah bekerja: sunyi di awal, nyata di ujung.

Kabar sukacita selalu menuntut rahim yang bersedia. Maria menyediakan rahimnya bagi Sang Sabda. Kita diminta menyediakan hati bagi kelahiran baru yang sama.

Hari ini, kalau Allah mengirim kabar yang mengubah rencana hidup kita, sanggupkah kita menjawab seperti Maria: jadilah padaku?

Tuhan, bersama Maria kami berkata: jadilah padaku menurut perkataan-Mu. Lahirkanlah kami kembali dari air dan Roh. Amin.

Invitatorium

SENIN II PAGI

Pembukaan

Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Senin Pekan II Paskah

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Misteri yang paling purba,

di hadapan takhta-Mu kami bersujud;

kasihanilah kami sekarang, ya Yang Maharahim,

ya Tritunggal Mahakudus.
Ketika langit dan bumi belum tercipta,

ketika waktu belum dikenal,

Engkau dalam keagungan-Mu yang bersinar

hidup dan mengasihi sendirian.
Engkau tidak dilahirkan; tidak ada sumber

dari mana keberadaan-Mu mengalir;

tidak ada akhir yang dapat Engkau capai:

karena Engkau adalah Allah semata.
Betapa indahnya ciptaan,

karya yang Engkau berkati!

maka seperti apakah Engkau, ya Allah yang terkasih,

Keindahan yang abadi!
Misteri yang paling purba,

di hadapan takhta-Mu kami bersujud;

kasihanilah kami sekarang dan selama-lamanya,

ya Tritunggal Mahakudus.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Condongkanlah telinga-Mu dan dengarkanlah aku, ya Tuhan; datanglah menolong aku, alleluya.

Mazmur 31:1-17, 20-25

Seruan penuh kepercayaan orang yang tertekan kepada Allah

Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku (Lukas 23:46).

I
Pada-Mu, ya Tuhan, aku berlindung.

Janganlah sekali-kali aku dipermalukan.

Dalam keadilan-Mu, bebaskanlah aku,

dengarkanlah aku dan segeralah selamatkan aku.
Jadilah bagiku gunung batu perlindungan,

benteng yang perkasa untuk menyelamatkan aku,

sebab Engkaulah gunung batuku, bentengku.

Demi nama-Mu, pimpinlah aku dan bimbinglah aku.
Lepaskanlah aku dari jerat yang mereka sembunyikan,

sebab Engkaulah perlindunganku, ya Tuhan.

Ke dalam tangan-Mu kuserahkan rohku.

Engkaulah yang akan menebus aku, ya Tuhan.
Ya Allah kebenaran, Engkau membenci

mereka yang menyembah ilah-ilah palsu dan kosong.

Adapun aku, aku percaya kepada Tuhan:

biarlah aku bersukacita dan bergembira dalam kasih-Mu.
Engkau yang telah melihat penderitaanku

dan memperhatikan kesesakan jiwaku,

tidak menyerahkan aku kepada musuh,

tetapi membebaskan kakiku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Condongkanlah telinga-Mu dan dengarkanlah aku, ya Tuhan; datanglah menolong aku, alleluya.

Ant. 2 Tuhan, biarlah cahaya wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu, alleluya.

II
Kasihanilah aku, ya Tuhan,

sebab aku dalam kesesakan.

Air mata telah menghabiskan mataku,

tenggorokanku dan hatiku.
Sebab hidupku habis dengan kesedihan

dan tahun-tahunku dengan keluh kesah.

Penderitaan telah menghancurkan kekuatanku

dan tulang-tulangku merana.
Di hadapan semua musuhku

aku menjadi celaan,

sasaran cemoohan bagi tetanggaku

dan ketakutan bagi teman-temanku.
Mereka yang melihatku di jalan

lari jauh dariku.

Aku seperti orang mati, terlupakan,

seperti barang yang dibuang.
Aku telah mendengar fitnah orang banyak,

ketakutan mengelilingi aku,

ketika mereka bersekongkol melawanku,

ketika mereka berencana untuk mengambil nyawaku.
Tetapi aku, aku percaya kepada-Mu, ya Tuhan;

aku berkata: “Engkaulah Allahku.

Hidupku ada di tangan-Mu, lepaskanlah aku

dari tangan mereka yang membenciku.
Biarlah wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu.

Selamatkanlah aku dalam kasih-Mu.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan, biarlah cahaya wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu, alleluya.

Ant. 3 Terpujilah Tuhan, sebab Ia telah mencurahkan belas kasihan-Nya kepadaku, alleluya.

III
Betapa besar kebaikan-Mu, ya Tuhan,

yang Engkau simpan bagi mereka yang takut akan Engkau,

yang Engkau tunjukkan kepada mereka yang percaya kepada-Mu

di hadapan manusia.
Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan hadirat-Mu

dari persekongkolan manusia;

Engkau menjaga mereka aman dalam kemah-Mu

dari lidah-lidah yang bertengkar.
Terpujilah Tuhan yang telah menunjukkan kepadaku

keajaiban kasih-Nya

di kota yang berbenteng.
“Aku jauh dari pandangan-Mu”

kataku dalam ketakutanku.
Namun Engkau mendengar suara permohonanku

ketika aku berseru meminta pertolongan.
Kasihilah Tuhan, hai semua orang kudus-Nya.

Ia menjaga orang-orang-Nya yang setia

tetapi Tuhan akan membalas sepenuhnya

mereka yang bertindak dengan kesombongan.
Kuatkanlah, biarlah hatimu berani,

hai semua yang berharap kepada Tuhan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Ya Allah yang penuh kebaikan dan kebenaran, Engkau menyelamatkan Yang Terpilih-Mu, Yesus Kristus, dan Engkau memberi kekuatan kepada para martir-Mu. Jagalah umat-Mu yang datang kepada-Mu di sini dan kuatkanlah hati mereka yang berharap kepada-Mu, agar mereka dapat mewartakan karya-karya penyelamatan-Mu yang penuh kebaikan di kota abadi.

