Senin, 2 November 2026

Hari Raya Arwah Semua Orang Beriman

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Ayub 19:1,23-27a

Tetapi Ayub menjawab: Ah, kiranya perkataanku ditulis, dicatat dalam kitab, terpahat dengan besi pengukir dan timah pada gunung batu untuk selama-lamanya! Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah, yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu.

Mazmur Tanggapan Mazmur 23:1-6

TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Bacaan Kedua Roma 5:5-11

Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati--. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.

Bacaan Injil Yohanes 6:37-40

Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."

Renungan

Tidak Ada yang Hilang

Awal November, makam-makam mendadak ramai. Orang datang mencabuti rumput, menyalakan lilin, menabur bunga. Orang Jawa menyebutnya nyekar. Ada yang berdiri lama sekali tanpa berkata apa-apa. Sebenarnya kepada siapa kita datang? Kepada batu bertulis nama, atau kepada seseorang?

Gereja hari ini menjawab dengan tenang: kepada seseorang. Hari Arwah bukan hari mengenang barang yang hilang. Ia hari mendoakan pribadi-pribadi yang masih hidup di hadapan Allah, hanya tidak lagi kelihatan oleh mata kita.

Bacaan pertama memperdengarkan suara Ayub. Ia sedang di titik terendah: harta habis, anak-anak mati, kulit tubuhnya rusak. Justru dari situ ia berseru: aku tahu Penebusku hidup. Ia bahkan minta kalimat itu dipahat dengan besi pengukir pada gunung batu. Pengharapan macam apa yang lebih keras dari batu? Pengharapan orang yang yakin bahwa mata ini, mata yang sekarang menangis, kelak akan memandang Allah.

Dalam Injil, Yesus mengucapkan kalimat yang layak dipahat juga: semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Lalu Ia mengulanginya dengan cara lain: jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Perhatikan kata itu: jangan ada yang hilang. Allah bukan pemilik gudang yang merelakan susut. Ia Bapa yang menghitung anak-anak-Nya satu per satu.

Paulus menambah dasarnya: Kristus telah mati untuk kita ketika kita masih berdosa. Kalau saat kita masih seteru saja Ia rela mati, masakan setelah kita menjadi milik-Nya Ia lupa? Pengharapan tidak mengecewakan, tulis Paulus. Bukan karena kita kuat berharap, melainkan karena yang kita harapkan setia.

Maka doa bagi arwah bukan basa-basi kenangan. Ia lalu lintas kasih yang tetap berjalan dua arah. Maut memutus perjumpaan, tetapi tidak memutus persekutuan. Yang kita cintai sedang dimurnikan menuju perjumpaan penuh, dan doa kita menyertai perjalanan mereka. Gereja menyebutnya persekutuan para kudus: yang masih berziarah, yang sedang dimurnikan, dan yang sudah memandang Allah, semuanya saling menopang dalam satu tubuh.

Hari ini, sebutlah nama-nama itu di hadapan Tuhan. Ayah, ibu, kakek, nenek, sahabat. Mereka tidak hilang. Mereka sedang ditunggu, sama seperti kita. Bulan November mengajak kita rajin berziarah dan berdoa bagi mereka; bukan supaya kita murung, melainkan supaya pengharapan kita tetap terlatih.

Tuhan, terimalah jiwa-jiwa yang kami kasihi ke dalam terang-Mu. Bangkitkanlah mereka pada akhir zaman, dan pertemukan kami kembali di rumah-Mu. Amin.

Invitatorium

SENIN III PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Marilah kita menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Peringatan Arwah Semua Orang Beriman

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

1 Aku memuji kuasa Allah yang perkasa,

yang menjadikan gunung-gunung menjulang,

yang membentangkan lautan luas

dan membangun langit yang tinggi.

Aku memuji hikmat yang menetapkan

matahari menguasai siang;

bulan bersinar penuh atas perintah-Nya,

dan semua bintang patuh.

2 Aku memuji kebaikan Tuhan,

yang memenuhi bumi dengan makanan;

Ia membentuk makhluk-makhluk dengan firman-Nya,

lalu menyatakan semuanya baik.

Tuhan, betapa ajaib karya-Mu terpampang,

ke mana pun mataku memandang,

baik saat aku menelusuri tanah yang kupijak

maupun menatap langit.

3 Tiada tumbuhan atau bunga di bawah

yang tidak menyatakan kemuliaan-Mu;

Dan awan-awan bangkit dan badai bertiup

atas perintah dari takhta-Mu;

sementara semua yang meminjam hidup dari-Mu

selalu dalam pemeliharaan-Mu,

dan di mana pun manusia berada,

Engkau, ya Allah, hadir di sana.

PSALMODI

Ant. 1 Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Mazmur 40

Syukur dan permohonan pertolongan

Bukan kurban dan persembahan yang Engkau kehendaki, tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku (Ibrani 10:5).

I
Aku menanti, aku menanti Tuhan

dan Ia menunduk kepadaku;

Ia mendengar seruanku.

Ant. Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Ia menarikku dari lubang maut,

dari lumpur kotor.

Ia menempatkan kakiku di atas batu

dan mengukuhkan langkahku.

Ant. Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Ia menaruh nyanyian baru di mulutku,

pujian bagi Allah kita.

Banyak orang akan melihat dan takut

dan akan percaya kepada Tuhan.

