Minggu, 14 Februari 2027
Hari Minggu Prapaskah I
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Kejadian 9:8-15
Berfirmanlah Allah kepada Nuh dan kepada anak-anaknya yang bersama-sama dengan dia: "Sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu, dan dengan segala makhluk hidup yang bersama-sama dengan kamu: burung-burung, ternak dan binatang-binatang liar di bumi yang bersama-sama dengan kamu, segala yang keluar dari bahtera itu, segala binatang di bumi. Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi." Dan Allah berfirman: "Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun-temurun, untuk selama-lamanya: Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi. Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan, maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup.
Mazmur Tanggapan Mazmur 25:4-9
Bacaan Kedua 1 Petrus 3:18-22
Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh, dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara, yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus, yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya.
Bacaan Injil Markus 1:12-15
Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun. Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia. Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!"
Renungan
Busur yang Digantung
Februari begini langit sering berulah: hujan deras, lalu tiba-tiba terang. Dan sesekali, di sela dua cuaca itu, muncul lengkung warna di langit. Anak-anak berteriak menunjuknya. Orang dewasa pun diam-diam ikut tersenyum. Pelangi memang tidak pernah gagal menghibur. Ilmu boleh menjelaskannya sebagai cahaya yang dibiaskan titik-titik air; hati tetap saja terpesona.
Bacaan pertama menyebut pelangi dengan kata yang jarang kita sadari: busur. Busur-Ku Kutaruh di awan, firman Allah kepada Nuh. Busur adalah senjata perang. Maka gambarnya berani sekali: sesudah air bah, Allah menggantung senjata-Nya di langit. Setiap pelangi adalah pengumuman gencatan senjata dari pihak Allah, tanda bahwa Ia memilih berdamai dengan bumi. Gencatan itu tidak pernah dicabut sampai hari ini.
Yang mengharukan, perjanjian dengan Nuh itu sepihak. Allah tidak mengajukan syarat apa-apa. Aku akan mengingat perjanjian-Ku, kata-Nya. Tanda di awan itu bukan pengingat bagi manusia, melainkan bagi Allah sendiri. Kasih setia yang memasang pengingat untuk diri-Nya sendiri.
Petrus dalam bacaan kedua membaca air bah sebagai kiasan baptisan: air yang sama menenggelamkan dan menyelamatkan. Kita yang dibaptis adalah penumpang bahtera yang baru, diselamatkan oleh kebangkitan Kristus.
Lalu Injil membawa kita ke padang gurun. Markus menceritakan pencobaan Yesus hanya dalam dua ayat, tanpa dialog. Tetapi ada detail kecil yang hangat: Ia berada di antara binatang-binatang liar, dan malaikat-malaikat melayani Dia. Seolah-olah di sekeliling Adam yang baru ini, permusuhan lama mulai mencair. Gurun yang ganas menjadi taman kecil perdamaian.
Empat puluh hari Yesus di gurun menjadi pola empat puluh hari Prapaskah kita. Gurun adalah tempat tanpa hiburan dan tanpa persediaan, tempat manusia berhenti berpura-pura kuat. Justru di sana suara Allah paling jernih terdengar. Prapaskah mengajak kita membuat gurun kecil: mengurangi yang bising, memangkas yang berlebih, supaya ada ruang sunyi untuk mendengar. Empat puluh hari cukup panjang untuk membentuk kebiasaan baru, dan cukup singkat untuk tidak menakutkan.
Dari gurun itu Yesus keluar membawa kalimat pertama-Nya: waktunya telah genap, Kerajaan Allah sudah dekat, bertobatlah dan percayalah kepada Injil. Perhatikan urutannya: kabar baik dahulu, baru ajakan bertobat. Kita berbalik bukan karena diancam, melainkan karena disambut. Di atas kepala kita, busur itu sudah lama digantung.
Allah yang setia, Engkau menggantung busur-Mu dan mengulurkan tangan-Mu. Tuntunlah aku melewati gurun Prapaskah ini menuju janji-Mu. Amin.
Invitatorium
MINGGU I PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Pesta Takhta Santo Petrus, Rasul
MADAH
Iman para Bapa! iman dan doa
Ant. 1 Petrus berkata: Allah telah membangkitkan dan memuliakan Yesus ini, yang kamu salibkan.
Ant. Petrus berkata: Allah telah membangkitkan dan memuliakan Yesus ini, yang kamu salibkan.
Ant. 2 Tuhan telah mengutus malaikat-Nya untuk membebaskan aku dari kuasa Herodes.