Ant. Terpujilah Tuhan, sebab Ia telah mencurahkan belas kasihan-Nya kepadaku, alleluya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) Saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Hatiku dan dagingku, alleluya.

Bersukacita dalam Allah yang hidup, alleluya.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari permulaan Kitab Wahyu

1:1-20

Penglihatan Yohanes tentang Anak Manusia
Inilah wahyu yang diberikan Allah kepada Yesus Kristus, untuk menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Ia menyatakannya dengan mengutus malaikat-Nya kepada hamba-Nya Yohanes, yang dalam melaporkan semua yang dilihatnya bersaksi tentang firman Allah dan kesaksian Yesus Kristus. Berbahagialah orang yang membaca pesan nubuat ini, dan berbahagialah mereka yang mendengarnya dan mengindahkan apa yang tertulis di dalamnya, karena waktu yang ditentukan sudah dekat!
Kepada ketujuh jemaat di provinsi Asia: Yohanes mengucapkan rahmat dan damai sejahtera kepadamu — dari Dia yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh di hadapan takhta-Nya, dan dari Yesus Kristus, saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan penguasa raja-raja bumi. Kepada Dia yang mengasihi kita dan membebaskan kita dari dosa-dosa kita dengan darah-Nya sendiri, yang telah menjadikan kita kerajaan imam-imam dalam pelayanan Allah dan Bapa-Nya — kepada-Nya kemuliaan dan kekuasaan selama-lamanya! Amin.
Lihatlah, Ia datang di tengah awan-awan!

Setiap mata akan melihat-Nya,

bahkan mereka yang telah menikam-Nya.

Semua bangsa di bumi

akan meratapi-Nya dengan pahit.

Demikianlah hendaknya! Amin!
Tuhan Allah berfirman, “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Ada dan Yang Sudah Ada dan Yang Akan Datang, Yang Mahakuasa!”
Aku, Yohanes, saudaramu, yang turut serta denganmu dalam kesusahan dan kerajaan dan ketekunan yang kita miliki dalam Yesus, mendapati diriku di pulau yang disebut Patmos karena aku memberitakan firman Allah dan bersaksi tentang Yesus. Pada hari Tuhan aku diliputi ekstase, dan aku mendengar di belakangku suara yang menusuk seperti bunyi sangkakala, yang berkata, “Tulislah di gulungan apa yang sekarang kamu lihat dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat: ke Efesus, Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia, dan Laodikia.”
Aku berbalik untuk melihat suara siapa yang berbicara kepadaku. Ketika aku melakukannya, aku melihat tujuh kaki pelita emas, dan di antara kaki pelita itu ada Seorang seperti Anak Manusia mengenakan jubah panjang sampai mata kaki, dengan selempang emas di dada-Nya. Rambut kepala-Nya seputih bulu domba yang putih salju dan mata-Nya menyala seperti api. Kaki-Nya berkilau seperti kuningan yang dipoles yang dimurnikan dalam tungku, dan suara-Nya terdengar seperti deru air yang mengalir deras. Di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang. Sebuah pedang tajam bermata dua keluar dari mulut-Nya, dan wajah-Nya bersinar seperti matahari pada saat paling terang.
Ketika aku melihat-Nya, aku jatuh di kaki-Nya seolah-olah mati. Ia menyentuhku dengan tangan kanan-Nya dan berkata: “Jangan takut. Aku adalah Yang Pertama dan Yang Terakhir dan Yang Hidup. Dahulu Aku mati tetapi sekarang Aku hidup—selama-lamanya. Aku memegang kunci maut dan dunia orang mati. Tulislah, oleh karena itu, apa pun yang kamu lihat dalam penglihatan—apa yang kamu lihat sekarang dan akan lihat di masa yang akan datang. Inilah makna rahasia dari ketujuh bintang yang kamu lihat di tangan kanan-Ku, dan dari ketujuh kaki pelita emas: ketujuh bintang itu adalah roh-roh yang memimpin ketujuh jemaat, dan ketujuh kaki pelita itu adalah ketujuh jemaat.”

RESPONSORIUM Wahyu 1:5, 6; Kolose 1:18

Kristus mengasihi kita, dan mencurahkan darah-Nya untuk membebaskan kita dari dosa-dosa kita.

Kepada-Nya kemuliaan dan kekuasaan selama-lamanya, alleluya.
Ia adalah permulaan segala sesuatu, dan yang sulung dari antara orang mati.