Ant. Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Berbahagialah orang yang menaruh

kepercayaannya kepada Tuhan

dan tidak berpaling kepada pemberontak

yang mengikuti ilah-ilah palsu.

Ant. Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Betapa banyak, ya Tuhan Allahku,

keajaiban dan rancangan

yang telah Engkau kerjakan bagi kami;

tiada yang setara dengan-Mu.

Jika aku harus memberitakan dan menceritakannya,

jumlahnya lebih dari yang dapat kuceritakan!

Ant. Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Engkau tidak meminta kurban dan persembahan,

tetapi telinga yang terbuka.

Engkau tidak meminta kurban bakaran dan korban.

Sebaliknya, inilah aku.

Ant. Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Dalam gulungan kitab tertulis

bahwa aku harus melakukan kehendak-Mu.

Allahku, aku senang akan hukum-Mu

di lubuk hatiku.

Ant. Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Ant. 2 Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

II
Keadilan-Mu telah kuberitakan

dalam jemaat yang besar.

Bibirku tidak kututup;

Engkau mengetahuinya, ya Tuhan.

Ant. Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

Keadilan-Mu tidak kusimpan dalam hatiku

tetapi kuberitakan pertolongan-Mu yang setia.

Kasih dan kebenaran-Mu tidak kusimpan

dari jemaat yang besar.

Ant. Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

Ya Tuhan, Engkau tidak akan menahan

belas kasihan-Mu dariku.

Kasih setia dan kebenaran-Mu

akan selalu menjagaku.

Ant. Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

Sebab aku dikepung oleh kejahatan

yang terlalu banyak untuk dihitung.

Dosa-dosaku menimpaku

dan penglihatanku kabur.

Jumlahnya lebih banyak dari rambut kepalaku

dan hatiku tenggelam.

Ant. Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

Ya Tuhan, datanglah menyelamatkanku;

Tuhan, datanglah menolongku.

Ant. Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

Biarlah ada sukacita dan kegembiraan

bagi semua yang mencari Engkau.

Biarlah mereka selalu berkata: “Besarlah Tuhan”,

mereka yang mengasihi pertolongan-Mu yang menyelamatkan.

Ant. Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

Adapun aku, yang sengsara dan miskin,

Tuhan memikirkanku.

Engkau adalah penyelamatku, penolongku,

ya Allah, janganlah menunda.

Ant. Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

Ant. 3 Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Mazmur 42

Kerinduan akan kehadiran Tuhan di Bait-Nya

Biarlah semua yang haus datang; biarlah semua yang menginginkannya, minum dari air kehidupan (Wahyu 22:17).

Seperti rusa yang merindukan

aliran air,

demikianlah jiwaku merindukan

Engkau, ya Allahku.

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Jiwaku haus akan Allah,

Allah kehidupanku;

kapankah aku dapat masuk dan melihat

wajah Allah?

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Air mataku telah menjadi makananku,

siang dan malam,

saat kudengar sepanjang hari:

“Di manakah Allahmu?”

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Hal-hal ini akan kuingat

saat kucurahkan jiwaku:

bagaimana aku memimpin kerumunan yang bersukacita

ke dalam rumah Allah,

di tengah seruan kegembiraan dan syukur,

kerumunan yang riuh dengan sukacita.

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Mengapa engkau tertekan, jiwaku,

mengapa mengerang di dalam diriku?

Berharaplah kepada Allah; aku akan tetap memuji-Nya,

penyelamatku dan Allahku.

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Jiwaku tertekan di dalam diriku

saat aku memikirkan Engkau,

dari negeri Yordan dan Gunung Hermon,

dari Bukit Mizar.

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Jurang memanggil jurang,

dalam deru air;

banjir-Mu dan semua gelombang-Mu

menyapu atasku.

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Pada siang hari Tuhan akan mengirimkan

kasih setia-Nya;

pada malam hari aku akan menyanyi bagi-Nya,

memuji Allah kehidupanku.

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Aku akan berkata kepada Allah, batuku:

“Mengapa Engkau melupakan aku?

Mengapa aku berjalan berkabung

ditekan oleh musuh?”

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Dengan seruan yang menusuk hatiku,

musuh-musuhku mencelaku,

berkata kepadaku sepanjang hari:

“Di manakah Allahmu?”

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Mengapa engkau tertekan, jiwaku,

mengapa mengerang di dalam diriku?

Berharaplah kepada Allah; aku akan tetap memuji-Nya,

penyelamatku dan Allahku.

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Tuhan, tak terhitung belas kasihan-Mu.

Berilah aku hidup sesuai dengan firman-Mu.

