Minggu, 27 Desember 2026
Pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria, dan Yusuf
PestaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama 1 Yohanes 1:1-4
Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup--itulah yang kami tuliskan kepada kamu. Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami. Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus. Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.
Mazmur Tanggapan Mazmur 97:1-2,5-6,11-12
Bacaan Injil Yohanes 20:2-8
Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan." Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.
Renungan
Iman yang Diraba
Iman itu diajarkan atau ditulari? Coba ingat-ingat dari mana iman kita berasal. Kebanyakan kita tidak akan menunjuk buku atau kotbah. Kita akan menunjuk orang: nenek yang mengajak berdoa sebelum tidur, ayah yang setia mengantar ke gereja, ibu yang tanda salibnya kita tiru sejak belum mengerti artinya. Iman datang kepada kita lewat tangan, suara, dan kebiasaan orang serumah.
Bacaan pertama pesta Keluarga Kudus ini menyimpan kalimat yang mengharukan dari Yohanes tua: apa yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup, itulah yang kami tuliskan kepada kamu. Iman kristiani bukan teori yang melayang. Ia berawal dari sesuatu yang bisa diraba: Allah yang menjadi bayi, tumbuh dalam sebuah keluarga di Nazaret, bisa digendong Maria, bisa diajari Yusuf memegang gergaji.
Keluarga kudus bukanlah keluarga tanpa masalah. Keluarga Nazaret mengungsi ke Mesir, pernah kehilangan anak di Yerusalem, hidup sederhana di kampung yang dipandang sebelah mata. Yang membuatnya kudus bukan mulusnya keadaan, melainkan hadirnya Allah yang diberi tempat di tengah-tengahnya, dirawat dan diraba setiap hari.
Injil hari ini melompat jauh ke pagi Paskah: Petrus dan murid yang dikasihi Yesus berlari ke kubur kosong. Murid itu masuk, melihat kain kapan terletak di tanah dan kain peluh yang tergulung rapi, lalu ia percaya. Menarik sekali: ia percaya karena melihat bekas. Tuhan yang bangkit tidak ia lihat; yang ia lihat hanya jejak yang ditinggalkan-Nya. Tetapi bagi mata yang penuh kasih, jejak sudah cukup.
Keluarga bekerja dengan cara serupa. Anak-anak jarang melihat Allah secara langsung; mereka melihat jejak-Nya pada orang tuanya. Cara ayah dan ibu saling memaafkan sesudah bertengkar, kejujuran dalam mencari nafkah, doa yang tetap dipanjatkan di masa sulit: semua itu seperti kain kapan yang tergulung rapi, bekas kehadiran yang membuat orang serumah akhirnya melihat dan percaya.
Maka pertanyaan pesta ini sederhana namun dalam: jejak apa yang saya tinggalkan di rumah? Kalau anak dan cucu kelak meraba-raba kenangan tentang kita, akankah mereka menemukan bekas kehadiran Allah di sana?
Yohanes menutup salamnya: semuanya ini kami tuliskan supaya sukacita kami menjadi sempurna. Iman yang dibagikan di rumah tidak berkurang. Ia justru menggenapkan sukacita.
Tuhan, jadikanlah keluarga kami tempat Engkau dapat dilihat, didengar, dan diraba. Sempurnakanlah sukacita kami. Amin.
Invitatorium
PESTA ST. YOHANES PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja para rasul.
Mazmur 94 (95)
Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja para rasul.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Pesta Santo Yohanes, Rasul dan Penginjil
MADAH
Iman para Bapa! iman dan doa
Ant. 1 Yohanes memberi kesaksian tentang Sabda Allah; ia memberi kesaksian tentang Yesus Kristus yang telah dilihatnya.
Ant. Yohanes memberi kesaksian tentang Sabda Allah; ia memberi kesaksian tentang Yesus Kristus yang telah dilihatnya.
Ant. 2 Inilah murid yang dikasihi Yesus.
Mazmur 64
Doa mohon pertolongan melawan musuh
jagalah hidupku dari ketakutan akan musuh.
Ant. Inilah murid yang dikasihi Yesus.
Ant. 3 Pada perjamuan terakhir Yohanes bersandar dekat Tuhan; diberkatilah rasul itu yang kepadanya misteri-misteri surga diwahyukan.
Mazmur 99
Kuduslah Tuhan Allah kita
Ia bersemayam di atas kerubim; bumi bergoncang.
Ant. Pada perjamuan terakhir Yohanes bersandar dekat Tuhan; diberkatilah rasul itu yang kepadanya misteri-misteri surga diwahyukan.