Kepada-Nya kemuliaan dan kekuasaan selama-lamanya, alleluya.
Bacaan Kedua

Dari sebuah homili Paskah kuno oleh Pseudo-Krisostomus

Paskah rohani
Paskah yang kita rayakan membawa keselamatan bagi seluruh umat manusia dimulai dari manusia pertama, yang bersama dengan semua yang lain diselamatkan dan diberi kehidupan.
Secara tidak sempurna dan sementara, jenis dan gambaran masa lalu melambangkan kenyataan yang sempurna dan abadi yang kini telah diwahyukan. Kehadiran apa yang dilambangkan membuat simbol itu usang: ketika raja muncul secara pribadi, tidak ada yang menghormati patungnya.
Betapa jauhnya simbol itu dari kenyataan terlihat dari fakta bahwa Paskah simbolis merayakan kehidupan singkat anak sulung orang Yahudi, sedangkan Paskah yang sesungguhnya merayakan kehidupan abadi seluruh umat manusia. Adalah keuntungan kecil untuk lolos dari kematian untuk waktu yang singkat, hanya untuk mati segera setelah itu; adalah hal yang sangat berbeda untuk lolos dari kematian sama sekali seperti yang kita lakukan melalui kurban Kristus, Paskah kita.
Dipahami dengan benar, namanya sendiri menunjukkan mengapa ini adalah perayaan terbesar kita. Ini disebut Paskah karena, ketika Ia memukul mati anak sulung, malaikat pembinasa melewati rumah-rumah orang Ibrani, tetapi lebih benar lagi untuk mengatakan bahwa Ia melewati kita, karena Ia melakukannya sekali untuk selamanya ketika kita dibangkitkan oleh Kristus menuju kehidupan abadi.
Jika kita hanya memikirkan Paskah yang sesungguhnya dan bertanya mengapa waktu Paskah dan keselamatan anak sulung dianggap sebagai permulaan tahun, jawabannya pasti adalah bahwa kurban Paskah yang sesungguhnya bagi kita adalah permulaan kehidupan abadi. Karena berputar dalam siklus dan tidak pernah berakhir, tahun adalah simbol keabadian.
Kristus, kurban yang dipersembahkan bagi kita, adalah bapa dunia yang akan datang. Ia mengakhiri kehidupan kita yang lama, dan melalui air pembaptisan yang meregenerasi di mana kita meniru kematian dan kebangkitan-Nya, Ia memberi kita permulaan kehidupan baru. Pengetahuan bahwa Kristus adalah Anak Domba Paskah yang dikurbankan bagi kita seharusnya membuat kita menganggap saat penyembelihan-Nya sebagai permulaan hidup kita sendiri. Sejauh menyangkut kita, penyembelihan Kristus atas nama kita terjadi ketika kita menyadari rahmat ini dan memahami kehidupan yang diberikan kepada kita oleh kurban ini. Setelah memahaminya, kita harus memasuki kehidupan baru ini dengan segala semangat dan tidak pernah kembali ke kehidupan lama, yang kini telah berakhir. Seperti yang dikatakan Kitab Suci: Kita telah mati bagi dosa — bagaimana mungkin kita masih hidup di dalamnya?

RESPONSORIUM 1 Korintus 5:7-8; Roma 4:25

Buanglah ragi lama dari kebusukan, maka kamu akan menjadi roti yang baru; Kristus telah menjadi kurban Paskah kita;

marilah kita merayakan pesta dengan sukacita dalam Tuhan, alleluya.
Ia diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.

Marilah kita merayakan pesta dengan sukacita dalam Tuhan, alleluya.

DOA PENUTUP

Kami mohon,

ya Allah yang mahakuasa, agar kami,

yang telah diperbarui oleh obat-obatan Paskah,

melampaui kemiripan dengan keturunan duniawi kami,

dapat diubah dalam citra Pencipta surgawi kami.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

SENIN II PAGI

Pembukaan

Ant. Tuhan sungguh bangkit, Alleluya.

Mazmur 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kami.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.

Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.

Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.

Dialah Allah kami, kami umat-Nya,

Dialah gembala kami, kami kawanan-Nya.

Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya-Ku Yang Agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku.”

Ant. Tuhan sungguh bangkit, Alleluya.

Madah

Fajar menyingsinglah sudah

Langit menggemakan madah

Bumi bersorak-sorailah

Neraka mengaduh kalah.

Kala raja nan perkasa

Menggempur markas neraka

Menggilas kuasa maut

Dengan gagah tanpa takut.

Meskipun tertutup batu

Dijaga banyak serdadu

Namun pemenang yang luhur

Bangkit mulia dari kubur.

Mulialah Engkau ya Tuhan

Yang bangkit tak terkalahkan

Serta Bapa dan Roh Suci

Mulialah kekal abadi.

Amin.

Atau:

Hai Yerusalem surgawi

Nyanyikanlah lagu puji

Penuh sukacita murni

Merayakan Paska suci.

Kristus sebagai pahlawan

Mengalahkan kegelapan

Merebut mangsa neraka

Agar bebas dan berjaya.

Para umat yang ditebus

Berarak bersama Kristus

Gembira menuju Bapa

Untuk hidup selamanya.

Mulialah Engkau, ya Tuhan

Yang bangkit tak terkalahkan

Serta Bapa dan Roh Suci

Mulialah kekal abadi.

Amin.

Ant.1: Bagaikan rusa merindukan sungai, demikianlah hatiku rindu pada-Mu, ya Allah, Alleluya.

Mazmur 41 (42)

Bagaikan rusa merindukan sungai,*

demikianlah hatiku rindu pada-Mu, ya Allah.

Hatiku haus akan Allah, Allah yang hidup,*

bilakah aku menghadap dan memandang wajah Allah?

Air mataku menjadi bagaikan santapan bagiku, siang dan malam,*

karena sehari-harian orang bertanya: Di mana Allahmu?

Dengan sedih selalu kuingat, bahwa di masa lampau,*

aku bersama orang banyak berarak ke kediaman Allah.

Aku turut melangkah di depan perarakan itu,*

di tengah suara sorak-sorai dan lagu syukur.

Mengapa engkau tertekan dan gelisah, wahai jiwaku?+

Berharaplah kepada Allah, aku akan bersyukur lagi,*

kepada Allah, penolongku.

Karena gelisah aku teringat akan Dikau,*

dari daerah Yordan Hermon dan dari gunung Nizar.

Di sana anak sungai yang satu memanggil yang lain,+

dengan deru air terjun,*

demikianpun gelora gelombang-Mu mengempaskan daku.

Siang hari Tuhan menyatakan kasih setia-Nya kepadaku,*

malam hari aku memuji Allah, pemberi hidup.

Aku berkata kepada Allah, pelindungku:

“Mengapa Engkau melupakan daku;*

mengapa aku sedih, tersesak oleh musuh?”

Celaan lawanku menyakiti hatiku seperti tikaman maut,*

karena sehari-harian mereka bertanya: Di mana Allahmu?

Mengapa engkau tertekan dan gelisah, wahai jiwaku?+

Berharaplah kepada Allah, aku akan bersyukur lagi,*

kepada Allah, penolongku.

Ant.1: Bagaikan rusa merindukan sungai, demikianlah hatiku rindu pada-Mu, ya Allah, Alleluya.

Ant.2: Penuhilah Sion, ya Tuhan, dengan pujian atas karya-Mu yang mengagumkan, Alleluya.

Sir 36:1-7,13-16

Pandanglah dan kasihanilah kami, ya Allah semesta alam,*

curahkanlah kedahsyatan-Mu atas bangsa-bangsa.