Mazmur 64
Doa memohon pertolongan melawan musuh
jagalah hidupku dari ketakutan akan musuh.
Ant. Tuhan telah mengutus malaikat-Nya untuk membebaskan aku dari kuasa Herodes.
Ant. 3 Tiba-tiba awan terang menaungi mereka, dan suara Bapa terdengar: Inilah Putra-Ku yang terkasih.
Mazmur 97
Kemuliaan Tuhan dalam ketetapan-ketetapan-Nya bagi dunia
biarlah semua pesisir bersukacita.
Ant. Tiba-tiba awan terang menaungi mereka, dan suara Bapa terdengar: Inilah Putra-Ku yang terkasih.
BACAAN
RESPONSORIUM Lukas 22:32; Matius 16:17b
RESPONSORIUM
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
MINGGU I PAGI
Mazmur 94 (95)
Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kami.
Ant. Marilah kami menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kami.
Madah
Ant.1: Aku akan memuji Engkau seumur hidupku, ya Tuhan, dan menadahkan tangan kepada-Mu.
Mazmur 62
Ya Allah, Engkaulah Allahku,*
aku mencari Engkau.
Ant.1: Aku akan memuji Engkau seumur hidupku, ya Tuhan, dan menadahkan tangan kepada-Mu.
Ant.2: Pujilah dan luhurkanlah Tuhan selama-lamanya.
Ant.2: Pujilah dan luhurkanlah Tuhan selama-lamanya.
Ant.3: Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.
Mazmur 149
Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*
pujilah Dia dalam himpunan umat-Nya.
Ant.3: Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.
Ant.Kidung: Yesus dibawa oleh Roh kudus ke padang gurun untuk digodai setan. Setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, Ia merasa lapar.
Kidung Zakaria (Luk 1:68-79)
Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ant.Kidung: Yesus dibawa oleh Roh kudus ke padang gurun untuk digodai setan. Setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, Ia merasa lapar.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Siang
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
MINGGU I SIANG
Madah
Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya.
Mazmur 117 (118)
Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya.
Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku.
Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku.
Ant.3: Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku.
Ant.3: Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku.
Bacaan Singkat: (1Tes 4,1.7)
Doa Penutup:
Ibadat Sore
MINGGU I SORE II
MADAH
Ant.1: Ya Tuhan, terimalah kami, yang dengan rendah hati menyesali dosa, dan sudilah kiranya menerima persembahan kami ini.
Ant.1: Ya Tuhan, terimalah kami, yang dengan rendah hati menyesali dosa, dan sudilah kiranya menerima persembahan kami ini.
Ant.2: Apabila kamu berseru, niscaya Tuhan akan menjawab. Kalau kamu memanggilNya, Ia akan menyahut: Aku hadir di sini.
Mazmur 113
Ant.2: Apabila kamu berseru, niscaya Tuhan akan menjawab. Kalau kamu memanggilNya, Ia akan menyahut: Aku hadir di sini.
Ant.3: Kristus sudah mati karena dosa kita, yang tak bersalah bagi orang-orang yang bersalah, untuk menghantar kita kepada Allah. Kristus telah menderita kematian di dunia ini, tetapi Allah sudah menghidupkanNya di dalam Roh.
1Petr 2,21-24
Ant.3: Kristus sudah mati karena dosa kita, yang tak bersalah bagi orang-orang yang bersalah, untuk menghantar kita kepada Allah. Kristus telah menderita kematian di dunia ini, tetapi Allah sudah menghidupkanNya di dalam Roh.
Bacaan Singkat: (1Kor 9,24-25)
Ant.Kidung: Jagalah kami, penyelamat kekal, jangan sampai kami terjerat oleh penggoda yang licik, sebab Engkaulah yang menjadi penolong kami.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Jagalah kami, penyelamat kekal, jangan sampai kami terjerat oleh penggoda yang licik, sebab Engkaulah yang menjadi penolong kami.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup:
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU II
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat (Why 22,4-5)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Beato Yohanes dari Aldomovar
Pengaku Iman
Kepribadian Yohanes eorang bekas budak belian sangat dikagumi oleh Santa Theresia dari Avila. Kepadanya Santa Theresia dari Avila mengungkapkan: Yan belajarlah rajin-rajin. Sekali kelak engkau akan mengikuti jejakku. Kata-kata ramalan itu diturutinya dengan patuh. Sejak itu imamat dan belajar menjadi cita-cita dan program hidupnya. Yan kecil kemudian menjadi sangat pandai. Ia meneladani Santa Theresia dari Avila dalam doa dan tapa. Kepada kawan-kawannya ia berkata: Apabila tapa dan matiraga itu menyakitkan, maka itulah tanda bahwa tapa dan matiraga itu sesuatu yang menyehatkan. Akhirnya terjadilah atas dirinya apa yang diramalkan oleh Theresia dari Avila: Ia menjadi pembaharu disiplin hidup para rahib dalam ordonya, Ordo Tritunggal MahaKudus.
