Senin, 29 Juni 2026

Hari Raya S. Petrus dan Paulus

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 12:1-11

Kira-kira pada waktu itu raja Herodes mulai bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat. Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang. Ketika ia melihat, bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, ia melanjutkan perbuatannya itu dan menyuruh menahan Petrus. Waktu itu hari raya Roti Tidak Beragi. Setelah Petrus ditangkap, Herodes menyuruh memenjarakannya di bawah penjagaan empat regu, masing-masing terdiri dari empat prajurit. Maksudnya ialah, supaya sehabis Paskah ia menghadapkannya ke depan orang banyak. Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah. Pada malam sebelum Herodes hendak menghadapkannya kepada orang banyak, Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai. Selain itu prajurit-prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: "Bangunlah segera!" Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus. Lalu kata malaikat itu kepadanya: "Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu!" Iapun berbuat demikian. Lalu malaikat itu berkata kepadanya: "Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku!" Lalu ia mengikuti malaikat itu ke luar dan ia tidak tahu, bahwa apa yang dilakukan malaikat itu sungguh-sungguh terjadi, sangkanya ia melihat suatu penglihatan. Setelah mereka melalui tempat kawal pertama dan tempat kawal kedua, sampailah mereka ke pintu gerbang besi yang menuju ke kota. Pintu itu terbuka dengan sendirinya bagi mereka. Sesudah tiba di luar, mereka berjalan sampai ke ujung jalan, dan tiba-tiba malaikat itu meninggalkan dia. Dan setelah sadar akan dirinya, Petrus berkata: "Sekarang tahulah aku benar-benar bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes dan dari segala sesuatu yang diharapkan orang Yahudi."

Mazmur Tanggapan Mazmur 34:2-9

(34-3) Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
(34-4) Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!
(34-5) Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.
(34-6) Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.
(34-7) Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
(34-8) Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.
(34-9) Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
(34-10) Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!

Bacaan Kedua 2 Timotius 4:6-8,17-18

Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa. Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.

Bacaan Injil Matius 16:13-19

Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

Renungan

Batu Karang yang Rapuh

Dalam banyak keluarga ada dua anak yang wataknya bertolak belakang. Yang satu spontan, cepat bicara, cepat menyesal. Yang lain keras kepala, penuh rencana, sulit berbelok. Anehnya, justru keduanya yang sering menjadi tulang punggung keluarga.

Hari ini Gereja merayakan dua bersaudara dalam iman yang bertolak belakang hampir dalam segalanya. Petrus: nelayan Galilea, tidak sekolah tinggi, spontan sampai sering keceplosan. Paulus: terpelajar, didikan terbaik zamannya, dulu justru penganiaya jemaat. Petrus berjalan bersama Yesus tiga tahun; Paulus tidak pernah bertemu Yesus sebelum kebangkitan. Dua orang itu bahkan pernah berselisih tajam soal cara menerima orang bukan Yahudi.

Tapi lihatlah bacaan-bacaan hari ini. Petrus dipenjara Herodes, dirantai di antara dua prajurit, dan malaikat membebaskannya; ia berkata: sekarang tahulah aku benar-benar bahwa Tuhan menyelamatkan aku. Paulus menjelang kematiannya menulis: aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah memelihara iman, dan Tuhan mendampingi aku sehingga aku lepas dari mulut singa. Dua jalan yang berbeda, satu pengakuan yang sama: bukan aku, tetapi Tuhan.

Titik pangkalnya kita dengar dalam Injil. Di Kaisarea Filipi, Yesus bertanya: apa katamu, siapakah Aku ini? Simon menjawab: Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup! Dan atas pengakuan itu Yesus bersabda: engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku. Batu karang itu bukan kehebatan Simon. Beberapa ayat kemudian ia ditegur keras, dan pada malam sengsara ia menyangkal tiga kali. Batu karang itu adalah pengakuan iman yang dinyatakan Bapa, yang bekerja dalam bejana rapuh bernama Simon.

Di sinilah penghiburan besar pesta hari ini. Gereja tidak dibangun di atas orang-orang tanpa cacat. Ia dibangun di atas seorang penyangkal yang bertobat dan seorang penganiaya yang berbalik. Kalau dua orang itu bisa dipakai Allah sebesar itu, alasan apa lagi yang tersisa untuk berkata bahwa kita terlalu kotor, terlalu terlambat, terlalu biasa?

Dan perbedaan watak keduanya tidak dilebur. Petrus tetap Petrus, Paulus tetap Paulus, sampai akhir. Keduanya wafat sebagai martir di Roma, disatukan bukan oleh keseragaman melainkan oleh Kristus yang sama. Gereja sampai hari ini pun begitu: berbeda suku, watak dan pendapat, disatukan oleh satu pengakuan.

Kalau Yesus bertanya kepada kita malam ini, siapakah Aku ini menurutmu, apa jawaban kita?

Tuhan Yesus, Engkau membangun Gereja-Mu dari orang rapuh yang percaya. Terimalah kerapuhanku, dan pakailah menurut kehendak-Mu. Amin.

Invitatorium

SENIN I PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Marilah kita menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Raya Santo Petrus dan Paulus, Rasul

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Iman Para Bapa! Iman dan doa

Akan memenangkan semua bangsa bagi-Mu;

Dan melalui kebenaran yang datang dari Allah,

Umat manusia akan sungguh-sungguh merdeka.
Iman para bapa kami, iman yang kudus!

Kami akan setia kepada-Mu sampai mati.
Iman Para Bapa! Kami akan mengasihi

Baik sahabat maupun musuh dalam segala perjuangan kami:

Dan mewartakan-Mu sebagaimana kasih tahu caranya,

Dengan perbuatan baik dan hidup yang berbudi luhur.
Iman para bapa kami, iman yang kudus!

Kami akan setia kepada-Mu sampai mati.
Iman Para Bapa! Iman dan doa

Akan memenangkan semua bangsa bagi-Mu;

Dan melalui kebenaran yang datang dari Allah,

Umat manusia akan sungguh-sungguh merdeka.
Iman para bapa kami, iman yang kudus!