Nyatakanlah kekuasaan-Mu terhadap bangsa-bangsa asing itu,*

agar merekapun melihat kemuliaan-Mu.

Engkau telah menampakkan diri-Mu dalam diri kami di hadapan mereka,*

hendaklah Engkau memuliakan diri dalam mereka di hadapan kami.

Agar mereka mengakui, sebagaimana kami telah mengakui,*

bahwa tiada Allah selain Dikau, ya Tuhan.

Kerjakan lagi tanda-tanda dan ulangilah karya-Mu,*

nyatakanlah kemuliaan karya-Mu dan kekuatan tangan-Mu.

Kumpulkanlah segala suku Yakub,*

kembalikan kepadanya tanah pusaka seperti sediakala.

Kasihanilah umat yang disebut dengan nama-Mu,*

Israel yang telah Kauberi hak anak sulung.

Kasihanilah kota ini yang menjadi kota-Mu yang kudus,*

Yerusalem, kota tempat istirahat-Mu.

Penuhilah Sion dengan pujian atas karya-Mu yang mengagumkan,*

penuhilah bait-Mu dengan kemuliaan-Mu.

Ant.2: Penuhilah Sion, ya Tuhan, dengan pujian atas karya-Mu yang mengagumkan, Alleluya.

Ant.3: Kemuliaan Allah menerangi kota suci, dan Anak Domba menjadi pelitanya, Alleluya.

Mazmur 18 (19) A

Langit mewartakan kemuliaan Allah,*

dan cakrawala memasyhurkan karya tangan-Nya.

Hari yang satu mengisahkannya kepada hari yang lain,*

dan malam yang satu menyampaikannya kepada malam berikut.

Meskipun tidak bicara dan tidak memperdengarkan suara,+

namun di seluruh dunia bergemalah seruannya,*

dan pesannya sampai ke perbatasan bumi.

Di sana Tuhan memasang kemah bagi sang surya,*

yang meninggalkan peraduannya bagaikan pengantin.

Dengan girang sang surya menempuh jalan peredarannya,*

laksana seorang pahlawan.

dari ujung langit yang satu ia beredar ke ujung yang lain,*

dan tak ada yang luput dari panas teriknya.

Ant.3: Kemuliaan Allah menerangi kota suci, dan Anak domba menjadi pelitanya, Alleluya.

Bacaan singkat (Rom 10:8b-10)

Sabda Allah dekat padamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu. Itulah sabda iman yang kami wartakan. Sebab engkau akan diselamatkan, jika engkau mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dengan hati bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari alam maut. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Lagu Singkat

P: Tuhan bangkit dari kubur,* Alleluya, Alleluya.

U: Tuhan…

P: Sesudah disalibkan bagi kami.

U: Alleluya, Alleluya.

P: Kemuliaan…

U: Tuhan…

Ant.Kidung: Sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat kerajaan Allah, Alleluya.

Kidung Zakaria (Luk 1 : 68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.

Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.

Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.

Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kami,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*

akan membebaskan kami dari tangan musuh.

Agar kami dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kami penuh rahmat dan belaskasihan;*

Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat kerajaan Allah, Alleluya.

Doa Permohonan

Bapa telah memuliakan Yesus dan mengangkat-Nya menjadi ahli waris dan pemilik semua bangsa. Marilah kami meluhurkan Dia dan berdoa:

U: Selamatkanlah kami demi kemenangan-Mu, ya Tuhan.

P: Ya Kristus, dengan kemenangan-Mu Engkau telah menghancurkan pintu gerbang maut serta meremukkan dosa dan kematian,*

semoga kami hari ini menang atas dosa berkat kekuatan-Mu.

P: Engkau telah melenyapkan kuasa kematian dan memberi kami kehidupan baru,*

semoga kami hari ini dapt menempuh jalan hidup yang baru itu.

P: Engkau telah menganugerahkan kehidupan kepada orang-orang mati dan membimbing seluruh umat manusia dari kematian kepada kehidupan,*

berilah rahmat kehidupan-Mu kepada semua orang yang kami jumpai.

P: Engkau telah menggembirakan murid-murid-Mu dan menggemparkan penjaga kubur-Mu,*

kurniakanlah kegembiraan sejati kepada semua orang yang taat kepada-Mu.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,

Dimuliakanlah nama-Mu.

Datanglah kerajaan-Mu.

Jadilah kehendak-Mu

di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini,

dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami

ke dalam pencobaan,

tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

(Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa

untuk selama-lamanya. Amin).

Doa Penutup

Allah Yang Kekal dan Kuasa, kami berani memanggil Engkau Bapa.

Kuatkanlah semangat kami sebagai putera-Mu, agar kami layak menerima warisan yang telah Kaujanjikan.

Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup …

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

SENIN II SIANG

Madah

Engkau Tuhan raja mulia

Yang mengatur segalanya

Fajar pagi Kauterbitkan

Panas siang Kaukobarkan.

Padamkan api sengketa

Yang memisahkan sesama

Teguhkan s’mangat berpadu

Yang menyatukan sekutu.

Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putra dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu.

Amin.

Ant.1: Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Allah dan melakukannya, Alleluya.

Mazmur 118 (119):41-48

Berikanlah kasih setia-Mu, ya Tuhan,*

keselamatan-Mu, yang telah Kaujanjikan.

Agar aku dapat memberi jawaban kepada orang yang menghina aku,*

sebab aku percaya pada firman-Mu.

Jangan Kauambil firman-Mu yang benar dari mulutku,*

sebab aku berharap pada ketetapan-Mu.

Selalu aku berpegang kepada hukum-Mu,*

selama hidupku, sampai kekal.

Aku akan hidup dengan hati tenang,*

sebab aku hanya ingin melakukan kehendak-Mu.

Aku akan berbicara tentang hukum-Mu,*

aku tidak malu di hadapan para raja.

Segala aturan-Mu menjadi kesukaanku,*

yang sangat kucintai.

