Selasa, 8 Desember 2026

Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Kejadian 3:9-15,20

Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi." Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?" Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan." Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.

Mazmur Tanggapan Mazmur 98:1-4

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa.
Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.
Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!

Bacaan Kedua Efesus 1:3-6,11-12

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan--kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya-- supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.

Bacaan Injil Lukas 1:26-38

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Renungan

Di Manakah Engkau?

Anak kecil yang memecahkan gelas biasanya melakukan dua hal: bersembunyi, lalu menunjuk. Bukan aku, adik yang mulai. Sembunyi dan saling tuding itu bakat tua manusia. Umurnya setua taman Eden.

Bacaan pertama hari raya ini memutar adegan awalnya. Sesudah makan buah terlarang, manusia bersembunyi di antara pepohonan. Allah mencari sambil bertanya: di manakah engkau? Dan begitu ditemukan, keluarlah jurus tunjuk-menunjuk. Adam menunjuk Hawa, bahkan menyerempet Allah: perempuan yang Kautempatkan di sisiku. Hawa menunjuk ular. Tidak ada satu pun yang berani berkata: aku yang salah.

Namun di tengah kisah muram itu terselip janji yang oleh Gereja disebut kabar baik yang pertama: keturunan perempuan akan meremukkan kepala ular. Kejatuhan tidak dibiarkan menjadi kata terakhir. Allah yang bertanya di manakah engkau ternyata bukan polisi yang mengejar, melainkan Bapa yang kehilangan, dan sudah menyusun jalan pulang.

Hari ini kita merayakan Maria yang dikandung tanpa noda: dijaga bersih dari dosa asal sejak awal keberadaannya. Bukan karena jasanya, melainkan karena rahmat, demi Anak yang kelak dikandungnya. Paulus menulis bahwa kita dipilih sebelum dunia dijadikan supaya kudus dan tak bercacat. Pada Maria, pilihan itu terlaksana penuh sejak detik pertama hidupnya.

Maka menarik membandingkan dua percakapan. Di Eden, Allah bertanya dan manusia bersembunyi. Di Nazaret, Allah menyapa lewat Gabriel dan seorang gadis desa tidak lari ke balik pohon. Maria terkejut, bertanya, tidak mengerti seluruhnya. Tetapi ia tetap berdiri di tempatnya sampai kalimat itu keluar: sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu.

Hawa lama menunjuk orang lain. Hawa baru menunjuk dirinya sendiri: inilah aku. Sejarah keselamatan berbelok pada berubahnya arah satu telunjuk.

Kita masih sering memainkan adegan Eden. Bersembunyi dari Allah di balik kesibukan. Menunjuk pasangan, orang tua, keadaan, zaman. Padahal pertanyaan lembut itu tidak pernah berhenti diajukan: di manakah engkau? Bukan karena Allah tidak tahu tempat kita bersembunyi, melainkan karena Ia menunggu kita sendiri yang keluar dan menampakkan diri.

Adven adalah waktu yang baik untuk keluar dari balik pepohonan. Berdiri seperti Maria. Menjawab dengan telunjuk yang diarahkan ke dada sendiri: inilah aku, Tuhan, dengan segala pecahan gelas yang pernah kubuat. Jadilah padaku menurut kehendak-Mu.

Tuhan, Engkau mencariku bahkan ketika aku bersembunyi. Bunda Maria yang dikandung tanpa noda, ajarilah aku menjawab seperti engkau menjawab. Amin.

Invitatorium

SELASA II PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Marilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Malaikat Gabriel dari Surga datang,

Sayapnya seputih salju, matanya bagai nyala api;

Salam, katanya, hai perawan rendah hati Maria,

Wanita yang paling diberkati, Gloria!

Sebab kini engkau akan menjadi bunda yang terberkati,

Segala generasi akan memuji dan menghormati Engkau,

Putra-Mu akan menjadi Imanuel, yang dinubuatkan para nabi,

Wanita yang paling diberkati, Gloria!

Lalu Maria yang lembut menundukkan kepalanya,

Terjadilah padaku seperti yang dikehendaki Allah, katanya,

Jiwaku akan memuji dan memuliakan nama-Nya yang kudus.

Wanita yang paling diberkati, Gloria!

Dari dia, Imanuel, Kristus, dilahirkan

Di Betlehem, pada suatu pagi Natal,

Dan umat Kristiani di seluruh dunia

Akan selalu berkata—

Wanita yang paling diberkati, Gloria!

PEMAZMURAN

Ant. 1 Pada saat dikandung, Maria menerima berkat dari Tuhan dan kasih setia dari Allah penyelamatnya.

Mazmur 24

Masuknya Tuhan ke dalam bait-Nya

Kristus membuka surga bagi kita dalam kemanusiaan yang Ia kenakan (St. Ireneus).
Milik Tuhanlah bumi serta isinya,

dunia dan semua penduduknya.

Dialah yang mendasarkannya di atas lautan;

di atas air Ia menjadikannya teguh.
Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan?

Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?

Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya,

yang tidak menginginkan hal-hal yang sia-sia,

yang tidak bersumpah untuk menipu sesamanya.
Ia akan menerima berkat dari Tuhan

dan upah dari Allah yang menyelamatkannya.

Demikianlah orang-orang yang mencari Dia,

mencari wajah Allah Yakub.
Hai pintu-pintu gerbang, angkatlah kepalamu;

terangkatlah, hai pintu-pintu gerbang purbakala.

Biarlah Raja kemuliaan masuk!
Siapakah Raja kemuliaan itu?

Tuhan, yang perkasa dan gagah perkasa,

Tuhan, yang gagah perkasa dalam perang.
Hai pintu-pintu gerbang, angkatlah kepalamu;

terangkatlah, hai pintu-pintu gerbang purbakala.

Biarlah Raja kemuliaan masuk!
Siapakah Dia, Raja kemuliaan itu?

Dia, Tuhan semesta alam,

Dialah Raja kemuliaan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Pada saat dikandung, Maria menerima berkat dari Tuhan dan kasih setia dari Allah penyelamatnya.

Ant. 2 Allah memberinya pertolongan sejak awal hari-harinya; Yang Mahatinggi telah menjadikan tempat kediaman-Nya bait yang kudus.

Mazmur 46

Allah, perlindungan dan kekuatan kita

Ia akan disebut Imanuel, yang berarti: Allah-beserta-kita (Matius 1:23).

Allah adalah bagi kita perlindungan dan kekuatan,

penolong yang selalu siap sedia, di waktu kesesakan:

maka kita tidak akan takut sekalipun bumi berguncang,

sekalipun gunung-gunung jatuh ke dalam dasar laut,

sekalipun airnya bergelora dan berbusa,

sekalipun gunung-gunung diguncangkan oleh gelombangnya.
Tuhan semesta alam menyertai kita:

Allah Yakub adalah benteng kita.
Aliran sungai-sungai menggembirakan kota Allah,

tempat kudus kediaman Yang Mahatinggi.

Allah ada di dalamnya, ia tidak akan terguncang;

Allah akan menolongnya pada awal hari.

Bangsa-bangsa bergolak, kerajaan-kerajaan terguncang:

Ia mengangkat suara-Nya, bumi menyusut.
Tuhan semesta alam menyertai kita:

Allah Yakub adalah benteng kita.
Marilah, perhatikanlah perbuatan-perbuatan Tuhan,

perbuatan-perbuatan dahsyat yang telah Ia lakukan di bumi.

Ia mengakhiri perang di seluruh bumi;

busur Ia patahkan, tombak Ia hancurkan.

Perisai-perisai Ia bakar dengan api.

“Diamlah dan ketahuilah bahwa Akulah Allah,

tertinggi di antara bangsa-bangsa, tertinggi di bumi!”
Tuhan semesta alam menyertai kita:

Allah Yakub adalah benteng kita.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Allah memberinya pertolongan sejak awal hari-harinya; Yang Mahatinggi telah menjadikan tempat kediaman-Nya bait yang kudus.

Ant. 3 Hal-hal mulia dikatakan tentang Engkau, ya kota Allah, yang didirikan di atas gunung-Nya yang kudus.

Mazmur 87

Yerusalem adalah ibu kita semua

Yerusalem surgawi adalah wanita bebas; ia adalah ibu kita (Galatia 4:26).

Di gunung kuduslah kota-Nya

yang dikasihi Tuhan.

Tuhan lebih menyukai gerbang-gerbang Sion

daripada semua tempat kediaman Yakub.

Tentang Engkau diceritakan hal-hal mulia,

ya kota Allah!
“Babel dan Mesir akan Aku hitung

di antara mereka yang mengenal Aku;

Filistia, Tirus, Etiopia,

mereka ini akan menjadi anak-anaknya

dan Sion akan disebut ‘Ibu’

sebab semua akan menjadi anak-anaknya.”
Dialah, Tuhan Yang Mahatinggi,

yang memberikan tempatnya masing-masing.

Dalam daftar bangsa-bangsa Ia menulis:

“Mereka ini adalah anak-anaknya,”

dan sambil menari mereka akan bernyanyi:

“Di dalam Engkau semua menemukan rumahnya.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Hal-hal mulia dikatakan tentang Engkau, ya kota Allah, yang didirikan di atas gunung-Nya yang kudus.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Allah yang berkuasa telah memberiku kekuatan-Nya.