BACAAN

BACAAN PERTAMA

Dari surat kedua Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus

4:16-5:10

Ketika tubuh tempat kediaman kita di bumi ini mati, kita memperoleh tempat kediaman yang kekal di surga.
Sebab itu kami tidak tawar hati, meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari hari ke hari. Sebab penderitaan kami yang ringan dan sesaat ini mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tidak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tidak kelihatan adalah kekal.
Karena kami tahu, bahwa jika kemah kediaman kami yang di bumi ini dibongkar, kami memiliki tempat kediaman yang disediakan Allah di surga, suatu tempat kediaman yang tidak dibuat oleh tangan manusia, melainkan yang kekal. Selama kami di sini, kami mengeluh, bahkan kami merindukan untuk mengenakan tempat kediaman surgawi kami. Ini akan terjadi, asalkan kami didapati berpakaian dan tidak telanjang. Selama kami tinggal dalam kemah kami yang sekarang, kami mengeluh; kami terbebani karena kami tidak ingin ditelanjangi, melainkan ingin mengenakan tempat kediaman surgawi, supaya yang fana ini ditelan oleh hidup. Allah telah menciptakan kami untuk hal ini dan telah memberikan Roh sebagai jaminan.
Karena itu kami senantiasa berani. Kami tahu bahwa selama kami tinggal di dalam tubuh, kami jauh dari Tuhan. Kami hidup oleh iman, bukan oleh penglihatan. Aku ulangi, kami penuh keberanian dan lebih suka jauh dari tubuh dan berada di rumah bersama Tuhan. Karena itu, kami berusaha untuk menyenangkan Dia, baik kami bersama Dia maupun jauh dari Dia. Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang menerima balasan atas apa yang telah dilakukannya dalam tubuh, baik atau buruk.

RESPONSORIUM

Tuhan, janganlah menghakimi aku menurut perbuatanku:

Aku tidak melakukan apa pun yang layak di hadapan-Mu:

oleh karena itu aku memohon kepada-Mu, Allah yang mulia,

hapuskanlah segala kesalahanku.
Tuhan, basuhlah kejahatanku, dan sucikanlah aku dari dosaku.

Hapuskanlah segala kesalahanku.

BACAAN KEDUA

Dari sebuah buku tentang kematian saudaranya Satyrus oleh Santo Ambrosius, uskup

Marilah kita mati bersama Kristus, agar hidup bersama Kristus.
Kita melihat bahwa kematian adalah keuntungan, hidup adalah kerugian. Paulus berkata: Bagiku hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan. Apa artinya “Kristus” selain mati dalam tubuh, dan menerima napas kehidupan? Marilah kita mati bersama Kristus, agar hidup bersama Kristus. Kita harus memiliki keakraban harian dengan kematian, kerinduan harian akan kematian. Dengan jenis pelepasan ini, jiwa kita harus belajar membebaskan diri dari keinginan tubuh. Ia harus terbang di atas nafsu duniawi ke tempat di mana mereka tidak dapat mendekat, untuk menahannya erat-erat. Ia harus mengambil rupa kematian, untuk menghindari hukuman kematian. Hukum kodrat kita yang jatuh berperang melawan hukum akal kita dan menundukkan hukum akal kepada hukum kesalahan. Apa obatnya? Siapa yang akan membebaskan aku dari tubuh maut ini? Rahmat Allah, melalui Yesus Kristus, Tuhan kita.
Kita memiliki dokter untuk menyembuhkan kita; marilah kita menggunakan obat yang Dia resepkan. Obatnya adalah rahmat Kristus, tubuh yang mati adalah tubuh kita sendiri. Marilah kita menjadi orang buangan dari tubuh kita, agar tidak menjadi orang buangan dari Kristus. Meskipun kita masih dalam tubuh, janganlah kita menyerahkan diri kepada hal-hal duniawi. Kita tidak boleh menolak hak-hak alami tubuh, tetapi kita harus menginginkan di atas segalanya karunia-karunia rahmat.
Apa lagi yang perlu dikatakan? Oleh kematian satu oranglah dunia ditebus. Kristus tidak perlu mati jika Dia tidak mau, tetapi Dia tidak memandang kematian sebagai sesuatu yang patut dicemooh, sesuatu yang harus dihindari, dan Dia tidak dapat menemukan cara yang lebih baik untuk menyelamatkan kita selain dengan mati. Demikianlah kematian-Nya adalah hidup bagi semua. Kita dimeteraikan dengan tanda kematian-Nya; ketika kita berdoa kita memberitakan kematian-Nya; ketika kita mempersembahkan kurban kita mewartakan kematian-Nya. Kematian-Nya adalah kemenangan; kematian-Nya adalah tanda suci; setiap tahun kematian-Nya dirayakan dengan khidmat oleh seluruh dunia.
Apa lagi yang harus kita katakan tentang kematian-Nya karena kita menggunakan contoh ilahi ini untuk membuktikan bahwa hanya kematianlah yang memenangkan kebebasan dari kematian, dan kematian itu sendiri adalah penebusnya? Kematian bukanlah penyebab kesedihan, karena ia adalah penyebab keselamatan umat manusia. Kematian bukanlah sesuatu yang harus dihindari, karena Putra Allah tidak menganggapnya di bawah martabat-Nya, juga tidak berusaha menghindarinya.
Kematian bukanlah bagian dari kodrat; ia menjadi bagian dari kodrat. Allah tidak menetapkan kematian sejak awal; Ia menetapkannya sebagai obat. Kehidupan manusia dikutuk karena dosa untuk kerja keras yang tak henti-hentinya dan kesedihan yang tak tertahankan dan demikianlah mulai mengalami beban kesengsaraan. Harus ada batas bagi kejahatannya; kematian harus mengembalikan apa yang telah hilang dari kehidupan. Tanpa bantuan rahmat, keabadian lebih merupakan beban daripada berkat.
Jiwa harus berpaling dari jalan-jalan kehidupan yang tanpa tujuan ini, dari pencemaran tubuh duniawi; ia harus menjangkau jemaat-jemaat di surga (meskipun hanya orang-orang kudus yang diizinkan masuk ke sana) untuk menyanyikan pujian Allah. Kita belajar dari Kitab Suci bagaimana pujian Allah dinyanyikan dengan iringan harpa: Besar dan ajaiblah perbuatan-Mu, Tuhan Allah Yang Mahakuasa; adil dan benar jalan-Mu, Raja segala bangsa. Siapa yang tidak akan menghormati dan memuliakan kodrat-Mu? Hanya Engkau yang kudus; semua bangsa akan datang dan menyembah di hadapan-Mu. Jiwa juga harus merindukan untuk menyaksikan pernikahan-Mu, Yesus, dan untuk melihat mempelai-Mu diantar dari realitas duniawi ke realitas surgawi, saat semua bersukacita dan bernyanyi: Semua daging akan datang di hadapan-Mu. Mempelai wanita tidak lagi akan tunduk pada dunia yang fana ini tetapi akan disatukan dengan roh.
Di atas segalanya, Daud yang kudus berdoa agar ia dapat melihat dan menatap ini: Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, inilah yang akan kudapatkan: untuk tinggal di rumah Tuhan sepanjang hari-hari hidupku, dan untuk melihat betapa murah hati Tuhan.