Kepada hukum-Mu kutadahkan tanganku,*

ketetapan-Mu kurenungkan.

Ant.1: Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Allah dan melakukannya, Alleluya.

Ant.2: Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Bapa, Alleluya.

Mazmur 39 (40):2-14,17-18 – I

Dengan amat sangat aku mengharapkan Tuhan,*

Ia mengindahkan daku dan mendengarkan seruanku.

Ia mengangkat aku dari lembah kebinasaan, dari lumpur kehinaan,*

Ia menempatkan kakiku di atas wadas dan meneguhkan langkahku.

Lagu yang baru diilhamkan-Nya kepadaku, lagu pujian bagi Allah kami,*

banyak orang menyaksikannya dengan khidmat dan percaya kepada Tuhan.

Berbahagialah orang yang percaya kepada Tuhan,*

yang tak bergaul dengan orang durhaka atau penipu.

Banyaklah karya dan rencana-Mu bagi kami, ya Tuhan Allahku,+

dan sangat mengagumkan,*

tak ada yang menyamai Engkau.

Aku mau menyebutkan dan mengisahkan semuanya,*

tetapi jumlahnya terlalu banyak.

Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan,*

tetapi Engkau telah membuka telingaku bagi suara-Mu.

Kurban bakar dan kurban pelunas tidak Kautuntut,*

maka aku berkata kepada-Mu:

“Sesuai dengan firman-Mu aku datang,+

untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allahku,*

kesukaanku ialah hukum-Mu yang terukir dalam hatiku.”

Ant.2: Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Bapa, Alleluya.

Ant.3: Sekalipun aku miskin dan malang, namun Tuhan memperhatikan daku, Alleluya.

Mazmur 39 (40):2-14,17-18 – II

Di tengah himpunan umat aku mengabarkan kesetiaan-Mu,*

tidak kututup bibirku, Tuhan, Engkau tahu.

Kesetiaan-Mu tidak kusembunyikan dalam hatiku,*

tetapi kebenaran dan pertolongan-Mu kuwartakan.

Kasih dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan,*

di tengah himpunan umat.

Engkau Tuhan, janganlah menutup kerahiman-Mu terhadapku,*

semoga kasih dan kesetiaan-Mu selalu menyertai aku.

Sebab malapetaka mengepung aku, tak terbilang banyaknya,*

dosaku mengejar aku, tak terhitung jumlahnya.

Lebih besarlah jumlahnya dari pada rambut kepalaku,*

sehingga aku putus harapan.

Berkenanlah, ya Tuhan, melepaskan daku,*

Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Hendaknya bergembira dan bersukaria,*

semua yang mencari Engkau,

hendaknya semua yang merindukan pertolongan-Mu,*

berseru: “Agunglah Tuhan.”

Sekalipun aku miskin dan malang,*

namun Tuhan memperhatikan daku.

Engkaulah penolong dan pembebasku,*

Allahku, jangan berlambat.

Ant.3: Sekalipun aku miskin dan malang, namun Tuhan memperhatikan daku, Alleluya.

Bacaan singkat (Kol 2:9-10,12)

Seluruh kepenuhan Allah menjelma dalam Kristus dan meresapi Engkau juga demi Kristus. Sebab Engkau telah dikuburkan dalam pembaptisan bersama Kristus dan dibangkitkan juga bersama Dia berkat iman akan kekuatan Allah yang membangkitkan Kristus dari alam maut.

P: Tuhan sungguh telah bangkit, Alleluya.

U: Dan memperlihatkan diri kepada Simon, Alleluya.

Doa Penutup

Allah, Engkaulah Tuhan panenan dan pemelihara kebun anggur, Engkau membagikan tugas dan memberi balas jasa.

Semoga kami bekerja keras sepanjang hari dan tidak bersungut-sungut melawan keputusan-Mu.

Demi Kristus, pengantara kami.

Amin.

Ibadat Sore

SENIN II SORE

Madah

Mari kami bergembira

Merayakan hari Paska

Sambil bernyanyi memuji

Dengan hati tulus murni.

Kristus sudah disalibkan

Dan tubuh-Nya dikurbankan

Darah-Nya yang kami trima

Sungguh menghidupkan kami.

Kristus bangkit dari kubur

Maut kalah hancur lebur

Musuh takluk terbelenggu

Firdaus membukakan pintu.

Terpujilah Kristus Tuhan

Kaukalahkan kematian

Engkau dibangkitkan Bapa

Dengan kekuatan Roh-Nya.

Amin.

Atau:

Yesus Kristus Paska kami

Dikurbankan bagai domba

Tubuh-Nya dipersembahkan

Murni tanpa kesalahan.

O sungguh kurban mulia

Yang menghancurkan neraka

Membebaskan yang tertawan

Dari jerat kematian.

Semoga Yesus menjadi

Paska kesukaan kami

Himpunkan kami umatmu

Di dalam dunia baru.

Terpujilah Kristus Tuhan

Kaukalahkan kematian

Engkau dibangkitkan Bapa

Dengan kekuatan Roh-Nya.

Amin.

Ant.1: Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan, Alleluya.

Mazmur 44 (45) I

Hatiku meluapkan kata-kata indah,+

aku mempersembahkan laguku kepada raja,*

lidahku bagaikan gerak pena juru tulis.

Tereloklah baginda di antara manusia,+

tampanlah wajah baginda,*

terberkati oleh Allah selama-lamanya.

Ikatkanlah pedang pada pinggang, hai pahlawan,*

itulah kebanggaan dan kemuliaan baginda.

Demi kebenaran dan keadilan majulah dengan megah,*

dan lakukanlah perbuatan yang gagah.

Anak panah yang tajam menembus jantung musuh baginda,*

bangsa-bangsa rebah dan takluk.

Takhta baginda bertahan selama-lamanya,*

tampuk pemerintahan baginda adil dan jujur.

Baginda cinta akan keadilan dan benci akan kelaliman,*

sebab baginda diurapi oleh Allah.

Baginda menjadi yang termulia di antara semua raja,*

Pakaian kebesaran baginda harum mewangi.

