Selasa, 13 Oktober 2026

Selasa XXVIII Masa Biasa

Bacaan Misa

Bacaan Pertama Galatia 5:1-6

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu. Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat. Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia. Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan. Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.

Mazmur Tanggapan Mazmur 119:41,43-45,47-48

Kiranya kasih setia-Mu mendatangi aku, ya TUHAN, keselamatan dari pada-Mu itu sesuai dengan janji-Mu,
Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku, sebab aku berharap kepada hukum-hukum-Mu.
Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu senantiasa, untuk seterusnya dan selamanya.
Aku hendak hidup dalam kelegaan, sebab aku mencari titah-titah-Mu.
Aku hendak bergemar dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu.
Aku menaikkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai, dan aku hendak merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.

Bacaan Injil Lukas 11:37-41

Ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan. Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan. Tetapi Tuhan berkata kepadanya: "Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan. Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam? Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu.

Renungan

Bagian Dalam

Siapa pun yang pernah mencuci botol minum tahu persoalannya: bagian luar gampang, bagian dalam susah. Perlu sikat khusus, perlu diguncang-guncang. Kalau malas, cukup dilap luarnya sampai mengkilap. Dari jauh tampak bersih. Isinya tetap berlendir.

Yesus makan di rumah seorang Farisi dan tidak mencuci tangan lebih dahulu. Tuan rumah heran. Lalu keluarlah teguran itu: kamu membersihkan bagian luar cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan. Bukankah Dia yang menjadikan bagian luar juga menjadikan bagian dalam?

Hidup beragama memang selalu tergoda berhenti di bagian luar. Bagian luar bisa dilihat orang: pakaian ibadah, kehadiran di gereja, status di lingkungan. Bagian dalam hanya dilihat Allah: iri yang dipelihara, dendam yang dirawat, serakah yang dibungkus rapi.

Kemarin kita mendengar Paulus menegaskan kepada jemaat Galatia bahwa yang berarti bukan sunat atau tidak sunat, melainkan iman yang bekerja oleh kasih. Hari ini Yesus memberi resep yang senada dan sangat praktis: berikanlah isinya sebagai sedekah, maka semuanya menjadi bersih bagimu. Kasih yang keluar dari dalam, itulah sabun terbaik untuk hati.

Hari ini, mana yang lebih kita poles: yang dilihat orang, atau yang dilihat Allah?

Tuhan, bersihkanlah bagian dalamku, supaya yang tampak di luar bukan polesan, melainkan buah. Amin.

Invitatorium

SELASA IV PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menyembah Allah, Tuhan yang mahamulia.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Marilah kita menyembah Allah, Tuhan yang mahamulia.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Selasa dalam Pekan Biasa

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Ya Allah, penolong kami di masa lalu,

Harapan kami di masa mendatang,

Perlindungan kami dari badai yang dahsyat,

Dan rumah kekal kami.
Di bawah naungan takhta-Mu

Para kudus-Mu telah tinggal dengan aman;

Cukuplah lengan-Mu sendiri,

Dan pertahanan kami pasti.
Sebelum gunung-gunung berdiri teratur,

Atau bumi menerima bentuknya,

Dari kekal Engkau adalah Allah,

Sama sampai tahun-tahun tak berkesudahan.
Seribu abad di mata-Mu

Bagaikan petang yang berlalu;

Singkat seperti jaga yang mengakhiri malam

Sebelum matahari terbit.
Waktu, bagaikan sungai yang terus mengalir,

Membawa semua hidup kami pergi;

Mereka terbang, terlupakan, bagaikan mimpi

Mati saat hari mulai terang.
Ya Allah, penolong kami di masa lalu,

Harapan kami di masa mendatang,

Jadilah pelindung kami selagi kesulitan berlangsung,

Dan rumah kekal kami.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Bangkitlah Allah, biarlah musuh-musuh-Nya lari dari hadapan-Nya.

Mazmur 68

Masuknya Tuhan yang jaya ke dalam tempat kudus-Nya

Naik ke tempat tinggi Ia menawan tawanan-tawanan, dan memberi karunia kepada manusia (Efesus 4:10).

I
Bangkitlah Allah, biarlah musuh-musuh-Nya tercerai-berai.

Biarlah mereka yang membenci-Nya lari dari hadapan-Nya.

Seperti asap ditiup, demikianlah mereka akan ditiup;

seperti lilin yang meleleh di hadapan api,

demikianlah orang fasik akan binasa di hadapan Allah.
Tetapi orang benar akan bersukacita di hadapan Allah,

mereka akan bersorak-sorai dan menari kegirangan.

Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi nama-Nya;

buatlah jalan bagi Dia yang berkendara di atas awan.

Bersukacitalah di dalam Tuhan, bersorak-sorailah di hadapan-Nya.
Bapa anak yatim, pembela janda,

demikianlah Allah di tempat kudus-Nya.

Allah memberi tempat tinggal bagi yang kesepian;

Ia memimpin para tawanan keluar menuju kebebasan:

tetapi para pemberontak harus tinggal di tanah yang kering.
Ketika Engkau maju, ya Allah, di kepala umat-Mu,

ketika Engkau berbaris melintasi padang gurun, bumi bergetar:

langit meleleh di hadapan Allah,

di hadapan Allah, Allah Israel.
Engkau mencurahkan, ya Allah, hujan yang melimpah:

ketika umat-Mu kelaparan Engkau memberi mereka hidup baru.