RESPONSORIUM Lihat 2 Makabe 12:45; Matius 13:43

Ada beberapa orang yang telah meninggal dengan kematian yang saleh;

mereka akan menerima upah mulia yang menanti mereka.
Maka orang-orang benar akan bersinar seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka.

Mereka akan menerima upah mulia yang menanti mereka.

TE DEUM

Engkau adalah Allah: kami memuji-Mu;

Engkau adalah Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkau adalah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah semesta alam,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Persekutuan para rasul yang mulia memuji-Mu.

Persekutuan para nabi yang luhur memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di tangan kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau beli dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Dalam Engkau, ya Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

DOA PENUTUP

Dengarkanlah dengan murah hati doa-doa kami,

ya Tuhan, dan, sebagaimana iman kami kepada Putra-Mu,

yang bangkit dari antara orang mati, semakin mendalam,

demikian pula semoga harapan kami akan kebangkitan

bagi hamba-hamba-Mu yang telah meninggal juga menemukan kekuatan baru.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.
Aklamasi (setidaknya dalam perayaan komunal)
Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

SENIN IV PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita bergembira di hadapan Tuhan dan memuji Dia dengan lagu syukur.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kita.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.
Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.
Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.

Dialah Allah kita, kita umat-Nya,

Dialah gembala kita, kita kawanan-Nya.
Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya -Ku yang agung.
Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab itu Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.
Kemuliaan kepada Bapa…

Seperti pada…

Ant. Marilah kita bergembira di hadapan Tuhan dan memuji Dia dengan lagu syukur.

Madah

Sumber cahaya mulia

Yang memerangi dunia

Malam Kauhentikan sudah

Kauterbitkan fajar cerah.
Engkaulah terang sejati

Melebihi matahari

Dasar lubuk hati kami

Kausinari Kauselami
Terangilah diri kami

Ya Bapa Yang Murah Hati

Dengan rahmat dan kasih-Mu

Agar selamat selalu
Terpujilah Allah Bapa

Bersama Putra tercinta

Dalam ikatan Roh suci

Sepanjang seluruh hari. Amin.

Ant.1: Ya Tuhan, penuhilah kami dengan kasih setia-Mu waktu pagi.

Mazmur 89 (90)

Tuhan, Engkaulah pelindung kami,*

turun-temurun.
Sebelum gunung-gemunung dijadikan,+

sebelum bumi dan jagat dIllahirkan,*

dari kekal sampai kekal Engkaulah Allah.
Engkau mengembalikan manusia kepada debu,*

degan bersabda: “Kembalilah, hai anak Adam!”
Sebab bagi-Mu seribu tahun sama dengan hari kemarin,*

sama dengan satu giliran ronda malam.
Manusia hilang lenyap seperti mimpi,*

seperti rumput yang disabit.
Pagi-pagi berkembang dan berbunga,*

waktu sore layu dan kering.
Hari kami hancur luluh karena amarah-Mu,*

karena geram murka-Mu kami remuk redam.
Kesalahan kami Kaubeberkan di hadapan-Mu,*

dan dosa kami yang tersembunyi terbongkar dalam pandangan-Mu.
Segala hari kami lenyap dalam murka-Mu,*

segenap tahun kami hilang bagaikan nafas.
Batas umur kami tujuh puluh tahun,*

atau delapanpuluh jika kuat.
Dan hampir selurunya susah dan derita,*

dalam sekejap mata kami lenyap.
Mengapa gerangan Engkau murka begitu hebat?*

Mengapa orang takwa Kaumarahi?
Ajarlah kami menghitung-hitung hari hidup kami,

supaya kami beroleh budi yang arif.
Kembalilah kepada kami, ya Tuhan! Mengapa Engkau berlambat?*

Kasihanilah kami, para hamba-Mu!
Penuhilah kami dengan kasih setia-Mu waktu pagi,*

supaya kami bernyanyi gembira seumur hidup.
Berilah kami kegembiraan seimbang dengan hari-hari penderitaan kami,*

seimbang dengan tahun-tahun kemalangan kami.
Perlihatkanlah karya-Mu kepada para hamba-Mu,*

dan keagungan-Mu kepada anak-anak mereka.
Ya tuhan, limpahkanlah kemuraha-Mu kepada kami,*

dan teguhkanlah pekerjaan tangan kami.

