Rabu, 24 Juni 2026

Hari Raya Kelahiran S. Yohanes Pembaptis

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Yesaya 49:1-6

Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya. Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku." Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku." Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya--maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku--,firman-Nya: "Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."

Mazmur Tanggapan Mazmur 139:1-3,13-15

Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;

Bacaan Kedua Kisah Para Rasul 13:22-26

Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus. Menjelang kedatangan-Nya Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis. Dan ketika Yohanes hampir selesai menunaikan tugasnya, ia berkata: Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kaki-Nyapun aku tidak layak. Hai saudara-saudaraku, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita.

Bacaan Injil Lukas 1:57-66,80

Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya, tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes." Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian." Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan merekapun heran semuanya. Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia. Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.

Renungan

Namanya Yohanes

Memberi nama anak tidak pernah sembarangan di keluarga kita. Ada yang mengambil nama kakek supaya tuahnya menurun. Ada yang membuka kamus, mencari doa yang bisa dilekatkan seumur hidup. Sebab nama adalah harapan yang dipanggil berulang-ulang setiap hari.

Maka gemparlah sanak saudara Zakharia ketika bayi itu hendak diberi nama. Menurut adat, ia semestinya memakai nama bapanya. Tetapi Elisabet menolak: jangan, ia harus dinamai Yohanes. Orang-orang protes, tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian. Mereka meminta isyarat Zakharia, yang bisu sejak meragukan kabar malaikat. Zakharia meminta batu tulis dan menulis: namanya adalah Yohanes. Seketika mulutnya terbuka, dan kata-kata pertamanya adalah pujian bagi Allah.

Yohanes berarti Tuhan berbelas kasih. Nama itu bukan pilihan keluarga, melainkan kiriman dari surga. Anak itu memang tidak mengikuti garis bapanya; ia membawa garis baru, sebab tugasnya pun baru: menyiapkan jalan bagi Mesias. Para tetangga bertanya-tanya, menjadi apakah anak ini nanti? Pertanyaan yang sesungguhnya menggantung di atas setiap buaian bayi di dunia.

Bacaan pertama memperlebar cakrawalanya. Hamba Tuhan dalam kitab Yesaya berkata: TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan, telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. Sebelum orang tua kita sempat memikirkan nama, Allah sudah lebih dulu menyebut nama kita. Tidak ada manusia yang lahir tanpa panggilan; yang ada hanyalah panggilan yang belum dikenali.

Dan bagaimana Yohanes menjalani namanya? Bacaan kedua mencatat kalimatnya menjelang akhir tugas: aku bukanlah Dia yang kamu sangka; membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak. Inilah kebesaran Yohanes: ia tahu persis dirinya bukan pusat. Ia rela menjadi jari telunjuk yang menunjuk kepada Yesus, lalu menyingkir. Orang besar yang tidak silau oleh kebesarannya sendiri, sebab ia hafal arti namanya: yang berbelas kasih adalah Tuhan, bukan dirinya.

Gereja merayakan kelahirannya persis ketika hari-hari mulai memendek sesudah titik balik matahari, sedangkan kelahiran Yesus dirayakan saat hari mulai memanjang. Alam pun seolah ikut mengeja kalimat Yohanes: Ia harus makin besar, aku harus makin kecil.

Kita masing-masing juga menyandang nama yang disebut Allah sejak dari kandungan. Sudahkah hidup kita menunjuk kepada Dia, atau sibuk menunjuk diri sendiri?

Tuhan, Engkau menyebut namaku sebelum aku lahir. Jadikanlah hidupku seperti Yohanes: telunjuk kecil yang setia menunjuk kepada-Mu. Amin.

Invitatorium

RABU IV PAGI

Pembukaan

Ant. Pujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Pujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis
Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Kristus Penebus, betapa Kau tunjukkan cinta-Mu

Selalu mengilhami jiwa melayani Bapa,

Dengan daya tarik yang kuat, bervariasi dan mendesak,

Karunia Roh Kudus.
Banyak yang diberkati dengan rahmat tiada tara,

Menjadikan mereka sungguh anak-anak Bapa,

Sedikit yang terpilih untuk ikatan persatuan

Bahkan lebih erat lagi.
Dengan lembut Kau panggil mereka, dengan semangat mereka menjawab,

Meninggalkan segalanya, dengan cepat mereka mengikuti,

Memilih jalan, yang diinjak oleh Juruselamat mereka

Langsung kepada Bapa.
Pencari yang sungguh-sungguh mengerahkan seluruh kekuatannya.

Hamba-Mu yang kudus tak pernah mengendurkan usaha,

Teladan kebajikan, selalu mencari-Mu,

Pasti ia menemukan-Mu.
Kemuliaan dan hormat bagi Allah Yang Mahakuasa,

Pujian tertinggi, kuasa dan kekuasaan,

Yang dalam hikmat-Nya mengatur dan memerintah segala sesuatu

Yang diciptakan oleh cinta-Nya. Amin.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Tuhan memanggil aku sebelum aku lahir; dari rahim ibuku Ia menyebut namaku.

Mazmur 21:2-8, 14

Syukur atas kemenangan raja

Ia menerima hidup agar ia bangkit dan hidup selama-lamanya (Santo Hilarius).
Ya Tuhan, kekuatan-Mu memberi sukacita kepada raja;

betapa pertolongan-Mu menyelamatkan dia!