Kami akan setia kepada-Mu sampai mati.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Simon Petrus, jika engkau mengasihi Aku, gembalakanlah domba-domba-Ku.

Mazmur 19A

Pujian kepada Tuhan, Pencipta segalanya

Fajar dari tempat tinggi akan menyinari kita… untuk menuntun kaki kita ke jalan damai (Lukas 1:78, 79).
Langit mewartakan kemuliaan Allah,

dan cakrawala menunjukkan karya tangan-Nya.

Hari demi hari menyampaikan kisah,

dan malam demi malam memberitakan pesan.
Tiada ucapan, tiada kata, tiada suara terdengar,

namun jangkauan mereka meluas ke seluruh bumi,

kata-kata mereka sampai ke ujung dunia.
Di sana Ia menempatkan kemah bagi matahari;

ia keluar seperti mempelai pria dari kemahnya,

bersukacita seperti pahlawan untuk menempuh jalannya.
Di ujung langit adalah terbitnya matahari;

sampai ke ujung terjauh langit adalah jalannya.

Tiada yang tersembunyi dari panasnya yang membakar.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Simon Petrus, jika engkau mengasihi Aku, gembalakanlah domba-domba-Ku.

Ant. 2 Bagiku hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan; aku harus bermegah dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus.

Mazmur 64

Doa memohon pertolongan melawan musuh

Mazmur ini secara khusus mengenang sengsara Tuhan kita (Santo Agustinus).
Dengarkanlah suaraku, ya Allah, saat aku mengeluh,

jagalah hidupku dari ketakutan akan musuh.

Sembunyikanlah aku dari gerombolan orang fasik,

dari kerumunan orang yang berbuat jahat.
Mereka mengasah lidah mereka seperti pedang;

mereka mengarahkan kata-kata pahit seperti panah

untuk menembak orang tak bersalah dari tempat persembunyian,

menembak tiba-tiba dan sembarangan.
Mereka merencanakan jalan kejahatan mereka;

mereka bersekongkol untuk memasang jerat rahasia.

Mereka berkata: “Siapa yang akan melihat kita?

Siapa yang dapat menyelidiki kejahatan kita?”
Ia akan menyelidiki yang menyelidiki pikiran

dan mengetahui kedalaman hati.

Allah telah menembak mereka dengan panah-Nya

dan memberi mereka luka-luka mendadak.

Lidah mereka sendiri telah membawa mereka pada kehancuran

dan semua yang melihat mereka mengejek.
Maka semua orang akan takut;

mereka akan menceritakan apa yang telah Allah lakukan.

Mereka akan memahami perbuatan Allah.

Orang benar akan bersukacita dalam Tuhan

dan berlindung kepada-Nya.

Semua hati yang lurus akan bermegah.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Bagiku hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan; aku harus bermegah dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus.

Ant. 3 Tuhan, jika itu Engkau, perintahkanlah aku berjalan di atas air.

Mazmur 97

Kemuliaan Tuhan dalam ketetapan-ketetapan-Nya bagi dunia

Mazmur ini menubuatkan keselamatan di seluruh dunia dan bahwa bangsa-bangsa dari segala negara akan percaya kepada Kristus (St. Athanasius).
Tuhan adalah Raja, biarlah bumi bersukacita,

biarlah semua pesisir bersukacita.

Awan dan kegelapan adalah pakaian-Nya;

takhta-Nya, keadilan dan kebenaran.
Api menyiapkan jalan-Nya;

ia membakar musuh-musuh-Nya di setiap sisi.

Kilat-Nya menerangi dunia,

bumi gemetar melihatnya.
Gunung-gunung meleleh seperti lilin

di hadapan Tuhan seluruh bumi.

Langit mewartakan keadilan-Nya;

semua bangsa melihat kemuliaan-Nya.
Biarlah mereka yang menyembah berhala dipermalukan,

mereka yang membanggakan dewa-dewa mereka yang tidak berguna.

Hai semua roh, sembahlah Dia.
Sion mendengar dan bersukacita;

umat Yehuda bersukacita

karena penghakiman-Mu, ya Tuhan.
Sebab Engkau sungguh adalah Tuhan,

yang Mahatinggi di atas seluruh bumi,

yang ditinggikan jauh di atas semua roh.
Tuhan mengasihi mereka yang membenci kejahatan:

Ia menjaga jiwa orang-orang kudus-Nya;

Ia membebaskan mereka dari orang fasik.

Terang bersinar bagi orang benar

dan sukacita bagi orang yang lurus hati.

Bersukacitalah, hai kamu orang benar, dalam Tuhan;

berikanlah kemuliaan kepada nama-Nya yang kudus.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan, jika itu Engkau, perintahkanlah aku berjalan di atas air.

Hening Kudus (ditandai dengan lonceng) Saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Sabda Tuhan hidup selama-lamanya.

Inilah kabar baik yang telah diberitakan kepadamu.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari surat Rasul Paulus kepada jemaat Galatia