Di sanalah umat-Mu menemukan rumah,

disiapkan dalam kebaikan-Mu, ya Allah, bagi orang miskin.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Bangkitlah Allah, biarlah musuh-musuh-Nya lari dari hadapan-Nya.

Ant. 2 Allah kita adalah Allah yang menyelamatkan; Ia, Tuhan, memegang kunci-kunci maut.

II
Tuhan memberi firman kepada para pembawa kabar baik:

“Yang Mahakuasa telah mengalahkan tentara yang tak terhitung

dan raja-raja serta tentara-tentara sedang melarikan diri, melarikan diri

sementara kamu beristirahat di antara kandang domba.”
Di rumah para wanita sudah membagi rampasan.

Mereka ditutupi perak seperti sayap merpati,

bulu-bulunya berkilauan dengan emas yang bersinar

dan permata berkilauan seperti salju di Gunung Zalmon.
Gunung-gunung Basan adalah gunung-gunung yang perkasa;

gunung-gunung yang tinggi puncaknya adalah gunung-gunung Basan.

Mengapa memandang dengan iri, hai gunung-gunung yang tinggi puncaknya,

pada gunung tempat Allah telah memilih untuk tinggal?

Di sanalah Tuhan akan tinggal selama-lamanya.
Kereta-kereta Allah adalah ribuan kali ribuan.

Tuhan telah datang dari Sinai ke tempat kudus.

Engkau telah naik ke tempat tinggi; Engkau telah menawan tawanan,

menerima manusia sebagai upeti, ya Allah,

bahkan mereka yang memberontak, ke dalam kediaman-Mu, ya Tuhan.
Terpujilah Tuhan hari demi hari.

Ia menanggung beban kita, Allah penyelamat kita.

Allah kita ini adalah Allah yang menyelamatkan.

Tuhan Allah kita memegang kunci-kunci maut.

Dan Allah akan memukul kepala musuh-musuh-Nya,

mahkota mereka yang bertekun dalam dosa-dosa mereka.
Tuhan berkata: “Aku akan membawa mereka kembali dari Basan;

Aku akan membawa mereka kembali dari kedalaman laut.

Maka kakimu akan menginjak darah mereka

dan lidah anjing-anjingmu akan mengambil bagian mereka dari musuh.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Allah kita adalah Allah yang menyelamatkan; Ia, Tuhan, memegang kunci-kunci maut.

Ant. 3 Kerajaan-kerajaan bumi, nyanyikanlah pujian bagi Allah, bermazmurlah untuk menghormati Tuhan.

III
Mereka melihat prosesi-Mu yang khidmat, ya Allah,

prosesi Allahku, Rajaku, ke tempat kudus:

para penyanyi di depan, para musisi di belakang,

di antara mereka, gadis-gadis membunyikan rebana mereka.
“Dalam perkumpulan meriah, pujilah Tuhan;

pujilah Allah, hai kamu anak-anak Israel.”

Di sana ada Benyamin, yang terkecil dari suku-suku, di depan,

para pangeran Yehuda, kerumunan yang perkasa,

para pangeran Zebulon, para pangeran Naftali.
Tunjukkanlah, ya Allah, tunjukkanlah kekuatan-Mu,

kekuatan-Mu, ya Allah, yang telah Engkau tunjukkan bagi kami.

Demi bait-Mu yang tinggi di Yerusalem

semoga raja-raja datang kepada-Mu membawa upeti mereka.
Ancamlah binatang buas yang tinggal di alang-alang,

gerombolan orang-orang perkasa dan para penguasa bangsa-bangsa.

Biarlah mereka membungkuk mempersembahkan perak.

Cerai-beraikanlah bangsa-bangsa yang senang berperang.

Para pangeran akan datang dari Mesir:

Etiopia akan mengulurkan tangannya kepada Allah.
Kerajaan-kerajaan bumi, bernyanyilah bagi Allah, pujilah Tuhan

yang berkendara di atas langit, langit purba.

Ia mengguntur dengan suara-Nya, suara-Nya yang perkasa.

Datanglah, akuilah kuasa Allah.
Kemuliaan-Nya ada pada Israel; kekuatan-Nya ada di langit.

Allah harus ditakuti di tempat kudus-Nya.

Ia adalah Tuhan, Allah Israel.

Ia memberi kekuatan dan kuasa kepada umat-Nya.

Terpujilah Allah!
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Yesus Kristus, Raja alam semesta, Engkau telah memberi kami sukacita dalam santapan kudus-Mu. Tolonglah kami untuk memahami makna kematian-Mu dan untuk mengakui Engkau sebagai penakluk maut yang duduk di sebelah kanan Bapa.

Ant. Kerajaan-kerajaan bumi, nyanyikanlah pujian bagi Allah, bermazmurlah untuk menghormati Tuhan.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Aku akan mendengarkan apa yang dikatakan Tuhan Allah.