BACAAN
RESPONSORIUM 1 Yohanes 1:2, 4; Yohanes 20:31
RESPONSORIUM
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Yohanes dipilih Tuhan menjadi rasul dan pengarang Injil, ia dicintai melebihi murid-murid lainnya.
Mazmur 62
Ant.1: Yohanes dipilih Tuhan menjadi rasul dan pengarang Injil, ia dicintai melebihi murid-murid lainnya.
Ant.2: Di salib Kristus mempercayakan bundaNya, Maria, kepada Yohanes, rasul yang dicintaiNya.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Ant.2: Di salib Kristus mempercayakan bundaNya, Maria, kepada Yohanes, rasul yang dicintaiNya.
Ant.3: Berkatalah murid yang dicintai Yesus: Itulah Tuhan, alleluya.
Mazmur 149
Ant.3: Berkatalah murid yang dicintai Yesus: Itulah Tuhan, alleluya.
Bacaan Singkat (Kis 4:19-20)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Sabda menjadi manusia lemah dan tinggal di antara kita. Kita telah melihat kemuliaanNya, alleluya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Sabda menjadi manusia lemah dan tinggal di antara kita. Kita telah melihat kemuliaanNya, alleluya.
Doa Permohonan
Doa Penutup
Ibadat Siang
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
PESTA ST. YOHANES SIANG
Madah
Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Ant.3: Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Ant.3: Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Bacaan singkat (Kis 3,12a.14)
Doa Penutup
Ibadat Sore
PESTA ST. YOHANES SORE II
Madah
Ant.1: Engkau berkuasa sejak kelahiranMu, sejak fajar masa mudaMu.
Ant.1: Engkau berkuasa sejak kelahiranMu, sejak fajar masa mudaMu.
Ant.2: Pada Tuhanlah kasih setia dan penebusan yang berlimpah-limpah.
Mazmur 129 (130)
Ant.2: Pada Tuhanlah kasih setia dan penebusan yang berlimpah-limpah.
Ant.3: Pada awal mula dan sebelum segala abad Sabda itu Allah; hari ini Ia lahir sebagai penyelamat dunia.
Kidung, Kol 1,12-20
Ant.3: Pada awal mula dan sebelum segala abad Sabda itu Allah; hari ini Ia lahir sebagai penyelamat dunia.
Bacaan Singkat (Rom 8:3-4)
Ant.Kidung (Mi 27 Des): Santa perawan Maria, dengan perantaraanmu terpenuhilah segala nubuat para nabi tentang Kristus: sebagai perawan engkau mengandung, sebagai perawan pula engkau melahirkan putera.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Santa perawan Maria, dengan perantaraanmu terpenuhilah segala nubuat para nabi tentang Kristus: sebagai perawan engkau mengandung, sebagai perawan pula engkau melahirkan putera.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU II
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat (Why 22,4-5)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
S. Yohanes Rasul
Rasul dan Penginjil · ± 6-101
Yohanes adalah putra Zebedeus dan Salome, seorang nelayan di Danau Galilea, serta saudara Rasul Yakobus. Bersama Petrus dan Yakobus, ia termasuk lingkaran murid terdekat Yesus dan menyaksikan peristiwa-peristiwa penting seperti Yesus dimuliakan di atas gunung dan doa-Nya yang penuh derita di Getsemani. Dalam Injilnya sendiri ia menyebut dirinya murid yang dikasihi Yesus, dan pada perjamuan terakhir ia bersandar dekat dada Tuhan.
Yohanes adalah satu-satunya rasul yang berdiri di bawah kaki salib. Di sana Yesus mempercayakan Bunda Maria kepadanya dengan kata-kata, Inilah ibumu. Sejak itu ia menerima Maria ke dalam rumahnya. Ia juga termasuk saksi pertama kubur yang kosong pada pagi Paskah.
Setelah kebangkitan, Yohanes mewartakan Injil dan menjadi tiang jemaat, khususnya di Efesus. Tradisi menghubungkannya dengan Injil keempat, tiga surat Yohanes, dan Kitab Wahyu yang ia terima ketika diasingkan ke Pulau Patmos. Berbeda dari para rasul lain, ia tidak wafat sebagai martir melainkan meninggal dalam usia sangat lanjut, sekitar tahun 101 di Efesus. Tulisan-tulisannya yang mendalam tentang kasih dan terang membuatnya digelari Sang Teolog.
Pelindung: para penulis, teolog, penerbit, dan sahabat sejati.