Engkau telah mengabulkan keinginan hatinya;

Engkau tidak menolak doa bibirnya.
Engkau datang menyambutnya dengan berkat keberhasilan,

Engkau telah menaruh di kepalanya mahkota emas murni.

Ia meminta hidup kepada-Mu dan ini telah Engkau berikan,

hari-hari yang akan berlangsung dari abad ke abad.
Pertolongan-Mu yang menyelamatkan telah memberinya kemuliaan.

Engkau telah menaruh padanya keagungan dan kemegahan,

Engkau telah menganugerahkan berkat-Mu kepadanya selama-lamanya.

Engkau telah membuatnya bersukacita dengan sukacita kehadiran-Mu.
Raja telah menaruh kepercayaannya kepada Tuhan:

melalui belas kasihan Yang Mahatinggi ia akan berdiri teguh.

Ya Tuhan, bangkitlah dalam kekuatan-Mu,

kami akan menyanyi dan memuji kuasa-Mu.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan memanggil aku sebelum aku lahir; dari rahim ibuku Ia menyebut namaku.

Ant. 2 Tuhan menjadikan lidahku pedang yang tajam; Ia menyembunyikan aku dalam bayangan tangan-Nya.

Mazmur 92

Pujian kepada Allah Sang Pencipta

Bernyanyilah memuji karya penebusan Kristus (Santo Atanasius).
I
Adalah baik untuk bersyukur kepada Tuhan,

untuk memainkan musik bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi,

untuk mewartakan kasih-Mu di pagi hari

dan kebenaran-Mu di waktu malam,

dengan kecapi sepuluh senar dan gambus,

dengan suara harpa yang berbisik.
Perbuatan-Mu, ya Tuhan, telah membuatku bersukacita;

atas karya tangan-Mu aku berseru dengan gembira.

Ya Tuhan, betapa agung karya-karya-Mu!

Betapa dalam rancangan-rancangan-Mu!

Orang bodoh tidak dapat mengetahui ini

dan orang dungu tidak dapat mengerti.
Meskipun orang fasik tumbuh seperti rumput

dan semua yang berbuat jahat berkembang:

mereka ditakdirkan untuk dihancurkan selamanya.

Tetapi Engkau, Tuhan, selamanya di tempat yang tinggi.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan menjadikan lidahku pedang yang tajam; Ia menyembunyikan aku dalam bayangan tangan-Nya.

Ant. 3 Yohanes bersaksi: Dia yang akan datang sesudah aku telah ada sebelum aku.

II
Lihatlah bagaimana musuh-musuh-Mu binasa;

semua pelaku kejahatan tercerai-berai.
Kepadaku Engkau memberi kekuatan banteng liar;

Engkau mengurapi aku dengan minyak yang paling murni.

Mataku memandang dengan kemenangan atas musuh-musuhku;

telingaku mendengar dengan gembira kejatuhan mereka.

Orang benar akan berkembang seperti pohon palem

dan tumbuh seperti pohon aras Libanon.
Ditanam di rumah Tuhan

mereka akan berkembang di pelataran Allah kita,

masih berbuah ketika mereka tua,

masih penuh getah, masih hijau,

untuk mewartakan bahwa Tuhan itu adil;

di dalam Dia, batuku, tidak ada kesalahan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Yohanes bersaksi: Dia yang akan datang sesudah aku telah ada sebelum aku.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenungkan dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Ia datang untuk memberi kesaksian tentang terang.

Agar semua orang percaya melalui Dia.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Yeremia

1:4-10, 17-19

Panggilan Nabi
Firman Tuhan datang kepadaku demikian:

Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim, Aku telah mengenal engkau,

sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau,

sebagai nabi bagi bangsa-bangsa Aku telah menetapkan engkau.

“Ah, Tuhan Allah!” kataku,

“Aku tidak tahu berbicara; aku masih terlalu muda.”

Tetapi Tuhan menjawab aku,

Jangan katakan, “Aku masih terlalu muda.”

Kepada siapa pun Aku mengutus engkau, engkau akan pergi;

apa pun yang Aku perintahkan kepadamu, engkau akan berbicara.

Jangan takut di hadapan mereka,

karena Aku menyertai engkau untuk menyelamatkan engkau, firman Tuhan.

Kemudian Tuhan mengulurkan tangan-Nya dan menyentuh mulutku, sambil berkata,

Lihat, Aku menaruh firman-Ku di dalam mulutmu!

Pada hari ini Aku menetapkan engkau

atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan,

Untuk mencabut dan merobohkan,

untuk membinasakan dan meruntuhkan,

untuk membangun dan menanam.
Tetapi engkau, ikatlah pinggangmu;

berdirilah dan beritahukan kepada mereka

segala yang Aku perintahkan kepadamu.

Janganlah engkau hancur di hadapan mereka,

seolah-olah Aku akan meninggalkan engkau hancur di hadapan mereka;

Karena Akulah pada hari ini

yang telah menjadikan engkau kota yang berbenteng,

Tiang besi, tembok tembaga,

melawan seluruh negeri:

Melawan raja-raja dan para pangeran Yehuda,

melawan para imam dan rakyatnya.

Mereka akan berperang melawan engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau,

karena Aku menyertai engkau untuk menyelamatkan engkau, firman Tuhan.