Ia berbicara tentang damai sejahtera bagi umat-Nya.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari surat pertama Rasul Paulus kepada Timotius

3:1-16

Mengenai para pelayan Gereja
Dapatlah diandalkan perkataan ini: siapa pun yang menginginkan jabatan penilik jemaat, ia menginginkan pekerjaan yang mulia. Karena itu, seorang penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu istri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang. Ia tidak boleh menjadi pemabuk. Ia tidak boleh suka bertengkar, melainkan harus ramah, seorang yang cinta damai. Ia juga tidak boleh serakah. Ia haruslah seorang kepala keluarga yang baik, yang menjaga anak-anaknya tetap dalam kendali tanpa mengorbankan martabatnya; sebab jika seseorang tidak tahu bagaimana mengelola rumah tangganya sendiri, bagaimana ia dapat mengurus jemaat Allah? Ia tidak boleh seorang yang baru bertobat, supaya ia jangan menjadi sombong dan dengan demikian jatuh ke dalam hukuman yang pernah ditimpakan kepada iblis. Ia juga haruslah seorang yang memiliki reputasi baik di antara orang-orang di luar jemaat, untuk memastikan bahwa ia tidak jatuh ke dalam aib dan perangkap iblis.
Demikian pula, diakon-diakon haruslah orang-orang yang terhormat, jujur, dan benar. Mereka tidak boleh terlalu banyak minum atau menyerah pada keserakahan. Mereka harus berpegang teguh pada iman yang diwahyukan secara ilahi dengan hati nurani yang bersih. Mereka harus diuji terlebih dahulu; kemudian, jika tidak ada yang menentang mereka, mereka boleh melayani sebagai diakon. Demikian pula para wanita, haruslah terhormat, bukan penggosip yang memfitnah. Mereka haruslah sederhana dan sepenuhnya dapat dipercaya. Diakon-diakon boleh menikah hanya sekali dan haruslah pengelola yang baik bagi anak-anak dan rumah tangga mereka. Mereka yang melayani dengan baik sebagai diakon memperoleh tempat yang layak bagi diri mereka sendiri dan banyak kepastian dalam iman mereka kepada Kristus Yesus.
Meskipun aku berharap untuk segera mengunjungimu, aku menulis kepadamu tentang hal-hal ini agar jika aku tertunda, kamu akan tahu jenis perilaku apa yang pantas bagi anggota rumah tangga Allah, gereja Allah yang hidup, tiang dan penopang kebenaran. Sungguh menakjubkan misteri iman kita, seperti yang kita katakan dalam pengakuan kita:
“Ia dinyatakan dalam daging,

dibenarkan dalam Roh;

Dilihat oleh para malaikat;

diberitakan di antara bangsa-bangsa,

Dipercayai di seluruh dunia,

diangkat dalam kemuliaan.”

RESPONSORIUM

Lihat Kisah Para Rasul 20:28; 1 Korintus 4:2

Kamu harus memperhatikan setiap anggota kawanan, karena Roh Kudus telah menjadikan kamu gembala mereka.

Kamu harus memerintah Gereja Allah yang telah Ia jadikan milik-Nya melalui darah Putra-Nya.
Kualitas besar seorang pelayan adalah setia pada tugasnya.

Kamu harus memerintah Gereja Allah yang telah Ia jadikan milik-Nya melalui darah Putra-Nya.
Bacaan Kedua

Dari awal surat kepada jemaat Tralles oleh Santo Ignatius dari Antiokhia, uskup dan martir