Ia telah menjagaku dalam jalan kekudusan.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma

5:12-21

Di mana dosa berlimpah, di sana rahmat berlimpah
Sama seperti dosa masuk ke dunia melalui satu orang, dan dengan dosa itu kematian, demikianlah kematian menjalar kepada semua orang karena semua orang telah berbuat dosa—sebelum hukum Taurat ada dosa di dunia, meskipun dosa tidak diperhitungkan jika tidak ada hukum Taurat—Aku berkata, dari Adam sampai Musa kematian berkuasa, bahkan atas mereka yang tidak berbuat dosa dengan melanggar perintah seperti Adam, yaitu tipe orang yang akan datang.
Tetapi karunia itu tidak seperti pelanggaran. Sebab jika oleh pelanggaran satu orang semua orang mati, jauh lebih lagi rahmat Allah dan karunia yang berlimpah dari satu orang, Yesus Kristus, melimpah bagi semua orang. Karunia itu sama sekali berbeda dari dosa yang dilakukan oleh satu orang. Dalam kasus pertama, hukuman mengikuti satu pelanggaran dan membawa penghukuman, tetapi dalam kasus kedua, karunia datang setelah banyak pelanggaran dan membawa pembebasan. Jika kematian mulai berkuasa melalui satu orang karena pelanggarannya, jauh lebih lagi mereka yang menerima rahmat yang melimpah dan karunia kebenaran akan hidup dan memerintah melalui satu orang, Yesus Kristus.
Jadi, untuk menyimpulkan: sama seperti satu pelanggaran membawa penghukuman bagi semua orang, satu tindakan kebenaran membawa pembebasan dan kehidupan bagi semua orang. Sama seperti melalui ketidaktaatan satu orang semua orang menjadi orang berdosa, demikian pula melalui ketaatan satu orang semua orang akan menjadi benar.
Hukum Taurat datang untuk memperbanyak pelanggaran; tetapi meskipun dosa bertambah, rahmat jauh melampauinya, sehingga, sama seperti dosa berkuasa melalui kematian, rahmat dapat berkuasa melalui kebenaran yang menuntun kepada hidup kekal, melalui Yesus Kristus Tuhan kita.

RESPONSORIUM

Roma 5:12; Lukas 1:30; lihat Mazmur 115:8; 17:19

Melalui satu orang dosa masuk ke dunia; di dalam dia semua orang telah berbuat dosa.

Jangan takut, Maria, Engkau telah mendapat kasih karunia di hadapan Allah.
Tuhan telah menyelamatkan Engkau dari kematian dan melindungi Engkau dari segala bahaya.

Jangan takut, Maria, Engkau telah mendapat kasih karunia di hadapan Allah.
Bacaan Kedua

Dari khotbah Santo Anselmus, uskup

Perawan Maria, seluruh alam diberkati di dalam Engkau.
Bunda yang terberkati, langit dan bintang-bintang, bumi dan sungai-sungai, siang dan malam—segala sesuatu yang tunduk pada kekuasaan atau penggunaan manusia—bersukacita karena melalui Engkau mereka dalam arti tertentu dipulihkan ke keindahan yang hilang dan dianugerahi rahmat baru yang tak terlukiskan. Semua makhluk mati, seolah-olah, tidak berguna bagi manusia atau bagi pujian Allah, yang menciptakan mereka. Dunia, bertentangan dengan takdirnya yang sebenarnya, rusak dan tercemar oleh perbuatan manusia yang menyembah berhala. Kini seluruh ciptaan telah dipulihkan ke kehidupan dan bersukacita karena dikendalikan dan diberi kemuliaan oleh manusia yang percaya kepada Allah.
Alam semesta bersukacita dengan keindahan baru yang tak terlukiskan. Tidak hanya merasakan kehadiran Allah sendiri yang tak terlihat, Penciptanya, ia melihat-Nya secara terbuka, bekerja dan menyucikannya. Berkat-berkat besar ini berasal dari buah rahim Maria yang terberkati.
Melalui kepenuhan rahmat yang diberikan kepada-Mu, hal-hal yang mati bersukacita dalam kebebasan mereka, dan mereka yang di surga senang diperbarui. Melalui Putra yang adalah buah mulia dari rahim perawan-Mu, jiwa-jiwa yang benar yang mati sebelum kematian-Nya yang memberi hidup bersukacita saat mereka dibebaskan dari penawanan, dan para malaikat senang atas pemulihan wilayah mereka yang hancur.
Bunda, penuh dan melimpah dengan rahmat, seluruh ciptaan menerima hidup baru dari kelimpahan-Mu. Perawan, diberkati di atas semua makhluk, melalui berkat-Mu seluruh ciptaan diberkati, tidak hanya ciptaan dari Penciptanya, tetapi Pencipta sendiri telah diberkati oleh ciptaan.
Kepada Maria Allah memberikan Putra-Nya yang tunggal, yang Ia kasihi seperti diri-Nya sendiri. Melalui Maria Allah menjadikan diri-Nya seorang Putra, tidak berbeda tetapi sama, menurut kodrat Putra Allah dan Putra Maria. Seluruh alam semesta diciptakan oleh Allah, dan Allah dilahirkan dari Maria. Allah menciptakan segala sesuatu, dan Maria melahirkan Allah. Allah yang menciptakan segala sesuatu memberi diri-Nya bentuk melalui Maria, dan demikianlah Ia membuat ciptaan-Nya sendiri. Ia yang dapat menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan tidak akan menciptakan kembali ciptaan-Nya yang rusak tanpa Maria.
Allah, kemudian, adalah Bapa dunia yang diciptakan dan Maria adalah bunda dunia yang diciptakan kembali. Allah adalah Bapa oleh siapa segala sesuatu diberi hidup, dan Maria adalah bunda melalui siapa segala sesuatu diberi hidup baru. Sebab Allah memperanakkan Putra, melalui siapa segala sesuatu dijadikan, dan Maria melahirkan Dia sebagai Juruselamat dunia. Tanpa Putra Allah, tidak ada yang bisa ada; tanpa Putra Maria, tidak ada yang bisa ditebus.
Sungguh Tuhan menyertai Engkau, kepada siapa Tuhan mengaruniakan bahwa seluruh alam harus berhutang sebanyak kepada Engkau seperti kepada diri-Nya sendiri.