RESPONSORIUM Yeremia 1:5, 9, 10

Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim Aku telah mengenal engkau; sebelum engkau lahir Aku telah menguduskan engkau,

dan Aku telah menetapkan engkau sebagai nabi bagi bangsa-bangsa.
Aku telah menaruh firman-Ku di dalam mulutmu; Aku telah menetapkan engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan.

Dan Aku telah menetapkan engkau sebagai nabi bagi bangsa-bangsa.
Bacaan Kedua

Dari khotbah Santo Agustinus, uskup

Suara orang yang berseru di padang gurun
Gereja merayakan kelahiran Yohanes sebagai peristiwa yang kudus. Kita tidak memiliki peringatan semacam itu untuk bapa-bapa lain; tetapi penting bahwa kita merayakan hari kelahiran Yohanes dan Yesus. Hari ini tidak dapat dilewatkan begitu saja. Dan bahkan jika penjelasan saya tidak sesuai dengan martabat perayaan ini, Anda masih dapat merenungkannya dengan kedalaman dan manfaat yang besar.
Yohanes lahir dari seorang wanita yang terlalu tua untuk melahirkan; Kristus lahir dari seorang perawan muda. Berita kelahiran Yohanes disambut dengan ketidakpercayaan, dan ayahnya menjadi bisu. Kelahiran Kristus dipercaya, dan Ia dikandung melalui iman.
Demikianlah topik, seperti yang telah saya sajikan, untuk penyelidikan dan diskusi kita. Tetapi seperti yang saya katakan sebelumnya, jika saya kekurangan waktu atau kemampuan untuk mempelajari implikasi dari misteri yang begitu mendalam, Dia yang berbicara di dalam Anda bahkan ketika saya tidak ada di sini akan mengajari Anda lebih baik; Dialah yang Anda renungkan dengan devosi, yang telah Anda sambut ke dalam hati Anda, yang bait-Nya telah Anda jadikan.
Yohanes, kemudian, muncul sebagai batas antara dua perjanjian, yang lama dan yang baru. Bahwa ia adalah semacam batas, Tuhan sendiri bersaksi, ketika Ia berbicara tentang hukum dan para nabi sampai Yohanes Pembaptis. Demikianlah ia mewakili masa lalu dan adalah pewarta era baru yang akan datang. Sebagai wakil masa lalu, ia lahir dari orang tua yang sudah lanjut usia; sebagai pewarta era baru, ia dinyatakan sebagai nabi ketika masih dalam kandungan ibunya. Karena ketika belum lahir, ia melonjak dalam kandungan ibunya pada kedatangan Maria yang terberkati. Dalam kandungan itu ia telah ditetapkan sebagai nabi, bahkan sebelum ia lahir; diungkapkan bahwa ia akan menjadi pendahulu Kristus, sebelum mereka saling melihat. Ini adalah peristiwa ilahi, melampaui batas-batas kelemahan manusia kita. Akhirnya ia lahir, ia menerima namanya, lidah ayahnya dilepaskan. Lihatlah bagaimana peristiwa-peristiwa ini mencerminkan kenyataan.
Zakharia diam dan kehilangan suaranya sampai Yohanes, pendahulu Tuhan, lahir dan memulihkan suaranya. Keheningan Zakharia tidak lain adalah zaman nubuat yang tersembunyi, terselubung, seolah-olah, dan tersembunyi sebelum khotbah Kristus. Pada kedatangan Yohanes, suara Zakharia dilepaskan, dan menjadi jelas pada kedatangan Dia yang telah dinubuatkan. Pelepasan suara Zakharia pada kelahiran Yohanes adalah paralel dengan robeknya tabir pada penyaliban Kristus. Jika Yohanes mengumumkan kedatangannya sendiri, bibir Zakharia tidak akan terbuka. Lidah dilepaskan karena sebuah suara lahir. Karena ketika Yohanes memberitakan kedatangan Tuhan ia ditanya: Siapakah engkau? Dan ia menjawab: Akulah suara orang yang berseru di padang gurun. Suara itu adalah Yohanes, tetapi Tuhan pada mulanya adalah Firman. Yohanes adalah suara yang hanya bertahan untuk sementara waktu; Kristus, Firman pada mulanya, adalah kekal.

RESPONSORIUM Lukas 1:76-77

Engkau, anakku, akan disebut nabi Yang Mahatinggi,

karena engkau akan berjalan di hadapan Tuhan untuk mempersiapkan jalan-Nya.
Untuk memberi umat-Nya pengetahuan akan keselamatan melalui pengampunan dosa-dosa mereka.

Karena engkau akan berjalan di hadapan Tuhan untuk mempersiapkan jalan-Nya.

TE DEUM

Engkau adalah Allah: kami memuji-Mu;

Engkau adalah Tuhan: kami mengagungkan-Mu;

Engkau adalah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah mahakuasa,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Kumpulan rasul yang mulia memuji-Mu.

Persekutuan nabi yang agung memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus mengagungkan-Mu:

Bapa, kemuliaan-Mu tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpinlah dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kepada kami kasih dan belas kasihan-Mu,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Di dalam Engkau, ya Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

DOA PENUTUP

Anugerahkanlah,

kami mohon, ya Allah yang mahakuasa,

agar keluarga-Mu dapat berjalan di jalan keselamatan dan,

dengan memperhatikan apa yang didesak oleh Santo Yohanes Pembaptis,

dapat dengan aman datang kepada Dia yang ia wartakan, Tuhan kami Yesus Kristus.

Yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

RABU aku PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah menyembah Tuhan, Pencipta kita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kita.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.
Tuhanlah Allah yang agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.
Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.

Dialah Allah kita, kita umat-Nya,

Dialah gembala kita, kita kawanan-Nya.
Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya-Ku yang agung.
Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab itu Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.
Kemuliaan kepada Bapa…

Seperti pada…

Ant. Marilah menyembah Tuhan, Pencipta kita.

Madah

Mari kita putra terang

Tampil maju dan berjuang

Diresapi s’mangat Kristus

Jadi abdi dengan tulus.
Jangan lupa mohon Tuhan

Agar kita diarahkan

Pada tujuan sejati

Setia sepanjang hari.
Allah cahaya sejati

Sinarilah hati kami

Agar mampu memantulkan

Kristus terang kehidupan.
Terpujilah Allah Bapa

Terpujilah Allah Putra

Bersama Roh-Kudus pula

Sekarang dan selamanya. Amin.

Ant.1: Tuhan, dalam terang-Mu kami melihat cahaya.

Mazmur 35

Dosa berbisik di lubuk hati pendosa,*

“Tak perlu takut akan Allah”.
Dosa mengelabui matanya,*

guna menutup kesalahannya.
Si pendosa menuturkan kejahatan dan tipu daya,*

tak pernah ia berlaku bijaksana dan berbuat baik.
Di atas ranjang ia merencanakan kejahatan,+

ia menempuh jalan yang tidak baik,*

dan tidak menolak yang jahat.
Ya Tuhan, kasih-Mu seluas langit,*

dan setia-Mu menjangkau awan.
Bagaikan gunung tinggi keadilan-Mu,+

hukum-Mu bagaikan samudera raya,*

manusia dan hewan Kaulindungi.
Amat berhargalah kasih setia-Mu, ya Tuhan,*

umat manusia bernaung di bawah sayap-Mu.
Mereka Kaupuaskan dengan kelimpahan rumah-Mu,*

dan Kauberi minum dari saluran kebahagiaan.
Pada-Mulah sumber kehidupan,*

dalam terang-Mu kami melihat cahaya.
Semoga tetaplah kasih-Mu bagi orang yang mencintai Engkau,*

dan setia-Mu bagi mereka yang tulus hati.
Janganlah sicongkak menginjak hamba-Mu,*

janganlah tangan pendosa menghancurkan daku.
Orang yang berbuat jahat sudah jatuh,*

mereka dicampakkan dan tak dapat bangun lagi.

Ant.1: Tuhan, dalam terang-Mu kami melihat cahaya.

Ant.2: Tuhan, Engkau agung dan mulia, kuasa-Mu mengagumkan.

Ydt 16,2-3,15-19
Angkatlah nyanyian untuk Allahku dengan iringan rebana,*

bernyanyilah bagi Tuhan dengan bunyi genderang.
Lagukanlah bagi-Nya kidung baru,*

luhurkan dan sebutkanlah nama-Nya.
Sebab Allah telah menghancurkan perang,*

Tuhanlah nama-Nya.
Aku akan bermadah bagi Tuhan,*

madah baru bagi Allahku.
Tuhan, Engkau agung dan mulia,*

kuasa-Mu mengagumkan tiada bandingnya.
Segala ciptaan-Mu mengabdi pada-Mu,*

Engkau berfirman, maka segalanya terjadi.
Engkau mengutus Roh-Mu untuk menciptakan semua,*

tak ada yang dapat melawan titah-Mu.
Sekalipun gunung rebah beserta dasarnya,+

sekalipun wadas luluh bagaikan lilin dihadapan wajah-Mu,*

namun Engkau tetap mengasihi orang yang takwa.
Tiada kurban layak bagi-Mu, meski harum sekalipun,*

bahkan yang paling baikpun tidak bernilai di hadapan-Mu.
Tetapi orang yang takwa,*

dia itulah besar selama-lamanya.

Ant.2: Tuhan, Engkau agung dan mulia, kuasa-Mu mengagumkan.

Ant.3: Segala bangsa, elukanlah Allah dengan sorak-sorai.

Mazmur 46 (47)

Segala bangsa bertepuktanganlah,*

elukanlah Allah dengan sorak-sorai.
Sebab Tuhan itu Allah yang agung dan dahsyat,*

raja besar atas seluruh bumi.
Semua bangsa ditaklukkan bagi kita,*

sekalian suku ditundukkan-Nya.
Bagi kita dipilih-Nya tanah pusaka,*

kebanggaan Yakub, kekasih-Nya.
Allah Tuhan kita telah naik, diiringi sorak-sorai,*

diiringi bunyi sangkakala.
Bernyanyilah bagi Allah dengan melagukan mazmur,*

bermazmurlah bagi raja kita.
Sebab Allah merajai semesta alam,*

nyanyikanlah mazmur penuh seni.
Allah merajai segala bangsa,*

bersemayam atas takhta-Nya yang kudus.
Para pemimpin bangsa menggabungkan diri,*

dengan umat Allah Abraham.
Sebab Allah menguasai para raja,*

sangat agunglah Dia.

Ant.3: Segala bangsa, elukanlah Allah dengan sorak-sorai.