Ant.1: Ya Tuhan, penuhilah kami dengan kasih setia-Mu waktu pagi.

Ant.2: Pujilah Tuhan di seluruh bumi.

Yes 42,10-16
Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan,*

pujilah Dia di seluruh bumi.
Hendaklah laut seisinya bersorak-sorai,*

segala pulau dan semua penduduknya.
Hendaklah gurun beserta kota-kotanya bersukaria,*

semua perkampungan yang didiami suku Kedar.
Hendaklah penduduk bukit bersorak gembira,*

menggemakan seruannya dari puncak gunung.
Hendaklah mereka semua memuliakan Tuhan,*

mewartakan pujian-Nya di segala pulau.
Tuhan bergerak maju laksana pahlawan,*

bagaikan perwira Ia mengobarkan semangat.
Tuhan menyerukan pekik pertempuran,*

menghadapi lawan dengan gagah berani.
“Terlalu lama Aku membisu,*

terlalu lama Aku menahan diri.
Kini Aku hendak menjerit bagaikan wanita bersalin,*

ngap-ngap menghembuskan gelora murka-Ku.
Aku hendak menghanguskan gunung dan bukit,*

membuat layu segala tetumbuhan.
Aku hendak mengubah bengawan menjadi lembah kersang,*

dan mengeringkan segala danau.
Tetapi orang buta akan -Kutuntun di jalan,*

dan Kubimbing pada lorong yang tidak mereka lihat.
Kegelapan mereka akan -Kuubah menjadi terang,*

dan jalan yang berlekuk liku -Kujadikan rata”.

Ant.2: Pujilah Tuhan di seluruh bumi.

Ant.3: Pujilah nama Tuhan, hai umat yang berhimpun di rumah Tuhan.

Mazmur 134 (135),1-12

Pujilah nama Tuhan,*

pujilah karya Tuhan.
hai umat yang berhimpun di rumah Tuhan,*

di pelataran rumah Allah kita.
Pujilah Tuhan, sebab Tuhan itu baik,*

bermazmurlah bagi nama-Nya, sebab nama itu indah.
Sebab Tuhan telah memilih Yakub bagi diri-Nya,*

dan Israel sebagai milik pusaka-Nya
Sungguh kuakui, bahwa Tuhan itu agung,*

bahwa Tuhan kita melebihi segala dewata.
Tuhan melakukan semua yang dikehendaki-Nya,*

di langit dan di bumi, maupun di laut sampai ke dasar-dasarnya.
Tuhan membubungkan awan dari pinggir bumi,+

memanahkan kilat yang menyertai hujan,*

menyuruh angin ke luar dari sumbernya.
Tuhan memukul mati anak sulung Mesir,*

baik manusia maupun hewan.
Tuhan mendatangkan tanda dan mukjizat di tengah-tengah Mesir,*

melawan Firaun dan semua hambanya.
Tuhan menaklukkan bangsa-bangsa besar,*

dan membunuh raja-raja yang kuat.
Sihon, raja bangsa Amori, dan Og, raja negeri Basan,*

dan semua raja Kanaan.
Tuhan memberikan tanah mereka sebagai milik pusaka,*

sebagai milik pusaka kepada Israel, umat-Nya.

Ant.3: Pujilah nama Tuhan, hai umat yang berhimpun di rumah Tuhan.

Bacaan Singkat (Ydt 8,21b-23)

Ingatlah bahwa para leluhur kita diuji, apakah mereka benar-benar mengabdi Allahnya. Ingatlah bahwa bapa kita Abraham dicobai, dan bahwa ia menjadi sahabat Allah karena tahan uji dalam banyak kesesakan. Demikian pula Ishak, Yakub, Musa dan semua orang yang berkenan kepada Allah telah terbukti setia dalam aneka ragam kesusahan.
Lagu Singkat
P: Bersoraklah, orang jujur, bagi Tuhan,* Patutlah orang saleh memuji-muji.

U: Bersoraklah.

P: Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan.

U: Patutlah orang saleh memuji-muji.

P: Kemuliaan.

U: Bersoraklah.

Ant.Kidung: Terpujilah Tuhan, sebab Ia mengunjungi dan membebaskan kita.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.
Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang Kudus.
Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.
Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kita,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang Kudus.
Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*

akan membebaskan kita dari tangan musuh.
Agar kita dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku Kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.
Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.
Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Terpujilah Tuhan, sebab Ia mengunjungi dan membebaskan kita.

Doa Permohonan

Kristus mendengarkan dan menyelamatkan semua orang yang berharap kepada-Nya. Sebab itu marilah kita berdoa:

U: Terpujilah Engkau, Tuhan, kami berharap pada-Mu.

P: Kami mengucap syukur kepada-Mu, sebab kerahiman-Mu tiada batasnya,* dan amat besarlah cinta kasih yang Kaulimpahkan kepada kami.

P: Setiap saat Engkau bekerja di dunia bersama dengan Bapa,* maka perbaharuilah segala seuatu dengan kuasa Roh Kudus.

P: Bukalah kiranya mata hati kami,* supaya pada hari ini kami dapat mengimani karya-Mu yang luhur.