Aku ingin memperingatkanmu, karena kamu adalah anak-anakku yang terkasih
Ignatius, yang juga disebut Teoforus, kepada gereja kudus di Tralles di provinsi Asia, yang dikasihi oleh Allah Bapa Yesus Kristus, yang terpilih dan layak bagi Allah, menikmati damai sejahtera dalam tubuh dan dalam Roh melalui penderitaan Yesus Kristus, yang adalah harapan kita melalui kebangkitan kita ketika kita bangkit kepada-Nya. Dengan cara para rasul, aku juga mengirimkan salam kepadamu dengan kepenuhan rahmat dan menyampaikan setiap harapan terbaikku.
Laporan tentang karaktermu yang luar biasa telah sampai kepadaku: betapa kamu tak bercacat dan selalu tak tergoyahkan dalam ketekunanmu yang sabar—kualitas-kualitas yang tidak kamu peroleh tetapi adalah milikmu secara alami. Informanku adalah uskupmu sendiri, Polibius, yang atas kehendak Allah dan Yesus Kristus mengunjungiku di sini di Smirna. Ia begitu sepenuhnya masuk ke dalam sukacitaku karena terbelenggu demi Kristus sehingga aku melihat seluruh komunitasmu terwujud dalam dirinya. Terlebih lagi, ketika aku mengetahui darinya tentang kebaikanmu yang diberikan Allah kepadaku, aku memuji Allah. Dialah, aku menemukan, yang kamu jadikan pola hidupmu.
Ketaatanmu kepada uskupmu, yang menggantikan Yesus Kristus, menunjukkan kepadaku bahwa kamu tidak hidup seperti manusia biasanya tetapi dengan cara Yesus sendiri, yang mati bagi kita agar kamu dapat luput dari kematian dengan percaya pada kematian-Nya. Jadi satu hal yang perlu, dan kamu sudah mengamatinya, bahwa kamu tidak melakukan apa pun tanpa uskupmu; memang, tunduklah juga kepada para klerus, melihat dalam diri mereka para rasul Yesus Kristus harapan kita, karena jika kita hidup di dalam Dia, kita akan ditemukan di dalam Dia.
Diakon-diakon juga, yang adalah pelayan misteri-misteri Yesus, harus dalam segala hal menyenangkan semua orang. Karena mereka bukan hanya pelayan dengan makanan dan minuman, tetapi utusan Gereja Allah; oleh karena itu mereka harus menjaga diri mereka dari apa pun yang pantas dicela seperti mereka menjaga diri dari api.
Demikian pula, semua orang harus menghormati diakon-diakon sebagai Yesus Kristus, sama seperti semua orang harus menganggap uskup sebagai gambaran Bapa, dan para klerus sebagai senat Allah dan dewan para rasul. Tanpa ketiga tatanan ini kamu tidak dapat mulai berbicara tentang gereja. Aku yakin kamu berbagi perasaanku dalam hal ini, karena aku telah memiliki contoh kasihmu dalam diri uskupmu yang bersamaku sekarang. Seluruh perilakunya adalah pelajaran besar, dan kelembutannya sendiri memiliki pengaruh yang besar.
Dengan rahmat Allah ada banyak hal yang aku pahami, tetapi aku tetap berada dalam batas-batasku karena takut bahwa kesombongan akan menjadi kehancuranku. Saat ini, maka, aku harus lebih cemas dari sebelumnya dan sama sekali tidak memperhatikan mereka yang menyanjungku; pujian mereka bagaikan cambuk. Karena meskipun aku memiliki keinginan yang kuat untuk menderita kemartiran, aku tidak tahu apakah aku layak untuk itu. Kebanyakan orang tidak menyadari kerinduanku yang membara, tetapi itu menyerangku dengan intensitas yang meningkat. Kebutuhanku saat ini, maka, adalah kerendahan hati yang dengannya pangeran dunia ini digulingkan.
Maka aku sangat mendesakmu, bukan aku begitu banyak melainkan kasih Yesus Kristus, untuk diberi makan secara eksklusif dengan makanan Kristen, menjauhkan diri dari makanan asing yaitu bidat. Dan ini akan kamu lakukan jika kamu tidak sombong atau terputus dari Allah, dari Yesus Kristus, dan dari uskup serta ajaran para rasul. Siapa pun yang berada di dalam tempat kudus adalah murni; tetapi siapa pun yang tidak, adalah najis. Artinya, siapa pun yang bertindak terpisah dari uskup dan para klerus dan para diakon tidak murni dalam hati nuraninya. Dalam menulis ini, bukan berarti aku menyadari hal semacam itu di antara kamu; aku hanya ingin memperingatkanmu, karena kamu adalah anak-anakku yang terkasih.

RESPONSORIUM Efesus 4:3-6; 1 Korintus 3:11

Berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera. Hanya ada satu tubuh, satu Roh, sama seperti kamu telah dipanggil kepada satu harapan ketika kamu dipanggil.

Hanya ada satu Tuhan, satu iman, satu baptisan.
Tidak seorang pun dapat meletakkan dasar lain selain dasar yang telah diletakkan, yaitu Kristus Yesus.

Hanya ada satu Tuhan, satu iman, satu baptisan.

DOA PENUTUP

Allah yang Mahakuasa dan kekal,

yang dalam kelimpahan kebaikan-Mu

melampaui jasa dan keinginan

mereka yang memohon kepada-Mu,

curahkanlah belas kasihan-Mu kepada kami

untuk mengampuni apa yang ditakuti hati nurani

dan untuk memberi apa yang tidak berani diminta oleh doa.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Gelap berkurang, malam hampir hilang
Fajar gemilang menyebarkan terang.
Marilah kita memanjatkan doa
Kepada Bapa.

Semoga Bapa berbelaskasihan
Membimbing kita dalam pengabdian
Dan merestui karya darma bakti
Sepanjang hari.

Ya Bapa kami, sudilah kabulkan
Harapan hati yang kami ungkapkan
Secara tulus demi Yesus Kristus
Dalam Roh Kudus. Amin.

Ant.1: Aku hendak bermazmur bagiMu, ya Tuhan, aku hendak hidup tanpa cela.

Mazmur 100 (101)

Aku hendak menyanyikan kasih setia dan hukumMu,*
aku hendak bermazmur bagiMu, ya Tuhan.

Aku hendak hidup tanpa cela,*
bilakah Engkau datang kepadaku?

Aku hendak hidup dengan suci dalam rumahku,*
hal-hal yang jahat takkan kuperhatikan.

Aku membenci perbuatan orang murtad,*
aku tidak bergaul dengan mereka.

Aku menjauhkan diri dari penipu,*
tak mau kenal dengan orang jahat.

Orang yang sembunyi-sembunyi mengumpat teman akan kubungkam,*
orang sombong dan tinggi hati tidak kusukai.