Diskusi antara Petrus dan Paulus
Tiba saatnya ketika Dia yang telah memisahkan aku sejak sebelum aku lahir dan memanggil aku oleh anugerah-Nya memilih untuk menyatakan Putra-Nya kepadaku, agar aku dapat menyebarkan di antara bangsa-bangsa lain kabar baik tentang Dia. Segera, tanpa mencari penasihat manusia atau bahkan pergi ke Yerusalem untuk melihat mereka yang adalah rasul sebelum aku, aku pergi ke Arab; kemudian aku kembali ke Damaskus. Tiga tahun setelah itu aku pergi ke Yerusalem untuk mengenal Kefas, dengan siapa aku tinggal lima belas hari. Aku tidak bertemu rasul lain kecuali Yakobus, saudara Tuhan. Aku menyatakan di hadapan Allah bahwa apa yang baru saja kutulis adalah benar.
Setelah itu aku memasuki wilayah Siria dan Kilikia. Jemaat-jemaat Kristus di Yudea tidak tahu seperti apa rupaku; mereka hanya mendengar bahwa “dia yang dahulu menganiaya kita sekarang memberitakan iman yang dulu ia coba hancurkan,” dan mereka memuliakan Allah karena aku.
Kemudian, setelah empat belas tahun, aku pergi ke Yerusalem lagi bersama Barnabas, kali ini membawa Titus bersamaku. Aku pergi didorong oleh suatu wahyu, dan aku memaparkan kepada mereka Injil sebagaimana aku menyajikannya kepada bangsa-bangsa lain—semua ini dalam konferensi pribadi dengan para pemimpin, untuk memastikan bahwa jalan yang aku tempuh, atau telah aku tempuh, tidak sia-sia. Bahkan Titus, yang bersamaku, tidak diperintahkan untuk disunat, meskipun ia seorang Yunani.
Beberapa orang yang mengaku sebagai saudara diselundupkan masuk; mereka menyusup ke dalam kelompok untuk memata-matai kebebasan yang kita nikmati dalam Kristus Yesus dan dengan demikian memperbudak kita, tetapi kami tidak tunduk kepada mereka sedikit pun. Kami menolak agar kebenaran Injil dapat tetap utuh demi keuntunganmu.
Namun, mereka yang dianggap penting (dan tidak ada bedanya bagiku seberapa menonjol mereka—Allah tidak memihak), tidak menambahkan apa pun kepadaku.
Sebaliknya, menyadari bahwa aku telah dipercayakan Injil untuk orang-orang yang tidak bersunat, sama seperti Petrus untuk orang-orang yang bersunat (karena Dia yang bekerja melalui Petrus sebagai rasul-Nya di antara orang Yahudi telah bekerja dalam diriku untuk bangsa-bangsa lain), dan menyadari juga, anugerah yang diberikan kepadaku, mereka yang diakui sebagai pilar, Yakobus, Kefas, dan Yohanes, memberikan jabat tangan persahabatan kepada Barnabas dan aku, menandakan bahwa kami harus pergi kepada bangsa-bangsa lain sebagaimana mereka kepada orang Yahudi. Satu-satunya syarat adalah agar kami mengingat orang miskin—satu-satunya hal yang aku usahakan dengan sekuat tenaga.

RESPONSORIUM Matius 16:18-19

Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan Gereja-Ku, dan alam maut tidak akan menguasainya.

Aku akan memberikan kepadamu kunci Kerajaan Surga.
Apa pun yang kauikat di bumi akan terikat di surga. Apa pun yang kaulepaskan di bumi akan terlepas di surga.

Aku akan memberikan kepadamu kunci Kerajaan Surga.
Bacaan Kedua

Dari khotbah Santo Agustinus, uskup

Para martir mewujudkan apa yang mereka ajarkan
Hari ini telah dikuduskan oleh sengsara para rasul terberkati Petrus dan Paulus. Oleh karena itu, kita tidak berbicara tentang martir-martir yang tidak dikenal. Sebab suara mereka telah tersebar ke seluruh dunia, dan pesan mereka sampai ke ujung bumi. Para martir ini mewujudkan apa yang mereka ajarkan: mereka mengejar keadilan, mereka mengakui kebenaran, mereka mati untuk itu.
Santo Petrus, yang pertama dari para rasul dan seorang pengasihi Kristus yang bersemangat, layak mendengar kata-kata ini: Aku berkata kepadamu bahwa engkau adalah Petrus, karena ia telah berkata: Engkau adalah Kristus, Putra Allah yang hidup. Kemudian Kristus berkata: Dan Aku berkata kepadamu bahwa engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan Gereja-Ku. Di atas batu karang ini Aku akan membangun iman yang sekarang engkau akui, dan di atas perkataanmu: Engkau adalah Kristus, Putra Allah yang hidup, Aku akan mendirikan Gereja-Ku. Sebab engkau adalah Petrus, dan nama Petrus berasal dari petra, kata untuk “batu karang,” dan bukan sebaliknya. “Petrus” berasal, oleh karena itu, dari petra, sama seperti “Kristen” berasal dari Kristus.
Seperti yang engkau ketahui, Yesus memilih murid-murid-Nya sebelum sengsara-Nya dan memanggil mereka rasul; dan di antara mereka hampir di mana-mana Petrus sendirilah yang layak mewakili seluruh Gereja. Dan karena peran yang hanya ia miliki itu, ia layak mendengar kata-kata: Kepadamu Aku akan memberikan kunci Kerajaan Surga. Sebab bukan satu orang yang menerima kunci-kunci itu, tetapi seluruh Gereja dianggap sebagai satu kesatuan. Sekarang sejauh ia mewakili kesatuan dan universalitas Gereja, keunggulan Petrus jelas dari kata-kata: Kepadamu Aku berikan, karena apa yang diberikan itu diberikan kepada semua. Sebab fakta bahwa Gerejalah yang menerima kunci-kunci Kerajaan Allah jelas dari apa yang Tuhan katakan di tempat lain kepada semua rasul: Terimalah Roh Kudus, segera menambahkan, dosa siapa pun yang kamu ampuni, mereka diampuni, dan dosa siapa pun yang kamu tahan, mereka ditahan.
Maka tepatlah bahwa Tuhan setelah kebangkitan-Nya mempercayakan Petrus dengan penggembalaan domba-domba-Nya. Namun ia bukan satu-satunya murid yang layak menggembalakan domba-domba Tuhan; tetapi Kristus dalam berbicara hanya kepada satu orang menyiratkan kesatuan semua; dan demikianlah Ia berbicara kepada Petrus, karena Petrus adalah yang pertama di antara para rasul. Oleh karena itu janganlah berkecil hati, Petrus; jawablah sekali, jawablah dua kali, jawablah tiga kali. Pengakuan cintamu yang tiga kali itu adalah untuk mendapatkan kembali apa yang hilang tiga kali oleh ketakutanmu. Engkau harus melepaskan tiga kali apa yang engkau ikat tiga kali; lepaskanlah dengan cinta apa yang diikat oleh ketakutanmu. Sekali, dan lagi, dan ketiga kalinya Tuhan mempercayakan domba-domba-Nya kepada Petrus.
Kedua rasul ini berbagi hari raya yang sama, karena keduanya adalah satu; dan meskipun mereka menderita pada hari yang berbeda, mereka adalah satu. Petrus pergi lebih dulu, dan Paulus mengikuti. Dan demikianlah kita merayakan hari ini yang dikuduskan bagi kita oleh darah para rasul. Marilah kita merangkul apa yang mereka yakini, hidup mereka, kerja keras mereka, penderitaan mereka, khotbah mereka, dan pengakuan iman mereka.