Bunyi kecapi terdengar dari istana permaisuri,*

menggembirakan hati baginda.

Para puteri raja-raja berarak-arak menghadap baginda,*

permaisuri berdiri di samping baginda, berhiaskan emas.

Ant.1: Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan, Alleluya.

Ant.2: Berbahagialah orang yang diundang kepada perjamuan Anak domba, Alleluya.

Mazmur 44 (45) II

Dengarkanlah, hai puteri, perhatikanlah dengan baik,*

lupakanlah bangsa dan seisi rumah ayahmu.

Seri baginda tertarik oleh kecantikanmu,*

sujudlah kepadanya, sebab dialah tuanmu.

Puteri kota Tirus datang dengan persembahan,*

para bangsawan mengharapkan kerelaanmu.

Permaisuri diarak masuk, semaraklah semata-mata,*

pakaiannya bersulamkan emas.

Berdandanan aneka warna ia diantar menghadap raja,*

para puteri raja-raja mengiringinya.

Dengan gembira dan sorak-sorai mereka diantar masuk,*

masuklah mereka ke dalam istana raja.

Para putera baginda akan melanjutkan kerajaan,*

baginda mengangkat mereka menjadi penguasa di seluruh bumi.

Semoga aku memasyhurkan nama baginda turun-temurun,*

maka para bangsa akan memuji baginda selama-lamanya.

Ant.2: Berbahagialah orang yang diundang kepada perjamuan Anak domba, Alleluya.

Ant.3: Dari kelimpahan Kristus kami semua menerima rahmat demi rahmat, Alleluya.

Ef 1:3-10

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kami Yesus Kristus,+

yang telah memberkati kami dalam Kristus,*

dengan segala berkat rohani di surga.

Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kami,+

sebelum menciptakan jagat raya,*

supaya kami kudus dan tak bercela di hadapan-Nya.

Dengan cinta, Allah telah menentukan kami menjadi putera-Nya,+

dengan perantaraan Yesus Kristus,*

karena kerelaan kehendak-Nya.

Supaya terpujilah rahmat-Nya yang mulia,+

yang dianugerahkan-Nya kepada kami,*

dalam Putera yang dikasihi-Nya.

Dalam Kristus, kami telah memperoleh penebusan berkat darah-Nya,+

yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kami,*

menurut kekayaan rahmat-Nya yang dilimpahkan-Nya kepada kami.

Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,+

Allah telah menyatakan rencana kehendak-Nya kepada kami,*

Sekadar kerelaan yang diikhtiarkan-Nya dalam Kristus sejak dahulu.

Untuk menggenapkan segala jaman,+

yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*

dalam diri Kristus sebagai kepala.

Ant.3: Dari kelimpahan Kristus kami semua menerima rahmat demi rahmat, Alleluya.

Bacaan singkat (Ibr 8:1b-3a)

Kita mempunyai seorang imam besar yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Yang Mahamulia di surga. Ia menjalankan ibadat di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Allah dan bukan oleh manusia. Sebab setiap imam besar ditetapkan untuk menyampaikan kurban dan persembahan.

Lagu singkat

P: Para murid bergembira,* Alleluya, Alleluya.

U: Para…

P: Tatkala melihat Tuhan.

U: Alleluya, Alleluya.

P: Kemuliaan…

U: Para…

Lagu Singkat Sesudah Kenaikan Tuhan

P: Roh penghibur,* Alleluya, Alleluya.

U: Roh…

P: Akan mengajar Engkau segalanya.

U: Alleluya, Alleluya…

P: Kemuliaan…

U: Roh…

Ant.Kidung: Yang dilahirkan dari daging adalah daging. Yang dilahirkan dari Roh adalah Roh, Alleluya.

Kidung Maria (Luk 1 : 46-55)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa;*

kuduslah nama-Nya.

Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tangan-Nya:*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta;*

yang hina dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan;*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong

Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.

Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Yang dilahirkan dari daging adalah daging. Yang dilahirkan dari Roh adalah Roh, Alleluya.

Doa Permohonan

Kemanusiaan Kristus telah dihidupkan oleh Roh Kudus, dan karena pula Kristus menghidupkan kami. Maka marilah kami berseru dengan hati gembira:

U: Baharuilah dan hidupkanlah semesta alam, ya Tuhan.

P: Kristus, penyelamat dunia, raja seluh penciptaan baru, arahkanlah hati kami kepada kerajaan-Mu,*

tempat Engkau duduk di sebelah kanan Bapa.

P: Tuhan, Engkau selalu hidup dalam umat pilihan-Mu,*

tuntunlah Gereja-Mu kepada seluruh kebenaran berkat dorongan Roh Kudus.

P: Engkau Maharahim, tunjukkanlah belas kasihan-Mu kepada orang yang sakit, yang menderita dan yang menghadapi ajal,*

agar mereka semua dikuatkan dan diteguhkan berkat kemurahan-Mu.

P: Kristus, cahaya yang takkan pudar, pada sore hari ini kami berbakti kepada-Mu,*

dan mohon, agar saudara-saudara kami yang telah meninggal Kausinari dengan cahaya kebangkamin-Mu.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,

Dimuliakanlah nama-Mu.

Datanglah kerajaan-Mu.

Jadilah kehendak-Mu

di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini,

dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami

ke dalam pencobaan,

tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

(Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa

untuk selama-lamanya. Amin).

Doa Penutup

Allah Yang Kekal dan Kuasa, kami berani memanggil Engkau Bapa.

Kuatkanlah semangat kami sebagai putera-Mu, agar kami layak menerima warisan yang telah Kaujanjikan.

Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup …

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - SENIN

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
U: Kristus, kasihanilah kami.
P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Mazmur 85 (86)

Dengarkanlah doaku, ya Tuhan, jawablah aku,*
sebab aku miskin dan bersengsara.

Perliharalah aku, karena aku mengasihi Engkau,*
selamatkanlah hambaMu yang percaya kepadaMu.

Engkaulah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhanku,*
kepadaMulah aku berseru sepanjang hari.