Mataku tertuju kepada rakyatku yang setia,*
supaya mereka tinggal bersama aku.

Orang yang hidup dengan tidak bercela,*
akan mendukung aku.

Orang yang melakukan tipu daya,*
tidak akan diam dalam rumahku.

Orang yang berbicara dusta,*
tidak bertahan di bawah pandanganku.

Bagaikan ternak sembelihan akan kubinasakan,*
semua orang durjana di dalam negeri.

Akan kulenyapkan dari kota Tuhan,*
semua orang yang melakukan kejahatan.

Ant.1: Aku hendak bermazmur bagiMu, ya Tuhan, aku hendak hidup tanpa cela.

Ant.2: Janganlah Kautarik kembali belaskasihanMu, ya Tuhan.

Dan 3,26.27.29.34-41

Terpujilah Engkau, Allah leluhur kami,*
terberkatilah namaMu yang mulia selama-lamanya.

Sebab Engkau adil dalam segala karya,*
yang Kaukerjakan bagi kami.

Sungguh, kami telah berdosa dan berbuat jahat dengan meninggalkan Dikau,*
sungguh, kami sangat berdosa.

Demi namaMu, janganlah kami Kautolak untuk selamanya,*
janganlah Kaubatalkan perjanjianMu.

Janganlah Kautarik kembali belasihanMu demi Abraham, sahabatMu,*
demi Ishak, hambaMu, dan demi Israel, orang suciMu.

Kepada merekalah telah Kaujanjikan keturunan sebanyak bintang di langit,*
sebanyak pasir di pantai laut.

Aduh, Tuhan, kami menjadi lebih kecil dari pada segala bangsa,*
kami direndahkan di seluruh bumi karena dosa kami.

Dewasa ini tak ada lagi pemimpin, nabi ataupun penguasa,*
tiada lagi kurban bakar, kurban sembelihan, persembahan ataupun dupa.

Bahkan tempat untuk buah bungaranpun tiada lagi,*
sehingga kami tidak dapat memperoleh belaskasihanMu.

Namun terimalah hati kami yang remuk redam,+
bagaikan kurban domba dan lembu,*
bagaikan ribuan anak domba yang tambun.

Demikianpun terimalah persembahan kami hari ini,*
sebab orang yang berharap kepadaMu takkan dikecewakan.

Maka kini kami mengikuti Engkau dengan segenap hati,*
dan dengan takwa kami mencari wajahMu.

Ant.2: Janganlah Kautarik kembali belaskasihanMu, ya Tuhan.

Ant.3: Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagiMu.

Mazmur 143 (144), 1-10

Terpujilah Tuhan, pelindungku,*
yang mengajar tanganku bertempur dan lenganku berperang.

Dialah pengasih dan pembelaku,*
Dialah benteng dan pembebasku.

Dialah panglimaku, padaNya aku berharap,*
Dialah yang menundukkan para bangsa kepadaku.

Ya Tuhan, apakah manusia, sehingga Kauperhatikan,*
siapakah dia, sehingga Kaupelihara?

Manusia sesungguhnya angin belaka,*
hari hidupnya laksana bayang berlalu.

Ya Tuhan, bungkukkanlah langitMu dan turunlah,*
sentuhlah gunung-gemunung, sehingga berasap.

Lontarkanlah kilatMu dan cerai-beraikanlah musuh,*
lepaskanlah panahMu dan kacau-balaukan mereka.

Ulurkanlah tanganMu dari surga,+
tariklah dan lepaskan daku dari banjir,*
dan dari tangan orang asing.

Mereka membualkan fitnah dan dusta,*
dan mengangkat tangan untuk bersumpah palsu.

Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagiMu,*
dan bermazmur bagiMu dengan iringan kecapi.

Sebab Engkaulah yang memberikan kemenangan kepada rajaMu,*
Engkaulah yang membebaskan Daud, hambaMu.

Ant.3: Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagiMu.

Bacaan Singkat (Yes 55,1)

Hai kamu sekalian yang kehausan, datanglah ke air; walaupun tidak punya uang, datanglah! Datanglah saja, ambil gandum dan makan, ambil anggur dan susu tanpa bayar.

Lagu Singkat

P: Perhatikanlah suaraku, ya Tuhan,* Aku berharap pada sabdaMu. U. Perhatikanlah. P: Aku bangun pagi-pagi dan berseru. U: Aku berharap pada sabdaMu. P: Kemuliaan. U: Perhatikanlah.

Ant.Kidung: Selamatkanlah kami dari tangan semua lawan yang membenci kami, ya Tuhan.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Selamatkanlah kami dari tangan semua lawan yang membenci kami, ya Tuhan.