Semasa studinya, ia mengalami banyak sekali cobaan. Namun semuanya itu tidak berhasil menggagalkan cita-citanya. Setelah menyelesaikan studinya, ia menjadi rahib yang terkenal dalam ordo Tritunggal MahaKudus. Kepandaiannya dan ilmunya yang tinggi tidak menjerumuskan dia ke dalam keangkuhan melaiankan sebaliknya membuat dia semakin rendah hati. Ia terkenal sebagai pencinta orang-orang miskin dan sederhana. Cintanya kepada orang-orang itu terbukti ketika wabah pes merajalela pada tahun 1590. Tanpa mempedulikan segala kemungkinan bahaya atas dirinya, ia merawat orang-orang yang tertimpa penyakit yang berbahaya itu. Kesehatan badannya yang kurang baik tidak dihiraukannya. Selain itu, sambil tetap menjalankan kerasulannya di Andalusia, ia berusaha sekuat tenaga untuk memulihkan tata tertib hidup dalam tarekatnya. Banyak kepahitan yang harus ditelannya karena usaha pembaharuan ini: ia difitnah oleh rekan-rekannya setarekat dan dilaporkan kepada Sri Paus. Namun ia tidak mundur dari usahanya yang luhur itu. Santo Fransiskus dari Sales, Santo Kamilus serta beberapa orang suci lainnya mendampingi dia dengan hiburan dan dukungan moril.
Akhirnya Yohanes yang rendah hati dan sabar itu keluar sebagai pemenang yang jaya. Hati rekan-rekannya yang keras membatu lambat laun dilembutkannya. Usaha pembaharuan ini diterima semua rekannya. Sepotong doanya yang terkenal dan selalu didengungkannya adalah: Ya Tuhan, bila aku masih Kau butuhkan untuk melaksanakan pekerjaan-Mu yang agung itu, aku tak menolaknya. Jadilah padaku menurut kehendak Mu. Yohanes meninggal dunia pada tahun 1613.
S. Sirilus dan Metodius
Biarawan dan Uskup, Rasul Bangsa Slavia · ± 826-885
Sirilus dan Metodius adalah dua bersaudara yang lahir di Tesalonika, Yunani, sekitar tahun 826 dan 827, dari keluarga seorang perwira Bizantium. Keduanya terpelajar, dan Sirilus, yang semula bernama Konstantinus, dikenal karena kepandaiannya sehingga dijuluki sang Filsuf, sementara Metodius kelak diangkat menjadi uskup.
Pada tahun 862, Pangeran Rastislav dari Moravia Raya meminta kaisar mengirim misionaris yang dapat mengajar bangsanya dalam bahasa mereka sendiri. Kedua bersaudara itu diutus. Untuk menerjemahkan Kitab Suci dan liturgi ke dalam bahasa Slavia, mereka menyusun abjad Glagolitik, abjad pertama yang menuliskan bahasa Slavia Gerejawi Kuno. Dari karya inilah kemudian berkembang aksara Kiril, yang hingga kini dipakai banyak bangsa Slavia.
Pekerjaan mereka merintis liturgi dalam bahasa setempat sempat ditentang, tetapi akhirnya direstui Paus di Roma. Sirilus wafat di Roma pada tahun 869 setelah menjadi biarawan, sedangkan Metodius meneruskan misi sebagai uskup dan wafat tahun 885. Karena pengaruh besar mereka atas kebudayaan seluruh bangsa Slavia, Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1980 menetapkan keduanya sebagai pelindung Eropa bersama Santo Benediktus.
Pelindung: Eropa dan bangsa-bangsa Slavia.
Santo Maro
Abbas
Maro dikenal sebagai pertapa. Ia mendirikan beberapa biara pertapaan di Cyrrhus (dekat Kilis, Turki), Syria. Sebagai seorang pertapa, Maro lebih suka menggunakan waktunya untuk berdoa dan menyendiri dalam kesunyian. Meskipun demikian, ia juga dengan senang hati menerima semua orang yang datang kepadanya untuk mendapatkan bimbingan Rohani.