Gembirakanlah hati hambaMu,*
sebab kepadaMulah kuarahkan hatiku, ya Tuhan.

Sebab Engkau baik hati dan suka mengampuni, ya Tuhanku,*
Engkau penuh kasih setia bagi semua orang yang berseru kepadaMu.

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah suara permohonanku.

Pada hari kesesakan aku berseru kepadaMu,*
sebab Engkau pasti menjawab aku.

Tidak ada dewata yang menyamai Engkau, ya Tuhanku,*
tak ada karya yang setara dengan karyaMu.

Segala bangsa akan datang menyembah Engkau,*
dan akan memuliakan namaMu, ya Tuhanku.

Sungguh agung Engkau dan megah karyaMu,*
Engkaulah Allah, dan tiada lain.

Ajarkanlah ketetapanMu kepadaku, ya Tuhan,*
agar aku hidup setia dan takwa dengan sebulat hati.

Aku bersyukur kepadaMu dengan segenap hatiku, ya Allah, Tukanku,*
dan memuliakan namaMu untuk selama-lamanya.

Sebab kasih setiaMu berlimpah terhadapku,*
Engkau melepaskan daku dari alam maut.

Ya Allah, orang yang angkuh telah bangkit menyerang aku,+
segerombolan orang sombong ingin mencabut nyawaku,*
mereka tidak mengindahkan Dikau.

Tetapi Engkaulah Allah, penyayang dan pengasih,+
Tuhan yang sabar, penuh kasih dan setia,*
perhatikan dan kasihanilah aku!

Curahkanlah kekuatanMu kepada hambaMu,*
dan selamatkanlah putera sahayaMu.

Nyatakanlah suatu tanda kebaikan bagiku,+
supaya musuhku melihatnya dan menjadi malu,*
semoga Engkau menolong dan menghibur aku, ya Tuhan.

Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Bacaan singkat (1Tes 5,9-10)

Kita ditetapkan Allah untuk memperoleh keselamatan demi Tuhan kita Yesus Kristus. Kristus telah wafat untuk kita, supaya kita tetap hidup bersatu dengan Dia, baik waktu berjaga maupun waktu tidur.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Ya Tuhan, berilah kami istirahat yang menyegarkan badan. Semoga benih sabdaMu yang kami taburkan dalam kegiatan kami pada hari ini, Kautumbuhkan sampai berbuah masak bagi panenanMu yang abadi. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, Maria, penuh rahmat,
Tuhan sertamu.
Terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan waktu kami mati.

Santo-Santa

Santa Yuliana dari Kornillon

Pengaku Iman

Hari raya Tubuh Darah Kristus (Corpus Christi)-yang sama dengan hari raya Sakramen MahaKudus-masuk dalam lingkaran penanggalan atas wahyu Tuhan kepada Santa Yuliana dari Kornillon. Prosesnya sangat rumit dan lama serta meminta pengorbanan yang tidak kecil dari suster Yuliana sendiri. Penglihatan ajaib yang dialaminya membawa dia kepada penderitaan yang lama hingga hari raya itu direstui oleh pemimpin tertinggi Gereja dan dirayakan oleh seluruh Gereja. Pesta ini dirayakan pada mingu biasa setelah masa Paskah, tepatnya pada hari minggu biasa sesudah hari raya Tritunggal MahaKudus.

Yuliana lahir di Liege, Belgia pada tahun 1192. Pada umur 5 tahun, ia sudah menjadi anak yatim piatu. Maka ia dititipkan di sebuah biara di Mount Cornillon. Pada tahun 1200 terdapat di gunung ini dua buah biara santo Agustinus: yang satu untuk kaum pria dan yang satu untuk wanita. Disana terdapat beberapa buah rumah, ada usaha perkebunan dan peternakan sapi. Dibeberapa rumah para biarawan / wati itu merawat banyak orang sakit lepra. Untuk menghindari bahaya ketularan penyakit lepra, maka Yulianus bersama adiknya Agnes dipisahkan disebuah rumah pertanian yang tidak jauh dari rumah induk. Disitu mereka diasuh oleh Sr. Sapiensia. Tugas mereka adalah belajar, membersihkan rumah, memelihara bunga-bunga dan menjaga sapi. Kedua kakak-beradik ini selalu ikut serta dalam doa, perayaan Ekaristi dan upacara-upacara lainnya. Yuliana menaruh hormat yang tinggi kepada Sakramen MahaKudus yang diterimanya setiap kali mengkuti perayaan Ekaristi. Ia juga suka sekali membaca buku-buku karya Santo Agustinus, Santo Bernardus, dan lain-lainnya di perpustakaan.

Pada usia 16 tahun, Yuliana mengalami suatu penglihatan ajaib. Ia melihat bulan purnama yang aneh sekali; pinggirannya tercabik. Ia ragu-ragu memastikan arti penglihatan itu, apakah itu suatu godaan dari roh jahat atau pewahyuan Tuhan. Ia berdoa memohon agar Yesus menerangkan kepadanya arti penglihatan itu. Dua tahun kemudian Yesus menampakkan diri kepadanya dan menerangkan arti penglihatan itu: bahwasannya bulan itu adalah lingkaran tahun Liturgis Gereja dengan berbagai hari raya. Sedangkan cabikan pada pinggiran bulan purnama itu menandakan bahwa lingkaran tahun liturgi gereja belum sempurna oleh karena tidak adanya hari raya khusus untuk menghormati sakramen MahaKudus. Yuliana di minta oleh Yesus untuk menyampaikan kepada pemimpin Gereja agar segera menetapkan suatu hari khusus untuk menghormati Sakramen MahaKudus. Dengan takut-takut, Yuliana berkata: "Ah Tuhan! Jangan aku yang Kautugaskan untuk menyampaikan hal itu. Serahkan saja tugas ini kepada seorang imam yang saleh dan terpelajar!". Tetapi Yesus menjawab: "Kaulah orang yang kuanggap layak untuk tugas luhur ini. Justru orang lemah namun berbakti kepada-Ku layak untuk menjalankan tugas ini!".