RESPONSORIUM

Rasul terberkati Paulus, pewarta kebenaran dan guru bangsa-bangsa,

Engkau sungguh layak dipuji.
Melalui Engkau semua bangsa telah mengenal rahmat Allah.

Engkau sungguh layak dipuji.

TE DEUM

Engkau Allah: kami memuji-Mu;

Engkau Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkau Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah mahakuasa,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Paduan mulia para rasul memuji-Mu.

Persekutuan mulia para nabi memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, keagungan-Mu tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka Kerajaan Surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kepada kami kasih dan belas kasihan-Mu,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Dalam Engkau, ya Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

DOA PENUTUP

Kami mohon,

ya Tuhan Allah kami,

agar kami diteguhkan

oleh perantaraan

para Rasul terberkati Petrus dan Paulus, agar,

sebagaimana melalui mereka Engkau memberikan Gereja-Mu

dasar-dasar tugas surgawi-Nya,

demikian pula melalui mereka Engkau menolongnya menuju keselamatan abadi.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

SENIN II PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita bergembira di hadapan Tuhan dan memuji Dia dengan lagu syukur.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kita.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.
Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.
Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.

Dialah Allah kita, kita umat-Nya,

Dialah gembala kita, kita kawanan-Nya.
Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya -Ku yang agung.
Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab itu Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.
Kemuliaan kepada Bapa…

Seperti pada…

Ant. Marilah kita bergembira di hadapan Tuhan dan memuji Dia dengan lagu syukur.

Madah

Sumber cahaya mulia

Yang memerangi dunia

Malam Kauhentikan sudah

Kauterbitkan fajar cerah.
Engkaulah terang sejati

Melebihi matahari

Dasar lubuk hati kami

Kausinari Kauselami
Terangilah diri kami

Ya Bapa yang murah hati

Dengan rahmat dan kasih-Mu

Agar selamat selalu
Terpujilah Allah Bapa

Bersama Putra tercinta

Dalam ikatan Roh suci

Sepanjang seluruh hari. Amin.

Ant.1: Bilakah aku menghadap dan memandang wajah Allah?

Mazmur 41 (42)

Bagaikan rusa merindukan sungai,*

demikianlah hatiku rindu pada-Mu, ya Allah.
Hatiku haus akan Allah, Allah yang hidup,*

bilakah aku menghadap dan memandang wajah Allah?
Air mataku menjadi bagaikan santapan bagiku, siang dan malam,*

karena sehari-harian orang bertanya: Di mana Allahmu?
Dengan sedih selalu kuingat, bahwa di masa lampau,*

aku bersama orang banyak berarak ke kediaman Allah.
Aku turut melangkah di depan perarakan itu,*

di tengah suara sorak-sorai dan lagu syukur.
Mengapa engkau tertekan dan gelisah, wahai jiwaku?+

Berharaplah kepada Allah, aku akan bersyukur lagi,*

kepada Allah, penolongku.
Karena gelisah aku teringat akan Dikau,*

dari daerah Yordan dan Hermon dan dari gunung Nizar.
Di sana anak sungai yang satu memanggil yang lain,+

dengan deru air terjun,*

demikianpun gelora gelombang-Mu menghempaskan daku.
Siang hari Tuhan menyatakan kasih setia-Nya kepadaku,*

malam hari aku memuji Allah, pemberi hidup.
Aku berkata kepada Allah, pelindungku:

“Mengapa Engkau melupakan daku,*

mengapa aku sedih, tersesak oleh musuh?”
Celaan lawanku menyakiti hatiku seperti tikaman maut,*

karena sehari-harian mereka bertanya: Di mana Allahmu?
Mengapa engkau tertekan dan gelisah, wahai jiwaku?+

Berharaplah kepada Allah, aku akan bersyukur lagi,*

kepada Allah, penolongku.

Ant.1: Bilakah aku menghadap dan memandang wajah Allah?

Ant.2: Pandanglah, ya Tuhan, dan kasihanilah kami.

Sir 36,1-7.13-16
Pandanglah dan kasihanilah kami, ya Allah semesta alam,*

curahkanlah kedahsyatan-Mu atas bangsa-bangsa.
Nyatakanlah kekuasaan-Mu terhadap bangsa-bangsa asing itu,*

agar merekapun melihat kemuliaan-Mu.
Engkau telah menampakkan diri-Mu dalam diri kami di hadapan mereka,*

hendaklah Engkau memuliakan diri dalam mereka di hadapan kami.
Agar mereka mengakui, sebagaimana kami telah mengakui,*

bahwa tiada Allah selain Dikau, ya Tuhan.
Kerjakan lagi tanda-tanda dan ulangilah karya-Mu,*

nyatakanlah kemuliaan karya-Mu dan kekuatan tangan-Mu.
Kumpulkanlah segala suku Yakub,*

kembalikan kepadanya tanah pusaka seperti sediakala.
Kasihanilah umat yang disebut dengan nama-Mu,*

Israel yang telah Kauberi hak anak sulung.
Kasihanilah kota ini yang menjadi kota-Mu yang kudus,*

Yerusalem, kota tempat istirahat-Mu.
Penuhilah Sion dengan pujian atas karya-Mu yang mengagumkan,*

penuhilah bait-Mu dengan kemuliaan-Mu.