Bacaan Singkat (Tb 4,16-17;19-20)

Apa yang tidak kausukai sendiri, jangan kauperbuat kepada orang lain. Bagilah rezekimu dengan orang miskin dan papa dan berikanlah pakaianmu kepada yang tidak punya. Mintalah selalu nasihat kepada orang yang bijaksana. Pujilah Allah setiap waktu dan berdoalah kepada-Nya, supaya Ia membimbing jalanmu dan merestui segala rencanamu.
Lagu Singkat
P: Arahkanlah hatiku, ya Allah,* kepada ketetapan-Mu.

U: Arahkanlah.

P: Hidupkanlah hamba-Mu dan bimbinglah aku.

U: Kepada ketetapan-Mu.

P: Kemuliaan.

U: Arahkanlah.

Ant.Kidung: Tunjukkanlah rahmat-Mu kepada kami, ya Tuhan dan indahkanlah perjanjian-Mu yang kudus.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.
Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.
Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.
Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kita,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.
Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*

akan membebaskan kita dari tangan musuh.
Agar kita dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.
Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.
Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Tunjukkanlah rahmat-Mu kepada kami, ya Tuhan dan indahkanlah perjanjian-Mu yang kudus .

Doa Permohonan

Kristus menyebut saudara setiap orang yang disucikan-Nya. Marilah kita bersyukur kepada-Nya dan memuji Dia dengan berkata:

U: Kuduskanlah saudara-saudara-Mu, ya Tuhan.

P: Semoga permulaan hari ini kami baktikan kepada-Mu untuk menghormati kebangkitan-Mu,* dan segenap hari ini kami kuduskan dengan pekerjaan yang menyenangkan hati-Mu.

P: Sebagai tanda cintakasih-Mu Engkau menggembirakan kami dengan hari yang baru,* maka perbaharuilah kami setiap hari demi kemuliaan-Mu.

P: Ajarlah kami melihat Engkau dalam segala hal,* dan menjumpai Engkau terutama dalam saudara yang malang dan miskin.

P: Semoga kami hari ini hidup berdamai dengan semua orang,* dan tidak membalas yang jahat dengan yang jahat.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan, Penyelamat kami, kami telah Kaulahirkan menjadi putera-putera cahaya. Tolonglah kami mencintai cahaya dan mengerjakan yang benar. Semoga dengan demikian kami dapat memberi kesaksian tentang Engkau di hadapan semua orang. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

RABU aku SIANG

Madah

Marilah kita bernyanyi

Bagi penebus ilahi

Dengan iman dan harapan

Penuh cinta yang bertahan.
Sambil mohon dibebaskan

Dari tipu daya lawan

Agar selalu setia

Dalam mengabdi sesama.
Terpujilah Allah Bapa

Bersama Putra tercinta

Yang memperoleh Roh suci

Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapan-Mu kepadaku.

Mazmur 118 (119),9-16

Bagaimana kaum muda dapat mempertahankan hidupnya tanpa cela?*

Dengan memperhatikan firman-Mu.
Dengan segenap hati aku mencari Engkau,*

jangan biarkan aku menyimpang dari perintah-Mu.
Dalam hatiku kusimpan sabda-Mu,*

agar aku jangan berdosa terhadap-Mu.
Terpujilah Engkau, ya Tuhan,*

ajarkanlah ketetapan-Mu kepadaku.
Bibirku akan mewartakan,*

segala ucapan mulut-Mu.
Aku bergembira atas perintah-Mu,*

melebihi segala harta.
Titah-Mu selalu kurenungkan,*

jalan-Mu selalu kuamat-amati.
Kehendak-Mulah kesukaanku,*

firman-Mu takkan kulupakan.

Ant.1: Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapan-Mu kepadaku.

Ant.2: Langkahku menempuh jalan perintah-Mu, ya Tuhan.

Mazmur 16 (17) aku
Tuhan, dengarkanlah permohonanku yang jujur,*

perhatikanlah seruanku.
Indahkanlah doaku,*

yang keluar dari hati yang ikhlas.
Semoga Engkau menjatuhkan keputusan bagiku,*

sebab Engkau tahu siapa yang benar.
Bila Engkau menguji hatiku,+

dan menelitinya waktu malam,*

bila Engkau mengusut aku, Engkau takkan mendapatkan kejahatan.
Mulutku tidak berdusta, tidak seperti orang lain,*

sabda bibir-Mu selalu kuperhatikan.
Langkahku menempuh jalan perintah-Mu,*

maka kakiku tidak goyah.
Aku berseru kepadamu, sebab Engkau mendengarkan daku, ya Allah,*

condongkanlah telingamu kepadaku, dengarkanlah kataku.
Tunjukkanlah keagungan kasih setia-Mu,*

Engkau penyelamat orang yang berlindung kepada-Mu.
Dengan kekuasaan-Mu Kauselamatkan mereka,*

dari tangan kaum durhaka.
Peliharalah aku bagaikan biji mata,*

sembunyikan daku di bawah naungan sayap-Mu.
Lindungilah aku terhadap orang berdosa yang menguasai aku,*

terhadap musuh yang dengan geram mengepung aku.

Ant.2: Langkahku menempuh jalan perintah-Mu, ya Tuhan.

Ant.3: Bangkitlah, Tuhan, luputkan daku dari orang berdosa.