Hari dan tahun berjalan terus hingga Yuliana menjadi suster di biara St. Agustinus Mount Carnillon. Karena kedudukannya masih rendah, ia tidak berani membuka rahasia penampakan itu dan pesan Tuhan Yesus. Barulah ketika ia terpilih menjadi prior pad atahun 1225, ia mulai membuka rahasia penampakan dan pesan Tuhan itu. Mula-mula ia mengutarakan pesan Tuhan itu kepada Eva, seorang pertapa wanita yang saleh dan pintar. Eva selanjutnya berbicara dengan para imam, antara lain dengan Hugo, Propinsial Ordo Dominikan, Uskup J. Pantelleon dan para ahli dibidang liturgi dan teologi. Sementara itu, Yuliana terus berdoa agar semua orang dapat menerima baik pesan Tuhan yang disampaikan kepadanya. Pada dasarnya pemimpin Gereja setempat dan para ahli itu tidak menolak memasukkan Pesta Sakramen MahaKudus dalam liturgi gereja. Hasil pertama diperolehnya pada tahun 1246 yaitu tatkala hari raya Corpus Christi itu disetujui dan diresmikan oleh Uskup J. Pantellon .

Namun sejak itulah Yuliana mengalami banyak penderitaan. Banyak orang termasuk imam-imam mencap Yuliana sebagai orang yang kerasukan setan. Dan banyak dakwaan dan kritik lain terhadapnya yang menuduh dia memanfaatkan kedudukannya sebagai pemimpin biara untuk ambisi pribadi mempromosikan penemuannya tentang hari raya Sakramen MahaKudus itu. Ia dipecat dari kedudukannya sebagai pemimpin biara dan diusir dari biara itu. Ia lalu pergi bergabung dengan Eva di pertapaannya. Akhirnya setelah mengalami begitu banyak penderitaan fisik dan batin, Yuliana meninggal pada tanggal 5 April 1258.

Sepeninggal Yuliana, Eva wanita pertapa itu melanjutkan perjuanggannya, didukung oleh Uskup J. Pantalleon. Delapan tahun kemudian Hugo, Propinsial Dominikan yang mengenal baik Yuliana, terpilih menjadi Paus di Roma dengan nama Paus Urbanus IV (1261-1264). Taklama kemudian pada tahun 1264 Paus Urbanus IV menetapkan hari raya Tubuh dan Darah Kristus sebagai pesta gereja. Kemudian Paus Klemens V (1305-1314) mengesahkannya pada tahun 1312.

Santo Vinsensius Ferreri

Pengaku Iman

Santo Vinsensius Ferreri dikenal sebagai pembuat mukjizat, wartawan hari kiamat dan pentobat orang-orang berdosa. Ia lahir pada tanggal 23 Januari 1350 di Valensia, Spanyol. Ferreri adalah seorang anak yang dikaruniai rahmat istimewa. Pada usia 14 tahun, ia telah menyelesaikan pendidikan awalnya dalam bidang filsafat di Valensia. Pada usia 17 tahun, Ferreri di terima dalam ordo Dominikan dan dikirim ke Barcelona, Spanyol pada tahun berikutnya. Setelah beberapa lama ia mengajar filsafat di Lerdia, Spanyol, ia kembali ke Barcelona pada tahun 1373.

Setelah lama belajar di Toulouse, Prancis, kepribadian dan cara hidup Ferreri menarik hati kardinal Pedro de Luna (yang kemudian menjadi Paus Benediktus XIII pada tahun 1394-1423 di Avignon) ketika terjadi skisma besar di kalangan Gereja Barat. Pada tahun 1379, Luna mengangkat Ferreri sebagai pembantunya untuk menangani persoalan kePausan di Avignon. Ketika kardinal Luna dipilih menjadi Paus, Ferreri menjadi penasehat dan bapa pengakuan pribadi Paus di Avignon. Ia menolak penunjukkan atas dirinya menjadi seorang kardinal dan pemimpin beberapa kantor Gereja karena ia lebih suka berkarya sebagai seorang misionaris di antara umat. Kira-kira pada tahun 1398, ia diserang demam yang membahayakan. Ketika itu, ia mengalami penampakan Yesus bersama Santo Dominikus dan Fransiskus Asisi. Dalam penglihatan itu, Yesus memerintahkan dia untuk mewartakan Injil di antara bangsa-bangsa. Setelah penampakan itu, Ferreri kembali dan bersiap diri untuk menjalankan perintah Yesus.

Selama 20 tahun, Ferreri mengelilingi Spanyol, Italia, Jerman dan Switzerland untuk mewartakan Injil bagi pertobatan orang-orang berdosa. Khotbahnya selalu dilaksanakan di luar gereja karena ruangan Katedral tidak bisa menampung jumlah umat yang hadir. Tuhan menganugerahi kepadanya kemampuan berbahasa sehingga khotbahnya dapat dimengerti oleh para pendengarnya yang berbahasa latin, bahkan oleh petani sederhana sekalipun.

Sekali peristiwa, dalam khotbahnya ia meramalkan bahwa Benediktus dari Siena, seorang hadirin yang turut mendengar khotbahnya ketika itu, kelak akan dihormati oleh gereja sebagai Santo. Juga kepada Alphonso Borja, Ferreri mengatakan bahwa ia akan menggelarkan Santo kepada Ferreri ketika ia menjabat sebagai Paus. Ramalan-remalannya kemudian terpenuhi ketika ia meninggal.

Proses penyelidikan terhadap Ferreri dilakukan. Setelah 873 mukjizat diperiksa dan dinyatakan benar, maka panitia penyelidik menghentikan pekerjaannya. Mukzijat terbesar adalah cara hidupnya yang keras penuh dengan doa, matiraga dan tapa, tetapi tetap bersemangat dalam melaksanakan tugasnya sebagai pewarta. Vincentius Ferreri meninggal di Vannes, Inggris, pada tanggal 5 April 1419.