Bimbingannya sangat menghibur. Kepada orang-orang yang datang meminta bimbingan, Maro selalu memberi banyak keterangan tentang cara hidup membiara, mendorong mereka untuk menjalani hidup membiara agar hidup lebih dekat dengan Allah. Para rahib yang dipimpinnnya mendapat peneguhan iman yang sungguh berharga. Ketika Maro meningga dunia, ia dikuburkan dekat sebuah sumber air di Orontes, tak jauh dari Apamea, Syria. Sebuah gereja dan biara, yaitu biara Bait Marun, didirikan disana untuk menghormati Maro. Kaum Maronit, orang Katolik dari dunia Timur yang sekarang lebih banyak berdiam di Lebanon, menghormati Santo Maro sebagai Patriakh mereka.
Santo Syrilius dan Metodius
Uskup dan Rahib
Kedua kakak beradik ini lahir di Saloniki, Yunani. Mereka menjalani pendidikan di Konstantinopel dengan hasil yang gilang gemilang. Syrilius kemudian menjadi seorang filsuf yang masyur. Oleh Theodora, permaisuri kaisar Konstantinopel, Syrilius ditugaskan untuk mewartakan Injil kepada bangsa-bangsa yang mendiami tepi sungai Donau. Sedangkan Metodius adiknya, mengasingkan diri dari dunia ramai dan menjadi seorang rahib. Setelah meletakkan dasar iman yang kokoh bagi umat di tepi sungai Donau, Syrilius kembali ke Konstantinopel. Untuk memperkuat iman dan semangat kerasulannya, ia pergi ke biara adiknya Metodius. Sementara berada disana, Raja Radislaus dari Moravia mengundang para misionaris ke negerinya yang belum beragama Kristen. Metodius bersama Syrilius diutus kesana untuk mewartakan Injil.
Disana Syrilius dan Metodius merayakan liturgi dengan menggunakan bahasa Slavia dalam suasana yang semarak dan indah. Hasil kerasulannya sangat gemilang sehingga nama mereka tersebar hingga ke Roma. Mendengar berita tentang Syrilius dan Metodius, Paus Nikolas I (858-867) memanggil mereka ke Vatikan. Mereka disambut dengan meriah oleh Sri Paus. Tetapi beberapa orang yang iri hati terhadap keberhasilan kedua kakak beradik itu, mengajukan mereka ke pengadilan Sri Paus sebagai pengkhianat karena merayakan liturgi suci dengan menggunakan bahasa Slavia.
Tetapi setelah mendengar keterangan mereka berdua perihal karya kerasulannya, Paus tidak saja menyetujui tindakan dan kebijakan mereka, tetapi juga menabhiskan mereka menjadi Uskup. Sayang tidak lama kemudian, Syrilius meninggal dunia di Roma. Metodius adiknya kembali ke Eropa Timur untuk melanjutkan karyanya di tengah bangsa Slavia. Metodius berhasil memperkokoh iman umat di Yugoslavia, Bulgaria dan Dalmasia. Ia kemudian pergi ke Karintia. Disana ia menghadapi banyak tantangan terutama dari orang-orang yang irihati padanya. Orang-orang ini melaporkan dia kepada Sri Paus berbagai macam tuduhan yang memojokkan. Guna membela dirinya Metodius pergi ke Roma. Kali ini ia mengalahkan musuh-musuhnya. Sebagai penghormatan baginya, Sri Paus mengangkat dia menjadi Uskup Agung dan ditugaskan di Bohemia dan daerah-daerah lainnya di Eropa Timur. Menurut cerita, Metodiusah yang mendirikan keuskupan Kiev di Rusia.
Pada tahun 885 Metodius meninggal dunia di Cekoslovakia. Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1980 mengangkat Santo Syrilius dan Metodius menjadi Santo pelindung seluruh kawasan Eropa.
Santo Valentinus
Martir
Daftar para martir Roma menetapkan dua orang Santo Valentinus. Valentinus pertama adalah seorang imam yang disiksa dan dianiaya pada tahun 269 pada masa penganiayaan umat-umat Kristen Roma oleh Kaisar Klaudius (268-270). Valentinus ini dimakamkan di jalan Flaminia. Di jalan ini dibangunlah sebuah basilik pada tahun 350 untuk menghormati dia.
Valentinus kedua adalah seorang Uskup dari Terni, sebuah dusun kecil di bagian Utara kota Roma. Beliau juga mengalami nasib yang sama. Ia disiksa dan dianiaya hingga mati pada masa penganiayaan umat Kristen Roma oleh kaisar Klaudius pada tahun 269.