RESPONSORIUM Mazmur 34:4; 86:13; Lukas 1:48

Wartakanlah bersama aku kemuliaan Tuhan,

sebab besar kasih setia-Nya kepadaku.
Mulai hari ini semua generasi akan menyebut aku berbahagia.

Sebab besar kasih setia-Nya kepadaku.

TE DEUM

Engkaulah Allah: kami memuji-Mu;

Engkaulah Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkaulah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah semesta alam,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Persekutuan mulia para rasul memuji-Mu.

Persekutuan mulia para nabi memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat kematian,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpinlah dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kepada kami kasih dan belas kasihan-Mu,

sebab kami telah menaruh harapan kami pada-Mu.
Pada-Mu, ya Tuhan, harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

DOA PENUTUP

Ya Allah,

yang oleh Dikandung Tanpa Noda Santa Perawan

menyiapkan kediaman yang layak bagi Putra-Mu,

kami mohon, berilah, agar, sebagaimana Engkau memelihara dia

dari setiap noda berkat wafat Putra-Mu,

yang telah Engkau lihat sebelumnya, demikian pula, melalui perantaraannya,

kami pun dapat disucikan dan diterima di hadapan-Mu.

Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

SELASA II PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kita.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.
Tuhanlah Allah yang agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.
Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.

Dialah Allah kita, kita umat-Nya,

Dialah gembala kita, kita kawanan-Nya.
Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya -Ku yang agung.
Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab itu Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.
Kemuliaan kepada Bapa…

Seperti pada…

Ant. Marilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.

Madah

Dengarkan suara Tuhan

Yang mengecam, kejahatan

Usirlah jauh impian

Serta karya kegelapan.
Bangunlah hati merana

Yang parah terluka dosa

Sebab Kristus bercahaya

Bersinar laksana surya.
Kristus datang bagai domba

Yang menghapus dosa kita

Mari mohon dengan tekun

Supaya diberi ampun.
Dipuja dan dipujilah

Bapa dan Putera Allah

Bersama Roh Maha Mulia

Selalu senantiasa. Amin.

Ant.1: Kirimkanlah cahaya dan kebenaran-Mu, ya Tuhan.

Mazmur 42 (43)

Berikanlah keputusan yang adil kepadaku, ya Allah,+

dan belalah hakku terhadap orang jahat,*

luputkanlah aku dari orang yang curang dan penipu.
Engkaulah Allah pelindungku, mengapa aku Kaubuang?*

Mengapa aku sedih, tersesak oleh musuh?
Kirimkanlah cahaya dan kebenaran-Mu untuk menuntun aku,*

dan mengantar aku ke gunung-Mu yang kudus, ke tempat kediaman-Mu.
Maka aku akan menuju ke mesbah Allah,+

menghadap Allah, sukacita dan kegembiraanku,*

dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, Allahku!
Mengapa engkau tertekan dan gelisah, wahai jiwaku?+

Berharaplah kepada Allah, aku akan bersyukur lagi,*

kepada Allah, penolongku.

Ant.1: Kirimkanlah cahaya dan kebenaran-Mu, ya Tuhan.

Ant.2: Ya Tuhan, sudilah menyelamatkan kami sepanjang hidup kami.

Yes 38,10-14.17-20
Aku berkata: Di puncak kehidupanku,+

aku menuju pintu alam maut,*

ke sana aku dipanggil untuk selanjutnya.
Aku berkata: Aku tidak akan memandang Tuhan lagi,+

di dunia orang yang hidup,*

tidak lagi akan kujumpai orang antara penduduk bumi.
Pondokku akan dibongkar,*

dicabut bagaikan kemah gembala.
Bagaikan tukang tenun Engkau menggulung hidupku,*

memotong benang hidupku dari pakan.
Siang malam aku Kaubiarkan,+

hingga pagi aku mengaduh,*

seperti singa Engkau meremuk tulangku.
Seperti burung layang-layang aku mencicit kegelisahan,*

berdekut laksana burung merpati.
Pudarlah mataku karena menengadah,*

aku tertindas, ya Tuhan, tolonglah aku.
Namun, jiwaku telah Kauhindarkan dari liang kubur,*

dan segala dosaku Kaubuang jauh.
Alam maut tidak memuji Engkau,+

orang mati tidak memuliakan Dikau,*

yang turun ke dalam kubur tidak mengharapkan kesetiaan-Mu.
Hanya yang hidup memuji Engkau, seperti aku sekarang ini,*

semoga kesetiaan-Mu diwartakan turun-temurun.
Ya Tuhan, sudilah menyelamatkan daku,+

maka kami akan membunyikan kecapi,*

di rumah Tuhan, sepanjang hidup kami.