P: Engkau memanggil kami hari ini untuk mengabdi-Mu,* semoga kami dapat menyalurkan rahmat-Mu kepada saudara-saudara kami.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau telah mempercayakan bumi ini kepada manusia untuk dipelihara dan dikerjakan. Engkau juga menganugerahkan tanah kepada kami untuk didiami dan digarap. Maka kami mohon kepada-Mu, semoga kami pada hari ini bekerja dengan giat untuk memuliakan Dikau dan membantu sesama kami. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

SENIN IV SIANG

Madah

Engkau Tuhan Raja Mulia

Yang mengatur segalanya

Fajar pagi Kauterbitkan

Panas siang Kaukobarkan.
Padamkan api sengketa

Yang memisahkan sesama

Teguhkan s’mangat berpadu

Yang menyatukan sekutu.
Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putra dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Teguhkanlah langkahku sesuai dengan janji-Mu, ya Tuhan.

Mazmur 118 (119),129-136

Sabda-Mu mengagumkan, ya Tuhan,*

aku berpegang padanya.
Singkapkanlah firman-Mu yang memberi terang,*

yang memberi pengertian kepada orang yang bersahaja.
Dengan mulut ternganga aku termengah-mengah,*

sebab aku rindu akan perintah-Mu.
Perhatikan daku dan kasihanilah aku,*

sebab aku cinta pada-Mu.
Teguhkanlah langkahku sesuai dengan janji-Mu,*

janganlah kejahatan menguasai aku.
Bebaskanlah aku dari penindasan,*

supaya aku berpegang pada titah-Mu.
Pandanglah hamba-Mu dengan wajah berseri,*

ajarkanlah kehendak-Mu kepadaku.
Air mataku berlinang-linang,*

sebab banyak orang tidak berpegang pada hukum-Mu.

Ant.1: Teguhkanlah langkahku sesuai dengan janji-Mu, ya Tuhan.

Ant.2: Hanya ada satu yang membuat hukum dan menjadi hakim. Siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu?

Mazmur 81 (82)

Allah memimpin sidang surgawi,*

menghakimi para dewata:
“Berapa lama lagi kamu menghakimi dengan lalim,*

dan memihak kepada orang jahat?
Belalah orang lemah dan yatim piatu,*

berilah keadilan kepada orang hina dan papa.
Luputkanlah orang lemah dan miskin,*

luputkanlah mereka dari tangan orang berdosa”.
Para dewata kehilangan akal berkeliaran dalam kegelapan,*

segala dasar bumi goyang.
“Tadinya kukira kamu semua dewata,*

putera Allah Yang Mahatinggi.
Nyatanya kamu mati seperti manusia,*

tewas seperti perwira gadungan”.
Bangkitlah, ya Allah, hakimilah bumi,*

rajailah sendiri segala bangsa.

Ant.2: Hanya ada satu yang membuat hukum dan menjadi hakim. Siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu?

Ant.3: Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*

dan Ia mendengarkan daku.
Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*

dan dari lidah penipu.
Tuhan pasti membalas kamu,*

Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!
Dengan panah tajam dari busur tentara,*

dengan bara yang berpijar-pijar.
Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*

entah jauh di perkemahan Kedar!
Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*

pada orang yang membenci perdamaian.
Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*

sedangkan mereka hanya peperangan.

Ant.3: Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku .

Bacaan singkat (Im 20,26)

Hendaklah kamu Kudus, sebab I Tuhanmu Kudus. Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku.
P: Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan.

U: Umat yang terpilih menjadi milik-Nya.

Doa Penutup

Allah, Engkaulah Tuhan panenan dan pemelihara kebun anggur, Engkau membagikan tugas dan memberi balas jasa. Semoga kami bekerja keras sepanjang hari dan tidak bersungut-sungut melawan keputusan-Mu. Demi Kristus, pengantara kami.

Amin.

Ibadat Sore

SENIN IV SORE

Madah

Allah pencipta semesta

Yang mengatur segalanya

Siang Kauhiasi terang

Malam Kaujadikan tenang.
S’moga istirahat kami

Membuat kuat kembali

Jiwa raga yang tertekan

Oleh beban pekerjaan.
Hari mengayunkan langkah

Malam mendekatlah sudah

Kami menyanyikan lagu

Untuk bersyukur pada-Mu.
Kabulkanlah doa kami

Ya Bapa yang baik hati

Bersama Putra dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Bersyukurlah kepada Tuhan, kekal abadi kasih setia-Nya.

Mazmur 135 (136) – aku
Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Bersyukurlah kepada Allah segala dewata,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Bersyukurlah kepada Tuhan segala penguasa,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Sebab hanya Tuhanlah yang mengerjakan karya agung,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Bersyukurlah kepada Tuhan yang menciptakan langit dengan bijaksana,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Kepada Tuhan yang membentangkan bumi di atas samudera raya,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Bersyukurlah kepada Tuhan yang membuat penerang yang besar,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Matahari untuk menguasai siang,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Bulan dan bintang untuk menguasai malam,*

kekal abadi kasih setia-Nya.

Ant.1: Bersyukurlah kepada Tuhan, kekal abadi kasih setia-Nya.

Ant.2: Karya-Mu sungguh agung dan mengagumkan, ya Tuhan, Allah Yang Maha Kuasa.