Mazmur 16 (17) II

Mereka tak kenal belaskasihan,*

mereka bicara dengan angkuh.
Kini mereka mengerumuni aku,*

mengintai hendak menghempaskan daku ke tanah.
Rupanya seperti singa yang siap merekam,*

seperti singa muda yang mengendap-endap di persembunyian.
Bangkitlah, Tuhan, hadapi dan rebahkanlah mereka,+

dengan pedang-Mu luputkan daku dari orang berdosa,*

dengan kuasa-Mu bebaskan daku dari kematian.
Karena kejujuranku aku memandang wajah-Mu,*

waktu bangun aku menikmati hadirat-Mu.

Ant.3: Bangkitlah, Tuhan, luputkan daku dari orang berdosa.

Bacaan singkat (1Ptr 1,15-16)

Allah yang kudus telah memanggil kamu. Maka hendaklah kamu menjadi kudus dalam seluruh hidupmu, sama seperti Allah. Sebab ada tertulis: Hendaknya kamu kudus, sebab Aku ini kudus.
P: Para imam mengenakan pakain kesucian.

U: Dan umat akan bersorak gembira.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa dan mahamurah, Engkau memberi kami kesempatan untuk sebenar menarik nafas di tengah hari ini, Pandanglah kiranya pekerjaan yang sudah kami mulai, dan perbaikilah kekurangan dalam usaha kami. Semoga seluruh pekerjaan dapat kami selesaikan seturut kesukaan hati-Mu. Demi Kristus, pengantara kami.

Amin.

Ibadat Sore

RABU aku SORE

Madah

Pada waktu senja ini

Malam mulai mendekat

Kami menyerahkan diri

Penuh pasrah dan hormat

Kepada-Mu Bapa kami

Sumber segala rahmat.
Kami bersyukur pada-Mu

Atas kurnia hari

Yang kini akan berlalu

Dan atas kasih suci

Yang Kaucurahkan selalu

Ke dalam hati kami.
Semoga kami semua

Yang khidmat menghadap-Mu

Siap menanggapi cinta

Dengan tiada ragu

Membaktikan jiwa raga

Demi kerajaan-Mu.
Terpujilah Allah Bapa

Tuhan mahakuasa

Terpujilah Yesus Kristus

Yang menjadi penebus

Terpujilah Roh ilahi

Penghibur yang sejati. Amin.

Ant.1: Tuhanlah cahaya dan penyelamatku, siapa ‘kan kutakuti?

Mazmur 26

Tuhanlah cahaya dan penyelamatku, siapa ‘kan kutakuti?*

Tuhanlah benteng hidupku, siapa ‘kan kugentari?
Bila penjahat menyerang untuk memangsa aku,*

maka seteru dan lawanku sendirilah yang tergelinjir dan jatuh
Biarpun sepasukan tentara melawan daku,*

hatiku tidak gentar.
Biarpun pertempuran berkecamuk di kelilingku,*

aku tetap percaya.
Hanya satu yang kuminta pada Tuhan, hanya inilah yang kukehendaki,*

diam di rumah Tuhan sepanjang hidupku.
Untuk merasakan kebaikan Tuhan,*

dan menikmati rumah-Nya.
Tuhan melindungi aku terhadap bahaya,+

menyembunyikan daku dalam kemah-Nya,*

memindahkan daku ke benteng yang tinggi.
Kini aku berjaya,*

atas musuh di sekelilingku.
Kini aku mempersembahkan kurban syukur dengan gembira,*

aku menyanyikan mazmur dalam kemah Tuhan.

Ant.1: Tuhanlah cahaya dan penyelamatku, siapa ‘kan kutakuti?

Ant.2: Wajahmu kucari, ya Tuhan; janganlah wajah-Mu Kausembunyikan dari padaku.

Mazmur 26 II

Tuhan, dengarkanlah suara seruanku,*

kasihanilah aku dan kabulkanlah doaku.
Seturut firman-Mu kucari wajah-Mu,*

wajah-Mu kucari, ya Tuhan.
Jangan wajah-Mu Kausembunyikan dari padaku,*

jangan hamba-Mu Kautolak dengan murka.
Sebab Engkau penolongku, jangan membuang aku,*

jangan meninggalkan daku, ya Allah penyelamatku.
Sekalipun ayah dan ibu meninggalkan daku,*

namun Tuhan selalu menyambut aku.
Tunjukkan jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan,*

bimbinglah aku di jalan yang aman sentosa.
Jangan aku Kauserahkan kepada kekuasaan lawanku,*

sebab mereka bersaksi dusta dan bersumpah palsu melawan daku.
Aku yakin aku merasakan kebaikan Tuhan,*

selagi aku masih hidup.
Berharaplah kepada Tuhan, teguhkan dan kuatkan hatimu,*

berharaplah kepada Tuhan.

Ant.2: Wajah-Mu kucari, ya Tuhan; janganlah wajah-Mu Kausembunyikan dari padaku.

Ant.3: Kristuslah yang pertama dari segala ciptaan, Ia utama dalam segala sesuatu.