Ant.2: Ya Tuhan, sudilah menyelamatkan kami sepanjang hidup kami.

Ant.3: Ya Allah, Engkau pantas dipuji di Sion.

Mazmur 64 (65)

Ya Allah, Engkau pantas dipuji di Sion,*

dan kepada-Mulah nadar dipenuhi.
Engkau biasa mendengarkan doa,+

semua makhluk yang lemah datang kepada-Mu,*

karena merasa bersalah.
Walaupun dosa melebihi kekuatan kami,*

namun Engkau mengampuninya.
Berbahagialah orang yang Kaupilih dan Kauundang,*

untuk diam di pelataran-Mu.
Semoga kami turut menikmati kebaikan rumah-Mu,*

di dalam bait-Mu yang suci.
Secara mengagumkan Kaukabulkan doa kami,*

ya Allah yang adil, penyelamat kami.
Engkaulah kepercayaan seluruh bumi,*

sampai ke batas-batas samudera.
Engkau membuat gunung yang kokoh kuat,*

pinggang-Mu berikatkan keperkasaan.
Engkau meredakan deru lautan,*

meredakan gemuruh gelombangnya.
Para penghuni seluruh bumi,*

takut akan kuasa-Mu yang dahsyat.
Dari timur sampai ke barat,*

Kaupenuhi dunia dengan sorak-sorai.
Tanah kami Kaukunjungi dengan kelimpahan-Mu,*

Kaubuat kaya dan subur.
Mega langit penuh air,*

yang Kausediakan untuk kesuburan tanah.
Begini Engkau mengerjakannya,+

Engkau menggenangi alur bajak dan membasahi gumpalan tanah,*

menggemburkan tanah dengan hujan dan memberkati tumbuhnya tanam-tanaman.
Dengan demikian seluruh tahun Kaumahkotai dengan kebaikan-Mu,*

jejak-Mu membawa kesuburan.
Bahkan padang gurunpun menjadi subur,*

dan bukit-bukit menghijau permai.
Padang rumput berdandanan kambing domba,+

lembah-lembah berselimutkan panenan,*

semuanya bersorak-sorai dan menyanyikan pujian.

Ant.3: Ya Allah, Engkau pantas dipuji di Sion.

Bacaan Singkat (Kej 49:10)
Tongkat kerajaan takkan mundur dari Yehuda, dan martabat raja takkan lenyap dari keturunannya, sampai pemegang haknya datang, dia yang dinantikan oleh para bangsa.
Lagu Singkat
P: Kristus Putera Allah yang hidup,* Kasihanilah kami.

U: Kristus.

P: Engkaulah yang akan datang ke dunia.

U: Kasihanilah.

P: Kemuliaan.

U: Kristus.

Ant.Kidung: Bergembiralah dan bersukacitalah, hai penghuni Sion, sebab Aku sungguh datang untuk tinggal di tengah-tengahmu, sabda Tuhan.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.
Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.
Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.
Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kita,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.
Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*

akan membebaskan kita dari tangan musuh.
Agar kita dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.
Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah Yang Maha Tinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.
Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Bergembiralah dan bersukacitalah, hai penghuni Sion, sebab Aku sungguh datang untuk tinggal di tengah-tengahmu, sabda Tuhan.

Doa Permohonan

P: Allah, Bapa Yang Maha Kuasa, berulang kali mengulurkan tangan untuk menyelamatkan umat-Nya. Marilah kita memohon kepada-Nya:

U: Datanglah kerajaan-Mu, ya Tuhan.

P: Bermurahhatilah, ya Tuhan, agar kami menghasilkan buah pertobatan yang sejati,* untuk menerima kerajaan-Mu yang telah mendekat.

P: Persiapkanlah hati kami, ya Tuhan, untuk menerima kedatangan sabda-Mu,* agar kemuliaan-Nya dinyatakan dalam diri kami.

P: Rendahkanlah gunung kesombongan kami,* timbunlah jurang kelemahan kami.

P: Runtuhkanlah tembok kebenciaan yang memecahbelahkan umat manusia,* dan bukalah jalan lebar bagi kerukunan dan damai.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan Maha Murah, kabulkanlah permohonan kami dan bantulah kami dalam kesusahan. Semoga Putera-Mu menghibur kami dengan kedatangan-Nya, agar kami sanggup berjuang melawan pengaruh manusia lama. Sebab Dialah pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa, dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa.

Amin.

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

SELASA II SIANG

Madah

Tuhan Allah Maha Luhur

Hari dan malam Kauatur

Terang gelap bergiliran

Silih ganti berurutan.
Senja hari yang mendekat

Melambangkan akhir hayat

Yang bagi umat beriman

Membuka keabadian.
Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putra dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Di perantuan aku mematuhi titah-Mu.