Mazmur 135 (136) – II
Bersyukurlah kepada Tuhan yang membunuh anak sulung Mesir,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Yang mengantar umat Israel ke luar dari Mesir,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Dengan tangan kuat dan lengan terentang,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Bersyukurlah kepada Tuhan yang membelah Laut Merah,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Yang menyeberangkan umat Israel melalui air,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Yang mencampakkan Firaun dengan tentaranya ke dalam laut,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Bersyukurlah kepada Tuhan yang memimpin umat-Nya melintasi padang gurun,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Yang menaklukkan kerajaan besar,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Yang membunuh raja-raja termasyhur,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Sihon, raja bangsa Amori,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Dan Og, raja negeri Basan,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Bersyukurlah kepada Tuhan yang memberikan kerajaan mereka,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Menjadi milik pusaka Israel, hamba-Nya,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Bersyukurlah kepada Tuhan yang memperhatikan kemalangan kita,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Yang membebaskan kita dari para penindas,

kekal abadi kasih setia-Nya.
Bersyukurlah kepada Tuhan yang memberi makan segala makhluk,*

kekal abadi kasih setia-Nya.
Bersyukurlah kepada Allah di surga,*

kekal abadi kasih setia-Nya.

Ant.2: Karya-Mu sungguh agung dan mengagumkan, ya Tuhan, Allah Yang Mahakuasa.

Ant.3: Allah telah merencanakan kehendak-Nya untuk menyatukan segala sesuatu dalam diri Kristus sebagai kepala.

Ef 1,3-10
Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,+

yang telah memberkati kita dalam Kristus,*

dengan segala berkat rohani di surga.
Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kita,+

sebelum menciptakan jagat raya,*

supaya kita Kudus dan tak bercela di hadapan-Nya.
Dengan cinta, Allah telah menentukan kita menjadi putera-Nya,+

dengan perantaraan Yesus Kristus,*

karena kerelaan kehendak-Nya.
Supaya terpujilah rahmat-Nya yang mulia,+

yang dianugerahkan-Nya kepada kita,*

dalam Putera yang dikasihi-Nya.
Dalam Kristus, kita telah memperoleh penebusan berkat darah-Nya,+

yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kita,*

menurut kekayaan rahmat-Nya yang dilimpahkan-Nya kepada kita.
Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,+

Allah telah menyatakan rencana kehendak-Nya kepada kita,*

Sekadar kerelaan yang diikhtiarkan-Nya dalam Kristus sejak dahulu.
Untuk menggenapkan segala jaman,+

yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*

dalam diri Kristus sebagai kepala.

Ant.3: Allah telah merencanakan kehendak-Nya untuk menyatukan segala sesuatu dalam diri Kristus sebagai kepala.

Bacaan Singkat (1Tes 3,12-13)
Semoga Tuhan mengembangkan kamu dalam cinta kasih yang melimpah kepada sesama umat dan kepada semua orang, seperti kamipun mengasihi kamu. Hendaknya Tuhan menguatkan hatimu, supaya kamu Kudus dan tak bernoda di hadapan Allah dan Bapa kita, pada waktu Tuhan Yesus datang bersama semua orang Kudus-Nya.
Lagu Singkat
P: Semoga doaku, ya Tuhan,* Tertuju kepada-Mu.

U: Semoga.

P: Seperti asap dupa membubung ke hadirat-Mu.

U: Tertuju kepada-Mu.

P: Kemuliaan.

U: Semoga.

Ant. Kidung: Aku hendak mengagungkan Dikau selalu, ya Allahku.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*

Kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya,*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan,*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong
Menurut janji-Nya kepada leluhur kita,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Ant. Kidung: Aku hendak mengagungkan Dikau selalu, ya Allahku.

Doa Permohonan

Yesus tidak pernah meninggalkan orang yang berharap kepada-Nya. Marilah kita menghadap Dia dengan rendah hati dan berdoa:

U: Allah kami, kabulkanlah doa kami.

P: Kristus Tuhan, cahaya dunia, sinarilah umat-Mu dengan terang cahaya-Mu,* agar kami mewartakan kepada semua bangsa rahasia agung iman kami.

P: Peliharalah semua imam dan para pelayan umat-Mu,* supaya dalam mewartakan Injil kepada orang lain, mereka sendiri mengabdi Engkau dengan setia.

P: Dengan darah-Mu Engkau telah mendamaikan dunia,* maka singkirkanlah segala percekcokan dan hentikanlah peperangan.

P: Bantulah para suami isteri dengan kelimpahan rahmat-Mu,* supaya mereka menampakkan hubungan mesra antara Engkau dan Gereja.

P: Ampunilah dosa semua orag yang telah meninggal,* dan hiburlah mereka dalam belaskasihan-Mu bersama para Kudus.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan Yesus, tinggallah kiranya bersama kami, karena hari sudah hampir malam. Sertailah kami di jalan, kobarkanlah hati kami dan bangkitkanlah pengharapan kami. Semoga kami mengenal Engkau dalam sabda Kitab suci dan dalam perjamuan ekaristi bersama saudara-saudara kami. Sebab Engkaulah pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa…

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP – JUMAT

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.

Tuhan, kasihanilah kami.

U: Tuhan, kasihanilah kami.

P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.

Kristus, kasihanilah kami.

U: Kristus, kasihanilah kami.

P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.

Tuhan, kasihanilah kami.

U: Tuhan, kasihanilah kami.