Doa Permohonan

Allah menguatkan pengharapan dan menggembirakan hati kita. Ia memberi kita kesempatan untuk memuji Dia pada pagi ini. Sebab itu marilah kita dengan penuh kepercayaan berkata:
U: Dengarkanlah kami, ya Tuhan, demi kemuliaanMu.
P: Kami bersyukur kepadaMu, ya Allah dan Bapa Tuhan Yesus, penyelamat kami,* atas pengetahuan dan kehidupan abadi yang Kauberikan dalam Dia.
P: Anugerahilah kami kerendahan hati,* supaya kami saling mengabdi dalam Kristus.
P: Penuhilah kami dengan RohMu,* supaya kami saling mencintai dengan tulus ikhlas.
P: Engkau telah memerintahkan manusia untuk bekerja guna menaklukkan dunia,* semoga kami bekerja untuk memuliakan Dikau dan menguduskan saudara-saudara kami.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Tuhan, kuatkanlah kiranya iman kami kepadaMu dan sempurnakanlah madah pujian kami, supaya kami dapat menghasilkan buah surgawi. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

SELASA IV SIANG

Madah

Tuhan Allah mahaluhur
Hari dan malam Kauatur
Terang gelap bergiliran
Silih ganti berurutan.

Senja hari yang mendekat
Melambangkan akhir hayat
Yang bagi umat beriman
Membuka keabadian.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Berbahagialah kamu, jikalau kamu mengetahui dan melaksanakan ini.

Mazmur 118 (119),137-144

Betapa adillah Engkau, ya Tuhan,*
betapa benar keputusanMu!

PerintahMu Kautetapkan dengan jujur,*
segalanya dengan setia.

Musuhku berikhtiar membinasakan daku,*
sebab mereka tidak ambil pusing akan hukumMu.

SabdaMu sungguh teruji,*
hambaMu mencintainya.

Aku ini kecil dan hina,*
namun aku tidak melupakan perintahMu.

KeputusanMu tepat, ya Allah kekal,*
dan hukumMu benar.

Meski dirundung duka dan nestapa,*
aku tetap suka akan kebijaksanaanMu.

Berilah aku pengertian akan hukumMu, ya Allah kekal,*
supaya aku memperoleh kehidupan.

Ant.1: Berbahagialah kamu, jikalau kamu mengetahui dan melaksanakan ini.

Ant.2: Semoga doaku sampai ke hadiratMu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88) I

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*
siang malam aku berseru kepadaMu.

Semoga doaku sampai ke hadiratMu,*
dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*
dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*
seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*
seperti orang yang mati terbunuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*
terpisah dari cintamu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*
ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarahMu,*
dan keberanganMu melumpuhkan daku.

Handai taulanku kaujauhkan dari padaku,*
Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*
mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
kepadaMu kutadahkan tanganku.

Ant.2: Semoga doaku sampai ke hadiratMu, ya Tuhan.

Ant.3: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, janganlah Kausembunyikan wajahMu dari padaku.

Mazmur 87 (88) II

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*
Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasihMu dikisahkan dalam kubur,*
dan kesetiaanMu di daerah kebinasaan!

Adakah karyaMu yang agung dikenal dalam kegelapan,*
dan keadilanMu di tempat tiada ingatan.

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepadaMu,*
pagi-pagi doaku membubung ke hadapanMu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*
mengapa menyembunyikan wajahMu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*
aku menanggung kemurkaanMu dan merana.

Banjir keberanganMu melanda aku,*
kedahsyatan amarahMu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*
makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*
tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

Ant.3: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, janganlah Kausembunyikan wajahMu dari padaku.

Bacaan singkat (1Yoh 3,17-18)

Barang siapa mempunyai harta benda dan melihat saudaranya menderita kekurangan, namun menutup hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimana mungkin kasih Allah tinggal dalam hatinya? Anak-anakku, hendaklah kita mengasihi bukan dengan kata-kata belaka, melainkan dengan perbuatan yang nyata.

P: Orang baik menaruh belaskasihan dan memberi pinjaman.
U: Ia akan dikenang selama-lamanya.

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau telah mewahyukan kepada Petrus rencanaMu untuk menyelamatkan bangsa-bangsa kafir. Semoga pekerjaan kami menyenangkan hatiMu dan berguna untuk memajukan rencana keselamatan yang telah Kautetapkan dalam cinta kasihMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sore

SELASA IV SORE

Madah

Bapa yang mahakuasa
Senja hari sudah tiba
Dengarkanlah madah kami
Pengungkapan isi hati.

Hati dan suara kami
Bersatu padu memuji
Cinta kami kepadaMu
Tetaplah teguh selalu.

Bila malam jadi gelap
Jangan iman hilang lenyap
S'moga malam diterangi
Sinar iman yang sejati.

Kabulkanlah doa kami
Ya Bapa yang baik hati
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Sekiranya aku sampai melupakan dikau, Yerusalem, biarlah tangan kananku dipotong.

Mazmur 136 (137),1-6

Di tepi sungai Babel kami duduk menangis,*
apabila teringat akan Sion.

Pada pohon gandarusa di tanah itu,*
kami gantungkan kecapi kami.

Di sana orang yang menawan kami,*
menyuruh kami menyanyikan lagu.

Orang yang memperbudak kami ,+
meminta lagu gembira,*
"Nyanyikanlah bagi kami lagu Sion!"

Bagaimana mungkin kami menyanyikan lagu Tuhan,*
di tanah asing?

Sekiranya aku sampai melupakan dikau, Yerusalem,*
biarlah tangan kananku dipotong.

Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku,*
sekiranya aku tidak ingat akan dikau;

sekiranya akut tidak menjujung Yerusalem,*
menjadi mahkota sukacitaku.