Ant.2: Pandanglah, ya Tuhan, dan kasihanilah kami.

Ant.3: Terpujilah Engkau, ya Tuhan, di bentangan langit.

Mazmur 18 (19)

Langit mewartakan kemuliaan Allah,*

dan cakrawala memasyhurkan karya tangan-Nya.
Hari yang satu mengisahkannya kepada hari yang lain,*

dan malam yang satu menyampaikannya kepada malam berikut.
Meskipun tidak bicara dan tidak memperdengarkan suara,+

namun di seluruh dunia bergemalah seruannya,*

dan pesannya sampai ke perbatasan bumi.
Di sana Tuhan memasang kemah bagi sang surya,*

yang meninggalkan peraduannya bagaikan pengantin.
Dengan girang sang surya menempuh jalan peredarannya,*

laksana seorang pahlawan.
dari ujung langit yang satu ia beredar ke ujung yang lain,*

dan tak ada yang luput dari panas teriknya.

Ant.3: Terpujilah Engkau, ya Tuhan, di bentangan langit.

Bacaan Singkat (Yer 15,16)

Kudapatkan sabda-Mu dan kuresapkan dalam diriku. Maka sabda-Mu menjadi kesukaan dan kegembiraan hatiku. Engkau selalu dekat padaku, Tuhan Allah segala kuasa.
Lagu Singkat
P: Bersoraklah, orang jujur, bagi Tuhan,* Patutlah orang saleh memuji-muji.

U: Bersoraklah.

P: Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan.

U: Patutlah orang saleh memuji-muji.

P: Kemuliaan.

U: Bersoraklah.

Ant.Kidung: Terpujilah Tuhan, sebab Ia mengunjungi dan membebaskan kita.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.
Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.
Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.
Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kita,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.
Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*

akan membebaskan kita dari tangan musuh.
Agar kita dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.
Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.
Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Terpujilah Tuhan, sebab Ia mengunjungi dan membebaskan kita.

Doa Permohonan

Penyelamat kita telah mengangkat kita menjadi raja dan imam untuk mempersembahkan kurban rohani yang berkenan kepada Allah. Sebab itu marilah kita dengan penuh syukur berkata:

U: Semoga kami tetap mengabdi Engkau, ya Tuhan.

P: Kristus, imam abadi, Engkau telah mengaruniakan imamat suci kepada umat-Mu,* semoga kami mempersembahkan kurban rohani yang patut bagi Allah.

P: Limpahilah kami dengan hasil buah Roh-Mu,* yakni kesabaran, kemurahan hati dan kelembutan hati.

P: Semoga kami mencintai Engkau, supaya kami memiliki Engkau,* agar kami dapat memuji Engkau dalam hidup kami.

P: Semoga kami mengusahakan yang berguna bagi saudara-saudara kami,* supaya mereka lebih mudah memperoleh keselamatan.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan, Allah yang mahakuasa, Engkau menghantar kami kepada pagi ini. Selamatkanlah kami dengan kuasa-Mu, agar pada hari ini kami tidak jatuh ke dalam dosa. Bimbinglah kiranya perkataan kami dan arahkanlah pikiran serta perbuatan kami kepada keadilan dan kejujuran. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

SENIN II SIANG

Madah

Engkau Tuhan Raja Mulya

Yang mengatur segalanya

Fajar pagi Kauterbitkan

Panas siang Kaukobarkan.
Padamkan api sengketa

Yang memisahkan sesama

Teguhkan s’mangat berpadu

Yang menyatukan sekutu.
Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putra dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Allah dan melakukannya.

Mazmur 118 (119),41-48

Berikanlah kasih setia-Mu, ya Tuhan,*

keselamatan-Mu, yang telah Kaujanjikan.
Agar aku dapat memberi jawaban kepada orang yang menghina aku,*

sebab aku percaya pada firman-Mu.
Jangan Kauambil firman-Mu yang benar dari mulutku,*

sebab aku berharap pada ketetapan-Mu.
Selalu aku berpegang kepada hukum-Mu,*

selama hidupku, sampai kekal.
Aku akan hidup dengan hati tenang,*

sebab aku hanya ingin melakukan kehendak-Mu.
Aku akan berbicara tentang hukum-Mu,*

aku tidak malu di hadapan para raja.
Segala aturan-Mu menjadi kesukaanku,*

yang sangat kucintai.
Kepada hukum-Mu kutadahkan tanganku,*

ketetapan-Mu kurenungkan.

Ant.1: Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Allah dan melakukannya.

Ant.2: Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Bapa.

Mazmur 39 (40),2-14.17-18 – aku
Dengan amat sangat aku mengharapkan Tuhan,*

Ia mengindahkan daku dan mendengarkan seruanku.
Ia mengangkat aku dari lembah kebinasaan, dari lumpur kehinaan,*

Ia menempatkan kakiku di atas wadas dan meneguhkan langkahku.
Lagu yang baru diilhamkan-Nya kepadaku, lagu pujian bagi Allah kita,*

banyak orang menyaksikannya dengan khidmat dan percaya kepada Tuhan.
Berbahagialah orang yang percaya kepada Tuhan,*

yang tak bergaul dengan orang durhaka atau penipu.
Banyaklah karya dan rencana-Mu bagi kami, ya Tuhan Allahku,+

dan sangat mengagumkan,*

tak ada yang menyamai Engkau.
Aku mau menyebutkan dan mengisahkan semuanya,*

tetapi jumlahnya terlalu banyak.
Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan,*

tetapi Engkau telah membuka telingaku bagi suara-Mu.
Kurban bakar dan kurban pelunas tidak Kautuntut,*

maka aku berkata kepada-Mu:
“Sesuai dengan firman-Mu aku datang,+

untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allahku,*

kesukaanku ialah hukum-Mu yang terukir dalam hatiku”.

Ant.2: Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Bapa.

Ant.3: Sekalipun aku miskin dan malang, namun Tuhan memperhatikan daku.