P: Semoga Allah Yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari

S’moga kami Kaulindungi

Ya Bapa mahakuasa

Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram

Singkirkan khayalan malam

-Kurniakan istirahat

Agar sehat wal’afiat.

Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putra dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu.

Amin.

Antifon

Siang malam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88)

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*

siang malam aku berseru kepada-Mu.

Semoga doaku sampai ke hadirat-Mu,*

dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*

dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*

seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*

seperti orang yang mati terbuuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*

terpisah dari cinta-Mu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*

ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarah-Mu,*

dan keberangan-Mu melumpuhkan daku.

Handai taulanku Kaujauhkan dari padaku,*

Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*

mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan,*

kepada-Mu kutadahkan tanganku.

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*

Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasih-Mu dikisahkan dalam kubur,*

dan kesetiaan-Mu di daerah kebinasaan!

Adakah karya-Mu Yang Agung dikenal dalam kegelapan,*

dan keadilan-Mu di tempat tiada ingatan!

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepada-Mu,*

pagi-pagi doaku membubung ke hadapan-Mu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*

mengapa menyembunyikan wajah-Mu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*

aku menanggung kemurkaan-Mu dan merana.

Banjir keberangan-Mu melanda aku,*

kedahsyatan amarah-Mu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*

makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*

tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

Antifon

Siang malam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Yer 14 : 9)

Tuhan, Engkau hadir di tengah-tengah kami, dan dengan nama-Mu kami telah diberkati. Janganlah tinggalkan kami, ya Tuhan, Allah kami.

Lagu singkat

P: Ke dalam tangan-Mu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.

U: Ke dalam…

P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.

U: Ya Tuhan, penyelamatku.

P: Kemuliaan…

U: Ke dalam…

Antifon Kidung

Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hamba-Mu berpulang,*

dalam damai sejahtera, menurut sabda-Mu.

Sebab aku telah melihat keselamatan-Mu,*

yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk memerangi para bangsa,*

dan kemuliaan bagi umat-Mu Israel.

Antifon Kidung

Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Allah Yang Mahakuasa, semoga kami setia kepada Putera-Mu yang telah wafat dan dimakamkan,

sehingga kami bangkit bersama Dia dan hidup sebagai manusia baru.

Sebab Dialah pengantara kami, sepanjang segala masa.

Amin.

Penutup

P: Semoga Allah Yang Mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihan-Nya.

U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih,

hidup, hiburan dan harapan kami.

Kami semua memanjatkan permohonan,

kami amat susah, mengeluh, mengesahkan

dalam lembah duka ini.

Ya ibunda, ya pelindung kami,

limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami.

Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu,

s’moga kautunjukkan kepada kami.

Ya ratu, ya ibu, ya Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

Peringatan Arwah Semua Orang Beriman

Kemarin, kita memuliakan semua Orang Kudus dan berdoa memohon agar kita pun kelak bisa berbahagia bersama mereka di dalam surga sambil memandang wajah Allah, Bapa kita. Hari ini kita mengenang saudara-saudara kita yang telah meninggal namun masih berada di Api Penyucian. Bahkan seluruh bulan Nopember ini kita khususkan untuk berdoa dan berkorban untuk memohon kerahiman Allah atas mereka. Hal ini kita lakukan karena di dalam Yesus Kristus, Penyelamat semua orang yang, merindukan keselamatan dari Allah dengan tulus hati, kita tetap bersatu padu dengan mereka. Dalam iman akan Kristus itu, kita percaya bahwa apa yang kita namakan Persekutuan para Kudus meliputi baik kita yang masih hidup di dunia ini, maupun semua Orang Kudus di surga, dan semua orang yang telah meninggal. Bersama-sama kita membentuk dan terhimpun di dalam satu Gereja, yaitu Tubuh Mistik Kristus.

Hari ini kita secara khusus mengenang dan berdoa bagi arwah semua orang beriman yang telah meninggal dunia. Maka kiranya ada baiknya kita menyadari makna peristiwa kematian menurut ajaran iman kita. Bagi kita orang Kristen saat kematian sesungguhnya merupakan peristiwa puncak kehidupan. Hidup kita tidak lenyap, melainkan hanya diubah. Kita percaya bahwa sesudah pengembaraan kita di dunia ini selesai, tersedialah bagi kita kediaman abadi di surga. Kematian bagi kita merupakan saat kita mempercayakan diri secara total kepada Kristus, kebangkitan dan kehidupan kita saat perjumpaan abadi dengan Dia, pokok pengharapan kita, yang mengantar kita pulang ke rumah Bapa.

Atas dasar iman itu, kita memohon agar saudara-saudara kita yang telah meninggal dunia disucikan dari segala dosanya, dibebaskan dari segala hambatan dan noda, dan boleh menikmati kebahagiaan kekal di sisi kanan Allah, Bapa kita, serta boleh bersama-sama para kudus di surga memandang wajah Allah yang dirindukannya. Hari kenangan dan peringatan ini pun sekaligus memberi penghiburan rohani bagi kita, bahwa kelak kita akan berjumpa kembali dengan saudara-saudara yang telah mendahului kita, untuk bersama Maria memuji dan memuliakan Allah dalam persekutuan semua orang kudus. Kita pun pada suatu ketika akan meninggalkan dunia ini dan pulang kepada Bapa di surga. Tetapi kita percaya bahwa hidup atau mati, kita tetap milik Kristus.