Ant.1: Sekiranya aku sampai melupakan dikau, Yerusalem, biarlah tangan kananku dipotong.

Ant.2: Aku bermazmur bagiMu di hadapan para malaikat, ya Allahku.

Mazmur 137 (138)

Ya Tuhan, aku bersyukur kepadaMu dengan segenap hati,*
aku bermazmur bagiMu di hadapan para malaikat.

Aku bersujud ke arah rumahMu yang kudus,*
dan aku memuji namaMu.

Karena kasih dan kesetiaanMu,*
Engkau mengagungkan nama dan janjiMu, melebihi segala sesuatu.

Di kala aku berseru, Engkau mendengarkan aku,*
Engkau menambah kekuatan batinku.

Semua raja di bumi akan memuji Engkau, ya Tuhan,*
bila mereka mendengar sabdaMu.

Mereka akan memuliakan kedaulatan Tuhan,*
"Betapa agunglah kemuliaan Tuhan".

Meskipun Tuhan mahaagung, Ia memperhatikan orang hina,*
meskipun mahatinggi, Ia sudi mendengarkan daku.

Bila aku berada dalam kesesakan,*
peliharalah hidupku terhadap amarah musuh.

Ulurkanlah tanganMu dan selamatkan daku,*
belalah aku seumur hidupku.

Kasih setiaMu, ya Tuhan, tetap selama-lamanya,*
karya tanganMu takkan gagal.

Ant.2: Aku bermazmur bagiMu di hadapan para malaikat, ya Allahku.

Ant.3: Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.

Why 4,11; 5,9.10-12

Sudah sepatutnyalah, ya Tuhan dan Allah kami,*
Engkau menerima puji-pujian, hormat dan kuasa.

Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu,*
dan karena kehendakMu semua yang ada dijadikan.

Layaklah Anakdomba menerima gulungan kitab,*
dan membuka ketujuh meterainya

Sebab Engkau telah disembelih,+
dan dengan darahMu Engkau telah menebus kami bagi Allah,*
dari setiap suku, bahasa, kaum dan bangsa.

Engkau telah menganugerahi kami,+
martabat raja dan imam di hadapan Allah kita,*
dan kami akan merajai dunia.

Layaklah Anakdomba yang disembelih itu,+
menerima kuasa dan kekayaan,*
hikmat dan kekuatan, hormat, kemuliaan dan puji-pujian.

Ant.3: Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.

Bacaan Singkat (Kol 3,16)

Semoga sabda Kristus berakar dan bertumbuh subur dalam hatimu. Hendaknya kamu saling mengajar dan menasihati dengan bijaksana. Lagukanlah mazmur dan madah pujian bagi Allah, terdorong oleh rahmat Roh kudus.

Lagu Singkat

P: Engkau telah melimpahi aku dengan kegembiraan,* Di hadapan wajahMu, ya Tuhan. U: Engkau. P: Tangan kananMu menyediakan kebahagiaan sempurna. U: Di hadapan wajahMu, ya Tuhan. P: Kemuliaan. U: Engkau.

Ant.Kidung: Kerjakanlah perbuatan besar bagi kami, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, dan kuduslah namaMu.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Kerjakanlah perbuatan besar bagi kami, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, dan kuduslah namaMu.

Doa Permohonan

Kristus tetap menguatkan dan meneguhkan umatNya. Marilah kita meluhurkan Dia dan dengan segenap hati berdoa:
U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan, yang kami puji.
P: Kristus, kekuatan kami, berikanlah iman dan ketabahan hati kepada setiap orang yang percaya kepadaMu,* sebab Engkau telah memanggil kami semua kepada kebenaranMu.
P: Tuhan, bimbinglah semua orang yang memegang tampuk pemerintahan,* agar mereka bertindak seturut keinginan hatiMu dan memimpin kami dalam damai.
P: Engkau telah memuaskan orang banyak dengan roti,* maka ajarlah kami untuk membagi milik kami sendiri dengan orang yang lapar.
P: Semoga para pemimpin negara tidak memperhatikan hanya kepentingan negaranya sendiri,* tetapi menaruh perhatian terhadap kepentingan seluruh umat manusia.
P: Berikanlah kiranya kebangkitan dan kebahagiaan kepada saudara-saudara kami yang telah meninggal,* bila Engkau datang kelak untuk dimuliakan dalam semua orang beriman.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, kami berdoa di hadapan hadiratMu dan mohon dengan bersembah sujud, semoga ucapan bibir kami ini tetap kami renungkan dalam hati. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - SELASA

Doa Tobat

P: Selama kusembunyikan dosaku, batinku tertekan,*
dan aku mengeluh sepanjang hari.
U: Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.
P: Aku mengakui dosaku di hadapanMu, Tuhan,*
dan kesalahanku tidak kusembunyikan.
U: Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.
P: Nasib orang berdosa sengsara belaka,*
tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.
U: Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Mazmur 142 (143),1-11

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah permohonanku.

Demi kesetiaanMu jawablah aku,*
kabulkanlah doaku demi keadilanMu.

Janganlah mengajukan daku ke pengadilanMu,*
karena tak seorangpun dapat dibenarkan di hadapanMu.