Kol 1,12-20
Marilah kita dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa,+

yang membuat kita layak mendapat bagian,*

dalam warisan gemilang para kudus.
Ia telah merebut kita dari kuasa kegelapan,*

dan memindahkan kita ke dalam kerajaan Putera-Nya yang terkasih.
Dalam Kristus, kita mendapat penebusan,*

yaitu pengampunan dosa.
Kristuslah gambar Allah, Ia menampakkan yang tak kelihatan,*

Dialah yang pertama dari segala ciptaan.
Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu,*

baik di angkasa maupun di bumi;
Baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan,*

singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa.
Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraan-Nya dan untuk Dia,+

Ia mendahului segala sesuatu,*

dan segala sesuatu ada dalam Dia.
Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja,+

Ia yang awal, yang pertama bangkit dari alam maut,*

supaya Ia lebih utama dalam segala sesuatu.
Sebab Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhan-Nya diam dalam Kristus,+

dan dengan perantaraan Kristus,*

Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya.
Baik yang di bumi maupun di angkasa,*

segala sesuatu diperdamaikan dalam darah Kristus yang tersalib.

Ant.3: Kristuslah yang pertama dari segala ciptaan, Ia utama dari segala sesuatu.

Bacaan Singkat (Yak 1,22.25)
Hendaknya kamu menjadi pelaksana sabda, bukan hanya pendengar yang menipu diri. Telitilah hukum sempurna yang memberi kemerdekaan, dan tinggallah dalam hukum itu. Janganlah hanya mendengar serta melupakan, tetapi laksanakanlah sungguh-sungguh. Sebab barang siapa berbuat demikian, akan berbahagia.
Lagu Singkat
P: Bebaskanlah aku, ya Tuhan,* Dan kasihanilah aku.

U: Bebaskanlah.

P: Jauhkanlah aku dari orang jahat.

U: Dan kasihanilah aku.

P: Kemuliaan.

U: Bebaskanlah.

Ant.Kidung: Perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa: kuduslah nama-Nya.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*

kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya,*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan,*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong
Menurut janji-Nya kepada leluhur kita,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Maha Kuasa: kuduslah nama-Nya.

Doa Permohonan

Tuhan tetap melimpahi umat pilihan-Nya dengan cinta kasih yang tak terbatas. Sebab itu marilah kita meluhurkan nama-Nya dan memanjatkan doa dengan berkata:

U: Tunjukkanlah cinta kasih-Mu, ya Tuhan.

P: Ingatlah, ya Tuhan, akan Gereja-Mu dan lindungilah umat-Mu terhadap segala kemalangan,* sempurnakanlah kami dalam cinta kasih-Mu.

P: Semoga para bangsa mengenal Engkau, Allah satu-satunya,* dan Yesus Kristus, Putera-Mu yang telah Kauutus.

P: Anugerahkanlah kesejahteraan kepada sanak saudara kami,* limpahilah mereka dengan berkat dan kehidupan selama-lamanya.

P: Hiburkanlah semua orang yang dibebani pekerjaan berat,* dan belalah kehormatan orang yang dipandang hina.

P: Semoga pintu belaskasihan-Mu terbuka bagi semua orang yang meninggal hari ini,* dan terimalah mereka dalam kerajaan-Mu.

Bapa Kami

Doa Penutup

Indahkanlah doa kami, ya Tuhan, dan lindungilah kami siang malam. Engkau telah menempatkan kami dalam dunia yang berubah-ubah ini. Maka, teguhkanlah kami selalu dengan kekuatan-Mu. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP – JUMAT

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.

Tuhan, kasihanilah kami.

U: Tuhan, kasihanilah kami.

P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.

Kristus, kasihanilah kami.

U: Kristus, kasihanilah kami.

P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.

Tuhan, kasihanilah kami.

U: Tuhan, kasihanilah kami.

P: Semoga Allah Yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari

S’moga kami Kaulindungi

Ya Bapa mahakuasa

Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram

Singkirkan khayalan malam

-Kurniakan istirahat

Agar sehat wal’afiat.

Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putra dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu.

Amin.

Antifon

Siang malam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88)

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*

siang malam aku berseru kepada-Mu.

Semoga doaku sampai ke hadirat-Mu,*

dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*

dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*

seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*

seperti orang yang mati terbuuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*

terpisah dari cinta-Mu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*

ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarah-Mu,*

dan keberangan-Mu melumpuhkan daku.

Handai taulanku Kaujauhkan dari padaku,*

Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*

mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan,*

kepada-Mu kutadahkan tanganku.

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*

Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasih-Mu dikisahkan dalam kubur,*

dan kesetiaan-Mu di daerah kebinasaan!

Adakah karya-Mu Yang Agung dikenal dalam kegelapan,*

dan keadilan-Mu di tempat tiada ingatan!

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepada-Mu,*

pagi-pagi doaku membubung ke hadapan-Mu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*

mengapa menyembunyikan wajah-Mu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*

aku menanggung kemurkaan-Mu dan merana.

Banjir keberangan-Mu melanda aku,*

kedahsyatan amarah-Mu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*

makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*

tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

Antifon

Siang malam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Yer 14 : 9)

Tuhan, Engkau hadir di tengah-tengah kami, dan dengan nama-Mu kami telah diberkati. Janganlah tinggalkan kami, ya Tuhan, Allah kami.

Lagu singkat

P: Ke dalam tangan-Mu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.

U: Ke dalam…

P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.

U: Ya Tuhan, penyelamatku.

P: Kemuliaan…

U: Ke dalam…

Antifon Kidung

Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hamba-Mu berpulang,*

dalam damai sejahtera, menurut sabda-Mu.

Sebab aku telah melihat keselamatan-Mu,*

yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk memerangi para bangsa,*

dan kemuliaan bagi umat-Mu Israel.