Mazmur 118 (119),49-56

Ya Allah, ingatlah akan firman-Mu kepadaku,*

firman-Mu Kaujadikan pokok pengharapanku.
Inilah penghiburan dalam sengsaraku,*

bahwa janji-Mu menghidupkan daku.
Orang sombong sangat mencemoohkan daku,*

namun aku tidak menyimpang dari perintah-Mu.
Aku ingat akan hukum-Mu yang berlaku sedari dulu,*

maka terhiburlah aku, ya Tuhan.
Aku gusar terhadap orang yang berdosa,*

yang tidak mempedulikan hukum-Mu.
Hukum-Mu menjadi lagu pujian bagiku,*

di perantauanku.
Waktu malam aku menyebut-nyebut nama-Mu, ya Tuhan,*

dan aku tetap berpegang pada perintah-Mu.
Satu-satunya peganganku ialah,*

mematuhi titah-Mu.

Ant.1: Di perantuan aku mematuhi titah-Mu.

Ant.2: Allah akan memulihkan nasib umat-Nya, dan kita akan bersukacita .

Mazmur 52 (53)

Orang dungu berpikir: Tidak ada Allah.+

Busuk dan jijik perbuatannya,*

tidak seorangpun yang berbuat baik.
Dari surga Allah memandang manusia,*

apakah ada orang arif yang mencari Allah.
Tetapi semuanya tersesat, semua telah bejat,*

tak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.
Tidak pernah sadarkah orang jahat,+

yang menelan habis umat-Ku seperti makanan,*

orang jahat yang tidak mau mengakui Allah?
Mereka dihinggapi ketakutan,*

sedang tiada yang menakutkan.
Mereka mengancam engkau,*

tetapi Allah menghancurkan mereka.
Mereka pasti dipermalukan,*

sebab Allah menolak mereka.
Siapakah dari Sion yang menyelamatkan Israel?+

Allah, Dia memulihkan nasib umat-Nya,*

sehingga Yakub bersorak-sorai, dan Israel bersukacita.

Ant.2: Allah akan memulihkan nasib umat-Nya, dan kita akan bersukacita.

Ant.3: Allah menjadi penolongku, Tuhanku penopang hidupku.

Mazmur 53 (54),3-6.8-9
Allah, selamatkan daku demi nama-Mu,*

tolonglah aku dengan kuasa-Mu.
Dengarkanlah, ya Allah, permohonanku,*

perhatikanlah kata-kata mulutku.
Sebab orang angkuh menyerang aku,+

orang sombong mau mencabut nyawaku,*

tanpa mempedulikan Allah.
Namun Allah menjadi penolongku,*

Tuhanlah penopang hidupku.
Maka dengan rela aku mempersembahkan kurban,*

dan memuji kebaikan-Mu, ya Tuhan.
Sebab Tuhan melepaskan daku dari kesesakan,*

dan aku melihat musuhku direndahkan.

Ant.3: Allah menjadi penolongku, Tuhanku penopang hidupku.

Bacaan singkat (1Kor 12,24b.25-26)

Allah telah menyusun tubuh kita sedemikian rupa, sehingga tidak terjadi perpecahan dalam tubuh, melainkan semua anggota saling memperhatikan. Karena itu, jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita. Jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.
P: Tuhan menyampaikan firman-Nya kepada Yakub.

U: Ketetapan dan hukum-Nya kepada Israel.

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau telah mewahyukan kepada Petrus rencana-Mu untuk menyelamatkan bangsa-bangsa kafir. Semoga pekerjaan kami menyenangkan hati-Mu dan berguna untuk memajukan rencana keselamatan yang telah Kautetapkan dalam cinta kasih-Mu. Demi Kristus, pengantara kami.

Amin.

Ibadat Sore

SELASA II SORE

Madah

Pencipta bintang mulia

Cahaya kami semua

Kristus penebus Ilahi

Kabulkanlah doa kami.
Hati-Mu sungguh berduka

Karna umat-Mu berdosa

Syukurlah Engkau berkenan

Melimpahkan pengampunan.
Pada kepenuhan masa

Engkau jadi manusia

Lahir dari bunda murni

Sahaja dan rendah hati.
Dipuja dan dipujilah

Bapa dan Putera Allah

Bersama Roh Maha Mulia

Selalu senantiasa. Amin.

Ant.1: Tak mungkin kamu sekaligus mengabdi Allah dan kekayaan.