Sebab musuh mengejar aku,*
dan mencampakkan nyawaku ke alam maut.

Ia menjebloskan daku ke dalam kegelapan,*
tiada bedanya aku dengan orang mati.

Semangatku lemah lesu dalam batinku,*
hatiku membeku dalam diriku.

Maka teringatlah aku akan masa lampau,+
aku mengenangkan segala karyaMu,*
dan merenungkan perbuatan tanganMu.

Aku menadahkan tanganku kepadaMu,*
aku haus akan Dikau bagaikan tanah yang tandus.

Ya Tuhan, datanglah segera dan jawablah aku,*
sebab habislah semangatku, ya Allah.

Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku,*
jangan sampai aku turun ke liang kubur.

Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar,*
sebab kepadaMu aku percaya.

Tunjukkanlah jalan yang harus kutempuh,*
sebab kepadaMu kuarahkan hatiku.

Bebaskanlah aku dari musuh, ya Tuhan,*
sebab padaMu aku berteduh.

Ajarlah aku melaksanakan kehendakMu,*
sebab Engkaulah Allahku.

Semoga kebaikan hatiMu menuntun daku,*
di jalan yang rata.

Demi namaMu, ya Tuhan, hidupkanlah aku,*
demi keadilanMu bebaskanlah aku dari musuh.

Ant.: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Bacaan singkat (1Ptr 5,8-9)

Waspadalah dan berjagalah! Sebab setan, musuhmu, berkeliling seperti singa yang mengaum-ngaum mencari mangsanya. Lawanlah dia, teguh dalam iman.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, terangilah malam ini dengan rahmatMu. Semoga kami tidur dengan aman sentosa dan bangun dengan semangat segar untuk menyambut fajar dan hari baru. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Santa Maria, bunda Kristus,
kami berlindung padamu.
Janganlah mengabaikan doa kami,
bila kami dirundung nestapa.
Bebaskanlah kami selalu
dari segala mara bahaya,
ya perawan yang terpuji.

Santo-Santa

Santa Eustokia OSB

Pengaku Iman

Eustokia lahir sebagai anak haram seorang suster yang tergoda. Ia sering sakit dan kerasukan roh jahat. Tetapi karena berpegang teguh pada kerahiman Tuhan, lagi pula sangat sabar dan taat pada bimbingan bapa pengakuannya, suster di Padua, Italia ini menjadi suci. Jenazahnya tetap utuh sampai sekarang. Ia meninggal dunia pada tahun 1469.

Santo Eduardus

Raja Inggris dan Pengaku Iman

Eduardus lahir di Islip Oxford, sebuah kota terkenal di Inggris kira-kira pada tahun 1004. Ayahnya, Ethelred, terhitung sebagai salah satu Raja Inggris yang tersohor namanya, sedang ibunya, Emma, adalah Ratu Normandia, Prancis Barat. Semenjak kecil, ia dididik di sekolah biara. Oleh pendidikan para biarawan itu, ia berkembang menjadi seorang putera raja yang berhati mulia, berbakti kepada Allah dan sesama, terutama rakyat kecil. Ketika berusia 10 tahun, ia lari ke tanah air ibunya, karena percobaan pembunuhan atas dirinya oleh bangsa Denmark yang menyerang Inggris. Di sana ia tinggal bersama pamannya, seorang panglima di Normandia, Prancis Barat. Di Normandia, ia tetap hidup suci dan menunjukkan sikap hidup yang terpuji di tengah-tengah segala kejahatan bangsa Normandia. Sebuah ungkapannya yang terkenal ialah: "Lebih baik saya kehilangan kerajaan daripada memperolehnya dengan darah dan pembunuhan."

Sepeninggal saudaranya Hardecanute, Eduardus terpilih mengganti sebagai raja pada tahun 1042. Sebetulnya ia sendiri tidak suka menjadi raja, tetapi rakyat sangat mencintainya dan mendesak dia menjadi raja. Ia menerima jabatan itu dengan penuh pengorbanan dan tanggungjawab. Sebagai raja ia berusaha keras meniadakan semua kesan permusuhan, memperhatikan nasib kaum miskin dan rakyat kecil dan membantu perkembangan Gereja. Untuk menyemarakkan lagi penghayatan iman umat ia merombak semua kuil menjadi gereja bagi upacara-upacara suci. Walaupun ia mempunyai istri, namun ia hidup penuh pantang bersama Edith istrinya. Perhatiannya kepada para miskin begitu besar sehingga ia dijuluki 'Bapa Kaum Miskin'.

Dalam Gereja, ia dikenal sangat berjasa. Ia mendirikan banyak gereja dan berusaha meningkatkan semangat iman umat. Ia sendiri rajin mengikuti Kurban Misa meskipun banyak kesibukannya. Ia mendirikan biara Westminster. Orang menjuluki dia 'The Confessor' artinya 'Pengaku Iman'. Ia sangat membantu Gereja dalam menyebarkan ajaran Kristen. Ia wafat pada tanggal 13 Oktober 1066. Tahun 1617 dinyatakan sebagai 'santo'; dua tahun kemudian jenazahnya dipindahkan ke biara Westminster oleh Santo Thomas Becket.