Antifon Kidung

Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Allah Yang Mahakuasa, semoga kami setia kepada Putera-Mu yang telah wafat dan dimakamkan,

sehingga kami bangkit bersama Dia dan hidup sebagai manusia baru.

Sebab Dialah pengantara kami, sepanjang segala masa.

Amin.

Penutup

P: Semoga Allah Yang Mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihan-Nya.

U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih,

hidup, hiburan dan harapan kami.

Kami semua memanjatkan permohonan,

kami amat susah, mengeluh, mengesahkan

dalam lembah duka ini.

Ya ibunda, ya pelindung kami,

limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami.

Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu,

s’moga kautunjukkan kepada kami.

Ya ratu, ya ibu, ya Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

Kelahiran S. Yohanes Pembaptis

Hari Raya

Hari Raya ini merayakan kelahiran Santo Yohanes Pembaptis, sang pendahulu yang mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Peristiwa ini istimewa, sebab Gereja pada umumnya hanya merayakan kelahiran ke surga (yaitu wafatnya) para kudus. Hanya kelahiran duniawi Yesus, Santa Perawan Maria, dan Yohanes Pembaptis yang dirayakan, sebuah tanda betapa penting peran Yohanes dalam karya keselamatan.

Injil Lukas mengisahkan kelahiran ini penuh mukjizat. Zakharia dan Elisabet sudah lanjut usia dan tidak beranak, namun malaikat menjanjikan seorang putra. Karena Zakharia ragu, ia menjadi bisu sampai anak itu lahir; ketika ia menuliskan nama Yohanes sesuai perintah malaikat, lidahnya terlepas dan ia memuji Allah dengan madah Benedictus (Lukas 1:68).

Tanggal 24 Juni dipilih karena Injil menyebut bahwa Elisabet mengandung enam bulan sebelum Maria (Lukas 1:36). Maka kelahiran Yohanes ditempatkan enam bulan sebelum Natal. Perayaan ini juga jatuh di sekitar titik balik matahari musim panas, ketika hari mulai memendek, seakan menggemakan sabda Yohanes tentang Yesus, Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil (Yohanes 3:30).

Perayaan kelahiran Yohanes termasuk salah satu pesta tertua Gereja, telah tercatat sejak abad keenam dan dahulu dirayakan dengan tiga Misa seperti Natal. Bagi umat hari ini, Yohanes adalah teladan kerendahan hati dan kesetiaan: seluruh hidupnya menunjuk kepada Kristus, bukan kepada dirinya sendiri.

Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis

Ayah Yohanes ialah Zakarias, seorang imam di Yerusalem. Ibunya Elisabeth adalah seorang puteri keturunan kaum Harun. Kedua orang tua ini saleh tetapi tidak mempunyai anak sampai hari tuanya, sebab Elisabeth mandul. Mereka sungguh mengharapkan seorang anak, namun usia yang sudah lanjut sungguh menipiskan harapan itu. Meski demikian mereka tetap berharap pada Tuhan dan berkanjang dalam dosa.

Doa-doa mereka kiranya dikabulkan Tuhan. Sekali peristiwa, ketika Zakarias mendapat giliran melayani Tuhan di Bait Allah, tampaklah kepadanya Malaikat Gabriel. “Jangan takut Zakarias, karena Allah mengabulkan permohonanmu; Elisabeth isterimu akan mengandung dan melahirkan bagimu seorang anak laki-laki dan haruslah kau namai dia Yohanes… Ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati-hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagiNya”, kata malaikat itu kepadanya (Luk1:5-25).

Zakarias menjadi bisu dan tidak dapat berbicara karena ia ragu dan tidak percaya kepada khabar dari malaikat Allah itu. Ia baru dapat sembuh dan dapat berbicara lagi ketika Yohanes lahir, terutama ketika nama Yohanes diberikan kepada sang bayi itu. Ketika Yohanes lahir, banyak orang berkata: “Akan menjadi apakah anak ini kelak? Sebab tangan Tuhan menyertai dia.”

Tugas Yohanes sebagaimana tertulis dalam Injil, ialah menjadi bentara Al-Masih, Yesus Kristus, Sang Penebus. Kuasa roh didalam dirinya telah terasa semenjak ada dalam kandungan ibunya. Hal ini dapat terlihat dalam peristiwa pertemuan Maria dan Elisabeth (Luk1:39-45).

Hidup dan peranannya berkaitan dengan pribadi Yesus, Al-Masih. Ia adalah utusan Allah yang mendahului kedatangan Al-Masih. Yesus sendiri menyebut Yohanes ‘sang nabi’, bahkan lebih besar daripada para nabi. Karena itu kelahirannya sungguh menggembirakan banyak orang. Sebagaimana nabi-nabi lain ditolak dan dianiaya oleh umat, kepada siapa mereka di utus Allah, kematian Yohanes Pemandi pun sangat tragis. Atas perintah Herodes, raja wilayah Yudea, Yohanes Pemandi ditangkap dan dipenjarakan karena ia berani mengecam Herodes yang berani mengambil Herodias-isteri saudaranya, Filipus-menjadi isteri. Akhirnya, atas bujukan dan akal busuk Herodias, Herodes memerintahkan untuk memenggal kepala Yohanes Pemandi (Mat14:1-12; Luk9:9-7).

Setelah kematiannya, selesailah tugas dan mulailah Yesus tampil di hadapan umum untuk mewartakan datangnya Kerajaan Allah.