Mazmur 39 (40),2-14.17-18 – II
Di tengah himpunan umat aku mengabarkan kesetiaan-Mu,*

tidak kututup bibirku, Tuhan, Engkau tahu.
Kesetiaan-Mu tidak kusembunyikan dalam hatiku,*

tetapi kebenaran dan pertolongan-Mu kuwartakan.
Kasih dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan,*

di tengah himpunan umat.
Engkau Tuhan, janganlah menutup kerahiman-Mu terhadapku,*

semoga kasih dan kesetiaan-Mu selalu menyertai aku.
Sebab malapetaka mengepung aku, tak terbilang banyaknya,*

dosaku mengejar aku, tak terhitung jumlahnya.
Lebih besarlah jumlahnya dari pada rambut kepalaku,*

sehingga aku putus harapan.
Berkenanlah, ya Tuhan, melepaskan daku,*

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Hendaknya bergembira dan bersukaria,*

semua yang mencari Engkau,
hendaknya semua yang merindukan pertolongan-Mu,*

berseru: “Agunglah Tuhan”.
Sekalipun aku miskin dan malang,*

namun Tuhan memperhatikan daku.
Engkaulah penolong dan pembebasku,*

Allahku, jangan berlambat.

Ant.3: Sekalipun aku miskin dan malang, namun Tuhan memperhatikan daku.

Bacaan singkat (Yer 32,40)

Aku akan mengikat perjanjian abadi dengan umat-Ku: Aku tidak akan berhenti berbuat baik terhadap mereka. Aku akan menanamkan perasaan takwa dalam hati mereka, sehingga mereka tidak lagi menjauhi Aku.
P: Pada Tuhanlah keselamatan dan kemuliaanku.

U: Dialah kekuatan dan tempat perlindunganku.

Doa Penutup

Allah, Engkaulah Tuhan panenan dan pemelihara kebun anggur, Engkau membagikan tugas dan memberi balas jasa. Semoga kami bekerja keras sepanjang hari dan tidak bersungut-sungut melawan keputusan-Mu. Demi Kristus, pengantara kami.

Amin.

Ibadat Sore

SENIN II SORE

Madah

Allah pencipta semesta

Yang mengatur segalanya

Siang Kauhiasi terang

Malam Kaujadikan tenang.
S’moga istirahat kami

Membuat kuat kembali

Jiwa raga yang tertekan

Oleh beban pekerjaan.
Hari mengayunkan langkah

Malam mendekatlah sudah

Kami menyanyikan lagu

Untuk bersyukur pada-Mu.
Kabulkanlah doa kami

Ya Bapa yang baik hati

Bersama Putra dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Tereloklah baginda di antara manusia, tampanlah wajah baginda.

Mazmur 44 (45) aku
Hatiku meluapkan kata-kata indah,+

aku mempersembahkan laguku kepada raja,*

lidahku bagaikan gerak pena juru tulis.
Tereloklah baginda di antara manusia,+

tampanlah wajah baginda,*

terberkati oleh Allah selama-lamanya.
Ikatkanlah pedang pada pinggang, hai pahlawan,*

itulah kebanggaan dan kemuliaan baginda.
Demi kebenaran dan keadilan majulah dengan megah,*

dan lakukanlah perbuatan yang gagah.
Anak panah yang tajam mengembus jantung musuh baginda,*

bangsa-bangsa rebah dan takluk.
Takhta baginda bertahan selama-lamanya,*

tampuk pemerintahan baginda adil dan jujur.
Baginda cinta akan keadilan dan benci akan kelaliman,*

sebab itu baginda diurapi oleh Allah.
Baginda menjadi yang termulia di antara semua raja,*

Pakaian kebesaran baginda harum mewangi.
Bunyi kecapi terdengar dari istana permaisuri,*

menggembirakan hati baginda.
Para puteri raja-raja berarak-arak menghadap baginda,*

permaisuri berdiri di samping baginda, berhiaskan emas.

Ant.1: Tereloklah baginda di antara manusia, tampanlah wajah baginda.

Ant.2: Pengantin datang, putragsonglah dia!

Mazmur 44 (45) II

Dengarkanlah, hai puteri, perhatikanlah dengan baik,*

lupakanlah bangsa dan seisi rumah ayahmu.
Seri baginda tertarik oleh kecantikanmu,*

sujudlah kepadanya, sebab dialah tuanmu.
Puteri kota Tirus datang dengan persembahan,*

para bangsawan mengharapkan kerelaamu.
Permaisuri diarak masuk, semaraklah semata-mata,*

pakaiannya bersulamkan emas.
Berdandanan aneka warna ia diantar menghadap raja,*

para puteri raja-raja mengiringinya.
Dengan gembira dan sorak-sorai mereka diantar masuk,*

masuklah mereka ke dalam istana raja.
Para putera baginda akan melanjutkan kerajaan,*

baginda mengangkat mereka menjadi penguasa di seluruh bumi.
Semoga aku memasyhurkan nama baginda turun-temurun,*

maka para bangsa akan memuji baginda selama-lamanya.

Ant.2: Pengantin datang, putragsonglah dia!

Ant.3: Allah telah merencanakan kehendak-Nya untuk menyatukan segala sesuatu dalam diri Kristus sebagai kepala.

Ef 1,3-10
Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,+

yang telah memberkati kita dalam Kristus,*

dengan segala berkat rohani di surga.
Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kita,+

sebelum menciptakan jagat raya,*

supaya kita kudus dan tak bercela di hadapan-Nya.
Dengan cinta, Allah telah menentukan kita menjadi putera-Nya,+

dengan perantaraan Yesus Kristus,*

karena kerelaan kehendak-Nya.
Supaya terpujilah rahmat-Nya yang mulia,+

yang dianugerahkan-Nya kepada kita,*

dalam Putera yang dikasihi-Nya.
Dalam Kristus, kita telah memperoleh penebusan berkat darah-Nya,+

yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kita,*

menurut kekayaan rahmat-Nya yang dilimpahkan-Nya kepada kita.
Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,+

Allah telah menyatakan rencana kehendak-Nya kepada kita,*

Sekadar kerelaan yang diikhtiarkan-Nya dalam Kristus sejak dahulu.
Untuk menggenapkan segala jaman,+

yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*

dalam diri Kristus sebagai kepala.