Mazmur 48 (49) aku
Dengarlah, hai bangsa-bangsa,*

pasanglah telinga, hai penduduk dunia,
baik yang biasa maupun yang terkemuka,*

baik yang kaya maupun yang miskin.
Mulutku akan mengucapkan kata-kata bijaksana,*

dan buah renunganku ialah kearifan.
Aku hendak membawakan wejanganku,*

dan memaparkannya sambil memetik kecapi.
Mengapa aku takut pada hari-hari sial,*

waktu aku dikepung oleh musuh yang jahat?
Mereka mengandalkan harta bendanya,*

dan memegahkan kekayaannya yang besar.
Tak seorangpun dapat menebus dirinya sendiri,*

atau membayar uang tebusannya kepada Allah.
Terlalu mahal harga tebusan nyawanya,+

tak terbayar untuk hidup selamanya,*

tanpa turun ke liang kubur.
Ia melihat orang bijak mati,+

orang bodoh dan dungu, semuanya binasa,*

harta bendanya mereka tinggalkan bagi orang lain.
Kubur menjadi rumah mereka untuk selama-lamanya,*

di situlah kediaman mereka turun-temurun.
Manusia, betapapun mulianya, takkan bertahan,*

tiada ubahnya dengan hewan yang jatuh binasa.

Ant.1: Tak mungkin kamu sekaligus mengabdi Allah dan kekayaan.

Ant.2: -Kumpulkanlah bagimu harta di surga, sabda Tuhan.

Mazmur 48 (49) II

Beginilah nasib orang yang percaya pada diri sendiri,*

beginilah kesudahan orang yang bermulut besar.
Seperti kawanan domba, mereka terkurung dalam alam maut,*

mautlah gembala dan penguasa mereka.
Hancurlah keelokan tubuh mereka,*

dan kediaman mereka di alam maut.
Tetapi Allah akan menebus nyawaku,*

menghindarkan daku dari cengkeraman maut.
Maka janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya,*

apabila kemewahan keluarganya bertambah.
Sebab waktu mati tak ada yang dapat dibawanya serta,*

kekayaannya tidak akan mengikutinya.
Walaupun selama hidupnya ia memuji dirinya bahagia,*

“Aku beruntung: segalanya berlangsung baik”;
namun ia akan mati mengikuti nenek moyangnya,*

yang tak pernah lagi melihat terang.
Manusia, betapapun mulianya, takkan bertahan,*

tiada ubahnya dengan hewan yang jatuh binasa.

Ant.2: Kumpulkanlah bagimu harta di surga, sabda Tuhan.

Ant.3: Layaklah Anak domba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.

Mengapa 4,11; 5,9.10-12
Sudah sepatutnyalah, ya Tuhan dan Allah kami,*

Engkau menerima puji-pujian, hormat dan kuasa.
Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu,*

dan karena kehendak-Mu semua yang ada dijadikan.
Layaklah Anakdomba menerima gulungan kitab,*

dan membuka ketujuh meterai-nya
Sebab Engkau telah disembelih,+

dan dengan darah-Mu Engkau telah menebus kami bagi Allah,*

dari setiap suku, bahasa, kaum dan bangsa.
Engkau telah menganugerahi kami,+

martabat raja dan imam di hadapan Allah kita,*

dan kami akan merajai dunia.
Layaklah Anakdomba yang disembelih itu,+

menerima kuasa dan kekayaan,*

hikmat dan kekuatan, hormat, kemuliaan dan puji-pujian.

Ant.3: Layaklah Anak domba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.

Bacaan Singkat (1Kor 1:7b-9)
Kita menantikan penampakkan Tuhan kita Yesus Kristus. Dia akan meneguhkan kita sampai kesudahan, agar kita tidak bercela pada kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus. Sungguh setia Allah yang telah memanggil kita kepada persekutuan dengan Putera-Nya.
Lagu Singkat
P: Datanglah menyelamatkan kami,* Ya Tuhan, Allah segala kuasa.

U: Datanglah.

P: Tunjukkanlah seri wajah-Mu, maka selamatlah kami.

U: Ya Tuhan.

P: Kemuliaan.

U: Datanglah.

Ant.Kidung: Suatu suara berseru di padang gurun: Siapkan dan ratakanlah jalan bagi Allah kita.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Maha Kuasa,*

kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya,*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan,*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong
Menurut janji-Nya kepada leluhur kita,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Suatu suara berseru di padang gurun: Siapkan dan ratakanlah jalan bagi Allah kita.

Doa Permohonan

P: Sabda kekal menjadi manusia lemah dan menunjukkan kepada kita jalan baru menuju kediaman Allah yang kudus. Marilah kita mohon dengan rendah hati:

U: Datanglah dan selamatkanlah kami, ya Tuhan.

P: Ya Allah, dalam diri-Mu kami hidup, bergerak dan ada,* datanglah dan nyatakanlah bahwa kami putera-Mu.

P: Engkau tidak jauh dari kami masing-masing,* tunjukkanlah diri-Mu segera kepada mereka yang mencari Engkau.

P: Bapa kaum miskin dan penghibur orang yang bersusah,* bebaskanlah para tawanan dan hiburlah yang bersedih hati.

P: Engkau membenci kematian dan mencintai kehidupan,* bebaskanlah kami dan semua arwah dari kematian kekal.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan Maha Murah, kabulkanlah permohonan kami dan bantulah kami dalam kesusahan. Semoga Putera-Mu menghibur kami dengan kedatangan-Nya, agar kami sanggup berjuang melawan pengaruh manusia lama. Sebab Dialah pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa, dalam persekutuan Roh -Kudus, sepanjang segala masa.

Amin.

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP – JUMAT

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.

Tuhan, kasihanilah kami.

U: Tuhan, kasihanilah kami.

P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.

Kristus, kasihanilah kami.

U: Kristus, kasihanilah kami.

P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.

Tuhan, kasihanilah kami.

U: Tuhan, kasihanilah kami.

P: Semoga Allah Yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari

S’moga kami Kaulindungi

Ya Bapa mahakuasa

Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram

Singkirkan khayalan malam

-Kurniakan istirahat

Agar sehat wal’afiat.

Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putra dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu.

Amin.

Antifon

Siang malam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88)

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*

siang malam aku berseru kepada-Mu.

Semoga doaku sampai ke hadirat-Mu,*

dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*

dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*

seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*

seperti orang yang mati terbuuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*

terpisah dari cinta-Mu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*

ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarah-Mu,*

dan keberangan-Mu melumpuhkan daku.

Handai taulanku Kaujauhkan dari padaku,*

Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*

mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan,*

kepada-Mu kutadahkan tanganku.

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*

Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasih-Mu dikisahkan dalam kubur,*

dan kesetiaan-Mu di daerah kebinasaan!

Adakah karya-Mu Yang Agung dikenal dalam kegelapan,*

dan keadilan-Mu di tempat tiada ingatan!

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepada-Mu,*

pagi-pagi doaku membubung ke hadapan-Mu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*

mengapa menyembunyikan wajah-Mu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*

aku menanggung kemurkaan-Mu dan merana.

Banjir keberangan-Mu melanda aku,*

kedahsyatan amarah-Mu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*

makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*

tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

Antifon

Siang malam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Yer 14 : 9)

Tuhan, Engkau hadir di tengah-tengah kami, dan dengan nama-Mu kami telah diberkati. Janganlah tinggalkan kami, ya Tuhan, Allah kami.

Lagu singkat

P: Ke dalam tangan-Mu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.

U: Ke dalam…

P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.

U: Ya Tuhan, penyelamatku.

P: Kemuliaan…

U: Ke dalam…

Antifon Kidung

Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hamba-Mu berpulang,*

dalam damai sejahtera, menurut sabda-Mu.

Sebab aku telah melihat keselamatan-Mu,*

yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk memerangi para bangsa,*

dan kemuliaan bagi umat-Mu Israel.

Antifon Kidung

Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Allah Yang Mahakuasa, semoga kami setia kepada Putera-Mu yang telah wafat dan dimakamkan,

sehingga kami bangkit bersama Dia dan hidup sebagai manusia baru.

Sebab Dialah pengantara kami, sepanjang segala masa.

Amin.

Penutup

P: Semoga Allah Yang Mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihan-Nya.

U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih,

hidup, hiburan dan harapan kami.

Kami semua memanjatkan permohonan,

kami amat susah, mengeluh, mengesahkan

dalam lembah duka ini.

Ya ibunda, ya pelindung kami,

limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami.

Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu,

s’moga kautunjukkan kepada kami.

Ya ratu, ya ibu, ya Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda

Hari Raya · Didogmakan 1854

Hari Raya ini merayakan iman Gereja bahwa Santa Perawan Maria, sejak saat pertama ia dikandung dalam rahim ibunya, dibebaskan dari segala noda dosa asal. Ini adalah karunia istimewa yang diberikan Allah kepadanya demi jasa Yesus Kristus, dengan memandang ke depan pada penebusan yang akan dikerjakan Putranya. Perlu dibedakan: perayaan ini bukan tentang cara Yesus dikandung, melainkan tentang Maria sendiri yang dikandung tanpa noda oleh Yoakim dan Anna.

Dasar iman ini bergema dalam sapaan malaikat Gabriel: Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau (Luk 1:28). Maria disapa sebagai yang penuh rahmat, sepenuhnya suci dan pantas menjadi kediaman Sang Sabda. Doktrin ini diperdebatkan para teolog selama berabad-abad pada Abad Pertengahan sebelum akhirnya dirumuskan secara pasti.

Pada 8 Desember 1854, Paus Pius IX melalui Konstitusi Apostolik Ineffabilis Deus memaklumkan Maria Dikandung Tanpa Noda sebagai dogma iman Gereja. Empat tahun kemudian, dalam penampakan di Lourdes tahun 1858, Bunda Maria memperkenalkan diri kepada Bernadette dengan kata-kata Akulah Yang Dikandung Tanpa Noda, yang oleh banyak orang dipandang sebagai peneguhan atas dogma tersebut.

Bagi umat, hari raya ini memuliakan kekudusan Allah yang bekerja dalam diri Maria, sekaligus menjadi tanda pengharapan akan penebusan yang ditawarkan Kristus kepada seluruh umat manusia.

Ditetapkan: didogmakan oleh Paus Pius IX melalui Konstitusi Apostolik Ineffabilis Deus, 8 Desember 1854.