Ant.3: Allah telah merencanakan kehendak-Nya untuk menyatukan segala sesuatu dalam diri Kristus sebagai kepala.

Bacaan Singkat (1Tes2,13)
Tak putus-putusnya kami bersyukur kepada Allah. Sebab sabda Allah yang kamu dengar dari kami telah kamu sambut bukan sebagai perkataan manusia, melainkan sebagai sabda Allah, sebab memang demikian, dan sabda itu bekerja juga dalam dirimu, orang-orang yang percaya.
Lagu Singkat
P: Semoga doaku, ya Tuhan,* Tertuju kepada-Mu.

U: Semoga.

P: Seperti asap dupa membubung ke hadirat-Mu.

U. Tertuju kepada-Mu.

P: Kemuliaan.

U: Semoga.

Ant. Kidung: Aku hendak mengagungkan Dikau selalu, ya Allahku.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*

kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya,*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan,*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong
Menurut janji-Nya kepada leluhur kita,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Ant. Kidung: Aku hendak mengagungkan Dikau selalu, ya Allahku.

Doa Permohonan

Marilah kita memuji Kristus yang mencintai, memelihara dan melindungi Gereja. Hendaklah kia berdoa kepada-Nya dengan penuh kepercayaan dan berkata:

U: Penuhilah keinginan umat-Mu, ya Tuhan.

P: Tuhan Yesus, selamatkanlah semua orang,* dan hantarlah mereka kepada pengetahuan akan kebenaran.

P: Lindungilah paus kami bapa…, dan uskup kami bapa…* bantulah mereka dengan kekuatan-Mu.

P: Tolonglah semua orang yang mengharapkan gaji yang adil,* agar hidup mereka terjamin dan penuh sukacita.

P: Semoga Engkau, ya Tuhan, melindungi orang-orang miskin,* dan menolong mereka dalam kesusahan.

P: Kepada-Mu kami percayakan arwah para rohaniwan-rohaniwati,* supaya mereka dapat memuji Engkau di surga.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa, pada hari ini kami Kaukuatkan dalam pekerjaan, meskipun kami ini hamba-Mu yang tak berguna. Terimalah kiranya kurban pujian yang kami sampaikan untuk mengucap syukur kepada-Mu atas segala anugerah yang telah kami terima. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP – JUMAT

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.

Tuhan, kasihanilah kami.

U: Tuhan, kasihanilah kami.

P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.

Kristus, kasihanilah kami.

U: Kristus, kasihanilah kami.

P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.

Tuhan, kasihanilah kami.

U: Tuhan, kasihanilah kami.

P: Semoga Allah Yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari

S’moga kami Kaulindungi

Ya Bapa mahakuasa

Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram

Singkirkan khayalan malam

-Kurniakan istirahat

Agar sehat wal’afiat.

Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putra dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu.

Amin.

Antifon

Siang malam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88)

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*

siang malam aku berseru kepada-Mu.

Semoga doaku sampai ke hadirat-Mu,*

dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*

dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*

seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*

seperti orang yang mati terbuuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*

terpisah dari cinta-Mu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*

ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarah-Mu,*

dan keberangan-Mu melumpuhkan daku.

Handai taulanku Kaujauhkan dari padaku,*

Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*

mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan,*

kepada-Mu kutadahkan tanganku.

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*

Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasih-Mu dikisahkan dalam kubur,*

dan kesetiaan-Mu di daerah kebinasaan!

Adakah karya-Mu Yang Agung dikenal dalam kegelapan,*

dan keadilan-Mu di tempat tiada ingatan!

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepada-Mu,*

pagi-pagi doaku membubung ke hadapan-Mu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*

mengapa menyembunyikan wajah-Mu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*

aku menanggung kemurkaan-Mu dan merana.

Banjir keberangan-Mu melanda aku,*

kedahsyatan amarah-Mu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*

makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*

tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

Antifon

Siang malam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Yer 14 : 9)

Tuhan, Engkau hadir di tengah-tengah kami, dan dengan nama-Mu kami telah diberkati. Janganlah tinggalkan kami, ya Tuhan, Allah kami.

Lagu singkat

P: Ke dalam tangan-Mu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.

U: Ke dalam…

P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.

U: Ya Tuhan, penyelamatku.

P: Kemuliaan…

U: Ke dalam…

Antifon Kidung

Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hamba-Mu berpulang,*

dalam damai sejahtera, menurut sabda-Mu.

Sebab aku telah melihat keselamatan-Mu,*

yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk memerangi para bangsa,*

dan kemuliaan bagi umat-Mu Israel.

Antifon Kidung

Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Allah Yang Mahakuasa, semoga kami setia kepada Putera-Mu yang telah wafat dan dimakamkan,

sehingga kami bangkit bersama Dia dan hidup sebagai manusia baru.

Sebab Dialah pengantara kami, sepanjang segala masa.

Amin.

Penutup

P: Semoga Allah Yang Mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihan-Nya.

U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih,

hidup, hiburan dan harapan kami.

Kami semua memanjatkan permohonan,

kami amat susah, mengeluh, mengesahkan

dalam lembah duka ini.

Ya ibunda, ya pelindung kami,

limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami.

Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu,

s’moga kautunjukkan kepada kami.

Ya ratu, ya ibu, ya Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

S. Petrus dan Paulus

Para Rasul · abad ke-1 (wafat ± 67)

Pada 29 Juni Gereja merayakan bersama dua tiang penyangga iman, Rasul Petrus dan Rasul Paulus, yang keduanya menumpahkan darah bagi Kristus di kota Roma. Meski watak dan jalan hidup mereka berbeda, keduanya disatukan dalam satu iman, satu perutusan, dan satu kemartiran.

Petrus, yang semula bernama Simon, adalah seorang nelayan Galilea yang dipanggil Yesus menjadi murid. Kepadanyalah Yesus berkata bahwa di atas wadas ini Gereja akan dibangun. Meski pernah menyangkal Gurunya tiga kali, ia bertobat dengan air mata dan menjadi pemimpin para rasul serta uskup pertama Roma. Menurut tradisi, ia dihukum mati dengan disalibkan. Karena merasa tidak layak wafat serupa Tuhannya, ia meminta disalibkan dengan kepala di bawah, di Bukit Vatikan sekitar tahun 67.

Paulus, yang semula bernama Saulus, awalnya seorang penganiaya umat Kristen. Dalam perjalanan ke Damsyik ia dijumpai Kristus yang mulia dan berbalik total menjadi rasul yang paling giat. Ia digelari Rasul bagi bangsa-bangsa karena menempuh perjalanan jauh mewartakan Injil dan menulis banyak surat yang menjadi bagian Kitab Suci. Sebagai warga negara Romawi, ia tidak disalibkan melainkan dipenggal dengan pedang, juga di Roma sekitar tahun 67.

Kematian mereka menjadikan Roma pusat iman Katolik. Sejak abad-abad awal umat menghormati makam mereka, tempat kini berdiri Basilika Santo Petrus dan Basilika Santo Paulus di Luar Tembok.

Pelindung: Kota Roma dan Gereja semesta; Petrus pelindung para nelayan dan Paus, Paulus pelindung para misionaris.

Santo Petrus dan Paulus

Rasul

Sejak semula Gereja menghormati kedua rasul, Petrus dan Paulus, secara bersama-sama. Kedua rasul ini dianggap sebagai Sokoguru gereja.

Simon anak Yunus dan saudara Andreas, lahir di Betsaida, Galilea, sebuah kampung di tepi danau Genesaret. Seperti ayahnya, Simon adalah seorang nelayan yang ulet, bertabiat jujur, dan rajin. Ia tidak berpendidikan tinggi tetapi cukup terampil dalam pekerjaannya sebagai seorang nelayan. Kepribadiannya sangat menarik perhatian Yesus; karena itu Yesus berkenan menjadikannya seorang muridNya, bahkan mengangkatnya sebagai pemimpin para rasul dan pemimpin Gereja yang pertama.

Pada mulanya, Simon bersama Andreas saudaranya, menjadi murid Yohanes Pemandi. Oleh Andreas, Simon diperkenalkan kepada Yesus, Sang Mesias yang dinanti-nantikan oleh seluruh bangsa Israel. “Kami telah menemukan Mesias, yaitu Kristus”, kata Andreas kepada Simon. Pada saat itu, Yesus berkata kepada Simon, “Engkau anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).(Yoh1:41-42) Kefas artinya wadas atau batu karang. Sejak saat itu, dia lebih dikenal dengan nama Petrus.

Petrus secara resmi berkeputusan mengikuti Yesus, Sang Mesias dengan meninggalkan segala-galanya, ketika ia menyaksikan mukzijat penangkapan ikan secara ajaib oleh Yesus. Kata Yesus kepada Petrus: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Petrus berkata kepada Yesus: “Guru, sepanjang malam kami bekerja keras, dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Dengan kepercayaan itu, Petrus menyaksikan kuasa Yesus, Sang Mesias.” Dan di depan Yesus yang penuh kuasa Ilahi itu Petrus bersujud: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa”. Kepada Petrus yang rendah hati itu, Yesus berkata: “Jangan takut, mulai sekarang engkau akan menjala manusia”. Setelah penyerahan diri ini, Petrus diperkenankan menyaksikan berbagai peristiwa dan akhirnya dipercayakan tugas menjadi pemimpin para rasul dan gembala kaum beriman.

Di samping kisah-kisah yang menampilkan pribadi Petrus sebagai orang kepercayaan Yesus, terdapat juga kisah Injil yang menampilkan pribadi Petrus sebagai seorang yang masih dangkal imannya dan belum memahami benar kehendak Allah atas diri Yesus. Dalam Mat16:21-28 dikisahkan tentang pemberitahuan Yesus tentang penderitaanNya, dan Petrus serta merta berkata: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau”. “Enyalah iblis. Engkau suatu batu sandungan bagiKu, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia”, demikian teguran Yesus kepada Petrus. Ia juga menyangkal Yesus ketika Yesus ditangkap dan diadili. Mat26:30-35; 69-75).

Sesudah kebangkitan Yesus, Petrus diangkat menjadi pemimpin keduabelas rasul dan gembala kaum beriman di Yerusalem. Petrus juga yang menerima orang kafir pertama ke dalam Gereja, dan memimpin konsili pertama di Yerusalem.

Paulus (Saulus) dilahirkan di Tarsus, Asia Kecil dari keluarga Yahudi yang berkewarganegaraan Romawi. Ia seorang terdidik dan belajar di Yerusalem pada Gamaliel, dari kelompok Farisi. Sebagai seorang Farisi yang fanatik, Saulus tiada henti mengejar dan memenjarakan murid-murid Yesus.

Dalam perjalanan ke Damsyik, Yesus menangkapnya dan menjadikan dia seorang rasul untuk bangsa-bangsa kafir. Ia dipermandikan oleh Ananias. Ia menjelajahi seluruh daerah Laut Tengah untuk mewartakan Injil kepada bangsa-bangsa kafir. Perjalanan misinya senantiasa diwarnai dengan berbagai kesulitan dan pertentangan dengan kaum kafir. Di Yerusalem ia ditangkap oleh bangsa Yahudi, lalu dipenjarakan dan di bawa ke Roma, sebab ia naik banding kepada kaisar. Akhirnya ia dibebaskan. Tak lama kemudian, dia ditangkap lagi dan akhirnya menemui ajalnya sebagai martir di Roma pada tahun 67.